Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

Anatomi hewan merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagian-bagian organ tubuh hewan. Ilmu anatomi, fisiologi dan embriologi adalah ilmu mengenai struktur, fungsi dan perkembangan dari suatu hewan. Berdasarkan jumlah sel di dalam tubuh makhluk hidup terbagi dalam dua kelompok, yaitu makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler) dan makhluk hidup bersel banyak (multiseluler). Untuk memahami hewan bersel banyak, perlu dipelajari terutama hewan vertebrata dan hewan invertebrata. Hewan vertebrata adalah hewan bertulang belakang, sedangkan hewan invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan vertebrata terbagi atas beberapa kelas diantaranya adalah pisces, aves, reptil, amphibi, dan mamalia. Tubuh hewan terdiri dari berbagai organ tubuh. Organ-organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk organ. Dalam praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi tubuh merpati. Anatomi merpati dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata. Aves merupakan satu-satunya kelas dalam kelompok chordata yang cukup unik dengan memiliki bulu dan berbagai macam tipe kaki. Bulu adalah modifikasi dari sisik yang berkembang secara evolusioner dari reptilia. Jantung burung terdiri dari empat ruang dan tergolong hewan berdarah panas. Semua burung menggunakan paruh dan tidak memiliki gigi. Struktur modifikasi untuk terbang meliputi tulang lengkung, rangka apendikular depan berubah menjadi sayap, kantung udara, mata yang lebar, dan cerebellum yang berkembang dengan sangat baik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Burung Merpati

Kata Aves berasal dari kata Latin yang dipakai sebagai nama kelas, sedang Ornis dari bahasa Yunani, dipakai dalam Ornithology berarti ilmu yang mempelajari burung-burung. Aves merupakan hewan vertebrata yang hidup dan habitatnya diudara dan pada daratan. Aves merupakan hewan vertebrata yang mempunyai kemampuan untuk terbang. Menurut Soman (2005) menyatakan bahwa Aves merupakan kelas tersendiri dalam kingdom animalia, aves atau burung memiliki ciri umum yaitu berbulu dan kebanyakan diantara mereka bisa terbang. Kelas aves merupakan satu-satunya kelompok hewan yang memiliki bulu. Salah satu contoh dari aves tersebut adalah Columba domestica. Columba domestica merupakan spesies hewan bertulang belakang (vertebrata) dari kelas aves yang mempunyai bulu dan dapat terbang. Menurut Radiopoetra (1996) menyatakan bahwa Dilihat secara keseluruhan bagian eksternal dari Columba domestica memiliki tubuh yang terdiri atas caput (kepala), cervix ( leher), truncus (badan), cauda (ekor) dan extrimitas (alat gerak). Selain itu, Columba domestica memiliki bulu-bulu dengan bagianbagiannya.pada bagian caput Columba domestica ini memiliki paruh yang tidak bergigi yang dibentuk oleh maxilla dan mandibula. Selain itu juga terdapat nares (lubang hidung), cera, organon visus, dan porus acusticus externus. Nares terdapat pada bagianlateral rostrum bagian atas. Cera merupakan tonjolan kulit yang lemah pada basis rostrum bagian atas. Organon visus dikelilingi oleh kulit yang berwarna kuning kemerah-merahan, selain itu terdiri dari pupil dan membrane nicyitan yang terdapat pada sudut medial mata. Porus acusticus externus terletak disebelah dosacaudal mata dan membrane tympani terdapat di sebelah dalamnya berguna untuk menangkap getaran suara. Menurut Jasin (1984) menyatakan bahwa Bulu adalah ciri

khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu. Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya.

