Anda di halaman 1dari 56

PABRIKGULAHINDIABELANDA.

(BABIV)

IV. Pabrik gula besar dahulu dan sekarang. Sejarah Pabrik Gula Besar di Indonesia. Sebagai acuan dan untuk lebih memperluas pandangan, sekilas kita kaji dan amati bagaimana Indonesia memulai industri gulanya dengan pabrik gula besar yang pernah menghantar Indonesia sebagai exporter gula terbesar didunia, dan dari semua buku maupun Handbook of sugar manufacture/ proses/ machinery selalu menjadikan industri gula di Java menjadi acuan atau dengan kata lain mereka belajar dari Indusri Gula Indonesia (Jawa). 4.1.Pabrik gula di Indonesia (abad 17 - 18 - 19). Perkembangan penggilingan atau pengepresan tebu di Jawa, secara agak besar dimulai pertama kali pada pertengahan abad-17 di dataran rendah Batavia, dikelola oleh orang-orang Cina. Kemudian di awal abad-19 muncul industri gula modern di PamanukanCiasem, Jawa Barat, yang dikelola oleh para pedagang-besar dari Inggris. Yang karena kesalahan lokasi hanya bertahan satu dasawarsa (kekurangan tenaga kerja) . Kehancuran industri gula Inggris (Pamanukan-Ciasem) digantikan industri gula Belanda dalam kurun cultuurstelsel. VOC mulai melakukan pengiriman gula Batavia sejak 1637 ke Eropa, dengan jumlah ekspor per tahun lebih dari 10.000 pikul. 130 buah penggilingan pada tahun 1710 , dengan produksi rata-rata setiap penggilingan sekitar 300 pikul. tahun 1745 terdapat 65 penggilingan, sedang pada 1750 naik menjadi 80, dan diakhir abad ke-18 merosot tinggal 55 penggilingan yang memasok sekitar 100.000 pikul gula.

Bab IV -1

Bentuk dan tehnologi pengepres tebu ini, hanya terdiri dari dua buah silinder batu atau kayu yang diletakkan berhimpitan, dengan salah satu selinder diberi tonggak sedang pada ujung tonggak diikatkan ternak, atau digunakan tenaga manusia (digerakkan secara manual) untuk memutar selinder. Sementara itu pada salah satu sisi pengepres biasanya satu orang atau lebih memasokkan tebu. Kemudian hasil pengepresan dialirkan ke kuali besar yang terletak tepat di bawah selinder. Mudah pengoperasiannya dan dapat dipindah-pindahkan menurut kebutuhan. Di masa panen tebu, penggilingan-penggilingan ini akan dibawa menghampiri kebun yang sedang panen.

Harga kuda lebih mahal dibanding sapi atau kerbau Mesin pabrik gula ( 1830). Industri gula di Jawa Barat didukung oleh modal besar, dengan menggunakan mesin-mesin impor yang sebelumnya tidak pernah digunakan di Jawa, seperti bisa dilihat dalam salah satu surat Jessen Trail and Company ditujukan kepada NHM (Bank Tempo doeloe) yg mengatakan: In embarking on the enterprises we now have on hand, we were sensible of the deficiency of the rude and imperfect machinery by which the manufacture of sugar was carried on here, and therefore determined to import European machinery, with skilful men to conduct the same We now have [1826] three distinct sets of mills,

Bab IV -2

where we employ a European horizontal mill with three cylinders, driven by a six horsepower steam engine; a European eight horse-power mill, with three cylinders,

worked by cattle, and three auxilliary stone perpendicular mills, also worked by cattled, with six complete sets of iron boilers and iron and copper clarifiers; as also three distilleries, comprising six European copper stills ... and a suitable complement of fermenting systems for distilling the molasses into Arak and Rum.

Sejak tahun 1830 di Pekalongan terdapat tiga buah pabrik gula yang beroperasi untuk menggiling tebu-tebu gubernemen, dua diantaranya dioperasikan oleh orang-orang Tionghoa, yaitu oleh Gou Kan Tjou di desa Wonopringo dan Tan Hong Jan di desa Klidang. Sedang yang ketiga dioperasikan oleh Alexander Loudon, seorang bekas pedagang besar Inggris yang dilibatkan kerja administratif dalam kurun pasca Raffles. Loudon menjadi fabriekant di pabrik gula Karanganjar, kabupaten Pemalang. Loudon selain membangun pabrik di Pemalang, juga bersama De Sturler dan Verbeek membangun pabrik gula Poegoe dan Gemoe di Kendal pada tahun 1835-36.Namun karena keterbatasan informasi untuk ketiga pabrik gula di atas maka pembicaraan lebih diarahkan pada tiga buah pabrik modern yang didirikan sekitar tahun 1837-1838 yaitu Wonopringo, Sragie, Kalimatie. Ketiga pabrik gula di Pekalongan ini memakai lahan sawah untuk tebu seluas sekitar 1500 bau, pabrik Sragie dun Kaliematie masing-masing menggunakan 400 bau, dan Wonopringo, yang terbesar, memakai 700 bau lahan sawah (1ha=1,5 bau) .Tenaga kerja dari buuruh pribumi yang diikat dengan kontrak, Kontrak-kontrak gula gubernemen tersebut mengikat petani untuk bekerja tanpa batas waktu yang tegas:

