Anda di halaman 1dari 10

ANALISA VITAMIN

SUGITO, S.TP., M.Si. Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Metode Analisa
Cara Fisika (kadarnya saja): Didasarkan pada aktivitas dan sifat secara fisik Mikrobiologi Bioassay (dapat kualitatif dan kuantitatif serta efeknya secara biokimia)

Contoh Analisa Thiamin Secara Fisika


Metode Flourosensi Prinsip : Oksidasi thiamin menjadi menjadi thiokrom (derivat thiamin yang dapat berpendar) dengan memancarkan sinar uv. Apabila senyawa tersebut terbebas dari senyawa berpendar lainnya maka kadar tiamin ekuivalen dengan flourosessinya.
1.

Rumus

Tiamin dengan Volumetri


Prinsip: Menitrasi larutan thiamin dengan larutan tungstosilikat yang sudah diketahui konsentrasinya Standari sasi tungstosilikat dengan thiamin hidroklorida/ strykhin nitrat Titik akhir titrasi : Perubahan endapan dari kuning menjadi kuning kemerahan menjadi 1 mL tungstosilikat 0,05 N = 8,43 mg

Thiamin dengan metode Mikrobiologis


Prinsip; gunakan mikrobia yang sangat peka terhadap tiamin Ochromonas danica Media diberi sampel yang akan diuji, diinokulasi dengan bakteri dengan konsentrasi yang sama, diinkubasi 5-7 hari pada suhu 27 oC dengan diterangi dengan flouroses 60W Maka akan terjadi kekeruhan Dibaca denga turbidimeter atau Spektro 436 nm Dibuat kurva standar

Analisa dengan Spektrofotometer (Riboflavin)


Prinsip : hasil reaksi berupa senyawa yang berwarna, atau senyawa yang bisa menyerap absorbansi sinar spektrofotometer Menyamakan: antara absorbansi sampel dengan absorbansi standar.

1. Persiapanlarutan Sampel
Larutan riboflavin diberi radiasi dalam suasana asam, membentuk lumiflavin (senyawa yang larut dalam kloroform). Dalam keadaan basa akan berwarna biru (lumichrome), dalam keadaan netral (kuning kehijauan) Diukur pada panjang gelombang 415 nm

2. Membuat kurva standar


Riboflavin standar dibuat dalam larutan berseri, (0,1 mg 1 mg) kemudian dioksidasi dalam suasana asam/basa/netral Diukur absorbansi-nya Dibuat kurva standard Buat persamaan garis lurus y=ax + b Masukkan nilai absorbandi sampel sebagai y, kepersamaan diatas

Analisa Vitamin dengan Bioassay


Cara biokimia (invivo) Dengan menggunakan tikus percobaan Kualitatif dankuantitatif Dapat menggambarkan metabolisme vitamin secara biokimia Paling mudah, dengan metode berat badan. Ada tikus kontrol dengan pemberian Riboflavin dengan konsentrasi yang berbeda. Dipelihara selama 28-30 hari.