2.2 Sistem Pernafasan Burung merpati

Sistem pernafasan pada burung ada dua yaitu pernafasan waktu istirahat dan waktu terbang. Fase istirahat dilakukan oleh pars sternalis costae dan pars vertebralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendian sehingga dapat digerakkan. Pernapasan waktu istirahat terjadi dalam dua fase yaitu fase inspiratiodan fase exparatio. Fase terbang yang sangat berfungsi adalah saccus interclavicularis dan saccus axillaries. Menurut Radiopoetro (1977) apabila sayap diturunkan saccus axillaris terjepit, sehingga saccus interclavicularis menjadi longgar dan

sebaliknya.Sistem pernapasan burung merpati dimulai ketika udara dihisap ke dalam sepasang rongga hidung atau nares. Rongga hidung ini dipisahkan dari rongga mulut ke langit-langit keras. Hewan dapat bernapas walaupun makanan berada dalam mulut. Udara selanjutnya melalui choane dan faring, lalu masuk ke dalam laring yang dalam keadaan terbuka. Menurut Villee et al. (1988) epiglottis menekuk ke belakang jika dinaikkan. Sistem respirasi pada Columba domestica terdiri atas trakhea yang melanjut sebagai dua buah bronchi pada syrinx (alat suara). Paru-paru dilengkapi dengan kantung-kantung udara (ada sembilan buah, empat berpasangan dan satu

median). Menurut Brotowidjoyo (1993) fase aktif respirasi itu adalah ekspirasi dan fase inspirasinya yaitu inhalasi.

2.2 Sistem Pencernaan Burung Merpati

Sistem pencernaan pada burung merpati (Columba domestica) terdiri dari mulut, oesophagus, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir di cloaca. Kelenjar pencernaan burung merpati diantaranya adalah pancreas dan hati. Burung merpati tidak memiliki vesica felea, karena burung merpati merupakan hewan pemakan bijibijian yang tidak mengandung banyak lemak sehingga tidak memiliki vesica felea yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Organ-organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan pada burung terdiri dari paruh dan merupakan modifikasi dari gigi, rongga mulut, pharink yang berupa saluran pendek, oesophagus yang dibagian tengahnya pada pangkal leher melebar menjadi tembolok yang merupakan tempat penyimpanan sementara lalu menuju lambung. Menurut Water and Sayles (1959) bahwa Lambung terbagi menjadi dua, lambung kelenjar dan lambung otot. Pencernaan berlanjut ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, ileum lalu menuju usus besar dan bermuara pada kloaka. Duodenum berbentuk seperti huruf U dan dibagian proksimal dan distalnya terdapat pancreas, ductus sisticus bermuara ke duodenum bagian distal yang membawa empedu dari hati langsung ke sistem saluran pencernaan. Jejunum dan ileum yaitu usus halus sesudah duodenum, usus bagian-bagiannya tidak nyata, rectum adalah usus kasar yang bermuara di cloaca. Menurut Jasin (1989), truncus digestivus dari Columbia domestica terdiri dari cavumoris, dilanjutkan ke faring yang pendek, kemudian esophagus yang panjang dan terjal diperluasan disebut crop, yaitu tempat sementara, dari lambung akan dilanjutkan oleh intestinum yang terbagi atas bagian yang halus dan terakhir adalah rectum dan kloaka. Sedangkan menurut Hickman (2009) system pencernaan pada Columbia domestica yaitu eshophagus, ventriculus, pancreas, duodenal loop, duodenum dan berakhir pada kloaka.

BAB III

MATERI DAN METODE

Praktikum Biologi dengan materi Anatomi Hewan pada burung merpati dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 November 2013 pukul 11.00-13.00 WIB, di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.

1.1. Materi Pada praktikum anatomi hewan menggunakan alat antara lain baki bedah untuk meletakkan objek saat pembedahan, pisau dan gunting bedah untuk melakukan pembedahan, pinset dan jarum untuk menghindari pergeseran objek saat pembedahan dan penancapan untuk menetapkan posisi Burung Merpati pada baki bedah. Sedangkan praktikum anatomi hewan menggunakan bahan yaitu burung merpati sebagai objek pengamatan untuk mengetahui sistem pencernaan dan sistem pernafasan. 1.2. Metode Pada praktikum ini menggunakan metode yaitu menyembelih bagian leher pada burung, kemudian meletakkan pada baki bedah. Sebelum pembedahan mencabut terlebih dahulu bulu pada bagian dada, perut, dan leher. Setelah itu menggunting pada bagian bawah perut dan depan kloaka kemudian sisi kanan dan kiri. Memotong rusuk-rusuk kemudian melepaskan organ-organ tertentu untuk mengamati sistem pencernaan dan pernafasan. Mengamati dengan teliti dan menggambar bagian tersebut dan di sertakan keterangan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Burung Merpati pada Saat Masih Hidup Berdasarkan pengamatan praktikum anatomi hewan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

