Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL DI RUANG BEDAH F RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.

SOETOMO SURABAYA PERIODE TANGGAL : 8 APRIL 2002 S/D 12 APRIL 2002

OLEH : S U B H A N NIM 010030170 B

PROGRAM PROFESI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2002

TIN AUAN PUSTAKA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL ANATOMI DAN FISIOLOGI Sistem muskuloskeletal meliputi tulang, sendi, otot dan jaringan konektif yang berhubungan (kartilago, tendon dan ligamen). SISTEM RANGKA Dipelihara oleh Sistem Haversian yaitu sistem yang berupa rongga yang di tengahnya terdapat pembuluh darah. erjadi proses pembentukan jaringan tulang baru dan reabsorpsi jaringan tulang yang telah rusak. FUNGSI TULANG !. "enyokong memberikan bentuk #. "elindungi organ vital. $. "embantu pergerakan. %. "emproduksi sel darah merah pada sumsum. &. 'enyimpanan garam mineral. PEMBAGIAN TULANG !. ulang a(ial ( tulang pada kepala dan badan) Seperti ) tl. tengkorak, tl. vertebrae, tl. rusuk dan sternum. #. ulang appendi*ular (tulang tangan dan kaki) Seperti ) e(tremitas atas (s*apula, klavikula, humerus, ulna, radius, telapak tangan), e(tremitas ba+ah (pelvis, femur, patela, tibia, fibula, telapak kaki) HISTOLOGI TULANG ,da # tipe tulang ) a. -ompaktum . kuat, tebal, padat. b. -ankellous . lebih kopong, renggang Di antara lapisan tersebut terdapat ruang ke*il . la*una /airan yang mengisi 0steo*yte 0steo*yte adalah sel pembentuk tulang. 0steoblast (sel pembentuk) dan osteo*last (reabsorbsi tulang). Suplai darah pada tulang didapat dari arteriole sepanjang kanal Haversin. ulang juga dipersyarafi oleh syaraf1syaraf.

KLASIFIKASI TULANG BERDASARKAN BENTUKNYA !. ulang panjang (tl. humerus, radius), mengandung epifisis, kartilago artikular, diafisis, periosteum dan rongga medular. 2pifisis ) erletak di pangkal tulang panjang. 'ada bagian ini otot berhubungan dengan tulang dan membuat sendi menjadi stabil. -artilage artikular ) "embungkus pangkal tulang panjang dan membuat permukaan tulang panjang menjadi halus. Diafisis ) 3agian tulang panjang yang utama memberikan struktural pada tubuh. "etafisis ) 3agian tulang yang mengembang di antara epifisis dan diafisis. 'eriosteum ) 4aringan konektif fibrosa yang membungkus tulang. 5. medular ) erletak di tengah1tengah diafisis.

#. $. %.

ulang pendek seperti karpal, tarsal ulang pipih, melindungi organ tubuh dan sebagai tempat melekatnya otot. ulang sesamoid, bentuknya ke*il, melingkar, berhubungan dengan sendi dan melindungi tendon, seperti patela.

SISTEM ARTIKULAR ,rtikulasi6persendian ) hubungan antara dua tulang atau lebih. 7amun tidak semua persendian dapat melakukan pergerakan ) !) Synarthrosis ) 1 Sendi yang tidak dapat melakukan pergerakan sama sekali #) ,mphiarthrosis ) 1 Sendi dengan pergerakan sedikit6terbatas, seperti tl. simphisis pubis $) Diarthrosis ( Sendi Sinovial ) 1 Sendi dapat bergerak bebas. 1 Sendi ini mengandung ) a. 5ongga artikular (ruang dengan membran sinovial, memproduksi *airan sinovial untuk meli*inkan sendi) b. 8igamen *. -artilago 1 Sendi ini dapat melakukan gerakan ) a. 'rotraksi (gerakan bagian tubuh ke arah depan6maju seperti pergerakan mandibula) b. 9leksi6ekstensi dll. SISTEM MUSKULAR %:1&: ; 33 manusia. 'ergerakan terjadi karena adanya kontraksi. ipe1tipe otot ) !) 0tot jantung #) 0tot polos $) 0tot lurik atau rangka. KARTILAGE -artilage adalah jaringan konektif yang tebal yang dapat menahan tekanan. -artilage umum terdapat pada tulang embrio <mumnya kartilage ini berubah se*ara bertahap menjadi tulang dengan proses ossifikasi tetapi beberapa kartilage tidak berubah setelah de+asa.. LIGAMEN DAN TENDON 8igamen dan tendon tersusun dari jaringan konektif fibrosa yang tebal, mengandung serabut kolagen dalam jumlah yang sangat besar. endon menghubungkan otot ke tulang. endon merupakan perpanjangan dari pembungkus otot yang berhubungan langsung dengan periosteum. 8igamen menghubungkan tulang dan sendi dan memberikan kestabilan pada saat pergerakan.

