Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Fluid level berasal dari kata fluid yang berarti benda yang punya kemampuan mengalir dengan mengikuti bentuk tempat mengalirnya dan level yang berarti batas atau permukaan, namun kata level cenderung digunakan untuk ketinggian suatu permukaan. Secara istilah fluida level adalah ketinggian permukaan dari benda mengalir. Sedangkan fluid level checkout berarti memeriksa ketinggian permukaan benda mengalir. Fluida bisa berupa benda cair atau gas. Fluida memiliki manfaat yang besar sekali, contohnya adalah system rem hidrolik pada kendaraan yang jauh lebih pakem, padahal dulunya menggunakan system mekanis, lalu system pendinginan pada mesin mobil atau motor, dulu masih menggunakan pendinginan udara dengan memanfaatkan sirip sirip pada sisi blok silinder mesin, sekarang sudah menggunakan liquid coolant yang dialirkan ke dalam mesin, sehingga suhu mesin lebih stabil dan lebih cepat melepas panas, komponen pun terjaga keawetannya, dan masih banyak lagi. Intinya fluida sebagai pengganti system mekanis karena lebih ringkas dan optimal. Dalam penerapannya, fluida harus ditakar terlebih dahulu agar tidak berlebihan atau kekurangan. Yakni dengan alat ukur fluida, namun penulis hanya memaparkan secara garis besar saja hal hal tentang pemeriksaan ketinggian benda mengalir. 1.1.1 Ciri Ciri Fluida

Fluida harus bisa mengalir. Aliran fluida harus bisa mengikuti tempat mengalirnya, karena jarak antar partikel

dalam struktur mikronya yang renggang itulah sehingga bisa mengalir mengikuti wadahnya.

1.1.2 Contoh Fluida

Pengukuran ketinggian padatan merupakan pengukuran yang cukup banyak digunakan antara lain untuk penyimpanan bahan baku, produk dan material lainnya yang menunjang suatu proses industri. Adapun klarifikasi pengukuran ketinggian padatan yaitu : 1.2 Tujuan a. Mengklasifikasikan jenis pengkuran ketinggian cairan b. Menjelaskan kembali prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian cairan minimal 2 buah c. Mengklasifikasikan jenis pengukuran ketinggian padatan d. Menjelaskan kembali prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian padatan minimal 2 buah. Pengukuran Kontinyu Pengukuran titik tetap

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengukuran Ketinggian Cairan 2.1.1 Pengertian Pengukuran Tinggi Permukaan Cairan (Level) Pengukuran permukaan, volume, berat cairan pada bahan kering dalam bejana atau tabung sering kali dijumpai. Pengukuran yang teliti seringkali sulit dicapai.Luasnya variasi karat dan sifat cair dan besarnya ukuran bejana penyimpanan yang diperlukan untuk pengukuran isi di dalam fraksi satu liter adalah halangan yang harus diatasi. Metode umum yang digunakan untuk melaksanakan pengukuran ini termasuk teknik langsung dan tidak langsung. Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari penggunaan gelas penglihat atau gelas ukur biasa dalam bejana dianggap merupakan metode yang paling sederhana untuk mengukur tinggi permukaan cairan. Metode ini sangat efektif digunakan dalam pengukuran langsung. Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan adalah pelampung sederhana, yang dapat

dihubungkan dengan transduser gerakan sesuai untuk menghasilkan sinyal listrik yang sebanding dengan permukaan cairan Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan), tekanan, pengukuran kerapatan (densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan pemberat, dan lainlain. Sistem pengindera tekanan yang paling umum digunakan untuk mengukur permukaan-cairan dalam bejana terbuka adalah sistem gelembung, sistem

kotakdiagfragma, dan sistem perangkap-udara. Sistem gelembung memenuhi syarat bagi semua cairan, bahkan untuk cairan yang korosif dan semua cairan yang mengandung benda padat yang sudah larut. Pada pabrik kimia, banyak tangki dan tabung dipakai untuk menyimpan bahan baku dan produk berupa cairan. Penyimpanan perlu diketahui volume dan inventarisnya. Proses fluida dalam fase cair terus-menerus ditampung atau dialirkan ke tangki atau tabung penyimpanan.Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam pabrik dapat setabil. Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui dengan mendeteksi tinggi dari permukaan cairan dalam tangki proses. Permukaan cairan dibuat tetap dengan mengendalikan laju arus cairan yang dilakukan dari dasar tangki menggunakan control valve. Rangkaian kendali permukaan cairan terdiri atas detektor, controller, converter dan control valve.

