Anda di halaman 1dari 11

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.

1 Hasil Pengamatan Gambar pribadi Jamur kuping Batang Tudung bawah Gambar tangan Gambar literatur Tudung bawah

Tudung atas Tudung atas Kingdom Devisi : Fungi : Amastigomycota Ordo

Batang

(lailas, 2010) : Auriculariales

Familia : Auriculariae Genus : Auricularia

Sub Devisi : Basidiomycotae Kelas : Basidiomycetes

Species : Auricularia auricular

(lailas, 2010)

Gambar pribadi Jamur kancing Tudung buah

Gambar tangan

Gambar literatur Tudung buah

Basil Basil Kerajaan: Divisi Kelas Ordo : : : Tangkai Fungi Basidiomycot Homobasidiomycete Agaricales Famili Genus

Tangkai (lailas, 2010)

: Agaricaceae : Agaricus

Spesies : Agaricus bisporus

(lailas, 2010)

Gambar pribadi Jamur tiram Tudung buah Hifa

Gambar tangan

Gambar literatur Hifa

Tudung buah Tangkai Kingdom : fungi Divisi Kelas Ordo : Basidiomycota : Homobasidiomycetes Famili Genus

Tangkai

(Achmad dkk, 2011) : Tricholomataceae : Pleurotus

Spesies : Pleurotus ostreatus

: Agaricales (Achmad dkk, 2011)

B. Jamur Mikroskopis Gambar pribadi Jamur tempe Sporangium Spora Gambar tangan Gambar literatur Spora Sporangium

Tangkai

Tangkai

Klasifikasi Kingdom : Fungi Divisio : Zygomycota Class Ordo : Zygomycetes : Mucorales Familia : Mucoraceae Genus Species : Rhizopus :Rhizopus oryzae

Gambar pribadi Jamur oncom

Gambar tangan

Gambar literatur Jamur oncom

Sporangiosfor Klasifikasi Kingdom : fungi Filum

Tangkai

Order Famili Genus

: sordariales : sordariaceae : Neurospora

: ascomycota

Subfilum :pezizomycotina Class : ascomycetes

Spesies : Neurospora sitophila

Gambar pribadi Jamur roti

Gambar tangan

Gambar literatur Sporangiosfor

a. Sporangiosfor b. Tangkai c. Hifa Klasifikasi Kingdom : Fungi Phylum Class Order : Zygomycota : Zygomycetes : Mucorales Family : Mucoraceae Genus : Mucor Tangkai

Species : Mucor mucedo

3.2. Pembahasan Pada praktikum kali ini, telah dilakukan pengamatan terhadap beberapa jenis jamur makroskopis, yaitu jamur kuping, jamur kancing, dan jamur tiram. Sedangkan pada pengamatan jamur mikroskopis, dilakukan pengamatan pada jamur yang terdapat pada roti, tempe, dan oncom. A. Jamur makroskopis Jamur kuping

Dari hasil pengamatan, jamur kuping memiliki tubuh buah berwarna coklat tua, dengan tekstur bagian atasnya licin, dan bagian bawah seperti berbulu (beludru). Bila dipegang, jamur kuping ini kenyal. Biasanya tumbuh pada kayu yang mati, dan bergerombol. Bila kering, jamur ini akan berwarna kehitaman. Menurut lailas (2010), Karakteristik dari jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang. Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti mangkuk atau kadang dengan cuping seperti kuping, tipis berdaging, dan kenyal. Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil. Habitatnya hidup soliter atau bergerombol pada batang kayu, ranting mati, tunggul kayu, dan lain-lain. Melekat pada substrat secara sentral atau lateral. Penyebaran pada kayu keras dan konifer. Tubuh buah jamur sering kali dijumpai pada musim hujan. Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium. Sedangkan, reproduksi generatif jamur kuping adalah dengan menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut basidiospora. Jamur kuping memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya untuk mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar. Bila jamur kuping dipanaskan maka lendir yang dihasilkannya memiliki khasiat sebagai penangkal

(menonaktifkan) zat-zat racun yang terbawa dalam makanan, baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida, maupun racun berbentuk logam berat. Kandungan senyawa yang terdapat dalam lendir jamur kuping juga efektif untuk menghambat pertumbuhan karsinoma dan sarkoma (sel kanker) hingga 80-90% serta berfungsi sebagai zat anti koagulan (mencegah dan menghambat proses penggumpalan darah). Manfaat lain dari jamur kuping dalam kesehatan ialah untuk mengatasi penyakit darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan darah (anemia), mengobati penyakit wasir (ambeien), dan memperlancar proses buang air besar. Jamur kancing

