Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada Kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi- materi yang ada. Materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Konsep Perilaku dan Perilaku Kesehatan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Makassar, Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan Bab II Pembahasan Bab III Penutup A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka

1 2 3 3 5 6 14 14 14 15

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003). Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori S-O-R atau Stimulus Organisme Respon. Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003) : 1. Perilaku tertutup (convert behavior) Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi

pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain. 2. Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.

B. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi dan manfaat kepada pembaca mengenai konsep perilaku manusia dan perilaku manusia terhadap kesehatan, agar pembaca dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dan membagikan informasi ini kepada orang lain.

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran, perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif. Perilaku manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi dan kedokteran.

Perilaku Kesehatan Perilaku kesehatan adalah respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan minuman serta lingkungan. Dari batasan ini, perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok : 1) Perilaku pemeliharaan kesehatan (Health maintenance) 2) Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan (Health Seeking Behavior) 3) Perilaku kesehatan lingkungan

Domain Perilaku Benjamin Bloom, seorang psikolog pendidikan, membedakan adanya tiga bidang perilaku, yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Kemudian dalam perkembangannya, domain perilaku yang diklasifikasikan oleh Bloom dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu :

Pengetahuan (knowledge) Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah

seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan itu terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmojo, 1993).

Sikap (attitude) Sikap adalah suatu bentuk evaluasif atau reaksi perasaan, sikap seseorang

terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak pada objek tersebut. Sikap sebagai efek positif atau efek negative terhadap objek psikologis (Notoadmojo, 1993).

Tindakan atau praktik (practice) Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan ( Overt

Behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan beberapa faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Tingkatan tindakan ada 4, yaitu : 1) Persepsi (perception), yaitu mengenal dan memilih berbagai objek dengan tindakan yang diambil. 2) Respon terpimpin (guided respon), yaitu apabila seseorang dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar. 3) Mekanisme (mechanism), yaitu apabila seseorang dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis atau sesudah itu merupakan kebiasaan. 4) Adaptasi (adaption), suatu tindakan atau praktek yang sudah berkembang dengan baik dan dimodifikasi sendiri tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut.

Perilaku Sehat Menurut Becker, konsep perilaku sehat ini merupakan pengembangan dari konsep perilaku yang dikembangkan Bloom. Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap kesehatan (health attitude) dan praktik kesehatan (health practice). Hal ini berguna untuk mengukur seberapa besar tingkat perilaku kesehatan individu yang menjadi unit analisis penelitian. Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan menjadi tiga dimensi, yaitu : 1. Pengetahuan tentang kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh seseorang terhadap cara-cara memelihara kesehatan, seperti pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait atau

memengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan. 2. Sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian seseorang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, seperti sikap terhadap penyakit menular dan tidak menular, sikap terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau memengaruhi kesehatan, sikap tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan sikap untuk menghindari kecelakaan. 3. Praktek kesehatan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau aktivitas orang dalam rangka memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap penyakit menular dan tidak menular, tindakan terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau memengaruhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan tindakan untuk menghindari kecelakaan.

Menurut Skinner perilaku kesehatan (healthy behavior) diartikan sebagai respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit, penyakit, dan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan seperti lingkungan, makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, perilaku kesehatan adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang, baik yang dapat diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan.

10

Konsep Sehat Sakit

Pengertian Sehat menurut WHO Sehat : a state of complete physical, mental, and social well being and not merely the absence of illness or indemnity. (sesuatu keadaan yang sejahtera menyeluruh baik fisik, mental, dan social dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan). 1. Sakit adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah. (Websters New Collegiate Dictionary). 2. Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal, bisa suatu kejadian, kelainan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, dari fungsi jaringan itu sendiri maupun fungsi keseluruhan.

11

Sehat Menurut UU No.23 tahun 1992 Tentang Kesehatan. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Ada 4 unsur pendatang tentang sehat, yaitu : 1. Biologis : bebas dari penyakit. 2. Psikologis : sejahtera dan aktualisasi diri. 3. Sosial : mampu mangadaptasi tanggung jawab sosial, dan fungsi peran.

4. Adaptasi : mampu beradaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan.

Kriteria sehat menurut WHO, Seseorang dikatakan sehat jiwa, yaitu : Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk. Memperoleh kepuasan dari usahanya atau perjuangan hidupnya. Merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan. Dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan. Merasa lebih puas untuk memberi dari pada menerima. Dapat menerima kecemasan untuk dipakainya sebagai pelajaran dikemudian hari. Dan akhirnya, tidak kalah pentingnya mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

Kriteria sehat-sakit jiwa menurut America Psychiatriy Association. Menilai kesehatan jiwa terdiri dati 6 dimensi : Ketidak bahagian. Kehilangan kegembiraan.
12

Ketegangan. Perasaan muda tersinggung. Kurang percaya diri. Keragu-raguan.

13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Sedangkan perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Skiner (1983) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori Skiner ini disebut teori S-O-R atau Stimulus Organisme Respons.

B.

Saran Dalam makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan. Untuk itu

kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini.

14

Daftar Pustaka 1. Albarracn, Dolores, Blair T. Johnson, & Mark P. Zanna. The Handbook of Attitude. Routledge, 2005. Hlm. 74-78 2. (Inggris) Gochman, David S. Handbook of Health Behavior Research: Relevance for Professionals and Issues for the Future. Springer, 1997. Page. 89-90 3. David C, McClelland. Human Motivation. CUP Archive, 1987. Hlm. 34 4. (Inggris)B. Kar, Snehendu. 1989. Health Promotion Indicator and Action. New York: Springer Publishing Company. Hlm. 143 5. Mappiare, Andi. Psikologi Remaja, Surabaya: Usaha Nasional Surabaya, 1982. Hlm. 149 6. Smet, Bart. Psikologi Kesehatan, Jakarta: PT Gramedia Widia Sarana Indonesia, 1994. Hlm. 56 7. Notoatmodjo, Soekidjo, & Sarwono, Solita. 1985. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Hlm. 23

15

16