Anda di halaman 1dari 157

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

UNTUK SISWA SMA KELAS XII IPA SEMESTER GANJIL



Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semerter
Dalam Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika


Oleh Kelompok 6:
NINING YURIANI : 2411.037
IRWANSYAH P.A : 2411.040
LISMAWATI : 2411.051
NOVITA SARI : 2411.053
ASMA MURNI : 2411.059

Dosen Pembimbing:
M. Imammudin,M.Pd

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA VB
STAIN SYECH M.DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2013/2014


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 1 (satu)

A. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi dasar:
1. Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu
2. Menghitung integraltak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabaar dan trigonometri

C. Indikator:
1. Memahami konsep dasar integral tak tentu
2. Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar

D. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa mampu memehami konsep dasar integral tak tentu
2. Siswa mampu menghitung integral tentu dari fungsi aljabar

E. Materi ajar:
Pengertian integral
Jika f(x) adalah turunan dari F(x), maka integral dari f(x) adalah F(x).
Hal ini dapat ditulis : F(x) = f(x) f(x) dx = F(x)+c
Dikatakan integral adalah anti dari turunan.
Perhatikan tabel berikut :


F(x) F(x)=f(x) F(x) F(x)=f(x)
-1/2 x
-2


-x
-1
X

x
2


1/3 x
3


1 x
n+1
n + 1

x
-3


x
-2

1 = x
0


X

x
2


x
n
2x
5

2x
5
+30
2x
5
-2000

2x
5
+1/2

2x
5
-0,35

2x
5
+c
10x
4


10x
4

10x
4


10x
4


10x
4


10x
4



Dari table diatas dapat disimpulkan :
Jika F(x) = 1 x
n+1
+c F(x) = f(x) = x
n

n+1
atau :
f(x) = x
n
f(x) dx = 1 x
n+1
+c
n+1
Dengan kata lain :

x
n
dx = 1 x
n+1
+c
n+1

Sifat-sifat integral tak tentu fungsi aljabar
1. dx = x + c
2. k dx = kx + c
3. x
n
dx = 1/n+1 x
n+1
+ c n -1
kx
n
dx = k/n+1 x
n+1
+ c
kx
-1
dx = k/x dx = k lnx + c

4. k f(x) dx = k f(x) dx
5. ( f(x) + g(x) ) dx = f(x) dx + g(x) dx
6. ( f(x) - g(x) ) dx = f(x) dx - g(x) dx
Contoh :
Selesaikan integral tak tentu berikut ini :
1. (5x + 7) dx = 5/2 x
2
+ 7x + c
2. (4x
2
- x +2/x) dx = (4x
2
-x+2)x
-1/2
dx

= (4x
3/2
-x
1/2
+2x
-1/2
) dx

= 8/5x
5/2
-2/3x
3/2
+4x
1/2
+ c

Menentukan fungsi F(x), jika F(x) dan F(a) diketahui.
Langkah-langkah:
1.Tentukan F(x) = F(x) dx
2. Masukkan nilai x=a kedalam f(x) dx untuk memperoleh nilai c
Contoh :
Tentukan nilai F(x) jika F(x)=5x
3
-4x
2
+6 dan F(1)=4
Jawab :
F(x) = F (dx)
= 5x
3
-4x
2
+6 dx
= 5/4 x
4
-4/3x
3
+6x+c
F(1) = 5/4-4/3+6+c=4
C=-23/12
Jadi F(x) = 5/4x
4
-4/3x
3
+6x-23/12



F. Alokasi waktu:
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru member latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

G. Metode pembelajaran:
Ekspositiri dan model pembelajaran cooperatif tipe STAD

H. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran Oleh Guru Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan
salam dan memimpin
siswa berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran
siswa
- Guru mengaitkan atau
menghubungkan pelajaran
hari ini dengan pelajaran
yang telah lalu
- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini

- Guru menyampaiakn
tujuan pembelajaran pada

- Siswa mendengarkan
guru berbicara dan
mengikuti doa yang
dipimpin oleh guru
- Siswa menjawab
pertanyaan dari guru


- Siswa mendengarkan
dan memperhatikan
yang disampaikan oleh
guru
- Siswa mendengarkan
dan memperhatikan
yang disampaikan oleh
guru
- Siswa mendengarkan
dan memperhatikan
10 menit
siswa yang disampaikan oleh
guru
2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa
duduk berkelompok yang
terdiri dari 4 5 orang
perkelompok
- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentiu
dari fungsi aljabar pada
siswa sebagai bahan yang
akan didiskusikan siswa
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
untuk melaksanakan
kegiatan yang diberikan
guru
- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa
dalam diskusi
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
kelompok untuk
menyampaikan hasil
diskusi kelompok didepan
kelas
- Guru meminta tanggapan
dari kelompok lain
-


- Siswa mendengarkan
perintah dari guru


- Siswa menerima lks
yang dibagikan oleh
guru



- Siswa melakukan
diskusi dalam
kelompok masing-
masing

- Siswa berdiskusi dan
menanyakan pada guru
jika terdapat kesulitan


- Siswa mendengarkan
perintah dari guru



- Siswa menganggapi
penampilan dari
kelompok yand tampil
- Siswa mendengarkan
65 menit
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa

guru meluruskan dan
menguatkaan konsep
untuk siswa




3 Penutup:
- guru memberikan
kesempatan kepada siswa
menanyakan materi yang
belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan
guru menyimpulkan
pelajaran
- Sebagai evaluasi dilakukan
kuis tentang integral tak
tentu funfsi aljabar.

- Peserta didik diberi PR
soal latihan 1 no 1-10


- Guru menyampaikan
materi yang akan datang
dan menugaskan siswa
untuk membaca terlebih
dahulu di rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.

- Siswa bertanya pada
guru tentang hal yang
belum dipahami

- Siswa menyimpulkan
yang dibimbing oleh
guru

- Siswa mengerjakan
soal yang diberikan
oleh guru

- Siswa mencatat tugas
yang diberikan oleh
guru

- Siswa mendengarkan
yang disampaikan oleh
guru


- Siswa mendenagrkan
guru bicara dan
menjawab salam dari
guru
15 menit

I. Penilaian:
1. Teknik instrumen
- Tes tertulis
- Penugasan
2. Bentuk instrument: uraian
3. Contoh instrument
no Soal Jawaban skor
1
(

(30)

(8)
(

( )

( ) (5)

(4)

(3)
2

(15)

(10)

(10)

(5)
.

/ (5)
(5)

Jumlah skor: 100

J. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll



Mengetahui Gadut, 1 Desember2013
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman Rasyid, M.Pd Dra. Asma Murni. M.Pd
NIP: 19620429 03 2 012 NIP: 19680118 19 005












Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 2 (Dua)

A. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi dasar:
2. Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan trigonometri

C. Indikator:
3. Menghitung integral tentu dari fungsi trigonometri
4. Mengitung integral tentu
5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan integral tak tentu dan integral tentu

D. Tujuan Pembelajaran:
3. Siswa mampu menghitung integral tentu dari fungsi trigonometri
4. Siswa mampu menghitung integral tentu
5. Siswa mampu Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan integral tak tentu dan
integral tentu


E. Materi ajar
- Integral tak tentu fungsi trigonometri.
Perhatikan table berikut :
No F(x) F(x)=f(x)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Sin x
Cos x
Tan x
Cotan x
Sec x
Cosec x
Cos x
-sin x
Sec
2
x
-cosec
2
x
Tan x.sec x
-cotan x.cosec x

Dari table diatas dapat dirumuskan integral tak tentu fungsi trigonometri, yaitu:
1. cos x dx = sin x+c
2. sin x dx = -cos x+c
3. sec
2
x dx = tan x+c
4. cosec
2
xdx = -cotan x+c
5. tan x.sec x = sec x+c
6. cotan x.cosec x = -cosec x+c

Dari konsep tabel diatas juga dapat dirumuskan
1. cos ax dx = 1/asin ax+c
2 sin ax dx = -1/acos ax+c
3. sec
2
ax dx = 1/atan ax+c
4. cosec
2
axdx = -1/acotan ax+c
5. tan ax.sec ax = 1/asec ax+c
6. cotan ax.cosec ax = -1/acosec ax+c

Contoh :
Selesaikanlah integral trigonometri berikut :
1. (cos x-2x
3
) dx = sinx-1/2x
4
+c

2. sin 2x dx = -1/2 cos 2x + c

3. cos (3x+8) dx = 1/3 sin (3x+8) +c

- Integral Tentu
Defenisi:
Jika () adalah fungsi kontinu dan terdefenisi dalam interval tertutup [a,b]
sehingga

()

ada mempunyai nilai, maka integral tentu ()


terhadap x dari sampai dinyatakan oleh:
()

()


Dengan n adalah jumlah sub interval di dalam interval [a,b].
Maka

b
f(x) dx = F(x) ]
b
= F(b) F(a)

a

a

Sifat-sifat integral Tentu :
1. ()

= f(b) f(a)


2. ()

= ()


3. ()

= 0
()

, jika ()
()

, jika ()
4. ()

()


5.
*() ()+ ()

()


6. ()

()

()


Contoh :
Hitunglah nilai dari :

1. (

) dx = 1/3 x
3
x ]
8



= (1/3 . 8
3
8) (1/3 . 5
3
5 )
= 126

2.
2
6(1-4x
3
) dx =
2
(6-24x
3
) dx
-2 -2

= 6x 6x
4
]
2


-2

= -84+108
= 24

- Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan integral tak tentu dan integral
tentu
Contoh :
Tentukan persamaan kurva f(x) jika diketahui m gradiennya dinyatakan dengan persamaan
6x-3 dan melalui titik (3,2)
jawab:
dy/dx = 6x-3
dy = (6x-3)dx
dy = (6x-3)dx
Y = 3x
2
-3x+c
2) 2 = 27-9+c

Jadi persamaan kurva adalah :

c = -16
y = 3x
2
3x 1

F. Alokasi waktu
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru memberi latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

K. Metode pembelajaran:
Model pembelajaran cooperatif tipe NHT

L. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran
Oleh Guru
Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam
dan memimpin siswa
berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran
siswa
- Guru mengingatkan
kembali pelajaran yang
telah lalu

- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini
- Guru membahas tugas
rumah yang dirasa sukar
oleh siswa
- Guru menyampaiakn tujuan
pembelajaran pada siswa


- Siswa mendengarkan guru
dan memgikuti doa yang
dipimpin oleh guru
- Siswa menjawab
pertanyaan dari guru


- Siswa mendengarkan dan
memperhatikanyang
dibicarakan oleh guru
- Guru mendengarkan dan
memperhatikan yang
disampaikan oleh guru
- Siswa memperhatikan
yang dijelaskan oleh guru

- Siswa mendenngarkan
guru berbicara
10 menit
2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa duduk
berkelompok yang terdiri


- Siswa mendenagrkan
perintah dari guru
65 menit
dari 4 5 orang
perkelompok, masing-
masing kelompok terbagi
atas siswa yang heterogen
- Guru member nomor
masing-masing anggota
kelompok per kepala.
- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentu
dari fungsi trigonometri dan
integral tentu pada siswa
sebagai bahan yang akan
didiskusikan siswa
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
untuk menemukan rumus-
rumus turunan dari integral
trigonometri dari rumus-
rumus dasar trigonometri
yang sudah dipelajari dan
mengerjakan soal-soal
diberikan guru
- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa
dalam diskusi
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
siswa sebagai perwakilan
dari kolompok dengan
menyebutkan nomor kepala




- Siswa mendengarkan dan
mengingat yang
disampaikan guru
- Siswa mengambil lks
yang dibagikan oleh guru





- Siswa melakukan diskusi
dalam kelompok masing-
masing







- Siswa berdiskusi dan
menanyakan pada guru
jika ada yang kurang
dipahami

- Siswa mendengarkan
perintah dari guru


siswa tersebut untuk
menyampaikan hasil diskusi
kelompok didepan kelas
- Guru meminta kelompok
lain untuk memberikan
tanggapan tanggapan
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa
- Guru menjelaskan konsep
integral tentu dan
menegaskan bahwa luas
daerah dibawah kurva
adalah integral tentu dengan
batas-batas yang diberikan
dan diberikan dengan :

()

dx = F(b)
F(a)

- Guru memberikan contoh
soal




- Siswa mendengarkan
yang disampaikan oleh
guru

- Siswa mendengarkan dan
memperhatikan yang
dijelaskan oleh guru

- Siswa mendengarkan dan
memperhatikan yang
dijelaskan oleh guru









- Siswa memperhatikan dan
memahami contoh yang
diberikan oleh guru
3 Penutup:
- guru memberikan
kesempatan kepada siswa
menanyakan materi yang
belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan
guru menyimpulkan

- Siswa bertanya pada guru
tentang hal yang belum
dipahami

- Siswa menyimpulkan
materi dengan
15 menit
pelajaran
- Sebagai evaluasi dilakukan
kuis tentang integral tak
tentu fungsi trigonometri
dan integral tentu
- Peserta didik diberi PR soal
latihan 2 no 1-4 dan latihan
5 no1-3
- Guru menyampaikan materi
yang akan datang dan
menugaskan siswa untuk
membaca terlebih dahulu di
rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.
dibimbingan oleh guru
- Siswa mengerjakan soal-
soal yang diberikan oleh
guru
- Siswa menginagat dan
mencatat tugas yang
diberikan oleh guru
- Siswa mendengarkan guru
menyampaikan


- Siswa mendengarkan guru
dan menjawab salam dari
guru

I. Penilaian:
4. Teknik instrumen
- Tes tertulis
- Penugasan
5. Bentuk instrument: uraian
6. Contoh instrument


no Soal Jawaban skor
1 ( sin 5x cos 3x ) dx ( sin 5x cos 3x ) dx = [ sin 8x + sin 2x ] dx (15)
= [ sin 8x + sin 2x ] dx (10)
= 1/2 [ - 1/8 cos 8x cos 2x] (5)
+ c
= - 1/16 cos 8x cos 2x + c (10)
Skor total : 40



2
(

2
( x
2
+ 3x ) dx = 1/3 x
3
+ 3/2 x
2
]
2
(15)
0
0

= [ 1/3 . 8 + 3/2 . 4 ] 0 (10)
= 26/3 (5)
Skor total: 30
3

2 cos 2x dx

2
2 cos 2x dx = 2 [ sin 2x ]
2
(15)

0 0

= sin 2x ]
2
(8)

0

= sin 4 - sin 0 (4)
= 0 0 (3)
= 0
Skor total: 30

J. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll


Mengetahui gadut, 1 desember2013
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman rasyid, m.pd dra. Asma murni. M.pd
Nip: 19620429 03 2 012 nip: 19680118 19 005





Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 3 (tiga)

G. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

H. Kompetensi dasar:
2. Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan trigonometri

I. Indikator:
6. Menghitung pengintegralan dengan rumus integral subsitusi
6.1 pengintegralan yang dapat diubah ke dalam bentuk ()
6.2 pengintergralan yang memuat bentuk-bentuk

dan



J. Tujuan Pembelajaran:
6. Siswa mampu menghitung pengintegralan dengan rumus integral subsitusi yaitu
subsitusi pengintegralan yang dapat diubah ke dalam bentuk () dan
pengintergralan yang memuat bentuk-bentuk

dan


K. Materi ajar
- Pengintegralan yang dapat diubah ke dalam bentuk ()
Teorema:
Misalkan dengan menggunakan subsitusi u = g (x) dengan g adalah fungsi yang
mempunyai turunan, sehingga (()) () dapat diubah menjadi ()
(()) () () () (())
Teknik Pengintegralan yang dapat diubah ke dalam bentuk () memerlukan
dua langkah yaitu:
1. Memilih fungsi u = g (x) sehingga (()) () dapat diubah menjadi
()
2. Tentukan fungsi integral umum () yang bersifat () f(u)
Rumus-rumus:
1.
2.
3.


4.


