Anda di halaman 1dari 24

Operation Costing

Shinta Milatina

Outline
1. Pengertian Hybrid Costing
2. Penggunaan Hybrid Costing
3. Perhitungan Harga Pokok Produk Dengan
Metode Hybrid Costing Operation
Costing

Pengertian Hybrid Costing


Hybrid Costing merupakan sistem / metode perhitungan biaya
yang memadukan sistem job order costing dan process
costing.

Job-order
Costing

Hybrid Costing
(Products produced in batches)

Biaya bahan baku


dibebankan
berdasarkan job
order costing

Biaya konversi
dibebankan
berdasarkan
process costing

Process
Costing

Job Order Costing Vs Process


Costing
Karakteristik

Job Order Costing


Dapat ditelusuri ke
PenelusuranBiaya Produk masing-masing produk
Produk dibuat
Dasar Pembuatan Produk berdasarkan pesanan
Jenis Produk
Heterogen
Volume Produksi
Sedikit
Fleksiblitas Produk
Tinggi
Standarisasi
Cenderung tidak ada

Process Costing
Tidak dapat ditelusuri
secara langsung ke
Produk tidak dibuat
berdasarkan pesanan
Homogen
Banyak, masal
Rendah
Ada

Penggunaan Hybrid Costing


Hybrid costing biasanya digunakan oleh perusahaan perusahaan
yang memproduksi produk-produk terstandarisasi, seperti sepatu,
tas, pakaian, dan lain-lain.
Hybrid costing digunakan ketika perusahaan memproduksi barang
berbeda dengan bahan baku yang berbeda, namun prosesnya
sama.
Hybrid Costing menggunakan metode operation costing

CONTINUED....

Proses
Bahan Baku

Kayu Jati

Text

Kayu Surian

Produk

BTK
&
BOP

Papan Jati

Text

Papan Surian

Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan


Menggunakan Hybrid Costing / Operation
Costing

HYBRID COSTING

BK

BB

Dikumpulkan peroperasi
yang dilakukan dan
dibebankan ke setiap
produk yang melewati
operasi tersebut
(process costing)

Diidentifikasi
langsung pada
pesanan yang
dikerjakan (job
order costing)

Ilustrasi 1
Baltimore Company, sebuah pabrik pakaian di Ohio, membuat dua
lini blazer untuk toko serba ada.
50 blazer wol (pesanan kerja 423)
100 blazer polyester (pesanan kerja 424)

Biaya:

Pesanan Kerja
423
Jumlah blazer
Biaya bahan baku langsung
Biaya konversi yang dialokasikan
Operasi 1
Operasi 2
Operasi 3
Operasi 4
Operasi 5
Operasi 6
Total biaya manufaktur

50
6,000

580
400
1,900
500
700
10,080

Pesanan Kerja
424
$

100
3,000

1,160
3,800
875
8,835

Misal,
Biaya konversi yang dianggarkan untuk departemen 1 = $ 232.000
Produk yang dianggarkan operasi 1 = 20.000 unit
1 2006

1 2006
1 2006

$ 232.000
=
= $11,60
20.000

Biaya Konversi blazer wol = 50 x $ 11,60 = $ 580


Biaya Konversi blazer polyester = 100 x $ 11,60 = $ 1.160

Asumsi:
Biaya konversi aktual = $ 24.400

Conversion Cost Control


Various Accounts (such as Wages Payable
Control and Accumulated Depreciation)

24,400
24,400

Dari $ 3.000 bahan baku langsung untuk pesanan pekerjaan


424, sebesar $ 2.975 digunakan oleh Operasi 1
Work in Process Inventory, Operation 1
Materials Inventory Control

2,975
2,975

Alokasi biaya konversi ke produk

Work in Process Inventory, Operation 1


Conversion Cost Allocated

1,160
1,160

Transfer 100 blazer polyester (pada biaya sebesar $ 2.975 + $ 1.160)


dari Operasi 1 ke Operasi 3

Work in Process Inventory, Operation 3


Work in Process Inventory, Operation 1

4,135
4,135

Setelah memposting ayat jurnal, Barang dalam Prosess (Work in


Process Inventory), Operasi 1, akun akan tampak sebagai berikut:

Work in Process Inventory, Operation 1


Raw material inventory
2,975 Transferred to Operation 3
Conversion cost alocated
1,160
Ending inventory, 31 Maret
-

4,135

Ilustrasi 2
UB Healthy Company memproduksi tiga jenis produk, yaitu:
Vitamin A
Berbentuk tablet, 1 botol = 200 unit
Vitamin B
Berbentuk tablet, 1 botol = 200 unit
Multivitamin
Berbentuk kapsul, 1 botol = 200 unit

Operasi yang dilakukan perusaaan dan cost drivernya:


Operasi
Mixing
Tableting
Encapsulating
Bottling

Cost Driver
Tarif
Jam Tenaga Kerja Langsung
Jumlah Botol
1,5 menit per botol @ 200 unit
Jumlah Botol
Jam Mesin
1 menit per botol @ 200 unit

Jumlah vitamin yang direncanakan akan selesai dan biaya bahan


baku:

Vitamin A Vitamin B Multivitamin


Jumlah botol @ 200 unit
12,000
9,000
18,000
Biaya bahan baku langsung $ 23,240 $ 71,600 $ 47,520

Biaya konversi yang dianggarkan:


Operasi
Mixing
Tableting
Encapsulating
Bottling

$
$
$
$

Biaya
8,190
24,150
25,200
3,510

Diminta:
1. Tarif biaya konversi untuk setiap operasi/ departemen (yang
dianggarkan
2. Harga pokok produk yang dianggarkan untuk masing-masing
produk
3. Biaya per botol @ 200 unit untuk masing-masing vitamin

Biaya Konversi
Untuk menghitung biaya konversi, maka kita perlu menghitung jumlah
cost driver yang dianggarkan terlebih dahulu. Berdasarkan data di atas,
maka diperoleh:
Vitamin A
@ 200 = 12.000

15
= 12.000 = 300
60
= 12.000

60

= 200

Vitamin B
@ 200 = 9.000

15
= 9.000
= 225
60
= 9.000

60

= 150

Multivitamin
@ 200 = 18.000

15
= 18.000 = 450
60
= 18.000

60

= 300

Tarif biaya konversi yang dianggarkan:




=

$ 8.190
=
975
= $ 8,40


=

$ 24.150
=
21.000
= $1,15



=

$ 25.200
=
18.000
= $1,40


=

$ 3.510
=
650
= $5,40

Harga Pokok Produk

=
+
= $23.040 + (300

$8,40
$1,15
$5,40
+ 12.000
+ 200
)

= $23.040 + 2.520 + 13.800 + 1.080


= $23.040 + 17.400
= $40.440


=
+
$8,40
$1,15
= $21.600 + (225
+ 9.000
+ 150

$5,40

= $21.600 + 1.890 + 10.350 + 810


= $21.600 + 13.050
= $34.650


=
+
$8,40
$1,15
= $47.520 + (450
+ 18.000
+ 300

$5,40

= $47.520 + 3.780 + 25.200 + 1.620


= $47.520 + 30.600
= $78.120

Biaya per Botol yang Dianggarkan



=

$40.440
=
= $3,37/
12.000

=

$34.650
=
= $3,85/
9.000


=

$78.120
=
= $4,34/
18.000

Terima Kasih.

Anda mungkin juga menyukai