Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MPK AGAMA ISLAM DIMENSI SOSIAL AJARAN AGAMA ISLAM

OLEH WINDIYANI (1206206575) ATIYANTI HUSNASARI (1206266984) SYAFIURRUSYDI (1206214305) MAURID RIZKY (1206267261) RENNO PRAWIRA (1206252612)

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2012/2013

Statement of Authorship Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya. Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Ajaran Judul Makalah Tanggal Dosen

: MPK Agama Islam : Dimensi Sosial Ajaran Agama Islam : 1 Januari 2013 :

Nama NPM Tandatangan

: Windiyani : 1206206575 :

Nama NPM Tandatangan

: Atiyanti Husanasari : 1206266984 :

Nama NPM Tandatangan

: Syafi,urrusydi : 1206214305 :

Nama NPM Tandatangan Nama NPM Tandatangan

: Maurid Rizky : 1206267261 : : Renno Prawira : 1206252612 :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia Allah menciptakan manusia secara berpasanga-pasangan, yaitu ada laki-laki dan perempuan, dan kita hidup untuk saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Maka dari itu dalam saling melengkapi itulah tercipta sebuah kumpulan manusia yang mempunyai hubungan darah atau pertalian sah seperti perkahwinan dan pengambilan anak angkat yang disebut dengan keluarga. Dalam ikatan sebuah keluarga itu sangat besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, baik secara fisik maupun secara batin. Dan dalam keluarga terbentu suatu ikatan yang sangat kuat antara yang satu dengan yang lainnya. Yang telah kita ketahui bahwa dalam keluiarga kecil itu biasanya terdiri dari nenek kakek ayah ibu dan anak, semuanya telah terikat kuat antara satu degan yang lainnya. Dan ikatan dalam keluarga itu tidak bisa dihitung dengan angka ataupun di hargai dengan uang. Setiap mahluk yang diciptakan oleh Allah itu semua membutuhkan keluarga dan mempunyai keluarga, bukan hanya manusia namun juga mahluk lain ciptaan Tuhan. seperti dalam Quran surat 30:21 menyatakan bahwa: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Sebuah masyarakat di negara manapun adalah kumpulan dari beberapa keluarga. Apabila keluarga kukuh, maka masyarakat akan bersih dan kukuh. Namun apabila rapuh, maka rapuhlah masyarakat. Menikah memang tidaklah sullit, tetapi membangun keluarga sakinah bukan sesuatu yang mudah. Pekerjaan membangun, pertama harus didahului dengan adanya gambar yang merupakan konsep dari bangunan yang diinginkan. Demikian juga membangun keluarga sakinah, terlebih dahulu orang harus memiliki konsep tentang keluarga sakinah. Dan perlu kita ketahui bahwa Keluarga adalah tempat atau wadah bagi salah satu pembentukan karakteristik seseorang dan pertamakalinya seseorang merasakan kehangatan kasih sayang sebagai makhluk yang paling sempurna di dunia. Keluarga juga tempat untuk berlindung dari segala sesuatu yang dapat membahayakan diri manusia itu sendiri. Berikut ini saya akan memberikan beberapa contoh fungsi keluarga di dalam kehidupan diri saya pribadi dan orang lain. Namun dalam kesempatan ini, kami tidak hanya akan membahas tentang bagaimana menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, namun juga tentang masyarakat islami pranata sosial dan kerukunan ummat beragama. Setelah kita membuat/ menjalin sebuah keluarga sakinah mawaddah warrahmah, maka bukan hanya keluarga namun juga

dilingkungan sosial, kita sebagai manusia yang diciptakan untuk saling membantu dan saling membutuhkan bukan hanya dilingkungan keluarga namun juga di lingkungaan sosial. Dalam bersosialisasi kita juga harus menetapkan kehidupan yang berdasarkan islam, menjalin hubungan dengan sesama dengan baik. Agama adalah ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta mencakup pula tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antarmanusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi, agama memiliki arti yang lebih luas, karena mencakup juga aliran kepercayaan (animisme atau dinamisme) yang sebenarnya berbeda dengan agama. Dengan itu islam mengajarkan kita untuk menjalin hubungan dengan masyarakat sosial dengan asosiatif, dimana huungan tersebut dilakukan dengan proses interaksi yang cenderung menajalin kesatuan dan meningkatkan solidaritas anggota masyarakat. Hubungan tersebut dapa dijalkin melalui dengan kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalah di antaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Definisi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah Fungsi dan tujuan keluarga sakinah mawaddah, dan rahmah Pengertian masayarakat islami Masjid dan fungsinya bagi masyarakat Lembaga Ekonomi Umat Tentang madrasah, pesantren, dan organisasi sosial keagamaan lainnya Pengertian : Ukhuwah Islamiyah Ukhuwah wathaniyah Ukhuwah Insaniyah

C. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini agar dapat lebih memahami lagi tentan dimensi sosial ajaran agama islam, dan dapat mengembangkan lagi pengetahuan tentang islam untuk kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat : 1. Mengetahui tentang keluarga sakinah mawaddah dan rahmah 2. Mengetahui tentang bagaimana membuat suatu keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah dengan mempelajari bagaimana karakteristik, fungsi dan peran keluarga sakinah mawaddah dan rahmah. 3. Memperbanyak ilmu lagi tentang masyarakat islami itu apa. 4. Mengetahui sebarapa penting masjid, pesantren, madrasa, dan organisasi keagamaan lainnya. 5. Memberika penjelasan mengenai ukhuwah

Ukhuwah Islamiyah Ukhuwah wathaniyah Ukhuwah Insaniyah

D. Manfaat Sangat banyak manfaat yang didapatkan dari mempelajari tentang dimensi sosial ajaran agama islam yang mencakupi tentang keluarga islami, pranata sosial islam dan kerukunan umat beragama. 1. Dengan mempelajari banyak tentang islam maka kita akan hidup dengan iklas karena agama Islam mengajarkan kita untuk terus ikhlas dengan apapun cobaan yang kita dapatkan. Apalagi dalam kehidupan keluarga biasa terjadi pertikaian kecil maupun besar. Dengan banyak ilmu tentang keluarga sakinanh mawaddah warahmah pranata sosial, maka kita bisa menghadapi masalah tersebut dan menyelesaikannya dengan damai. 2. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat penganut agama. Berbagai jenis agama dan kepercayaan tumbuh dan berkembang di masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu pranata, yaitu norma yang mengatur hubungan antarmanusia, antara manusia dengan alam, dan antara manusia dengan Tuhannya sehingga ketenteraman dan kedamaian batin dapat 3. Memberikan penyelesaian masalah terhadap kesalaha pahaman, seperti kejadian yang tejadi di Sampang, hanya dengan konflik antar persaudaraan, dan akhirnya berdamapak pada umum dan membawa berbuah pada konflik agama yang berbeda aliranm. Maka dari itu manfaat dari mempelajari agama, agar terhindar dari hal-hala yang sudah saya sebutkan tadi. 4. Dengam ukhuwah memberika pegangan utama dalam menajalin persaudaraan antar sesama muslim.

BAB II ISI A. Keluaraga Islami 1. Pengetian dan karakteristik keluarga islami Keluraga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang anggota-anggotanya terikat secra lahir dan batin sertaterika secara hukum karena pertalian darah dan perkawinan. Tidak hana itu keluarga juga merupakan tempat dibentuk dan berkembangnya kepribadian yang paling pokok dari lahirnya seorang anak, karena anak pertama kali bersosialisai dengan keluarga. Dimana dalam keluarga tersebut ditanamkan suatu kepribadian bagi seorang anak terhadap penyikapan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam keluarga kita sering kali mendengar dengan dengan sebuatan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kata sakinah berarti ketenangan, seperti yang di ungkapkan oleh Jurjani bahwa sakina adalah ketemtraman bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang selalu dilimpahkan kepada mahluk-Nya ke dalam hati pada saat datangnya goncangan dan cobaan. Dalam keluarga sakina menunjukan keluarga yang tenag dan damai, dan adanya kepercayaan dalam rumah tangga dan saling memahami sifat pasangan masing-masing. Dan keluarga sakina sendiri akan tercapai jika saling menyayangi dan saling mencintai antara satu dengan yang lainnya. Mawaddah artinya kelapangan dada dan terhindarnya jiwa seseorang dari kehendak yang buruk. Mawaddah adalah cintah sejati, yaitu cinta yang tidak lengkap apabila ada salah satu unsur yang tidak terpenuhi unsur-unsur tersebut adalah perhatian, tanggung jawab, penghormatan serta pengetahuan. Keluarga mawaddah menunjukan keluarga yang saling mencitai dan menyayangi. Sedangkan wa rahmah adalah kasih sayang dimana kondisi psikologis yang muncul di dalam hatikarena menyaksikan ketidakberdayaan sehingga mendorong yang bersangkutan untuk memberdayakannya dalam tahap ini keluarga sudah bena-benar menjalanka pernikahan dengan memperoleh ridha Allah SWT. Dapat disimpulakn bahwa Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah adalah keluarga dengan penuh ketenangan, ketemtraman dan kebahagiaan sebagai dari menyatuhnya pemahaman dan kesucian hati serta bergabungannya kejelasan pandang dengan tekad yang kuat. Dan secara garis besar keluarga menjadi tempat yang tenang dan harmonis sebagai tempat lahirnya keturunan yang baik yang kemudian menajadi bagian masyarakat yang membangun dan keluarga juga menciptakan penerus. Ada beberapa karakteristik keluarga sakinah mawadda wa rahmah , diantaranya adalah: Mampu membina keluarga dan kehidupan secara mandiri sesuai dengan perintah Allah SWT Mampu mendidik keluarga dan anak-anak agar menjadi generasi penerusyang sholeh, beriman dan bertaqwa.