Bab IV -3

kontract iki bakal kanggo setaun, atawa saingga kongsi rolas taun, apa kersane kandjeng gupernemen. Sedang kerja-kerja yang terkait dalam kontrak tersebut meliputi: Sakabehe pegawejan ing dalem panggilingan sarta ing dalem kebon atawa nebang tebu, amek kaju bakar, iku uwong-uwong amesthi anglakoni pegawejan iku. Varietas tebu yang ditanam merupakan jenis terbaik, dengan kadar rendemen (kadar gula dalam tebu) tinggi yang hanya dihasilkan oleh tebu yang dikenal dengan sebutan zwarte Cheribonriet (Tebu Hitam dari Cirebon), mulai digunakan sistem Reynoso tahun 1863, para buruh tebang (rappoe) bisa menghasilkan antara 30 hingga 50 ikat/ kolong tebu (atau antara 750 hingga 1.250 batang tebu). Panen setiap tahun, untuk setiap bau tidak mencapai 25 pikul. Jumlah yang sering didapat dalam setiap panennya antara 17 hingga 22 pikul. Setiap hari, selama musim panen dan giling, pabrik memerlukan 40 hewan penarik beserta tukang gerobak. Panen tebu 1850-1865. Tahun 1850 1851 1852 1853 1854 1855* 1856 1857 1858 1860 1861 1862 1865 Wonopringo 11.204 13.759,80 8.892,50 14.324,88 21.518,16 24.441 25.729,32 29.933 33.333,96 31.994,26 31.927,59 27.792,92 40.869,55 Sragie 9.462,44 9.635,12 7.212,50 7.381,60 10.282,16 9.161 9.445,95 12.850,11 12.700 11.867,78 9.043,87 11.540,97 11.638,24 Kalimatie 8.724,24 8.950 6.120 10.292,86 9.550,13 12.591 12.163 11.000 13.363 14.250 13.505 15.500 27.000 Total 29.390,68 32.344,92 22.225 31.994,34 41.350,57 46.193 47.338,27 53.783,11 59.396,96 58.476,46 54.476,46 54.834,89 79.507,79

Sumber: Jaarlijks Rapporten van de Residentie Pekalongan, 1834-1865. (AC1624) Satuan pikoel.

Bab IV -4

4.2.Pabrik gula abad 20 (1934)

Suikerfabriek Pangka

Bab IV -5

Suikerfabriek Tjomal

Bab IV -6

Kemlangen SF

Kedawoeng SF

Bab IV -7

Suasana suikerfabriek

Bab IV -8

Dari laporan Proefstation Voor De Java Suikerindustrie Jaargang 1934 didapatkan data data performance pabrik gula sbb: Pabrik dan performancenya (untuk per pabrik dalam tabel terlampir). Tahun 1933 1932 Statiun pemerahan. Statiun pemerahan atau tandem mill belum sehebat sekarang, masih menggunakan rangkaian 3 unit gilingan dengan ukuran 30 x 60 atau satu crusher dengan 3 dan 4 gilingan ukuran bervariasi dari diameter 24 sampai 34 dengan pamjang bervariasi dari 60 sampai 78 atau dengan 2 unit crusher diikuti dengan 3 atau 4 gilingan atau dengan meinecke diikuti dengan serangkaian gilingan (rincian per pabrik pada tabel terlampir). Preparator Jumlah mill unit _ _ Crusher Crusher Crusher Crusher _ Crusher Crusher Crusher 3 4 4 4 4 4 5 5 5 6 Ukuran mill D X L 30 x 60 30 x 60 30 x 60 32 x 72 34 x 78 36 x 84 32 x 72 30 x 60 32 x 68 36 x 84 32.2 34.9 45.9 60.8 70.4 83.2 46.3 54.5 46.8 96.9 20.4 17.6 17.5 18.2 18.2 14.9 18.3 21.6 17.5 14.0 17.8 19.0 18.9 18.8 19.9 20.7 18.9 19.0 18.4 19.3 84.8 87.4 87.2 86.7 87.5 88.8 86.6 86.8 85.6 89.6 Ton tebu/jam Imbibissi % tebu Brix (Voor Purity persap) Ton tebu/ha 132.0 133.7 Gula ton/ha 15.58 14.99 Rendemen % 11.80 11.21

Bab IV -9

Bagi pelaku industri gula pasti menarik kesimpulan bahwa statiun pemerahan saat ini jauh lebih sempurna dibanding masa lalu, tetapi performance pemerahan sangat dibawah masa lalu dan kesimpulan yang dapat diambil adalah karna kwalitas tebu masa lalu dan managemen tebang angkut masa lalu sangat jauh lebih baik dari masa kini.

Gilingan tahun 1930

Volume tangki pengendap , luas filter, juice heater, verdamper, pan masakan dan kristaliser per 100 tcd. Defikasi Thn Tangki endap (Hl) 33 32 81 38 77 27 Filter (m2) 34 33 Juice heater Verdamper ( HS - m2) 30 32 (HS - m2) 116 113 Pan masak (HS - m2) 30 33 Cristaliser (Hl) 145 159

Bab IV -10

Sulphitasi Thn Tangki endap (Hl) 33 32 83 81 21 Filter (m2) 34 34 - 16 Juice heater Verdamper ( HS - m2) 34 33 (HS - m2) 120 118 Pan masak (HS - m2) 38 39 Cristaliser (Hl) 166 159

Carbonatasi Thn Tangki endap (Hl) 33 32 Filter (m2) 29 - 13 29 - 13 Juice heater Verdamper ( HS - m2) 28 27 (HS - m2) 133 126 Pan masak (HS - m2) 35 34 Cristaliser (Hl) 167 171

Tabel diatas menunjkkan bahwa pemurnian masa lalu dilakukan sangat sederhana, belum ditemukan bahan pembantu ntuk mempercepat pengendapan (polymer baru dikembangkan tahun 1950), belumditemukan alat control pH (pH ajuster), belum diterapkan continous clarifier yang ada adalah tangki pengendap (bezinking kasten) dengan operasi terputus. Sistem penapisan nira kotor masih belum menggunakan rotary vacuum filter masih menggunakan filter model kuno Plate and frame clotch filter.

Sentrifugal separator vertical 30 x 18 unit per tcd Ukuran D x H 30 x 18 Defikasi 2.50 Sulphitasi 3.73 Carbonatasi 3.68

Bab IV -11

Centrifugal dengan penggerak turbine air masih ada yang digunakan.