FRAKTUR DEFINISI : Hilangnya kesinambungan substansi tulang dengan atau tanpa pergeseran fragmen1fragmen fraktur. erputusnya hubungan6kontinuitas jaringan tulang. SEBAB : a. rauma ) 8angsung (ke*elakaan lalulintas) idak langsung (jatuh dari ketinggian dengan posisi berdiri6duduk sehingga terjadi fraktur tulang belakang ) b. 'atologis ) "etastase dari tulang *. Degenerasi d. Spontan ) erjadi tarikan otot yang sangat kuat. ENIS FRAKTUR a. "enurut jumlah garis fraktur ) Simple fraktur (terdapat satu garis fraktur) "ultiple fraktur (terdapat lebih dari satu garis fraktur) /omminutive fraktur (banyak garis fraktur6fragmen ke*il yang lepas) b. "enurut luas garis fraktur ) 9raktur inkomplit (tulang tidak terpotong se*ara langsung) 9raktur komplit (tulang terpotong se*ara total) Hair line fraktur (garis fraktur hampir tidak tampak sehingga tidak ada perubahan bentuk tulang) *. "enurut bentuk fragmen ) 9raktur transversal (bentuk fragmen melintang) 9raktur obligue (bentuk fragmen miring) 9raktur spiral (bentuk fragmen melingkar) d. "enurut hubungan antara fragmen dengan dunia luar ) 9raktur terbuka (fragmen tulang menembus kulit), terbagi $ ) =. 'e*ahan tulang menembus kulit, kerusakan jaringan sedikit, kontaminasi ringan, luka >! *m. ==. -erusakan jaringan sedang, resiko infeksi lebih besar, luka ?! *m. ===. 8uka besar sampai @ A *m, kehan*uran otot, kerusakan neurovaskuler, kontaminasi besar. 9raktur tertutup (fragmen tulang tidak berhubungan dengan dunia luar) TANDA KLASIK FRAKTUR !. 7yeri #. Deformitas $. -repitasi %. 3engkak &. 'eningkatan temperatur lokal B. 'ergerakan abnormal C. 2**hymosis A. -ehilangan fungsi D. -emungkinan lain.

PATOFISIOLOGI 9raktur E 'eriosteum, pembuluh darah di kortek dan jaringan sekitarnya rusak E 'erdarahan -erusakan jaringan di ujung tulang E erbentuk hematom di *anal medula E 4aringan mengalami nekrosis E 7ekrosis merangsang terjadinya peradangan, ditandai ) !. Fasodilatasi #. 'engeluaran plasma $. =nfiltrasi sel darah putih TAHAP PENYEMBUHAN TULANG !. Haematom ) Dalam #% jam mulai pembekuan darah dan haematom Setelah #% jam suplay darah ke ujung fraktur meningkat Haematom ini mengelilingi fraktur dan tidak diabsorbsi selama penyembuhan tapi berubah dan berkembang menjadi granulasi. #. $. %. &. 'roliferasi sel ) Sel1sel dari lapisan dalam periosteum berproliferasi pada sekitar fraktur Sel ini menjadi prekusor dari osteoblast, osteogenesis berlangsung terus, lapisan fibrosa periosteum melebihi tulang. 3eberapa hari di periosteum meningkat dengan fase granulasi membentuk *ollar di ujung fraktur. 'embentukan *allus ) Dalam B1!: hari setelah fraktur, jaringan granulasi berubah dan terbentuk *allus. erbentuk kartilago dan matrik tulang berasal dari pembentukan *allus. /allus menganyam massa tulang dan kartilago sehingga diameter tulang melebihi normal. Hal ini melindungi fragmen tulang tapi tidak memberikan kekuatan, sementara itu terus meluas melebihi garis fraktur. 0ssifi*ation /allus yang menetap menjadi tulang kaku karena adanya penumpukan garam kalsium dan bersatu di ujung tulang. 'roses ossifikasi dimulai dari *allus bagian luar, kemudian bagian dalam dan berakhir pada bagian tengah 'roses ini terjadi selama $1!: minggu. /onsolidasi dan 5emodelling erbentuk tulang yang berasal dari *allus dibentuk dari aktivitas osteoblast dan osteoklast. 5

KOMPLIKASI 1. Sho*k -erusakan organ -erusakan saraf 2mboli lemak 2. 3. Stffnes (kaku sendi) Degenerasi sendi 'enyembuhan tulang terganggu ) o "al union o 7on union o Delayed union o /ross union /edera arteri /edera kulit dan jaringan /edera partement syndrom.

U!"! :

D#$#:

L%$&"' :

TATA LAKSANA !. 5eduksi untuk memperbaiki kesegarisan tulang (menarik). #. =mmobilisasi untuk mempertahankan posisi reduksi, memfasilitasi union ) 2ksternal . gips, traksi =nternal . nail dan plate $. 5ehabilitasi, mengembalikan ke fungsi semula. ASUHAN KEPERAWATAN !. 5i+ayat perjalanan penyakit. #. 5i+ayat pengobatan sebelumnya. $. 'ertolongan pertama yang dilakukan %. 'emeriksaan fisik ) =dentifikasi fraktur =nspeksi 'alpasi (bengkak, krepitasi, nadi, dingin) 0bservasi spasme otot. &. 'emeriksaan diagnostik ) 8aboratorium (H/t, Hb, 8eukosit, 82D) 5G / 1S*an B. 0bat1obatan ) golongan antibiotika gram (H) dan gram (1) 'enyakit yang dapat memperberat dan mempermudah terjadinya fraktur ) a. 0steomyelitis a*ut b. 0steomyelitis kronik *. 0steomala*ia

d. 0steoporosis e. Iout f. 5hematoid arthritis PENGKA IAN SISTEM MUSKULOSKELETAL DATA SUBYEKTIF Data biografi ,danya nyeri, kekakuan, kram, sakit pinggang, kemerahan, pembengkakan, deformitas, 50", gangguan sensasi. /ara 'J5S ) o 'rovikatif (penyebab) o Juality (bagaimana rasanya, kelihatannya) o 5egion6radiation (dimana dan apakah menyebar) o Severity (apakah mengganggu aktivitas sehari1hari) o iming (kapan mulainya) 'engkajian pada sistem lain o 5i+ayat sistem muskuloskeletal, tanyakan juga tentang ri+ayat kesehatan masa lalu. o 5i+ayat dira+at di 5S o 5i+ayat keluarga, diet. o ,ktivitas sehari1hari, jenis pekerjaan, jenis alas kaki yang digunakan o 'ermasalahan dapat saja baru diketahui setelah klien ganti baju, membuka kran dll.

