Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS II

L APORAN K ASUS II H EMOROID Oleh : Febria Anhar (08101013) Pembimbing : dr. Am

HEMOROID

L APORAN K ASUS II H EMOROID Oleh : Febria Anhar (08101013) Pembimbing : dr. Am
L APORAN K ASUS II H EMOROID Oleh : Febria Anhar (08101013) Pembimbing : dr. Am
L APORAN K ASUS II H EMOROID Oleh : Febria Anhar (08101013) Pembimbing : dr. Am

Oleh : Febria Anhar (08101013) Pembimbing : dr. Am Dasmar, Sp.B. Finacs

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR ILMU BEDAH RSUD BANGKINANG

2013

BAB I: PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

Kata hemorrhoid berasal dari kata haemorrhoides (Yunani) yang berarti aliran darah (haem = darah, rhoos = aliran) jadi dapat diartikan sebagai darah yang mengalir keluar.

Hemorhoid adalah pelebaran pleksus hemorrhoidalis yang tidak

merupakan keadaan patologik. Hanya jika hemorhoid ini menimbulkan keluhan atau penyulit sehingga diperlukan tindakan.

Hemoroid memiliki sinonim piles, ambeien, wasir atau shouthern pole disease dalam istilah di masyarakat umum. Keluhan penyakit ini antara lain: buang air besar sakit dan sulit, dubur terasa panas, serta adanya benjolan di dubur, perdarahan melalui dubur dan lain-lain.

air besar sakit dan sulit, dubur terasa panas, serta adanya benjolan di dubur, perdarahan melalui dubur

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

ANATOMI

Kanalis analis berasal dari proktoderm yg merupakan invaginasi ectoderm, sedangkan rectum berasal dari entoderm.

Perbedaan asal anus dan rectum ini, maenyebabkan perdarahan, persarafan, serta penyaliran vena dan limfenya jg berbeda, begitu pula epitel yg menutupinya.

Rectum dilapisi oleh mukosa glanduler usus sedangkan kanalis analis oleh anoderm yg merupakan lanjutan epitel berlapis gepeng kulit luar.

Kanalis analis dan kulit luar sekitarnya kaya akan persarafan sensoris somatik dan peka terhadap rangsangan nyeri, mukosa rectum mempunyai persarafan autonom dan tidak peka terhadap nyeri.

somatik dan peka terhadap rangsangan nyeri, mukosa rectum mempunyai persarafan autonom dan tidak peka terhadap nyeri.

Batas atas kanalis anus disebut garis anorektum, garis mukokutan, linea pektinata atau linea dentate.

Lekukan antar sfingter sirkuler dapat diraba di dalam kanalis analis sewaktu melakukan colok dubur, dan menunjukkan batas antara sfingter interna dan sfingter eksterna (garis Hilton).

analis sewaktu melakukan colok dubur, dan menunjukkan batas antara sfingter interna dan sfingter eksterna (garis Hilton).

Perdarahan Arteri

Arteri hemoroidalis superior adalah kelanjutan langsung a.mesenterika inferior. Arteri ini membagi diri menjadi dua cabang utama, yaitu kiri dan kanan. Cabang yang kanan bercabang lagi.

Letak ketiga cabang terakhir menjelaskan letak hemoroid interna yang khas yaitu dua buah di perempat sebelah kanan dan sebuah di perempat lateral kiri.

menjelaskan letak hemoroid interna yang khas yaitu dua buah di perempat sebelah kanan dan sebuah di
menjelaskan letak hemoroid interna yang khas yaitu dua buah di perempat sebelah kanan dan sebuah di

Perdarahan Vena

Vena hemoroidalis superior berasal dari pleksus hemoroidalis internus dan berjalan ke arah cranial ke dalam v.mesenterika inferior dan seterusnya melalui v.lienalis ke vena porta.

Vena hemoroidalis inferior mengalirkan darah ke dalam vena pudenda interna dan ke dalam vena iliaka interna dan system kava. Pembesaran vena hemoroidalis dapat menimbulkan keluhan hemoroid.

interna dan ke dalam vena iliaka interna dan system kava. Pembesaran vena hemoroidalis dapat menimbulkan keluhan
interna dan ke dalam vena iliaka interna dan system kava. Pembesaran vena hemoroidalis dapat menimbulkan keluhan

FISIOLOGI

Defekasi

Pada suasana normal, rectum kosong. Pemindahan feses dari kolon sigmoid ke dalam rectum kadang-kadang dicetuskan oleh makan, terutama pada bayi.

Bila isi sigmoid masuk ke dalam rectum, dirasakan oleh rectum dan menimbulkan keinginan defekasi.