Data syrup purity dll. Defikasi. Thn S.P 33 32 A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 87.5 91.9 87.0 69.3 94.2 77.4 59.5 95.8 67.1 47.7 66.2 60.8 55.0 86.4 91.9 86.3 69.0 93.9 75.3 56.0 95.8 67.0 48.2 64.3 58.3 54.2

Sulphitasi Thn S.P 33 32 A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 88.0 91.6 89.9 75.8 93.6 81.0 63.1 95.8 70.2 49.8 64.5 60.1 57.9 86.8 91.8 87.9 72.2 93.9 78.0 59.0 95.8 67.7 47.9 64.1 59.5 57.7

Bab IV -12

Carbonatasi Thn S.P 33 32 Note: Thn :Tahun A1 :Brix cuite A C1 :Brix cuite C D1 :Brix cuite D SP :Syrup purity A2 : Purity cuite A A2 : Purity cuite C D2 : Purity cuite D A3 :Purity stroop A. A3 :Purity stroop C. D3 :Purity stroop D. K3 :% kristal cuite D. A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 90.1 91.8 91.8 79.2 93.5 82.8 65 95.8 70.8 48.7 63.5 61.3 60.5

89.8 92.1 90.2 76.3 93.9 80.9 60.7 96.3 69.0 45.9 65.1 63.3 61.9

K1 :% kristal cuite A

K2 : % kristal cuite C

Rendemen tersebut dicapai dengan instalasi yang didukung teknologi abad 19, istilah zaman sekarang adalah zaman sepur lempung, angka tersebut bukan hanya untuk bernostalgia tetapi sebagai bahan kajian kenapa dengan keterbatasan teknologi dibanding saat ini bisa mencapai performace yang belum bisa kita capai, yang agak aneh kita heran melihat negara produsen gula dengan produksi diatas 10 ton per ha, dan beramai ramai study banding kenegara tersebut, padahal bukankah kita sudah mampu mencapainya , kenapa kita tidak kaji kembali

Rumah buruh dan Loji meneer

Bab IV -13

Saksi bisu keberhasilan industri gula tempo dulu.

Bab IV -14

Tayuban pesta buka giling konon merupakan kesukaan toewan toewan Tayub dan pesta sebelum giling selalu diadakan sebenarnya dengan tujuan tujuan tertentu, seperti dimaklumi budaya masarakat saat itu untuk bekerja sebagai buruh kampanye/ musiman diikat dengan kontrak salah satu diantaranya adalah batasan untuk tidak mbolos, untuk mendapatkan buruh secukupnya dibuat kontrak dengan uang muka sebelum giling yang sudah diperhitungkan akan dihabiskan pada saat pesta buka giling, karena disamping tayuban, pelacuran dan perjudian juga diadakan saat pesta buka giling, nah begitu uang habis baru buruh akan masuk bekerja dan kalau melanggar sangat berat hukumannya, zaman dulu di landraad. Tanaman tebu zaman dulu. Pemuliaan tanaman telah dilakukan oleh peneliti peneliti Belanda , dari catatan Belanda sudah mengkoleksi berbagai jenis tebu dari berbagai lokasi : Saccarum spontaneum Talahib Glagah paloe, koelawi, biroh soengi moepanga Glagah djantoer, kinggoerang oewis, glagah m moentai Glagah prapat Mandalay 1 Dacca, Coimbatore dari Philippijnen dari Celebes dari Borneo dari Sumatra. dari Burma dari India

Bab IV -15

Saccarum officinarum. Teboe salah Dll dari Borneo

Pemupukan zaman dahulu. Barangkali pupuk masih harus di datangkan dari Eropa , tetapi saat itu sudah dikenal istilah MEST ( tandurane opo wis di mes = tanamannya apa sudah dipupuk), sudah dikenal: ZA Fostaat bemesting / DS (Double super phosphate) Kali bemesting Groen bemesting Nitrophoska Berikut catatan penggunaan pupuk dan hasil produksi. Afdeling Rejoagoeng Rejoagoeng Mojo Mojo Mojo Tasik madu Tjepiring Tjepiring Medari Medari Bemesting Ton tb/ha 6 ZA 6 ZA 7 ZA 8 ZA 7 ZA 51/2 ZA 5 ZA 51/2 ZA 51/4 ZA 152.3 170.1 128.2 111.2 150.7 117.8 90.1 126.8 134.3 R% 12.48 12.64 12.01 13.58 12.61 12.98 9.17 12.51 13.09 12.21 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 2 NPK 11/5 NPhoska 11/5NPhoska T tb/ha 155.9 168.9 141.5 134.2 162.2 153.5 130.0 R% 12.19 12.43 11.73 13.47 12.30 12.57 9.23 12.21 13.08 12.28 pupuk phosphat. pupuk kalium pupuk hijau. pupuk majemuk.

6ZA+13/4DS 145.8

Bab IV -16

SF Kebon Agoeng

Bab IV -17

Masa masa penurunan over all performance.

SEBELUM DIAMBIL ALIH

SETELAH NASIONALISASI 1957

Bartholomeus machinist sf Krian 1867

Terlihat setelah masa Nasionalisasi mulai terjadi kecenderungan penurunan performance

Tebu pengantin bagian ritual buga giling

Bab IV -18

4.4. Tahun Pembuatan Pabrik Gula Lama. Dari 190 unit pabrik gula di Jawa yang beroperasi tahun 1931 hanya 177 unit dan 1939 hanya 84 unit 68 unit ditutup sementara sampai dengan 1999 sisa pabrik lama yang masih dioperasikan tinggal 50 unit. 1. Pabrik Gula Sindanglaut

Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2735/1923

Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2736/1923

Bab IV -19

Single cylinder RH vacuum pump, Stork, 3285/1929 2. Tersana Baru Dengan dua set gilingan gilingan barat dan gilingan timur, gilingan barat dengan mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920,Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920. Gilingan timur dengan mesin uap Single cylinder LH mill engine, Stork, 2789/1923,Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1920 3. Pabrik Gula Jatibarang Mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2157/1916,Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2158/1916.