2 3 8 2 1 4 1 4 3

7
5 6

7
5 6

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi

Sumber : google.com

Ilustrasi 1. Burung merpati ( Columba domestica )

Keterangan : 1. 2. 3. 4. Paruh Mata Kepala Leher 5. Ekor 6. Kaki 7. Bulu 8. Sayap organ yang terdapat pada

Berdasarkan hasil praktikum anatomi hewan,

burung merpati secara utuh antara lain paruh, mata, kepala, leher, ekor, kaki, bulu, dan sayap. Pada paruh burung terdiri dari maxilia pada ruang atas dan mandibula

pada ruang bagian bawah, lubang hidung, alat penglihatan, dan lubang telinga luar. Hal ini sesuai dengan pendapat kardong (2002) yang menyatakan bahwa tubuh burung merpati yang membedakannya atas kepala ( caput ), ekor, leher ( cervix ) , dan badan ( trunacus ). Pada bagian paruh terbentuk dari maxilia dan mandibula, bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut ceca, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. Hal ini sesuai dengan pendapat Radiopoetra ( 1996 ) yang menyatakan bahwa paruh di bentuk oleh maxilia dan mandibula. Bulu pada burung merpati memiliki struktur epidermis yang mengkilap. Hal ini sesuai dengan pendapat Alters ( 1999) bawha bulu pada burung merpati mempunyai struktur epidermis yang fleksibel, mengkilap, dan tahan air. Beberapa tipe bulu dari penutup badan pada burung merpati adalah bulu luar dan bulu dalam atau bulu halus.

2.2. Morfologi Columba domestica Berdasarkan pengamatan praktikum anatomi hewan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

1 2 4 6 3 2

3 4 7 5 8

7
8

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi

Sumber : google.com

Ilustrasi 2. Burung merpati ( Columba domestica ) saat dibedah

Keterangan : 1. Esophagus 2. Paru-paru 3. Jantung 4. Hati 5. Ampela 6. UsusHalus 7. UsusBesar 8. Kloaka

Berdasarkan hasil praktikum anatomi hewan burung merpati saat dibedah yaitu, adanya esophagus yang berfungsi menyalurkan makanan ke lambung, paru paru dilindungi oleh selaput pleora yang berhubungan dengan kantong udara, pundi pundi udara, pada bagian ampela terjadi proses pencernaan makan secara mekanik karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan, enzim pankreas dan empedu yang dihasilkan oleh hati langsung dialirkan ke usus halus. Jantung berfungsi memompa darah yang keluar masuk dalam tubuh. Hal ini sesuai dengan pendapat Jasin ( 1983 ) yang menyatakan bahwa bagian organ penting adalah jantung karena berfungsi memompa darah yang keluar masuk dalam tubuh burung. Jantung terdiri dari empat ruang yaitu, 2 amium dan 2 ventikel. Hal ini di perjelas oleh Kardong (2002 ) yang menyatakan bahwa sistem sirkulasi pada burung yang menjadi sentral adalah jantung yang terletak di mediana, berbentuk krucut, dilapisi paricardium. Terbagi atas empat ruang yaitu, atrium sinistrum dan atrium dextrun yang dipisahkan oleh septum atrium, venrti atrium sinistrum, dan ventriculum dextrum yang terpisahkan oleh septum venrticulum. 2.3. Digestorium Columba domestica Berdasarkan pengamatan praktikum anatomi hewan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

1 2 3

5
6 4 8 9 7

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi

Sumber : google.com

Ilustrasi 3. Sistem pencernaan Burung merpati ( Columba domestica )

Keterangan : 1. Kerongkongan 2. Tembolok 3. Hati 4. Pankreas 5. Ampela 6. Usus Halus 7. Usus Besar 8. Kloaka 9. Sekka

