Anda di halaman 1dari 22

AGEN LPG 3KG

DAN ASPEK PERPAJAKANNYA

KPP PRATAMA JEMBER

Latar Belakang
Perpres /No.104/2007 tentang Konversi

Minyak Tanah ke Gas LPG dimulai pada Tahun 2007 . Surat Edaran HISWANA MIGAS yang menyatakan bahwa :
A. Seluruh Agen Minyak Tanah harus mengikuti Konversi Minyak Tanah ke Gas LPG 3kg dengan mengalihkan jenis usahanya menjadi Agen Gas LPG 3kg B. Seluruh Agen Minyak Tanah tidak semerta-merta menjadi Agen GasLPG 3kg (definitif), melainkan tetap harus melalui proses dengan kontrak sebagai Agen Gas LPG 3kg Non Definitif

Aspek Perpajakan
PPh ps 21 PPh Ps 22 Final PPN PPh ps 23 PPH ps 29 Badan.

PPh ps 22
Dasar Hukum Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 154 /Pmk.03/2010
Pungutan PPh Pasal 22 kepada penyalur

/agen, bersifat final. Selain penyalur/agen bersifat tidak final Besar Pungutan = 0,3% (nol koma tiga persen) dari penjualan tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai;

PPN
A. PPN Atas Penebusan gas/LPG

Dasar Hukum
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor

218/PMK.02/2011 yang menyebutkan subsidi LPG Tabung 3 Kg terdiri dari subsidi harga dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas subsidi harga

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 88/PMK.011/2011 tentang Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah Atas Subsidi Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu Dan Liquefied Petroleum Gas (Lpg) Tabung 3 (Tiga) Kilogram Bersubsidi

PPN
B. PPN Atas Fee Transport

Agen Elpiji 3 kg memperoleh Transport Fee plus PPN 10% dari Pertamina sehingga wajib menjadi PKP, dimana PPN tersebut mulai 1 Juli 2012 langsung dipungut PT Pertamina sesuai
PERATURAN MENTERI KEUANGAN INDONESIA NOMOR 85/PMK.03/ 2012 REPUBLIK

PPH Ps 23
Dari Transport FEE yang diperoleh Agen LPG,

Pertamina memotong PPh Pasal 23 sebesar 2% sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 244 / PMK.03/2008 Atas PPh Pasal 23 ini perlakuannya tidak final, artinya dapat dikreditkan di akhir tahun dalam SPT Tahunan .

Penghitungan PPh Ps 29 BAdan


Omzet/peredaran usaha dari agen LPG

khususnya Agen LPG 3 KG terdiri dari dua macam


Agen LPG 3 KG

Omzet yang telah dikenakan PPH Final

Omzet yang dikenakan PPH Non Final

Penghitungan PPh Ps 29 BAdan


PPH final (PPh Ps 22) dikenakan Atas

penebusan isi dan tabung LPG PPH Nonfinal ( PPH ps 23) dikenakan atas transport Fee dari pertamina yang digunakan untuk mengganti biaya angkut / transportasi dari SPBE/SPPBE ke gudang agen. Untuk masing masing Omzet tersebut dibuat laporan L/R secara terpisah

Penghitungan PPh Ps 29 BAdan


Rekonsiliasi Fiskal Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh WP karena terdapat perbedaan perhitungan, khususnya laba menurut akuntansi dengan laba menurut perpajakan melalui koreksi fiskal(berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994 jo Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008)

Penghitungan PPh Ps 29 BAdan


Jenis Koreksi Fiskal
Koreksi fiskal positif :

koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya pengurangan biaya yang telah diakui dalam laporan laba rugi secara komersial yang mengakibatkan adanya penambahan Penghasilan Kena Pajak Koreksi Fiskal negatif : koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya penambahan biaya yang telah diakui dalam laporan laba rugi secara komersial yang akan mengakibatkan adanya pengurangan Penghasilan Kena Pajak

Studi Kasus Free Transport yang diperoleh agen LPG


Transport Fee dari Pertamina digunakan

untuk mengganti biaya angkut / transportasi dari SPBE/SPPBE ke gudang agen.

Studi Kasus Free Transport yang diperoleh agen LPG


Untuk penggantian biaya transport

Core Bussines

Transport Fee

LPG 3 Kg

PP 94 tahun 2010 pasal 27


Biaya bersama bagi Wajib Pajak yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka penghitungan besarnya Penghasilan Kena Pajak, pembebanannya dialokasikan secara proporsional

Penghitungan Biaya yang Boleh dibebankan


Fee Transport pada proses bisnis agen LPG

mempunyai sifat yang strategis ( Join Cost) Join Cost adalah pengeluaran atau biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara suatu penghasilan dan sekaligus berhubungan langsung dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan lainnya.
Dasar Hukum :

Pasal 6 ayat (1) UU PPh PP 94 tahun 2010 pasal 27

Penghitungan Biaya yang Boleh dibebankan


Penghitungan biaya yang boleh dibebankan

dan yang tidak boleh dibebankan menggunakan proporsi sesuai jumlah penghasilan yang pengenaannya bersifat final dan penghasilan non final/di luar usaha Pokok. Dasar Hukum :

Pasal 6 ayat (1) UU PPh PP 94 tahun 2010 pasal 27

COntoh Perhitungan PPH Ps 29 Badan

COntoh Perhitungan PPH Ps 29 Badan

COntoh Perhitungan PPH Ps 29 Badan

Penghitungan PPh Badan ( Ps 31E)


Peredaran bruto sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 31E

ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha sebelum dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, meliputi :
Penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan bersifat final; Penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan tidak bersifat final; dan Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak.

a) b) c)

Dasar Hukum : SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 66/PJ/2010

Penghitungan PPh Badan ( Ps 31E)


Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.000,00 mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4.800.000.000,00.

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang

Fee Transport
Transport fee pada mulanya diadakan untuk mendukung pelaksanaan jasa transportasi (seperti halnya SPBU ) dimana Pertamina mempunyai rekanan jasa transportasi untuk mengangkut bahan bakar dari depot ke SPBU, namun karena rata rata agen sudah mempunyai angkutan sendiri(eks agen minyak tanah) maka fee jasa transportasi tersebut dialokasikan ke biaya operasional transportasi angkutan yang dimiliki agen yang penggunaannya disamakan dengan jasa agen transportasi SPBU yaitu untuk mengangkut tabung LPG dari SPBE/SPPBE ke agen