5.
6.
Contoh:
Tentukan integral berikut:
( ) (

) .
Jawab:
Misalkan u= (

) maka du = ( )
Subsitusi (

) = u dan ( )
Maka

( ) (

)

(

)

- Pengintegralan yang memuat bentuk-bentuk

dan



Hasil subsitusi:
Fungsi integral Subsitusi integral Hasil subsitusi



Contoh:

,
dengan dx = , maka dapat diubah menjadi:
(( )

( )

( )

L. Alokasi waktu
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru memberi latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

M. Metode pembelajaran:
Model pembelajaran cooperatif tipe STAD

N. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan pembelajaran Kegiatan siswa Alokasi
waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam
dan memimpin siswa
berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran
siswa
- Guru mengingatkan
kembali pelajaran yang
telah lalu
- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini
- Guru membahas tugas
rumah yang dirasa sukar
oleh siswa
- Guru menyampaiakn tujuan

- Siswa mendengarkan guru
dan memgikuti doa yang
dipimpin oleh guru
- Siswa menanggapi
pertanyaan guru


- Siswa memperhatikan dan
mendengarkan guru
- Siswa mendengarkan
motivasi dari guru

- Siswa memperhatikan
guru menjelaskan

- Siswa mendengarkan guru
menyampaikan tujuan
pembelajaran
10 menit
pembelajaran pada siswa




2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa duduk
berkelompok yang terdiri
dari 4 5 orang
perkelompok, masing-
masing kelompok terbagi
atas siswa yang heterogen
- Guru memberi nomor
masing-masing anggota
kelompok per kepala.
- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentu
dari fungsi trigonometri dan
integral tentu pada siswa
sebagai bahan yang akan
didiskusikan siswa
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
untuk menemukan rumus-
rumus turunan dari integral
trigonometri dari rumus-
rumus dasar trigonometri
yang sudah dipelajari dan
mengerjakan soal-soal
diberikan guru
- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa


- Siswa mendenagrkan
perintah yang diberikan
guru



- Siswa mendengarkan guru


- Siswa menerimka lks
yang diberikan oleh guru





- Siswa diskusi kelompok








- Siswa berdiskusi dalam
kelompok masing-masing

65 menit
dalam diskusi
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
siswa sebagai perwakilan
dari kolompok dengan
menyebutkan nomor kepala
siswa tersebut untuk
menyampaikan hasil diskusi
kelompok didepan kelas
- Guru kelompok lain untuk
memberikan tanggapan
tanggapan
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa
- Guru menjelaskan konsep
integral tentu dan
menegaskan bahwa luas
daerah dibawah kurva
adalah integral tentu dengan
batas-batas yang diberikan
dan diberikan dengan :

()

dx = F(b)
F(a)

- Guru memberikan contoh
soal



- Siswa memperhatikan
aba-aba dari guru





- Siswa memberikan
tanggapan terhadap
kelompok yang tampil
- Siswa memperhatikan dan
mendengarkan guru


- Siswa mendengarkan dan
memperhatikan guru
berbicara








- Siswa memperhatikan dan
memahami contoh yang
diberikan oleh guru

3 Penutup: 15 menit
- guru memberikan kesempatan
kepada siswa menanyakan
materi yang belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan
guru menyimpulkan
pelajaran
- Sebagai evaluasi dilakukan
kuis tentang integral tak
tentu fungsi trigonometri
dan integral tentu
- Peserta didik diberi PR soal
latihan 2 no 1-4 dan latihan
5 no1-3
- Guru menyampaikan materi
yang akan datang dan
menugaskan siswa untuk
membaca terlebih dahulu di
rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.
- Siswa bertanya tentang
hal-hal yang belum
dimengerti
- Siswa bersama-sama
menyimpulkan pelajaran
dengan bimbingan guru
- Siswa mengerjakan soal-
soal kuis yang diberikan
guru

- Siswa mencatat tugas
yang diberikan oleh guru


- Siswa mendengarkan guru
menyampaikan materi
yang akan dating



- Siswa mendenagarkan
guru dan menjawab salam
dari guru


K. Penilaian:
7. Teknik instrumen
- Tes tertulis
- Penugasan
8. Bentuk instrument: uraian
9. Contoh instrument


No Soal Jawaban skor
1


(10)

(15)

Skor total : 25
2


( 10)

(15)
Skor total :25
3


Misal u = =

maka


dx (15)
Subsitusi ke

(10)
Maka () (10)
(10)
(5)

Skor total: 50

L. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll


Mengetahui Gadut, 1 Desember2013
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman Rasyid, M.Pd Dra. Asma Murni. M.Pd
NIP: 19620429 03 2 012 NIP: 19680118 19 005






Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 4 (empat)

A. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi dasar:
2. Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan trigonometri

C. Indikator:
7. Menghitung pengintegralan dengan rumus integral parsial

D. Tujuan Pembelajaran:
7. Siswa mampu menghitung pengintegralan dengan rumus integral parsial

E. Materi ajar
Misalkan diketahui u= u(x) dan fungsi v = v (x). hasil kali kedua fungsi itu
ditentukan oleh y= uv. Berdasarkan aturan hasil kali fungsi-fungsi maka diperole
hubungan:
y = uv + xu


dy = v du + u dv
misalkan u(x) dan v(x) masing-masing adalah fungsi dalam variabel x, maka
ditentukan oleh hubungan:

Hubungan tersebut menunjukan bahwa pengintegralan dapat diubah menjadi
pengintegralan dan sebaliknya. Berhasil atau tidaknya pengintegralan dengan
menggunakan rumus integral parsil ditentukan oleh hal berikut:
1. Memilih bagian dv, sehingga v dengan segera dapat ditentukan melalui hubungan

2. harus lebih mudah diselesaikan dari pada

F. Alokasi waktu
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru memberi latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

G. Metode pembelajaran:
Model pembelajaran cooperatif tipe STAD

H. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran
Oleh Guru
Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan
salam dan memimpin
siswa berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran
siswa
- Guru mengingatkan

- Siswa mendengarkan
guru dan memgikuti doa
yang dipimpin oleh guru
- Siswa menanggapi
pertanyaan guru


- Siswa memperhatikan
dan mendengarkan guru
10 menit
kembali pelajaran yang
telah lalu
- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini
- Guru membahas tugas
rumah yang dirasa sukar
oleh siswa
- Guru menyampaiakn
tujuan pembelajaran pada
siswa

- Siswa mendengarkan
motivasi dari guru

- Siswa memperhatikan
guru menjelaskan

- Siswa mendengarkan
guru menyampaikan
tujuan pembelajaran



2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa
duduk berkelompok yang
terdiri dari 4 5 orang
perkelompok, masing-
masing kelompok terbagi
atas siswa yang heterogen
- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentu
dari fungsi trigonometri
dan integral tentu pada
siswa sebagai bahan yang
akan didiskusikan siswa
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
untuk menemukan rumus-
rumus turunan dari
integral trigonometri dari


- Siswa mendenagrkan
perintah yang diberikan
guru



- Siswa menerimka lks
yang diberikan oleh guru
dan mendiskusikannya
dalam kelpmpok masing-
masing



- Siswa diskusi kelompok



65 menit
rumus-rumus dasar
trigonometri yang sudah
dipelajari dan
mengerjakan soal-soal
diberikan guru
- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa
dalam diskusi
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
siswa sebagai perwakilan
dari kolompok dengan
menyebutkan nomor
kepala siswa tersebut
untuk menyampaikan
hasil diskusi kelompok
didepan kelas
- Guru kelompok lain untuk
memberikan tanggapan
tanggapan
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa






- Siswa berdiskusi dalam
kelompok masing-
masing



- Siswa memperhatikan
aba-aba dari guru





- Siswa memberikan
tanggapan terhadap
kelompok yang tampil
- Siswa memperhatikan
dan mendengarkan guru



3 Penutup:
- guru memberikan
kesempatann kepada siswa
menanyakan materi yang
belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan

- Siswa bertanya tentang
hal-hal yang belum
dimengerti
- Siswa bersama-sama
menyimpulkan pelajaran
15 enit
guru menyimpulkan
pelajaran
- Sebagai evaluasi
dilakukan kuis tentang
konsep dan rumus- rumus
tentang pengintegralan
dengan rumus integral
parsial secara lisan, nama
siswa dipanggil satu
persatu untuk diberikan
pertanyaan
- Peserta didik diberi PR
soal latihan 2 no 1
- Guru menyampaikan
materi yang akan datang
dan menugaskan siswa
untuk membaca terlebih
dahulu di rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.
dengan bimbingan guru

- Siswa menjawab soal-
soal kuis yang
ditanyakan oleh guru





- Siswa mencatat tugas
yang diberikan oleh guru

- Siswa mendengarkan
guru menyampaikan
materi yang akan dating

- Siswa mendenagarkan
guru dan menjawab
salam dari guru


I. Penilaian:
1. Teknik instrumen
- Tes lisan
- Penugasan
2. Bentuk instrument: jawaban singkat
3. Contoh instrument
1. Sebutkan defenisi dari !
Jawab:
Misalkan u(x) dan v(x) masing-masing adalah fungsi dalam variabel x, maka

Skor : 50
2. Hal apa yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya pengintegralan menggunakan
rumus integral parsial !
Jawab:
1. Memilih bagian dv sehingga v dengan segera dapat ditentukan melalui
hubungan
2. harus lebih mudah diselesaikan dibanding
Skor : 50
Total skor: 100
J. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll


Mengetahui Gadut, 1 Desember2013
Kepala SMA N Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman Rasyid, M.Pd Dra. Asma Murni. M.Pd
NIP: 19620429 03 2 012 NIP: 19680118 19 005

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 5 (lima)

A. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi dasar:
3. menggunakan integral untuk menghitung luas daerah dibawah kurva dan volume
benda putar
C. Indikator:
a. Mengaplikasikan integral tentu untuk menghitung luas daerah (luas daerah yang
dibatasi oleh kurva dengan sumbu x dan luas daerah yang dibatasi oleh beberapa
kurva

D. Tujuan Pembelajaran:
a. Siswa mampu mengaplikasikan integral tentu untuk menghitung luas daerah (luas
daerah yang dibatasi oleh kurva dengan sumbu x dan luas daerah yang dibatasi
oleh beberapa kurva

E. Materi ajar
- Luas daerah yang dibatasi oleh kurva dengan sumbu x
Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y= f(x) sumbu x = a dan gari x=b,
ditentukan oleh:
a. () ()


() ()


Atau
| ()

|


Contoh:
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x) = 3x
2
+ 6x terhadap sumbu x dengan
garis x = 0 dan x = 2 !
Jawab:
y=f(x) = 3x
2
+ 6x
(

)
()



- Luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva
Luas yang dibatasi oleh kurva y = x , kurva v = g (x), garis x= a dan garis x=b,
ditentukan dengan rumus berikut:
() ()


Dengan f(x) () dalam interval tertutup
Contoh :
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x, kurva y =2x, dan garis x=1
dan x=2!
Jawab:
() ()




*() ()


()



F. Alokasi waktu
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru memberi latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

G. Metode pembelajaran:
Model pembelajaran cooperatif tipe TAI

H. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran
Oleh Guru
Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan
salam dan memimpin
siswa berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran

- Siswa mendengarkan
guru dan memgikuti doa
yang dipimpin oleh guru
- Siswa menanggapi
pertanyaan guru


10 menit
siswa
- Guru mengingatkan
kembali pelajaran yang
telah lalu
- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini
- Guru membahas tugas
rumah yang dirasa sukar
oleh siswa
- Guru menyampaiakn
tujuan pembelajaran pada
siswa

- Siswa memperhatikan
dan mendengarkan guru
- Siswa mendengarkan
motivasi dari guru

- Siswa memperhatikan
guru menjelaskan

- Siswa mendengarkan
guru menyampaikan
tujuan pembelajaran



2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa
duduk berkelompok yang
terdiri dari 4 5 orang
perkelompok, masing-
masing kelompok terbagi
atas siswa yang heterogen
- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentu
dari fungsi trigonometri
dan integral tentu pada
siswa sebagai bahan yang
akan didiskusikan siswa
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
tentang menghitung luas


- Siswa mendenagrkan
perintah yang diberikan
guru



- Siswa menerimka lks
yang diberikan oleh guru





- Siswa diskusi
kelompokSiswa
berdiskusi dalam
65 menit
daerah (luas daerah yang
dibatasi oleh kurva
dengan sumbu x dan luas
daerah yang dibatasi oleh
beberapa kurva




- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa
dalam diskusi
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
siswa sebagai perwakilan
dari kolompok dengan
menyebutkan nomor
kepala siswa tersebut
untuk menyampaikan hasil
diskusi kelompok didepan
kelas
- Guru kelompok lain untuk
memberikan tanggapan
tanggapan
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa

kelompok masing-
masing masing-masing
siswa mengerjakan lks
yang ada sesuai
kemampuan masing-
masing, kemudian
setelah selasai siswa
bertukar pikiran dengan
teman lain yang
membahas pokok
bahasan yang berbeda
- Siswa melakukan diskusi
dan bertanya pada guru
jika terjadi kesulitan


- Siswa memperhatikan
aba-aba dari guru





- Siswa memberikan
tanggapan terhadap
kelompok yang tampil
- Siswa memperhatikan
dan mendengarkan guru



3 Penutup: 15 enit
- guru memberikan
kesempatan kepada siswa
menanyakan materi yang
belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan
guru menyimpulkan
pelajaran
- Sebagai evaluasi
dilakukan kuis tentang
menghitung luas daerah
(luas daerah yang dibatasi
oleh kurva dengan sumbu
x dan luas daerah yang
dibatasi oleh beberapa
kurva
- Peserta didik diberi PR
soal latihan 10 no 1-
2,3,4,6,7
- Guru menyampaikan
materi yang akan datang
dan menugaskan siswa
untuk membaca terlebih
dahulu di rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.
- Siswa bertanya tentang
hal-hal yang belum
dimengerti
- Siswa bersama-sama
menyimpulkan pelajaran
dengan bimbingan guru
- Siswa mengerjakan soal-
soal kuis yang diberikan
guru




- Siswa mencatat tugas
yang diberikan oleh guru
- Siswa mendengarkan
guru menyampaikan
materi yang akan dating


- Siswa mendengarkan
guru dan menjawab
salam dari guru


I. Penilaian:
1. Teknik instrumen
- Tes tertulis
- Penugasan
2. Bentuk instrument: uraian
3. Contoh instrument
1. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=f(x) = 4x
2
+ 6x terhadap sumbu x
dengan garis x = 0 dan x = 2 !

Jawab:

y=f(x) = 4x
2
+ 6x
(

) (15)

() (25)

(5)

(5)
Skoe total : 50
2. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y=x, kurva y =2x, dan garis x=1
dan x=3!
Jawab:
() ()

(15)
*() ()

(10)
()

(10)

(5)

(5)

(5)


Skor total : 50

Jadi, jumlah skor yaitu 100

J. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll


Mengetahui Gadut, 1 Desember2013
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman Rasyid, M.Pd Dra. Asma Murni. M.Pd
NIP: 19620429 03 2 012 NIP: 19680118 19 005


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nama selokah : SMA
Kelas/semester : XII/ I (satu)
Mata pelajaran : Matematika IPA
Pertemuan ke : 6 (enam)

A. Standar kompetensi: Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi dasar:
3. menggunakan intergral untuk menghitung luas daerah dibawah kurva dan volume
benda putar

C. Indikator:
2. mengaplikasikan integral tentu untuk menghitung volume benda putar

D. Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu mengaplikasikan integral tentu untuk menghitung volume benda putar

E. Materi ajar
- Penggunaan integral tentu untuk menghitung volume benda putar
a. Terhadap sumbu x
Jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = f (x) , sumbu x, dan garis x = a, dan x
= b, dupitar sejauh 360 mengelililngi sumbu x maka volume atau isi benda
putar tersebut ditentukan dengan rumus:

()


b. Terhadap sumbu y
Jika daerah yang dibatasi oleh kurva x = g(y) , sumbu y, dan garis y = c, dan y =
d, diputar sejauh 360 mengelililngi sumbu y maka volume atau isi benda putar
tersebut ditentukan dengan rumus:

()


c. Benda putar dari bawah kurva antara dua kurva yang dipurat terhadap sumbu
x
Jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x) , kurva y = g (x) , dan garis x = a,
dan x = b, diputar sejauh 360 mengelililngi sumbu y maka volume atau isi benda
putar tersebut ditentukan dengan rumus:

()

()



d. Benda putar dari bawah kurva antara dua kurva yang dipurat terhadap sumbu
y
Jika daerah yang dibatasi oleh kurva x = f(y) dan x = g (y) , sumbu y, dan garis y
= c, dan y = d, diputar sejauh 360 mengelililngi sumbu y maka volume atau isi
benda putar tersebut ditentukan dengan rumus:

()

()



Contoh:
Hitunglah volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh
garis-garis y= x, y= 2x, x= 1 dan x= 2, diputar 360 mengelilingi sumbu x!
Jawab:
Diputar terhadap sumbu

()

()


()

()


()


F. Alokasi waktu
Waktu Kegiatan pembelajaran
Tm : 2x 45 Proses balajar mengajar antara guru dan siswa
Pt : 30 Guru memberi latihan
Kmtt : 45 Guru member tugas rumah pada siswa