Yang kedua, jamur yang diamati adalah jamur kancing. Pada jamur kancing, memiliki tangkai yang sangat pendek, warna dari jamur ini, putih / agak kream. Bentuknya menyerupai kancing, tidak memiliki klorofil. Dibagian dalam dari tubuh buah jamur terdapat basidium, dibawah tubuh buahnya terdapat lamela, tangkai, serta akar semu yang disebut rhizoid. Teksturnya agak licin, dan mempunyai spora berwarna putih, umumnya bias dikonsumsi sebelum mekar. Menurut lailas (2010), jamur kancing memiliki tudung berbentuk kancing, tangkai yang pendek terletak dibagian sentral tudung, tudung merupakan tubuh buah dari jamur, vulva adalah helaian yang membungkus tangkai jamur, memiliki serabut-serabut akar untuk melekat pada substrat. Pada bagian dalam tudung terdapat bilah yang didalamnya terdapat basidiospora, Basidiospora adalah spora yang terdapat di dalam basidium, Basidium adalah suatu badan yang terdiri dari satu sel yang mengembang berbentuk ganda. Berbentuk hampir bulat seperti kancing, berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda, Tidak memiliki klorofil, Memiliki tangkai yang pendek, dapat hidup di kayu lapuk dan pada tanah yang gembur. Reproduksinya Vegetatif dengan pembentukan tunas dan fragmentasi miselium, Generatif dengan alat yang disebut basidium yang berkumpul didalam badan yang disebut basidiokarp yang menghasilkan spora. Manfaat jamur kancing untuk mengontrol dan menurunkan berat badan, ntuk menangkal radikal bebas, untuk mencegah resiko kanker.

Jamur tiram

Yang ketiga, jamur tiram (Pleurotus ostreatus) yang memiliki warna putih, tudung buahnya seperti tiram setengah lingkaran yang agak cekung. Permukaan bagian atasnya licin, terdiri dari hifa-hifa (miselium). Memiliki hifa yang bersekat, dibagian baeah tangkai membentuk cawan, spora berwarna kuning keemasan. Menurut Achmad, dkk (2011), jamur tiram memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Permukaan licin, agak berminyak ketika lembab, tetapi tidak lengket, tepi menggulung ke dalam, pada jamur muda sering kali bergelombang atau bercuping. Daging tebal, berwarna putih kokoh tapi lunak pada bagian yang berdekatan dengan tangkai. Habitat jamur tiram tumbuh soliter, tetapi umumnya membentuk massa menyerupai susunan papan pada batang kayu. Pada umumnya jamur tiram, mengalami dua tipe perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yaitu secara aseksual maupun seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual

basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga

basidiospora yang terletak pada kantung basidium. Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai anti bakterial dan anti tumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. B. Jamur mikroskopis Jamur pada tempe

Pada pengamatan jamur mikroskopis, yang pertama diamati adalah jamur pada tempe yaitu jamur Rhizopus oryzae.

Ciri-ciri Rhizopus oryzae secara umum, antara lain ialah hifa tidak bersekat (senositik), hidup sebagai saprotrof, yaitu dengan menguraikan senyawa organik. Pembuatan tempe dilakukan secara aerobik. Reproduksi aseksual cendawan Rhizopus oryzae dilakukan dengan cara membentuk sporangium yang di dalamnya terdapat sporangiospora. Pada Rhizopus oryzae terdapat stolon, yaitu hifa yang terletak di antara dua kumpulan sporangiofor (tangkai sporangium). Reproduksi secara seksual dilakukan dengan fusi hifa (+) dan hifa (-) membentuk progamentangium. Progamentangium akan membentuk gametangium. Setelah terbentuk gamentangium, akan terjadi penyatuan plasma yang disebut

plasmogami. Hasil peleburan plasma akan membentuk cigit yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Zigospora yang telah tumbuh akan melakukan penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirnya berkembang menjadi sporangium kecambah. Di dalamsporangium kecambah setelah meiosis akan terbentuk spora (+) dan spora (-) yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (-). Manfaat dari Rizopus oryzae adalah untuk mengubah amilum dalam kedelai menjadi gula dan dapat memecah protein dan lemak yang ada di dalam sel-sel kedelai dan kacang, sehingga tempe itu mudah di cerna oleh

pencernaan kita (Kuswanto dan Slamet, 1989). Jamur pada oncom

Dahulu Monilia sitophila dan sekarang Neurospora sitophila berasal dari kata (neuron = sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk

filamen). Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota. Pertumbuhan jamur ini yang sangat pesat, warna jingganya yang khas, serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri-ciri khas kapang ini. Kapang Neurospora sitophila telah dimanfaatkan untuk membuat oncom yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Barat. Di Brazil Neurospora sitophila telah digunakan dalam proses pengolahan singkong menjadi minuman fermentasi. Dari hasil pengamatan dibawah

mikroskop ditemukan adanya sporangium dan hifa pada jamur oncom ini. Jamur ini berwarna orange. Perkembangbiakan jamur oncom atau Neurospora sitophila ini dilakukan selama prose fermentasi ampas tahu dan bungkil kacang berlangsung. Dalam proses fermentasi Neurospora sitophila berkembang biak dan menjadikan makan menjadi berwarna kuning-kemerahan. Telah menemukan cara perkembangbiakan seksual jamur oncom, sehingga jamur oncom dimasukkan ke dalam Ascomycotina. Oleh karena itu, yang semula nama ilmiah jamur oncom itu Monilia sitophila diganti nama spesiesnya menjadi Neurospora sitophila. Jika Neurospora sitophila jenis (+) bertemu dengan Neurospora sitophila jenis (-), maka terjadilah perkembangbiakan seksual kemudian terbentuklah askus yang berisi askospora. Askus-askus ini tubuh di dalam tubuh buah yang disebut peritesium. Tiap askus mengandung 8 askospora (Dwidjoseputro, 1998). Selain itu Neurospora sitophila juga bermanfaat dalam pembuatan makanan cadangan di masa depan. Dimana banyaknya penduduk di dunia yang memerlukan bahan makanan, namun tak tercukupi oleh keterbatasan lahan pertanian. Hal ini dapat menyebabkan kemiskinan dan kelaparan, oleh sebab itu diperlukan adanya revolusi untuk mencari cadangan makanan lain salah satunya ampas tahu dan bungkil kacang yang dijadikan oncom (Dwidjoseputro, 1998). Jamur pada roti Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat adanya sporangium, misellium dan hifa. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor). Dapat tumbuh pada suhu 50C-370C, tetapi pertumbuhan optimumnya yaitu pada suhu 250C. Rhizopus stolonifer dapat tumbuh di bawah kondisi anaerobik. Rhizopus stolonifer dapat hidup pada roti atau buahbuahan lunak. Dalam hal ini Rhizopus stolonifer terutama banyak dijumpai

pada roti dan menyebabkan kerusakan pada roti tersebut. Hal tersebut dikarenakan spora tersebut berada pada udara, tanah ataupun diri kita, yang kemudian apabila jatuh pada roti maka spora tersebut akan tumbuh dengan sangat cepat. Organisme ini menyebabkan cetakan roti menjadi hitam dengan membentuk permukaan halus dari roti yang lembab menggembung ke angkasa. Miselium dari Rhizopus stolonifera adalah yang terdiri atas tiga jenis haploid yang berbeda hyphae. Bagian terbesar dari miselium terdiri dari dengan cepat bertumbuh hifa yang bersifat senositik (multinucleate) dan tak bersekat (Pitt, J.I. and A.D Hocking,. 1985). Dari ini semua, cincin busur hyphae geragih-geragih dibentuk. Geragih-geragih dari rizoid-rizoid di mana saja ujung-ujung mereka berhubungan substrat. Sporangia membentuk di ujung sporangioforsporangiofor, yang bersifat cabang lurus membentuk secara langsung di atas rizoid-rizoid. Masing-masing sporangium mulai sebagai suatu bengkak ke dalam dimana sejumlah nucleus mengalirkan, dan itu adalah pada akhirnya dikerat dari sporangiofor-sporangiofor oleh pembentukan suatu sekat. Protoplasma di dalam dibelah, dan suatu dinding sel dibentuk di sekitar masing-masing spora. Sporangium menjadi hitam karena mendewasakan, memberi warna karakteristik cetakan nya. Masing-masing spora, ketika dibebaskan, dapat berkecambah untuk menghasilkan suatu miselium yang baru (Pitt, J.I. and A.D Hocking,. 1985).

BAB IV KESIMPULAN 4.1. Kesimpulan Setelah dilakukan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa baik pada jamur makroskopis maupun jamur makroskopis memiliki jenis dan struktur yang seragam. Pada jamur mikroskopis terdiri dari sporangium, sporangiosfor, kumpulan hifa (mishelium), dan tangkai jamur. Sedangkan pada jamur makroskopis, terdapat tudung buah, hifa, dan tangkai jamur

DAFTAR PUSTAKA bv