Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

UNTUK SISWA SMA KELAS XII IPA SEMESTER GANJIL



Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semerter
Dalam Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika


Oleh:
NINING YURIANI
2411.037

Dosen Pembimbing:
M. IMAMMUDIN, S.Pd

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
STAIN SYECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
2013




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : ............................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : 3.1 menggunakan sifat-sifat dan operasi matrik untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi
lain.
C. Indikator :
3.1.1 Mengenal bentuk dan ciri matriks persegi
3.1.2 Mengetahui dan memahami notasi dan ordo matriks
3.1.3 Mengetahui jenis-jenis matriks
3.1.4 Mengetahui transpose suatu matriks
3.1.5 Menuliskan dan memahami informasi dalam bentuk matriks

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat mengetahui apa itu matriks persegi
2. Siswa dapat mengetahui dan memahami notasi dan ordo matriks
3. Siswa dapat mengetahui jenis-jenis matriks
4. Siswa mengetahui transpose suatu matriks
5. Siswa bisa menuliskan informasi dalam bentuk matriks

E. Materi Ajar
1. Pengertian Matriks
Sebuah matriks didefenisikan sebagai susunan bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom yang berbentuk persegi / persegi panjang dan diletakkan diantara dua kurung biasa (
) atau kurung siku [ ].
a. Notasi matriks
Bilangan-bilangan yang tersusun dalam matriks disebut elemen (enti) matriks. Baris
sebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar (horizontal), sedangakan
kolom atau lajur sebuah matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak (vertikal)
dalam matriks iu.
Letak sebuah elemen dalam sebuah matriks ditentukan berdasarkan baris dan kolom
dimana elemen itu terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j sebuah matriks A akan
dilambangkan dengan a
ij
.
A
|
|
|
.
|

\
|
=
33 32 31
23 22 21
13 12 11
a a a
a a a
a a a
baris
kolom
Suatu matriks lazimnya diberi notasi dengan huruf-huruf kapital misalnay: A, B, C, D,
.....,P, Q dst.
Bentuk umum suatu matriks:
A= (a
ij
)
|
|
|
.
|

\
|
=
amn am am
n a a a
.. 2 1
... ... .... ....
1 ... 12 11

Keterangan:
Bentuk a
ij
menyatakan elemen a terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j sehingga:
a
11
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke 1
a
12
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke 2
a
1n
= elemen matriks baris ke-1 kolom ke n
a
32
= elemen matriks baris ke-3 kolom ke 2
a
m1
= elemen matriks baris ke-m kolom ke 1
b. Ordo matriks
Ordo sebuah matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan kolom pada matriks
tersebut. Ordo sebuah matriks disebut juga ukuran sebuah matriks. Perhatikan dalam
menyatakan ordo sebuah matriks selalu didahului oleh banyaknya kolom. Sebuah matriks A
yang mempunyai m baris dan n kolom, maka ordonya adalah m x n dan dituliskan sebagai

.
c. Jenis-jenis matriks
1) Matriks persegi
Suatu matriks yang memiliki banyaknya baris sama dengan banyak kolom, disebut
matriks persegi. A= *


+
2) Matriks baris
Matriks yang hanya mempunyai satu baris saja disebut matriks baris. Ordo matriks
baris ditulis (1 x n ) dengan n > 1, dan n bilangan asli.
S
1x2
= [1 12] Q
1x4
= [ 4 5 6 13 ]
3) Matriks kolom
Matriks yang hanya mempunyai satu kolom disebut matriks kolom. Ordo matriks
kolom ditulis (m x 1) dengan m 2, dan m A.
4) Matriks diagonal
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen atau unsur di luar
diagonal utamanya adalah nol
A
2x2
*


+
5) Matriks identitas
Suatu matriks dikatakan sebagai matriks identitas, apabila diagonal yang elemen-
elemen atau unsur-unsur diagonal utamanya bernilai 1 (satu). Perhatikan contoh
berikut:
I
2x2
= *


+
6) Matriks nol
Dikatakan sebagai suatu matriks nol, apabila semua elemen atau unsurnya adalah nol.
A
2x2
= *