Alat pengukur ketinggian cairan mengukur : a. Posisi (ketinggian) permukaan cairan di atas garis datum atau b. Tekanan (head) hidrostatis dari cairan yamg ketinggannya diukur Pengukuran ketinggian jarang dinyatakan dalam satuan jarak seperti m, in dan lainnya terhadap garis datum atau pun head hidrostatis, melainkan dalam bentuk volume yang terkandung atau berat cairan terisi dimana dimensi wadah dan gravitasi setempat diketahui.

Pengukuran Ketinggian cairan dibagi menjadi 2 kelas : Pengukuran Ketinggian Langsung Pengukuran ini melibatkan pengukuran langsung daripada jarak/ ketinggian dari ketinggian cairan terhadap aris datum dengan cara : a. Observasi langsung dengan skala yang telah dikalibrasi seperti tongkat ukur atau, b. Penentuan posisi dari alat pendeteksi yang bergerak pada permukaan cairan seperti bola atau pelampung c. Kontak dari probe elektroda dengan permukaan cairan d. Refleksi frekuensi gelombang radio atau sonik dengan permukaan cairan

Pengukuran ketinggian tak langsung a. Pengukuran fluida hidrostatis head dari cairan b. Pengukuran gaya buoyansi yang terjadi akibat alat pendekteksi dicelupkan ke cairan c. Penentuan panas cairan atau fasa uap di dalam vessel Cara inferensial ( tak langsung) mempunyai kesalahan ukur yang

cukup tinggi dikarenakan pengaruh-pengaruh seperti akibat perubahan suhu. Detektor ketinggian cairan dibagi atas 5 tipe : a. Float (Pelampung ) b. Displacer

perubahan densitas

c. Hidrostatis d. Efek termal e. Elektrik dan elektronik

Perkembangan awal pengukuran ketinggian cairan dimuai oleh kaca pengukur (gage glass) yang berupa tabung plastik bening atau kaca yang diletakkan di sisi vessel dengan prinsip bejana berhubungan . Selain itu juga ada alat kontak titik ( point contact) dimana alat ini terletak di permukaan cairan yang diukur. Apabila cairan di dalam tangki (vessel) berkurang, alat ini akan ikut turun dan naik apabila cairan bertambah. Pembacaan dilakukan pada permukaan rel/ tali yang telah dikalibrasi.

a. Tipe Pengapung (Float) Prinsip yang digunakan adalah gaya bouyansi yang mengapung diatas cairan dan perubahan posisi saat ketinggian cairan berubah . Pengapung (float) disini selain berfungsi mengukur uga berfungsi membuka dan menutup katup alat ini biasanya digunakan untuk membuka tangki, reservoir dan saluran air pada WC. Tipe pengapung (float) dapat dipergunakan untuk pengoperasian pengukuran level di bawah tekanan normal dan vakum. Pengapung (float) pada umumnya berbentuk bola dan

bentuk silinder, keduanya dalam bentuk padat tanpa rongga. Penghubung float ke alat pembaca atau integrator baca dapat berupa batang, rantai atau pun pita logam.

