Anda di halaman 1dari 2

Number of tasters

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55

Number of correct answers necessary to establish significant differentiation Probability level 5% 1% 0.1% 5 6 7 6 7 8 6 7 8 7 8 9 7 8 9 8 9 10 8 9 10 9 10 11 9 10 12 10 11 12 10 11 13 10 12 13 11 12 14 11 12 12 13 13 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 18 18 18 19 19 20 20 21 21 21 22 22 23 23 23 24 24 25 26 26 26 13 13 14 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 19 20 20 21 21 22 22 22 23 23 24 24 25 25 25 26 26 27 27 28 28 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 25 26 26 27 27 28 28 28 29 29 30 30

Number of tasters

57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 200 300 400 500 2000

Number of correct answers necessary to establish significant differentiation Probability level 5% 1% 0.1% 27 29 31 27 29 32 27 30 32 28 30 33 28 30 33 28 31 33 29 31 34 29 32 34 30 32 35 30 32 35 30 33 36 31 33 36 31 34 36 32 32 32 33 33 34 34 34 35 35 35 36 36 37 37 37 38 38 39 39 39 40 40 40 41 41 42 42 42 43 43 80 117 152 186 300 34 34 35 35 36 36 36 37 37 38 38 38 39 39 40 40 40 41 41 42 42 42 43 43 44 44 44 45 45 46 46 84 122 158 191 372 37 37 38 38 39 39 39 40 40 41 41 41 42 42 43 43 44 44 44 45 45 46 46 46 47 47 48 48 49 49 49 89 127 165 303 383

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari pengujian antara lain: 1. Motivasi Motivasi untuk memperoleh hasil pengujian yang berguna sangat bergantung pada terpeliharanya tingkat secara memuaskan, satu faktor penting yang dapat membantu tumbuhnya motivasi yang baik ialah dengan mengusahakan agar panelis merasa bertanggung jawab dan berkepentingan pada pengujian yang sedang dilakukan. Setelah pengujian selesai dilakukan dan telah diperoleh hasil analisis datanya, panelis diberitahu tentang hasil pengujian tersebut (Kartika, dkk., 1988). Memperoleh hasil pengujian yang berguna sangat tergantung pada terpeliharanya tingkat motivasi secara memuaskan. Kriteria motovasi yang baik tidaklah sangat spesifik, tetapi motivasi yang jelek ditandai dengan pengujian pengujian yang terburu-buru, melakukan pengujian semaunya, partisipasinya dalam pengujian tidak sepenuh hati (Kartika, dkk., 1988). 2. Sensitivitas fisiologis Untuk menjaga sensitivitas panelis berada pada suatu tingkatan yang diharapkan, perlu dilakukan pencegahan terhadap faktor-faktor yang dapat mencampuri fungsi indera teruatama perasa dan pembauan (Kartika, dkk., 1988). Menjaga sensitivitas panelis berada pada suatu tingkatan yang diharapkan, perlu dilakukan pencegahan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi indera terutama perasa dan pembauan. Beberapa ketentuan yang telah ditetapkan : a. Jangan melakukan pengujian dalam periode waktu 1 jam setelah makan b. Bila panelis seorang perokok, tunggulah selama 20 menit setelah dia selesai meroko, c. Jangan mempergunakan panelis yang sedang sakit terutama penyakit yang mengganggu fungsi indera d. Menyarankan agar panelis tidak makan bahan makanan yang pedas pada saat pengujian akan dilakukan e. Pada pengujian bau, jangan sampai panelis mempergunakan kosmetik seperti wangi-wangian atau lipstick. Perlu dipikirkan kepada panelis untuk mencuci tangan dengan sabun yang tidak mengandung wangi-wangian f. Pada pengujian rasam disarankan kepada panelis untuk berkumur dengan air tawar sebelum melakukan pengujian (Kartika, dkk., 1988). 3. Kesalahan psikologis Pada pengujian yang terutama dilakukan oleh panelis yang kurang paham dalam tipe pengujian dan bahan yang diuji sering terjadi kesalahan-kesalahan dalam cara penilaian. Ada beberapa macam kesalahan antara lain a. Tendesi sentral adalah kesalahan akibat panelis selalu memberikan nilai tengah pada skala nilai yang ada dan ragu-ragu member nilai tertinggi sehingga akan berefek semua sampel yang diuji hampir sama. Hal ini terjadi akibat panelis tidak mengenal metode pengujian dan produk yang dinilainya. Seorang panelis yang sudah berpengalaman sangat kecil kemungkinannya untuk membuat kesalahan seperti diatas (Kartika, dkk., 1988). b. Contrast effect Hal ini sering terjadi