Rectum mempunyai kemampuan khas untuk mengenal dan

memisahkan bahan padat, cair dan gas.

Sikap badan sewaktu defekasi, yaitu sikap duduk atau jongkok, memegang peranan yang berarti.

Defekasi terjadi akibat reflex peristaltic rectum, dibantu oleh mengedan dan relaksasi sfingter anus eksternus.

Syarat untuk defekasi normal ialah persarafan sensible untuk sensasi isi rectum dan persarafan sfingter anus untuk kontraksi dan relaksasi yang utuh.

ialah persarafan sensible untuk sensasi isi rectum dan persarafan sfingter anus untuk kontraksi dan relaksasi yang

ETIOLOGI

Penyebab pelebaran pleksus hemoroidalis di bagi menjadi dua :

1) Karena bendungan sirkulasi portal akibat kelainan organik :

a. Hepar sirosis hepatis

b. Fibrosis jaringan hepar akan meningkatkan resistensi aliran vena ke hepar sehingga terjadi hipertensi portal. Maka akan terbentuk kolateral antara lain ke esofagus dan pleksus hemoroidalis.

c. Bendungan vena porta, misalnya karena thrombosis

d. Tumor intra abdomen, terutama di daerah pelvis, yang menekan vena sehingga aliranya terganggu. Misalnya tumor rektal.

d. Tumor intra abdomen, terutama di daerah pelvis, yang menekan vena sehingga aliranya terganggu. Misalnya tumor

2) Idiopatik, tidak jelas adanya kelaianan organik, hanya ada faktor

faktor penyebab timbulnya Hemoroid :

Keturunan atau heriditer. Dalam hal ini yang menurun adalah kelemahan dinding pembuluh darah, dan bukan hemoroidnya.

Anatomi. Vena di daerah mesenterium tidak mempunyai katup.

Sehingga darah mudah kembali, dan menyebabkan

bertambahnya tekanan di pleksus hemoroidalis.

Hal-hal yang memungkinkan tekanan intra abdomen meningkat antara lain :

Orang yang pekerjaannya banyak berdiri atau duduk

Diare menahun/kronis

Pekerjaan yang mengangkat benda - benda berat

Tonus spingter ani yang kaku atau lemah

Hubungan seks tidak lazim (perianal)

Sembelit/ konstipasi/ obstipasi menahun

Obesitas

Usia lanjut

Batuk berat

seks tidak lazim (perianal)  Sembelit/ konstipasi/ obstipasi menahun  Obesitas  Usia lanjut  Batuk

KLASIFIKASI

Hemoroid Interna

Pelebaran

pleksus

vena

hemoroidalis

superior

di

atas

linea

dentata/garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa.

 

Hemoroid

interna

ini

merupakan

bantalan

vaskuler

di

dalam

jaringan submukosa pada rektum sebelah bawah.

Sering hemoroid terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan depan (jam 7), kanan belakang (jam 11), dan kiri lateral (jam 3).

Hemoroid yang lebih kecil terdapat di antara ketiga letak primer tesebut

(jam 11), dan kiri lateral (jam 3).  Hemoroid yang lebih kecil terdapat di antara ketiga

Hemoroid interna terbagi menjadi 4 derajat :

Derajat I. Timbul perdarahan varises, prolaps/tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di temukan dengan proktoskopi.

Derajat II. Terdapat trombus di dalam varises sehingga varises

selalu keluar pada saat defekasi, setelah defekasi selesai,

tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya.

Derajat III. Keadaan dimana varises yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus didorong.

Derajat IV. Suatu saat ada timbul keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defekasi tidak dapat dimasukan lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang di ikuti infeksi dan kadang kadang timbul perlingkaran anus, sering disebut dengan

Hemoroid Inkarserata karena seakan-akan ada yang mempersempit hemoroid yang keluar itu. Maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis.

karena seakan-akan ada yang mempersempit hemoroid yang keluar itu. Maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis.

HEMORRHOID INTERNA

DERAJAT

BERDARAH

MENONJOL

REPOSISI

I

+

-

-

II

(+)

+

Spontan

III

(+)

+

Manual

IV

(+)

Tetap

-

REPOSISI I + - - II (+) + Spontan III (+) + Manual IV (+) Tetap

Hemoroid Eksterna

penonjolan

pleksus hemoroid inferior terdapat di sebelah distal linea dentata/garis mukokutan di dalam jaringan di bawah epitel anus.

Hemoroid eksterna dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :

Akut. Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah hematom, walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut.