b. Tipe Pemindah (Displacer) Tipe ini paling banyak digunakan dan menggunakan prinsip kerja berdasarkan gaya bouyansi. Displacer secara fungsional mirip dengan pengapung (float) namun karena bentuk dan beratnya yang lebih segungga dapat memindah sejumlah fluida cair (menaikkannya). Bentuk dasarnya

adalah bentuk silinder padat yang pada bagian atas dihubungkan dengan batang logam ke unit pengukur. Displacer terbagi menjadi 2 jenis : 1. Displacer dengan prinsip torsi 2. Displacer dengan prinsip gaya penyeimbangan Displacer dengan prinsip torsi Bertambahnya sejumlah cairan di sekitar displacer A

menyebabkannya menjadi lebih ringan dari berat cairan yang dipindahkan. Perubahan berat ini menyebabkan aksi pegas berputar dari tabung torsi (B) untuk menaikkan displacer dan karenanya memutar ujung D yang juga berputar dengan gaya yang sama sehingga F ikut berputar. Putaran F menghasilkan putaran batang terukur yang berbanding lurus terhadap perubahan ketinggian cairan. Pada ujung F dapat dipasang penunjuk (pointer) untuk pembacaan atau alat baca lainnya.

Displacer dengan prinsip gaya penyeimbang Pada gaya penyeimbang, perubahan gaya bouyansi ditransmisikan melalui dengan lengan pengapung (float arm) dan piring fleksibel (flexible-disk or flexure tube) seperti pada gambar ke sistim penyeimbang gaya.

Bertambahnya sejumlah cairan menyebabkan displacer menjadi lebih ringan (naik) dan karenanya membuat pegas penyeimbang menggerakkan lengan engsel (flapper arm) mendekati nosel. Aksi

tersebut meningkatkan tekananan nosel

ke relay udara sehingga

mennyebabkan penambahan tekanan keluaran (output) yang cukup untuk menyeimbangkan gaya beban pegas dengan bellow untuk mengembalikan displacer ke posisi semula.

c. Hidrostatis (Manometer) Metode ini biasanya menggunakan pengukur tekanan atau pengukur beda tekan (Gambar 8-6) seperti pada pengukur aliran dan

tekanan. Prinsip yang digunakan menggunakan rumus :

P = G x D x H ........................ (8-1) Dimana : P = tekanan statik head, psi G = spesifik gravitasi cairan dalam tangki D = densitas air, lb/cu. In H = tinggi tangki dari titik referansi (datum) minimal, in

d. Sistim Hidrolik Termal

Dalam sistim fasa primer, dimana cairan dan uap terkomposisi sama berada pada T dan P yang umum (normal). Ketinggian cairan dapat diukur dan dikontrol oleh sistim hidrolik termal. Penggunaannya terutama pada generator uap dan boler. Hal ini berdasarkan teori bahwa suhu fasa juga akan konstan baik dalam vessel maupun dalam sistim terpisah diluar vessel. Fase cair tidak bereaksi seperti itu, jauh dari sumber panas, suhu turun. Dalam sistim di luar tangki terdapat perbedaan suhu antara fase uap danfasecair.(Gambar8-6)

e. Sistim Elektroda (Probe) Sistim elektroda (probe) sering digunakan untuk pengukuran ketinggian, dimana tidak diperlukan titik pengukuran spesifik atau hasil data dalam bentuk indikasi ataupun rekaman. Pada sistim dengan 2

elektroda, saat ketinggian turun di bawah elektroda rendah, relay listrik

akan terganggu menyebabkan katup kontrol pada bagian inlet terbuka untuk mengisi tangki. Ketika ketinggian melewati elektroda yang posisinya lebih tinggi, relay akan terganggu sehingga katup tertutup, gerakan anatara 2 elektroda menghasilkan 2 ketinggian berupa dead zone (Gambar 8-8).

2.2. Jenis-Jenis Alat Ukur Tinggi Permukaan Cairan Dalam mengukur tinggi permukaan cairan dalam suatu tangki pemrosesan maupun dalam tangki penimbunan dipergunakan alat ukur tinggi permukaan cairan yang sesuai dengan bentuk penggunaannya.