DATA OBYEKTIF =nspeksi dan palpasi 50" dan kekuatan otot 3andingakan dengan sisi lainnya. 'engukuran kekuatan otot (:1&) Duduk, berdiri dan berjalan ke*uali ada kontra indikasi. -yposis, s*oliosis, lordosis. PROSEDUR DIAGNOSTIK !. K1ray dan radiography #. ,rthrogram (mendiagnosa trauma pada kapsul di persendian atau ligamen). ,nestesi lokal sebelum dimasukkan *airan kontras6udara ke daerah yang akan diperiksa. $. 8amnograph (untuk mengetahui lokasi yang mengalami destruksi atau mengevaluasi bone graf). %. S*anograph (mengetahui panjang dari tulang panjang, sering dilakukan pada anak1anak sebelum operasi epifisis). &. 3one s*anning (*airan radioisotop dimasukkan melalui vena, sering dilakukan pada tumor ganas, osteomyelitis dan fraktur). B. "5= C. ,rthros*opy (tindakan peneropongan di daerah sendi) A. ,rthro*entesis (metode pengambilan *airan sinovial) MASALAH(MASALAH YANG UMUM TER ADI !. Iangguan dalam melakukan ambulasi. 3erdampak luas pada aspek psikososial klien. -lien membutuhkan imobilisasi . menyebabkan spasme otot dan kekakuan sendi 'erlu dilakukan 50" untuk menguragi komplikasi )

1 1 1 1

-aki (fleksi, inverse, eversi, rotasi) 'inggul (abduksi, adduksi, fleksi, ekstensi, rotasi) 8utut (ekstensi) 4ari1jari kaki (ektensi, fleksi)

#. 7yeriL tindakan kepera+atan ) "erubah posisi pasien -ompres hangat, dingin 'emijatan "enguragi penekanan dan support so*ial ,pabila nyeri di sendi, perlu dikaji ) 1 -ejadian sebelum terjadinya nyeri 1 Derajat nyeri pada saat nyeri pertama timbul 1 'enyebaran nyeri 1 8amanya nyeri 1 =ntensitas nyeri, apakah menyertai pergerakan 1 Sumber nyeri 1 Hal1hal yang dapat mengurangi nyeri.

$. Spasme otot Spasme otot (kram6kontraksi otot involunter) Spasme otot dapat disebabkan iskemi jaringan dan hipoksia. indakan kepera+atan ) a. 5ubah posisi b. 8etakkan guling ke*il di ba+ah pergelangan kaki dan lutut *. 3erikan ruangan yang *ukup hangat d. Hindari pemberian obat sedasi berat . dapat menurunkan aktivitas pergerakan selama tidur e. 3eri latihan aktif dan pasif sesuai program

INTERVENSI !. =stirahat =stirahat adalah intervensi utama "embantu proses penyembuhan pembengkakan dan nyeri. 'emasangan bidai6gips. #.

dan

meminimalkan

inflamasi,

-ompres hangat 5endam air hangat6kantung karet hangat Diikuti dengan latihan pergerakan6pemijatan Dampak fisiologis dari kompres hangat adalah ) o 'erlunakan jaringan fibrosa o "embuat relaks otot dan tubuh o "enurunkan atau menghilangkan nyeri o "eningkatkan suplai darah6melan*arkan aliran darah. -ompres dingin "etoda tidak langsung seperti *old pa*k Dampak fisiologis adalah vasokonstriksi dan penerunan metaboli*

$.

"embantu mengontrol perdarahan dan pembengkakan karena trauma 7yeri dapat berkurang, dapat menurunkan aktivitas ujung saraf pada otot Harus hati1hati, dapat menyebabkan jaringan kulit nekrosis idak sampai ? $: menit.

TRAKSI PRINSIP PEMASANGAN TRAKSI !. ali utama dipasang di pin rangka sehingga menimbulkan gaya tarik. #. 3erat ekstremitas dengan alat penyokong harus seimbang dengan pemberat agar reduksi dapat dipertahankan. $. 'ada tulang1tulang yang menonjol sebaiknya diberi lapisan khusus. %. raksi dapat bergerak bebas melalui katrol. &. 'emberat harus *ukup tinggi di atas permukaan lantai. B. raksi yang dipasang harus baik dan terasa nyaman. KEUNTUNGAN PEMAKAIAN TRAKSI !. "enurunkan nyeri spasme #. "engoreksi dan men*egah deformitas $. "engimobilisasi sendi yang sakit KERUGIAN PEMAKAIAN TRAKSI !. 'era+atan 5S lebih lama #. "obilisasi terbatas $. 'enggunaan alat1alat lebih banyak. BEBAN TRAKSI !. De+asa M & 1 C -g #. ,nak M !6!$ ( 33 MA)AM(MA)AM PEMAKAIAN TRAKSI !. raksi kulit6skin traksi 'enarikan tulang yang patah melalui kulit dengan menggunakan skin traksi, plester 2(. ) traksi 3u*k, traksi 3ryant. #. raksi tulang6traksi skeletal 'enarikan tulang yang mengalami fraktur melalui tulang 2(. ) traksi 5ussel

ENIS TRAKSI !. raksi kulit 3u*kNs raksi yang paling sederhana dan dipasang untuk jangka +aktu yang pendek. =ndikasi ) o <ntuk mengistirahatkan sendi lutut pas*a trauma sebelum dioperasi o Digunakan pada anak. -omplikasi ) o 'erban elastis dapat mengganggu sirkulasi o imbul alergi kulit o Dapat timbul ulserasi akibat tekanan pada maleolus o 'ada lansia, traksi yang berlebihan dapat merusak kulit yang rapuh.