Hemoroid

eksterna

merupakan

pelebaran

dan

Tanda dan gejala yang sering timbul adalah :

Rasa sakit dan nyeri

Rasa gatal pada daerah hemorid

Kronik. Hemoroid eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.

Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit

PATOFISIOLOGI

Obstruksi

P ATOFISIOLOGI Obstruksi Tekanan Intra Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran

Tekanan Intra Abdomen ↑↑

P ATOFISIOLOGI Obstruksi Tekanan Intra Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran

Aliran balik vena terganggu

Tekanan Intra Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran vena (hemoroid) Aliran

Tekanan di Vena ↑↑

Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran vena (hemoroid) Aliran darah berubah

Pelebaran vena (hemoroid)

Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran vena (hemoroid) Aliran darah berubah

Aliran darah berubah

Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran vena (hemoroid) Aliran darah berubah

Trombus

Abdomen ↑↑ Aliran balik vena terganggu Tekanan di Vena ↑↑ Pelebaran vena (hemoroid) Aliran darah berubah

FAKTOR RISIKO

Penyebab pelebaran pleksus hemoroidalis di bagi menjadi dua :

Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemorrhoidalis kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia sekitarnya.

Umur : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis.

Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis

Pekerjaan : orang yang harus berdiri , duduk lama, atau harus mengangkat barang berat mempunyai predisposisi untuk hemorrhoid.

Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya

tekanan intra abdomen, misalnya penderita hipertrofi prostat,

konstipasi menahun dan sering mengejan pada waktu defekasi.

Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus oleh karena ada sekresi hormone relaksin.

Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada

sekresi hormone relaksin.  Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada penderita sirosis hepatis.

penderita sirosis hepatis.

MANIFESTASI KLINIS

Pasien sering mengeluh menderita hemorrhoid atau “wasir” tanpa ada hubungannya dengan gejala rektum atau anus yang khusus.

Nyeri yang hebat jarang sekali ada hubungannya dengan hemorrhoid interna dan hanya timbul pada hemorrhoid eksterna yang mengalami trombosis.

Tanda Dan Gejala Hemoroid

Perdarahan saat defekasi

Darah merah segar, tidak bercampur feses

Anemia

Prolap saat defikasi

Iritasi perianal pruritus ani

Nyeri timbul bila terjadi :

Trombus

Edema

Radang

defikasi  Iritasi perianal  pruritus ani  Nyeri timbul bila terjadi :  Trombus 

DIAGNOSIS

Anamnesis

a. BAB dengan darah segar

- Bercampur feses darah menetes

- Berupa garis pada feses ( tanda khas )

b. Rasa tidak enak saat defakasi

c. Tidak puas sesudah defekasi

d. Anemia

e. Adanya prolaps

f. Iritasi kulit

g. Nyeri : Hemoroid eksterna dengan thrombosis

c. Tidak puas sesudah defekasi d. Anemia e. Adanya prolaps f. Iritasi kulit g. Nyeri :

Pemeriksaan Fisik

a. Hemoroid Interna

- Hemoroid

interna

yang

prolaps

benjolan yang tertutup mukosa.

dapat

terlihat

sebagai

- Colok dubur : benjolan tidak teraba , kecuali ada penebalan

atau fibrosis mukosa.

b. Hemoroiod Eksterna

- Benjolan yang ditutupi kulit

- Trombosis

:

benjolan

warna

unilokuler/multilokuler, nyeri tekan.

Pemeriksaan Penunjang

a. Colok Dubur

b. Pemeriksaan Anoskopi

c. Pemeriksaan proktosigmoidoskopi

kebiruan,

nyeri tekan. Pemeriksaan Penunjang a. Colok Dubur b. Pemeriksaan Anoskopi c. Pemeriksaan proktosigmoidoskopi kebiruan,

DIAGNOSIS BANDING Perdarahan :

1. Karsinoma kolorektum

2. Penyakit divertikel

3. Polip

4. Kolitis ulserosa

Benjolan :

1. Ca anorektal

2. Prolaps recti / procidentia

kolorektum 2. Penyakit divertikel 3. Polip 4. Kolitis ulserosa Benjolan : 1. Ca anorektal 2. Prolaps

KOMPLIKASI

1. Terjadinya perdarahan

Pada derajat satu darah kelur menetes dan memancar.

2. Terjadi trombosis

Karena hemoroid keluar sehinga lama-lama darah akan membeku dan terjadi trombosis.

3. Peradangan

Kalau terjadi lecet karena tekanan, vena hemoroid dapat

terjadi infeksi dan meradang karena disana banyak kotoran yang ada kuman-kumannya.

karena tekanan, vena hemoroid dapat terjadi infeksi dan meradang karena disana banyak kotoran yang ada kuman-kumannya.