G. Metode pembelajaran:
Model pembelajaran cooperatif tipe STAD

H. Kegiatan pembelajaran:
No Kegiatan pembelajaran Kegiatan siswa Alokasi
waktu
1 Pendahuluan:
- Guru membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam
dan memimpin siswa
berdoa
- Guru menanyakan
bagaimana keadaan siswa
dan mengecek kehadiran
siswa

- Siswa mendengarkan guru
dan memgikuti doa yang
dipimpin oleh guru
- Siswa menanggapi
pertanyaan guru


- Siswa memperhatikan dan
10 menit
- Guru mengingatkan
kembali pelajaran yang
telah lalu
- Guru memotivasi tentang
kegunaan mempelajari
materi ini
- Guru membahas tugas
rumah yang dirasa sukar
oleh siswa
- Guru menyampaiakn tujuan
pembelajaran pada siswa

mendengarkan guru
- Siswa mendengarkan
motivasi dari guru

- Siswa memperhatikan
guru menjelaskan

- Siswa mendengarkan guru
menyampaikan tujuan
pembelajaran



2 Kegiatan inti:
Eksplorasi
- Guru meminta siswa duduk
berkelompok yang terdiri
dari 4 5 orang
perkelompok, masing-
masing kelompok terbagi
atas siswa yang heterogen
- Guru membagikan LKS
tentang aplikasi integral
tentu untuk menghitung
volume benda putar
Elaborasi
- Siswa melakukan diskusi
dengan anggota kelompok
- Guru mengamati siswa
dalam diskusi kelompok
dan membimbing siswa
dalam diskusi



- Siswa mendenagrkan
perintah yang diberikan
guru



- Siswa menerimka lks
yang diberikan oleh guru



- Siswa diskusi kelompok

- Siswa berdiskusi dalam
kelompok masing-masing
dan bertanya pada guru
jika ada yang kurang
dipahami
65 menit
Konfirmasi:
- Guru meminta salah satu
siswa sebagai perwakilan
dari kolompok dengan
menyebutkan nomor kepala
siswa tersebut untuk
menyampaikan hasil diskusi
kelompok didepan kelas
- Guru kelompok lain untuk
memberikan tanggapan
tanggapan
- Guru meluruskan dan
penegasan dengan
memberikan penguatan
tentang konsep pada siswa



- Siswa memperhatikan
aba-aba dari guru






- Siswa memberikan
tanggapan terhadap
kelompok yang tampil
- Siswa memperhatikan dan
mendengarkan guru


3 Penutup:
- guru memberikan kesempatan
kepada siswa menanyakan
materi yang belum dimengerti.
- Siswa dengan bimbingan
guru menyimpulkan
pelajaran
- Peserta didik diberi PR soal
latihan 12,13 dan 14 no 1-2
- Guru menyampaikan materi
yang akan datang dan
menugaskan siswa untuk
membaca terlebih dahulu di
rumah
- Guru menutup pelajaran
dan mengucapkan salam.

- Siswa bertanya tentang
hal-hal yang belum
dimengerti
- Siswa bersama-sama
menyimpulkan pelajaran
dengan bimbingan guru
- Siswa mencatat tugas
yang diberikan oleh guru
- Siswa mendengarkan guru
menyampaikan materi
yang akan dating


- Siswa mendenagarkan
guru dan menjawab salam
15 menit
dari guru


I. Penilaian:
1. Teknik instrumen
- Tes tertulis
- Penugasan
2. Bentuk instrument: uraian
3. Contoh instrument
4.
J. Sumber:
1. Sumber :
- Buku Matematika SMA Kelas XII IPA , Sartono Wirodikromo, Erlangga
- Internet

2. Alat / Bahan
- LKS
- Bahan Ajar
- Laptop
- LCD
- Dll


Mengetahui Gadut, 1 Desember2013
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

Drs. Rosman Rasyid, M.Pd Dra. Asma Murni. M.Pd
NIP: 19620429 03 2 012 NIP: 19680118 19 005

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : XII / 1
Jumlah Pertemuan : 1 Pertemuan ( 2x 45)
Standar Kompetensi
2. Menyelesaikan masalah program linear
Kompetensi dasar
2.1 Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
Indikator Pencapaian Kompetensi
- Mengenal arti sistem pertidaksamaan linear dua variable
- Menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel
Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat mengenal arti sistem pertidaksamaan linear
- Siswa dapat menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua
variabel

I. Materi Ajar
Kedudukan Titik-Titik sebagai Daerah Penyelesaiaan Pertidaksamaan Linear pada
Bidang Cartesius

Persamaan linear ax+by=c, dengan x dan y adalah variabel dan a, b, c konstanta, merupakan
sebuah garis lurus yang membagi bidang cartesius menjadi tiga bagian. Kedudukan titik-titik
yang dimaksud adalah :
a. kedudukan titik yang memenuhi ax+by=c
b. kedudukan titik yang memenuhi pertidaksamaan ax+by<c
c. kedudukan titik yang memenuhi pertidaksamaan ax+by>c
Pertidaksamaan linear dengan dua variabel
Pertidaksamaan linear dengan dua variable adalah suatu pertidaksamaan yang didalamnya
memuat dua variable dan masing-masing variable itu berderajat satu.
Pertidaksamaan linear dengan dua variabel merupakan kalimat matematika terbuka yang
menggunakan tanda ketidaksamaan dan mengandung dua variabel x dan y berpangkat satu.
Contoh : x + y -2, y < 2x +3
Langkah-langkah menentukan daerah penyelesaian :
Gambar persamaan garis yang mennyusun pertidaksamaan
Selidiki letak daerah berdasarkan tanda ,

Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
Gabungan dari dua atau lebih pertidaksamaan linear dua variabel disebut sistem
pertidaksamaan linear dengan dua peubah.
Untuk menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel pada
dasarnya sama dengan pertidaksamaan yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu :
- Gambarkan masing-masing pertidaksamaan yang menyusun sistem
pertidaksamaan
- Daerah perpotongan antar pertidaksamaan adalah daerah penyelesaian dari
sistem pertidaksamaan

II. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan
Waktu
Guru Siswa
1. Kegiatan Awal
- Guru menyuruh siswa
1. Kegiatan Awal
- Siswa memimpin doa
10 menit
memimpin doa
- Guru memperhatikan kehadiran
siswa
Apersepsi
Guru mengingatkan siswa tentang
pertidaksamaan
Motivasi
Guru menginformasikan tujuan
pembelajaran

- Siswa memberikan respon
terhadap guru.
Apersepsi
Siswa mengingat tentang
pertidaksamaan
Motivasi
Siswa mendapat informasi tujuan
pembelajaran
2. Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
- Guru mengajarkan tentang titik-
titik sebagai daerah
penyelesaian pertidaksamaan
linear pada bidang cartesius
- Guru mengajarkan tentang
pertidaksamaan linear dua
variable
- Guru mengajarkan tentang
Menyelesaikan sistem
pertidaksamaan linear dua
variabel

b. Elaborasi
- Guru memberikan latihan
tentang pertidaksamaan linear
dua variabel danMenyelesaikan
sistem pertidaksamaan linear
dua variabel
- Guru membahas soal latihan
yang dianggap sulit oleh siswa

2. Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
- Siswa memahami tentang titik-
titik sebagai daerah
penyelesaian pertidaksamaan
linear pada bidang cartesius
- Siswa memahami tentang
pertidaksamaan linear dua
variable
- Siswa memahami tentang
Menyelesaikan sistem
pertidaksamaan linear dua
variabel

b. Elaborasi
- Siswa mengerjakan latihan
tentang pertidaksamaan linear
serta menyelesaikannya.


- Siswa mendengar pembahasan
soal latihan yang dianggap
sulit
65
c. Konfirmasi
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil
pembahasan

c. Konfirmasi
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil
pembahasan

3. Kegiatan Penutup
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil
pembahasan
- Guru memberikan tugas kepada
siswa
3. Kegiatan Penutup
- Siswa bersama guru
menyimpulkan hasil
pembahasan
- Siswa mendapat tugas dari
guru
15

III. Metode pembelajaran
A. Ekspositori
B. Tanya jawab
C. Diskusi
D. Penugasan
IV. Sumber / Bahan Pembelajaran
Adinawan,cholik.Matematika Program Studi Ilmu Alam untuk SMA dan MA Kelas
XII.PT gelora aksaa pratama.2007:jakarta
V. Penilaian
1. Jenis : tugas individu
2. Bentuk : uraian
3. Contoh instrumen
Soal :
1) Tunjukkan daerah penyelesaiann pertidaksamaan 3x + 4y -12 0
2) Gambarkan daerah penyelesaian pertidaksamaan :
{





Kunci Jawaban :
1) Langkah menentukan daerah penyelesaian :
- Melukis garis 3x + 4y -12 = 0
- Selidiki salah satu koordinat yang berada dikiri dan dikanan garis 3x + 4y -
12 =0
- Dari hasil penyelidikan, daerah yang memenuhi 3x + 4y -12 0 adalah
daerah disebelah kiri garis


2). Langkah-langkah :
- Gambarlah garis dan arsirlah daerah
- Gambarlah garis dan arsirlah daerah
- Syarat menunjukkan bahwa daerah yang dimaksud
terletak dikuadran I ( x dan y positif )
- Daerah penyelesaian adalah daerah yang memenuhi keempat syarat atau
daerah irisan dari penyelesaian keempat pertidaksamaan








VI. Pedoman Penilaian
Nilai (N) =




Bukittinggi, November 2013


Mengetahui
Kepala SMA Guru mata pelajaran


NIP NIP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : XII / 1
Jumlah Pertemuan : 1 Pertemuan ( 2 x 45)
Standar Kompetensi
3. Menyelesaikan masalah program linear
Kompetensi dasar
a. Merancang model matematika dari masalah program linear
Indikator Pencapaian Kompetensi
- Mengenal masalah yang merupakan program linear
Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat mengenal masalah yang merupakan program linear

VII. Materi Ajar
Mengenal masalah yang merupakan program linear
Masalah yang diselesaikan menggunakan Program Linear biasanya adalah masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Agar masalah dapat dipecahkan maka masalah harus
diterjemahkan kedalam bahasa matematika.
CONTOH:
Seorang ibu rumah tangga mempunyai 160 gram tepung beras dan 240 gram tepung
terigu untuk membuat dua jenis kue A dan B. Setiap kue A memerlukan 16 gram tepung
beras dan 20 gram tepung terigu, sedangkan setiap kue B memerlukan 12 gram tepung
beras dan 30 gram tepung terigu. Ia hendak membuat lebih dari 2 keping kue A dan
sekurang-kurangnya sekeping kue B. Dalam berapa carakah dua jenis tepung itu dapat
digunakan untuk membuat dua jenis kue tersebut ?
Jawab :
Analisis kasus :
Misalkan x = banyak kue A ; y = banyak kue B
Setiap kue A dan B memerlukan masing-masing 16 gram dan 12 gram tepung
beras. Tepung beras yang tersedia 160 gram.
Banyak tepung beras yang diperlukan untuk membuat kue A dan kue B adalah
(16x + 12y ) gram.
Karena tepung beras yang tersedia 160 gram, maka pertidaksamaan yang dapat
disusun adalah 16x + 12y 160
Setiap kue A dan B memerlukan masing-masing 20 gram dan 30 gram tepung
terigu. Tepung terigu yang tersedia 240 gram.
Banyak tepung terigu yang diperlukan untuk membuat kue A dan kue B adalah
(20x + 30y ) gram
Karena tepung terigu yang tersedia 240 gram, maka pertidaksamaan yang dapat
disusun adalah 20x + 30y 240
Ia berencana membuat lebih dari 2 keping kue A, maka x > 2
Ia berencana membuat sekurang-kurangnya satu keping kue B, maka y 1

VIII. Kegiatan pembelajaran

Kegiatan
Waktu
Guru Siswa
4. Kegiatan Awal
a. Guru menyuruh siswa memimpin
doa
b. Guru memperhatikan kehadiran
siswa
Apersepsi
Guru mengingatkan siswa tentang
sistem pertidaksamaan linear dua
variabel
Motivasi
Guru menginformasikan tujuan
pembelajaran
4. Kegiatan Awal
a. Siswa memimpin doa

b. Siswa memberikan respon
terhadap guru
Apersepsi
Siswa mengingat tentang sistem
pertidaksamaan linear dua
variabel
Motivasi
Siswa mendapat informasi tujuan
pembelajaran
10menit
5. Kegiatan Inti
d. Eksplorasi
Guru mengajarkan siswa
tentang Mengenal masalah yang
merupakan program linear
e. Elaborasi
- Guru memberikan latihan
tentang Mengenal masalah yang
merupakan program linear
- Guru membahas soal latihan
yang dianggap sulit oleh siswa
f. Konfirmasi
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil
pembahasan

5. Kegiatan Inti
d. Eksplorasi
Siswa memahami masalah yang
merupakan program linear.

e. Elaborasi
- Siswa mengerjakan latihan
Mengenal masalah yang
merupakan program linear
- Siswa mendengar pembahasan
soal latihan yang dianggap sulit
c. Konfirmasi
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil pembahasan

65menit

IX. Metode pembelajaran
E. Ekspositori
F. Tanya jawab
G. Diskusi
H. Penugasan

X. Sumber / Bahan Pembelajaran
Adinawan,cholik.Matematika Program Studi Ilmu Alam untuk SMA dan MA Kelas
XII.PT gelora aksaa pratama.2007:jakarta

XI. Penilaian
4. Jenis : tugas individu
5. Bentuk : uraian
6. Contoh instrumen
Soal :
1) Analisislah masalah berikut !
Seorang anak diharuskan makan dua jenis tablet setiap hari. Tablet pertama
mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B, sedangkan tablet kedua
mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B. Dalam sehari anak
membutuhkan 20 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Jika harga tablet
pertama Rp. 4 dan tablet kedua Rp.8, maka pengeluaran minimum untuk
pembelian tablet perhari adalah...

Kunci jawaban :
1) Analisis kasus :
Misalkan x = tablet 1 ; y = tablet 2
- Tablet pertama mengandung 5 vitamin A, tablet kedua mengandung 10
vitamin A, sedangkan vitamin A tersedia sebanyak 20
- Banyak vitamin A untuk membuat tablet pertama dan kedua adalah (5x +
10y)
- Karena vitamin A yang tersedia 20,, maka pertidaksamaannya adalah : 5x +
10y 20
- Tablet pertama mengandung 3 vitamin B, tablet kedua mengandung 1
vitamin B, sedangkan vitamin B tersedia sebanyak 5
- Banyak vitamin B untuk membuat tablet pertama dan kedua adalah (3x + y)
- Karena vitamin B yang tersedia 5,, maka pertidaksamaannya adalah : 3x + y
5
XII. Pedoman Penilaian
Nilai (N) =



Bukittinggi, November 2013

Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA


NIP NIP






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : XII / 1
Jumlah Pertemuan : 1 Pertemuan ( 2 x 45)
Standar Kompetensi
2. Menyelesaikan masalah program linear
Kompetensi Dasar
2.3 menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya
Indikator
2.3.1 menentukan nilai optimum dari fungsi objektif sebagai penyelesaian dari
program linear
2.3.2 menafsirkan nilai optimum yang diperoleh sebagai penyelesaian masalah
program linear.
Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat menentukan nilai optimum dari fungsi objektif sebagai
penyelesaian dari program linear
- Siswa dapat menyelesaikan model matematika dari masalah program linear
linear dan penafsirannya

I. Materi Ajar
Nilai optimum yang diperoleh dari suatu permasalahan program linear dapat berupa
nilai terbesar atau nilai terkecil. Hal yang akan menentukan nilai maksimum atau nilai
minimum adalah permasalahannya, yang dapat dicirikan dengan model kendalanya.
Untuk menentukan nilai optimum suatu fungsi objektif dari sebuah sistem yang diketahui
ada 2 cara, yaitu dengan menggunakan:
a. Uji titik pojok
Pada metode uji titik pojok untuk mencari nilai optimum dari bentuk f(x,y) = ax +
by adalah dengan cara menghitung nilai f(x,y) = ax + by pada tiap titik pojok
daerah himpunan penyelesainnya. Nilai-nilai f(x,y) = ax + by tersebut kita
bandingkan kemudian tetapkan:
- Nilai terbesarnya sebagai nilai maksimum dari f(x,y) = ax + by
- Nilai terkecilnya sebagai nilai minimum dari bentuk f(x,y) = ax + by
b. Garis selidik
Jika metode yang akan digunakan untuk mencari nilai optimum adalah garis
selidik ax + by = k maka ikuti aturan berikut ini:
- Gambar garis ax + by = ab yang memotong sumbu X dititik (b,0) dan
memotong sumbu Y dititik (0,a)
- Buatlah garis-garis yang sejajar dengan garis ax + by = ab
- Jika garis ax + by = k
max
berada paling kanan dalam daerah himpunan
penyelesaian maka F = K
max
adalah nilai maksimum dari bentuk
objektif F = ax + by
- Jika garis ax + by = k
min
berada paling kiri dalam daerah minimum
himpunan penyelesaian maka F = K
min
adalah nilai minimum dari
bentuk objektif F = ax + by
II. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan
Waktu
Guru Siswa
6. Kegiatan Awal
c. Guru menyuruh siswa memimpin
doa
d. Guru memperhatikan kehadiran
siswa
Apersepsi
- Mengaitkan materi yang
akan dipelajari dengan
mengulang materi
sebelumnya yang telah
6. Kegiatan Awal
c. Siswa memimpin doa

d. Siswa memberikan respon
terhadap guru
Apersepsi
e. Siswa memberikan respon
terhadap guru


10menit
dipelajari.
- Menanyakan kepada siswa
materi yang akan
diberikan guna melihat
apakah ada di pelajari oleh
siswa materi selanjutnya.
Motivasi
Apabila siswa telah
mengetahui gambaran dari
materi yang akan dipelajari
maka siswa akan mudah
paham memahami
konsepnya.