#.

raksi 5ussellNs "odifikasi dari traksi 3u*kNs Digunakan untuk fraktur lutut Digunakan pada orang de+asa -omplikasi )

10

o 'erlu bedrest . de*ubitus, pneumoni o 'enderita bergerak, beban turun . traksi tidak adekuat o =nfeksi $. /ervi*al traksi Digunakan pada fraktur *ervi*al, ma(illaries, *lavi*ula 3eban %1B pounds -omplikasi ) o Dapat terjadi gangguan integritas kulit o ,lergi o -lien tidak nyaman dan melelahkan

%. 'elvi* traksi Digunakan pada dislokasi dan fraktur pelvis, fraktur tulang belakang DETEKSI DINI KOMPLIKASI Oang mungkin terjadi pada fraktur !. 2mboli paru, gejala ) o 7yeri dada o Dispnea o 7adi *epat dan lemah #. 2mboli lemak . ss. ulang dan kerusakan jaringan E system pernapasan E 1 perubahan status mental 1 ta*y*ardi Ianggren . infeksi anaerob . bakteri /lostridium +el*hii Iejala ) gg. mental, demam, DE, 55 P

$.

11

GIPS INDIKASI !. =mmobilisasi dan penyangga fraktur #. Stabilisasi dan istirahatkan $. -oreksi deformitas %. "engurangi aktivitas pada pada daerah yang terinfeksi &. "embuat *etakan tubuh orthotik Iips yang ideal adalah dapat membungkus tubuh sesuai dengan bentuk tubuh. 'enggunaan gips sesudah operasi lebih memungkinkan klien untuk mobilisasi dari pada pasien ditraksi.

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PEMASANGAN GIPS !. Iips yang pas tidak akan menyebabkan perlukaan #. Iips patah tidak bisa digunakan $. Iips yang terlalu ke*il atau terlalu longgar sangat membahayakan klien. %. Sebelum pemasangan perlu di*atat apabila ada luka &. <ntuk men*egah masalah pada gips ) 4angan merusak atau menekan gips 4angan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips6menggaruk. 4angan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama. WINDOWS Dilakukan untuk ) !. "emeriksa luka #. "embuka jahitan $. "emeriksa adanya penekanan %. "embuang6mengangkat benda asing &. mengurangi penekanan. PEMBUKAAN !. Dibuat garis terlebih dahulu #. "ata gergaji hanya memotong benda yang keras $. 'emotongan dihentikan bila pasien merasa kepanasan %. Selama pemotongan, mata gergaji ditekan dengan lembut &. 'ada saat memotong, anggota ekstremitas harus disangga. B. /u*i dan keringkan, beri pelembab C. ,jarkan aktivitas bertahap.

12

DAFTAR PUSTAKA /arpenito, 8inda 4ual. (!DD&). R*$+%$% A,"-%$ . D/0"!*$'%,# K*1*2%3%'%$ (terjemahan). ' 2I/. 4akarta. Doenges, et al. (#:::). R*$+%$% A,"-%$ K*1*2%3%'%$ (terjemahan). ' 4akarta. 2I/.

2ngram, 3arbara. (!DDA). R*$+%$% A,"-%$ K*1*2%3%'%$ M*4#0%5 B*4%-. Folume == (terjemahan). ' 2I/. 4akarta. 8ong, 3arbara /. (!DDB). P*2%3%'%$ M*4#0%5 B*4%-. Folume =. (terjemahan).Oayasan =katan ,lumni 'endidikan -epera+atan 'ajajaran. 3andung.

Soeparman. (!DD:). I5!" P*$6%0#' D%5%!. 4ilid ==. 9-<=. 4akarta.

13

TIN AUAN KASUS I. PENGKA IAN Qaktu empat 1. ) A ,pril #::# ) 5uang 3edah 9 5umah Sakit <mum Daerah Dr. Soetomo.

IDENTITAS PASIEN 7ama <mur 4enis -elamin Suku63angsa ,gama 'ekerjaan 'endidikan ,lamat anggal "5S /ara "asuk

) n. Suparno ) #& ahun ) 8aki1laki ) 4a+a6=ndonesia ) =slam ) Qiras+asta ) S5 ) -ertajaya # ,6$ Surabaya. ) % ,pril #::# jam !:.$: Q=3. ) 8e+at =nstalasi 5a+at Darurat 5S<D Dr. Soetomo Surabaya Diagnosa "edis ) Iangguan 0tak 5ingan H /lost 9raktur /ollum 9emur Sinistra H Hematome 9rontal dan temporal kanan. ,lasan Dira+at ) <ntuk observasi dan akan dilakukan operasi. -eluhan <tama ) 'atah tulang pada pangkal paha sebelah kiri <paya yang telah dilakukan ) Setelah kejadian tanggal % ,pril #::# jam !:.:: Q=3. -lien diba+a ke =5D 5umah Sakit <mum Daerah Dr. Soetomo Surabaya erapi6operasi yang pernah dilakukan ) Dipasang skin traksi

2.

RIWAYAT KEPERAWATAN 7NURSING HISTORY8 18 R#3%6%' P*$6%0#' S*0%2%$9 -epala klien dipukul dengan benda tumpul. 8uka robek pada pelipis kiri. 7yeri pada kepala sebelah kiri dan panggul kiri, 'ingsan H !: menit. 28 R#3%6%' P*$6%0#' D%-"5" -lien tidak pernah menderita penyakit yang kronis. 38 R#3%6%' K*,*-%'%$ K*5"%29% -lien mengatakan bah+a tidak ada keluarganya yang mengalami penderitaan seperti yang dideritanya sekarang ini. :8 K*%4%%$ K*,*-%'%$ L#$90"$9%$ -lien mengatakan bah+a 8ingkungan rumah tempat tinggal *ukup bersihdan nyama. ;8 R#3%6%' K*,*-%'%$ L%#$$6% ,lat bantu yang dipakai (1).

3.

OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK 18 K*%4%%$ U!"! <%#0 28 T%$4%('%$4% =#'%5 Suhu ) $B,A :/ 7adi ) !#: K6menit. -uat dan teratur

14

ekanan darah 5espirasi

) !%:6A: mmHg. ) #: (6menit

38 B/46 S6,'*!, 718 P*2$%>%,%$ 7B 1 : B2*%'-#$98 9rekuensi #: (6menit, =rama teratur, tidak terlihat gerakan *uping hidung, tidak terlihat /yanosis, tidak terlihat keringat pada dahi, -esimpulan hasil thora( foto ) normal 728 )%24#/=%,+"5%2 7B 2 : B5**4#$98 7adi !#: K6menit kuat dan teratur, tekanan darah !%:6A: mmHg, Suhu $B,A :/, perfusi hangat. /or S! S# tunggal reguler, ekstra sistole6murmur tidak ada -esimpulan Hasil 2/I ) normal 738 P*2,6%2%>%$ 7B 3 : B2%#$8 ingkat kesadaran (I/S) "embuka mata ) Spontan (%) Ferbal ) 0rientasi baik (&) "otorik ) "enurut perintah (B) /ompos "entis ) 'asien sadar baik 7:8 P*20*!#-%$(E5#!#$%,# U2# 7B.: : B5%44*28 4umlah urine !#:: **6#% jam, +arna urine kuning pekat, Ienital Hygiene *ukup bersih. 7;8 P*20*!#-%$(E5#!#$%,# A5=# 7B ; : B/3*58 'eristaltik normal, tidak kembung, tidak terdapat obstipasi maupun diare, klien buang air besar ! K6hari 7?8 T"5%$9(O'/'(I$'*9"!*$ 7B ? : B/$*8 idak terdapat kontraktur maupun dikubitus -esimpulan hasil foto femur sinistra ) tampak *lost fraktur *ollum femur sinistra. P/5% %0'#=#'%, ,*-%2#(-%2# 718 P/5% P*2,*1,# D%$ T%'% L%0,%$% H#4"1 S*-%'%$ -lien jarang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan, ke*uali bila sangat terpaksa -lien terbiasa meminum jamu1jamuan dan obat1obat tradisional. 728 P/5% N"'2#,# 4%$ M*'%</5#,!* -lien dirumah biasa makan $ K6hari dengan lauk yang *ukup.-lien tidak alergi makanan tertentu. Saat ini klien selalu menghabiskan porsi makanan yang diberikan dan minum air putih sekitar # R $ liter perhari. 738 P/5% E5#!#$%,# -lien buang air besar ! K6hari. -lien buang air ke*il sering, 4umlah urine !#:: **6#% jam, +arna urine kuning pekat. 7:8 P/5% A0'#=#'%, 4%$ 5%'#-%$ -lien biasanya bekerja diluar rumah, tapi saat ini klien hanya beristirahat di 5umah Sakit sambil menunggu ren*ana operasi.

15

7;8 P/5% '#4"2.4%$ I,'#2%-%' -lien kurang tidur baik pada +aktu siang maupun malam hari. -lien tampak terganggu dengan kondisi ruang pera+atan yang ramai. 7?8 P/5% K/9$#'#> 4%$ P*2,*1'"%5 -lien mampu melihat dan mendengar dengan baik, klien tidak mengalami disorientasi. 778 P/5% P*2,*1,# D%$ K/$,*1 D#2# -lien mengalami *emas karena -urangnya pengetahuan tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 788 P/5% H"<"$9%$ 4%$ P*2%$ Hubungan dengan keluarga, teman kerja maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya biasa sangat baik dan akrab. 7@8 P/5% R*12/4"0,# S*0,"%5 Selama terpasang skin traksi -lien tidak dapat melakukan hubungan seksual seperti biasanya. 7108 P/5% P*$%$99"5%$9%$ S'2*,, -lien merasa sedikit stress menghadapi tindakan operasi. karena kurangnya pengetahuan tentang ype pembedahan dan 4enis anesthesi. 7118 P/5% T%'% N#5%# 4%$ K*1*2+%6%%$ erpasangnya skin traksi memerlukan adaptasi klien dalam menjalankan ibadahnya. 7128 P*2,/$%5 H#9#*$* -ebiasaan di rumah klien mandi # K6hari, gosok gigi # K6hari, dan *u*i rambut ! K6minggu. 7138 K*'*29%$'"$9%$ -lien tidak perokok, tidak minum1minuman yang mengandung alkohol. A,1*0 P,#0/5/9#, -lien terkesan takut akan penyakitnya, merasa terasing dan sedikit stress menghadapi tindakan operasi. A,1*0 S/,#%5/I$'*2%0,# Hubungan dengan keluarga, teman kerja maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya biasa sangat baik dan akrab. Saat ini klien terputus dengan dunia luar, kehilangan pen*ari nafkah (bagi keluarganya), biaya mahal. A,1*0 S1#2#'"%5 -lien dan keluarganya sejak ke*il memeluk agama islam, ajaran agama dijalankan setiap saat. -lien sangat aktif menjalankan ibadah sholat & +aktu sehari dan aktif mengikuti kegiatan agama yang diselenggarakan oleh masjid di sekitar rumah tempat tinggalnya maupun oleh masyarakat setempat. Saat ini klien merasa tergangguan pemenuhan kebutuhan spiritualnya

16

:.

DIAGNOSTI) TEST L%</2%'/2#"$ D8 8euko 2ry Hb '/F "/F "/H "/H/ rombo Diff 2os 3aso Stab Seg 8ym "ono 82D '' -' 9ungsi Iinjal ) 3<7 Serum /reatinin 9ungsi Hati ) SI0 SI' 3ilirubin Direk =ndirek otal 3S7 # jam pp -alium 7atrium ,lbumin

) D.C:: (8 %.C:: R !:.$:: ' %.&:: R !!.$::). ) %,& (8 %,$$ R &,D& ' $,D R %,&). ) !$,& mg6dl (8 !$,% R !C,C ' !!,% R !&,!). ) $C,! ; (8 %: R %C ' $A R %#). ) A# 9l (A: R D$). ) $:,! 'g (#C R $!). ) $B,% g6dl ($# R $B). ) #:$ (!&: R $&:). )$ ) ) ) C: ) #& )# ) !A mm6jam ) !#,D / ) !!,: ) $$,! / ) $!,# ) !: mg6dl ) !,! mg6dl ) CB <68 ) #$ <68 ) :,#& mg6dl ) :,B! mg6dl ) :,AB ) DA mg6dl ) %$ mg6dl ) % mmol6l ) !%: mmol6l ) $,% gr6dl (! R #). (: R !). ($ R &). (&% R B#). (#& R $$). ($ R C). (8 < !& ' < #:). (H61 # detik dari /). (H61 C detik dari /). (D R !A). (8 < !,&# (8 < $C (8 < %: ' < !,!D). ' < $!). ' < $!).

