Anda di halaman 1dari 8

Oleh Lenia W Sugiyanto

1. Tujuan Praktikum Adapun tujuan yang akan dicapai setelah melakukan praktikum adalah: 1. Memahami konsep pembiasan pada lensa 2. Menentukan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa 3. Menentukan jarak fokus lensa

2. Tinjauan Pustaka Lensa adalah benda bening yang mampu membelokkan atau membiaskan berkas-berkas cahaya yang melewatinya, sehingga jika suatu benda berada di depan lensa, maka bayangan dari benda tersebut akan terbentuk. Lensa dibedakan menjadi dua yaitu lensa cembung, cekung. Bentuk permukaan cembung memiliki permukaan yang melengkung keluar. Bentuk permukaan cekung memiliki permukaan yang cekung ke dalam. a. Lensa Cembung Lensa cembung yang biasa disebut juga lensa positif merupakan lensa yang memiliki bagian tengah yang lebih tebal dari pada bagian tepinya. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama, mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik. Sinar bias akan mengumpul ke satu titik fokus di belakang lensa. Berbeda dengan cermin yang hanya memiliki satu titik fokus, lensa memiliki dua titik fokus. Titik fokus yang merupakan titik pertemuan sinar-sinar bias disebut fokus utama (f1) yang disebut juga fokus aktif. Karena pada lensa cembung sinar bias berkumpul di belakang lensa, maka letaknya juga di belakang lensa. Sedangkan fokus pasif berada di belakang lensa. untuk mengetahui posisi bayangan yang dibentuk lensa cembung pada layar harus diusahakan benda dari lensa ini bersifat maya. ruang IV lensa cembung berada di depan. Hubungan antara jarak fokus (f), jarak benda (s),

dan jarak bayangan (s) ditujukkan oleh rumus sebagai berikut : Letak benda sejati yang telah diketahui diletakkan di depan lensa, maka posisi bayangannya dapat diketahui letaknya. Bayangan benda yang akan berada di ruang III bila bendanya berada di ruang II. Bayangan benda yang akan berada di ruang II, bila benda berada ruang III. Sedangkan ruang IV adalah ruang di belakang lensa. Pada lensa cembung terdapat tiga sinar-sinar istimewa yang menjadi dasar pembentukan bayangan pada lensa cembung, yaitu: Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus. Sinar datang yang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama. Sinar yang melalui pusat lensa, tidak mengalami pembiasan. Titik fokus lensa cembung dengan rumus yang disebut rumus pembuat lensa, yaitu: 1 = 1 Dengan : f = jarak titik fokus lensa cembung n = indeks bias lensa R1= radius kelengkungan pertama R2= radius kelengkungan permukaan kedua Berapapun nilai R1 dan R2 dari lensa cembung, titik fokusnya akan selalu positif. Mencari dua posisi lensa yang menghasilkan bayangan yang jelas pada lensa positif, dapat juga dilakukan dengan cara yang disebut Bessel. Jika pada posisi satu didapat bayangan yang jelas pada layar, dan kemudian jika dengan menggeser lensa, pada posisi kedua diperoleh lagi bayangan yang jelas pada layar. Jika jarak antara kedua titik, yaitu titik pertama lensa dan titik kedua lensa cembung yang menghasilkan bayangan yang jelas adalah jarak antara posisi satu dan posisi dua, maka menurut Bessel: 1 1 1 2

2 2 4 Dengan: = f =fokus lensa e =jarak antara posisi satu dan posisi dua L=jarak benda dari pusat lensa Untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung cuku diperlukan minimal dua sinar istimewa. Sinar istimewa jika diwujudkan dalam bentuk gambar adalah:

Gambar pembiasan cahaya pada lensa cembung b. Lensa Cekung Lensa cekung adalah lensa yang memiliki bagian tengah lebih tipis dari pada bagian pinggirnya. Lensa cekung disebut juga lensa negatif dan memiliki sifat yang dapat menyebarkan cahaya atau yang disebut juga divergen. Lensa cekung biasa digunakan sebagai reflektor (benda yang memantulkan cahaya) misalnya pada senter, lampu sepeda, dan lampu mobil. Posisi bayangan yang dibentuk cermin cekung letaknya tergantung letak bendanya. Hubungan antara jarak fokus (f), jarak benda (s), dan jarak bayangan (s) ditujukkan oleh rumus sebagai berikut : Letak benda sejati yang telah diketahui diletakkan di depan lensa, maka posisi bayangannya dapat diketahui letaknya. Bayangan benda yang akan berada di ruang III bila bendanya berada di ruang II. Bayangan benda yang akan berada di ruang II, bila benda berada ruang III. Sedangkan ruang IV adalah ruang di belakang lensa. Seperti halnya lensa cembung, lensa cekung juga memiliki tiga sifat sinar-sinar istimewa , yaitu :

Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari titik fokus. sinar datang seolah-olah menuju titik fokus, akan dibiaskan sejajar sumbu utama. sinar yang melalui titik pusat kelengkungan tidak akan mengalami pembiasan Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s' ), dan titik fokus (f ) secara matematis dirumuskan sebagai berikut: 1 1 1 = + Dengan: f = titik fokus lensa s = Jarak benda ke titik pusat lensa s' = Jarak bayangan yang terbentuk dari titik pusat lensa Dan untuk mencari perbesaran bayangan pada pemantulan ini, dapat menggunakan rumus berikut: = = Dengan: M = Perbesaran bayangan h'= tinggi bayangan h = tinggi benda jika s bertanda positif, benda berada di depan lensa (nyata). Sedang jika s bertanda negatif, benda berada di belakang lensa (maya). Dan jika s' bertanda positif, sifat bayangan yang terbentuk nyata. Sedangkan jika s' bertanda negatif, bayangan yang terbentuk berarti bersifat maya. Hal yang sama pada M, jika hasilnya bertanda negatif, berarti bayangan yang terbentuk bersifat nyata dan terbalik terhadap bendanya. Sedang jika

hasilnya bertanda positif, maka bayangan yang terbentuk bersifat maya dan tegak terhadap bendanya. Untuk melukiskan pembentukan bayangan pada lensa cekung cukup diperlukan minimal dua sinar istimewa. Sinar istimewa jika diwujudkan dalam bentuk gambar adalah:

Gambar pembiasan cahaya pada lensa cekung Peristiwa pembiasan cahaya adalah peristiwa kembalinya cahaya ketika mengenai benda bening tidak tembus cahaya.

Gambar pembiasan cahaya Pembiasan cahaya dapat terjadi bila berkas cahaya tersebut mengenai benda bening tembus cahaya, misal lensa. Jenis lensa ada yang disebut lensa positif (lensa cembung) dan lensa negatif ( lensa cekung). Kedua lensa ini berbeda sifat, lensa positif akan membiaskan cahaya yang jatuh pada permukaan biasnya dengan arah yang mengumpulkan. Sifat bayangan pada lensa cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil. Sedangkan sifat bayangan pada lensa cekung sebagai berikut: a. Jika benda berada di ruang I, maka bayangan berada di ruang IV. Sifat bayangannnya adalah maya, tegak, dan diperbesar. b. Jika benda berada di ruang II, maka bayangan berada di ruang III. Sifat bayangannnya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

c. Jika benda benda berada di ruang III, maka bayangan berada di ruang II. Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil. Sifat bayangan lensa cembung, yaitu: a. Jika benda di ruang I, maka bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, diperbesar. b. Jika benda di ruang II, maka bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperbesar. c. Jika benda di ruang III, maka bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperkecil. 3. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pembiasan pada lensa adalah:

1. Diafragma anak panah 1 buah, berfungsi untuk mencegah over exposure


pada saat memotret benda dekat (macro).

2. Lensa cembung 3 buah, berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan untuk


melihat bayangan yang telah dibiaskan oleh lensa.

3. Rel presisi 2 buah, berfungsi untuk meletakkan benda dan lensa serta untuk
menentukan jarak benda dan jarak bayangan dengan lensa.

4. Penyambung rel presisi 3 buah, berfungsi sebagai penyambung rel. 5. Catu daya 1 buah, berfungsi sebagai pengontrol kestabilan tegangan output
dengan merubah-rubah lebar pulsa untuk menyaklarkan transistor penyaklar.

6. Tumpakan berpenjepit 4 buah, berfungsi sebagai merekatkan alat


praktikum seperti diafragma, lensa, layar, dll pada rel presisi.

7. Layar 1 buah, berfungsi untuk menampilkan cahaya yang telah dibiaskan


oleh lensa.

8. Lampu 18 watt 1 buah, berfungsi sebagai sumber cahaya untuk pembiasan. 9. Pemegang kotak cahaya, berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu.
10.Penyambung rel presisi 3 buah, berfungsi sebagai penyambung rel.

4. Prosedur Praktikum 1. Persiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. 2. Susun rangkaian seperti pada skema gambar dibawah ini:

3. Hidupkan catu daya, berikan tegangan 12 volt. 4. Tentukan jarak antara lensa dengan benda. 5. Geser-geserlah layar mendekati atau menjauhi lensa untuk mendapatkan bayangan yang jelas. 6. Catat jarak antara lensa ke layar. 7. Ulangi langkah 3, 4, 5, 6 untukjarak yang lain sebanyak 5 kali.

5. Kesimpulan Pembiasan adalah peristiwa pembelokan cahaya, yang terjadi karena cahaya melewati batas medium yang berbeda indeks biasnya. Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Dan secara garis besar, lensa terbagi menjadi dua yaitu lensa cembung dan lensa cekung.

Sifat lensa cembung dalam ruang 2 yaitu: Nyata Terbalik Diperkecil Sifat lensa cembung dalam ruang 3 yaitu: Nyata Terbalik Diperbesar