Motivasi
Siswa mendapat informasi tujuan
pembelajaran
7. Kegiatan Inti
Eksplorasi
- Guru menjelaskan cara mencari
penyelesaian sistem
pertidaksamaan linear dengan
menentukan titik pojok dari
daerah fisibel menggunakan
daerah selidik. Dan bagaimana
penafsirannya.
- Guru memberikan latihan
untuk meningkatkan
pemahaman siswa terhadap
materi yang telah
dipelajari.(komunikatif)

Konfirmasi
- Guru meminta siswa untuk
mengerjakan latihan di depan
7. Kegiatan Inti
Eksplorasi
f. Siswa mampu mengelola
informasi dari guru tentang
penjelasan dari guru dan materi
yang tidak dimengerti bertanya
jika ada








konfirmasi
- Siswa diminta untuk
memberikan contoh yang lain
65menit
kelas secara bergantian dan
langsung memerikasnya


Elaborasi
- Guru menberikan latihan yang
menyangkut materi yang baru
dipelajari
tentang sistem pertidaksamaan
linear dengan menentukan titik
pojok dari daerah fisibel /
menggunakan daerah selidik
Elaborasi
- Siswa mengerjakan latihan
yang diberikan guru dengan
teman sebangku

8. Kegiatan Penutup
- Guru bersama siswa
menyimpulkan hasil
pembahasan
- Guru memberikan tugas kepada
siswa
8. Kegiatan Penutup
- Siswa bersama guru
menyimpulkan hasil
pembahasan
- Siswa mendapat tugas dari
guru
15menit

III. Metode Pembelajaran
1. Inkuiri
2. Tanya jawab
3. Penugasan
IV. Sumber Pembelajaran
Adinawan,cholik.Matematika Program Studi Ilmu Alam untuk SMA dan MA Kelas
XII.PT gelora aksaa pratama.2007:jakarta
V. Penilaian
- Jenis : tugas individu
- Bentuk: tes tertulis
- Contoh Instrumen :
1. sebuah pabrik bubut kayu sebagai bahan dasar pembuat kursi, memproduksi
dua jenis kayu bubut, dengan menggunakan tiga jenis mesin yang berbeda.
Untuk memproduksi kayu bubut jenis I menggunakan mesin I selama 2 menit,
mesin II selama 3 menit, dan mesin III selama 4 menit. Untuk memproduksi
kayu bubut jenis II, menggunakan mesin I selama 6 menit, mesin II selama 4
menit, dan mesin, dan mesin III selama 3 menit. Tentukan keuntungan
maksimum yang diperoleh pabrik tersebut dalam 3 jam, jika keuntungan setiap
produk jenis I Rp. 2500 dan jenis II Rp. 3000.
Jawab:
Dengan tabel
Produk jenis I

Produksi jenis
II

Mesin I 2 6 180
Mesin II 3 4 180
Mesin III 4 3 180

Misalkan:
x = jenis I , y = jenis II, model matematikanya:
2x + 6y 180
3x + 4y 180
4x + 3y 180
x 0, y 0
60

45

30
45 60 90

Nilai titik pojoknya :
A (0, 30) f = 2500 (0) + 3000 (0) = 90000
B (30,20) f = 2500 (30) + 3000 (20) = 135000
C (45,0) f = 2500 (45) + 3000 (0) = 112500
Jadi, keuntungan maksimum yang diperoleh selama 3 jam adadlah Rp. 135000
dengan memperoleh 30 jenis I dan 20 jenis II
VI. Pedoman Penilaian

Nilai (N) =


x 100

Bukittinggi, November 2013

Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA


NIP NIP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : ............................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : 3.1 menggunakan sifat-sifat dan operasi matrik untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi
lain.
C. Indikator :
3.1.1 Mengenal bentuk dan ciri matriks persegi
3.1.2 Mengetahui dan memahami notasi dan ordo matriks
3.1.3 Mengetahui jenis-jenis matriks
3.1.4 Mengetahui transpose suatu matriks
3.1.5 Menuliskan dan memahami informasi dalam bentuk matriks

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat mengetahui apa itu matriks persegi
2. Siswa dapat mengetahui dan memahami notasi dan ordo matriks
3. Siswa dapat mengetahui jenis-jenis matriks
4. Siswa mengetahui transpose suatu matriks
5. Siswa bisa menuliskan informasi dalam bentuk matriks

E. Materi Ajar
1. Pengertian Matriks
Sebuah matriks didefenisikan sebagai susunan bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom yang berbentuk persegi / persegi panjang dan diletakkan diantara dua kurung biasa (
) atau kurung siku [ ].
a. Notasi matriks
Bilangan-bilangan yang tersusun dalam matriks disebut elemen (enti) matriks. Baris
sebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar (horizontal), sedangakan
kolom atau lajur sebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak (vertikal)
dalam matriks iu.
Letak sebuah elemen dalam sebuah matriks ditentukan berdasarkan baris dan kolom
dimana elemen itu terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j sebuah matriks A akan
dilambangkan dengan a
ij
.
A
|
|
|
.
|

\
|
=
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
baris
kolom
Suatu matriks lazimnya diberi notasi dengan huruf-huruf kapital misalnay: A, B, C, D,
.....,P, Q dst.
Bentuk umum suatu matriks:
A= (a
ij
)
|
|
|
.
|

\
|
=
amn am am
n a a a
.. 2 1
... ... .... ....
1 ... 12 11

Keterangan:
Bentuk a
ij
menyatakan elemen a terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j sehingga:
a
11
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke 1
a
12
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke 2
a
1n
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke n
a
32
= elemen matriks baris ke-3 kolom ke 2
a
m1
= elemen matriks baris ke-m kolom ke 1
b. Ordo matriks
Ordo sebuah matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan kolom pada matriks
tersebut. Ordo sebuah matriks disebut juga ukuran sebuah matriks. Perhatikan dalam
menyatakan ordo sebuah matriks selalu didahului oleh banyaknya kolom. Sebuah matriks A
yang mempunyai m baris dan n kolom, maka ordonya adalah m x n dan dituliskan sebagai

.
c. Jenis-jenis matriks
1) Matriks persegi
Suatu matriks yang memiliki banyaknya baris sama dengan banyak kolom, disebut
matriks persegi. A= 0


1
2) Matriks baris
Matriks yang hanya mempunyai satu baris saja disebut matriks baris. Ordo matriks
baris ditulis (1 x n ) dengan n > 1, dan n bilangan asli.
S
1x2
= [1 12] Q
1x4
= [ 4 5 6 13 ]
3) Matriks kolom
Matriks yang hanya mempunyai satu kolom disebut matriks kolom. Ordo matriks
kolom ditulis (m x 1) dengan m 2, dan m A.
4) Matriks diagonal
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen atau unsur di luar
diagonal utamanya adalah nol
A
2x2
0


1
5) Matriks identitas
Suatu matriks dikatakan sebagai matriks identitas, apabila diagonal yang elemen-
elemen atau unsur-unsur diagonal utamanya bernilai 1 (satu). Perhatikan contoh
berikut:
I
2x2
= 0


1
6) Matriks nol
Dikatakan sebagai suatu matriks nol, apabila semua elemen atau unsurnya adalah nol.
A
2x2
= 0


1
7) Matriks simetris / setangkup
Matriks simetris adalah matriks persegi yang unsur pada baris ke-i kolom ke-j sama
dengan unsur pada baris ke-j kolom ke-i.
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
0 2 5
2 0 4
1 4 10
, dimana a
21
= a
12
=4, a
32
= a
23
=2
8) Matriks segitiga
Matriks segitiga adalah matriks persegi yang mempunyai elemen-elemen diatas
diagonal utamanya bernilai nol atau elemen-elemen dibawah diagonal utamanya
bernilai nol.
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
3 2 5
0 2 4
0 0 10
, disebut matriks segitiga bawah
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
3 0 0
2 2 0
1 3 10
, disebut matriks segitiga atas.
d. Transpose suatu Matriks
Transpose dari suatu matriks A
mxn
dapat dibentuk dengan cara menukarkan baris
matriks A menjadi kolom matriks baru dan kolom matriks A menjadi baris matriks baru.
Matriks baru dinyatakan dengan lambang

atau

,

-

e. Kesamaan Dua Matriks
Dua buah matriks A dan B dikatakan sama (ditulis A=B ), jika dan hanya jika kedua
matriks itu mempunyai ordo yang sama dan elemen-elemen yang seletaknya sama. Karena
menggunakan ungkapan jika dan hanya jika maka pengertian ini berlaku menurut dua arah,
yaitu:
1) Jika maka haruslah ordo kedua matriks itu sama, dan elemen-elemen yang
seletak sama.
2) Jika dua buah matriks mempunyai ordo yang sama, elemen-elemen yang seletak juga
sama maka .

F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 45 menit = 90 menit
Penugasan terstruktur : 30 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 45 menit
G. Metode Pembelajaran
Ekspositiri dan model pembelajaran cooperatif tipe STAD

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
- Berdoa



- Siswa
memperhatikan
10
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru

Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru

Kegiatan inti - Guru meminta siswa duduk
berkelompok yang terdiri dari
4 5 orang perkelompok






Memperhatikan,
mendengarkan dan
melakukan perintah
guru



65







- Guru membagikan LKS
tentang integral tak tentiu dari
fungsi aljabar pada siswa
sebagai bahan yang akan
didiskusikan siswa

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan
latihan kedepan

15
menit
Elaborasi
Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru


Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
15

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
- Kuis
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat
3. Contoh Instrumen :
1) Tentukan banyak kolom dan baris dari matriks berikut:
|
|
|
.
|

\
|
3 3 1
0 2 2
0 0 1

Jawab: Adapun bentuknya sebagai berikut:
|
|
|
.
|

\
|
3 3 1
0 2 2
0 0 1
atau
(
(
(

3 3 1
0 2 2
0 0 1

Banyaknya baris 3 bobot 4
sedangkan banyaknya kolom 3 bobot 4
sehingga ordo matiks adalah 3 x 3. Bobot 2
2) Dua matriks A dan matriks B dikatakan sama apabila ordonya sama dan elemen-
elemen yang seletak juga sama
A=
|
|
.
|

\
|

+
y x
y x
4
5
dan B=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
. Tentukan x!
Jawab :

|
|
.
|

\
|

+
y x
y x
4
5
=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
bobot 3

bobot 1.5
bobot 1.5
Eliminasi, sehingga:
bobot 3
bobot 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : .......................................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : 3.1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matrik untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi
lain.
C. Indikator :
1.1.1 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pemjumlahan matriks
1.1.2 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pengurangan matriks
1.1.3 Melakukan operasi matriks dalam bentuk perkalian matriks
1.1.4 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pembagian matriks

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk penjumlahan matriks
2. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk pengurangan matriks
3. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk perkalian matriks
4. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk pembagian matriks

E. Materi Ajar
1. Konsep
a. Penjumlahan matriks
Jika A dan B adalah dua buah matriks borordo ssama maka jumlah matriks A dan B
ditulis A + B adalah sebuah matriks baru C yang diperoleh dengan menjumlahkan elemen-
elemen matriks A dengan elemen-elemen B yang seletak. Penjumlahan matriks A dan B
terdefenisi hanya jika ordo A sama dengan ordo B.
Sifat-sifat penjumlahan matriks:
- Komutatif, A + B = B + A
- Asosiatif, (A + B )+ C = A + (B + C )
- Sifat lawan, A + (-A )= 0
- Identitas penjumlahan, A + 0 = A

b. Pengurangan matriks
Pengurangan matriks A dengan B adalah suatu matriks yang elemen-elemennya
diperoleh dengan cara mengurangkan elemen matriks A dengan elemen matriks B yang
bersesuaian (seletak), atau dapat pula diartikan sebagai menjumlahkan matriks A dengan
lawan (negatif) dari B, dituliskan : A B = A + (-B). Pengurangan matriks A dan B
terdefenisi hanya jika ordo A sama dengan ordo B.
c. Perkalian Matriks
Misalkan A adalah suatu matriks berordo dengan elemen-elemen

dan k
adalah suatu bilangan real. Jika matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k
terhadap matriks A, ditulis , maka matriks C berordo dengan elemen-
elemen matriks C ditentukan oleh:

( )
Sifat-sifat perkalian matriks:
- ( )
- ( )
- () ()
-
- ()
1. Perkalian matriks berordo terhadap matriks berordo
Defenisi:
Misalkan A adalah matriks baris berordo
(

)
Dan B adalah matriks kolom berordo

(


Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks A terhadap B atau C=AB, maka
- Matriks C berordo , dalam hal ini C adalah sebuah skalar.
- Matriks C ditentukan oleh:
,

-.


F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode pembelajaran
Ikuiri, tanya jawab, penugasan

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Berdoa



- Siswa
5 menit
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
memperhatikan
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru
8 menit
Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru
5 menit
Kegiatan inti Eksplorasi:
Guru mengadakan Tanya jawab
dengan siswa untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa terhadap
operasi matriks.
Guru menjelaskan bentuk operasi-
operasi matriks
Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Memberikan contoh soal


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang
di jelaskan guru





45
menit
Elaborasi:
Memberikan latihan
Membimbing siswa dalam
mengerjakan latihan
Meminta beberapa siswa untuk
mengerjakan latihan kedepan kelas

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan

15
menit
latihan kedepan
Konfirmasi:
Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber.
memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.


Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru

10
menit
Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
12
menit

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat
3. Contoh Instrumen :
1). Jika A =
|
|
.
|

\
|
0 1
2 3
, B =
|
|
.
|

\
|
5 2
1 4
dan C =
|
|
.
|

\
|
3 3
2 2

a. Tentukan A + B
b. Tentukan A C
c. Tentukan A . B
d. Tentukan B . C
Jawab:
a. A + B = .


/ .


/ .


/ bobot 2

b. .


/ .


/ .


/ bobot 2

c. .


/ .


/ (
() ()()
()
) bobot 3

.


/
d. .


/ .


/ (
() () () ())
() ()
)
.


/
.


/ bobot 3
2). A=
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
. B=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
. Carilah A + B dan A B
Jawab:
a) A + B =
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
+
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
=
|
|
.
|

\
|
+ +
+ +
1 3 4 2
5 5 5 1
bobot 5

=
|
|
.
|

\
|
4 6
10 6

b) A B =
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
-
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
=
|
|
.
|

\
|


1 3 4 2
5 5 5 1


=
|
|
.
|

\
|

2 2
0 4
bobot 5





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : .......................................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi Dasar : 3.1 menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain
C. Indikator : 3.1.2 mengenal invers matriks persegi berordo 2

D. Tujuan Pembelajaran : 1. siswa bisa mengenal invers matriks persegi
E. Materi Ajar
1. Pengertian dua matriks saling invers
Jika A dan B adalah matriks persegi dengan ordo yang sama sehingga AB = BA = I,
maka B merupakan invers dari A dan A merupakan invers dari B.
A =
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
B =
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
, maka

AB =
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
=
|
|
.
|

\
|
1 0
0 1
= 1

BA =
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
=
|
|
.
|

\
|
1 0
0 1
=1
Terlihat bahwa AB=BA= 1. Hal ini berarti bahwa matriks B merupakan invers dari
matriks A, sebaliknay matriks A merupakan invers dari matriks B. Invers dari Matriks A
dituliskan A
-1
,sehingga diperoleh:
A.A
-1
= A
-1
.A =1
Contoh:
1 . A=
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
. carilah A
-1

Jawab:
A
-1
=


|
|
.
|

\
|


1 2
5 3

=
|
|
|
|
.
|

\
|

7
1
7
2
7
5
7
3

F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode pembelajaran
Ikuiri, tanya jawab, penugasan

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajarannya sebagai berikut:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Berdoa



- Siswa
10
menit
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
memperhatikan
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru

Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru

Kegiatan inti Eksplorasi:
Guru mengadakan Tanya jawab
dengan siswa untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa terhadap
jenis-jenis operasi matriks.
Guru menjelaskan bentuk operasi-
operasi matriks
Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Memberikan contoh soal


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang
di jelaskan guru





65
menit
Elaborasi:
Memberikan latihan
Membimbing siswa dalam
mengerjakan latihan
Meminta beberapa siswa untuk
mengerjakan latihan kedepan kelas

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan

latihan kedepan
Konfirmasi:
Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber.
memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.


Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru


Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
15
menit

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
- Kuis
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat

3. Contoh Instrumen :

Tentukan A
-1
, jika diketahui A =

|
|
.
|

\
|
0 1
2 3

Jawab:
A
-1
=


|
|
.
|

\
|


3 1
2 0

=


|
|
.
|

\
|


3 1
2 0



=
|
|
.
|

\
|
2
3
2
1
1 0












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII / 1
Program :IPA
Jumlah pertemuan : 6 x 45 menit (2 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks vektor dan transformasi dalam
pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar : Menentukan determinan dan invers dari matriks 2 x 2
C. Indikator :
- Menentukan determinan dari matriks 2 x 2
- Menentukan invers dari matriks 2 x 2
D. Tujuan pembelajaran
- Siswa dapat menentukan determinan dari matriks 2 x 2
- Siswa dapat menentukan invers dari matriks 2 x 2
E. Materi Ajar
1. Determinan Matriks 2 x 2
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa determinan suatu matrik 2x2 adalah
pengurangan dari hasil kali antara elemen-elemen diagonal utama dan diagonal
lainnya.
Misalkan matriks A = 0


1 yang dimaksud determinan dari matrik A
adalah :

Det A = = |


| = ad bc

2. Invens matriks 2x2
Beberapa langkah untuk invers dari suatu matrik :
- Mempertukarkan elemen pada diagonal utama.
- Mengubah tanda elemen-elemen pada diagonal utama.
- Kalikan dengan super determinan matriks tersebut.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa jika suatu matriks
A = 0


1 maka invers dari matrik A = ,-
-1
dapat ditulis dengan rumus :

A
-1
=


0


1 =

0


1

1. Determinan matriks 2 x 2
1) Tentukanlah det A jika A = 0


1
Jawab :
Det A = (1 x 4-2 x 3) = 4 6 = -2

2) Tentukanlah det B jika B = 0


1
Jawab :
Det B = (5 x 9 6 x 7) = 45 42 = -2

2. Invers matriks 2 x 2
1) Jika diketahui matriks A = 0


1 maka tentukanlah A
-1

Jawab :

A
-1
=

0


1
=

0


1
=

0


1
= [


]



F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan adalah metode ekspositasi inkuisi

H. Kegiatan pembelajaran

Tahap
Kegiatan
Alokasi
waktu
Guru Siswa
Pendahuluan




















Kegiatan Inti
Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam
dan membimbing siswa
untuk berdoa dan
membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan
siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini.
Guru menyampaikan
batasan pelajaran.
Apersepsi
- Mengingatkan kembali materi
yang lalu.
Motivasi
- Apabila materi ini dapat
dikuasai dengan baik oleh
siswa, siswa dapat menjelaskan
konsep-konsep determinan
matriks 2x 2.
Eksplorasi













- Siswa memperhatikan dan
menanggapi apa yang
disampaikan oleh guru.






10 menit








































Kegiatan
Penutup









- Guru menjelaskan
determinan matriks 2 x 2
- Guru memberikan contoh
soal tentang determinan
matriks 2 x 2
- Guru memberikan soal
latihan kepada siswa
Elaborasi
- Guru menyerahkan kegiatan
siswa atau memeriksa apakah
siswa mengerjakan latihan.
Konfirmasi
- Guru meminta siswa
mengerjakan soal latihan di
depan kelas.
- Guru meminta penegasan
terhadap apa yang dikerjakan
siswa.

- Guru menyampaikan batasan
pelajaran. Guru meminta
salah seorang siswa untuk
menyimpulkan materi.
- Guru memberikan
kesempatan kepada siswa
untuk memahami materi yang
dipelajari tadi.
- Guru memberikan Quis
diakhir pelajaran.
- Siswa mencatat dan
menanggapi pernyataan
dari guru.









- Siswa mengerjakan soal
latihan.
- Siswa berdiskusi dengan
teman sebangkunya untuk
mengatasi kesulitan-
kesulitan mereka dalam
menelesaikan soal latihan.






65 menit



















15 menit











I. Penilaian
1. Jenis penilaian
Quis
2. Bentuk Penilaian
1) Tes tertulis dalam bentuk uraian
3. Contoh Instrumen
1. Determinan Matriks 2 x 2
1) Matriks A = 0


1 adalah ..
Jawab:
A = 0


1
= (8.4) - ((-6).(-5)) bobot 8
= 32 30 = 2 bobot 2
2) Jika F = 0


1 dan det F = maka nilai a adalah ..
Jawab:
F = 0


1 = det F = 0


1 bobot 8
9 = 2a 1 bobot 1
a = 5 bobot 1
3) Diketahui C = 0


1 dan det c = s maka nilai x + 2 adalah
Jawab:
Det C = 27 + x nilai x + 2 = -32 + 2
-S = 27 + x = -30 bobot 5
X = -32 bobot 5
2. Invers
1) A
-1
dari matriks A = 0


1 adalah
Jawab:
A
-1



0


1

= -

0


1 bobot 8
= [


] bobot 2

2) Jika bc invers dari matriks 0


1 adalah ...
Jawab:
M
-1
=



0


1


= -

0


1 bobot 10


3) Invers dari matriks 0


1 adalah
Jawab:
H
-1



0


1

= -

0


1 bobot 8
= 0


1 bobot 2






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII / 1
Program : IPA
Jumlah pertemuan : 6 x 45 menit (2 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks, vektor, dan Transformasi
dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar : Menggunakan konsep determinan dan invers dalam
menyelesaikan system persamaan linear dua variabel
Sistim persamaan dan dua variabel.
C. Indikator :
- Menentukan persamaan matriks dan SPLDV.
- Menentukan penyelesaian SPLDV dengan determinan.
- Menylesaikan SPLDV dengan invens matriks
D. Tujuan Pembelajaran:
- Siswa dapat menentukan persamaan matriks dan SPLDV.
- Siswa dapat menentukan penyelesain SPLDV dengan
determinan.
- Siswa dapat mnyelesaikan SPLDV dengan invens matriks.

E. Materi Ajar
1. Persamaan matrik dan SPLDV
Misalkan terdapat sistim persamaan linear dua variabel yaitu :
ax + by =d bentuk tersebut dapat diubah menjadi bentuk matriks
cx + gy = e

yaitu : [


] 0

1 = [

]

2. Menyelesaikam SPLDV dengan determinan matriks
Misalkan terdapat SPLDV dengan persamaan sebagai berikut :

0


1 0

1 = 0

1

Berdasarkan prhitungan invens didapat nilai x dan y ditumjukkan oleh
persamaan sebagai berikut :
0

1 =


0


1 0

1

= [

]
Dalam bebtuk yang terpisah diperoleh :

x =



dan y =



jika ditulis dalam bentuk matriks

x =
[


]
0


1

dan y =
0


1
0


1

secara luas ditulis :

x =

dan y =

, dan D

3. Menyelesaikan SPLDV dengan invens matriks
Misalka terdapat SPLDV dengan bentuk
ax + by = p
cx + dy = q

Langkah-langkah menentukan penyelesaian SPLDV tersebut dengan invens matriks
adalah :
1) Nyatakan SPLDV dalam bentuk matriks

0


1 0

1 = 0

1
2) Tentukan invers matriks 0


1 yaitu


0


1






3) Kalikan persamaan matriks pada langkah (7) dengan langkah (2) dari kiri
sebagi berikut :

0

1 =


0


1 0

1

Dari langkah (3) ini didapat nilai x dan y

1. Menyelesaikan SPLDV dengan determinan matriks
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian dari
2x sy = 9
4x + 3y = 5
Dengan menggunakan metode determinan.
Jawab :
Dalam bentuk matriks SPLDV tersebut adalah :

Jawab :
Dalam bentuk matriks SPLDV tersebut adalah :
0


1 0

1 = [

]

D = 0


1 = 26 Dx = 0


1 = S2 , DY = 0


1 = -26

X =


= 2 y =


= -1
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : ,( )-


2. Menyelesaikan SPLDV dengan invens matriks
1) Tentukan himpunan penyelesaian dari :
2x + 3y = 16
3x + 5y = 5
Dengan menggunakan invens matriks.
Jawab :

- 0


1 0

1 = [

]

- Invens dari 0


1 adalah

0


1

- 0

0


1 [

]

= [

] = [


]
Jadi himpunan penyelesainnya adalah ,( )-

F. Metode pembelajaran
Metode yang digunakan adalah metode ekspositasi.

G. Kegiatan pembelajaran


Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Berdoa



- Siswa
10 menit
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
memperhatikan
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan guru
Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan guru
Kegiatan inti 1) Eksplorasi
- Guru menjelaskan tentang
penelesaian SPLDV dengan
invens matriks.
- Guru memberikan kesempatan
untk siswa bertanya.
- Guru memberikan soal latihan
kepada siswa.
2) Elaborasi
- Guru mengecek pekerjaan
siswa.
- Guru memberikan penguatan
kepada siswa.

3) Konfirmasi
- Guru dan siswa membahas
soal latihan tersebut bersama-
sama.


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang di
jelaskan guru





65 menit
Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan guru
15 menit

H. Penilaian
1. Jenis penilaian
1) Quis
2. Bentuk Penilaian
1) Tes tertulis dalam bentuk uraian.
3. Contoh Instrumen
1. Penelesaian SPLDV dengan determinan matriks.
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian SPLDV berikut dengan menggunakan
determinan matriks.
2x + 5y = 11
x + y = 4
Jawab:
0


1 0

1 = [

] bobot 1
D = 0


1 = -3 bobot 2
Dx = 0


1 = -9 , Dy = 0


1 = 3 bobot 5
X =


= 3 y =


= 1 bobot 2
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : ,( )-

2) 4x 5y = 22
3x + 3y = 15
Jawab:
0


1 0

1 = [

] bobot 1
D = 0


1 = 27 bobot 2
Dx = 0


1 = 141 , Dy = 0


1 = - 6 bobot 5
x =

, y =


bobot 2
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : 0.

/1

2. Penyelesaian invers SPLDV dengan invers matriks.
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian SPLDV berikut dengan menggunakan
invers matriks.
2x + y = 12
3x 2y = 25
Jawab:
0


1 0

1 = [

] bobot 2
0

1 = -


0


1 [

] = -


1 [

] bobot 8
2) 5x 3y = 9
7x 6y = 9
Jawab:
0


1 0

1 = [

] bobot 2
0

1 = -


0


1 [

] = -

1 [

] bobot 8





Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama sekolah :
Kelas / semester :
Mata Pelajaran :
Pertemuan : I

A. Standar Kompetensi
Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
1. Menggunakan sifat sifat dan opersai aljabar vektor dalam pemecahan
masalah.
C. Indikator
1. Memahami vektor sebagai ruas garis berarah
2. Mengenal vektor satuan
3. Menentukan operasi aljabar vektor : jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan
skalar, dan lawan suatu vektor pada sudut pandang geometri
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami vektor sebagai ruas garis berarah
2. Siswa dapat mengenal vektor satuan
3. Siswa dapat menentukan operasi aljabar vektor : jumlah, selisih, hasil kali
vektor dengan skalar, dan lawan suatu vektor pada sudut pandang geometri

E. Materi Ajar
1. Pengertian besaran vektor dan besaran skalar
Besaran skalar adalah suatu besaran yang hanya memiliki nilai saja, tetapi
tidak mempunyai arah. Aljabar yang berlaku bagi besaran skalar adalah
aljabar bilangan real biasa.
Besaran vektor adalah suatu besaran yang mempunyai nilai sekaligus arah,
dan didalamnya berlaku aljabar khusus yang dikenal sebagai aljabar vektor.
Suatu vektor dapat ditulis dengan notasi huruf kecil yang dicetak tebal,
misalnya : a,b,c,...,p,q,r,...,u,v,w,..., dan seterusnya. Atau dengan cara lain,
misalnya :

, dan seterusnya.
2. Aljabar vektor ditinjau dari sudut pandang geometri

i. Vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah yang terletak pada bidang
datar dinamakan sebagai vektor dibidang atau vektor di R-2,
sedangkan vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah yang terletak
pada ruang dinamakan dengan vektor di ruang atau vektor di R-3.





ii. Kesamaan dua vetor
Misalkan diketahui vektor dan vektor

. Vektor dikatakan sama


atau ekuivalen dengan vektor

ditulis (

),jika dan hanya jika :


- Panjang vektor sama dengan panjang vektor


- Arah vektor sama dengan arah vektor


iii. Penjumlahan dan pengurangan dua vektor
Penjumlahan dua vektor dapat dirumuskan menjadi

. Dan
vektor disebut vektor resultan. Menjumlahkan vektor dapat
menggunakan aturan segitiga dan aturan jajargenjang. Sifat sifat
penjumlahan :
- Sifat komutatif


- Sifat asosiatif (

) (

)
- Unsur identitas




A
o
Vektor di R-2 Vektor di R-3
- Dalam operasi penjumlahan vektor, setiap vektor mempunyai
lawan bagi vektor itu. Misal vektor adalah lawan bagi vektor

, maka berlaku sifat


Pengurangan vektor dengan vektor

ditentukan sebagai jumlah


vektor dengan lawan dari vektor

, ditulis :

)

iv. Hasil kali skalar dengan vektor
Hasil kali skalar m dengan vektor , ditulis sebagai ditentukan
sebagai berikut:
- Jika nilai m > 0, maka vektor searah dengan vektor
- Jika nilai m < 0, maka vektor berlawan arah dengan vektor

3. Vektor di bidang ditinjau dari sudut pandang aljabar

i. Vektor basis dalam bidang








Bilangan bilangan x dan y disebut komponen vektor ,dan berpadanan
dengan koordinat titk P(x,y). Vektor disebut sebagai vektor basis di
bidang atau di R-2 dalam arah sumbu X positif dan sumbu Y positif.
ii. Aljabar vektor dalam bidang
Misalkan diketahui vektor .

/dan vektor

/. Vektor =
vektor

, jika dan hanya jika


P(x,y)







- Penjumlahan dua vektor di bidang :
.

/ .

/ .

/
- Pengurangan dua vektor dibidang ;
.

/ .

/ .

/
- Hasil kali skalar dengan vektor di bidang :
.

/ .