+
7) Matriks simetris / setangkup
Matriks simetris adalah matriks persegi yang unsur pada baris ke-i kolom ke-j sama
dengan unsur pada baris ke-j kolom ke-i.
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
0 2 5
2 0 4
1 4 10
, dimana a
21
= a
12
=4, a
32
= a
23
=2
8) Matriks segitiga
Matriks segitiga adalah matriks persegi yang mempunyai elemen-elemen diatas
diagonal utamanya bernilai nol atau elemen-elemen dibawah diagonal utamanya
bernilai nol.
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
3 2 5
0 2 4
0 0 10
, disebut matriks segitiga bawah
A
3x3
=
|
|
|
.
|

\
|
=
3 0 0
2 2 0
1 3 10
, disebut matriks segitiga atas.
d. Transpose suatu Matriks
Transpose dari suatu matriks A
mxn
dapat dibentuk dengan cara menukarkan baris
matriks A menjadi kolom matriks baru dan kolom matriks A menjadi baris matriks baru.
Matriks baru dinyatakan dengan lambang

atau

[

]

e. Kesamaan Dua Matriks
Dua buah matriks A dan B dikatakan sama (ditulis A=B ), jika dan hanya jika kedua
matriks itu mempunyai ordo yang sama dan elemen-elemen yang seletaknya sama. Karena
menggunakan ungkapan jika dan hanya jika maka pengertian ini berlaku menurut dua arah,
yaitu:
1) Jika maka haruslah ordo kedua matriks itu sama, dan elemen-elemen yang
seletak sama.
2) Jika dua buah matriks mempunyai ordo yang sama, elemen-elemen yang seletak juga
sama maka .

F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode Pembelajaran
Inkuiri, tanya jawab, penugasan

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
- Berdoa



- Siswa
memperhatikan
5 menit
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru
8 menit
Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru
5 menit
Kegiatan inti Eksplorasi:
Guru mengadakan Tanya jawab
dengan siswa untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa terhadap
matriks.
Guru menjelaskan bentuk dan ciri
matriks serta jenis-jenis matriks
Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Memberikan contoh soal


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang
di jelaskan guru





45
menit
Elaborasi:
Memberikan latihan
Membimbing siswa dalam
mengerjakan latihan
Meminta beberapa siswa untuk
mengerjakan latihan kedepan kelas

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan
latihan kedepan

15
menit
Konfirmasi:
Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber.
memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk

Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru

10
menit
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.

Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
12
menit

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
- Kuis
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat
3. Contoh Instrumen :
1) Tentukan banyak kolom dan baris dari matriks berikut:
|
|
|
.
|

\
|
3 3 1
0 2 2
0 0 1

Jawab: Adapun bentuknya sebagai berikut:
|
|
|
.
|

\
|
3 3 1
0 2 2
0 0 1
atau
(
(
(

3 3 1
0 2 2
0 0 1

Banyaknya baris 3 bobot 4
sedangkan banyaknya kolom 3 bobot 4
sehingga ordo matiks adalah 3 x 3. Bobot 2
2) Dua matriks A dan matriks B dikatakan sama apabila ordonya sama dan elemen-
elemen yang seletak juga sama
A=
|
|
.
|

\
|

+
y x
y x
4
5
dan B=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
. Tentukan x!
Jawab :

|
|
.
|

\
|

+
y x
y x
4
5
=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
bobot 3

bobot 1.5
bobot 1.5
Eliminasi, sehingga:
bobot 3
bobot 1











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : .......................................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah.

B. Kompetensi Dasar : 3.1 Menggunakan sifat-sifat dan operasi matrik untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi
lain.
C. Indikator :
1.1.1 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pemjumlahan matriks
1.1.2 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pengurangan matriks
1.1.3 Melakukan operasi matriks dalam bentuk perkalian matriks
1.1.4 Melakukan operasi matriks dalam bentuk pembagian matriks

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk penjumlahan matriks
2. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk pengurangan matriks
3. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk perkalian matriks
4. Siswa mampu menyelesaikan operasi matriks dalam bentuk pembagian matriks