(< :,#& mg6dl). (< :,C& mg6dl). (< !,:: mg6dl). (< !%: mg6dl). (< !#: mg6dl). ($,& R &,# mmol6l). (!$& R !%B mmol6l). ($,# R $,& gr6dl).

;.

ANALISA DAN SINTESA DATA ETIOLOGI MASALAH geseran6pergerakan Iangguan rasa fragmen tulang nyaman (nyeri)

DATA S ) -lien mengatakan 7yeri pada pangkal paha sebelah kiri pada saat digerakkan 0 ) 3engkak pada lokasi fraktur Spasme otot 0 ) Daerah perifer pu*at6sianosis. 'engisian kapiler daerah yang trauma > & detik. Daerah perifer dingin. S ) -lien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasi

berkurangnya aliran darah akibat adanya trauma jaringan6tulang ren*ana pembedahan

Iangguan perfusi perifer

-e*emasan dan

17

-lien mengatakan kurang tidur baik pada +aktu siang maupun malam hari. -lien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang pera+atan yang ramai 0 ) ensi !%:6A: mmHg 7adi M !#: K6mt. S ) -lien menyatakan belum memahami tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 0 ) -lien bertanya1tanya tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

kehilangan kesehatan.

status

kurangnya -urangnya informasi yang pengetahuan akurat pada klien tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN 7B*24%,%20%$ P2#/2#'%, !. Iangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan geseran6pergerakan fragmen tulang ditandai dengan ) S ) -lien mengatakan 7yeri pada pangkal paha sebelah kiri pada saat digerakkan 0 ) 3engkak pada lokasi fraktur Spasme otot #. Iangguan perfusi perifer berhubungan dengan berkurangnya aliran darah akibat adanya trauma jaringan6tulang ditandai dengan ) 0 ) Daerah perifer pu*at6sianosis. 'engisian kapiler daerah yang trauma > & detik. Daerah perifer dingin. -e*emasan berhubungan dengan ren*ana pembedahan dan kehilangan status kesehatan ditandai dengan ) S ) -lien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasi -lien mengatakan kurang tidur baik pada +aktu siang maupun malam hari. -lien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang pera+atan yang ramai 0 ) ensi !%:6A: mmHg 7adi M !#: K6mt. -urangnya pengetahuan tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien ditandai dengan ) S ) 'asien menyatakan belum memahami tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 0 ) 'asien bertanya1tanya tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

$.

%.

18

III.

PEREN)ANAAN TINDAKAN PERAWATAN TU UAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN ujuan ) Iangguan rasa nyaman dapat diatasi6berkurang. -riteria ) 1 -lien tidak mengeluh nyeri. 1 'embengkakan hilang6berkurang. 1 0tot rileksasi.. 1 1 1 1 1 1 1 REN)ANA TINDAKAN -aji keadaan nyeri yang meliputi ) lokasi, intensitas, lama nyeri dll. 3atasi pergerakan pada daerah fraktur, klien harus bed rest. inggikan dan sokong ekstrimitas yang mengalami fraktur. 0bservasi perubahan tanda vital. 1 1 1 1 RASIONAL 7yeri dapat menyebabkan sho*k. <ntuk mengistirahatkan sendi yang sakit pas*a trauma sebelum dioperasi. <ntuk meningkatkan aliran vena dan mengurangi edema.. <ntuk mendeteksi dini terhadap masalah. <ntuk mengurangi rasa sakit. <ntuk mengurangi rasa sakit. ,nalgetik memblok lintasan nyeri sehingga mengurangi nyeri6kolik yang berlebihan <ntuk mendeteksi dini masalah perfusi perifer. <ntuk mendeteksi dini masalah perfusi perifer. terhadap terhadap NAMA PERAWAT / MAHASISWA

DIAGNOSA KEPERAWATAN/DATA PENUN ANG A ,pril Iangguan rasa nyaman #::# (nyeri) berhubungan dengan geseran6pergerakan fragmen tulang Data 'enunjang ) 1 7yeri pada pangkal paha sebelah kiri pada saat digerakkan. 1 3engkak pada lokasi fraktur. 1 Spasme otot. TGL.

3erikan alternatif perubahan posisi 1 se*ara periodik. ,jarkan klien teknik relaksasi nafas 1 dalam dan teknik distraksi -olaborasi dengan dokter <ntuk 1 pemberian obat analgetik. 0bservasi ada tidaknya kualitas nadi 1 periver dan bandingkan dengan pulses normal. 0bservasi pengisian kapiler, +arna kulit 1 dan kehangatannya pada bagian distal daerah yang fraktur. -aji adanya gangguan perubahan 1 motorik6sensorik anjurkan klien untuk

S u b h a n

A ,pril Iangguan perfusi perifer #::# berhubungan dengan berkurangnya aliran darah akibat adanya trauma jaringan6tulang. Data 'enunjang ) 1 Daerah perifer pu*at6sianosis.

ujuan ) 1 'erfusi perifer dapat dipertahankan. -riteria ) 1 1 H5 B: R !:: K6mt. 1 -ulit hangat, sensori normal.. 1 1 Diastolik B: R D:

<ntuk mengetahui terhadap masalah6 gangguan perubahan motorik6sensorik.