/
iii. Panjang vektor dalam bidang









Panjang ruas OR dapat ditentukan dengan :


F. Alokasi waktu
1. TM : 2x45 menit guru menjelaskan materi
2. PT : 30 menit siswa mengerjakan latihan
3. KMTT : 45 menit siswa mengerjakan tugas dirumah

G. Metode Pembelajaran
Ceramah, problem solving method

H. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu
1 Pendahuluan

Apresepsi :
siswa diberikan pengenalan
- Peserta didik
menyimak dan
15 menit
R(x,y)
A



B
O


mengenai vektor dan
mengaitkan dengan kehidupan
sehari hari
Motivasi :
menimbulkan minat siswa
untuk mempelajari tentang
vektor
memperhatikan
penjelasan guru
2 Inti Eksplorasi :
peserta didik menerima
stimulus dari Guru tentang
vektor sebagai besaran yang
memiliki besar dan arah,
penentuan operasi aljabar
vektor : jumlah, selisih, hasil
kali vektor dengan skalar, dan
lawan suatu vektor pada sudut
pandang geometri.
Elaborasi :
guru memberikan contoh soal
kepada peserta didik mengenai
pemabahasan tentang vektor
satuan
Konfirmasi : guru menanyakan
tentang hal hal yang belum
di mengerti oleh peserta didik
- Peserta didik
menyimak dan
memperhatikan
penjelasan guru
- Peserta didik
mengerjakan
contoh soal yang
diberikan guru
- Peserta didik
menanyakan
materi yang tidak
di mengerti kepada
guru
60 menit
Penutup Guru menyuruh peserta didik
merangkum materi yang
diajarkan
Guru memberikan pekerjaan
rumah (PR) berkaitan dengan
materi yang diajarkan
- Peserta didik
merangkum
materi yang
diberikan
- Peserta didik
mencatat pekerjaan
rumah (PR) yang
15 menit
diberikan

I. Penilaian
Teknik : tugas individu
Bentuk instrumen : uraian singkat
Contoh instrumen :
- Pada gambar dibawah digambarkan vektor . Gambarlah secara
diagram vektor berikut ini :
o
Jawab :
o Mula mula digambarkan terlebih dahulu vektor , (bobot 20)
kemudian vektor

ini dijumlahkan dengan (bobot 20)


Secara diagram,vektor diperlihatkan pada gambar :

(bobot 60)









Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama sekolah :
Kelas / semester :
Mata Pelajaran :
Pertemuan : II
A. Standar Kompetensi
1. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi dalam pemecahan
masalah.
B. Kompetensi Dasar
1. Menggunakan sifat sifat dan opersai aljabar vektor dalam pemecahan
masalah.
C. Indikator
1. Menentukan operasi aljabar vektor : jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan
skalar, dan lawan suatu vektor pada sudut pandang aljabar
2. Menerapkan rumus perbandingan vektor dan koordinat
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan operasi aljabar vektor : jumlah, selisih, hasil kali
vektor dengan skalar, dan lawan suatu vektor pada sudut pandang aljabar
2. Siswa dapat menerapkan rumus perbandingan vektor dan koordinat
E. Materi Ajar
1. Vektor diruang ditinjau dari sudut pandang aljabar
i. Vektor basis dalam ruang







P(x,y,z)










Bilangan-bilangan x, y,z disebut sebagai komponen vektor . Vektor

disebut sebagai vektor basis di ruang R-3 masing masing dalam


arah sumbu X positif, sumbu Y positif, dan sumbu Z positif. Cara
penulisannya yaitu : vektor

.
ii. Aljabar vektor dalam ruang
- Kesamaan dua vektor di ruang
Vektor dan vektor

dikatakan sama jika dan hanya jika


- Penjumlahan dua vektor di ruang
(

) (

) (

)
- Pengurangan duaaa vektor di ruang
(

) (

) (

)
- Hasil kali skalar dengan vektor di ruang
(

) (

)
iii. Panjang vektor dalam ruang
Panjang atau besar vektor ditentukan dengan rumus :


2. Rumus perbandingan vektor dan koordinat
i. Rumus perbandingan vektor






Titik C terletak pada garis AB dengan perbandingan AC : AB = m : n
maka vektor posisi C ditentukan dengan rumus :


ii. Rumus perbandingan koordinat
O







Misalkan titik (

) (

). Titik C membagi ruas


garis AB dengan perbandingan m : n, maka koordinat C(x,y)
ditentukan dengan rumus :


F. Alokasi waktu
1. TM : 2x45 menit guru menjelaskan materi
2. PT : 30 menit siswa mengerjakan latihan
3. KMTT : 45 menit siswa mengerjakan tugas dirumah
G. Metode Pembelajaran
Ceramah, problem solving method
H. Kegiatan Pembelajaran
no Kegiatan Guru Kegiatan Siswa waktu
1 Pendahuluan Apersepsi :
guru mengingatkan kembali
materi yang sebelumnya
Motivasi :
agar pesesta didik mengingat
kembali materi yang
diajarkan sebelumnya
Peserta didik
menyimak dan
memperhatikan Guru
15 menit
2 Inti Ekspolrasi :
guru menyuruh siswa
membaca materi tentang
Menentukan operasi aljabar
vektor : jumlah, selisih, hasil
kali vektor dengan skalar, dan
lawan suatu vektor pada sudut
pandang aljabar. Dan rumus
perbandingan vektor dan
koordinat
Elaborasi :
guru menanyakan materi yang
tidak dipahami dan
menjelaskan materi yang
- Peserta didik
membaca dan
memahami materi
yang sedang
dipelajari
- Peserta didik
menyimak dan
memerhatikan
materi yang
dijelaskan oleh
guru
60 menit
ditanyakan peserta didik.
Konfirmasi :
guru memberikan penekanan
pada materi yang ditanyakan
peserta didik

3 Penutup - Guru menyuruh siswa
menyimpulkan materi
yang telah diajarkan
- Guru memberikana
pekerjaan rumah (PR)
kepada siswa
- Guru menyuruh siswa
untuk membaca materi
yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjutnya
- Siswa
menyimpulkan
materi yang telah
diajarkan
- Siswa mencatat
pekerjaan rumah
(PR) yang
diberikan
- Siswa melihat
materi yang akan
dipelajari pada
pertemuan
selanjutnya
15 menit

I. Teknik Penilaian
Teknik : Tugas individu
Bentuk instrumen : uraian singkat
Contoh intrumen :
Diketahui titik A(3,-2) dan titik B (-1,5). Ruas garis berarah

sebagai wakil vektor


dan garis berarah

sebagai wakil vektor dalam bentuk vektor kolom.


Jawab :
( )

( )

(bobot 10)

/ (
()
()
) .

/ (bobot 40)

/ (
()
()
) .

/ (bobot 40)
Jadi, vektor

= .

/ dan vektor

= .

/. (bobot 10)

Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama sekolah :
Kelas / semester :
Mata Pelajaran :
Pertemuan : III

A. Standar Kompetensi
Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
1. Menggunakan sifat sifat dan operasi perkalian skalar dua vektor dalam
pemecahan masalah.
C. Indikator
1. Menghitung dan menggunakan sifat sifat hasil kali skalar dua vektor
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menghitung hasil kali skalar dua vektor
E. Materi Ajar
1.Hasil kali skalar dua vektor
iii. Defenisi : misalkan diketahui vektor dan vektor

hasil kali kedua


vektor tersebut ditentukan oleh hasil kali panjang vektor a, panjang
vektor b, dan kosinus sudut terkecil antara kedua vektor tersebut :


iv. Hasil kali skalar dua vektor skalar dua vektor dalam bentuk vektor
kolom:
- Di bidang :


- Di ruang :


v. Tanda hasil kali skalar dua vektor
-

> 0 maka cos > 0


-

= 0 maka cos = 0 atau = 90


0

-

< 0 maka cos < 0


-

maka cos = 1
-

maka cos = -1

F. Alokasi waktu
1. TM : 2x45 menit guru menjelaskan materi
2. PT : 30 menit siswa mengerjakan latihan
3. KMTT : 45 menit siswa mengerjakan tugas dirumah
G. Metode Pembelajaran
Ceramah, problem solving method
H. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan guru Kegiatan siswa Alokasi
waktu
1 Pendahuluan Apersepsi :
- guru menyuruh siswa
mengumpulkan
pekerjaan rumah (PR)
yang diberikan pada
pertemuan
sebelumnya
- guru mengingatkan
kembali pelajaran
sebelumnya
Motivasi :
Agar peserta didik dapat
menentukan hasil kali
skalar dua vektor
dibidang dan ruang,
menjelaskan sifat-sifat
perkalian skalar dua
- siswa mengumpulkan
tugas yang diberikan
pada pertemuan
sebelumnya
- siswa memperhatikan
penjelasan guru
20 menit
vektor
2 inti Eksplorasi :
- guru memberikan
materi tentang
menghitung dan
menggunakan sifat
sifat hasil kali skalar
dua vektor
- guru memberikan
contoh contoh soal
untuk dikerjakan
peserta didik
Elaborasi :
- guru menjelaskan
materi tentang
menghitung dan
menggunakan sifat
sifat hasil kali skalar
dua vektor kepada
peserta didik
konfirmasi :
- Guru menekankan
kembali materi yang
kurang dipahami
peserta didik
- Peserta didik
membahas materi
yang diberikan guru
- Peserta didik
mengerjakan contoh
soal yang diberikan
guru
- Peserta didik
memperhatikan
penjelasan guru

60 menit
3 Penutup Peserta didik
didingatkan untuk
mempelajari materi
berikutnya yaitu tentang
menghitung sudut
antara dua vektor
Peserta didik menyimak
apa yang dikatakan
guru
10 menit

I. Teknik Penilaian
Teknik : tugas individu, kuis.
Bentuk instrumen : uraian singkat
Contoh instrumen :
Diketahui vektor dan vektor

membentuk sudut 60
0
. Panjang vektor adalah || =
4 satuan dan panjang vektor ||

= 5 satuan. Tentukan :
a. Nilai dari (

) !
b. Nilai dari

) !
Jawab :
Dengan menggunakan sifat distributif kiri pada hasil kali skalar dua vektor, maka diperoleh :
a) (


= ||||

|||


= (4 x 4 x 1) +( 4 x 5 x

) (bobot 50)
= 16 + 10
=26
b)


= |

|||

||


= (5 x 4 x

) + 5 x 5 x 1 (bobot 50)
= 10 + 25
= 35

Rancangan Perencanaan Pembelajaran

Nama sekolah :
Kelas / semester :
Mata Pelajaran :
Pertemuan : IV

A. Standar Kompetensi
1. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi dalam pemecahan
masalah.
B. Kompetensi Dasar
1. Menggunakan sifat sifat dan operasi perkalian skalar dua vektor dalam
pemecahan masalah.
C. Indikator
1. Menghitung sudut antara dua vektor
2. Menentukan vektor proyeksi dan panjang proyeksinya
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menghitung sudut antara dua vektor
2. Siswa dapat menentukan vektor proyeksi dan panjang proyeksinya
E. Materi ajar
1. Sudut antara dua vektor


2. Vektor proyeksi dan panjang proyeksi
i. Proyeksi skalar ortogonal :


ii. Proyeksi vektor ortogonal : .


F. Alokasi waktu
1. TM : 2x45 menit guru menjelaskan materi
2. PT : 30 menit siswa mengerjakan latihan
3. KMTT : 45 menit siswa mengerjakan tugas dirumah
G. Metode Pembelajaran
Ceramah, problem solving method, diskusi


H. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu
1 pendahuluan Apresepsi :
Guru mengigatkan kembali materi
pembelajaran sebelumnya
Motivasi :
Agar peserta didik dapat
menyelesaikan soal soal kuis
yang berkaitan dengan materi
sebelumnya
Peserta didik
menjawab
pertanyaan guru
tentang
pembelajaran
sebelumnya
15 menit
inti Eksplorasi :
Guru menyuruh peserta didik
membentuk anggota kelompok
untuk melakukan diskusi
Elaborasi :
Guru memberikan lembaran kerja
sisiwa untuk didiskusikan
Konfirmasi :
Guru menjelaskan tentang hal
hal yang belum dipahami siswa
- Peserta didik
membentuk
anggota
kelompok
- Peserta didik
mendiskusikan
lembaran kerja
siswa yang
diberikan
- Peserta didik
memperhatikan
keterangan guru
60 menit
penutup Guru memberikan kuis tentang
materi yang didiskusikan peserta
didik
Peserta didik
mengerjakan kuis
yang diberikan guru
15 menit

I. Teknik penilaian
Teknik : tugas individu, kuis
Bentuk intrumen : uraian singkat
Contoh instrumen :
Diketahui vektor .

/ dan vektor

/ adalah vektor vektor dibidang yang


disajikan dalam bentuk vektor kolom.
a. Tentukan proyeksi skalar ortogonal dari vektor pada arah vektor

!
b. Tentukan proyeksi vektor ortogonal dari vektor pada arah vektor

!
Jawab :
a. Proyeksi skalar ortogonal vektor pada arah vektor

, ditentukan oleh :
||

|


()

()

(bobot 50)
Jadi, Proyeksi skalar ortogonal vektor pada arah vektor

adalah || .
b. proyeksi vektor ortogonal vektor pada arah vektor

, ditentukan oleh :
(

|
) (

()

()

) .

/ (bobot 50)
Jadi, proyeksi vektor ortogonal vektor pada arah vektor

adalah

/






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 1)

Nama Sekolah : SMAN 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Program : XII / IPA
Semester : Ganjil

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam
pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : Menggunakan transformasi geometri yang dapat dinyatakan
dengan matriks dalam pemecahan masalah.

C. Indikator:
C.1 memahami tentang transformasi geometri pada bidang.
C.2 memahami translasi geometri geometri pada bidang.

D. Tujuan Pembelajaran
a. Peserta didik dapat mengenal tentang transformasi geometri pada bidang.
a. Peserta didik dapat memahami translasi pada transformasi geometri .

E. Materi Ajar
a. Arti geometri dari suatu transformasi di bidang
Transformasi digunakan untuk memindahkan suatu titik atau bangun pada sebuah bidang dari suatu
tempat ke tempat yang lain. Transfomasi T pada suatu bidang memetakan titik P pada bidang menjadi di
tempat lain pada bidang tersebut. Titik disebut bayangan titik P sebagai hasil transformasi T.
Jenis-jenis transformasi geometri :
1. Translasi
2. Rotasi
3. Refleksi
4. Dilatasi

Translasi adalah perpindahan setiap titik pada bidang dengan jarak dan arah tertentu,
Refleksi adalah transformasi yang memindahkan titik pada bidang dengan menggunakan
sifat bayangan cermin (Pencerminan), Rotasi adalah transformasi yang memindahkan titik
pada bidang dengan perputaran yang ditentukan oleh pusat rotasi, besar sudut rotasi dan
arah sudut rotasi, dan Dilatasi adalah suatu transformasi yang mengubah ukuran suatu
bangun tanpa merubah bentuk bangun itu. Suatu dilatasi ditentukan oleh pusat dilatasi dan
faktor skala dilatasi.
Transformasi di bidang dapat diartikan sebagai perubahan letak atau perubahan
bentuk dari suatu bangun geometri yang lain. Transformasi isometri bahwa bayangan sama
atau sebangun dengan bangun geometri semula dan dalam transformasi isometri besaran
jarak merupakn besaran yang tidak berubah atau invarian
b. Translasi
Translasi dan Operasinya.

Berdasarkan gambar di atas, segitiga ABC yang mempunyai koordinat A(3, 9), B(3, 3),
C(6, 3) .
Translasi (pergeseran) adalah pemindahan suatu objek sepanjang garis lurus dengan arah
dan jarak tertentu.
Jika translasi memetakan titik P (x, y) ke titik P(x, y) maka x = x + a dan y
= y + b atay P (x + a, y + b ) ditulis
dalam bentuk :

Keterangan:
a dan b masing-masing disebut sebagai komponen translasi
a menyatakan komponen translasi dalam arah sumbu X
Jika a > 0, maka arah pergeserannya adalah a satuan ke kanan
Jika a < 0, maka arah pergeserannya adalah |a| satuan ke kiri
b menyatakan komponen translasi dalam arah sumbu Y
Jika b > 0, maka arah pergeserannya adalah b satuan ke atas
Jika b < 0, maka arah pergeserannya adalah |b| satuan ke bawah

F. Alokasi waktu
TM : 2 x 45 guru memberikan materi.
PT : 20 siswa membuat latihan.
KMTT : 45 siswa mengerjakan tugas di rumah.

G. METODE PEMBELAJARAN
CTL
H. Kegiatan pembelajaran
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA WAKTU
Pendahulu
an
-guru mengucapkan salam.
-guru mengecek kehadiran siswa.
-apersepsi
Siswa menjawab salam.
Siswa memperhatikan
dan mendengarkan
15
Guru meningkatkan kembali materi
-motivasi
Guru memberikan motivasi kepada
siswa
-tujuan
Guru memberikan tujuan pembelajaran
kepada siswatentang manfaat pelajaran
transformasi dalam kehidupan.
penyampaian guru.
Kegiatan
inti
-Eksplorasi
Guru memfasilitasi siswa agar terjadi
interaksi siswa dengan guru.
Guru menjelaskan materi transformasi
dan translasi pada bidang.
Guru membagi siswa dalam setiap
kelompok mendapat nomor.
Guru memberikan tugas dan masing-
masing kelompok mengerjakan tugas
yang di berikan guru tentang
transformasi dan translasi yang
berkaitan dengan kehidupan.
Kelompok mendiskusikan jawaban
yang benar dan memastikan setiap
anggota kelompok mengerti dan dapat
mengerjakannya.
Elaborasi
Guru memberikan lembar soal agar di
kerjakan dalam kelompok dan guru
membimbing kelompok agar
meinspirasikan pemikranya dalam
memecahkan masalah.
-Konfirmasi
Guru memanggil salah satu nomor
kelompok agar dapat melaporkan hasil
Siswa memperhatikan 70
kerjanya.
Guru memberikan penekanan terhadap
pekerjaan siswa atau membahas
jawaban yang di anggap sulit.
Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya tentang yang tidak
dimengerti.