E. Materi Ajar
1. Konsep
a. Penjumlahan matriks
Jika A dan B adalah dua buah matriks borordo ssama maka jumlah matriks A dan B
ditulis A + B adalah sebuah matriks baru C yang diperoleh dengan menjumlahkan elemen-
elemen matriks A dengan elemen-elemen B yang seletak. Penjumlahan matriks A dan B
terdefenisi hanya jika ordo A sama dengan ordo B.
Sifat-sifat penjumlahan matriks:
- Komutatif, A + B = B + A
- Asosiatif, (A + B )+ C = A + (B + C )
- Sifat lawan, A + (-A )= 0
- Identitas penjumlahan, A + 0 = A

b. Pengurangan matriks
Pengurangan matriks A dengan B adalah suatu matriks yang elemen-elemennya
diperoleh dengan cara mengurangkan elemen matriks A dengan elemen matriks B yang
bersesuaian (seletak), atau dapat pula diartikan sebagai menjumlahkan matriks A dengan
lawan (negatif) dari B, dituliskan : A B = A + (-B). Pengurangan matriks A dan B
terdefenisi hanya jika ordo A sama dengan ordo B.
c. Perkalian Matriks
Misalkan A adalah suatu matriks berordo dengan elemen-elemen

dan k
adalah suatu bilangan real. Jika matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k
terhadap matriks A, ditulis , maka matriks C berordo dengan elemen-
elemen matriks C ditentukan oleh:


Sifat-sifat perkalian matriks:
-
-
-
-
-
1. Perkalian matriks berordo terhadap matriks berordo
Defenisi:
Misalkan A adalah matriks baris berordo


Dan B adalah matriks kolom berordo

(


Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks A terhadap B atau C=AB, maka
- Matriks C berordo , dalam hal ini C adalah sebuah skalar.
- Matriks C ditentukan oleh:
[

].


F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode pembelajaran
Ikuiri, tanya jawab, penugasan

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Berdoa



- Siswa
5 menit
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
memperhatikan
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru
8 menit
Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru
5 menit
Kegiatan inti Eksplorasi:
Guru mengadakan Tanya jawab
dengan siswa untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa terhadap
operasi matriks.
Guru menjelaskan bentuk operasi-
operasi matriks
Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Memberikan contoh soal


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang
di jelaskan guru





45
menit
Elaborasi:
Memberikan latihan
Membimbing siswa dalam
mengerjakan latihan
Meminta beberapa siswa untuk
mengerjakan latihan kedepan kelas

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan
latihan kedepan

15
menit
Konfirmasi:
Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber.
memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.


Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru

10
menit
Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
12
menit

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat
3. Contoh Instrumen :
1). Jika A =
|
|
.
|

\
|
0 1
2 3
, B =
|
|
.
|

\
|
5 2
1 4
dan C =
|
|
.
|

\
|
3 3
2 2

a. Tentukan A + B
b. Tentukan A C
c. Tentukan A . B
d. Tentukan B . C
Jawab:
a. A + B = (


) (


) (


) bobot 2

b. (


) (


) (


) bobot 2

c. (


) (


) (


) bobot 3

(


)
d. (


) (


) (


)
(


)
(


) bobot 3
2). A=
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
. B=
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
. Carilah A + B dan A B
Jawab:
a) A + B =
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
+
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
=
|
|
.
|

\
|
+ +
+ +
1 3 4 2
5 5 5 1
bobot 5

=
|
|
.
|

\
|
4 6
10 6

b) A B =
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
-
|
|
.
|

\
|
1 4
5 5
=
|
|
.
|

\
|


1 3 4 2
5 5 5 1


=
|
|
.
|

\
|

2 2
0 4
bobot 5



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII/I
Jumlah pertemuan : 3 X 45 (1x Pertemuan)
Pertemuan ke : .......................................

A. Standar Kompetensi : 3. Menggunakan konsep matriks, vektor dan transformasi
dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi Dasar : 3.1 menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk
menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain
C. Indikator : 3.1.2 mengenal invers matriks persegi berordo 2

D. Tujuan Pembelajaran : 1. siswa bisa mengenal invers matriks persegi
E. Materi Ajar
1. Pengertian dua matriks saling invers
Jika A dan B adalah matriks persegi dengan ordo yang sama sehingga AB = BA = I,
maka B merupakan invers dari A dan A merupakan invers dari B.
A =
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
B =
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
, maka

AB =
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
=
|
|
.
|

\
|
1 0
0 1
= 1

BA =
|
|
.
|

\
|


1 1
1 2
|
|
.
|

\
|
2 1
1 1
=
|
|
.
|

\
|
1 0
0 1
=1
Terlihat bahwa AB=BA= 1. Hal ini berarti bahwa matriks B merupakan invers dari
matriks A, sebaliknay matriks A merupakan invers dari matriks B. Invers dari Matriks A
dituliskan A
-1
,sehingga diperoleh:
A.A
-1
= A
-1
.A =1
Contoh:
1 . A=
|
|
.
|

