Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN KEUANGAN

MANAJEMEN KAS DAN PIUTANG

DOSEN: Dr. Dwi Fitri Puspa., SE., M.Si. Ak

ARUS KAS PERUSAHAAN INDUSTRI

BRG JADI

BRG DLM PROSES BHN MENTAH GAJI &UPAH &BIAYA LAINNYA

PIUTANG DAGANG

AKTIVA TTP

HTG DAGANG

PENJUALAN TUNAI

KAS
HUTANG

MODAL SENDIRI

MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA

Kas merupakan aktiva yang paling likuid. Pengertian Kas adlh uang tunai yang ada ditangan dan dana yang disimpan di Bank dalam berbagai bentuk seperti deposito, rekening koran. Surat berharga merupakan investasi jangka pendek yang bersifat temporal, yang apabila perusahaan memerlukan kas dengan segera dapat dijual atau diubah dalam bentuk kas. Manfaat mempertahankan kas yang cukup: 1. Memperoleh bunga dari investasi surat berharga 2. Memiliki kas yang cukup, dapat memperoleh potongan pembelian dari supplier. 3. Memperoleh peringkat yang baik dengan mempertahankan aktiva likuid (credit rating). 4. Keadaan darurat seperti pemogokan, kebakaran.

Motif Memegang Kas


1. Motif transaksi:Kas untuk membayar berbagai transaksi bisnis baik reguler maupun tidak. 2. Motif berjaga-jaga (Precautionary balance): Ketidakpastian aliran kas pada masa datang. Mempertahankan saldo kas guna memenuhi permintaan tidak terduga. - prediksi pengeluaran dan penerimaan kas akurat saldo kas berjaga-jaga rendah. - memiliki akses kuat ke sumber dana eksternal, saldo kas ini juga rendah 3. Motif Spekulatif: untuk memperloleh keuntungan dari perubahan harga surat berharga. Apabila tingkat bunga diperkirakan turun, perusahaan merubah kas menjadi saham dengan harapan harga saham akan naik bila semua investor punya persepsi yang sama dan sebaliknya. IHSG awal september 1993: 275 dan tingkat suku bunga deposito 18-20% , pada september 1993 IHSG naik diatas 400 dan tingkat suku bunga 11-14% Semester pertama 1998 suku bunga meningkat sangat tinggi sampai 60% (bunga deposito berjangka satu bulan). IHSG turun dari 600 awal tahun 1997 ke 330.

MENENTUKAN KAS YANG OPTIMAL

Kas dan surat berharga yang optimal sangat tergantung atas trade-off antara Tingkat bunga dan biaya transaksi. Jika kondisi yg akan datang diketahui dengan pasti maka akan mudah menentukan kas optimal. Jika perusahaan kelebihan kas, maka akan segera diinvestasikan ke surat berharga sepanjang tidak sulit melaku kan pembayaran. Jika tidak ada biaya transaksi dan surat berharga dapat diubah Menjadi kas maka sebetulnya perusahaan tidak memerlukan kas. Dalam kondisi pasti model yang paling sederhana menentukan kas optimal adalah dengan model persediaan. Konsep dasarnya adalah carrying cost atas memegang uang tunai (opportunity cost atas bunga yang hilang) adalah sama dengan biaya tetap untuk merubah surat berharga menjadi uang tunai. Baumal (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan kas dalam satu perusahaan mirip dengan persediaan.

MENENTUKAN KAS OPTIMAL


1. Model Persediaan (Baumol 1952).

Saldo Kas Tinggi Saldo kas terlalu rendah

Kehilangan kesempatan investasi

Kesulitan likuiditas

Kas Optimal ditentukan dengan rumus: C = 2bT/i b = Biaya tetap transaksi, T= total permintaan kas selama periode tertentu i = tingkat bunga atas surat berharga Asumsi permintaan dana setiap periode konstan. Perusahaan dapat memperoleh dana dari menjual surat berharga.

Ilustrasi. Misalkan kebutuhan kas setiap periode sama. Apabila awal periode jlh kas = C, maka lama-lama saldo tsb akan nol. Pada saat mencapai nol, perusahaan Perlu merubah aktiva lain (sekuritas) mnj kas sebesar C. Pertanyaan, berapa jumlah Sekuritas yang harus dirubah menjadi kas setiap kali diperlukan yang akan meminimunkan biaya karena memiliki kas dan biaya karena merubah sekuritas menjadi kas. Kas Optimal ditentukan dengan rumus:
C = 2bT/i

b = Biaya tetap transaksi, T= total permintaan kas selama periode tertentu i = tingkat bunga atas surat berharga Asumsi permintaan dana setiap periode konstan. Perusahaan dapat memperoleh dana dari menjual surat berharga. Contoh:kebutuhan kas setiap tahun Rp 1.200 juta, pemakaian per hari Konstan. Biaya transaksi setiap kali merubah sekuritas menjadi kas Rp 50.000 Tingkat bunga krn memiliki sekuritas 12%/tahun.
Hitung jumlah kas yg hrs dirubah menjadi sekuritas setiap kali:

C= 2(50.000)(1.200jt)/0,12=31,623juta. Artinya perusahaan perlu menjual sekuritas senilai Rp 31,623 jt setiap kali saldo kas nya mencapai nol.