Anak-anak yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Dalam pandangan Islam berbakti kepada orang tua merupakan suatu keharusanyang harus selalu dijaga dengan baik. Menjadikan keluarga aman tenteram

2. Fungsi dan tujuan keluarga Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya mencakup nilai-nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, ketrampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada anggota keluarga yang bersangkutan. Fungsi dan tujuan keluarga tercermin dengan adanya tanggung jawab keluarga baik secara internal maupun eksternal. Tanggung jawab internal biasanya berupa interaksi dengan anggota keluarga itu sendiri. Tabggung jawab itu biasanya berupa mengintegrasikan individu yang dapat dicapai secara horizontal, dimanaantara suami, istri dan anakanak mempunyai tanggung jawab masing-masing Hidup secara baik dalam rumah tangga, saling mencintai dan dicintai dansaling menyayangi. Suami dan istri harus memelihara kesucian diri di dalam dan di luar rumahtangga. Mempunyai hak dan kewajiban yang dilaksanakan sesuai dengankemampuan hak dan kewajiban tersebut. Kekayaan yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersamasuami istri, dinikmati bersama dan digunakan untuk membesarkan anak-anak yang (juga) menjadi tanggung jawab bersama. Suami istri bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pendidikananak mereka. Anak-anak harus mematuhi dan menghormati kedua orang tuanya.

Untuk tanggung jawab secara eksternal berupa hubungan dengan lingkungan sosial yang telah keluardari lingkup keluarga. Karena kita sebagai makhluk sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang para anggotanya saling berinteraksi dan mempunyai ketergantungan satu sama lain, hal ini melahirkan suatu hak dan kewajiban untuk saling membantu dan hidung saling rukun.

3. Upaya Pembentukan Keluarga

Keluarga ummnya terbentuk dari sistem pernikahan/perkawinan, namun juga ada yang keluarga bukan berasal dari sedarah namun pengakatan sah anak yang dilakukan secara hukum. Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagaisuami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagiadan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa (UUP Perkawinan pasal1/tahun 1974)Sahnya pernikahan menurut Islam jika memenuhi beberapa hal berikut : Dipenuhinya semua rukun nikah Dipenuhi syarat-syarat nikah Tidak melanggar larangan perkawinan yang ditentukan oleh syariat Hikmah dan Tujuan Pernikahan : a). Hidup tentram dan sejahtera b). Menghindari perzinaan c). mengatur hubungan laki-laki dan wanita ( yang secara fitrahnya salingtertarik ) dengan aturan yang khusus. d). Memelihara keturunan e). Melindungi wanita f). Menciptakan persaudaraan baru g). Mengatur masalah kewarisan Pembentukan keluarga harus didasari dengan dengan adanya keluarga sakinah mawaddah dan rahmah, agar tercipta keluarga yang aman tenteram dan menciptakan keturunan yang sholeh dan sholeha.

B. Masyarakat islami

1. pengertian Masyarakat Islami adalah masyarakat yang seluruh atau sebagiannya merupakan muslim yang berpedoman pada akidah dan hukum Islam yang dibentuk berdasarkan ajaran dan tata nilai Islam yang mengandung arti bahwa prinsip dasar yang membentuk dan membina masyarakat itu adalah nilai-nilai luhur ajaran Islam serta berorientasi kepada fondai tauhid. 2. Karakteristik keluarga islami terbuka.

terpadu, integratif, menyatukannya dinamis dan progresif demokratis berkeadilan

di

mana

agama

Islam

menjadi

perekat

yang

berwawasan ilmiah dan terpelajar displin memiliki tujuan jelas dan perencanaan yang sempurna dengan manajemen rasional dan efektif persaudaraan yang tangguh dan kasih sayang sederhana tapi berkesinambungan

3. Peran keluarga pada masyarakat islami sel pertama yang penting bagi berdirinya masyarakat dan memberi pengaruh kuat dan mendasar pada sebuah masyarakat. tidak hanya bertujuan mengintegrasikan individu tapi sekaligus membentuk masyarakat yang Islami. Dalam keluarga, tiap individu memiliki fungsi masing-masing agar keluarga menjadi sakinah mawadah, wa rahmah.