Bab IV -20

4. Pabrik Gula Pangka

Single cylinder RH mill engine, Stork, 2559/1920

Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2370/1917

Bab IV -21

Mesin uap Single cylinder LH mill engine, Stork, 2369/1917,Single cylinder engine, belt drive for A/B centrifugals, Stork, 1770/1910 Aslinya dengan 10 unit ketel operasi bersama, sembilan sudah dibesi tuakan. Stork 1940, Stork 1923, Stork 1921, Stork 1922,Werkspoor 1925, Stork 1925, Stork 1921, Stork 1917, Missing, Voorheen 1917. 5.Pabrik Gula Sumberharjo

Bab IV -22

Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 1912/1912 6. Pabrik Gula Rendeng (The mill now has very few stationary steam engines). Mesin tua yang masih digunakan Belt engine for kultrog, Stork, 1705/1908 7. Pabrik Gula Gondang Baru Mesin uap yang digunakan Single cylinder RH mill engine, Fulton Iron Works, 1920, Corliss valves, dan Single cylinder LH mill engine, Stork, 1940/1912,Single cylinder LH mill engine, Stork, 1129/1899.Single cylinder LH mill engine, Stork, 878/1893, 8.Pabrik Gula Soedhono

Bab IV -23

Mesin uap Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950. 9.Pabrik Gula Purwodadi

Bab IV -24

Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1926

Bab IV -25

Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1926 10. Pabrik Gula Rejosari

Bab IV -26

Single cylinder LH mill engine, Hallesche, 2020/1924,Single cylinder LH mill engine, Hallesche, 2048/1925 11. Pabrik Gula Kanigoro

Bab IV -27

Single cylinder LH dual drive mill engine, Mirrlees Watson, out of use by 2004, replaced by Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork 3203/1928, ex-Tasikmadu Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, 1883 12. Pabrik Gula Merican

Single cylinder RH mill engine, Stork, 3251/1929 Single cylinder vacuum pump, Buckau, 1909 - ex Krian

Bab IV -28

13. Pabrik Gula Jombang Baru Setelah beberapa tahun ditutup dibuka kembali tahun 1955, tahun 1989 ada penambahan ketel baru station gilingan masih menggunakan mesin uap.mesin uap yang digunakan Single cylinder LH mill engine, Stork, 3181/1928,Single cylinder LH mill engine, Stork, 3321/1930, single cylinder LH mill engine, Stork, 3255/1929, single cylinder RH mill engine, Stork, 2787/1924 (R), single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 1926 14.Pabrik gula Cukir Mesin uap Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, (1883 on base),Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, (1883 on base) 15.Pabrik Gula Tulangan

Bab IV -29

Mesin uap Single cylinder RH mill engine, Werkspoor 1927 ( Meier Mattern hydraulic valve system),Single cylinder RH mill engine, Stork, 2577/1920,Single cylinder RH mill engine,Werkspoor 1927 ( Meier Mattern hydraulic valve system),Single cylinder RH mill engine, Stork, 3155/1928,Single cylinder vacuum pump, Werkspoor 1917, Single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 435/1900 16.Pabrik Gula Wonolangan

Bab IV -30

Single cylinder RH mill engine 1, Stork, (R) 2560/1920 Single cylinder vacuum pump, Breda 910/1917 17.Pabrik Gula Gending Mesin uap Single cylinder engine, W Maxwell, Djokdja, 1892, Single cylinder LH mill engine, Stork, 2569/1920 (R),Single cylinder RH mill engine, Stork, 2613/1920,Single cylinder LH mill engine, Single cylinder RH mill engine, Hallesche, 2148/1927

Bab IV -31

18.Pabrik gula Pajarakan

Single cylinder LH mill engine, Stork, 2193/1916 (R) Single cylinder LH mill engine, Stork, 1878/1910 19.Pabrik gula Wringinanom

Bab IV -32

Mesin uap Single cylinder RH crusher engine, Stork, 2740/1923,Single cylinder RH mill engine,Hallesche, 2049/1925 (R),Single cylinder RH mill engine, Werkspoor (R),Single cylinder RH mill engine, Fijenoord, 1926 (R),Single cylinder LH mill engine, Stork, 3278/1929 20. Pabrik gula Olean

Mesin uap Single cylinder RH crusher engine, Stork, 3336/1930,Single cylinder LH mill engine, Fijenoord, 192?,Single cylinder LH mill engine, Fijenoord, 1926,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1923 ,Single cylinder vacuum pump, Fives-Lille, 1891 ,Single cylinder vacuum pump, Fives-Lille, 1892 , Vertical cylinder engine for kultrog, said to be Marshall, 1893 Terdapat 6 unit ketel:

Bab IV -33

Burgerhout Rotterdam 192, P.T. Trisula Abadi 1993, ditto. 1992, Maschinenfabrik Breda, E. Rombouts., ditto.

21.Pabrik gula Panji

Mesin uap Single cylinder RH dual drive mill engine, Werkspoor, 1924,Single cylinder RH dual drive mill engine, Werkspoor, 1924,Single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 1921 22.Pabrik gula Trangkil (This private mill uses undocumented modern equipment.) 23.Pabrik gula Rejoagung (RNI Group). 24.Pabrik gula Kebonagung (PT Kebon Agung) Mesin uap gilingan sudah diganti dengan turbine uap.

Bab IV -34

25.Pabrik gula Krebet Baru I dan II (RNI Group) There are two mills in the same compound, the first contains some stationary steam engines and the second is 100% modern. The following were in use until the end of the 2003 season and then replaced by modern machinery. Mesin uapSingle cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1924,Single cylinder mill engine, RH Corliss valves (!), Ste. Ame. J. Gilain, Tirlemont - Belgique ,Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926,Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926

Bab IV -35

26 Pabrik gula Karangsuwung (a small mill 3km south of Sindanglaut).

Mesin uap single cylinder mill engine, Co De Fives-Lille, 1876,Single cylinder LH mill engine, Stork, 2319 / 1917. 27.Pabrik gula Mojo (A small mill at Sragen near Solo.) 28.Pabrik gula Madukismo (RNI Group dibangun tahun 1950s) The mill was modernised ca 1976 and all steam powered equipment removed.