PENATALAKSANAAN

Terapi Non-Farmakologis

Bertujuan untuk mencegah perburukan penyakit dengan cara memperbaiki defekasi.

pola

Pelaksanaan

berupa

perbaikan

pola

hidup,

perbaikan

makan dan minum, perbaikan pola/cara defekasi.

Perbaikan defekasi disebut Bowel Management Program (BMP)

yang terdiri atas diet, cairan, serat tambahan, pelicin feses,

dan perubahan perilaku defekasi (defekasi dalam posisi

jongkok/squatting).

Selain itu, lakukan tindakan kebersihan lokal dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit, 2-4 kali sehari.

Dengan perendaman ini, eksudat/sisa tinja yang lengket dapat

dibersihkan.

Eksudat/sisa tinja yang lengket dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal bila dibiarkan.

lengket dapat dibersihkan.  Eksudat/sisa tinja yang lengket dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal bila dibiarkan.

Terapi Farmakologis

atau

menghilangkan keluhan dan gejala. Obat-obat farmakologis hemoroid dapat dibagi atas empat macam, yaitu:

Bertujuan

memperbaiki

defekasi

dan

meredakan

1. Obat yang memperbaiki defekasi.

Suplement serat (fiber suplement). Obat ini bekerja dengan cara membesarkan volume tinja dan meningkatkan peristaltik usus. Contoh : psylium atau isphaluga Husk (ex.: Vegeta, Mulax, Metamucil, Mucofalk)

Pelicin tinja (stool softener). Laxant atau pencahar (ex.:

laxadine, dulcolax, dll.)

Vegeta, Mulax, Metamucil, Mucofalk) Pelicin tinja (stool softener). Laxant atau pencahar (ex.: laxadine, dulcolax, dll.)

2.

Obat simptomatik

Bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal, nyeri, atau kerusakan kulit di daerah anus. Jenis sediaan misalnya Anusol, Boraginol N/S dan Faktu.

Sediaan yang mengandung kortikosteroid digunakan untuk mengurangi radang daerah hemoroid atau anus. Contoh obat misalnya Ultraproct, Anusol HC, Scheriproct.

3. Obat penghenti perdarahan

Perdarahan menandakan adanya luka pada dinding anus

atau pecahnya vena hemoroid yang dindingnya tipis.

Psyllium, citrus bioflavanoida yang berasal dari jeruk lemon dan paprika berfungsi memperbaiki permeabilitas

dinding pembuluh darah

citrus bioflavanoida yang berasal dari jeruk lemon dan paprika berfungsi memperbaiki permeabilitas dinding pembuluh darah

Terapi Non-Bedah

1. Skleroterapi

Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yg merangsang, misalnya 5% fenol dalam minyak nabati.

Penyuntikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang

longgar di bawah hemorrhoid interna bertujuan menimbulkan peradangan steril yg kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut.

Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan

dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri.

dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada
dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada

2. Ligasi dengan gelang karet

Hemorrhoid yang besar atau yang mengalami prolaps dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron. Dengan bantuan anoskop, mukosa di atas hemorrhoid yang

menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke tabung ligator

khusus.

Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemorrhoidalis

tersebut. Pada satu kali terapi hanya diikat satu kompleks

hemorrhoid, sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam

jarak waktu 2-4 minggu.

kali terapi hanya diikat satu kompleks hemorrhoid, sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu 2-4 minggu.

Terapi Bedah

Terapi bedah dipilih untuk penderita yg mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemorrhoid derajat III dan IV. Penderita hemorrhoid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemorrhoidektomi.

Metode Konvensional

Metoda Morgan-Milligan

Teknik Ferguson

Metoda Langen-beck (eksisi + jahitan primer radier)

Metoda White-head (eksisi + jahitan primer longitudinal)

Metode Terbaru

Bedah Stapler

+ jahitan primer radier)  Metoda White-head (eksisi + jahitan primer longitudinal) Metode Terbaru  Bedah

MILLIGEN- MORGAN H EMORRHOIDECTOMY

M ILLIGEN - M ORGAN H EMORRHOIDECTOMY

F ERGUSON H EMORRHOIDECTOMY

F ERGUSON H EMORRHOIDECTOMY B EDAH S TAPLER
F ERGUSON H EMORRHOIDECTOMY B EDAH S TAPLER

BEDAH S TAPLER

F ERGUSON H EMORRHOIDECTOMY B EDAH S TAPLER

PROGNOSIS

Dengan terapi yang sesuai, semua hemorrhoid simptomatis dapat dibuat menjadi asimptomatis. Pendekatan konservatif hendaknya diusahakan terlebih dahulu pada semua kasus. Hemorrhoidektomi pada umumnya memberikan hasil yang baik.

