Anda di halaman 1dari 5

Tujuan Nasional kaitannya dengan Pembangunan Nasional, Pembangunan Hukum Nasional dan Pembangunan Kesehatan.

Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang tekonologi, serta dengan memperhatikan tentang perkembangan global. Pelaksaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal utnuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. 1 Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Adapun pelaksanannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya setiap warga Negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Keikutsertaan setiap warga Negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengikuti program wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan, dan lain-lain. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras, serasi, dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, yakni sejahtera lahir dan batin.2 Visi pembangunan nasional antara lain :3 1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara yang aman bersatu, rukun, dan damai, 2. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan Negara yang menjunjung tinggi hokum, kesetaraan, dan hak asasi manusia, serta 3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak, serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Tim Dosen Universitas Padjajaran,Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Kewarganegaraan. Bandung. Hlm. 87. 2 Ibid. hlm. 88. 3 Ibid.

Misi pembangunan nasional antara lain :4 1. Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, 2. Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, serta 3. Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Di dalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional, ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan, yaitu :5 1. Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada system ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya Negara kebangsaan Indonesia, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, tetap tegaknya NKRI, serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. 2. Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan UUD 1945. i. Strategi pembangunan pertama, dimaksudkan untuk mengembangkan system social politik yang tangguh sehingga system dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu system social politik yang berkelanjutan. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab di samping hak. ii. Strategi pembangunan kedua, diarahkan pada dua sasaran pokok, yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.

Pembangunan Hukum Nasional Pembangunan hokum nasional, termasuk di dalamnya pembangunan hokum, tidak selayaknya dilihat dan dipahami hanya sebagai subjek pembangunan, tetapi juga sekaligus objek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan, hokum dituntut agar dapat tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembangunan (Law as a Tool of Social Engineering), tetapi sebagai upaya menciptakan system hokum nasional, maka dalam pembangunannya dibutuhkan pola pikir, yang melihat hokum dan memahami hokum sebagai suatu system, yaitu system hokum nasional, yang dibangun dengan cara antara lain menerapkan prinsip good governance dan dilakukan untuk

4 5

Ibid. hlm. 89. Ibid.

menyesuaikan diri dengan perubahan system politik dan ketatanegaraan sesuai dengan amandemen UUD 1945.6 Perubahan Paradigma dalam kehidupan politik ketatanegaraan di Indonesia, yaitu dari system otoritarian kepada system demokrasi dan system sentralistik kepada system desentralisasi, akan berdampak pada system hokum yang dianut selama ini yang menitikberatkan kepada produk-produk hokum yang lebih banyak berpihak kepada kepentingan penguasa daripada kepentingan rakyat, dan produk hokum yang lebih mengutamakan kepentingan pemerintah pusat dari kepentingan pemerintah daerah. Oleh karena itu, pembangunan hokum nasional tidak sekedar diarahkan bagi terwujudnya system hokum yang menjamin berfungsinya hokum sebagai sarana perubahan social, tetapi melalui pembangunan social, dapat diciptakan system hokum nasional bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, antara lain menjadi dasar hokum yang dapat mencegah dan menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dalam proses pembangunan. Maksud dan tujuannya pembangunan hokum nasional adalah untuk menghasilkan bahanbahan hokum dalam arti seluas-luasnya yang dapat memberikan masukan bagi konsep perencanaan pembangunan hokum nasional yang sistematis, berkesinambungan, berkualitas, dan terukur. Visi dalam pembangunan hokum nasional :7 1. Mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia yaitu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, 2. Memperkuat landasan hokum bagi keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Misi dalam pembangunan hokum nasional :8 1. Penetapan prioritas pembangunan hokum nasional, 2. Tolak ukur kualitas pembangunan hokum nasional, 3. Tolak ukur keberhasilan pembangunan hokum nasional, 4. Pengelompokan bidang pembangunan hokum, 5. Rencana aksi nasional dalam jangka panjang, menengah dan tahunan.

http://bphn.go.id/pusrenkum/index.php?action=info&info=pusren_pphn_desc. Diakses pada 1 September 2013, pukul 09.02. 7 Ibid. 8 Ibid.

Implementasi Grand Design pembangunan Hukum Nasional9 1. Proses penyusunan rancangan undang-undang a. Naskah akademik Naskah akademik adalah suatu naskah yang memuat konsep-konsep, pemikiran, pendapat teoritis yang bersumber pada penelitian, studi kepustakaan, studi komparatif, sebagai bahan justifikasi bagi penyusunan rancangan undang-undang. b. Naskah RUU (1) Penyusunan draft RUU dengan fokus materi yang diatur (2) Proses pembahasan Pembentukan Tim Naskah draft RUU Mengundang para pakar dari akademisi dan instansi terkait Pembahasan terbatas di Perguruan Tinggi

(3) Proses sosialisasi dan partisipasi (4) Proses penyempurnaan naskah RUU 2. Pola Penegakkan Hukum 3. Pola Pemberdayaan Hukum dalam Masyarakat. Tolak ukur pembangunan hokum nasional yang berkualitas, antara lain :10 1. Transparansi 2. Akuntabilitas 3. Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia 4. Akses masyarakat kepada keadilan 5. Partisipasi dan control masyarakat.

Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan adalah bagian integral dari pembnagunan nasional yang bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, leluasa dan murah. Dengan upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sudah banyak dilakukan oleh pemerintah antara lain dengan memberikan penuyuluhan kesehatan agar keluarga

10

Ibid. Ibid.

berperilaku hidup sehat, dan penyediaan fasilitas seperti rumah sakit, puskesmas, BKIA, Posyandu, Toko Obat, Apotik, Tenaga Kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, dan paramedis.11

11

http://www.bitungkota.go.id/index.php/program-pemerintahan/remind/k2-tag. Diakses pada 1 September 2013, pukul 09.30.