Anda di halaman 1dari 10

Laporan Pratikum Instrumentasi dan Kontrol I

Dosen Pembimbing Drs.Syamsu Herman,MT

PENGUKURAN KONDUKTIVITAS

Kelompok Nama Kelompok

: VII (tujuh) : 1.Alim Kurniawan (1107036533) 2. Hafizoh Ramadani (1107021323) 3. Ivan Sidabuta (1107035727)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA LABORATORIUM TEKNOLOGI PRODUK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU 2013

Abstrak Konduktivitas didefinisikan sebagai kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. Pengukuran konduktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan arus listrik yang dialiarkan pada dua elektroda yang dicelupkan kedalam air/larutan kimia, dan tegangan yang dihasilkan diukur. Metodologi percobaan yang dilakukan yaitu menggunakan alat konduktometer pada larutan NaOH dan HCl. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar pengukuran dengan menggunakan konduktometer dan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap konduktivitas suatu larutan. Parameter utama yang dipelajari dalam percobaan ini adalah dengan menvariasikan konsentrasi larutan: 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Hasil yang didapatkan adalah pada variasi kenaikan konsentrasi larutan NaOH didapatkan nilai konduktivitas yang semakin meningkat, sedangkan pada larutan HCl didapatkan nilai konduktivitas semaki kecil.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Tujuan 1. Mempelajari dasar-dasar pengukuran dengan menggunakan konduktometer 2. Mempelajari pengaruh perubahan konsentrasi terhadap konduktivitas suatu larutan 1.2. Dasar Teori Konduktivitas didefinisikan sebagai kemampuan suatu bahan (larutan, gas, atau logam) untuk menghantarkan arus listrik. Dalam suatu larutan, arus listrik dibawa oleh kation-kation dan anion-anion, sedangkan dalam logam arus listrik dibawa oleh elekton-elektron. Konduktivitas suatu larutan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: 1. Konsentrasi 2. Pergerakan ion-ion 3. Valensi ion 4. Suhu 1.2.1. Pengaruh Konsentrasi dan Suhu Setiap unsur/senyawa kimia mempunyai derajat konduktivitas yang berbeda. Air murni mempunyai konduktivitas yang sangat rendah dan beberapa senyawa/unsur kimia yang terlarut dalam air dapat meningkatkan konduktivitas air. Pada umumnya peningkatan konsentrasi zat kimia dalam suatu larutan akan meningkatkan konduktivitas. Perubahan suhu suatu larutan juga mempengaruhi konduktivitasnya, kenaikan suhu akan meningkatkan pergerakan ion-ion dalam larutan, sehingga konduktivitas larutan meningkat. Temperatur juga berhubungan secara linier dengan konduktivitas, peningkatan konduktivitas akibat kenaikan tamperatur dapat dinyatakan dalam persen per derajat Celsius (slope). Air murni mempunyai slope yang relatif besar yaitu 5,2 %/0C. Air pada umumnya mempunyai slope antara 1,8 2 %/0C, larutan garam, asam, atau alkali mempunyai slope sekitar 1,5 %/0C. 1.2.2. Aplikasi Pengukuran Konduktivitas Pengukuran konduktivitas dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan kimia atau elektrolit seperti larutan NaCl, HCl, H2SO4, dan NaOH. Pengukuran konduktivitas secara luas digunakan dalam industri pengolahan air,

pengolahan air limbah industri untuk menentukan tingkat kontaminasi air dan lainlain. 1.2.3. Satuan Konduktivitas Hantaran listik (conductance) merupakan kebalikan dari tahanan, bila tahanan mempunyai satuan dasar ohm, maka satuan dasar hantaran adalah mho atau biasa ditulis dengan siemen (S). Konduktivitas adalah hantaran spesifik yang dinyatakan dengan satuan siemen/cm, pada pengukuran konduktivitas air dan larutan-larutan kimia umumnya digunakan satuan S/cm dan mS/cm. 1.2.4. Alat Ukur Konduktivitas (conductivity meter) Pengukuran konduktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan arus listrik yang dialiarkan pada dua elektroda yang dicelupkan kedalam air/larutan kimia, dan mengukur tegangan yang dihasilkan. Selama proses ini, kation berpindah ke elektroda negatif, dan anion berpindah ke elektroda positif, sedangkan larutan bertindak sebagai penghantar listrik. Beberapa jenis khusus alat konduktivitimeter menggunakan arus listrik bolak-balik(AC) pada frekwensi optimal dengan dua elektroda aktif dan mengukur beda tegangan yang dihasilkan suatu larutan. Kuat arus dan beda tegangan digunakan untuk menghitung hantaran listrik. Coductance = l/V Konduktivitimeter kemudian menggunakan conductance dan cell constant untuk menampilkan nilai konduktivitas. Conductivity = Cell Constan x Conductance