Sesudah terapi penderita harus diajari untuk menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar dapat mencegah timbulnya kembali gejala hemorrhoid.

diajari untuk menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar dapat mencegah timbulnya kembali gejala hemorrhoid.

STATUS PASIEN

IDENTITAS

Nama

Umur

No. RM

Alamat

Pekerjaan

Perkawinan

Agama

Tgl Masuk

Tgl Operasi

Jam Mulai

Jam Berakhir

: Tn. Z

: 34 tahun : 09.09.89

: Tepi Air Pulau

: Wiraswasta : Menikah

: Islam

: 20 November 2013

: 21 November 2013

: 12.35 WIB

: 13.35 WIB

: 09.09.89 : Tepi Air Pulau : Wiraswasta : Menikah : Islam : 20 November 2013

Keluhan utama :

Benjolan di anus sejak ± 2 bulan yang lalu

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
RIWAYAT
PENYAKIT
SEKARANG

Pasien datang ke poli bedah Rumah Sakit Umum

Bangkinang tanggal 20 November 2013 jam 09.15 dengan keluhan BAB berdarah sejak ± 2 bulan yang lalu, berupa darah segar dan menetes, setelah BAB

darah tetap menetes, os mengeluh nyeri saat BAB

dan teraba benjolan saat BAB, sebelumnya benjolan

hilang setelah BAB, tapi sekarang harus menggunakan bantuan dorongan untuk memasukkan benjolan ke

dalam anus. Saat mengejan os juga mengeluhkan

benjolan yang keluar dari anus. Sekarang BAB sudah tidak berdarah lagi. Os juga mengalami BAB keras (sembelit). BAK normal, demam tidak ada.

dari anus. Sekarang BAB sudah tidak berdarah lagi. Os juga mengalami BAB keras (sembelit). BAK normal,

Riwayat Penyakit Dahulu

-

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak diketahui

Riwayat Penggunaan Obat

-

Pemeriksaan Fisik

Tanda-Tanda Vital

Keadaan Umum: Baik

Sensorium: Compos Mentis

TD: 120/90 mmHg

Pulse: 78 x/menit

RR: 20 x/menit

Suhu: 36,8 o C

Baik • Sensorium: Compos Mentis • TD: 120/90 mmHg • Pulse: 78 x/menit • RR: 20

Pemeriksaan Fisik

Status Generalisata :

Tidak ada kelainan yang dijumpai (DBN)

Status Lokalisata (Regio Anus) :

L

: Tampak benjolan keluar dari anus, ukuran 2 x 2 cm, berwarna

 

kemerahan.

F

:

Pada posisi jam 3 terdapat benjolan berbentuk bulat berwarna

 

kemerahan di sekitar anus dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm.

Konsistensi lunak, Nyeri Tekan (+), benjolan tidak dapat masuk

spontan, namun dapat masuk dengan bantuan tangan. Tonus

sphingter ani cukup, mukosa rektum licin, pada sarung tangan

tidak didapatkan darah, lendir (+), feses (-).

M

:

Nyeri Gerak (+)

mukosa rektum licin, pada sarung tangan tidak didapatkan darah, lendir (+), feses (-). M : Nyeri

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium Tanggal 20/12/2013

-

Hb

:

9,7 gr/dl

-

Leukosit

:

11,1 x 10 3 mm 3

- Ht

:

29,4 %

- Trombosit

:

408.000/uL

- Eritrosit

:

4,58 x 10 6 /µL

- Golongan Darah :

AB Rhesus (+)

% - Trombosit : 408.000/uL - Eritrosit : 4,58 x 10 6 /µL - Golongan Darah

Diagnosis Pra Bedah

Hemoroid Interna Grade III

Prosedur/Jenis Pembedahan

Hemoroidektomi Interna Grade III

Rencana Terapi Post Operasi

IVFD DN 3:1 28 gtt/menit

Bed Rest

Awasi Vital Sign

Inj. Cefotaxime 1 gr/12 jam IV

Inj. Tramadol 2 x 1 amp IV

Jika bising usus (+) Boleh Makan Bertahap

Tampon dibuka setelah 2 hari/ bila ingin BAB

Belum boleh duduk 1 x 24 jam

usus (+)  Boleh Makan Bertahap  Tampon dibuka setelah 2 hari/ bila ingin BAB 