Alat ukur permukaan cairan terdiri dari beberapa jenis diantaranya : 1. Mistar Ukur Suatu batang dengan skala yang telah dikalibrasi dicelupkan secara vertikal dari atas ke dalam cairan yang akan diukur, atau dimasukkan sampai terjadi sentuhan antara permukaan cairan dan ujung mistar ukur. Ketinggian permukaan pada hal pertama dibaca pada batas pembasahan mistar, pada hal kedua pada suatu titik acuan tertentu (misalnya pinggiran wadah). Nilai ukur tergantung pada besar dan bentuk wadah. Mistar ukur hanya boleh digunakan untuk wadah yang sebelumnya dipakai untuk mengkalibrasi mistar yang bersangkutan. Apabila digunakan mistar ukur yang

salah atau cara pencelupan yang tidak betul (misalnya miring), nilai ukur akan menjadi salah pula. Mistar ukur merupakan alat ukur yang paling sederhana untuk cairan dalam wadah terbuka yang tidak terlalu tinggi. Tidak cocok untuk pengukuran yang harus dilakukan seringkali dan menuntut ketelitian tinggi. Juga tidak cocok untuk pengukuran dalam bejana bertekanan atau vakum atau berisi cairan berbusa.

2. Kaca Intip, Pipa Gelas Vertikal Dengan memasang kaca pada dinding bejana (berdasarkan alasan

keselamatan kaca dibuat ganda), tinggi permukaan dapat dilihat langsung secara visual. Karena pembersihan dan reparasi kaca intip lebih sulit, sering digunakan pipa gelas (gelas duga) yang dipasang vertikal pada bagian luar bejana. Ujung atas dan ujung bawah dihubungkan dengan bagian dalam bejana. Hubungan tersebut dapat dibuka atau ditutup dengan menggunakan organ penyekat. Ketinggian cairan dalam pipa sama dengan ketinggian dalam bejana (prinsip bejana berhubungan) serta dapat dibaca langsung pada skala dari pipa. Organ penyekat pada ujung bawah berfungsi untuk mencegah pengeluaran cairan bila pipa rusak dan hanya boleh dibuka sewaktu pembacaan nilai ukur. Pada penggunaan pipa gelas selalu terdapat bahaya perusak mekanik. Pipa gelas vertikal hanya digunakan apabila tidak diperlukan penunjuk jarak jauh tidak ada tekanan tinggi atau perubahan temperatur yang tajam, dan bila pembacaan nilai ukur secara langsung betul-betul dimungkinkan. Alat ini tidak cocok untuk cairan dengan viskositas tinggi atau cairan yang mengotori pipa gelas. Apabila pipa gelas vertikal tidak dapat digunakan, bisa dipasang pipa logam yang tidak bersifat magnetik. Pipa logam diisi benda apung magnetik. Kedudukan benda apung sesuai dengan ketinggian permukaan cairan dalam bejana. Tinggi permukaan ini dapat dilihat secara tidak langsung dengan bermacam-macam cara : keping-keping magnet terbungkus plastik dipasang paralel dengan pipa logam. Keping-keping akan membalik bila benda apung berada didekatnya. Kedua sisi keping memiliki warna yang berbeda, sehingga dengan melihat warna tersebut posisi benda apung magnetik, yang berarti tinggi permukaan, dapat diketahui. Hal ini tetap dapat diamati dari jarak yang jauh. Suatu bola baja (berongga, berat jenisnya disesuaikan) diapungkan pada cairan dalam sebuah pipa kaca atau plastik dengan ketinggian yang sama dengan benda apung magnetik. Bola tersebut menunjukkan cairan. Namun cara ini sensitif terhadap getaran. Dengan

memasang saklar magnet, pipa ukur dengan benda apung magnetik dapat juga memberi sinyal bila nilai batas tercapai. Gbr.2.1 Alat Ukur Tinggi Permukaan dengan Menggunakan Kaca Intip