Bab IV -36

29.Pabrik gula Candi ( RNI group)

Mesin uap Single cylinder RH mill engine, Hallesche, 2229/1920, Single cylinder LH mill engine, Stork, 1947/1912, (R) new in 2003 ex-Kadhipaten.Single cylinder belt engine, driving centrifuges, Stork, 1378/1906 30.Pabrik gula Watutulis (A small mill south-west of Surabaya, just south of Krian)

Mesin uap Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926 , Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2916/1925

Bab IV -37

31.Pabrik gula Krembung (A small mill south-west of Surabaya)

Mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor ,Double cylinder mill engine, Werkspoor, 910/1908 dll.

Bab IV -38

4.3.Pabrik gula besar abad 21.

Kantor Direksi PTP Nusantara XI Mulai tahun 1957 permerintah Republik Indonesia melalui menteri Pertahanan RI saat itu melakukan pengambilalihan semua perusahaan milik Belanda, selanjutnya berdasarkan UU no 86 tahun 58 semua perusahaan perkebunanan milik Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia, untuk pengelolaan selanjutnya dibentuklah badan nasionalisasi perusahaan milik Belanda atau disingkat BANAS yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Badan Pengawas Uumum Perusahaan Perkebunan Negara atau BPU - PPN yang berkedudukan di Jakarta dengan tugas mengawasi dan mengkoordinir kegiatan perusahaan yang berada di daerah-daerah. Dalam perkembangan di tahun-tahun berikutnya BPU - PPN dikelompokkan sesuai dengan jenis bududaya tanamannya yaitu yang pertama adalah perkebunan yang mengelola aneka tanaman dan yang kedua adalah perkebunan yang mengelola gula. Perkembangan berikutnya Perusahaan Negara Perkebunan tersebut berubah bentuknya menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (PTP) beberapa pabrik gula oleh Pemerintah diputuskan untuk dikelola PT RNI II.

Bab IV -39

Selanjutnya berdasatrkan peraturan pemerintah No.16 tahun 1996, PT Perkebunan (Persero) dilebur dalam satu perusahaan perseroan baru dengan nama PT. Perkebunan Nusantara (persero), Beberapa Pabrik gula dengan berbagai pertimbangan diputuskan ditutup dan sebagian diputuskan untuk dihidupkan. 1. Pabrik gula Kadhipaten ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan, mesin uap untuk gilingan single cylinder buatan Stork seri 2784 tahun 1924, pompa single cylinder, raw juice pump buatan Reyneveld. 2. Pabrik gula Jatiwangi ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan. 3. Pabrik gula Gempol ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan, 4. Pabrik gula Ketanggungan Barat ditutup beberapa tahun lalu . 5.Pabrik gula Banjaratma ditutup tahun 1992. 6. Pabrik gula Cepiring ditutup tahun 1997 direncanakan akan dibuka kembali tahun 2007 dengan tambahan beberapa peralatan baru. LH dual drive mill engine, Stork, 2179/1917 7.Pabrik gula Kalibagor ditutup tahun 1997 . 8.Pabrik gula Ceper Baru ditutup tahun 1997. 9. Pabrik gula Colomadu ditutup tahun 1997. 10.Pabrik gula De Maas ditutup 1999. 11.Pabrik gula Pakis Baru ditutup tahun 2000 rencana dibuka kembali 2008. 12.Pabrik gula Krian ditutup tahun 1999. Pabrik yang dioperasikan adalah pabrik lama yang diperbaharui beberapa peralatannya dari gilingan, ketel, penguapan, masakan dan centrifugal , beberapa pabrik yang sudah pernah direvitalisasi sbb: 1. Pabrik Gula Lestari 2.Pabrik Gula Sragi tetapi sd akhir 1987 belum ada perkembangan, tercatat mesin uap torak untuk gilingan buatan stork 1917.(Single cylinder

Bab IV -40

3.Pabrik Gula Tasik Madu 4.Pabrik Gula Pagottan. 5.Pabrik Gula Ngadirejo 6.Pabrik Gula Mojopanggung 7.Pabrik Gula Gempolkerep (The mill was modernised some time ago.) 8.Pabrik Gula Kedawung 9.Pabrik Gula Jatiroto 10.Pabrik Gula Semboro 11.Pabrik gula Prajekan. 12.Pabrik gula Asembagus

Gilingan PG Kebon Agung sudah modern bukan gilingan asli dahulu.

Bab IV -41

Ditambah dengan pabrik baru yang dibangun tahun 1970 1995.


Joint Sugar Proyect Unit (JSPU) 1976 - 1995. Pabrik Pemerintah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jatitujuh Sei Semayang Kuala Madu Cinta Manis Bunga Mayang Subang Takalar Caming Peleihari Lokasi Jawa Barat Sumatera Utara Sumatera Utara Sulawesi Selatan Lampung Jawa Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Jawa Timur Sul Ut Nagro Aceh Dar Lokasi Lampung Lampung Lampung Tahun 1976 1982 1984 1984 1984 1984 1984 1985 1986 1970 5000 Tahun 1978 1987 1995 Kap tcd 10,000 10,000 8,000 ha tebu 21,767 20,945 15,170 Ton tebu 2006 151,888 157,636 92,067 Kap tcd 6,000 4,000 4,000 7,000 10,000 4,000 3,000 3,000 4,800 ha tebu 8,992 7,341 7,746 14,016 16,361 5,247 6,650 5,827 11,015 Ton Gula 1996 16,271 37,529 42,984 40,940 39,437 15,340 26,897 12,255 20,988 PTP X RNI Bongkar ton gula/ha 6.98 7.53 6 ton gula/ha 2.03 5.68 6.42 3.23 2.71 3.63 4.08 2.87 1.88

1 Pesantren Baru 2 Tinalangua 3 Cot Girek Pabrik Swasta 1 2 3 4 Gunung Madu Gula Putih Mataram Sweet Indo Lampung Indo Lampung Perkasa

5 Gunung madu bukhari

Sul Teng

5000

Belum ok

Performance giling 2003 -2003

No.

