Anda di halaman 1dari 22

FAKTOR FAKTOR YG MEMPENGARUHI ABSORPSI OBAT

Pertemuan 1 Biofarmasi Dr Marline Abdassah

Faktor2 dlm. Ketersediaan Hayati Yg. Mempengaruhi Abs. Obat di. GI.

Tract
-

- 1. Faktor fisiologis

2. Faktor kimia-fisika
3. Faktor bentuk sediaan

Faktor Fisiologi
1. Struktur saluran pencernaan (G.I tract) 2. Mekanisme lewatnya obat melalui barrier

G.I

a. Difusi pasif b. Carrier mediated transport - Transport aktif - Difusi yg difasilitasi / transport c. Absorpsi pasangan ion d. Pynositosis

Faktor fisiologi yg mempengaruhi absorpsi


1. Luas permukaan tempat abs (di G.I
tract)

2. pH di saluran G.I
3. Kecepatan pengosongan lambung 4. Pergerakan usus 5. Stabilitas obat dalam sal. G.I 6. Matabolisme dlm. hati 7. Pengaruh makanan dan diet 8. Bbg. faktor fissiologis lain

- Faktor fisika-kimia
1. Konstanta disosiasi & kelarutan dalam lemak a. Hipotesa partisi - pH dari. absorpsi obat b. Absorpsi obat yg bersifat asam lemah c. Absorpsi obat yg. bersifat basa lemah d. Keterbatasan hipotesa partisi - pH

2. Kecepatan melarut obat

a. Absorpsi dari obat yang larut cepat dari partikel padat obat
b. Absorpsi setelah obat larut lambat dari partikel padat obat c. Faktor2 yg. mempengaruhi kec. melarut obat dlm sal. pencernaan

Faktor2 yg. mempengaruhi kecepatan melarut obat dlm sal. pencernaan. makanan
i. Kondisi fisiologis ii. Ukuran partikel obat iii. Bentuk kristal obat iv. Kelarutan obat dlm. lapisan difusi v. Kompleksasi vi. Adsorpsi
Stabilitas kimia obat dlm. cairan G.I

3.Faktor2 bentuk sediaan


1. Pengaruh zat pembantu a. Zat pengisi b. Surfaktan c. Zat pengatur kekentalan 2. Pengaruh jenis bentuk sediaan a. Larutan air, d. Kapsul keras b. Suspensi dlm. air e. Kapsul lunak c. Tablet : - inti - salut - salut enterik

Absorpsi obat di saluran G.I


1 . Struktur saluran pencernaan a. Difusi pasif b. Carrier mediated transport
(G.I tract)

2. Mekanisme trans. obat melalui barrier G.I

- Transport aktif - Difusi yg difasilitasi / transport


c. Absorpsi pasangan ion d. Pynositosis

- Banyak faktor mempengaruhi pelepasan obat dari sediaan serta absorpsinya ke dlm. sirkulasi sistemis - Mayoritas obat : per oral

- Sebagian besar obat peroral diserap di

G.I

Skema obat utuh (tablet) dlm sistem sistemik setelah per oral
transit intestin Partikel halus Disolusi Obat dlm. Lar usus halus Kecep. pengosongan perut Kecep. di Partikel halus Disolusi Obat dlm lar.

Absorpsi
Obat utuh Hati

Metabolisme dlm
Metabolisme

..

Obat utuh dlm sirkulasi drh Efek farmakologi

Proses yg. tersangkut dlm. pelepasan &

absorpsi obat dlm. tablet (lihat skema)


- Kec & jumlah obat utuh yg. masuk sirkulasi . sistemik : tgt. kec. proses kinetika =

.rate

limiting step, yang menentukan

. kecepatan keseluruhan & munculnya obat . yg. utuh dlm. sirkulasi sistemik.

- Rate limiting step masing2 obat


. berbeda-beda - Obat dg. kelar. dlm. air sangat jelek , kec. disolusi obat nya dlm. cairan G.I

tahap paling lambat jadi menunjukkan efek rate limiting thd. ketersedian hayati obat.
sering merupakan

- Sebaliknya u/ suatu obat dg.

kelar. yg. tinggi dlm. air,


kec. disolusi obat akan cepat, namun kec.

obat melintasi membran G.I mungkin


merupakan

rate limiting step

Potensi lain rate limiting step yi. - kecepatan pelepasan obat dari sediaan
(penting pada OBAT LEPAS LAMBAT)

- kecepatan lambung mengosongkan obat ke usus - kec. obat dimetabolisme oleh enzim pada sel mukosa usus halus selama perjalanan ke pembuluh darah mesenterik - kec. metabolisme obat selama awal melintasi hati yi : first pass effect

1. Struktur saluran pencernaan (G.I


( (lambung, usus halus & usus besar / kolon)

tract)

Usus halus : - duodenum - jejunum - ileum * daerah ini berbeda : - pH- enzim - kekentalan- elektrolit - daya alir - sifat permukaan
( kesemuanya dpt. mempengaruhi absorpsi obat)

Otot

membentuk tube dg. lubang 4 jaringan pembentuk (LUAR KE DALAM): - mukosa (membran mukosa) - submukosa - muscularis externa - serosa

Struktur usus halus

Mukosa paling penting


(absorpsi obat dr. lubang GI tract).

- Terdiri dari : * Membran seluler * Drh. di mana obat hrs. lolos ke darah - epitel : * satu lapis sel kolom * sel2 sekresi (eg. mukosa dg.
sel

goblet)

- lamina propria (jar. connective, drh. & limfa) - muscularis mucosa (lap. tipis serat totot

Lambung & Usus kecil

Lambung dg. mukosa (bukan organ utama absorpsi)


memiliki banyak lipatan sehingga luas permukaan besar

- Kondusif u/ absorpsi obat2 (asam lemah) - supply drh. baik sekali (obat tinggal 30 bbrp jam)

Usus kecil (paling penting bagi absorpsi obat di GI tract) - struktur anatomi baik u/ absorpsi obat - luas permukaan epitel besar karena :
1. Lipatan Kerckring pd. mukosa usus 2. Villi spt. jari 3. microvilli

Diagram usus halus Abs. obat dari rongga usus ke dlm. kapiler

Villi

mukosa usus halus (termasuk lipatan Kerckring). Panjang villi 0,5 - 1,5 mm 10-40 villi tiap mm2 permukaan usus. Setiap villus ditutup satu lapis epitel yg. tersusun terutama dari sel pengabsorpsi berbentuk kolom serta sel goblet yg. mengeluarkan sekret Sel kolom sangat penting u/ absorpsi
(bentuk anatomi apical - permukaan menghadap lubang usus yg. memperluas permukaan usus halus yg. baik u/ absorpsi obat)

Microvilli

Bentuk anatomi apical spt jari, muncul dr. permukaan mukosa usus halus (inc.lipatan Kerckring). Bentuk : mikro-tubular Panjang mikro-villi 1 mm 700 - 1000 mikro villi tiap sel kolom Setiap villus ditutup 1 lapis epitel yg. tersusun terutama dr. sel pengabsorpsi berbentuk kolom serta sel goblet dg. sekret Sel kolom sangat penting u/ absorpsi . (dg. bentuk anatomi apical - permukaan menghadap
. . lubang usus yg. memperluas permukaan u. halus baik u/ absorpsi obat : 600 x flat)