Anda di halaman 1dari 19

RESPONSI KASUS

Glaukoma sekunder Etc Katarak

oleh : I Made Indra S 062010101016

I. IDENTITAS PENDERITA
Nama Umur Pekerjaan Alamat : : : : NY. S 80 Tahun Pensiunan PNS JL Brantas 94 Jember

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Penglihatan mata kanan sangat kabur sejak 1 bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang :


6 bulan yang lalu: penderita mengeluhkan penglihatan mata kanan dan kiri kabur, mata tidak merah, penglihatan kabur perlahan, Penglihatan jauh mata kiri lebih baik dari mata kanan, penglihatan mata kanan seperi berkabut, tidak jelas untuk melihat jauh, membaca dengan bantuan kacamata bacanya juga tidak jelas (kacamata baca sudah dipakai 3 tahun, sebelumnya jelas untuk membaca), tidak melihat dobel, pasien tidak merasa seperti melihat kedalam terowongan, mata tidak silau jika melihat cahaya. Pasien tidak mengeluh matanya cekot-cekot atau pusing, pasien mengaku tidak melihat pelangi disekitar lampu yang menyala, pasien tidak pernah melihat bintik-bintik hitam atau bayangan kecil seperti nyamuk berterbangan,. Pasien memeriksakan diri ke klinik mata suasta, setelah diperiksa ternyata ukuran kacamata berubah, setelah memakai kacamata baru penglihatan pasien membaik. Pasien juga mendapatkan 1 macam obat tetes (pasien tidak tahu namanya)

5 bulan yang lalu penderita mengeluhkan penglihatan mata kanan kabur lagi, tetap kabur walaupun memakai kacamatanya (1 bulan sebelumnya masih jelas), tidak melihat dobel, mata tidak merah, kabur secara perlahan-lahan, penglihatan berkabut, cekot-cekot ringan pada mata yang hilang timbul, pasien merasa seperti melihat kedalam terowongan, kedua mata silau jika melihat cahaya. Pasien juga mengaku melihat pelangi disekitar lampu yang menyala, namun pasien tidak pernah melihat bintik-bintik hitam atau bayangan kecil seperti nyamuk berterbangan. Penglihatan mata kiri baik, tidak ada keluhan. 1 bulan yg lalu penderita mulai mengeluhkan penglihatan mata kanan sangat kabur (hanya dapat membedakan terang dan gelap) bila tidak memakai kacamatanya. Bila memakai kacamata penglihatan mata kanan tetap kabur tetapi dapat melihat bayangan orang yg lewat di dekatnya namun bayangan tersebut hanya terlihat setengah (bagian atas saja), mata tidak merah, cekot-cekot ringan pada mata yg hilang timbul. Pasien juga mengaku melihat pelangi disekitar lampu yang menyala, namun pasien tidak pernah melihat bintik-bintik hitam atau bayangan kecil seperti nyamuk berterbangan. Penglihatan mata kiri baik, tidak ada keluhan.

Karena penglihatan mata kanannya yang sangat kabur mulai 1 bulan yang lalu tersebut, penderita memeriksakan diri ke poli mata RSUD dr. Soebandi. Saat memeriksakan diri pasien datang sendiri, tidak dituntun jalannya karena penglihatan mata kirinya masih jelas . Belakangan pasien juga mengeluhkan matanya sering keluar air dan terasa gatal sehingga sering di kucek oleh penderita.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Hipertensi: disangkal, diabetes melitus: disangkal, Riwayat trauma: disangkal Riwayat penggunaan kacamata: mulai 4 tahun yg lalu kacamata baca +2.00 dioptri, mulai 6 bulan yg lalu kacamata jauh-dekat OD S -3.00 D &

OS S -0,75 D addisi +3.00 D

Riwayat Penggunaan Obat :


6 bulan yang lalu: obat tetes mata dari poli mata 1 macam (pasien tidak tahu namanya)

Status Generalis Keadaan umum: baik komposmentis Vital sign: TD: 110/70 mmHg RR: 20 x/menit Status Oftalmologi

Kesadaran:

N: 80 x/menit t : 37,2oC

Status ophtalmologi
OD
1. Visus

OS
6/10 6/7,5 (dengan koreksi kacamata -0,75 D) dbn dbn jernih di tengah arcus senilis di tepi cukup dalam

1/300 dbn

PI: dari nasal gelap

2. palpebra 3. konjungtiva 4. kornea 5. BMD

hiperemis jernih di tengah arcus senilis di tepi cukup dalam

6. iris
7. pupil

coklat, dbn
reguler reflek pupil (-) diameter 4 mm

coklat, dbn
reguler reflek pupil (+) diameter 3 mm jernih

8. lensa

keruh

9. Iris shadow

(+)
dengan latar belakang jingga

(+)
merata dengan latar jingga

10. Fundus reflex bayangan bintik-bintik hitam merata bayangan bintik-bintik hitam belakang

Pemeriksaan Tambahan: FLOURESEN (+)

III. RESUME
Wanita 80 tahun, datang dengan keluhan mata kanan tidak dapat melihat sejak 1 bulan yang lalu. 6 bulan yg lalu penglihatan mata kanan & kiri kabur, mata tidak merah, penglihatan kabur perlahan, visus mata kiri > baik dari mata kanan, penglihatan mata kanan seperi berkabut, tidak jelas untuk melihat jauh, membaca dgn bantuan kacamata baca juga tidak jelas, diplopia (-), tunnel vision (-), nyeri (-), melihat halo (-), floater (-). Pasien memeriksakan diri ke klinik mata , ukuran kacamata berubah, setelah memakai kacamata baru penglihatan pasien membaik. 5 bulan yang lalu penderita mengelu penglihatan mata kanan kabur lagi, tetap kabur walaupun memakai kacamata (1 bulan sebelumnya masih jelas), diplopia (), mata tidak merah, kabur secara perlahan-lahan, penglihatan berkabut, mata nyeri ringan yg hilang timbul, tunnel vision (+), fotofobi (+), melihat halo (+), floater (). Penglihatan mata kiri baik, tidak ada keluhan.