Dengan begitu perusahaan akan meminimumkan biaya karena kehilangan Kesempatan untuk menanamkan dana pada sekuritas dan biaya transaksi: 1. Biaya kehilangan kesempatan=(rp 31,623jt /2) x 0.12 = Rp 1.897 juta 2. Biaya transaksi = ( rp 1.200/31.623jt) x Rp 50.000 = Rp 1.897 jt
Tampak bahwa pada saat total biaya minimum, biaya kehilangan kesempatan sama dengan biaya transaksi.

2. Model Miller dan Orr Apabila penggunaan kas per hari tidak tetap, dapat digunakan model berikut. Dengan model ini perusahaan perlu menetapkan batas atas dan batas bawah saldo kas. Apabila saldo kas mencapai batas atas, perusahaan merubah kas, Agar saldo kas kembali ke yg diinginkan dan sebaliknya.
Rumus Miller dan Orr:

Z = [(3o2/4i)] 1/3 O= biaya tetap melakukan transaksi 2= Variance arus kas masuk bersih harian i=bunga harian investasi pada sekuritas. Z= saldo kas yang diinginkan Nilai batas atas yg optimal adalah 3 z dan batas bawah nol. Misalkan: biaya tetap melakukan transaksi= rp 50.000 2 = (2,3jt)2 i= 12% per tahun Z=rp 8,45 jt, maka nilai batas atas 3 x 8.45 jt = Rp 25,35 jt. Pada saldo ini perusahaan harus merubahn rp 16,90 juta menjadi sekuritas agar saldo kembali Ke 8,45 juta yaitu Rp 25,35 juta 16,90 juta = Rp 8,45 juta.

Teknik-teknik Manajemen Kas


Manajemen kas yang efektif memerlukan pengelolaan arus kas masuk dan keluar dengan tepat melalui: 1. Sikronisasi arus kas: situasi dimana arus kas masuk diselaraskan dengan arus kas keluar, sehingga memungkinkan perusahaan mempertahankan saldo kas untuk keperluan transaksi yang rendah. Mempercepat proses kliring cek: proses pengkonversian suatu cek yang telah ditulis dan dikirimkan menjadi uang kas dalam rekening yang dibayar.
Memanfaatkan masa mengambang: Pengeluaran mengambang (disbursement float), penagihan mengambang (collection float) dan nilai mengambang bersih (net float). Disbursement float: nilai dari cek-cek yang telah ditulis tetapi yang masih diproses sehingga belum dikurangkan dari saldo rekening kita oleh bank. Collection float: Jumlah cek yang telah kita terima tetapi yang belum dikredit ke rekening kita. Net float: Selisih antara saldo rekening bank menurut pembukuan pemegang rekening dengan saldo rekening menurut pembukuan bank.

2.
3.

4. Mempercepat penerimaan: - kotak pos khusus yang ditempatkan dekat dengan nasabah - pendebetan otomatisasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan surat berharga Resiko dan tingkat keuntungan berbeda antar satu surat berharga dengan yang lainnya. Resiko : resiko kegagalan (default risk), resiko tingkat bunga, resiko Inflasi, resiko likuiditas. Defaut Risk: peminjam tidak mampu membayar kembali bunga dan pokok. Obligasi pemerintah dapat dikatakan resiko kegagalan nol. Event dapat meningkatkan resiko kegagalan: event risk. Misal, laverage buyout. Resiko tingkat bunga, resiko akibat perubahan tingkat bunga sehingga return yg diperoleh berubah. Inflation Risk akan menurunkan daya beli pendapatan yg kita peroleh. Pembelian surat ber harga real estat cara terbaik untuk mengurangi resiko ini. Ada lagi resiko Marketability risk: resiko surat berharga atau aktiva tidak dapat dijual dengan harga yang wajar karena surat berharga tersebut jarang diperjualbelikan.

MANAJEMEN PIUTANG Persaingan bisnis menyebabkan perusahaan memberi kemudahan dlm persyaratan penjualan, misalnya dg merubah syarat pembayaran yang tadinya tunai ke penjual an kredit. Penjualan kredit memunculkan piutang. Manajemen piutang dimulai dengan keputusan apakah akan memberikan kredit atau tidak. Kebijakan Manajemen Piutang 1. Standar Kredit: kriteria yg dipakai perusahaan menyeleksi langganan yang akan di beri kredit dan brp jumlah yg diberikan. - kebiasaan langganan membayar kembali - kemungkinan langganan tdk membayar kredit - rata-rata jangka waktu pembayaran langganan:Days sales outstanding (DSO), jangka waktu penagihan. 2. Syarat kredit: kondisi yg diisyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari langganan, meliputi lama waktu pemberian kredit dan potongan tunai. Contoh persyaratan kredit: net 30:langganan punya tenggang waktu 30 hari untuk membayar kembali hutangnya tanpa diskon. 6/10, net 60: langganan mempunyai tenggang waktu pembayaran utang kpd perusahaan 60 hari dan apabila pembayarn dilakukan dalam waktu 10 hari akan dapat diskon 6%.

