P. 1
Obat Psikotropik

Obat Psikotropik

5.0

|Views: 4,972|Likes:
Dipublikasikan oleh Taufik Abidin
ringkasan obat-obat yang sering digunakan oleh dokter sbg terapi gangguan jiwa.
jika ada kekurangan, silahkan lihat tinjauan pustaka yg lain.
trim's....
ringkasan obat-obat yang sering digunakan oleh dokter sbg terapi gangguan jiwa.
jika ada kekurangan, silahkan lihat tinjauan pustaka yg lain.
trim's....

More info:

Published by: Taufik Abidin on Aug 26, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

OBAT PSIKOTROPIK

Oleh: Taufik Abidin Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

1

PENDAHULUAN

Antipsikosis.
 

Bermanfaat utk terapi psikosis akut & kronik. Ciri penting:
Berefek antipsikosis.  Dosis besar tidak menyebabkan koma yg dalam atau anestesi.  Dpt menimbulkan gejala ekstrapiramidal yg reversibel atau ireversibel.  Tidak ada kecenderungan menimbulkan efek ketergantungan.

2

Antiansietas
  

Utk p’ngobatan psikoneurosis. Utk terapi tambahan dgn ciri ansietas. Ansietas  perasaan khawatir atau ketakutan yg ditandai dgn gejala fisik spt palpitasi, berkeringat, dan tanda stres lainnya. Penggunaan jangka panjang  adiktif.

3

Antidepresi.
 

Utk mengatasi dan mencegah depresi mental. Depresi  gg mental dgn penurunan mood, kehilangan minat atau perasaan senang, adanya perasaan bersalah atau rendah diri, gg tidur atau penurunan selera makan, sulit konsentrasi atau kelemahan fisik. Mencegah naik turunnya mood pd pasien bipolar.

Antimania (mood stabilizer).

4

ANTIPSIKOSIS
Dibedakan atas dua golongan:  Golongan tipikal  m’punyai afinitas tinggi dlm m’hambat reseptor dopamin 2  reaksi ekstrapiramidal.  Cth: CPZ, flufenazin, perfenazin, haloperidol, loksifen, droperidol, & molindon.  Golongan Atipikal  m’punyai afinitas rendah thdp dopamin 2, jg memiliki afinitas pd dopamin 4, serotonin, histamin, muskarinik, alfa adrenergik.  Efektif  gejala positif dan negatif.  Cth: clozapine, risperidone, amilsulpirid, quetiapin, olanzapin, zotepin, & sulpirid.
5

Klorpromazin (CPZ)
Farmakodinamik:  SSP.
   

Efek sedasi. Aktivitas motorik  kataleptik. Efek parkinsonisme (+). Mengurangi/ mencegah muntah. Distonia akut. Akatisia. Parkinsonisme. Sindrom neuroleptic malignant. Tremor perioral. Diskinesia tardif.

Neurologik.
     

6

 

Otot rangka  relaksasi (+). Endokrin  pd wanita (amenorea, galaktorea, libido m’ningkat) & pd pria (libido menurun, ginekomasti). Kardiovaskular  hipotensi ortostatik, denyut jantung m’ningkat.

Efek samping  Berupa perluasan efek farmakodinamik.  Gejala idiosinkrasi  ikterus, dermatitis, leukopenia.

7

Sediaan.  Tablet 25 mg & 100 mg.  Larutan injeksi 25 mg/ml.  Dpt berubah warna m’jadi warna pink jika terkena cahaya.

8

Haloperidol
 

    

Efek antipsikosis yg kuat & efektif utk fase mania dan skizofrenia. Bersifat menenangkan dan sedasi yg kuat pd pasien yg eksitasi. Menyebabkan pandangan kabur. Hipotensi (+). E/S: reaksi ekstrapiramidal, depresi. Indikasi: psikosis/ Sediaan: tablet 0,5 mg & 1,5 mg, sirup 5 mg/100ml, ampul 5 mg/ml.
9

Klozapin

Mengontrol gejala** psikosis dan skizofrenia positif & negatif. Terbatas pd pd pasien yg resisten atau tidak dapat mentoleransi antipsikosis lain. E/S: agranulositosis, hipertermia, sedasi, takikardia, hipersalivasi. Sediaan: tablet 25 mg & 100 mg.
10

Risperidone

Utk terapi skizofrenia positif & negatif, gangguan bipolar, depresi dgn ciri psikosis, tourette syndrome. E/S: insomnia, agitasi, ansietas, somnolen, mual, muntah. Sediaan: table 1 mg, 2 mg & 3 mg; sirup & injeksi (longlasting) 50 mg/ml.

11

Indikasi antipsikosis
Indikasi psikiatrik:  Tidak menyembuhkan, bersifat simtomatik.  Skizofrenia.  Skizoafektif.  Depresi dgn gejala psikosis.  Episode manik gg bipolar.  Kombinasi dgn antidepresi  m’ngatasi agitasi pd pasien depresi.  Kontraindikasi  withdrawak syndrome.
12

Indikasi non-psikiatrik:  Antiemetik.  Anestesi  gol butirofenon.  M’hilangkan cegukan  CPZ.

