Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN ANALISIS INVESTASI Aurino Djamaris

Analisis investasi ini disusun hanya aspek keuangan saja. Agar dapat melakukan analisis investasi maka yang harus dihitung terlebih adalah kebutuhan investasi dan kelayakannya. 1. Menghitung kebutuhan investasi Sebagai langkah awal melakukan analisis investasi terlebih dahulu harus mengumpulkan informasi dan data yang dibutuhkan dalam proyek atau usaha yang akan dilaksanakan. Informasi itu terdiri dari kebutuhan Modal Investasi dan Modal kerja a. Modal Investasi 1. Tanah 2. Bangunan 3. Mesin 4. Perlengkapan kantor 5. Kendaraan 6. Lainnya (pengurusan legalitas) b. Modal kerja 1. Biaya bahan baku 2. Bahan pembantu 3. Upah tenaga kerja langsung 4. Gaji pegawai 5. Biaya umum (bukan penyusutan) 6. Biaya penjualan 7. Biaya umum 8. Penyusutan aktiva tetap Yang selanjutnya klasifikasi modal kerja akan dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh banyaknya atau volume produksi seperti antara lain : a. b. c. d. e. Biaya tenaga kerja tidak langsung (pegawai dikantor). Bunga bank. Biaya asuransi. Dana depresiasi atau penyusutan. Dan lain-lain.

Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya sangat tergantung pada banyaknya jumlah produksi barang unit. Seperti antara lain : a. Bahan baku dan bahan pembantu. b. Upah tenaga kerja langsung.

Aurino Djamaris

9/21/2007 8:23 AM

c. Dan biaya-biaya lain sesuai dengan rencana produksi. Untuk mengetahui besarnya kebutuhan modal di atas maka perlu disusun alur proses produksi yang menggambarkan secara teknis kegiatan-kegiatan dalam pembuatan barang. Sehingga akan diketahui kebutuhan kapasitas mesin per satuan waktu yang diperlukan. Seperti jumlah unit per tahun (unit per jam). Kebutuhan jumlah tenaga kerja langsung, bahan baku dan lainnya yang diukur dalam satuan moneter (rupiah). 2. Menghitung kelayakah investasi Dengan memperhatikan tingkat suku bunga yang berlaku dan proyeksi harga dan volume penjualan produk yang dihasilkan. Kelayakan investasi dapat dihitung dengan berbagai pendekatan. a. Pay Back Period dan Break event point (BEP) adalah untuk menghitung tingkat total revenue sama degnan total cost (TR =TC).Tingkat BEP dapat dilihat dari segi jumlah produksi, lamanya waktu pengembalian biaya dan jumlah biaya yang dikeluarkan. Pada dasarnya BEP untuk mengetahui berapa lama investasi dapat kembali atau sering sebut dengan Pay Back period. b. Net Present Value (NPV) adalah perhitungan kriteria investasi yang berasal dari net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor (df) rumus untuk menghitung NPV sebagai berikut :
n NPV = NB1 i =1 (1+i)n

Atau

NPV =

i=1

Bi^ - Ci^ =

NB i^

i=1

Di mana : NB = Net Benefit = Benefit Cost C = Biaya investasi + Biaya operasi B^ = Biaya yang telah di discount C^ = Cost yang telah di discount i = discount factor n = tahun (waktu) Apabila perhitungan NPV lebih besar dari nol maka proyek tersebut dapat dikatakan feasible atau dapat dilaksanakan. Apabila ada dua pilahan proyek maka yang lebih besar NPV-nya yang dipilih.

c. Internal Rate of Return (IRR)

Aurino Djamaris

9/21/2007 8:23 AM

Perhitungan kriteria IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV sama dengan 0. Dengan demikian apabila hasil perhitungan IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) dikatakan proyek tersebut feasible atau dapat dijalankan, bila sama dengan SOCC berarti pulang pokok dan dibawah SOCC proyek tidak feasible. Untuk menentukan nilai IRR harus dihitung NPV1 dan NPV2 dengan cobacoba (atau dengan cara interpolasi). Apabila nilai NPV 1 telah menunjukan angka positif maka discount factor yang kedua harus lebih besar dari SOCC dan sebaliknya apabila NPV1 menunjukan angka negatif discount factor kedua harus di bawah SOCC atau discount factor. Apabila terdapat beberapa proyek yang harus dipilih, maka yang memiliki IRR yang besar yang harus dipilih. IRR= i + NPV1 ( NPV1 NPV2 )
. ( i2 i1 )