Berdasarkan hasil praktikum Sistem pencernaan pada Columbia domestica terdiri dari mulut, esophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum dan kloaka. Menurut Jasin (1989), truncus digestivus dari Columbia domestica terdiri dari cavumoris, dilanjutkan ke faring yang pendek, kemudian esophagus yang panjang dan terjal diperluasan disebut crop, yaitu tempat sementara, dari lambung akan dilanjutkan oleh intestinum yang terbagi atas bagian yang halus dan terakhir adalah rectum dan kloaka. Sedangkan menurut Hickman (2009) system pencernaan pada

Columbia domestica yaitu eshophagus, ventriculus, pancreas, duodenal loop, duodenum dan berakhir pada kloaka.

2.4. ResphiratoriumAmphibiRanacanorivara Berdasarkan pengamatan praktikum anatomi hewan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

2 3

5
4

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi

Sumber : google.com

Ilustrasi 4. Sistem Pernafasan Burung merpati ( Columba domestica )

Keterangan: 1. Hidung 2. Trakea 3. Laring 4. Bronkus 5. Paru-paru Berdasarkan hasil praktikum saluran pernapasan pada burung ada dua yaitu pernapasan waktu istirahat dan waktu terbang. Fase istirahat dilakukan oleh pars

sternalis costae dan pars vertebralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendian sehingga dapat digerakkan. Pernapasan waktu istirahat terjadi dalam dua fase yaitu fase inspiratiodan fase exparatio. Fase terbang yang sangat berfungsi adalah saccus interclavicularis dan saccus axillaries. Menurut Radiopoetro (1977) apabila sayap diturunkan saccus axillaris terjepit, sehingga saccus interclavicularis menjadi longgar dan sebaliknya.Sistem pernapasan burung merpati dimulai ketika udara dihisap ke dalam sepasang rongga hidung atau nares. Rongga hidung ini dipisahkan dari rongga mulut ke langit-langit keras. Hewan dapat bernapas walaupun makanan berada dalam mulut. Udara selanjutnya melalui choane dan faring, lalu masuk ke dalam laring yang dalam keadaan terbuka. Menurut Villee et al. (1988) epiglottis menekuk ke belakang jika dinaikkan. Sistem respirasi pada Columba domestica terdiri atas trakhea yang melanjut sebagai dua buah bronchi pada syrinx (alat suara). Paru-paru dilengkapi dengan kantung-kantung udara (ada sembilan buah, empat berpasangan dan satu median). Menurut Brotowidjoyo (1993) fase aktif respirasi itu adalah ekspirasi dan fase inspirasinya yaitu inhalasi.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum Anatomi Hewan didapatkan bahwa burung merpati terdiri dari caput (kepala), cervix (leher), truncus (badan), dan cauda (ekor). Sistem pencernaan burung merpati terdiri dari mulut, eosophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum, dan kloaka. Sistem pernafasan burung merpati terdiri dari hidung, trakea, faring, bronkus, dan paru - paru.

3.2. Saran Dalam melaksanakan praktikum anatomi, sebaiknya mempersiapkan materi dengan sebaik mungkin. Gunakan burung merpati dengan ukuran besar agar organ yang akan diteliti tampak lebih jelas. Dan berhati hatilah saat pembedahan agar organ tubuh tidak terputus ataupun rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Alters, Sandra. 1999. Biology. Jones and Braflet Publiser, Boston USA. Jasin, M. 1989. SistematikaHewan Vertebrata danInvertebrata.SinarWijaya, Surabaya. Brotowidjoyo, D.M. 1993. ZoologiUmum. Erlangga, Jakarta Hickman, C.P., L. S. Roberts dan A. Larson. 2003. Animal Diversity. North America.McGraw-Hill Companies, Inc. Kardong, K.V. 2002. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution. North America, McGraw-Hill. Companies, Inc. Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta. Soman, Arya, Tyson L. Hedrick and Andrew A. Biewener. 2005. Regional Patterns of Pectoralis Villee, Walker, Barnes. 1988. General Zoology 6th Edition. W. B. Saunders Company, London. Walter, H. E, dan Leonard P. Sayles. 1959. Biology of The Vertebrates. The Macmilan Company, New York.