BAB II METODOLOGI PERCOBAAN

2.1. Alat dan Bahan Alat: 1. Konduktivitimeter 2. Gelas kimia 3. Gelas Ukur Bahan : 1. Aquadest 2. HCl 3. NaOH 2.2 Cara Kerja a. Larutan NaOH 1% dibuat dengan melarutkan 10 gr NaOH dalam 100ml aquades. b. Elektroda dari konduktometer dicelupkan kedalam larutan. c. Konduktivitas yang ditunjukkan konduktometer kemudian dicatat. d. Lakukan kembali percobaan dengan konsentrasi larutan : , 2%, 3%, 4% dan 5%. e. Pada percobaan kedua, dilakukan pembuatan larutan HCl 1% yaitu dengan melarutkan 10 ml HCl pada 100 ml aquades. f. Elektroda konduktivitimeter dicelupkan pada larutan HCl sampai nilai konduktivitas yang didapatkan konstan. g. Dilakukan pencatatan nilai konduktivitas larutan. h. Dilakukan pengulangan pada konsentrasi larutan: 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN Percobaan pengukuran konduktivitas dilakukan menggunakan variasi konsentrasi larutan NaOH yaitu: 1%, 2%, 3%, 4 %, dan 5%. Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapatkan data konduktivitas larutan NaOH seperti pada Tabel 3.1 Tabel 3.1 Hubungan Konsentrasi NaCl Terhadap Konduktivitas Larutan
No 1 2 3 4 5 Konsentrasi NaCl (%) 1 2 3 4 5 Konduktivitas NaCl (mV) 0,37 0,26 0,2 0,15 0,1

Percobaan dilakukan pada larutan yang berbeda yaitu pengukuran konduktivitas pada larutan NaCl. Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui daya hantar suatu larutan dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Dari pengukuran larutan NaCl dengan variasi konsentrasi: 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Didapatkan data seperti pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Hubungan Konsentrasi NaCl Terhadap Konduktivitas Larutan
No 1 2 3 4 5 Konsentrasi NaOH(%) 1 2 3 4 5 Konduktivitas NaOH(mV) 0,38 0,32 0,29 0,24 0,28

Pengukuran konduktivitas dilakukan menggunakan alat konduktivimeter yang telah dikalibrasi ulang menggunakan aquades. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui daya hantar suatu larutan pada konsentrasi yang berbeda-beda. Berdasarkan data hasil percobaan didapatkan semakin meningkat konsentrasi larutan yang diigunakan maka konduktivitas yang didapatkan semakin besar. Kemungkinan penyebap kenaikan konduktivitas adalah pada konsentrasi larutan yang semakin tinggi terdapat ion H+, sehingga semakin banyak kontak antara ion H+ dengan katoda pada alat konduktivitimeter. Apabila semakin banyak muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak arus listrik yang dihantarkan hal ini tentunya akan menyebabkan nilai daya hantar listrik suatu larutan akan semakin besar. Begitupun sebaliknya dengan larutan yang

memiliki konsentrasi rendah, maka semakin sedikit muatan-muatan yang ada pada larutan, maka semakin kecil daya hantar listrik suatu larutannya (Himka, 2013). Dari hasil yang didapatkan pada percobaan, hasil tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa peningkatan konsentrasi zat kimia dalam suatu larutan akan meningkatkan konduktivitas (Hartono, 2008).

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan a. Peningkatan konsentrasi suatu larutan akan meningkatkan pergerakan ion-ion dalam suatu larutan. b. Semakin besar konsentrasi suatu larutan maka semakin kecil nilai konduktivitas yang dihasilkan. 4.2 Saran Dalam pengenceran larutan sebaiknya dilakukan diruang asam karena larutan yang digunakan merupakan senyawa yang berbahaya.

DAFTAR PUSTAKA Tim penulis penuntun praktikum. 2010. Penuntun Praktikum Instrumentasi dan Kontrol I Pekanbaru : Laboratorium Instruksional Dasar Proses & Operasi Pabrik: Jurusan Teknik Kimia Universitas Riau.

LAMPIRAN Perhitungan pengenceran larutan H2S04 Larutan H2S04 yang tersedia adalah larutan dengan konsentrasi 96%, 1. Pembuatan larutan H2SO4 5 % V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 0.96 = 100 ml x 0.05 V1 = = 5.2 ml H2SO4 yang dilarutkan menjadi 100 ml 2. Pembuatan larutan H2SO4 10 % V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 0.96 = 100 ml x 0.1 V1 = = 10.42 ml H2SO4 yang dilarutkan menjadi 100 ml 3. Pembuatan larutan H2SO4 15 % V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 0.96 = 100 ml x 0.15 V1 = = 15.62 ml H2SO4 yang dilarutkan menjadi 100 ml 4. Pembuatan larutan H2SO4 20 % V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 0.96 = 100 ml x 0.2 V1 = = 20.83 ml H2SO4 yang dilarutkan menjadi 100 ml 5. Pembuatan larutan H2SO4 25 % V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 0.96 = 100 ml x 0.25 V1 = = 26.04 ml H2SO4 yang dilarutkan menjadi 100ml