Dimana : i1 = tingkat discount rate yang menghasilakan NPV1 I2 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2 Berikut ini contoh kasus tentang industri pengolahan hasil pertanian misalnya (dodol, terigu, dan lain-lain). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, untuk mendirikan industri tersebut membutuhkan investasi Rp. 35 juta yang dialokasikan selama 2 tahun yaitu untuk membangun industri. Pada tahun persiapan Rp. 20 juta dan tahun pertama Rp 15 juta. Kegiatan pabrik mulai berjalan setelah 2 tahun dari pembangunan konstruksi. Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan setelah dilakukan rekapitulasi pada tahun ke 2 sebesar Rp. 5 juta pertahun dan tahun berikutnya ada pada tabel perhitungan. Benefit kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari hasil pengolahan hasil pertanian. Kegiatan produksi mulai pada tahun ke 2 dengan jumlah penghasilan sebesar Rp. 10 juta dan untuk tahun selanjutnya lihat pada tabel perhitungan. Perhitungan NPV

Form Persiapan Perhitungan NPV (Rp. 000)


Thn Investasi Biaya Operasi Total Cost Benefit Net Benefit D.F 18% Present Value

0 1 2 3

20,000 15,000 -

5,000 6,000

20,000 15,000 5,000 6,000

10,000 12,000

(20,000) (15,000) 5,000 6,000

1.0000 0.8475 0.7182 0.6086

(20,000) (12,712) 3,591 3,652

Aurino Djamaris

9/21/2007 8:23 AM

4 5 6 7 8 9 10

6,000 7,000 7,000 8,000 9,000 10,000 11,000

6,000 7,000 7,000 8,000 9,000 10,000 11,000

14,000 17,000 21,000 25,000 30,000 36,000 43,000

8,000 10,000 14,000 17,000 21,000 26,000 32,000

0.5158 0.4371 0.3704 0.3139 0.2660 0.2255 0.1911

4,126 4,371 5,186 5,337 5,587 5,862 6,114 11,113.74

Net Present Value

Perhitungan IRR

Table menentukan NPV1 dan NPV2


Thn 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Net Benefit D.F 18% Present Value1 D.F 24 % 1.0000 0.8065 0.6504 0.5245 0.4230 0.3411 0.2751 0.2218 0.1789 0.1443 0.1164 Present Value2 (20,000) (12,097) 3,252 3,147 3,384 3,411 3,851 3,771 3,757 3,751 3,723

(20,000) (15,000) 5,000 6,000 8,000 10,000 14,000 17,000 21,000 26,000 32,000

1.0000 0.8475 0.7182 0.6086 0.5158 0.4371 0.3704 0.3139 0.2660 0.2255 0.1911

(20,000) (12,712) 3,591 3,652 4,126 4,371 5,186 5,337 5,587 5,862 6,114

NPV

11,113.74

(48.94)

Dengan memasukan ke dalam rumus di atas akan diperoleh IRR = 18 % + 11.114 x ( 24%-18%)

(11.114 + 48,94) IRR = 23,97 %

Aurino Djamaris

9/21/2007 8:23 AM

3. Form kebutuhan investasi Untuk mempermudah mengumpulkan informasi kebutuhan investasi, dapat diisi form tentang kebutuhan investasi yang meliputi : a. Modal Investasi 1. Tanah 2. Bangunan 3. Mesin 4. Perlengkapan kantor 5. Kendaraan 6. Lainnya (pengurusan legalitas) b. Modal kerja 1. Biaya bahan baku 2. Bahan pembantu 3. Upah tenaga kerja langsung 4. Gaji pegawai 5. Biaya umum (bukan penyusutan) 6. Biaya penjualan 7. Biaya umum 8. Penyusutan aktiva tetap c. Proses biaya produksi dan volume penjualan serta harja jual per unit. d. Proyeksi laba rugi e. Aliran arus kas untuk perhitungan IRR

Aurino Djamaris

9/21/2007 8:23 AM