19

'engisian kapiler daerah yang trauma > 1 1 & detik. Daerah perifer dingin. 1

mmHg. 55 !B R #% K6mt. <rine output $: R &: 1 ** perjam. 'engisian kapiler $ 1 & detik. 1 1 1 1

mengatakan lokasi adanya rasa sakit6tidak nyaman. 0bservasi traksi jangan sampai terlalu 1 menekan syaraf dan pembuluh darah. 'ertahankan daerah yang fraktur lebih 1 tinggi ke*uali bila ada kontra indikasi. -aji bila ada edema dan pembengkakan 1 ekstrimitas yang fraktur. 0bservasi adanya tanda1tanda is*hemik 1 daerah tungkai seperti ) penurunan suhu, dingin dan peningkatan rasa sakit. Dorong klien untuk melakukan 1 mobilisasi se*epatnya sesuai indikasi. 0bservasi tanda1tanda vital, *atat dan 1 laporkan bila ada gejala sianosis, dingin pada kulit dan gejala perubahan status mental. 3erikan kompres es sekitar fraktur. 1 -olaborasi untuk pemeriksaan 1 8aboratorium, foto rontgen, pemberian *airan parenteral atau transfusi darah bila perlu dan persiapan operasi jika perlu.

<ntuk mendeteksi dini masalah perfusi perifer.

terhadap

<ntuk meningkatkan aliran vena dan mengurangi edema. <ntuk mengetahui terhadap masalah aliran vena dan mengurangi edema. <ntuk mendeteksi dini terhadap masalah is*hemik daerah tungkai. <ntuk meningkatkan sirkulasi, mengurangi terjadinya trombus terutama pada ekstrimitas bagian ba+ah. <ntuk mendeteksi dini terhadap masalah perfusi perifer. <ntuk mengurangi edema sesuai indikasi. <ntuk mendeteksi dini terhadap masalahdan dan pemberian *airan <ntuk memudahkan pemberian obat serta pemenuhan *airan bila mual, muntah dan keringat dingin terjadi.

1 1

S u b h a n

20

A ,pril -e*emasan berhubungan #::# dengan ren*ana pembedahan dan kehilangan status kesehatan. Data 'enunjang ) 1 -lien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasi. -lien mengatakan kurang tidur baik pada +aktu siang maupun malam hari. -lien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang pera+atan yang ramai. 1 ensi !%:6A: mmHg. 1 7adi M !#: K6mt.

ujuan ) 5asa *emas dapat diatasi6berkurang. -riteria ) 1 -lien dapat menyatakan ke*emasan yang dirasakan. 1 -lien dapat beristirahat dengan tenang. 1 ensi dan 7adi dalam batas normal. 1 2kspresi +ajah *eria6rileks.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

3erikan dorongan terhadap tiap1tiap proses kehilangan status kesehatan yang timbul. 3erikan priva*y dan lingkungan yang nyaman. 3atasi staf pera+at6petugas kesehatan yang menangani pasien. 0bservasi bahasa non verbal dan bahasa verbal dari gejala1gejala ke*emasan. emani klien bila gejala1gejala ke*emasan timbul. 3erikan kesempatan bagi klien untuk mengekspresikan perasaannya . Hindari konfrontasi dengan klien. 3erikan informasi tentang program pengobatan dan hal1hal lain yang men*emaskan klien. 8akukan intervensi kepera+atan dengan hati1hati dan lakukan komunikasi terapeutik. ,njurkan klien istirahat sesuai dengan yang diprogramkan. 3erikan dorongan pada klien bila sudah dapat mera+at diri sendiri untuk meningkatkan harga dirinya sesuai dengan kondisi penyakit. Hargai setiap pendapat dan keputusan klien.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

<ntuk mengurangi rasa *emas priva*y dan lingkungan yang nyaman dapat mengurangi rasa *emas. <ntuk dapat lebih memberikan ketenangan. <ntuk mendeteksi dini terhadap masalah <ntuk mengurangi rasa *emas. -emampuan peme*ahan masalah pasien meningkat bila lingkungan nyaman dan mendukung diberikan. <ntuk mengurangi ketegangan klien =nformasi yang diberikan dapat membantu mengurangi ke*emasan6ansietas. <ntuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. <ntuk mengurangi ketegangan dan ke*emasan klien. <ntuk mengurangi ketergantungan klien. <ntuk meningkatkan harga diri klien. S u b h a n

21

A ,pril -urangnya pengetahuan #::# tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien. Data 'enunjang ) 1 -lien menyatakan belum memahami tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 1 -lien bertanya1tanya tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

ujuan ) 'engetahuan klien tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan meningkat -riteria 1 -lien menyatakan telah memahami tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 1 -lien dapat menjelaskan kembali se*ara sederhana tentang hal1hal yang telah dijelaskan. 1 -lien tidak bertanya lagi tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

-aji tingkat pengetahuan -lien dan keluarga tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 3erikan penjelasan terhadap klien setiap prosedur yang akan dilakukan misalnya tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 3erikan kesempatan pasien dan keluarga untuk mengekspresikan perasaannya dan mengajukan pertanyaan terhadap hal1hal yang belum dipahami. ,njurkan klien untuk melakukan mobilisasi aktif dengan menggerakkan persendian pada bagian ba+ah dari daerah yang fraktur. Diskusikan pentingnya penarikan tulang yang patah melalui kulit dengan menggunakan skin traksi dengan beban & R C -g serta gejala dan tanda abnormal yang timbul selama pera+atan dan anjurkan klien segera melapor kepada pera+at6dokter yang bertugas bila ada rasa sakit yang semakin bertambah, perasaan dingin atau perubahan sensasi.

'engetahuan membantu mengembangkan kepatuhan klien dan keluarga terhadap ren*ana terapeutik <ntuk menambah pengetahuan klien.