C. Pranata Sosial Islam 1. Masjid dan Fungsinya Bagi Masyarakat Kata "masjid" dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali dalam AlQuranul Karim. Berasal dari akar kata: sajada-yasjudu-sujudan, yang secara etimologis berarti tunduk, patuh dengan mengakui segala kekurangan, kelemahan dihadapan Yang Maha Kuasa dan Sempurna Jika sujud adalah situasi dan posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya, maka masjid (nama tempat) secara bahasa berarti: tempat atau wahana seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala Maka, masjid secara etimologis adalah tempat untuk mendekatkan diri pada Allah Ta`ala. Disamping itu masjid juga berfungsi sebagai pusat ibadah, baik

mahdhah maupun ghairu mahdhah. Dengan pendekatan kebahasaan tersebut kita dapat merumuskan bahwa masjid secara terminologis adalah: suatu badan (institusi) yang diperuntukkan sebagai pusat ibadah dari orang-orang mukmin, dimana sentral kegiatan mereka berpusat disana, mulai dari kegiatan menghambakan diri kepada Allah Ta`ala sampai kepada perjuangan hidup yang berdimensi dunia serta memperkuat ukhuwah antarsesama.

2. Lembaga Ekonomi Umat Prinsip-prinsip utama yang sering ditengahkan Islam berkenaan dengan sistem ekonomi adalah berkenaan dengan system ekonomi Islam. Seperti kewajiban zakat, larangan riba, kerjasama ekonomi, jaminan sosial dan peranan Negara. (Suharwadi,2004:7) Lembaga-lembaga perekonomian umat yaitu: a. b. c. d. e. f. Bank Islam Badan Amil Zakat (BAZ) Ansuransi Takaful Baitul Mal WaTamwil (BMT) Koperasi Islam dan Ekonomi

3. Madrasah, Pesantren dan Organisasi Sosial Keagamaan a. Madrasah

sekolah dengan basis / dasar islami. Madrasah merupakan sebuah kata dalam bahasa Arab yang artinya sekolah. Asal katanya yaitu darasa (baca: darosa) yang artinya mengajar. Di Indonesia, madrasah dikhususkan sebagai sekolah (umum) yang kurikulumnya terdapat pelajaran-pelajaran tentang ke-Islaman. b. Pondok pesantren pendidikan Islam tradisional khas Indonesia. Pondok berartirumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bambu, di samping itu,pondok mungkin juga berasal dari bahasa Arab fanduk yang berarti asrama.Sedangkan pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar parasantri

c. Organisasi Sosial Keagamaan Di Indonesia, telah lahir dan berkembangorganisasi sosial keagamaan yang berperan penting dalam pembaruan kehidupan masyarakat muslim. Terdapat dua organisasi di Indonesia yang masih eksis yaitu Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. Nahdatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama'ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antaraekstrim aqli(rasionalis) dengan kaum ekstrimnaqli(skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya AlQuran, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Muhammadiyah, prinsip dasar organisasi ini jelas, yakni menjalankan perintah Al-Quran, melakukan amar maruf nahi munkar. Maksudnya, mengajak orang berbuat baik dan menjauhkan dari perbuatan dosa. Tujuan utamanya adalah untuk meredam dua faham yang kontroversial yang terjadi diantara dua kubu(santri dan abangan) yang sama-sama tumbuh di dalam masyarakat Jawa. Mereka beranggapan bahwa pengajaran Islam secara tradisional, terutama di tingkat pedesaan sudah sangat kolot sekali, sehingga menyebabkan ketidakmampuanmenghadapi tantangan-tantangan modern. Tetapi juga mereka tidak senangmelihat kultur Jawa terlalu banyak mencelup pendidikan dan perilaku-perilaku ke-Islaman yang mengajak orang untuk kembali kepada Quran secara murni.