3. Alat Ukur dengan Benda Apung Suatu benda apung (berongga) akan langsung bergerak mengikuti perubahan tinggi cairan. Gerakan benda apung disampaikan ke alat penunjuk dengan bermacammacam cara. Pada benda apung dipasang batang vertikal yang ujungnya menunjuk pada skala yang sudah dikalibrasi. Cara ini cocok untuk wadah kecil yang terbuka,

kadang-kadang digunakan sebagai penunjuk harga batas untuk sistem tertutup dengan saklar mekanik melalui katrol. Benda apung dipasang pada suatu logam ungkit. Gerakannya diperkecil oleh suatu tuas dan kemudian dipindahkan ke alat penunjuk. Pemindahan secara mekanik ke alat penunjuk pada sistem tertutup dilakukan dengan menggunakan kopling magnet. Pemindahan secara pneumatik menggunakan transmiter mekanik/pneumatik. Penunjuk jarak jauh dan pemberian sinyal pada nilai batas (alarm), juga bisa dilakukan. Benda apung dengan lengan ungkit tidak cocok untuk bejana yang tinggi dan sempit. Korosi atau pengotoran dapat menyebabkan sistem tuas menjadi macet. Bila terjadi korosi bola apung bisa terisi cairan. Penyampaian gerakan secara elektrik dengan transmiter mekanik atau elektrik, penunjuk jarak jauh, pemberi sinyal pada harga-harga batas (alarm), sambungan ke alat pengatur.

4. Alat Ukur dengan Benda Celup

Pada alat ini, suatu pegas digantungi benda celup silinder. Tergantung pada ketinggian cairan dalam bejana, gaya berat yang membebani pegas menjadi lebih kecil sesuai dengan besarnya gaya apung. Perubahan panjang pegas bisa dipindahkan ke alat penunjuk secara mekanik, pneumatik, magnetik atau elektik. Gaya apung pada benda celup tergantung pada berat jenis cairan. Dengan demikian pengukuran juga tergantung pada berat jenis cairan. Benda celup juga cocok untuk bejana yang tinggi dan sempit.

5. Alat Ukur Tekanan dan Beda Tekanan Tekanan hidrostatik pada dasar suatu bejana tergantung pada berat jenis dan ketinggian cairan. Tekanan ini diukur dengan manometer. Pada bejana tertutup dan bertekanan, yang diukur adalah beda tekanan antara dasar bejana dan ruang di atas cairan. Perbedaan tekanan ini dapat dilihat dari rumus : P = P1 + P2 (2.1) Dimana : P = Tekanan di dalam tangki (Pa). P1 = Tekanan di atas cairan, yaitu tekanan udara yang menekan cairan (Pa). P2 = Tekanan di dalam cairan (Pa). massa jenis cairan (kg/m3). h = tinggi cairan (m)]. Pengukuran ini juga dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gbr. 2.2 Gambar Pengukuran dengan Alat Ukur Beda Tekanan

Cara ini tergantung pada berat jenis. Sebagai kerugiannya, bagian bawah bejana perlu dipasangi flens (karena terdapat bahaya kebocoran). Penunjuk jarak jauh atau pemberi sinyal pada nilai-nilai batas (alarm) dengan transmiter hidrolik elektrik atau hidrolik pneumatik. Dengan sistem gas tiup juga dapat ditentukan tekanan hidrostatik. Udara atau gas inert ditiup melalui pentil serta pipa yang tercelup ke dalam bejana. Ujung pipa hampir mencapai dasar bejana dan tekanan yang diukur dengan manometer pada posisi sesudah pentil menunjukkan tekanan hidrostatik pada dasar bejana. Berat jenis berpengaruh pada metode ini. Cocok juga untuk cairan yang korosif, kotor dan berviskositas tinggi dalam bejana yang berventilasi (sering untuk tangki minyak). Manometer dapat dikalibrasi langsung dalam satuan volume.

6. Pengukuran dengan Pancaran Radioaktif Isotop radioaktif (Cobalt 60, Cesium 137) ditaruh dalam bejana yang kedap radioaktif. Dari bejana tersebut pancaran dikeluarkan hanya ke arah tempat pengukuran. Bejana tersebut biasanya dipasang di luar bejana penyimpanan (silo, tangki). Sinar gamma menembus bejana atau mungkin juga isinya, mengenai detektor yang terletak berseberangan dengan sumber pancaran. Pancaran tersebut ditangkap oleh tempat pengukuran, tempat pengukuran menangkap frekwensi dari sinar gamma tersebut. Hal ini dapat diperhatikan pada gbr 2.3.

