Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehinga kami dapat menyelesaikan makalah Perilaku Konsumen. Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya kemampuan pengetahuan baik teori maupun praktek. Dengan demikian kelompok ini mengahrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan panulisan makalah ini. Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita sekalian, dengan harapan agar karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.

Solok, Oktober 2013 Hormat Kami

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... B. Rumusan Masalah .. C. Tujuan Pembahasan ... BAB II PEMBAHASAN A. Perilaku Konsumen B. Pendekatan Utilitas C. Pendekatan Kurva Indiferens . D. Garis Anggaran .. E. Pilihan Konsumen .. F. Penurunan Kurva Permintaan BAB III PENUTUP Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA ..

1 2

3 3 3

4 4 5 7 8 9

11 12

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Lebih jauh lagi karena alat menganalisis perilaku konsumen tidak pasti, para pemasar kemungkinan tidak mampu menetapkan secara akurat apa sebenarnya yang dapat memuaskan para pembeli. Sekalipun para pemasar mengetahui faktor yang meningkatkan kepuasan konsumen, mereka belum tentu dapat memenuhi faktor tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Jelaskan Perilaku Konsumen! 2. Jelaskan Pendekatan Utilitas! 3. Jelaskan Pendekatan Kurva Indiferens! 4. Jelaskan Garis Anggaran! 5. Jelaskan Pilihan Konsumen! 6. Jelaskan Penurunan Kurva Permintaan!

C. TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan perilaku konsumen adalah untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen.

BAB II PEMBAHASAN
A. PERILAKU KONSUMEN Teori konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produkproduk yang akan dipilih oleh konsumen (rumah tangga), pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Teori ini juga digunakan untuk mendapatkan kurva permintaan. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ini ada 3 yaitu: 1. pendekatan utilitas 2. pendekatan kurva indiferens 3. pendekatan atribut Pendekatan terakhir merupakan pendekatan yang paling baru. Namun pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan indiferens.

B. PENDEKATAN UTILITAS Pendekatan ini menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pengonsumsian barang barang dan jasa dapat diukur dengan cara yang sama seperti untuk berat atau tinggi badan seseorang. Pendekatan ini disebut juga pengukuran cardinal. Istilah utilitas ini berhubungan dengan nama seorang filosof Inggris yang bernama Jeremy Benthem (1748-1832). Utilitas berhubungan dengan kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang. Adam Smith (1723-1790) membedakan nilai guna (value in use) dengan nilai tukar (value in exchange). William Stanley Jevons (1835-1882) yang menjelaskan hubungan antara utilitas dan harga (atau nilai tukar). Dia memperkenalkan konsep utilitas marginal (marginal utility).

Asumsi-asumsi Pendekatan Utilitas 1. Tingkat utilitas total yang dicapai seseorang konsumen merupakan fungsi dari kuantitas berbagai barang yang dikonsumsinya : Utilitas = U(barang X, barang Y, barang Z, ) 2. Konsumen akan memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk pada kendala anggarannya
4

3. Utilitas dapat diukur secara cardinal 4. Marginal utility (MU) dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun . MU adalah perubahan total utility (TU) yang disebabkan oleh tambahan satu unit barang yang dikonsumsi, ceteris paribus.

Perbandingan antara MU dengan P Seorang konsumen akan memilih barang-barang yang dapat

memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggarannya. Utilitas tersebut akan maksimum jika perbandingan antar MU dan harga adalah sama untuk setiap barang yang dikonsumsi, misalnya barang X, Y, Z MUx = MUy = MUz Px Py Pz

C. PENDEKATAN KURVA INDIFERANS Pendekatan kurva indiferens menggunakan pengukuran ordinal dalam menganalisis pilihan konsumen dan menurunkan fungsi permintaan. Tingkattingkat utilitas yang ditetapkan pada beberapa kelompok barang menunjukkan peringkat dari barang-barang tersebut.

Asumsi-asumsi Pendekatan Kurva Indiferens 1. Konsumen mendapat kepuasan atau utilitas lewat barang-barang yang dikonsumsinya. U= U( barang X. barang Y, barang Z,) 2. Konsumen akan memaksimumkan kepuasannya dengan tunduk kepada kendala anggaran yang ada. 3. Konsumen mempunyai suatu skala preferensi 4. Marginal Rate of substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X, pada tingkat kepuasan yang sama.

Skala atau Fungsi Preferensi Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan. Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi.

Kurva Indiferens Mencerminkan Preferensi Konsumen Kurva indiferens adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi (pembelian) barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Artinya konsumen tidak akan lebih suka (prefer) kepada suatu titik disbanding titik-titik yang lain yang terletak pada kurva tersebut. Kumpulan kurva indiferens disebut indifference maps dari setiap konsumen.