C. kerukunan Umat Beragama Di dalam Al-Quran, kata akh (saudara) dalam bentuk tunggal ditemukan sebanyak 52 kali. Kata ini dapat berarti saudara kandung, saudara yang dijalin dari ikatan keluarga,saudara dalam arti sebangsa walaupun tidak seagama, saudara semasyarakat walau berselisih paham, dan persaudaraan seagama. Berdasarkan pengertian ini, paling tidak ada tiga macam ukhuwah, yaitu: 1. Ukhuwah Islamiyah, yaitu ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan Islam. Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. Hakekat Ukhuwah Islamiyah antara lain, nikmat Allah, perumpamaan tali tasbih, merupakan arahan Rabbani, dan merupakan cermin kekuatan iman. Sedangkan manfaat dari ukhuwah Islamiyah yaitu, kita dapat merasakan lezatnya iman dan mendapatkan perlindungan Allah dihari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi), serta mendapatkan tempat khusus disurga. Secara bahasa ukhuwah islamiyah adalah persaudaraaan yang beerdasarkan Islam. Artinya dalam ajaran islam, mengajarkan kita bagaimana menjaga persaudaraan dengan baik dalam konteks ke sesama pemeluk agama islam

(ukhuwahal-Muslimin), persaudaraan sesama manusia (ukhuwah fi al-insaniyah), persaudaraan sesama makhluk ciptaan Tuhan (ukhuwah fi al-ubudiyah), maupun persaudaraan dalam hal kebangsaan (ukhuwah fi al-wathaniyahwasy-sya`b). Tahapan-tahapan dari ukhuwah Islamiyah yaitu: 1. Taaruf adalah saling mengenal sesama muslimin yang merupakan wujud nyata ketaatankepada perintah Allah SWT. 2.Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaansaudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. 3.Taawun adalah saling membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran

2. Ukhuwah Insaniyah (basyariyyah), yaitu dalam arti seluruh umat manusia adalah saudara karena mereka berasal dari seorang ayah dan ibu. Dalam alquran juga dijejelaskan bahwa kita sebagai manusia adalah saudara, karena samasama diciptkan oleh Tuhan sebagai penghuni alam semesta yang luas ini maka dari itu, bisa dikatakan bahwa kita iu semua bersaudara. Dengan itu kita sebaiknya mejalin hubungan seperti dengan keluaga kita sendiri. Saling membantu, tolong menolong karena kita keluarga dan karena kita mahluk sosial yang masih membutuhkan opertolongan hidup untuk bisa bertahan hidup. adalah saudara yangharus dilindungi dan saling melindungi. Islam mengharamkan penganiayaanterhadap ora ng lain di luar Islam dan mengharuskan untuk saling hormat-menghormati dan memiliki sifat toleransi

3. Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan Ukhuwah yaitu persaudaraan antar bangsa, untuk membuat negara maju dan damai maka kita diwajibkan untuk menjalin hubungan antar bangsa dengan baik. Menjalin hubungan antar bangsa dijelaskan dalam ukhuwah wathaniyah, yang menjelaskan tentang bagaimana menjalin hubungan dengan baik antar bangsa. Kerja sama antarbangsa mesti dijalin sebaik mungkin dalam rangka menuju perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia. Hubungan antar bangsa ini penting tanpa membedakan latar belakang agama bangsa-bangsa tersebut. Islam adalahagama yang mengajarkan

kerukunan antar umat beragama dalam menjalankankehidupan di dunia ini. Islam menganggap bahwa seluruh umat manusia, tanpaharus membedakan suku, ras, warna kulit, bahkan agama. adalah saudara yang harus dilindungi dan saling melindungi. Islam mengharamkan penganiayaanterhadap orang la in di luar Islam dan mengharuskan untuk saling hormat-menghormati dan memiliki sifat tolerans

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Manusia tercipta sebagai makhluk Allah yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk dapat menjadi khalifah Allah yang baik di muka bumi ini. Dimensi sosial dalam Islam berkaitan dengan ajaran Islam yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat, yaitu mendorong terciptanya keadilan dan solidaritas antara sesama manusia. Islam juga disebut sebagai agama kemasyarakatan. Dengan demikian, Islam datang dengan membawa misi sosial dengan menaruh kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan kemasyarakatan. Melalui Pembentukan keluarga yang baik dan Islami, maka keluarga tersebut akan tetap memberikan pengaruh yang besar terhadap pembentukan masyarakat yang Islami pula. Dan jika telah terbentuk masyarakat yang islami yang ditunjang dengan pranata sosial nya yang baik dan terarah, maka masyarakat tersebut akan senantiasa hidup tenteram dalam lindungan dan berkah Allah SWT.

DAFTAR ISI http://www.scribd.com/doc/42717088/Ringkasan-Materi-Ama-Islam http://evitindonesia.blogspot.com/2011/04/pengertian-dan-karakteristik-keluarga.html