1 bulan yg lalu penderita mulai mengeluh penglihatan mata kanan sangat kabur (hanya dapat

membedakan terang dan gelap) bila tidak memakai kacamata. Bila memakai kacamata penglihatan
mata kanan tetap kabur tetapi dapat melihat bayangan orang yg lewat di dekatnya namun bayangan hanya terlihat setengah (bagian atas saja), mata tidak merah, mata nyeri ringan pada yg hilang timbul, melihat halo (+), floater (-). Penglihatan mata kiri baik, tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan oftalmologi ditemukan:
OD
1.

OS 1/300 PI: dari nasal gelap 6/10 6/7,5 (dengan koreksi kacamata -0,75 D) jernih di tengah arcus senilis di tepi cukup dalam reguler reflek pupil (+) diameter 3 mm agak keruh (+) bayangan bintik-bintik hitam merata dengan latar belakang jingga

Visus

2. kornea 5. BMD 6. pupil

jernih di tengah arcus senilis di tepi cukup dalam reguler reflek pupil (+) diameter 4 mm

8. lensa 9. Iris shadow 10. Fundus reflex

agak keruh (+) bayangan bintik-bintik hitam merata dengan latar belakang jingga

IV. DIAGNOSIS ODS Glaukoma Kronik Simplek + Katarak imatur V. TERAPI Timolol Maleat 0,50% Eye Drops 2x sehari 1 tetes (ODS) Pilocarpin 2% Eye Drops 6x sehari 1 tetes (OD) Asetazolamide 3 x 250 mg

V. PLANNING OF ACTION POA Diagnosis :


Slit Lamp ODS Funduskopi ODS Gonioskopi Pemeriksaan Lapang Pandang

POA Terapi : Pemeriksaan slit lamp ODS untuk memeriksa tingkat kekeruhan pada lensa dan kondisi segmen anterior.

Jika pada pemeriksaan funduskopi ditemukan ekcavatio papil N. opticus berarti tekanan tinggi pada mata pasien telah bersifat ireversibel dan prognosis pasien tidak begitu baik Pemerikasaan gonioskopi dilakukun untuk memastikan kondisi Sudut BMD Prinsip terapi pemakaian obat-obatan seumur hidup. Disarankan bedah filtrasi untuk membuka jalan bagi pembuangan aquos humor. Tujuannya bukan untuk mengembalikan penglihatan pasien tapi bersifat paliatif dan mencegah kebutaan Sebelum dilakukan bedah filtrasi pasien diberi obat-obat untuk menurunkan TIO sebelum Operasi

Katarak yg terjadi pada kedua mata pasien masih imatur, pada mata kiri masih dapat dikoreksi dgn kacamata. Jika glaukoma pasien tidak diobati maka dapat berkembang menjadi glaukoma absolut yg menimbulkan kebutaan
Jika terdapat penyulit saat operasi, misalnya:
Prolaps vitreus vitrektomi Dislokasi lentis reposisi

Jika terdapat komplikasi post operasi, misalnya:


Infeksi intraokular antibiotik

Edukasi :
Menjelaskan Kepada Pasien :

Menjelaskan kepada pasien gangguan penglihatannya disebabkan karena tekanan dalam bola mata yg tinggi yg telah berlangsung lama tanpa disadari oleh pasien sehingga telah terjadi kerusakan saraf penglihatanya. Perlu dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan keadaan pembuangan cairan mata, serta untuk melihat kondisi yang lebih jelas dibagian belakang mata Pilihan terapi yang terbaik adalah operasi untuk membuka saluran pembuangan sehingga pasien tidak perlu meminum obat seumur hidup.

Terapi yg diberikan saat ini bertujuan menurunkan tekanan dalam bola mata sebelum operasi dilakukan. Operasi yg dapat dilakukan bukan untuk mengembalikan penglihatan pasien seperti normal,tapi bertujuan menurunkan progresifitas penurunan lapang pandang & penglihatan. Jika tekanan bola mata tetap tinggi, dapat terjadi kerusakan total pada saraf penglihatan (glaukoma absolut) yang menyebabkan kebutaan. Katarak yg terjadi pada kedua mata pasien masih imatur, pada mata kiri masih dapat dikoreksi dgn kacamata. Jika terdapat penyulit saat operasi, misalnya: Prolaps vitreus vitrektomi Dislokasi lentis reposisi

Jika terdapat komplikasi post operasi, misalnya:


Infeksi intraokular antibiotik

Rehabilitasi Koreksi visus OS kaca mata sesuai koreksi Rehabilitasi psikis pasien dengan konsultasi intensif