"eningkatkan kemampuan klien untuk meme*ahkan masalah

,gar sirkulasi darah pada bagian ba+ah dari daerah yang fraktur tetap lan*ar dan otot tidak atrofi. <ntuk menambah pengetahuan klien bah+a keuntungan pemakaian traksi yaitu untuk menurunkan nyeri spasme, mengoreksi dan men*egah deformitas dan mengimobilisasi sendi yang sakit.

S u b h a n

22

IV.

IMPLEMENTASI/TINDAKAN KEPERAWATAN TGL. AM !:.:: Q=3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 TINDAKAN KEPERAWATAN "engkaji keadaan nyeri yang meliputi ) lokasi, intensitas, lama nyeri dll. "embatasi pergerakan pada daerah fraktur, klien harus bed rest. "eninggikan dan sokong ekstrimitas yang mengalami fraktur. "engobservasi perubahan tanda vital. "emberikan alternatif perubahan posisi se*ara periodik. "engajarkan klien teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi untuk mengurangi rasa sakit. "engkolaborasikan dengan dokter untuk pemberian obat analgetik. "engobservasi ada tidaknya kualitas nadi periver dan bandingkan dengan pulses normal. "engobservasi pengisian kapiler, +arna kulit dan kehangatannya pada bagian distal daerah yang fraktur "engkaji adanya gangguan perubahan motorik6sensorik anjurkan klien untuk mengatakan lokasi adanya rasa sakit6tidak nyaman "engobservasi traksi jangan sampai terlalu menekan syaraf dan pembuluh darah. "empertahankan daerah yang fraktur lebih tinggi ke*uali bila ada kontra indikasi untuk meningkatkan aliran vena dan mengurangi edema. "engkaji bila ada edema dan pembengkakan ekstrimitas yang fraktur. "engobservasi adanya tanda1tanda is*hemik daerah tungkai seperti ) penurunan suhu, dingin dan peningkatan rasa sakit. "endorong klien untuk melakukan mobilisasi se*epatnya sesuai indikasi untuk meningkatkan sirkulasi, mengurangi terjadinya trombus terutama pada ekstrimitas bagian ba+ah. "engobservasi tanda1tanda vital, *atat dan laporkan bila ada gejala sianosis, dingin pada kulit dan gejala perubahan status mental. "emberikan kompres es sekitar fraktur untuk mengurangi edema sesuai indikasi. NAMA PERAWAT / MAHASISWA

A ,pril #::#

S u b h a n

A ,pril #::#

!!.:: Q=3

1 A ,pril #::# !#.:: Q=3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 A ,pril #::# !$.:: Q=3 1 1 1 1

"engkolaborasikan untuk pemeriksaan 8aboratorium, foto rontgen, pemberian*airan parenteral atau transfusi darah bila perlu, pemberian obat1obatan anti emboli dan persiapan operasi jika perlu. "emberikan dorongan terhadap tiap1tiap proses kehilangan status kesehatan yang timbul. "emberikan priva*y dan lingkungan yang nyaman. "embatasi staf pera+at6petugas kesehatan yang menangani klien. "engobservasi bahasa non verbal dan bahasa verbal dari gejala1gejala ke*emasan. "enemani klien bila gejala1gejala ke*emasan timbul. "emberikan kesempatan bagi klien untuk mengekspresikan perasaannya . "enghindari konfrontasi dengan klien. "emberikan informasi tentang program pengobatan dan hal1hal lain yang men*emaskan klien. "elakukan intervensi kepera+atan dengan hati1hati dan lakukan komunikasi terapeutik. "enganjurkan klien istirahat sesuai dengan yang diprogramkan. "emberikan dorongan pada klien bila sudah dapat mera+at diri sendiri untuk meningkatkan harga dirinya sesuai dengan kondisi penyakit. "enghargai setiap pendapat dan keputusan klien. "engkaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. "emberikan penjelasan terhadap klien setiap prosedur yang akan dilakukan misalnya tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. "emberikan kesempatan klien dan keluarga untuk mengekspresikan perasaannya dan mengajukan pertanyaan terhadap hal1hal yang belum dipahami. "endiskusikan pentingnya penarikan tulang yang patah melaluikulit dengan menggunakan skin traksi dengan beban & R C -g.

S u b h a n

S u b h a n

S u b h a n

24

V.

EVALUASI TGL. DIAGNOSA KEPERAWATAN EVALUASI NAMA PERAWAT / MAHASISWA

A ,pril #::#

Iangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan Iangguan rasa nyaman dapat diatasi6berkurang. dengan geseran6pergerakan fragmen tulang -riteria ) 1 -lien tidak mengeluh nyeri. 1 'embengkakan hilang6berkurang. 1 0tot rileksasi. Iangguan perfusi perifer berhubungan dengan 'erfusi perifer dapat dipertahankan. berkurangnya aliran darah akibat adanya trauma -riteria ) jaringan6tulang. 1 H5 B: R !:: K6mt. 1 -ulit hangat, sensori normal.. 1 Diastolik B: R D: mmHg. 1 55 !B R #% K6mt. 1 <rine output $: R &: ** perjam 1 'engisian kapiler $ 1 & detik. -e*emasan berhubungan dengan ren*ana 5asa *emas dapat diatasi6berkurang. pembedahan dan kehilangan status kesehatan. -riteria ) 1 -lien dapat menyatakan ke*emasan yang dirasakan. 1 -lien dapat beristirahat dengan tenang. 1 ensi dan 7adi dalam batas normal. 1 2kspresi +ajah *eria6rileks. -urangnya pengetahuan tentang pembatasan 'engetahuan klien tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan

S u b h a n

A ,pril #::#

S u b h a n

A ,pril #::#

S u b h a n

A ,pril #::#

aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.meningkat tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan -riteria kurangnya informasi yang akurat pada klien. 1 -lien dapat menjelaskan kembali tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. 1 -lien tidak bertanya lagi tentang pembatasan aktifitas, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.

S u b h a n

26