Anda di halaman 1dari 3

SEMINAR MANAJEMEN BIAYA

REACTION PAPER
STRATEGIC COST MANAGEMENT AND THE VALUE CHAIN

OLEH:

SHINTA MILATINA
1010532052

DOSEN PEMBIMBING: DRA. SRI DEWI EDMAWATI, M.SI, AKT

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS


2013

Strategic Cost Management and t e Va!"e C ain


#$ %o n &' S an( and Vi)a$ Go*indara)an
Di tengah persaingan industry yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya agar tidak tersingkir dari pasar. Perusahaan harus mampu menciptakan nilai pelanggan yang lebih baik dari pada pesaing dengan biaya yang sama atau lebih rendah dibandingkan pesaing; atau perusahaan mampu menciptakan nilai pelanggan yang sama dengan pesaing, namun dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing. Ada dua strategi yang biasanya dilakukan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitifnya. Pertama, strategi low cost, yaitu upaya yang dilakukan perusahaan dengan memberikan nilai yang sama atau lebih baik kepada pelanggan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing. Kedua, strategi diferensiasi, yaitu upaya yang dilakukan perusahaan dengan memberikan nilai tambah kepada pelanggan yang tidak diberikan oleh para pesaing, seperti menciptakan suatu produk yang unik. Untuk mewujudkan strategi tersebut, perusahaan harus mengelola biayabiaya yang terjadi pada setiap akti itas penciptaan nilai. Akti itas penciptaan nilai dimulai dari pembelian bahan baku dari pemasok hingga barang tersebut sapai ke pelanggan. !al ini dikenal dengan istilah rantai nilai. "antai nilai berbeda dengan nilai tambah yang hanya melihat dan menganalisa penciptaan nilai produk hingga produk tersebut terjual. "antai nilai mengakui bahwa setiap akti itas penciptaan nilai tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki saling ketergantungan dengan akti itas lainnya. #onsep ini menganalisa akti itas perusahaan secara keseluruhan, termasuk akti itas eksternal perusahaan tersebut. Perusahaan hanya bagian kecil dari analisa tersebut. $ang lainnya meliputi pemasok dan pelanggan. Dengan menggunakan analisis rantai nilai, perusahaan dapat memanfaatkan hubungan dengan pemasok untuk mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan lebih berkualitas. %elain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan hubungan dengan pelanggan untuk menciptakan loyalitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Ada bebrapa langkah yang harus dilakukan dalam menganalisis rantai nilai. Pertama, mengidentifikasi rantai nilai industry, kemudian biaya yang ditetapkan, pendapatan, dan asset atas akti itas nilai. #edua, mendiagnosa cost dri er yang mengatur akti itas nilai. &erakhir, mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan, baik dengan mengendalikan cost dri er yang lebih baik daripada competitor ataupun mengonfigurasi ulang rantai nilai tersebut. Dalam melakukan akti itas, ada dua jenis kegiatan yang dilakukan perusahaan, yaitu kegiatan struktural dan kegiatan prosedural. #egiatan struktural adalah kegiatan yang menentukan struktur ekonomi perusahaan yang mendasar. %edangkan, kegiatan prosedural adalah kegiatan yang mendefinisikan proses suatu organisasi dan secara langsung berhubungan dengan kemampuan suatu organisasi untuk melaksanakannya dengan berhasil. %etiap akti itas yang dilakukan oleh perusahaan akan menimbulkan biaya yang dipengaruhi oleh penggerak biayanya masing-masing. Pada artikel Strategic Cost Management and the Value Chain oleh 'ohn # %hank dan (ijay )o indarajan *$oung+ ,--./0 penggerak biaya tersebut dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukannya. 1leh karena itu, terdapat dua kategori penggerak biaya, yaitu penggerak biaya struktural dan penggerak biaya prosedural2 executional. Structural cost driver * pendorong biaya struktural 0 adalah penggerak biaya untuk kegiatan yang menentukan struktur ekonomi perusahaan yang mendasari kegiatannya. %edangkan executional cost driver * pendorong biaya prosedural 0 adalah penggerak biaya untuk kegiatan yang mendefinisikan proses suatu organisasi dan secara langsung berhubungan dengan kemampuan organisasi tersebut untuk melaksanakannya dengan berhasil.