Anda di halaman 1dari 4

Bahan: Susu murni full cream plain 200 ml Air 200 ml Tepung terigu 70 gram (9 sdm peres) Kuning

telur 3 - 4 buah Minyak sayur / minyak goreng 350 cc (1,5 gelas belimbing) Cuka masak 2 sdm (atau sesuai selera) Garam 2 sdt (atau sesuai selera) Mustard 1,5 sdm (atau sesuai selera) Gula 5-6 sdt (atau sesuai selera) Cara membuat : 1. Tepung terigu, susu, dan air dicampur jadi satu. Kemudian dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai matang. Tips : Ketika memasak terigu, susu dan air, biasanya terigu akan menggumpal-gumpal. Tapi tidak usah khawatir, teruskan saja memasak sambil terus diaduk dengan cepat. yang penting adalah jangan sampai lengket dan jangan sampai gosong. 2. Angkat adonan tadi, kemudian haluskan dengan blender. Tips : Ketika menghaluskan adonan, saya sarankan lebih baik memakai blender dari pada mixer. Karena apabila memakai mixer hasilnya tidak akan sebaik menggunakan blender, biasanya masih agak berbutir-butir. Selain itu, memakai mixer membutuhkan waktu pengadukan yang lebih lama. 3. Setelah adonan halus, campur adonan dengan kuning telur yang sudah dikocok sampai putih. Kemudian aduk sampai rata. Tips : Mayonaise sebenarnya merupakan sebuah emulsi. Jadi untuk dapat menyatukan minyak (minyak sayur) dengan air, membutuhkan kuning telur sebagai emulsifier. Sehingga mayonaise akan lebih stabil, tidak terpisah antara minyak dengan airnya walaupun disimpan lama. Yang harus diperhatikan adalah ketika memisahkan kuning telur dengan putihnya, harus sebersih mungkin. Karena putih telur dapat menghambat proses emulsi saat membuat mayonaise. 4. Tuang sedikit demi sedikit minyak sayur dan cuka bergantian sampai habis dan rata dengan adonan. Tips : Di sini merupakan tahap penting pembuatan mayonaise. Ketika menuang minyak ke dalam adonan harus benar-benar sedikit demi sedikit. Aku sarankan menungnya satu sendok teh-satu sendok teh. Kemudian berikan sedikit waktu antara setiap tuangan. Perhatikan dahulu, apakah tuangan sebelumnya sudah menyatu sempurna dengan adonannya, jika sudah baru tuang minyak berikutnya. Apabila memasukkan minyaknya terlalu banyak dan terburu-buru, minyak tidak mau menyatu dengan adonannya (tidak terbentuk emulsi) dan mayonaise akan gagal. Apabila ingin rasanya lebih nikmat, gunakan minyak sayur yang mahal harganya, biasanya makin mahal minyak, makin enak rasanya. Tapi berhubung mau irit, aku sih pake minyak goreng biasa

saja... hehehe :P 5. Setelah tercampur rata, masukkan satu persatu mustard, garam, dan gula sampai rasanya pas (sesuai selera). Jika dirasa kurang asam, boleh ditambah lagi cukanya. Tips : Mustard yang dipakai bisa yang bubuk atau yang pasta. Namun setelah mustard dimasukkan, mayonaise akan berwarna agak kekuningan (seperti broken white). Sebenarnya, ada mustard tidak berwarna kuning, namun sangat sulit ditemukan di supermarket Indonesia :(. 6. Setelah rasanya sesuai dengan keinginan, masukkan ke dalam botol selai. Diamkan di kulkas selama satu malam. Mayonaise siap dipakai. Tpis : Dengan takaran seperti resep di atas, biasanya dapat membuat sampai 3 botol selai penuh mayonaise. Karena hasilnya banyak. Saya sarankan mayonaise disimpan dengan dibagi-bagi tempatnya. Agar mayonaise tidak cepat rusak karena botolnya terlalu sering dibuka. Habiskan dahulu botol yang sudah dibuka, baru buka botol selanjutnya. Untuk penyimpanannya, pastikan kemasan ditutup rapat dan kedap udara. Selalu simpan mayonaise di kulkas apabila sudah dipakai.

Mayonaise atau kadang kita menyingkatnya dengan sebutan mayo, sebenarnya mudah membuatnya, asalkan kita sabar. Membuat mayo memang tidak bisa terburu-buru. Jika tidak, teksturnya jelek, adonan terpisah, tidak blended. Ada beberapa variasi resep mayonaise. Bahan: 2 btr kuning telur 1/2 sdt garam 290 ml minyak zaitun/minyak jagung, bisa diganti dengan minyak kelapa/kelapa sawit 1 sdm air jeruk lemon/nipis 1 sdt saus mustard/ kalo susah didapat, tidak pakai juga tidak apa-apa kok Cara Membuat: 1. Kocok kuning telur, mustard, garam dengan mixer kecepatan rendah hingga lembut dan tercampur rata. 2. Masih dengan mixer kecepatan rendah, tambahkan minyak zaitun/minyak jagung setetes demi setetes. Biarkan dulu setiap tetes tercampur rata, baru masukkan tetes berikutnya. Lakukan hingga semua minyak tercampur rata. 3. Jika adonan mayonaise sudah mengembang dan kaku, masukkan perasan air jeruk lemon. Kocok hingga tercampur rata. Jangan kaget karena setelah air jeruk lemon tercampur rata, adonan akan turun. 4. Jika adonan mayonaise terlalu kental, tambahkan saja 1-2 sdm air mendidih dan kocok hingga rata. 5. Mayonaise siap digunakan. Tips dan Trik: 1. Kunci sukses pembuatan mayonaise adalah pada saat pencampuran minyak zaitun atau minyak jagungnya. Harus tetes demi tetes hingga tercampur rata baru tambahkan tetesan berikutnya. Akan makan waktu seharian? Nggak kok. Cepat bahkan, kenapa? Karena semakin banyak tetes minyak yang sudah masuk, maka tetesan berikutnya bisa tambah banyak. Kalau mau mudah, masukkan saja minyak ini ke bekas botol cuka/kecap yang ujungnya berlubang kecil itu lho. Jadi saat tangan mengocok kuning telur, maka tangan kiri bisa memegang minyak ini dan menuangnya setetes demi setetes. 2. Btw, selama pembuatan mayonaise ini kocokan mixer kecepatan rendah harus konstan dan tidak berhenti sampai mayonaise jadi. 3. Pastikan kocokan kuning telur telah mengembang sebelum memasukkan minyak zaitun/minyak jagungnya.

4. Wah, kok kayaknya rumit banget ya caraku menerangkan? Tapi tidak kok, pada prakteknya simple banget. Selamat mencoba ^_^

Kuning telur (4 buah) - Minyak sayur (300 mL) ; minyak zaitun (recommended) - jeruk nipis (3 buah) - Air panas (1 sendok makan) - Cuka/vinegar (1 sendok makan) - Bubuk mustard (1 sendok teh) - Penyedap rasa (1 sendok teh) - Merica (1/2 sendok teh) - Garam secukupnya