Penutup Guru bersama siswa meyimpulkan
pelajaran. Guru memberikan pekerjaan
rumah untuk di kerjakan sebagai
pengambilan nilai.
Guru memberikan informasi materi
selanjutnya.
15

I. PENILAIAN
I.1 TEKNIK PELAJARAN
Tes tertulis dan tes penugasan
I.2 BENTUK INSTRUMEN
Tes uraian
I.3 CONTOH INSTRUMEN
Sebuah garis dengan koordinat A(10,10) dan B(15,30) ditranslasikan dengan translation
vector (10,20).
Jawab :
Titik A : Xai = Xa + Tx = 10+10 = 20
Yai = Ya + Ty = 10+20 = 30
Hasil translasi titik A = (20,30)
Titik B : Xbi = Xb + Tx = 15+10 = 25
Ybi = Yb + Ty = 30+20 = 50
Hasil translasi titik B = (25,50).

J. Alat dan Sumber Belajar Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika SMA ERLANGGA Kelas XII Semester Ganjil Jilid
3A, Prog. IPS karangan SSUGIYONO, dkk, hal. 179-185
- Buku referensi lain.
Alat :
- Laptop LCD



Kepala sekolah guru matematika



( ) ( )








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 2)

Nama Sekolah : SMAN 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Program : XII / IPA
Semester : Ganjil

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam
pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : Menggunakan transformasi geometri yang dapat dinyatakan
dengan matriks dalam pemecahan masalah.

C. Indikator
1. memahami persamaan transformasi rotasi pada bidang.
2. Menentukan persamaan transformasi rotasi pada bidang, matriks rotasinya dan hasil
rotasi dari suatu titik atau bangun.
D. Tujuan pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan transformasi tentang rotasi pada bidang.
2. Siswa dapat menentukan persamaan transformasi rotasi pada bidang dan matrik rotasi
pada bidang.

E. Materi ajar
Rotasi ( Perputaran )
Rotasi adalah transformasi yang memetakan setiap titik pada bidang ketitik lainnya dengan
cara memutar pada pusat titik tertentu. Titik pusat rotasi adalah titik tetap atau titik pusat yang
digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah dan besar sudut rotasi. Titik pusat dapat berada di
dalam, pada, atau di luar bangun geometri yang hendak dirotasi.

Arah rotasi disepakati dengan aturan bahwa jika perputaran berlawanan dengan arah jarum
jam, maka rotasi bernilai positif, sedangkan jika perputaran searah jarum jam, maka rotasi bernilai
negatif. Besarnya sudut putar rotasi menentukan jauhnya rotasi. Jauh rotasi dinyatakan dalam
bilangan pecahan terhadap satu kali putaran penuh (360) atau besar sudut dalam ukuran derajat atau
radian.
Bayangan titik P (x,y) yang dirotasikan terhadap pusat O (0,0) sebesar adalah P(x ,y )
dengan:
X = x cos y sin
Y = x sin + y cos
Bayangan titik P (x,y) yang dirotasikan terhadap pusat A (a,b) sebesar adalah P(x , y)
dengan:
X a = (x-a) cos (y-b) sin
Y a = (x-a) sin + (y-b) cos

R[O, u] R[O, 90] R[O, 90]
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
u u
u u
cos sin
sin cos
'
'

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
0 1
1 0
'
'

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
0 1
1 0
'
'




dibalik depan dinegasi dibalik belakang dinegasi

Rotasi Rumus Matriks
Rotasi
dengan
pusat
(0,0) dan
sudut
putar
( )
( )
( )
o o
o o
o
cos sin '
sin cos '
' , ' ' ,
, 0
y x y
y x x dengan
y x A y x A
R
+ =
=


|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
o o
o o
cos sin
sin cos
'
'

Rotasi
dengan
pusat
P(a,b)
dan sudut
putar
( )
( )
( )
( ) ( )
( ) ( ) o o
o o
o
cos sin '
sin cos '
' , ' ' ,
,
b y a x b y
b y a x a x dengan
y x A y x A
P R
+ =
=


|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
b
a
b y
a x
y
x
o o
o o
cos sin
sin cos
'
'


F. Alokasi waktu
TM : 2 x 45 guru memberikan materi.
PT : 20 siswa membuat latihan.
KMTT : 45 siswa mengerjakan tugas di rumah.

G. Metode pelajaran
Tanya jawab, peragaan, diskusi, pekerjaan kelompok dan individual

H. Kegiatan Pembelajaran
0
Y
X
(x, y)
(y, x)

90
0
Y
X
(x, y)
(y, x)
90

Kegiatan guru Kegiatan
siswa
waktu
pendahuluan Guru mengucapkan
salam dan mengabsen
siswa
1. Apersepsi
Membahas PR dari
pertemuan sebelumnya.
Mengingat kembali
materi pertemuan
sebelumnya.
Menyampaikan
kegunaan materi yang
akan dipelajari dalam ke-
hidupan sehari-hari
(khususnya yang
berkaitan dengan
kompetensi
dasar).
2. Pemberian motivasi:
Memberikan contoh-
contoh hal-hal yang
berkaitan dengan trans-
formasi dalam kehidupan
sehari-hari.



Kegiatan inti Eksporasi
Dengan tanya jawab guru
menjelaskan arti geometri
dari suatu trans-
formasi di bidang.
2. Dengan tanya jawab
guru menjelaskan
bagaimana menentukan
persa-
maan transformasi
translasi pada bidang dan
hasil translasi suatu titik
atau bangun.
elaborasi
3. Secara berkelompok
siswa membahas soal tes
kemampuan dan me-
ngumpulkan hasilnya
(selama diskusi
berlangsung guru
memantau
kerja siswa dan
mengarahkan siswa yang
mengalami kesulitan).
konfirmasi
4. Meminta beberapa
perwakilan kelompok
untuk mempresentasikan
hasil
diskusinya, sedangkan
kelompok lain
memberikan tanggapan
(guru

memandu diskusi dan
merumuskan jawaban
yang benar).

Penututp Membimbing siswa
untuk merangkum materi
yang baru saja dipelajari.
Guru memberi pekerjaan
rumah (PR).



I. Penilaian
1. Teknik pelajaran
Tes tertulis dan uraian
2. Bentuk instrumen
Tes uraian
3. Contoh instrumen
a. Tentukan bayangan dari titik P (2,1) jika dirotasikan terhadap :
1. R= ,

-
2. R= ,

-
Jawab :
1.


Jadi bayangan titik P (2,1) yang dirotasikan terhadap R= ,

- adalah

/
2.

) (

) (


Jadi bayangan dari titik P (2,1) yang dirotasikan terhadap R= ,

- adalah

/

b. Tentukan bayangan dari titik P (3,3) yang dirotasikan terhadap titik pusat M (1,1) sejauh

.
Jawab :
Karena ( ) () dan ( ) () maka

( )

( )

( )

( )


Jadi bayangan dari titik P (3,3) yang dirotasikan terhadap titik pusat M (1,1) adalah

()
J. Alat dan Sumber Belajar Sumber :
- Buku paket, buku Matematika SMA ERLANGGA Kelas XII Semester Ganjil Jilid 3A,
Prog. IPS karangan SSUGIYONO, dkk, hal. 179-185
- Buku referensi lain.
Alat :
- Laptop LCC

Kepala sekolah guru matematika

( ) ( )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 3)

Nama Sekolah : ..
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII (Dua Belas) / IPA
Semester : Ganjil

A. Standar Kompetensi: Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi
dalam pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar: Menggunakan transformasi geometri yang dapat Dinyatakan
dalam matriks dalam pemecahan masalah.
C. Indikator
1. Melakukan operasi jenis transformasi refleksi (pencerminan)
2. Menentukan persamaan matriks dari transformasi refleksi pada bidang
3. Menentukan hasil ( bayangan) oleh tranformasi refleksi
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan arti geometri dari suatu transformasi (refleksi) di bidang.
2. Peserta didik dapat menentukan persamaan transformasi refleksi pada bidang serta aturan dan
matriks refleksinya.
E. Materi ajar
Refleksi

Gambar di atas:
Dari gambar tersebut, kalian dapat mengatakan bahwa:
Lingkaran Q kongruen dengan bayangannya, yaitu lingkaran Q
Jarak setiap titik pada lingkaran Q ke cermin sama dengan jarak setiap titik bayangannya ke cermin,
yaitu QA = QA dan PB = P B.
Sudut yang dibentuk oleh cermin dengan garis yang menghubungkan setiap titik ke bayangannya
adalah sudut siku-siku.


Segitiga ABC dengan koordinat A(3, 9), B(3, 3), C(6, 3) dicerminkan:
- terhadap sumbu Y menjadi segitiga A2B2C2 dengan koordinat A2(-3, 9), B2(-3, 3), C2(-6, 3)
- terhadap sumbu X menjadi segitiga A3B3C3 dengan koordinat A3(3, -9), B3(3, -3), C3(6, -3)
- terhadap titik (0, 0) menjadi segitiga A4B4C4 dengan koordinat A4(-3, -9), B4(-3, -3), C4(-6,
-3)

Segitiga ABC dengan koordinat A(3, 9), B(3, 3), C(6, 3) dicerminkan:
- terhadap garis x = -2 menjadi segitiga A5B5C5 dengan koordinat A5(-7, 9), B5(-7, 3), C5(-
10, 3)
- terhadap sumbu y = 1 menjadi segitiga A6B6C6 dengan koordinat A6(3, -7), B6(3, -1), C6(6,
-1)

Segitiga PQR dengan koordinat P(6, 4), Q(6, 1), R(10, 1) dicerminkan:
- terhadap garis y = x menjadi segitiga P2Q2R2 dengan koordinat P2(4, 6), Q2(1, 6), R2(1, 10)
- terhadap garis y = -x menjadi segitiga P3Q3R3 dengan koordinat P3(-4, -6), Q3(-1, -6), R3(-
1, -10)

Refleksi atau pencerminan merupakan suatu transformasi yang mencerminkan suatu objek.
Refleksi Rumus Matriks
Refleksi
terhadap
sumbu-x
( ) ( ) y x A y x A
x sb
, ' ,
.

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
1 0
0 1
'
'

Refleksi
terhadap
sumbu-y
( ) ( ) y x A y x A
y sb
, ' ,
.

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
1 0
0 1
'
'

Refleksi
terhadap
garis y=x
( ) ( ) x y A y x A
x y
, ' ,
=

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
0 1
1 0
'
'

Refleksi
terhadap
garis y=-x
( ) ( ) x y A y x A
x y

=
, ' ,
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|


=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
0 1
1 0
'
'

Refleksi
terhadap
garis x=k
( ) ( ) y x k A y x A
k x
, 2 ' ,
=


Refleksi
terhadap
garis y=k
( ) ( ) y k x A y x A
k y

=
2 , ' ,

Refleksi
terhadap titik
(p,q)
( )
( )
( ) ' , ' ' ,
,
y x A y x A
q p

Sama dengan rotasi pusat (p,q)
sejauh 180
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|


=
|
|
.
|

\
|

q y
p x
q y
p x
180 cos 180 sin
180 sin 180 cos
'
'

Refleksi
terhadap titik
pusat (0,0)
( )
( )
( ) y x A y x A , ' ,
0 , 0

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
1 0
0 1
'
'

Refleksi
terhadap
garis y=mx,
m= tan
( ) ( )
o o
o o
2 cos 2 sin '
2 sin 2 cos '
' , ' ' ,
y x y
y x x dengan
y x A y x A
mx y
=
+ =

=

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
y
x
y
x
o o
o o
2 cos 2 sin
2 sin 2 cos
'
'

Refleksi
terhadap
garis y=x+k
( ) ( )
k x y
k y x dengan
y x A y x A
k x y
+ =
=

+ =
'
'
' , ' ' ,

|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
k k y
x
y
x 0
0 1
1 0
'
'

Refleksi
terhadap
garis y=-x+k
( ) ( )
k x y
k y x dengan
y x A y x A
k x y
+ =
+ =

+ =
'
'
' , ' ' ,

|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|


=
|
|
.
|

\
|
k k y
x
y
x 0
0 1
1 0
'
'


Sifat-sifat refleksi
a. Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang
direfleksikan tidak berpindah.
b. Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran)
dengan sifat:
- Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu
pencerminan.
- Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatif.
c. Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi
(pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Refleksi
terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus bersifat komutatif.
d. Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan
rotasi (perputaran) yang bersifat:
Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.
Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.

F. Alokasi waktu
TM : 2 x 45 guru memberikan materi.
PT : 20 siswa membuat latihan.
KMTT : 45 siswa mengerjakan tugas di rumah.

G. Metode pelajaran
Diskusi, tanya jawab, ceramah, dan pemberian tugas.

H. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan guru Kegiatan siswa waktu
Pendahuluan Guru mengucapkan salam.
Guru mengabsen siswa.
Apersepsi : Mengingat kembali mengenai
persamaan garis.
Motivasi :
Apabila materi ini dikuasai dengan baik,
maka peserta didik
diharapkan dapat menggunakan transformasi
geometri yang dapat dinyatakan dengan
matriks dalam pemecahan masalah.
Tujuan
Siswa dapat menerapkan dalam
kehidupannya.

Kegiatan
inti
- Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
- peserta didik diberikan stimulus
berupa pemberian masalah realistik
mengenai materi transformasi
refleksi, kemudian antara peserta
didik dan guru mendiskusikan
masalah tersebut (Bahan: buku paket,
yaitu buku Matematika Kelas XII
Semester 1 mengenai transformasi
geometri untuk pembahasan materi
refleksi).
- peserta didik mengomunikasikan
secara lisan mengenai analisis

masalah refleksi (pencerminan)
menggunakan beragam pendekatan
pembelajaran, media pembelajaran,
dan sumber belajar lain.
- memfasilitasi terjadinya interaksi
antar peserta didik serta antara peserta
didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya.
- melibatkan peserta didik secara aktif
dalam setiap kegiatan pembelajaran.
- Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
- peserta didik mengkomunikasikan
secara lisan atau mempresentasikan
mengenai arti geometri dari suatu
transformasi refleksi di bidang dan
cara menentukan hasil refleksi pada
bidang beserta aturan dan matriks
transformasinya.
- memfasilitasi peserta didik melalui
pemberian latihan, diskusi, dan lain-
lain untuk memunculkan gagasan
baru baik secara lisan maupun
tertulis..
- memfasilitasi peserta didik dalam
pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif.
- memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
- memfasilitasi peserta didik untuk
menyajikan hasil kerja kelompok;
- peserta didik mengerjakan beberapa
soal dari Lembar Kerja yang telah
disiapkan oleh guru mengenai
penentuan bayangan karena suatu
pencerminan pada bidang serta
aturannya dan matriks yang
bersesuaian dengan pencerminan,
kemudian peserta didik dan guru
secara bersama-sama membahas
beberapa jawaban soal tersebut.
- Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
- memberikan umpan balik positif dan
penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap
keberhasilan peserta didik,
- memberikan konfirmasi terhadap hasil
eksplorasi dan elaborasi peserta didik
melalui berbagai sumber,
- memfasilitasi peserta didik melakukan
refleksi untuk memperoleh
pengalaman belajar yang telah
dilakukan,
- memfasilitasi peserta didik untuk
memperoleh pengalaman yang
bermakna dalam mencapai
kompetensi dasar:
- berfungsi sebagai narasumber dan
fasilitator dalam menjawab
pertanyaan peserta didik yang
menghadapi kesulitan, dengan
menggunakan bahasa yang baku dan
benar,
- membantu menyelesaikan masalah,
- memberi acuan agar peserta didik
dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi,
- memberi informasi untuk
bereksplorasi lebih jauh,
- memberikan motivasi kepada peserta
didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif.

Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:
- menunjuk beberapa siswa untuk
mengutarakan secara lisan mengenai
apa yang telah dipelajari,
- melakukan penilaian dan refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram,
- memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran,
- memberi tugas secara individu.
- Peserta didik diingatkan untuk
mempelajari materi berikutnya


I. Penilaian
1. Teknik pelajaran
Tes tertulis dan uraian
2. Bentuk instrumen
Tes uraian
3. Contoh instrumen
- Tentukan bayangan lingkaran

jika dicerminkan terhadap garis



Jawab:
Persamaan dari pencerminan terhadap garis adalah

dan


Subtitusikan

dan

ke persamaan

maka diperoleh
(

) (

)
(

) (

)
Jadi bayangan dari persamaan lingkaran

adalah
()

()

() ()
Koordinat titik A dan B berturut-turut adalah (-2, 2) dan (1, 4). Garis yang menghubungkan A
dan B direfleksikan terhadap sumbu x untuk mendapatkan A dan B. Kemudian AB
direfleksikan terhadap garis x= 3 untuk memperoleh A dan B. Tentukan koordinat A, B,
A, dan B.
Jawab :
()

( )

( () )
()

( )

( )

( () )

( )

( )

( )

( )

( )

J. Alat dan Sumber Belajar
Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas XII Semester 1, .
- Buku referensi lain.
- Lembar Kerja Siswa
Alat :
Laptop
x = 3
Sb. x
x = 3
Sb. x
LCD
Cermin

KEPALA SEKOLAH GURU MATEMATIKA



( ) ( )














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 4)

Nama Sekolah : ..
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : XII (Dua Belas) / IPA
Semester : Ganjil

A. Standar Kompetensi
Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan transformasi geometri yang dapat Dinyatakan dalam matriks dalam pemecahan
masalah.
C. Indikator
1. Melakukan operasi jenis transformasi dilatasi
2. Menentukan persamaan matriks dari transformasi dilatasi pada bidang
3. Menentukan hasil ( bayangan) oleh tranformasi dilatasi.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan arti geometri dari suatu transformasi dilatasi di bidang.
2. Peserta didik dapat menentukan persamaan transformasi dilatasi pada bidang serta aturan dan
matriks dilatasinya.
E. Materi Ajar
Dilatasi
Adalah suatu transformasi yang mengubah jarak titik-titik dengan faktor skala (pengali)
tertentu dipusat dilatasi tertentu. Dilatasi suatu bangun akan mengubah ukuran tanpa
mengubah bentuk bangun tersebut.