13

Antipsikosis Tipikal

Dosis ekuivalen (mg)

Dosis rata**/hari

Sedasi

EPS

Anti kolinergik

Hipotensi

CPZ Flupenazine HCl Trifluoperazine Haloperidol

100 2 5 2

200-800 0,5-40 2-40 2-20

+++ + + +

++ +++ +++ +++

++ + + +

++ + + +

ANTIPSIKOSIS ATIPIKAL

Risperidone Clozapine Quetiapine Olanzapine

1-6 300-900 150-600 5-20

+ +++ + +

+/-/+ -/+ -/+

-/+ +++ -/+ +/++

+ +++ + +
14

ANTIANSIETAS

Obat yg utama  gol benzodiazepin (diazepam, lorazepam, alprazolam, klorazepam)

15

Benzodiazepine
 

Prototip  klordiazepoksid & diazepam. E/S:
  

Sedasi. Perbaikan nafsu makan. Jgn diberikan bersama alkohol, barbiturat, fenotiazin  m’akibatkan depresi berlebihan. menimbulkan sedasi, m’hilangkan rasa cemas, dan keadaan psikosomatik. Hipnotik, antikonvulsi, pelemas otot, induksi anestesi.

Indikasi:
 

Sediaan: tablet 2 mg & 5 mg; dosis 2-20 mg/hari.
16

Buspirone

   

Tidak m’lihatkan aktivitas GABA-ergik & antikonvulsi, interaksi dgn antidepresi SSP minimal. Efek sedatif ringan. Tidak efektif pd panic disorder. Efek antiansietas baru timbul pd hari 10-15. Dosis: 2-3x 10 mg/hari.
17

Benzodiazepine Alprazolam Clonazepam Diazepam Lorazepam

Dosis rata-rata (mg/hari) 0,75-4 1,5-20 4-40 2-4

Non-benzodiazepin Buspirone 15-60
18

Pemilihan Antiansietas

Dimulai dgn obat paling efektif dgn sedikit efek samping. Gol benzodiazepin lebih baik dr pd barbiturat, krna barbiturat m’akibatkan hang over, adiktif, & gjla putus obat lebih besar. Antiansietas dikombinasi dgn psikoterapi  m’ningkatkan kesembuhan.

19

ANTIDEPRESI
 

Depresi terbagi atas tiga  distimia, depresi mayor, & depresi tak terklasifikasikan. Distimia  gg mood dgn tanda anhedonia minimal 2 thn. (asosial, insomnia, suicide). Depresi mayor  perasaan sedih, melankolis, atau murung; m’ganggu kehidupan sosialnya. Gol obat anti depresi:  gol 1 (MAO-I, trisiklik).  gol 2 (SSRI).  gol 3 (SNRI=Serotonine Norephinephrine Reuptake Inhibitor).
20

Indikasi Antidepresan
  

 

Depresi mayor  plg sering. Gg bipolar dgn depresi. Gg panik,obsesif-kompulsif, eneuresis, & nyeri kronik. Gg makan (bulimia)  fluoxetine. Attention deficit hyperactivity disorder  imipramin. Fobia sosial  SSRI.
21

ANTIDEPRESAN TRISIKLIK
 

Prototip  imipramin & amiltriptilin. Indikator perbaikan mood  suasana mood lebih baik, aktivitas fisik bertambah, kewaspadaan mental, nafsu makan baik, pola tidur baik, pikiran morbid berkurang. Tidak menimbulkan euforia pd orang normal.

22

FARMAKODINAMIK  Psikologik
  

Peningkatan alam perasaan. Efeknya timbul stlah p’gunaan 2-3 mggu. M’miliki efek stimulan pd pasien depresi. Efek antimuskarinik  visual blur, mulut kering, obstipasi, & retensi urin. Kardiovaskular
Hipotensi ortostatik.  Aritmia & takikardia  dosis toksik.

23

Otonom

SEDIAAN  Imipramin
  

Tablet lapis gula 10 mg & 25 mg. Injeksi 25 mg/ 2ml. Dosis max 200 mg. Tablet 25 mg. Dosis 3x25 mg slma 7-10 hari. Dosis max 200 mg. Tablet 10 mg & 25 mg, injeksi 100 mg/ 10 ml. Dosis awal 75 mg, dinaikkan sampai 150-300 mg/ hari.
24

Desmetilimipramin
 

Amiltriptilin
 

Efek samping antidepresan  Mirip atropin.  Hiperhidrosis  plg sering.  Ikterus kolestatik  hilang jika stop obat.  Efek toksik imipramin  hiperpireksia, hipertensi, konvulsi, dan koma.

