Anda di halaman 1dari 11

Campuran gas Persamaan gas ideal tidak hanya dapat digunakan pada contoh yang hanya terdiri dari

satu jenis saja, tetapi juga dapat digunakan pada contoh yang terdiri dari campuran gas. Jika banyaknya masing-masing gas yang terdapat dalam suatu campuran gas dinyatakan dengan nA, nB, nC, nD dan seterusnya, dimana nA adalah jumlah mol gas A dalam campuran, nB adalah jumlah mol gas B dalam campuran, dan seterusnya, maka jumlah mol total gas dalam campuran dapat dinyatakan dengan rumus berikut : n = nA + nB + nC + nD + .......... = ni

Volume total campuran gas pada suhu dan tekanan tetap : V = ( ni)RT/P = nA RT/P + nB RT/P + nC RT/P + nD RT/P +........ Apabila dianggap bahwa volume total campuran gas adalah penjumlahan dari masing-masing volume individual gas yang terdapat dalam campuran, maka akan didapat : VA = nA RT/P VB = nB RT/P VC = nC RT/ nC VD = nD RT/P, dan seterusnya Atau V = VA + VB + VC + VD +.......= Vi VA ,VB, VC ,VD dikenal sebagai volume parsial

Pada prakteknya, yang lebih sering digunakan adalah tekanan individual gas yang terdapat dalam suatu campuran gas terhadap tekanan total campuran gas. Dengan menggunakan kembali persamaan gas ideal pada suhu dan volume konstan akan diperoleh : P = ( ni)RT/V = nA RT/V + nB RT/V + nC RT/V + nD RT/V +........ Atau P = PA + PB + PC + PD +.......= Pi PA , PB, PC,PD dikenal sebagai tekanan parsial Tekanan masing-masing gas yang berkontribusi terhadap tekanan total ini dikenal sebagai tekanan parsial.

Baik fraksi volume maupun fraksi tekanan suatu komponen gas adalah sama dengan fraksi mol ( X ) dari komponen gas tersebut dalam campuran. Jadi untuk gas A akan diperoleh : VA /V = (nART/P)/nRT/P = nA/n = XA n = jumlah mol total yang terdapat dalam campuran gas. (n = nA + nB + nC + nD + .......... ) nA = jumlah mol gas A yang terdapat dalam campuran. XA = fraksi mol gas A

Untuk fraksi tekanan akan diperoleh : PA /P = (nART/V)/nRT/V = nA/n = XA

Berat jenis gas Berat jenis gas didefinisikan sebagai massa dibagi dengan volume : d=m/V Berat jenis suatu gas berbeda dengan rapat uap-nya, berat jenis berubah-ubah tergantung pada kondisi suhu dan tekanan, sedangkan rapat uap tidak dipengaruhi oleh kedua besaran tersebut dan didefinisikan sebagai berikut.

Contoh 1. Sebanyak 20,1 L H2 (g), diukur pada 0C dan 750 mmHg dicampurkan dengan 11,2 L O2 (g) yang diukur pada 27 C dan 720 mmHg. Campuran dibakar dan menghasilkan air. Berapa jumlah air yang terbentuk? Jawab : 2 H2(g) + O2(g) >> 2 H2O(c) n H2 = PV/RT = (750/760)x20,1/0,0821x273 = 0,885 mol n O2 = PV/RT = (720/760)x11,2/0,0821x300 = 0,431 mol Jlh mol O2 yang bereaksi = 0,885/2 = 0,442 mol Mol O2 tersedia0,431 mol,O2 adalah pereaksi pembatas Jlh mol H2Oterbentuk = 0,0431 x 2 = 0,862 mol H2O

2. Berapakah tekanan yang disebabkan oleh campuran1,0 g H2 dan 5,0 g He ketika diisikan kedalam suatu wadah 5,0 L pada 20 C? ArHe=4 Jawab : n tot = 0,5 + 5/4 = 1,75 mol gas P = n tot x RT/V = 1,75 x 0,0821 x 293/5 = 8,4 atm

3. Berapakah tekanan parsial H2 dan He dalam campuran gas pada contoh diatas? Jawab : P H2 = (n H2/ntot)x P tot = (0,50/1,75)x 8,4 = 2,4 atm P He = (nHe/ntot)x P tot = (1,25/1,75)x8,4 = 6,0 atm

4. Berapakah rapatan gas oksigen, O2 pada 298 K dan 0,987 atm? Ar O = 16 Jawab : d = m/V = (Mr x P)/RT = (32 x 0,987)/0,0821 x 298 = 1,29 g/L Difusi gas Akibat gerakan partikel gas yang bergerak secara acak ke segala arah, gas mempunyai kemampuan untuk mengisi setiap ruang kosong atau gas mempunyai kemampuan untuk berdifusi dari daerah yang mempunyai berat jenis tinggi kedaerah yang berat jenisnya lebih rendah sampai dicapai keadaan homogen.

Sifat-sifat difusi gas dipelajari oleh Graham (1829). Graham menemukan bahwa laju difusi gas pada suhu dan tekanan konstan berbanding terbalik dengan akar berat jenisnya, dikenal dengan Hukum Difusi Graham. r 1/( d) r = laju difusi, d = berat jenis gas Pada suhu dan tekanan tertentu, berat jenis gas akan sebanding dengan berat molekulnya. Oleh karena itu untuk dua jenis gas, pada suhu dan tekanan konstan diperoleh persamaan : r1/r2 = (M2/M1) = (d2/d1)

Difusi didefinisikan sebagai pergerakan gas dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah melalui pipa kapiler atau dinding porous. Pada prakteknya yang diukur adalah waktu (t detik) yang diperlukan oleh sejumlah volume gas tertentu untuk berefusi melalui lubang kecil. Waktu efusi akan berbanding terbalik dengan laju efusi, oleh karena itu persamaan menjadi : t1/t2 = (M1/M2) = (d1/d2)

Contoh : 1. Berapakah laju rata-rata atom He dibandingkan terhadap molekul H2 pada suhu yang sama? Jawab r He/ r H2 = ( M H2)/( M He) = 2,02/ 4,00 = 0,711 r He = 0,711 r H2