Anda di halaman 1dari 6

Pemeriksaan

Fisik

Pengkajian Sistem Sistem Suara Vena jantung Konjungtiva Arteri jugularis tidak Tidak Hidung terdapat Pembesaran Dada: bentuk Bunyi simetris pernafasan cuping, kelenjar bulat,

data

fokus: pernafasan kiri dan terdapat leher sekret tidak simetris pada kanan hidung ada kiri/kanan bronchovesikuler kardiovaskuler anemis, corotis setinggi S3 dan bibir sianosis teraba clavikula S4

tidak

gerakan nafas

dada

tambahan:

C.

Test

Diagnostik

a. EKG: hipertropi atrial atau ventricular, penyimpangan aksis, iskemia dan kerusakan pola mungkin terlihat. Disritmia, kenaikan segmen ST/T persisten 6 minggu atau lebih setelah infark miokard menunjukkan adanya aneurisma ventrikular.

b. Sonogram (ekokardiogram, ekokardiogram dopple): dapat menunjukkan dimensi perbesaran bilik, perubahan dalam fungsi/struktur katup atau area penurunan kontraktilitas ventrikular.

c. Scan jantung: (multigated acquisition (MUGA): tindakan penyuntikan fraksi dan memperkirakan gerakan dinding

d. Kateterisasi jantung: tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu membedakan gagal jantung e. sisi kanan dada: versus dapat sisi kiri, dan stenosis jantung, katup atau insufisiensi. mencerminkan

Roentgen

menunjukkan

pembesaran

bayangan

dilatasi/hipertrofi bilik, atau perubahan dalam pembuluh darah mencerminkan peningkatan pulmonal. f. Enzim hepar: meningkat dalam gagal/kongesti hepar

g. Elektrolit: mungkin berubah karena perpindahan cairan/penurunan ginjal, terapi diuretic h. AGD: gagal ventrikel kiri ditandai dengan respiratorik ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan i. BUN, kreatinin: peningkatan BUN pCO2 menandakan penurunan perfusi (akhir) ginjal

j. HSD: mungkin menunjukkan anemia, polisitemia, atau perubahan kepekatan menandakan retensi air k. Kecepatan sedimentasi (ESR): mungkin meningkat, menandakan reaksi inflamasi akut

DIAGNOSA

KEPERAWATAN

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan kontraktilitas miokardial ditandai dengan:

Takikardia,

disritmia,

perubahan

gambaran

pola

EKG

Hipotensi/hipertensi Bunyi jantung Penurunan Nadi Kulit Ortopnea, krakles, JVD, perifer dingin, perbesaran ekstra haluaran tidak kusam, hepar, edema, nyeri (S3, S4) urine teraba diaforesis dada

Tujuan: menunjukkan tanda vital dalam batas yang dapat diterima (distrimia terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung

Intervensi: a. Rasional b. : Catat Auskultasi biasanya bunyi nadi terjadi perifer takikardia jantung

Rasional : irama galkop umum S3 dan S4 dihasilkan sebagai aliran darah ke dalam serambi yang distensi c. Palpasi nadi perifer

Rasional : penurunan curah jantung dapat menunjukkan turunnya nadi radial, popliteal, dorsalis pedis dan d. Pantau tekanan posubial darah

Rasional : pada CHF lanjut tubuh tidak mampu lagi mengkompensasi dan hipotensi tak dapat normal lagi e. Kaji kulit terhadap pucat dan sianosis

Rasional : pucat menunjukkan turunnya perfusi perifer, sianosis dapat terjadi sebagai refraktori f. Pantau haluaran urine

Rasional : ginjal berespon untuk menurunkan curah jantung dengan menahan cairan dan natrium g. Berikan istirahat psikologi dengan lingkungan pasien tenang: menjelaskan menghindari manajemen stres

medik/keperawatan,

membantu

Rasional : stres emosi menghasilkan vasokontriksi yang meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan h. Berikan frekuensi/kerja obat sesuai jantung indikasi

Rasional : dengan pemberian obat dapat meningkatkan volume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen/kebutuhan, kelemahan Perubahan Dispnea, umum, tirah baring Kelemahan, tanda vital, pucat, adanya lama/immobilisasi ditandai dengan: kelelahan disritmia berkeringat

Tujuan: klien berpartisipasi pada aktivitas yang diinginkan, memenuhi kebutuhan perawatan diri sendiri dengan kriteria

Mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan menurunnya kelemahan dan kelelahan dan tanda vital dalam batas normal selama aktivitas.