Uraian

Luas Digiling (Ha.)

Tebu Digiling Jumlah

Rendemen (%)

Hasil Hablur Jumlah ( Ton ) Per Ha. (Ton)

KPP BUMN BUMN KPP (Ton). (Ton)


59,1 63,2 76,0 74,1 61,7 76,8 77,8

Per Ha

Jawa 1 2 3 4 5 6 7 PT. PG Rajawali II PTP. Nusantara IX PTP. Nusantara X PTP. Nusantara XI PT. Kebon Agung PT. Madu Baru PT. PG Rajawali I Luar Jawa 8 9 10 11 PTP. Nusantara II PTP. Nusantara VII PTP. Nusantara XIV PT. PG Rajawali III 9.378,9 25.811,9 10.446,1 6.578,9 659.416 1.462.693 531.218 462.963 70,3 56,7 50,9 70,4 4,06 6,87 5,49 7,55 26.782,2 100.532,3 29.260,1 34.932,2 2,86 3,89 2,79 5,31 20.197,1 27.999,2 54.625,3 61.007,1 19.677,9 4.799,8 20.259,7 1.194.004 1.768.803 4.149.066 4.518.639 1.213.188 368.614 1.576.098 7,11 6,89 6,92 7,10 6,58 6,70 6,71 84.844,3 121.953,5 287.107,1 320.599,1 79.835,2 24.681,0 105.740,4 4,20 4,36 5,26 5,26 4,06 5,14 5,22

Sumber : Perusahaan-perusahaan gula diolah di Sekretariat Dewan Gula Indonesia dan APTRI 2004

Bab IV -42

Menuju Swa Sembada Gula Nasional. Wacana untuk swa sembada sudah lama didengungkan, sejak Pemerintahan Presiden Megawati sampai Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa statemen kebijakan dan sasaran telah banyak dipublikasikan sejak tahun 2003. Target Tahun 2003 06/06/03 KOMPAS 28/07/04 S Harapan 29/7/04 S Harapan 28/10/05 Suar merr 02/07/07 29/08/07 Antara 05/09/07 Antara 26/06/07 Anttara 28/07/07 19/01/08 Liputan 6 Pejabat Rini Suwandhi Memperindag Bungaran Saragih Menteri Pertanian Bungaran Saragih Menteri Pertanian Megawati Presiden Anton Apriantono Menteri Pertanian Ahmad Manggabarani Dirjenbun Ahmad Manggabarani Dirjenbun Ahmad Manggabarani Dirjenbun Agus Pakpahan Deputy Meneg BUMN Fahmi Idris Menteri Perindustrian Yusuf Kalla Wapres 2009 Membangun Pabrik Gula Merah Putih (karya nasional). Menaikkan rendemen 2% Revitalisasi pabrik lama dan tambah pabrik baru. 2009 2009 2009 2009 Dibentuk TKPPG 1 juta ton pada Tahun 2009 9 pabrik akan beroperasi 2009 4 milik BUMN yg lain swasta Pabrik baru Jatim, Kalbar,Sumbar 2 lagi di Sulsel. 4 PG baru 2009 2009 Pembangunan pabrik baru 2008 Mundur dari target awal 2007 2008 2007 Tidak perlu pabrik baru Perluasan areal sd 400.000 ha. Mundur dari target awal 2007 Sembada 2007 Swa Kebijakan Target swa sembada gula

Bab IV -43

Langkah menuju swasembada. Kelihatannya grand scenario yang dipilih menuju swasembada gula 2009 masih belum mengerucut , dalam istilah populer masih pating pecotot baik grand acton plan maupun pendanaan, pencapaian target swasembada terkesan dan terlihat selalu dijatuhkan pada pemerintahan berikutnya.

Bab IV -44

Sementara untuk wacana swa sembada gula Dirjenbun Departemen Pertanian baru membentuk Team Kerja Peningkatan Produksi Gula 2009 (No: 86.1/Kpts/OT.160/7/07 tgl 2 Juli 2007) dengan tugas utama yang harus selesai 2 bulan adalah sbb 1. Membantu menyiapkan bahan dan informasi yang terkait dengan kebijakan rehabilitasi/investasi dan perluasan tanaman sebagai sumber bahan baku. 2. Menyusun rencana aksi peningkatan produksi gula satu juta ton dalam tahun 2008 2009. Apa yang salah dengan industri gula kita. A Moerdo Kusumo dalam buku Pengawasan kwalitas dan teknologi pembuatan gula di Indonesia penerbit ITB bandung menyatakan sbb: Keadaan yang parah ini disebabkan oleh managemen yang membiarkan proses pembuatan gula tersesat menuju proses yang tidak stabil, managemen harus mengembangkan strategy yang sifatnya mencegah masalah agar proses dapat melaju dengan stabil atau dengan sitilah Dr Eward Deming proses dapat diramalkan Industri gula Indonesia yang saat ini sedang merana, dengan proses pembuatan gula yang cenderung mengabaikan Pengendalian Proses Secara Satistik ,menuntut perombakan managemen yang mendasar, ini dilaksanakan dengan menerapkan sujumlah premis informasi yang relevan dengan perubahan lingkungan yang lebih luas. Proses pembuatan gula dari tebu rakyat tidak hanya menghasilkan gula saja, tetapi juga sejumlah informasi baru dari penerapan TRI dan TRE, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah baru yang merugikan, menerobos kondisi mental sumber daya manusia diseluruh jajaran managemen yang acuh tak acuh, serta menciptakan a sense of urgency dalam lingkungan industri gula yang terasa mandeg, ini memang tantangan yang timbul dari pembangunan yang berhasil, yang menciptakan berbagai masalah baru yang harus ditundukkan, yang tidak dapat diterobos dengan berbagai peraturan.