25

SSRI (Serotonine Selective Reuptake Inhibitor)
 

Masa kerja 15-24 jam. Fluoxetine 24-96 jam. Preparat  fluoxetine, paroxetine, sertraline, fluvoxamine, sitalopram, & S-sitalopram. E/S  mual, penurunan libido dan fungsi seksual lainnya. Interaksi dgn MAO-I  efek serotonin m’ningkat berlebihan (serotonin syndrome); hipertermia, kekauan otot, kejang, kolaps kardiovaskular, gg perilaku, serta gg tanda vital.
26

Fluoxetine

Paling luas digunakan  efek antikolinergik kurang, hampir tidak m’nimbulkan sedasi, ckp diberikan 1x sehari. Dosis awal 20 mg/ hari tiap pagi; dosis dpt dinaikkan jika efek tidak tampak  20 mg s/d 30 mg/hari.

27

MAO inhibitor
    

Penggunaan terbatas  efek toksik. Dpt merusak sel hati. M’ganggu banyak metabolisme obat di hati. E/S  tremor, insomnia, & konvulsi. Sediaan
 

Isokarboksazid; tab 10 mg; dosis 3x 1 tab/ hari. Nialamid; tab 25 & 100 mg.

28

Antidepresan lain

Amoxapine
   

Cocok utk antidepresi & antipsikosis. Menunjukkan efek sedasi & antimuskarinik. Tidak dianjurkan pd pasien dgn gg kardiovaskular. Dosis dewasa 75 mg; pd usia lanjut & anak 25-50 mg/ hari.

29

Maprotilin
   

Hati-hati pd pasien riwayat kelainan jantung. Lebih sering terjadi bangkitan drpd trisiklik lain. Efek samping: kantuk & antikolinergik. Dosis 75 mg/ hari slma 2 mggu, dlm dosis tunggal atau terbagi. Dosis max 225 mg/hari. Efektivitas mirip amiltriptilin & imipramin. Berguna utk pasien depresi + ansietas. Dosis 150 mg/hari, dpt dinaikkan 50 mg/hari tiap minggu; dosis lansia & anak 25-50 mg/hari; depresi berat 400-600 mg/hari.
30

Trazodon
  

Bupropion
 

Mirip amfetamin. Efek samping: p’rangsangan sentral agitasi, ketidaktenangan, ansietas, dan insomnia. Dosis 2x 100 mg/hari; dosis max 450 mg/hari. Efeknya terlihat stlh 4 mggu. Termasuk gol tetrasiklik. Dosis 30-90 mg/hari. Jarang menimbulkan gejala gg vegetatif.
31

Mianserin
  

Jenis obat Amiltriptilin Imipramin Amoxapin Maprotilin Paroxetin Fluoxetin Sertralin Trazodon

Dosis (mg/hari) 50-300 30-300 50-600 50-225 20-50 20-60 50-200 150-600

Antikolinergik ++++ ++ +++ ++ -/+ -

Sedasi ++++ ++ ++ ++ -/+ -/+ -/+ -

Hipotensi ++ +++ + + 32

Pemilihan sediaan antidepresan

 

Diberikan jika gejala depresi menetap atau bila terapi definitf utk kausanya tidak mungkin dilakukan. Depresi + gg kardiovaskular  gol trisiklik aman & bupropion. Perlu dihindari pd pasien dgn gg fungsi hati. Faktor pemilihan obat  harga, interaksi obat, usia pasien, & penyakit penyerta.
33

Mood Stabilizer
Lithium  Dikenal sbg antimania/ mood stabilizer  mencegah mood naik turun pd pasien bipolar.  Indikasi: gg bipolar pd fase manik & p’obatan jangka panjang.  Dikombinasi dgn valproat & olanzapin krna mula kerja lithium lama.  Pd fase depresif  dikombinasi dgn antidepresi.  E/S: tremor, koreatetosis, hiperaktivitas motorik, ataksia, disartria, & afasia.  Dosis: 900-1500 mg/hari pd pasien rawat jalan; 1200-2400 mg/hari pd pasien rawat inap. Diberikan dlm dosis terbagi.
34

Asam Valproat
  

Efektif utk pasien yg gagal dgn lithium. Terutama utk epilepsi umum. Dosis: 3x 200 mg/hari; anak 20-30 mg/kgBB/hari. Mengurangi kejang & perbaikan psikis. E/S: pusing, vertigo, ataksia, diplopia, & blur vision; steven-johnson sering terjadi. Dosis: 2x 200 mg/hari pertama, dinaikkan bertahap; maintenance 800-1200 mg/hari (dewasa) atau 20-30 mg/kgBB/hari (anak).

Karbamazepin
 

35

Trihexyphenidyl (THP)
 

Berefek sentral  antikolinergik. Dpt m’nyebabkan kebutaan  komplikasi glaukoma sudut tertutup, bila dosis harian 1530 mg. E/S:
 

Gg neurologik ataxia, disartria, hipertermia. Gg mental pikiran kacau, amnesia, delusi, halusinasi, somnolen, koma.

Dosis: 2-3 x/hari tablet 2 mg, 5 mg.
36

Daftar Pustaka
 

http://www.minddisorders.com. Farmakologi dan terapi edisi 5, 2007. Universitas Indonesia.

37

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->