Intervensi: a. Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas, khususnya bila pasien menggunakan vasodilator, diuretik, penyekat beta.

Rasional : Hipotensi ortostarik dapat terjadi dengan aktivitas karena efek obat (vasodilatasi), perpindahan cairan (diuretik atau pengaruh fungsi jantung.

b. Carat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat disritmia. dispnea. berkeringat, pucat. Rasional : Penurunan atau ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas, dapat menyebabkan peningkatan segera pada frekuensi jantung dan kebutuhan oksigen, c. Kaji juga peningkatan kelemahan kelelahan contoh dan pengobatan, kelemahan. nyeri, obat

prespirator/penyebab

Rasional : Kelemahan adalah efek samping beberapa obat. Nyeri dan program penuh stres juga memerlukan d. energi Evaluasi dan peningkatan menyebabkan intoleran kelemahan. aktivitas

Rasional : Dapat menunjukkan peningkatan dekompensasi jantung daripada kelebihan aktivitas. e. Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai indikasi. Selingi periode aktivitas dengan periode Rasional : Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa istirahat, mempengaruhi stres

miokard/kebutuhan f. Implementasikan program

oksigen rehabilitasi

berlebihan. jantung/aktivitas.

Rasional : Peningkatan bertahap pada aktivitas menghindari kerja jantung/konsumsi oksigen berlebihan. Penguatan dan perbaikan fungsi jantung di bawah stres, bila disfungsi jantung tidak dapat membaik kembali.

3. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya laju filtrasi glomerulus (menurunnya curah Oliguria, jantung)/meningkatnya Ortopnea, edema, DVJ, berat pernafasan, bunyi produksi ADH dan retensi natrium/air jantung refleks hepatojugular badan, jantung ditandai dengan: S3 positif hipertensi abnormal

bunyi

Peningkatan Distres

Tujuan: mendemonstrasikan volume cairan stabil dengan keseimbangan masukan dan pengeluaran, bunyi nafas bersih/jelas, tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, berat badan stabil dan tidak ada edema.

Intervensi: a. Pantau haluaran urine, catat jumlah dan warna saat hari di mana diuresis terjadi. Rasional : Haluaran urine mungkin sedikit dan pekat karena penurunan perfusi ginjal. b. Pantau/hitung keseimbangan pemasukan dan pengeluaran selama 24 jam.

Rasional : Terapi diuretik dapat disebabkan oleh kehilangan cairan tiba-tiba/berlebihan (hipovolemia) meskipun edema atau asites masih ada.

c. Pertahankan duduk atau tirah baring dengan posisi semi Fowler selama fase akut. Rasional : Posisi telentang meningkatkan filtrasi ginjal dan menurunkan produksi ADH sehingga meningkatkan d. Rasional e. Rasional : : Timbang Catat ada atau Buat Melibatkan berat tidak hilangnya jadwal pasien pemasukan dalam badan edema sebagai program tiap respons terhadap diuresis. cairan terapi. hari terapi

f. Kaji distensi leher dan pembuluh perifer. Lihat area tubuh dependen untuk edema dengan atau tanpa pitting; catat adanya edema tubuh umum (anasarka).

Rasional : Retensi cairan berlebihan dapat dimanifestasikan oleh pembendungan vena dan pembentukan edema. Edema perifer mulai pada kaki atau mata kaki. Edema pitting adalah gambaran secara g. Auskultasi : umum bunyi Kelebihan Pantau napas, volume hanya catat cairan TD penurunan sering setelah dan/atau menimbulkan dan bunyi retensi. tambahan paru CVP

Rasional h.

kongesti

Rasional : Hipertensi dan peningkatan CVP menunjukkan kelebihan volume cairan dan dapat menunjukkan i. terjadinya Pemberian peningkatan obat kongesti paru, sesuai gagal jantung. indikasi

Rasional : dengan pemberian obat yang benar akan membantu proses penyembuhan.

4. Risiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapiler-alveolus. Tujuan: Mendemonstrasikan ventilasi dan oksigenasi adekuat pada jaringan ditunjukkan oleh GDA/oksimetri dalam rentan normal dan bebas gejala distress pernafasan

Intervensi: a. Auskultasi bunyi napas, catat krekels, mengi.

Rasional : menyatakan adanya kongesti paru/pengumpulan sekret menunjukkan kebutuhan untuk intervensi b. Rasional c. Rasional : Anjurkan : pasien jalan batuk napas perubahan mencegah atelektasis dan efektif, memudahkan posisi dan napas aliran lanjut. dalam oksigen. sering. pneumonia.

Membersihkan Dorong membantu

d. Pertahankan duduk di kursi/tirah baring dengan kepala tempat tidur tinggi 20-30 derajat, posisi semi Fowler. Sokong tangan dengan bantal.

Rasional : menurunkan konsumsi oksigen/kebutuhan dan meningkatkan inflamasi paru maksimal e. Pantau/gambarkan seri GDA, nadi oksimetri.

Rasional : Hipoksemia dapat menjadi berat selama edema paru. Perubahan kompensasi biasanya ada pada GJK kronis.

f.

Berikan

oksigen

tambahan

sesuai

indikasi.

Rasional : Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar, yang dapat memperbaiki/menurunkan hipoksemia g. Rasional Berikan : membantu obat proses sesuai penyembuhan jaringan. indikasi .

5. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, program pengobatan berhubungan dengan kurang pemahaman/kesalahan persepsi tentang hubungan fungsi jantung/ penyakit/gagal ditandai dengan: Pernyataan Terulangnya episode masalah/kesalahan GJK yang dapat Pertanyaan persepsi dicegah

Tujuan: mengidentifikasi hubungan terapi (program pengobatan) untuk menurunkan episode berulang dan mencegah komplikasi

Intervensi: 1. Diskusikan fungsi jantung normal, meliputi informasi sehubungan dengan perbedaan pasien dari fungsi normal. Jelaskan perbedaan antara serangan jantung dan GJK

Rasional : pengetahuan proses penyakit dan harapan dapat memudahkan ketaatan pada program pengobatan 2. Kuatkan rasional pengobatan

Rasional : pemahaman program, obat dan pembatasan dapat meningkatkan kerjasama untuk mengontrol gejala.

3. Diskusikan pentingnya menjadi seaktif mungkin tanpa menjadi kelelahan, dan istirahat di antara aktivitas. Rasional : Aktivitas fisik berlebihan dapat berlanjut menjadi melemahkan jantung, eksaserbasi kegagalan. 4. Diskusikan obat, tujuan dan efek samping. Berikan instruksi secara verbal dan tertulis. Rasional : Pemahaman kebutuhan terapeutik dan pentingnya upaya pelaporan efek samping dapat mencegah 5. Rasional : Anjurkan Memberikan terjadinya makan waktu adekuat diet untuk efek komplikasi pada obat sebelum pagi waktu tidur obat. hari. untuk tidur. faktor risiko dan faktor.

mencegah/membatasi 6. Jelaskan dan diskusikan peran pasien

menghentikan dalam mengontrol

Rasional : Menambahkan pada kerangka pengetahuan dan memungkinkan pasien untuk membuat keputusan berdasarkan informasi sehubungan dengan kontrol kondisi dan mencegah

berulang/komplikasi. 7. Bahas ulang tanda/gejala yang memerlukan perhatian medik cepat, contoh edema, demam, hemoptisis. Rasional : Pemantauan sendiri meningkatkan tanggung jawab pasien dalam pemeliharaan kesehatan dan mencegah komplikasi.

8.

Berikan

kesempatan

pasien/orang

terdekat

untuk

bertanya.

Rasional : Kondisi kronis dan berulang/menguatnya kondisi GJK sering melemahkan kemampuan koping 9. dan Tekankan kapasitas pentingnya dukungan melaporkan pasien dan orang toksisitas terdekat. digitalis.

tanda/gejala

Rasional : Pengenalan dini terjadinya komplikasi dan keterlibatan pemberi perawatan dapat mencegah toksisitas/perawatan di rumah sakit.

DAFTAR

PUSTAKA

Brunner dan Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8 Vol 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Doenges, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Ed.3.EGC. Jakarta.

Mansjoer, Arif, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Ed. 3 Jilid 1. Media Aesculapius. Jakarta.s