Anda di halaman 1dari 22

RESPONSI KASUS

PEMBIMBING: DR.LUTFI ZEIN SP.M OLEH: ZAKIYAH ZULFA (07700246)


LAB/ SMF ILMU KESEHATAN MATA FK UWKS - RSD dr. Soebandi Jember

2012

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis kelamin Agama Pekerjaan Status Alamat No RM Tanggal Pmx : Tn.Sugito : 66 th : laki-laki : Islam : Pensiunan Guru : Menikah : Jl.Argopuro : 169940 : 18 juli 2012

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Mata kanan tidak dapat melihat sejak 3 bulan yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang :


OD: Pasien mengeluhkan pada mata kanan penglihatannya mulai kabur 2 tahun yang lalu lalu. Penglihatan pasien seperti tertutup kabut. Kabur terjadi secara perlahan-lahan.Mata kanan pasien tidak merah, tidak nyeri, tidak berair, tidak keluar kotoran berlebih, tidak mengganjal/ngeres, tidak melihat bintik-bintik hitam, pasien juga tidak melihat bayangan pelangi ketika melihat sinar lampu,tidak melihat seperti dalam terowongan, pasien bisa membedakan warna dengan baik. Mata kanan pasien menjadi bertambah kabur perlahan-lahan. Mata kanan pasien kabur terutama pada siang hari dan berkurang pada malam hari. Pasien merasa silau jika melihat sinar matahari.

1 tahun yang lalu pasien mengeluh pandangan mata kananya semakin kabur, 100 meter pasien sudah remang-remang, sehingga pasien mengeluh aktivitas pasien terganggu seperti pasien tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.kemudian pasien pergi ke dokter spesialis mata kemudian pasien diberi resep kacamata. 6 bulan yang lalu setelah menggunakan kacamata, pasien mengeluhkan tetap kabur biarpun menggunakan kacamata,tetapi pasien tetap menggunakan kacamata tersebut. 3 bulan yang lalu pasien mengeluhkan pandangan mata kanan nya semakin tidak keliatan,biarpun menggunakan kacamata, sehingga pasien mengunjungi poli mata RS.dr.soebandi . OS : pasien hanya mengeluhkan apabila kabur saat baca 3 bulan . yang lalu.

RPD: - Pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya. - Pasien tidak pernah terkena trauma pada mata. - Pasien menggunakan kacamata sejak 1 tahun yang lalu - HT (+), DM (-) RPO: - Pasien tidak pernah menggunakan obat tetes, - Pasien menggunakan obat-obat linu

RPK: - Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

STATUS OFTALMOLOGIS
Visus
Pinhole Palpebra Konjungtiva Kornea BMD Iris Pupil Lensa OD 1/300 LP +, PI : BSA (+) TDL dbn dbn Jernih, arcus senilis + Cukup dalam Warna coklat Reguler, RP (+) 3 mm Leukokoria (+) keruh total OS 6/60 TDL dbn dbn Jernih, arcus senilis + Cukup dalam Warna coklat Reguler, RP (+) 3mm leukorea (+), keruh sebagian

Pmx tambahan TIO

5,5/5,5 = 15,9 mmHg

5/5,5 = 17,3 mmHg

Pmx post midriasil: Visus Iris shadow Pupil Lensa FR OD 1/300 LP (+), PI: BSA (+) + Reguler, 8 mm Keruh total bayangan hitam tanpa orange OS 6/60 Reguler, 8 mm keruh sebagian + bayangan hitam dengan orange

RESUME

Seorang laki-laki usia 66 tahun datang dengan keluhan mata kanannya tidak bisa melihat sejak 3 bulan yang lalu. 2 tahun yang lalu pasien mengeluh mata kanannya semakin kabur, pandangannya diliputi oleh kabut atau asap. Biarpun dibantu dengan kacamata pandangan pasien tetap kabur.sejak 3 bulan yang lalu, apabila pasien tidak menggunakan kacamata , mata kananya pasien sudah tidak bisa melihat dan biarpun menggunakan kacamata, jaraknya < 1meter. Pasien menyangkal kalau keluarga mempunyai penyakit sama.HT(+), DM(-), riwayat tauma (-), penggunaan kacamata sejak 1 tahun yang lalu.