\
|
3 2
5 1
. carilah A
-1

Jawab:
A
-1
=


|
|
.
|

\
|


1 2
5 3

=
|
|
|
|
.
|

\
|

7
1
7
2
7
5
7
3

F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode pembelajaran
Ikuiri, tanya jawab, penugasan

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajarannya sebagai berikut:

Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
- Berdoa



- Siswa
memperhatikan
10
menit
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan
guru

Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan
guru

Kegiatan inti Eksplorasi:
Guru mengadakan Tanya jawab
dengan siswa untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa terhadap
jenis-jenis operasi matriks.
Guru menjelaskan bentuk operasi-
operasi matriks
Melibatkan peserta didik secara
aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Memberikan contoh soal


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang
di jelaskan guru





65
menit
Elaborasi:
Memberikan latihan
Membimbing siswa dalam
mengerjakan latihan
Meminta beberapa siswa untuk
mengerjakan latihan kedepan kelas

Mengerjakan
latihan
Mengerjakan
latihan dibawah
bimbingan guru
Beberapa siswa
mengerjakan
latihan kedepan

Konfirmasi:
Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta
didik,
Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai
sumber.
memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.


Memperhatikan
apa yang
disampaikan guru


Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan
guru
15
menit

I. Penilaian
1. Jenis :
- Tugas individu
- Kuis
2. Bentuk:
- Tes tertulis dalam uraian singkat

3. Contoh Instrumen :

Tentukan A
-1
, jika diketahui A =

|
|
.
|

\
|
0 1
2 3

Jawab:
A
-1
=


|
|
.
|

\
|


3 1
2 0

=


|
|
.
|

\
|


3 1
2 0



=
|
|
.
|

\
|
2
3
2
1
1 0















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII / 1
Program :IPA
Jumlah pertemuan : 6 x 45 menit (2 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks vektor dan transformasi dalam
pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar : Menentukan determinan dan invers dari matriks 2 x 2
C. Indikator :
- Menentukan determinan dari matriks 2 x 2
- Menentukan invers dari matriks 2 x 2
D. Tujuan pembelajaran
- Siswa dapat menentukan determinan dari matriks 2 x 2
- Siswa dapat menentukan invers dari matriks 2 x 2
E. Materi Ajar
1. Determinan Matriks 2 x 2
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa determinan suatu matrik 2x2 adalah
pengurangan dari hasil kali antara elemen-elemen diagonal utama dan diagonal
lainnya.
Misalkan matriks A = *


+ yang dimaksud determinan dari matrik A
adalah :

Det A = = |


| = ad bc

2. Invens matriks 2x2
Beberapa langkah untuk invers dari suatu matrik :
- Mempertukarkan elemen pada diagonal utama.
- Mengubah tanda elemen-elemen pada diagonal utama.
- Kalikan dengan super determinan matriks tersebut.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa jika suatu matriks
A = *


+ maka invers dari matrik A = []
-1
dapat ditulis dengan rumus :

A
-1
=


*


+ =

*


+

1. Determinan matriks 2 x 2
1) Tentukanlah det A jika A = *


+
Jawab :
Det A = (1 x 4-2 x 3) = 4 6 = -2

2) Tentukanlah det B jika B = *


+
Jawab :
Det B = (5 x 9 6 x 7) = 45 42 = -2

2. Invers matriks 2 x 2
1) Jika diketahui matriks A = *


+ maka tentukanlah A
-1

Jawab :

A
-1
=

*


+
=

*


+
=

*


+
= [


]



F. Alokasi Waktu
Tatap Muka : 2 x 40 menit = 80 menit
Penugasan terstruktur : 60% x 80 menit = 48 menit
Kerja Mandiri tak terstruktur : 30 menit
G. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan adalah metode ekspositasi inkuisi

H. Kegiatan pembelajaran

Tahap
Kegiatan
Alokasi
waktu
Guru Siswa
Pendahuluan




















Kegiatan Inti


Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam
dan membimbing siswa
untuk berdoa dan
membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan
siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini.
Guru menyampaikan
batasan pelajaran.
Apersepsi
- Mengingatkan kembali materi
yang lalu.
Motivasi
- Apabila materi ini dapat
dikuasai dengan baik oleh
siswa, siswa dapat menjelaskan
konsep-konsep determinan
matriks 2x 2.
Eksplorasi
- Guru menjelaskan
determinan matriks 2 x 2













- Siswa memperhatikan dan
menanggapi apa yang
disampaikan oleh guru.






