Anda di halaman 1dari 4

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Hess corporation merupakan perusahaan swasta internasional yang bergerak dalam bidang eksplorasi

dan produksi minyak mentah dan gas alam serta mengolah dan memasarkan produk-produk tersebut. Salah satu perusahaan Hess corporation yang ada di Indonesia adalah Hess (Indonesia-Pangkah), Ltd. Blok Pangkah berlokasi di daerah pesisir lepas pantai utara Gresik - Jawa Timur. Hess (Indonesia-Pangkah), Ltd merupakan lahan produksi, yang dikembangkan menjadi tiga fasilitas produksi yaitu LPGF (Liquified Petroleum Gas Facilities), GPF (Gas Petroleum Facilities), dan OTF (Oil Treatment Facilities). Produk yang dihasilkan oleh HESS (Indonesia-Pangkah)Ltd adalah light sweet oil dan LPG (Liquified Petroleum Gas) yang dikirim ke konsumen melalui kapal tanker, serta produk sales gas (yang berupa natural gas ) yang langsung dijual ke PJB Gresik. Kompresor flash gas yang berada pada OTF, merupakan suatu peralatan yang sangat penting dalam proses produksi di HESS (Indonesia-Pangkah), Ltd. Fungsi dari kompresor flash gas adalah untuk meresikurlasi ulang gas dari proses pemisahan hydrocarbon liquid dari sludge catcher yang akan diolah menjadi light sweet oil di OTF. Hydrocarbon liquid yang berasal dari sludge catcher yang akan diolah di OTF masih mengandung gas, sehingga gas tersebut diambil dan diresirkulasi oleh flash gas kompresor dengan beberapa tahap untuk kembali ke sludge catcher yang selanjutnya dikirim ke GPF untuk diolah menjadi produk gas. Dilihat dari fungsinya yang sangat vital di OTF,maka kompresor flash gas ini dapat dikatagorikan menjadi peralatan kritis karena apabila mengalami kerusakan maka akan mempengaruhi produk di OTF maupun GPF. Dari penemuan di lapangan pada awal Januari tiba-tiba kompresor mati, dan ditemukan penggumpalan pelumas yang menjadi jelly di filter dan strainer dilihat dari data yang ada, 1.1

2 diketahui bahwa kompresor flash gas sering mengalami kerusakan pada sistem lubrikasi. Untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut maka akan dianalisa dengan menggunakan metode Root Cause Failure Analysis (RCFA) dengan skema fish bone diagram. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kerusakan pada sistem lubrikasi kompresor flash gas dan untuk membuat perencanaan perawatan yang baru, supaya tidak terjadi lagi kerusakan yang berulang pada kompresor flash gas di waktu yang akan datang. 1.2 Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dapat diberikan berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut: 1. Apa saja komponen-komponen kritis pada kompresor flash gas? 2. Bagaimana analisa terjadinya kerusakan pada kompresor flash gas? 3. Bagaimana strategi perawatan yang tepat untuk mengatasi kerusakan pada kompresor flash gas? 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui komponen-komponen kritis pada kompresor flash gas 2. Mendapatkan penyebab kerusakan yang terjadi pada kompresor flash gas 3. Mengetahui strategi perawatan yang tepat untuk mengatasi kerusakan pada kompresor flash gas. 1.4 Batasan Masalah Supaya pembahasan permasalahan ini tidak meluas, maka perlu adanya beberapa batasan masalah sebagai berikut: 1. Penelitian di lakukan pada proses OTF di HESS (Indonesia-Pangkah) Ltd

3 2. 3. Obyek penelitian adalah kompresor flash gas (ARIEL JGT/6) Data yang dianalisa berdasarkan data dari CMMS (Computerized Maintenance Management System) SAP Dari sistem yang ada, pembahasan hanya difokuskan pada data PM 01(Planned Order) dan PM 02(Emergency) pada departemen mekanik. Analisa data dilakukan pada komponen kritis atau komponen yang sering mengalami kerusakan pada kompresor flash gas. Analisa data dengan menggunakan metode RCFA (Root Cause Failure Analysis) dengan skema fish bone diagram.

4.

5.

6.

1.5

Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : 1. Memberikan informasi yang jelas kepada mahasiswa tentang teori analisa tentang pengelolaaan perawatan dan penerapannya dalam dunia industri. 2. Memberi masukan pada perusahaan dalam mengevaluasi dan memperbaiki strategi pengelolaan perawatan.

Sistematika Penulisan Laporan Sistematika penulisan tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa bab yang dapat dijabarkan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan perancangan, batasan masalah, serta sistematika penulisan tugas akhir. BAB II DASAR TEORI Bab ini berisi teori-teori dari berbagai referensi yang didapat selanjutnya digunakan sebagai dasar teori dalam

1.6

4 melakukan pengelolaan perawatan untuk kasus yang dibahas di dalam tugas akhir. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini terdiri dari tahapan yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir. BAB IV ANALISA DATA PENELITIAN Bab ini terdiri dari analisa data perawatan yang didapat dari perusahaan. BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari analisa penelitian yang telah dilakukan, dan saran sebagai kesempurnaan dalam pengelolaan perawatan