Bab IV -45

Scenario menuju swasembada gula. 1. Tanpa membangun Pabrik Baru menaikkan rendemen dan areal tanaman. Dari sisi produktivitas tebu (ton tebu/ha) kita masih masuk peringkat, tetapi dari produktivitas gula Indonesia termasuk dalam kategory rendah, kurang dari 6 ton/ha dengan perbaikan budidaya secara menyeluruh disertai managemen panen dan angkutan maka produktivitas gula (ton/ha) akan naik, dengan 8 ton gula/ha dan luas tanaman nasional 400.000 ha kiranya swa sembada akan tercapai, sehingga sebenarnya Indonesia bukan hanya mampu berswasembada tetapi Indonesia adalah Negara pengexport gula, Pemikiran pabrik baru bisa ekonomis apabila kapasitas diatas 5.000 tcd sebenarnya bermula dari laporan laporan lembaga keuangan dunia baik World Bank, CGI dll dan karena yang ngomong orang bule kita semua langsung mengamini, India produsen gula terbesar dunia dengan 553 pabrik gula rata rata kapasitasnya adalah 3.200 tcd dan rendemen diatas 8%, propinsi Punjab 1250 sd 5000 tcd, propinsi Himachal Pradesh 2500 tcd dan propinsi Bihar 10 pabrik gula kapasitas 2500 tcd , Myanmar (Burma) mengoperasikan 17 pabrik gula yang terbesar kapasitas 2.000 tcd terkecil 300 tcd dengan rendemen diatas 8%, tetangga kita Vietnam dengan pabrik yang disebut Handicraft (kapasitas dibawah 10.000 ton tebu pertahun) namun tahun 2006 bisa menjual gulanya ke Indonesia, Pakistan dengan 71 pabrik gulanya dengan kapasitas 2000 sd 2500 tcd dengan rendemen diatas 8% menghasilkan lebih 6 juta ton gula pertahun, Philipina dengan 41 pabrik tua hanya 16 pabrik yang dibangun setelah tahun 1960. 2.Revitalisasi dan membangun pabrik baru. Revitalisasi harus dilakukan secara menyuluruh , dari semua aspek produksi bukan hanya revitalisasi dan peningkatan kapasitas mesin tetapi yang paling penting adalah revitalisasi sumber daya manusia, peningkatan integritas dan loyalitas sumber daya manusia, begitu juga dengan membangun pabrik gula baru akan tidak ada artinya kalau tidak dilakukan pembangunan kembali mental sumber daya manusianya, hal ini sudah terbukti dari belasan pabrik baru yang dibangun di era tahun 80an dengan kapasitas rata rata hamper 5.000 tcd performancenya sangat jelek.

Bab IV -46

Performance, kapasitas pabrik gula dan umur pabrik gula tetangga Indonesia.

Myanmar. No Sugar Mill 1. No.(1) Sugar Mill (Dahutkone) 2. No.(2) Sugar Mill (Pyinmana) 3. No.(3) Sugar Mill (Pyinmana) 4. No.(4) Sugar Mill (Taung Zin Aye 5. No.(5) Sugar Mill (Myo Hla) 6. No.(6) Sugar Mill (Yedashe) 7. No.(7) Sugar Mill (Oattwin) 8. No.(8) Sugar Mill (Zayyawaddy) 9. No.(9) Sugar Mill (Yoneseik) 10. No.(10) Sugar Mill (Duyingabo) 11. No.(11) Sugar Mill (In-nga-gwa) 12. No.(12) Sugar Mill (Nawaday) 13. No.(13) Sugar Mill (Okkan) 14. No.(14) Sugar Mill (Bilin) 16. No.(16) Sugar Mill (Kyauk-Taw) 17. No.(17) Sugar Mill (Nammati) Constructed Commissioned Capacity Buatan Year year tcd Negara 1998 1981 1955 1998 1998 1986 1998 1983 1998 1997 1998 1997 1998 1964 1981 1953 1999 1984 1957 1999 1999 1991 1999 1986 1999 1999 1999 1998 1999 1966 1983 1985 1956 1500 1500 1500 1500 2000 1500 2000 1500 2000 2000 2000 2000 2000 1500 300 300 1000 RRC JAPAN JAPAN RRC RRC JAPAN RRC CHECO THAILAND RRC RRC RRC RRC RRC HOLLAND HOLLAND HOLLAND

15. No.(15) Sugar Mill (Shwe-Nyaung) 1982

No.(15) Sugar Mill (Shwe Nyaung) was handed over to one of the ethnic groups in 1995. No.(17) Sugar Mill (Nammati) was handed over to one national entrepreneur in 1999. Dilaporkan 8 unit pabrik buatan China 1999 banyak mengalami problem mekanik sehingga tidak dapat dioperasikan secara optimal.

Bab IV -47

Vietnam The Viet Nam Sugar and Sugarcane Association (VSSA) said that 37 existing sugar plants have a total daily production capacity of 96,300 tonnes of sugarcane to produce 1.42 million tonnes of sugar, enough to meet local demand.

Bab IV -48

Vietnam exports 2,100 tonnes of sugar to Indonesia (Date: 20/09/06) The Bien Hoa Sugar Company has just shipped over 2,100 tonnes of sugar to Indonesia. It is predicted that the company will export an additional 10,000-15,000 tonnes of sugar to other Asian countries this year.*

28 Pabrik gula dengan kapasitas dibawah 150.000 350.000 ton tebu/thn. Philipina.

tontebu/tahun, 9 pabrik dengan

kapasitas antara 150.000 sd 350.000 ton tebu/thn dan 6 pabrik dengan kapasitas diatas