(GAMBAR)

Gbr. 2.3 Keterpasangan Sensor Radioaktif pada Pengukuran Tinggi Cairan Permukaan Tangki

Keterangan Gambar : - Radiation Path : Garis pancaran radiasi - Source and Holder : Sumber radiasi - Detector : Pendeteksi pancaran radiasi - Platform : Dinding tangki -Vessel Clip : Flens pengunci - Elevation : Jarak antara sumber radiasi dengan pendeteksi - Maz,Min Liquid Level : Maksimum dan minimum ketinggian tangki - Plan View : Perencanaan keterpasangan pengukuran

Frekwensi tersebut akan menunjukkan besar jarak yang ditempuh oleh sinar gamma. Hal ini dapat dilihat dari rumus : S = k . c . f/2 Dimana : S = Jarak yang ditempuh oleh sinar gamma (m). k = Konstanta dari bahan isotop. c = Kecepatan pancaran sinar gamma. (m/det). f = Perbedaan frekwensi yang dihasilkan oleh sinar gamma (Hz). Melalui suatu penguat, detektor mengirimkan arus yang besarnya tergantung pada tinggi bahan proses dalam bejana, yaitu apakah di atas atau di bawah berkas sinar gamma. Metode ini tergantung pada bahan dan berat jenis. Penggunaan susbstansi radioaktif diatur dengan undang-undang mengenai radiasi. Penggunaannya terutama untuk pengukuran nilai batas. Untuk pengukuran kontinu diperlukan sepasang sumber-penerima yang dapat digerakkan ke arah vertikal, dengan kedudukan senantiasa dicatat. Alat tersebut digunakan bila cara lain tidak cocok (misalnya karena tekanan terlalu tinggi, biji-bijian terlalu besar, bahan beracun atau terlalu viskos). Dalam bejana tidak perlu dipasang perlengkapan untuk pengukuran (pengukuran tanpa sentuhan).

Print hal 1o sampe abes

2.2 Pengukuran Ketinggian Padatan Pengukuran ketinggian padatan merupakan pengukuran yang cukup banyak digunakan antara lain untuk penyimpanan bahan baku, produk dan material lainnya yang menunjang suatu proses industri. Adapun klarifikasi pengukuran ketinggian padatan yaitu : Pengukuran Kontinyu Pengukuran level Padatan kontinyu menggunakan pengendalian dengan sistem pneumatik dan listrik dan cocok untuk aplikasi proses kontinyu. Pengukuran kontinyu. Pengukuran kontinyu meliputi : a. Grid

Jenis grid memberikan indikasi dinamis dan kontinyu ketinggian padatan. Grid dimasukkan ke dalam bentangan (bed) padatan bergerak, mengukur secara langsung gaya internal yang berhubungan dengan densitas padatan dan kedalaman bentangan (Bed).

Ukuran maksimal material tidak boleh melebihi 1/3 diamtere bukaan grid. Pada gambar 8-9, grid terdiri dari cincin metal tipis yang dihunungkan dengan poros membentuk silinder vertikal. Grid biasanya hanya sebagian terendam pada bentangan padatan, dan level naik atau turun sebanding dengan kenaikan dan penurunan grid. Batasan aplikasi o Hanya untuk bed yang bergerak o Memerlukan kalibrasi sendiri o Dirancang untuk aplikasi spesifik

b. Gamma-ray detector Radiasi nuklir dari sumber tertentu dapat dihubungkan dengan level solid dalam vessel dimana detektor mengkonversikan radiasi nuklir ke kuantitas listrik berhubungan dengan level. Detektornya disebut Geiger Counter. Ada dua variasi sistim yaitu : Variasi intensitas sebanding dengan ketebalan material interpose antara sumber dan detektor Variasi intensitas berbanding terbalik terhadap jarak kuadrat antara sumber dan deteksi.

