Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSANAAN

Tujuan utama penatalaksaan pneumotoraks spontan adalah evakuasi udara di dalam rongga pleura, memfasilitasi penyembuhan pleura dan mencegah terjadinya rekurensi secara efektif. Pilihan terapi meliputi, yaitu terapi oksigen, observasi, aspirasi sederhana dengan kateter vena, pemasangan tube, pleurodesis, torakoskopi single port, VAST dan torakotomi. 11,1 ,1! Pemilihan penatalaksanaan tergantung pada " tipe pneumotoraks spontan primer atau sekunder luas pneumotoraks gejala klinis, terjadinya kebocoran udara yang menetap #persistent air leak$ faktor risiko lain " jenis kelamin, pekerjaan, kebiasaan merokok, dll

Terapi oksigen Suplemen oksigen akan mempercepat absorbsi udara di rongga toraks sebanyak ! % dibandingkan dengan tanpa suplementasi oksigen.
1&

'ksigen akan mengurangi tekanan parsial nitrogen di dalam kapiler darah sekitar rongga pleura dan akan meningkatkan gradien tekanan parsial nitrogen. (al ini akan menyebabkan nitrogen ke dalam kapiler pembuluh darah di sekitar rongga pleura dan diikuti oleh gas lain. Suplementasi oksigen pada konsentrasi tinggi harus diberikan pada seluruh kasus pneumotoraks. 'bservasi #tanpa tindakan invasif$ )ila hubungan antara alveoli dan rongga pleura dihilangkan, maka udara di dalam rongga pleura akan diabsorbsi secara betahap. *ecepatan absorpsi antara berkisar 1,+, - dari volume hemitoraks setiap +! jam. 1. A//P membagi klinispenderita atas penderita dalam kondisi stabil, jika " laju napas 0 +! %1menit denyut jantung 2341+3 %1menit

tekanan darah normal saturasi oksigen 5 63 - #tanpa asupan oksigen$

setelah observasi penderita dapa dipulangkan dan datang kembali ke rumah sakit bila terdapat gejala klinik yang memberat. 'bservasi tidak dilakukan pada penderita denagan pekerjaan atau kondisi yang mengandungresio tinggi terjadinya rekurensi. (American College of Chest Physicians. Management of spontaneous pneumothorax An American College of Chest Physicians !elphi Consensus Ststement. Chest "##$ % $$& '&#()#"* Tindakan fisioterapi denagn pemberian penyinaran gelombang pendek pada pneumotoraks spontan kurang dari 3 -, secara bemakna meningkatkan
16

absorbsi udara dibandingkan dengan hanya observasi saja. Aspirasi sederhana dengan kateter vena

Aspirasi sederhana terutama direkomendasiksan pada terapi a7al penderita PSP pertama, karena memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi #&3 -$ dibandingkan bila dilakukan pada penderita PSS. Prosedur ini memiliki keuntungan antara lain morbidity yang minimal dan dapat dilakukan pada pasien ra7at jalan sehingga penderita dapat bekerja kembali serta relatif mudah dan murah. *elemahan prosedur ini apabila gagal maka perlu dilakukan pemasngan tube thoracostomy dan tidak mungkin mengurangi rekurensi. Pemasangan 8S9 Pemasangan 8S9 atau tube thoracostomy masih merupakan tindakan pertama sebelum penderita diajukan untuk tindakan yang lebih invasif seperti torakoskopi atau torakotomi. Pemasangan tube thoracostomy pada pneumotoraks teutama ditujukan pada penderita PSP yang gagal dengan tindakan aspirasi dan penderita PSS, sebelum menjalani tindakan torakoskopi atau torakotomi. Pada penderita PSP angka keberhasilan pemasangan tube thoracostomy lebih tinggi dibandingkan dengan PSS.

Penggunaan

suction

pada

sistem

drinase

tidak

banyak

memberikan

keuntunagn dalam mempercepat pengemabnagan paru, sehingga pada a7al pemasangan biasanya dihubungkan dengan katup satu arah atau dengan perangkat 8S9 tanpa suction, namun bila terjadi kebocoran udara tube thoracostomy dihubungkan dengan suction. *omplikasi pemasangan tube thoracostomy: malposisi ke fisura interlobar, organ lain seperti esophagus, pembuluh darah sentral dan jaringan subkutis pneomototaks berulang atau pembentukan cairan pneumotoraks kontralateral shok kardigenik karena kompresi ventrikel kanan kerusakan saraf seperti saraf interkostal, saraf diafragma edema paru reekspansi unilateral fistula bronkopleura perlengketan pleura dengan paru yang tidak mengembang perdarahan infeksi

Pleurodesis 9ilakukan terutama untuk mencegah rekurensi terutama penderita dengan risiko tinggi untuk terjadinya rekurensi. :at sklerosan yang ideal harus memenuhi beberapa kriteria " murah mudah didapat mudah dimanipulasi mudah disterilisasi mudah dipakai #pada saat tindakan torakosentesis$ aman

)ahan yang biasanya digunakan adalah tetrasiklin, minosklin, doksisklin, atau talk. )ahan terbaik dalam mengurangi rekurensi adalah talk. Torakoskopi

Tindakan torakoskopi untuk episode petama PSPmyang masih tertanagni denagn aspirasi masih menjadi perdebatan, karena pada dasarnya sekitar 2! - PSP tidak terjadi rekurensi pada pemasangan. Tindakan yang dilakukan adalah reseksi bula dan pleurodesis. Torakoskopi pada PSS harus dilakukan bila paru tidak mengembang setelah !.4&+ jam. Pada PSS komplikasi VATS lebih tinggi dibandingkan pada PSP. Torakotomi ;erupakan tindakan akhir apabila tindakan yang lain gagal. Tindakan ini memiliki angka rekurensi terendah yaitu kurang dari 1 - bila dilakukan pleurektomi dan +4, - bila dilakukan pleurodesis dengan abrasi mekanik.