Pada status oftalmologi didapatkan :

OD visus 1/300 PI=BSA, terdapat cincin abu-abu pada kornea, lensa keruh. Post midriasil visus 1/300 PI=BSA, lensa keruh keseluruhan, iris shadow -, fundus refleks -. OS visus 6/60, terdapat cincin abu-abu pada kornea, lensa keruh , leukokorea +, post midriasil visus 6/60, lensa keruh sebagian, iris shadow +, fundus refleks + banyangan hitam dengan dasar oranye.

DIAGNOSIS
Dx : Dx primer: OD katarak senilis matur OS katarak senilis imatur Dx sekunder: HT grade II DD: Katarak komplikata Retinopati hipertensi Senil macula degenerasi

TERAPI

Pro OD ECCE + IOL dengan Lokal Anestesi

PROGNOSIS
Dubia ad bonam

PLANNING OF ACTION (P.O.A)

Diagnosis

Slit lamp ODS Funduskopi ODS (Funduskopi OD pre + post op, Funduskopi OS post op) Konsul jantung

Terapi :

Pemeriksaan slit lamp ODS untuk melihat segmen anterior, kekeruhan lensa, & letak kekeruhan. Jika pada pemeriksaan slit lamp ODS didapatkan kekeruhan lensa yang nyata, maka dapat dilakukan operasi ekstraksi katarak. Konsul jantung dan anestesi.
Funduskopi untuk melihat segmen posterior. Jika pada pemeriksaan funduskopi ODS (pre/post op) didapatkan kelainan retina atau ditemukan Senile Macular Degeneration (SMD) maka dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut. Bila didapatkan Angiospasme atau sklerosis vaskuler maka konsul ahli jantung dan pembuluh darah untuk kontrol tensi.

Bila pada saat operasi terdapat penyulit, misal prolaps iris maka diterapi reposisi, prolaps vitreus diterapi vitrektomi. Bila terjadi komplikasi setelah operasi, maka diterapi sesuai komplikasi. Misal komplikasi : Prolaps iris, hifema, uveitis, glaukoma sekunder, endoftalmitis, edema kornea, luka operasi terbuka, sisa massa lensa, robeknya kapsul posterior, prolaps vitreus, ablasio retina.

Prolaps iris Iridektomi Hifema Bed rest, elevasi kepala 30, penenang, kompres dingin, antifibrinolitik. Ablasio retina operasi

Edukasi :
-

Menjelaskan pd px bahwa mata kanan px tidak bisa melihat karena terjadi kekeruhan lensa mata (katarak). Untuk melihat seberapa berat kekeruhan lensa itu atau ada penyakit lain yang menyertainya perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lain. Katarak pada mata sebelah kana sudah lanjut dan sudah terdapat gangguan penglihatan. Sedangkan pada mata kiri hanya perlu kacamata baca. Untuk memperbaiki fungsi penglihatan mata kanan jalan satu-satunya adalah dengan operasi.

Operasi yang dilakukan adalah dengan pengangkatan lensa, dan untuk memperbaiki tajam penglihatan perlu ditanam lensa atau memakai kacamata tebal. Apabila stlh op penglihatannya tidak membaik, dimungkinkan karena adanya kelainan di belakang lensa seperti retinopati. Operasi bisa meninggalkan komplikasi memerlukan penanganan lebih lanjut. dsb yg

Apabila pada pemeriksaan ditemukan kelainan mata akibat tensinya, maka pasien harus kontrol ke spesialis jantung untuk mendapatkan pengobatan.

Rehabilitasi :

Jika pasien menghendaki dapat diberikan kacamata dengan Add + 3.00 dioptri.