Untuk pengukuran level padatan, sumber dapat diletakkan sedemikian rupa sehingga padatan itu sendiri membentuk ketebalan yang bervariasi dimana sinar gamma harus menembus untuk mencapai detektor (Gambar 8-10).

c.

Noise Level Pengendalian noise untuk pengoperasian dalam grinding mill adalah aplikasi pengukuran level yang berhubungan dengan variasi suara yang diproduksi dalam bola, batang ata tabung grinding mill (Gambar 8-11). Sebuah mikrofon diletakkan dekat grinding mill yang diaktifkan oleh suara, dan sistim pengendalian dikalibarasi untuk mempertahankan laju umpan yang juga mempertahankan tingkat suara yang optimum untuk aksi grinding maksimum. Biasanya alarm juga dipasang bersamaan, sehingga operator dapat mengetahui terjadinya ketidakberesan seperti loncatan bunga apo atau penyumbatan dengan menyalanya lampu alarm. Peralatan ini digunakan untuk peralatan bergerak dan dibatasi pada aplikai dimana tingkat suara adalah fungsi suara yang dihasilkan.

a. Diafragma

Pengukuran Titik Tetap

Jenis ini menggunakan diafragma fleksibel yang berhubungan dengan material dalam vessel (bin). Saat level padatan naik, tekanan akan menekan diafragma terhadap mekanisme level pengukur berat. Saat level tersentuh, saklar listrik diaktifkan. Indikator level diafragma biasanya dipasang pada bagian luar bin (Gambar 8-12). Keuntungan 3 Biaya murah namun terbatas pada vessel terbuka dan untuk pengendalian tinggi dan rendah (2 posisi).

b. Kerucut Pendan Alat ini terdiri dari saklar yang sensitif di dalam wadah anti debu yang menggerakkan pivot tempat kerucut pendan terpasang. Batang pendan bersambung ke bola apung plastik atau kerucut logam. Ketika kerucut atau bola apung terjungkit oleh material padat, saklar di bagian atas diaktifkan, Alat (gambar 8-13) ini dapat dipasang pada bagian atas, bawah atau variasi level tertentu dimana ingin dilakukan pengukuran 2 pengendalian. Gambar 8-14 menunjukkan detektor pendan dengan 2 bola pengapung untuk 2 posisi pengukuran.

c. Defleksi Probe Alat ini menggunakan kontak listrik yang tertutup (mati) saat material padat mendefleksikan (membengkokkan) batang baja tirus yang

dihubungkan dengan diafragma kuningan (Gambar 8-15).

Banyak digunakan pada operasi penimbunan batu bara dan penggunaan dibatasi untuk pemasangan pada bagian top (pengukuran permukaan) dan vessel terbuka.

d. Padel Berputar Alat ini digunakan untuk indikasi dan pengendalian level material yang kering, butiran atau hancur. Poros padel digerakkan oleh motor, ketika rotasi (putaran) padel tertahan oleh material padatan akan menyebabkan pendukung motor dan rumah gigi bergerak pada permukaan horizontal. Putaran tersebut mengaktifkan 2 saklar roller mini dalam putaran berlawanan. Saklar pertama unutk mengaktifkan alat seperti sirkuit aliran, sedang saklar kedua mematikan daya ke roda padel yang lalu berhenti berputar. Ketika material levelnya turun, sebuah pegas akan

mengembalikan keadaan ke posisi semula dan kedua saklar terbebaskan dan padel berputar lagi (Gambar 8-16).

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN Jadi, fluid level adalah batas ketinggian suatu permukaan benda mengalir.

Bertujuan untuk mengetahui ketinggian permukaan suatu fluida cair dalam suatu wadah Pengukuran ketinggian padatan merupakan pengukuran yang cukup banyak digunakan antara lain untuk penyimpanan bahan baku, produk dan material lainnya yang menunjang suatu proses industri Masing- masing memiliki karakter sendiri sendiri, juga kekurangan dan kelebihan.

3.2 SARAN Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari banyak kekurangan . Untuk itu sarn dan kritik yang membangun sangat diperlukan untuk menyempurnakan makalah ini .