Anda di halaman 1dari 7

Teori Kognitif Sosial : Albert Bandura

Gambaran Umum Teori Kognitif Sosial


Teori kognitif sosial dari Albert Bandura menekankan kejadian-kejadian yang tidak disengaja walaupun juga menyadari bahwa pertemuan dan kejadian ini tidak selalu mengubah jalan hidup seseorang. Teori kognitif sosial memiliki beberapa asumsi dasar. Pertama, karakteristik yang paling menonjol dari manusia adalah plastisitas, yaitu bahwa manusia mempunyai fleksibilitas untuk belajar berbagai jenis perilaku dalam situasi yang berbeda-beda. Bandura lebih menekankan terhadap proses belajar dengan cara diwakilkan (vicarious learning , yaitu belajar dengan mengobser!asi orang lain. "edua, melalui model triadic reciprocal causation / reciprocal determinism yang meliputi perilaku, lingkungan, dan faktor pribadi, dapat terlihat bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk mengontrol kehidupannya. #anusia dapat mengubah kejadian yang tak menetap menjadi suatu metode yang cukup konsisten dalam menge!aluasi serta mengontrol lingkungan sosial dan budaya mereka. $ua dorongan lingkungan yang penting dalam model triadic adalah pertemuan yang kebetulan dan kejadian tidak disengaja. "etiga, teori kognitif sosial menggunakan perspektif agen, yaitu manusia mempunyai kapasitas untuk mengontrol sifat dan kualitas hidup mereka. #anusia adalah produsen sekaligus produk dari sistem sosial. "omponen penting dari model triadic reciprocal causation adalah efikasi diri, yaitu kepercayaan bahwa mereka dapat melakukan suatu perilaku yang akan menghasilkan perilaku yang dinginkan dalam situasi yang khusus. "eempat, manusia mengontrol tingkah lakunya berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal. %aktor eksternal meliputi lingkungan fisik dan sosial, sementara faktor internal meliputi obser!asi diri, proses menilai, dan reaksi diri. "elima, saat seseorang menemukan dirinya dalam situasi yang ambigu secara moral, mereka biasanya berusaha untuk mengontrol perilaku mereka melalui agensi moral, yang meliputi mendefinisikan ulang suatu perilaku, merendahkan atau mendistorsi konsekuensi dari perilaku mereka, melakukan dehumanisasi atau menyalahkan korban dari perilaku mereka, dan mengalihkan atau mengaburkan kewajiban atas tindakan mereka.

Belajar
#anusia cukup fleksibel dan mampu mempelajari berbagai sikap, kemampuan, dan perilaku, serta cukup banyak dari pembelajaran tersebut merupakan hasil dari pengalaman tidak langsung. &alaupun manusia dapat dan memang belajar dari

pengalamn langsung, banyak dari apa yang mereka pelajari didapatkan dengan mengobser!asi orang lain. Pembelajaran Melalui Observasi Bandura yakin bahwa obser!asi memberikan jalan pada manusia untuk belajar tanpa harus melakukan perilaku apa pun. #anusia dapat mengobser!asi segala fenomena yang ada di alam semesta ini, tetapi yang terpenting bagi teori kognitif sosial adalah asumsi bahwa mereka belajar melalui obser!asi perilaku orang lain. Bandura yakin bahwa pembelajaran melalui obser!asi lebih efisien daripada melalui pengalaman langsung. $engan mengobser!asi orang lain, manusia tidak perlu mengalami berbagai respon yang dapat berakibat pada hukuman atau tanpa menghasilkan penguatan sama sekali. Modeling 'nti dari pembelajaran melalui proses obser!asi adalah modeling. Pembelajaran melalui modeling meliputi menambahi atau mengurangi suatu perilaku yang diobser!asi dan mengeneralisasi dari satu obser!asi ke obser!asi lainnya. $engan perkataan lain, modeling meliputi proses kognitif dan bukan sekedar melakukan imitasi. Ada beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang akan belajar dari seorang model. Pertama, karakteristik model tersebut sangat penting. "edua, karakteristik orang yang mengobser!asi. "etiga, konsekuensi dari perilaku yang akan ditiru. Proses yang Mengatur Pembelajaran Melalui Observasi (. ). +. ,. Perhatian *epresentasi Produksi Perilaku #oti!asi

Pembelajaran Aktif -uatu respon yang dibuat oleh seseorang akan diikuti oleh suatu konsekuensi. Beberapa dapat memuaskan, dan beberapa lagi tidak, bahkan yang lain mungkin tidak mempunyai efek yang berarti. Bandura yakin bahwa perilaku manusia yang kompleks dapat dipelajari saat seseorang memikirkan dan menge!aluasi konsekuensi perilaku mereka. "onsekuensi dari respon ini setidaknya memiliki tiga fungsi. Pertama, memberikan informasi mengenai dampak perilaku kita. "edua, memoti!asi perilaku kita yang bersifat antisipasi. "etiga berfungsi untuk menguatkan perilaku seperti teori -kinner, hanya bedanya Bandura beranggapan bahwa kognitif juga berperan dalam hal ini.