Tabel 1.2 Marginal Rate of Subtitution Kelompok barang A B C D E Tongseng (piring) 1 2 3 4 5 Sate (tusuk) 20 15 11 8 6

Gambar 4.1 Kurva Indiferens

Ciri-Ciri Kurva Indiferens Kurva Indiferens mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : 1. Semakin kekanan atas (menjauhi titik origin), semakin tinggi tingkat

kepuasannya,
6

2. 3. 4.

Kurva indiferens tidak berpotongan satu sama lainnya. Kurva indiferens berslope negative Kurva indiferens cembung kearah origin.

D. GARIS ANGGARAN Garis Anggaran adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu. Konsumen hanya mempu membeli sejumlah barang yang terletak pada atau garis sebelah kiri garis anggaran. Titik titik pada sebelah kiri garis anggaran tersebut menunjukkan tingkat pengeluaran yang lebih rendah. Gambar 4.3 Garis Anggaran

Contoh :jika anggaran (i) sebesar 100.000 dengan harga barang X dan Y masingmasing 5000 dan 10000, maka garis anggarannya ditunjukkan oleh garis BB (gambar 1.3). daerah anggarannya (budget set) melukiskan semua kombinasi (X,Y) ynag dapat dibeli dengan anggaran sebesar 100000 atau kurang.

Persamaan Garis Anggaran Persamaan garis anggaran (dimana I= pendapatan/anggaran konsumen) bisa dilukiskan dengan 2 cara : I = X.Px+ Y.Py Atau
7

Y=I-X.Px = I - Px Py Py Py

Contoh persamaan anggaran untuk gambar 4.3 : 100 = 100X + 10Y Y = 100/10 5/10 X atau Y = 10 X/2

Ciri-ciri Garis Anggaran Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Berslope negative Berbentuk linier selama harga tidak berubah Nilai dan garis anggaran semakin ke kanan semakin besar Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga.

E. PILIHAN KONSUMEN Seorang konsumen akan memilih sekelompok barang yang memaksimumkan kepuasannya dengan tunduk kepada kendala anggaran yang ada. Sekelompok barang yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi tersebut harus memenuhi 2 syarat : 1. Keadaan tersebut terjadi pada saat kurva indiferens tertinggi bersinggungan dengan garis anggaran 2. Keadaan tersebut terjadi pada titik singgung antara kurva indiferens tertinggi dengan garis anggaran

Sekelompok barang yang memaksimumkan kepuasan konsumen tersebut ditunjukkan oleh titik C pada gambar 4.4 . titik E juga terletak di dalam daerah anggaran tetapi dibawah kurva indiferens. Sedangkan titik F diatas kurva indiferens tetapi tidak didalam daerah anggaran.

Gambar 4.4 Pilihan Konsumen

F. PENURUNAN KURVA PERMINTAAN Kurva indiferens dapat digunakan untuk menurunkan kurva permintaan, baik secara grafis maupun matematis. Penurunan tersebut dilakukan dengan dua tahap yaitu: 1. Gambarkan kurva konsumsi-harga
QY

PCC

U=20 U=12 U=8 U=7

QX

2.

Gambarkan kembali kombinasi-kombinasi harga kuantitas dari PCC tersebut. Kombinasi-kombinasi antara harga dan kuantitas pada PCC dapat digambarkan pada sumbu harga dan kuantitas untuk mendapatkan kurva permintaan (gambar 4.6). Kurva tersebut akan menunjukkan berbagai kuantitas suatu barang yang akan dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, cateris paribus. Ini merupakan pengertian dari kurva permintaan

Gambar 4.6 Kurva Permintaan

10

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN Model piliihan konsumen dapat dikembangkan dengan menggunakan asumsi pengukuran kardinal dan ordinal. Pendekatan cardinal menganggap bahwa utilitas bisa diukur dengan cara penjumlahan. Pendekatan ordinal menganggap bahwa utilitas tidak dapat diukur dengan cara penjumlahan. Utilitas yang lebih banyak atau lebih tinggi hanya menunjukkan kepuasan yang lebih besar saja. Selain itu, pendekatan cardinal menganggap bahwa tingkat kepuasan marginal dalam pengkonsumsian suatu barang adalah menurun. Pendekatan kurva indiferens (ordinal) ini menganggap bahwa konsumen memiliki suatu skala preferensi dalam memilih barang-barang yang akan

dikonsumsinya. Kurva indiferens ini berslope negative, tidak berpotongan dan naik menjauhi titik asal (origin). Garis anggaran menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli konsumen dengan sejumlah pendapatan dan anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu.

11

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,Lincolin.2000.Ekonomi Manajerial.Edisi Ke 6. Yogyakarta:BPFE. http://vlophenormisses.blogspot.com/2011/03/analisis-perilaku-konsumen.html diakses hari selasa, 8/10/2013. Pukul 09.35 wib.

12