Gambar 6.
Perhatikan lingkaran pada Gambar dibawah yang berpusat di titik P(4, 2) dan melalui titik Q(4, 4)
berikut yang didilatasi terhadap pusat O(0, 0) dengan faktor skala

. Bayangan yang diperoleh adalah


lingkaran yang berpusat di titik

(2, 1) dan melalui titik

(2, 2). Lingkaran ini sebangun dengan


lingkaran P dengan ukuran diperkecil.


Gambar 7.
Atau kita dapat menentukan lingkaran hasil dilatasi ini dengan menggunakan matriks seperti berikut
[

] [

] 0


1 0


1

Dengan dilatasi terhadap pusat O(0, 0) dan faktor skala

, diperoleh lingkaran dengan titik pusat

(2, 1) dan melalui titik

(2, 2).
Transformasi dilatasi dengan faktor skala sebesar k adalah suatu pemetaan yang didefinisikan
sebagai berikut :



( ) ( ) dimana k adalah bilangan real.
Suatu dilatasi dengan faktor skala k dan pusat dilatasi P ditulis :
Jika A( )

) dengan P (a,b) maka terdapat hubungan :

( )

( )
Jika dengan pusat O (0,0) terdapat hubungan :


dengan matriks yang sesuai 0


1
Pada dilatasi faktor k akan menentukan ukuran dan letak bangun bayangannya.
1) Jika k >1, maka bangun bayangan diperbesar dan searah terhadap pusat dan bangun
semula.
2) Jika 0 < k < 1, maka bangun bayangan diperkecil dan searah terhadap pusat dan bangun
semula.
3) Jika -1< k < 0 , maka bayangan diperkecil dan berlawanan arah dengan pusat dan
bangun semula.
4) Jika k < -1, maka bangun bayangan diperbesar dan berlawanan arah terhadap pusat dan
bangun semula
Dilatasi Rumus Matriks
Dilatasi dengan pusat (0,0)
dan faktor dilatasi k
( )
| |
( ) ky kx A y x A
k
, ' ,
, 0

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
y
x
k
k
y
x
0
0
'
'

Dilatasi dengan pusat P(a,b)
dan faktor dilatasi k
( )
| |
( )
( )
( ) b y k b y
a x k a x dengan
y x A y x A
k P
=
=

'
'
' , ' ' ,
,

|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
b
a
b y
a x
k
k
y
x
0
0
'
'


F. ALKASI WAKTU
TM : 2 x 45 guru memberikan materi.
PT : 20 siswa membuat latihan.
KMTT : 45 siswa mengerjakan tugas di rumah.
G. METODE PEMBELAJARAN
Diskusi dan tanya jawab

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN GURU KEGIATAN
SISWA
WAKTU
PENDAHUL
UAN
Guru mengucapkan salam.
Guru mengabsen siswa.
Apersepsi
Guru mengulang pelajaran kemaren
tentang refleksi yang di sangkutkan
dengan kehidupan
Tujuan
Agar siswa bisa menerapkan dalam
kehidupan dan memahami tntang dilatasi.

KEGIATAN
INTI
Eksporasi
Guru menerangkan pelajaran tentang

dilatasi.
Guru membagi siswa menjadi beberapa
kelompok yang terjadi dari 5-6 orang.
Guru memberi lembaran lks agar siswa
mendiskusikan dalam kelompoknya
Guru memantau jalanya diskusi
elaborasi
3. Secara berkelompok siswa membahas
soal tes kemampuan dan me-
ngumpulkan hasilnya (selama diskusi
berlangsung guru memantau
kerja siswa dan mengarahkan siswa yang
mengalami kesulitan).
konfirmasi
4. Meminta beberapa perwakilan
kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusinya, sedangkan kelompok lain
memberikan tanggapan (guru
memandu diskusi dan merumuskan
jawaban yang benar).

PENUTUP - menunjuk beberapa siswa untuk
mengutarakan secara lisan
mengenai apa yang telah
dipelajari,
- melakukan penilaian dan refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram,
- memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil
pembelajaran,
- memberi tugas secara individu.

- Peserta didik diingatkan untuk
mempelajari materi berikutnya.

I. PENILAIAN
1. Teknik pelajaran
Tes tertulis dan uraian
2. Bentuk instrumen
Tes uraian
3. Contoh instrument
1. Tentukan bayangan persegi panjang ABCD dengan
A(2,2) , B(-2,2) , C(-2,-2) dan D(2,-2)
jika dilakukan transformasi Dilatasi pusat O dan skala 3 adalah....
jawab:
Jadi hasilnya A'(6,6) , B'(-6,6) , C'(-6,-6) dan D'(6,-6)

2. Bayangan garis x - y - 3 = 0 oleh D(O,4) adalah.....
jawab:
Transformasinya adalah Dilatasi dengan pusat O(0,0) dan skala 4




dengan menghilangkan tanda aksen dan mengalikan dengan 4 maka
bayangan / peta / hasilnya adalah x - y - 12 = 0

3. Diketahui dilatasi dengan pusat (2,1) dan faktor skala 3. Oleh dilatasi tsb tentukan
bayangan dari :
a. titik A(3,2) dan B(9-4,3)
b. garis y-2x+5=0
Jawab :
a.

1 0


1 [

] 0

1 [

] 0


1 [


] 0

1 [

]
b. 0

1 0


1 0

1 0

1 0

1 0


Subtitusi x dan y tersebut ke y-2x+5=0 sehingga diperoleh


Jadi bayangan dari garis y-2x+5 = 0 adalah y-2x+9=0.
J. Alat dan Sumber Belajar
Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas XII Semester 1, .
- Buku referensi lain.
- Lembar Kerja Siswa
Alat :
Laptop
LCD
Cermin



KEPALA SEKOLAH GURU MATEMATIKA



( ) ( )
















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 5)
Nama Sekolah : SMAN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Program : XII / IPA
Semester : Ganjil

A. Standar Kompetensi
Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan komposisi dari beberapa transformasi geometri beserta matriks
transformasinya.
C. Indikator
1. Menjelaskan arti geometri dari komposisi transformasi di bidang.
2. Menentukan aturan transformasi dari komposisi beberapa transformasi.

D. Tujuan Pembelajaran
a. Peserta didik dapat menjelaskan arti geometri dari komposisi transformasi di bidang.
b. Peserta didik dapat menentukan aturan transformasi dari komposisi beberapa transformasi.

E. Materi Ajar
Komposisi transformasi
1. Komposisi dua translasi berurutan
Diketahui dua translasi
|
|
.
|

\
|
=
b
a
T
1
dan
|
|
.
|

\
|
=
d
c
T
2
. Jika translasi
1
T dilanjutkan translasi
2
T
maka dinotasikan
2 1
T T dan translasi tunggalnya adalah T=T
1
+T
2
=T
2
+T
1
(sifat komutatif).
2. Komposisi dua refleksi berurutan
a. refleksi berurutan terhadap dua sumbu sejajar
Jika titik A(x,y) direfleksikan terhadap garis x=a dilanjutkan terhadap garis x=b. Maka bayangan
akhir A adalah ( ) ' , ' ' y x A yaitu:
x' = 2(b-a) + x
y' = y
Jika titik A(x,y) direfleksikan terhadap garis y = a dilanjutkan terhadap garis y = b. Maka
bayangan akhir A adalah ( ) ' , ' ' y x A yaitu:
x' = x
y'=2(b-a)+y
b. refleksi terhadap dua sumbu saling tegak lurus
Jika titik A(x,y) direfleksikan terhadap garis x = a dilanjutkan terhadap garis y=b (dua sumbu
yang saling tegak lurus) maka bayangan akhir A adalah ( ) ' , ' ' y x A sama dengan rotasi titik
A(x,y) dengan pusat titik potong dua sumbu (garis) dan sudut putar 180
c. refleksi terhadap dua sumbu yang saling berpotongan
Jika titik A(x,y) direfleksikan terhadap garis g dilanjutkan terhadap garis h, maka bayangan
akhirnya adalah ( ) ' , ' ' y x A dengan pusat perpotongan garis g dan h dan sudut putar 2 ( sudut
antara garis g dan h) serta arah putaran dari garis g ke h.
Catatan
k garis gradien m
l garis gradien m
m m
m m
k
l
l k
l k
=
=
+

=
1
tano

d. sifat komposisi refleksi
Komposisi refleksi (refleksi berurutan) pada umumnya tidak komutatif kecuali komposisi
refleksi terhadap sumbu x dilanjutkan terhadap sumbu y (dua sumbu yang saling tegak lurus).
3. Rotasi berurutan yang sepusat
a. Diketahui rotasi R
1
(P(a,b),) dan R
2
(P(a,b),), maka transformasi tunggal dari komposisi
transformasi rotasi R
1
dilanjutkan R
2
adalah rotasi R(P(a,b),+)
b. Rotasi R
1
dilanjutkan R
2
sama dengan rotasi R
2
dilanjutkan R
1

4. Komposisi transformasi
Diketahui transformasi
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
s r
q p
T dan
d c
b a
T
2 1
maka transformasi tunggal dari
transformasi:
a. T
1
dilanjutkan T
2
(T
2


T
1
) adalah T=T
2
. T
1

b. T
2
dilanjutkan T
1
(T
1


T
2
) adalah T=T
1
. T
2

Catatan T
1
. T
2
= T
2
. T
1
5. Bayangan suatu kurva/bangun oleh dua transformasi atau lebih
Contoh: Tentukan bayangan garis -4x+y=5 oleh pencerminan terhadap garis y=x dilanjutkan
translasi
|
|
.
|

\
|
2
3
!
Jawab: misal titik P(x,y) pada garis -4x+y=5
P(x,y) dicerminkan terhadap garis y=x, bayangannya P'(y,x)
P'(y,x) ditranslasi
|
|
.
|

\
|
2
3
. Bayangannya P''(y+3, x+2)=P''(x'',y'')
Jadi x'' = y +3 y = x''-3
y'' = x +2 x = y'' -2
persamaan -4x+y=5 -4(y'' -2) + (x'' - 3) = 5
-4y'' + 8 + x'' 3 = 5
x'' - 4y''= 0
jadi bayangan akhirnya adalah x - 4y= 0

6. Luas bangun hasil tranformasi
Jika suatu bangun (segitiga, lingkaran, dan lain-lain) ditransformasikan maka:
a. Luas bangun bayangan tetap untuk transformasi : translasi, refleksi, dan rotasi.
b. Luas bangun bayangan berubah untuk transformasi dilatasi, yaitu jika luas bangun
mula-mula L setelah didilatasi oleh [P(a,b),k], maka luas bangun bayangannya adalah
L' = k
2
+L
c. Jika luas bangun semula = L, kemudian bangun itu ditransformasikan dengan matriks
0


1 maka luas bangun bayangannya adalah

| |

F. alokasi waktu
TM : 2 x 45 guru memberikan materi.
PT : 20 siswa membuat latihan.
KMTT : 45 siswa mengerjakan tugas di rumah


G. Metode Pembelajaran

tanya jawab, diskusi kelompok.

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan guru Kegiatan siswa Waktu
Pendahuluan -guru mengucapkan salam.
-guru mengecek kehadiran siswa.
apersepsi
Mengingat kembali materi mengenai
jenis-jenis transformasi dan matriks
yang bersesuaian dengan suatu
transformasi
Motivasi
Apabila materi ini dikuasai dengan
baik, maka peserta didik diharapkan
dapat menjelaskan arti geometri dari
komposisi transformasi di bidang dan
menentukan aturan transformasi dari
komposisi beberapa transformasi


Kegiatan Eksoporasi
inti Peserta didik diberikan
stimulus berupa pemberian materi
secara garis besar oleh guru (selain itu
misalkan dalam bentuk lembar kerja,
tugas mencari materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari
internet/materi yang berhubungan
dengan lingkungan, atau pemberian
contoh-contoh materi untuk dapat
dikembangkan peserta didik, dari
media interaktif, dsb) mengenai arti
geometri dari komposisi transformasi
di bidang dan cara menentukan aturan
transformasi dari komposisi beberapa
transformasi
Peserta didik dikondisikan dalam
beberapa kelompok diskusi dengan
masing-masing kelompok terdiri dari
3-5 orang.
Dalam kelompok, masing-masing
peserta didik berdiskusi mengenai:
1. Cara mendeskripsikan
komposisi transformasi
di bidang.
2. Aturan transformasi dari
komposisi beberapa
transformasi.
3. Cara menentukan hasil
dari dua komposisi dua
translasi berurutan.
4. Cara menentukan
bayangan bangun oleh
komposisi dua refleksi
berurutan terhadap dua
sumbu yang sejajar
sumbu Y.
5. Cara menentukan
bayangan bangun oleh
komposisi dua refleksi
berurutan terhadap dua
sumbu yang sejajar
sumbu X.
6. Cara menentukan
bayangan bangun oleh
komposisi dua refleksi
berurutan terhadap dua
sumbu yang saling tegak
lurus.
7. Cara menentukan
bayangan bangun oleh
komposisi dua refleksi
berurutan terhadap dua
sumbu yang saling
berpotongan.
8. Cara menentukan
bayangan bangun oleh
komposisi dua rotasi
sepusat yang berurutan.
9. Cara mendeskripsikan
matriks komposisi
transformasi di bidang.
d. Masing-masing kelompok
diminta menyampaikan hasil
diskusinya, sedangkan
kelompok yang lain
menanggapi.
e. Peserta didik
mengkomunikasikan secara
lisan atau mempresentasikan
cara mendeskripsikan
komposisi transformasi di
bidang dan cara menentukan
aturan transformasi dari
komposisi beberapa
transformasi.
Setiap kelompok mengerjakan
beberapa soal mengenai cara
menentukan hasil dari komposisi dua
translasi berurutan, cara menentukan
bayangan bangun oleh komposisi dua
refleksi berurutan terhadap dua sumbu
yang sejajar sumbu Y, cara
menentukan bayangan bangun oleh
komposisi dua refleksi berurutan
terhadap dua sumbu yang sejajar
sumbu X, cara menentukan bayangan
bangun oleh komposisi dua refleksi
berurutan terhadap dua sumbu yang
saling tegak lurus, cara menentukan
bayangan bangun oleh komposisi dua
refleksi berurutan terhadap dua sumbu
yang saling berpotongan, cara
menentukan bayangan bangun oleh
komposisi dua rotasi sepusat yang
berurutan, dari Aktivitas Kelas
Peserta didik dan guru secara
bersama-sama membahas jawaban
soal-soal dari Aktivitas Kelas
Peserta didik diingatkan untuk
mempelajari kembali materi mengenai
komposisi transformasi, yang terdiri
dari komposisi dua translasi
berurutan, komposisi dua refleksi
berurutan, komposisi dua rotasi
sepusat yang berurutan, dan
komposisi transformasi dengan
menggunakan matriks, untuk
menghadapi ulangan harian pada
pertemuan berikutnya

Penutup Peserta didik membuat rangkuman
dari materi mengenai komposisi dari
beberapa transformasi geometri
beserta matriks transformasinya.
Peserta didik diberikan pekerjaan
rumah (PR) berkaitan dengan materi
mengenai komposisi dari
beberapa transformasi geometri
beserta matriks
transformasinyaberdasarkan latihan
alam uku paket


.
I. Penilaian
a. Teknik pelajaran
Tes tertulis dan uraian
b. Bentuk instrumen
Tes uraian
c. Contoh instrument
J. Alat dan Sumber Belajar
Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas XII Semester 1, .
- Buku referensi lain.
- Lembar Kerja Siswa
Alat :
Laptop
LCD
Cermin


KEPALA SEKOLAH GURU MATEMATIKA



( ) ( )