Triadic eci!rocal "ausation # eci!rocal $eterminism


-istem triadic reciprocal causation yang dibuat oleh Bandura mengasumsikan bahwa tindakan manusia adalah hasil dari interaksi antara tiga !ariable, .ingkungan /

0n!ironment (0 , Perilaku / Beha!iour (B , dan #anusia / Person (P , yang saling berinteraksi dan mempunyai hubungan timbal balik, serta dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Pertemuan secara Kebetulan dan Peristiwa Tidak Disengaja Bandura adalah satu-satunya pakar teori kepribadian yang dengan serius memperhitungkan pentingnya kemungkinan dari pertemuan yang kebetulan dan peristiwa tidak disengaja. Pertemuan yang kebetuluan didefinisikan sebagai pertemuan yang tidak sengaja dari orang-orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. -edangkan peristiwa yang tidak disengaja adalah pengalaman dari lingkungan yang tidak terduga dan tidak disengaja. "edua hal ini bisa mempengaruhi baik kecil maupun besar terhadap kehidupan manusia.

Agen Manusia
Bandura mempunyai sudut pandang bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk melakukan kontrol atas hidup mereka, yang dinamakan oleh Bandura sebagai sifat agensi. Agen manusia bukanlah suatu benda, melainkan proses aktif dari mengeksplorasi, memanipulasi, dan memengaruhi lingkungannya untuk mencapai suatu hasil yang dinginkan. Aspek-aspek Inti Agen Manusia Ada empat aspek inti dari agen manusia (. %ntensionalitas 1 merujuk kepada tindakan yang dilakukan seseorang secara bertujuan. -uatu intensi bukan hanya meliputi perencanaan, tapi juga tindakan. ). &isi 1 !isi berfungsi untuk dapat menentukan tujuan, dan memilih perilaku yang akan menghasilkan pencapaian yang dinginkan dan menghindari yang tidak diinginkan. 2isi memberikan manusia kemampuan untuk membebaskan diri dari kungkungan lingkungan. +. ea'tivitas $iri 1 manusia memiliki kemampuan untuk reakti!itas diri yang berarti manusia dapat memonitor kemajuan untuk memenuhi pilihan-pilihan tersebut. ,. efle'si $iri 1 adalah kemampuan untuk menge!aluasi nilai, arti dari tujuan hidup mereka, dan dapat memikirkan kapabilitas dari pemikiran mereka sendiri. manusia juga dapat menge!aluasi dampak dari tindakan orang lain terhadap diri mereka. Efikasi Diri !elf-Efficac" 0fikasi diri menurut Bandura adalah keyakinan diri seseorang bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan suatu perilaku yang diperlukan untuk menghasilkan pencapaian yang diinginkan dalam suatu situasi.

3al-hal yang mempengaruhi efikasi diri 1 (. Pengalaman menguasai sesuatu 1 yaitu performa masa lalu. Performa yang berhasil akan meningkatkan ekspektasi mengenai kemampuan, sebaliknya performa yang gagal cenderung menurunkan hal tersebut. ). Modeling sosial 1 atau biasa disebut vicarious experiences. Artinya efikasi diri kita akan meningkat jika kita melihat pencapaian sukses orang lain yang mempunyai kompetensi yang setara, namun akan berkurang jika orang tersebut gagal dalam pencapiannya. -aat orang lain tersebut berbeda dari kita, modeling sosial akan mempunyai efek yang sedikit dalam efikasi diri kita. +. Persuasi sosial 1 adalah kata-kata, kritik, atau saran dari orang lain yang dapat mempengaruhi efikasi diri kita. Persuasi sosial dapat meningkatkan efikasi jika orang tersebut mempercayai pihak yang melakukan persuasi dan kata-kata yang dilakukan harus efektif. ,. Kondisi fisi' dan emosional 1 kondisi fisik dan emosi tentunya akan berpengaruh terhadap efikasi diri. %isik dan emosi yang kuat akan lebih bisa meningkatkan efikasi diri, dibandingkan fisik dan emosi yang lemah. Agen Pr#$" Agen pro4y terjadi saat manusia mempunyai kapasitas untuk bergantung pada orang lain untuk barang dan layanan. karena Bandura mengungkapkan bahwa 5tidak ada orang yang mempunyai waktu, energi, dan sumber daya untuk dapat menguasai semua aspek kehidupan sehari-hari. 6leh karena itu kita membutuhkan agen pro4y dalam beberapa area fungsi tertentu7. Efikasi K#lektif adalah kepercayaan orang-orang bahwa usaha mereka bersama akan membawa suatu pencapaian kelompok.

egulasi $iri
Adalah kemampuan untuk mengendalikan atau menge!aluasi perilaku sendiri. %akt#r Eksternal &egulasi Diri mempengaruhi regulasi diri dalam dua cara (. %aktor eksternal tersebut memberikan suatu standar untuk menge!aluasi perilaku kita. ). %ektor eksternal mempengaruhi regulasi diri dengan menyediakan cara untuk mendapatkan penguatan.