- Siswa mencatat dan
menanggapi pernyataan
10 menit





















65 menit


















Kegiatan
Penutup









- Guru memberikan contoh
soal tentang determinan
matriks 2 x 2
- Guru memberikan soal
latihan kepada siswa
Elaborasi
- Guru menyerahkan kegiatan
siswa atau memeriksa apakah
siswa mengerjakan latihan.
Konfirmasi
- Guru meminta siswa
mengerjakan soal latihan di
depan kelas.
- Guru meminta penegasan
terhadap apa yang dikerjakan
siswa.

- Guru menyampaikan batasan
pelajaran. Guru meminta
salah seorang siswa untuk
menyimpulkan materi.
- Guru memberikan
kesempatan kepada siswa
untuk memahami materi yang
dipelajari tadi.
- Guru memberikan Quis
diakhir pelajaran.
dari guru.









- Siswa mengerjakan soal
latihan.
- Siswa berdiskusi dengan
teman sebangkunya untuk
mengatasi kesulitan-
kesulitan mereka dalam
menelesaikan soal latihan.
























15 menit











I. Penilaian
1. Jenis penilaian
Quis
2. Bentuk Penilaian
1) Tes tertulis dalam bentuk uraian
3. Contoh Instrumen
1. Determinan Matriks 2 x 2
1) Matriks A = *


+ adalah ..
Jawab:
A = *


+
= (8.4) - ((-6).(-5)) bobot 8
= 32 30 = 2 bobot 2
2) Jika F = *


+ dan det F = maka nilai a adalah ..
Jawab:
F = *


+ = det F = *


+ bobot 8
9 = 2a 1 bobot 1
a = 5 bobot 1
3) Diketahui C = *


+ dan det c = s maka nilai x + 2 adalah
Jawab:
Det C = 27 + x nilai x + 2 = -32 + 2
-S = 27 + x = -30 bobot 5
X = -32 bobot 5
2. Invers
1) A
-1
dari matriks A = *


+ adalah
Jawab:
A
-1



*


+

= -

*


+ bobot 8
= [


] bobot 2

2) Jika bc invers dari matriks *


+ adalah ...
Jawab:
M
-1
=



*


+


= -

*


+ bobot 10


3) Invers dari matriks *


+ adalah
Jawab:
H
-1



*


+

= -

*


+ bobot 8
= *


+ bobot 2









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : SMA
Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : XII / 1
Program : IPA
Jumlah pertemuan : 6 x 45 menit (2 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi : Menggunakan konsep matriks, vektor, dan Transformasi
dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar : Menggunakan konsep determinan dan invers dalam
menyelesaikan system persamaan linear dua variabel
Sistim persamaan dan dua variabel.
C. Indikator :
- Menentukan persamaan matriks dan SPLDV.
- Menentukan penyelesaian SPLDV dengan determinan.
- Menylesaikan SPLDV dengan invens matriks
D. Tujuan Pembelajaran:
- Siswa dapat menentukan persamaan matriks dan SPLDV.
- Siswa dapat menentukan penyelesain SPLDV dengan
determinan.
- Siswa dapat mnyelesaikan SPLDV dengan invens matriks.

E. Materi Ajar
1. Persamaan matrik dan SPLDV
Misalkan terdapat sistim persamaan linear dua variabel yaitu :
ax + by =d bentuk tersebut dapat diubah menjadi bentuk matriks
cx + gy = e

yaitu : [


] *

+ = [

]

2. Menyelesaikam SPLDV dengan determinan matriks
Misalkan terdapat SPLDV dengan persamaan sebagai berikut :

*


+ *

+ = *

+

Berdasarkan prhitungan invens didapat nilai x dan y ditumjukkan oleh
persamaan sebagai berikut :
*

+ =


*


+ *

+

= [

]
Dalam bebtuk yang terpisah diperoleh :

x =



dan y =



jika ditulis dalam bentuk matriks

x =
[


]
*


+

dan y =
*


+
*


+

secara luas ditulis :

x =

dan y =

, dan D

3. Menyelesaikan SPLDV dengan invens matriks
Misalka terdapat SPLDV dengan bentuk
ax + by = p
cx + dy = q

Langkah-langkah menentukan penyelesaian SPLDV tersebut dengan invens matriks
adalah :
1) Nyatakan SPLDV dalam bentuk matriks