Bab IV -49

DIRECTORY OF THE PHILIPPINE SUGAR CENTRALS 2006 - 2007 MILL DISTRICT / Planter-Miller Sharing REGION CAPACITY (TCD) LUZON 1. Universal Robina Corp. - CARSUMCO.60/40 2. Basecom, Inc.65/35 3.Sweet Crystals Integrated Sugar Mill Corp. 65/35 4. Central Azucarera de Tarlac 67.5/31.5 1 - CATPA 5. Batangas Sugar Central, Inc. 65/35 6. Central Azucarera de Don Pedro Inc. 65/35 7. Peafrancia Sugar Mill NEGROS 1. Central Azucarera de Bais, Inc. 66.5/33.5 2. Binalbagan-Isabela Sugar Co., 3. Dacongcogon Producers' Coop. Mktg., Inc.65/35 4. First Farmers Holding Corp. 70/30 5. Hawaiian-Phil. Co. 68/32 6 Herminio Teves & Co., Inc. 66.5/33.5 7. Central Azucarera de la Carlota, Inc. 65/35 9. Universal Robina Corp. - URSUMCO 66.5/33.5 10. Sagay Cental Inc. 70/30 11. Universal Robina Corp. - SONEDCO 70/30 12. Victorias Milling Company 69.5/30.5 CENTRAL & EAST. VISAYAS 1. Bogo-Medellin Milling Co., Inc 2. R.D. Durano III and Co., Inc. 65/35 3. Hideco Sugar Milling Co., Inc. 64/35 1 -SEPSIW PANAY 1. Capiz Sugar Central, Inc. 63/37 2.Passi (Iloilo) Sugar Central, Inc. I 65/35 3.Passi (Iloilo) Sugar Central, Inc.II 65/35 MI N D A N A O 1. Busco Sugar Milling Co., Inc. 64/36 2. Crystal Sugar Co., Inc. 64/36 3. Davao Sugar Central Co., Inc. 60/40 Not In OperatIon: 1. Aidsisa International Corp. 2. Danao Development Corp. 3. Ormoc Sugar Co., Inc 4. Monomer Sugar Central, Inc. 5. Ragaza Family Corp. 6. Western Agri-Ventures Corp. II III III III IV IV V VII VI VI VI VI VII VI VII VI VI VI VII VII VIII VI VI VI X X XII VI VI VIII VI VI III 4,000 4,000 2,400 7,000 5,500 10,000 4,000 8,000 12,000 2,200 4,800 7,500 3,000 12,000 8,000 4,000 5,000 15,000 2,800 2,000 7,000 3,500 4,500 3,500 18,000 8,000 4,000 4,000 3,000 2,000 2,500 3,500 1,200

Bab IV -50

Pakistan ISLAMABAD, Apr 5 (APP): Pakistan has 77 sugar mills with production capacity of 7.1 million tonnes per annum, Ministry of Food and Agriculture and Livestock (MINFAL) sources told APP here Thursday. They said that sugarcane is the main crop cultivated on about one million hectares in the Punjab, Sindh and NWFP. TABLE 1 SUGARCANE CRUSHING, SUGAR PRODUCTION & RECOVERY % 1990-91 TO 20022003 YEAR 1990-91 1991-92 1 992-93 1993-94 1994-95 1995-96 1996-97 1997-98 1998-99 1999-00 2000-01 2001-02 2002-03 NO. OF MILLS 51 53 61 63 66 66 68 71 71 69 65 69 71 CANE CRUSHED SUGAR MADE TONNES TONNES 22,603,696 24,795,815 27,274,806 34,181,899 34,193,290 28,151,434 27,152,918 41,062,268 42,994,911 28,982,71 1 29,408,879 36,708,638 41 ,786,689 1 ,908,838 2,296,698 2,375,289 2,900,523 2,983,101 2,449,598 2,378,751 3,548,953 3,530,931 2,414,746 2,466,788 3,197,745 3,652,745 RECOVERY % 8.44 9.25 8.71 8.49 8.72 8.70 8.76 8.64 8.21 8.33 8.39 8.71 8.74

Bab IV -51

India.

Bab IV -52

Kapasitas Pabrik Gula India.

Sugar Industry in PunjabSugar Factories Details Rana Sugars Ltd. Buttar Savian, Baba Bakala, Amritsar (Punjab) The Budhewal Co-op. Sugar Mills Ltd. Budhewal, Ludhiana (Punjab) The Doaba Co-op. Sugar Mills Ltd. Banga Road, Nawanshahr, Jalandhar, Punjab The Nakodar Co-op. Sugar Mills Ltd Mehatpur Rd, Nakodar, Jalandhar, Punjab The Patiala Co-op. Sugar Mill Ltd Patiala Nabha Road, Patiala, Punjab The Punjab Agro Industries Corpn. Ltd Around Lopoke, Dist. Amritsar The Punjab State Fedn. of Coop.Sugar Mills Ltd At Teh.Dasuya, Dist. Hoshiarpur, Punjab

From 2500 to 5000 TCD From 1250 to 2500 TCD From 2500 to 5000 TCD From 1250 to 2500 TCD From 1250 to 2500 TCD Date 9-10-90, P.S. Capacity 2500 Date 26-10-90, Coop. Capacity 2500

Bab IV -53

Sugar Industry in Himachal Pradesh Sugar Factories Mill SPR Sugars & Chemicals Ltd Vedika Sugars Ltd date dt.- 25.9.97, dt.-12.6.97,

Details capacity Crushing Capacity- 2500 TCD. Crushing Capacity- 2500 TCD

Bab IV -54

Sugar Industry in BiharSugar Factories Details Mill Amarpur Kisan Sahakari Chini Mills Ltd Bihar Coop. Sugar Factories Fedn. Ltd Bihar Coop. Sugar Factories Fedn. Ltd Brij Kishore Singh, C K S.S.K. Ltd Kalyani Wood Products Pvt. Ltd Mrs. Ranu Saraf New India Sugar Mills Ltd Sahara India Savings & Inv Co Ltd Shri Gridhar Kumar Saraf Supaul Sugar Mills Date 7.11.96, 7.11.96, 7.11.96, 30.12.97, 22.11.96, 17.4.97, 17.4.97, 26.11.96, 7.11.96 17.4.97, Capacity Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD. Crushing Capacity- 2500 TCD. Crushing Capacity- 2500 TCD. Crushing Capacity- 2500 TCD Crushing Capacity- 2500 TCD

Bab IV -55