%akt#r Internal &egulasi Diri meliputi + faktor () Observasi diri : kita harus dapat memonitor performa kita walaupun perhatian yang kita berikan padanya belum tuntas ataupun akurat. *) Proses !enilaian : menilai seberapa berharga tindakan kita berdasarkan tujuan yang telah dibuat. .ebih spesifik lagi proses penilaian bergantung pada Standar !ersonal : menge!aluasi performa tanpa membandingkan dengan yang dilakukan orang lain. Standar ruju'an : menge!aluasi performa dengan membandingkan dengan yang dilakukan orang lain. +ilai !ada 'egiatan : menilai berdasarkan pentingnya suatu akti!itas. Atribusi !erforma : apabila kita percaya bahwa keberhasilan yang kita capai karena usaha kita sendiri, kita cenderung bangga dan akan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan kita. ,) ea'si $iri 1 merespon secara positif atau negatif terhadap perilaku yang telah dilakukan.

&egulasi Diri Melalui Agen M#ral *egulasi diri melalui agen moral dapat dilakukan dengan cara akti!asi selektif dan melepaskan kontrol internal. 8unanya adalah agar manusia dapat memisahkan dirinya dari konsekuensi yang buruk dari tindakan mereka. Ada , teknik dasar dari akti!asi selektif dan melepaskan kontrol internal. Mendefinisi'an Ulang Perila'u adalah hal yang dilakukan oleh seseorang agar mereka mampu meminimalisasi atau lepas dari tanggung jawab dengan cara menjustifikasi suatu perilaku yang salah dengan melakukan restrukturisasi kognitif. $apat dilakukan dengan tiga teknik. (. -ustifi'asi moral 1 yaitu perilaku yang salah dibuat seolah-olah dapat dibela atau malah menjadi terlihat benar. ). Perbandingan yang menenang'an 1 yaitu membandingkan perilaku yang salah, dengan perilaku salah yang lebih parah yang dilakukan oleh orang lain. +. .abel yang bersifat mem!er/alus 1 yaitu memperhalus bahasa atas perilaku salah yang telah dilakukan. Tida' Meng/irau'an atau!un Mendistorsi Konse'uensi dari Perila'u ada + teknik yang dapat dilakukan (. #eminimalisasi konsekuensi dari perilaku mereka.

). Tidak menghiraukan konsekuensi dari tindakannya. +. #endistorsi atau menginterpretasikan dengan salah konsekuensi dari tindakan mereka. $e/umanisasi atau Menyala/'an Korban #anusia dapat mengaburkan tanggung jawab atas tindakan mereka dengan mengatribusikan kesalahan pada korban. Meminda/'an atau Mengabur'an Tanggung -a0ab #anusia dapat meminimalisasi konsekuensi dari tindakannya dengan menempatkan tanggung jawab pada sumber eksternal.

Perila'u $isfungsi
Depresi 3al-hal yang dapat membuat depresi dalam teori kognitif sosial Bandura adalah, pada umumnya manusia menempatkan suatu tujuan yang terlalu tinggi, dengan alasan biasanya untuk pencapaian dan kepuasan diri. Tetapi jika kita membuat standar terlalu tinggi, kemungkinan untuk mencapai hal tersebut akan sulit, dengan kata lain kemungkinan untuk gagal sangat besar. "egagalan untuk mencapai tujuan yang sangat tinggi inilah yang salah satunya bisa membuat depresi. %#bia %obia adalah ketakutan yang cukup kuat dan cukup bertahan untuk mempunyai efek yang cukup parah dan melumpuhkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Bandura mengasumsikan bahwa tele!isi dan media informasi lainnya menciptakan banyak ketakutan kita. %obia juga bisa bertahan karena penguatan negatif yang diterima oleh orang fobia dengan menghindari situasi yang menyebabkan ketakutan. Apabila objek yang ditakuti tidak dihadapi, fobia akan bertahan selamanya. Agresi Perilaku agresif saat terjadi pada titik ekstrem dapat juga menjadi disfungsi. Bandura menyatakan bahwa perilaku agresif didapatkan melalui obser!asi orang lain, pengalaman langsung dengan penguatan negatif dan positif, latihan atau instruksi, dsb. -etidaknya ada lima alasan yang membuat tindakan agresif menurut Bandura 1 (. #ereka menikmati menyakiti korban (penguatan positif . ). #ereka menghindari atau melawan konsekuensi yang tidak diinginkan dari agresi yang dilakukan orang lain (penguatan negatif .

+. #ereka mendapatkan cedera atau disakiti untuk tidak melakukan perilaku agresif (hukuman . ,. mereka memenuhi standar personal atas tindakan mereka dengan melakukan perilaku agresif (penguatan diri . 9. #ereka melihat orang lain menerima penghargaan atas tindakan agresif atau hukuman untuk perilaku non-agresif.

Tera!i
Ada + prosedur dalam terapi kognisi sosial Albert Bandura 1 (. #odel tidak langsung atau yang bersifat terlihat. ). #odel kognitif atau yang bersifat tidak terlihat. +. "emahiran aktif.

::::::::::::::::::::::::::::::::::0;$:::::::::::::::::::::::::::::::::