*


+ *

+ = *

+
2) Tentukan invers matriks *


+ yaitu


*


+






3) Kalikan persamaan matriks pada langkah (7) dengan langkah (2) dari kiri
sebagi berikut :

*

+ =


*


+ *

+

Dari langkah (3) ini didapat nilai x dan y

1. Menyelesaikan SPLDV dengan determinan matriks
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian dari
2x sy = 9
4x + 3y = 5
Dengan menggunakan metode determinan.
Jawab :
Dalam bentuk matriks SPLDV tersebut adalah :

Jawab :
Dalam bentuk matriks SPLDV tersebut adalah :
*


+ *

+ = [

]

D = *


+ = 26 Dx = *


+ = S2 , DY = *


+ = -26

X =


= 2 y =


= -1
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : [ ]


2. Menyelesaikan SPLDV dengan invens matriks
1) Tentukan himpunan penyelesaian dari :
2x + 3y = 16
3x + 5y = 5
Dengan menggunakan invens matriks.
Jawab :

- *


+ *

+ = [

]

- Invens dari *


+ adalah

*


+

- *

*


+ [

]

= [

] = [


]
Jadi himpunan penyelesainnya adalah [ ]

F. Metode pembelajaran
Metode yang digunakan adalah metode ekspositasi.

G. Kegiatan pembelajaran


Tahap
Kegiatan
Alokasi
Waktu Guru

Siswa
Pendahuluan Kegiatan awal
- Guru mengucapkan salam dan
membimbing siswa untuk berdoa
dan membaca al-Quran.
- Guru memeriksa kesiapan siswa
- Guru menyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada
- Berdoa



- Siswa
memperhatikan
10 menit
pertemuan ini.
- Guru menyampaikan batasan
pelajaran.
Apersepsi: Guru mengingatkan
kembali materi yang telah dipelajari
sebelumnya dan mengaitkan dengan
materi yang akan dipelajari.
Memperhatikan guru
Motivasi:
Menyampaikan manfaat dari materi
pembelajaran
Memperhatikan guru
Kegiatan inti 1) Eksplorasi
- Guru menjelaskan tentang
penelesaian SPLDV dengan
invens matriks.
- Guru memberikan kesempatan
untk siswa bertanya.
- Guru memberikan soal latihan
kepada siswa.
2) Elaborasi
- Guru mengecek pekerjaan
siswa.
- Guru memberikan penguatan
kepada siswa.

3) Konfirmasi
- Guru dan siswa membahas
soal latihan tersebut bersama-
sama.


Memperhatikan,
mendengarkan
dan mencatat yang di
jelaskan guru





65 menit
Penutup Membimbing siswa membuat
kesimpulan.
Memberikan PR dirumah
/ beberapa soal untuk dirumah.
Meminta kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
Menyimpulkan
materi dibawah
bimbingan guru
Mengerjakan PR

Memperhatikan guru
15 menit

H. Penilaian
1. Jenis penilaian
1) Quis
2. Bentuk Penilaian
1) Tes tertulis dalam bentuk uraian.
3. Contoh Instrumen
1. Penelesaian SPLDV dengan determinan matriks.
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian SPLDV berikut dengan menggunakan
determinan matriks.
2x + 5y = 11
x + y = 4
Jawab:
*


+ *

+ = [

] bobot 1
D = *


+ = -3 bobot 2
Dx = *


+ = -9 , Dy = *


+ = 3 bobot 5
X =


= 3 y =


= 1 bobot 2
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : [ ]

2) 4x 5y = 22
3x + 3y = 15
Jawab:
*


+ *

+ = [

] bobot 1
D = *


+ = 27 bobot 2
Dx = *


+ = 141 , Dy = *


+ = - 6 bobot 5
x =

, y =


bobot 2
Jadi : himpunan penyelesaiannya adalah : *(

)+

2. Penyelesaian invers SPLDV dengan invers matriks.
1) Tentukanlah himpunan penyelesaian SPLDV berikut dengan menggunakan
invers matriks.
2x + y = 12
3x 2y = 25
Jawab:
*


+ *

+ = [

] bobot 2
*

+ = -


*


+ [

] = -


+ [

] bobot 8
2) 5x 3y = 9
7x 6y = 9
Jawab:
*


+ *

+ = [

] bobot 2
*

+ = -


*


+ [

] = -

+ [

] bobot 8