3. Kebijakan penagihan piutang: diukur dengan keketatan atau kelonggaran yang di berikan perusahaan dalam upaya menagih piutang yang lamban pembayarannya. kebijakan mengacu pada prosedur-prosedur yang digunakan untuk menagih piutang yang lewat jatuh tempo. Misalnya surat tagihan bila menunggak 10 hari, surat teguran diikuti pembicaraan lewat telp, bila 30 hari belum dibayar.
Pemantauan terhadap posisi piutang penting 1. Menghindari piutang yang menumpuk yg berakibat arus kas menurun 2. Piutang tak tertagih dapat menutupi laba perusahaan.

Pemantauan: 1. Jangka waktu penagihan:Days Sales Outstanding (DSO) 2. Skedul Umur Piutang DSO = Piutang Usaha/(penjualan/360)

SKEDUL UMUR PIUTANG Perusahaan A Umur Piutang (hari) 0-11 11-30 31-45 46-60 Diatas 60 Total piutang Nilai Piutang Rp 1.232.000 528.000 % dari total 70% 30% Perusahaan B Nilai piut Rp 825.000 460.000 265.000 179.000 31.000 1.760.000 % dari total 47% 26% 15% 10% 2% 100%

1.760.000

MANAJEMEN PIUTANG LANJUTAN

Analisis Ekonomi terhadap piutang Analisis ekonomi merupakan perbandingan antara manfaat dan pengorbanan. Analisis ini diperlukan untuk membuat keputusan tentang piutang: 1. Penjualan kredit tanpa diskon 2. Penjualan kredit dengan diskon 3. Penjualan kredit dengan kemungkinan piutang tidak terkumpul

1. Penjualan kredit tanpa diskon. Perusahaan dagang semula menjual tunai dengan rata-rata Rp 800 jt. Perusahaan merencanakan menawarkan syarat penjualan n/60 Dengan syarat yg baru tsb perusahaan akan bisa meningkatkan penjualan sampai dengan rp 1.050 jt. Profit marjin 15%. Apakah perusahaan perlu beralih ke penjualan kredit, jika biaya dana sebesar 16%.

Manfaat: tambahan keuntungan krn tambahan penjualan = 1.050- 800x15%=37,5 jt Pengorbanan:Perputaran piutang=360hr/60hr=6x setahun, rata-rata piutang=Rp 1050/6=Rp 175 jt. Dana untuk membiayai piutang: 85% x Rp 175 juta=Rp 148,75jt. Biaya dana yg hrs ditanggung krn ada tambahan piutang=148,75 jtx0.16=Rp 23,8 jt Tambahan manfaat: Rp 37,5 jt-Rp 23,8 juta.

2. Menjual secara kredit dengan diskon. Misal perusahaan menawarkan syarat penjualan, 2/20 net 60. Berarti pembeli melunasi pembeliannya hari ke 20, akan dapat diskon 2%. 50% memanfaatkan diskon dan sisa membayar hari ke 60. Buat keputusan menjual dg diskon atau tidak. Analisis Ekonomi: Manfaat: rata-rata periode pembayaran piutang=0.5(20)+0.5(60)=40hari Perputaran piutang=360/40=8X. Rata-rata piutang=1.050/8=Rp 131.25 jt Rata-rata dana untuk membiayai piutang=Rp 131,25 jtx85%= RP 111.56 jt Penurunan biaya dana=(Rp 148,75 - Rp111,56) x 16% = Rp 5,95 juta. Pengorbanan: Diskon yang diberikan, 2%x50%xRp1.050=Rp 10,50 juta Manfaat: Rp 5,95-10,50= (Rp 4,55 juta).

3. Penjualan kredit dengan kemungkinan piutang tidak terkumpul. Dengan contoh diatas diatas diperkirakan 1% tdk tertagih. Apakah akan tetap dijual kredit atau tunai. Analisis Ekonomis: Manfaat: Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan=(1.050-800)x15%=Rp37,5jt Pengorbanan: Perputaran piutang=360hr/60hr=6x, rata-rata piutang Rp1.050/6=Rp175jt. Dana untuk membiayai piutang Rp 148,75jt (85%x175jt). Biaya dana yg hrs ditanggung karena memiliki tambahan piutang: = Rp 148,75 jt x 0,16 = Rp 23,80jt Kerugian karena piutang tidak terbayar = 1% x Rp 1.050 jt= Rp 10,5 jt Total tambahan biaya Rp 23,8 + Rp 10,50 = Rp 34,3 juta Tambahan manfaat bersih Rp 37,5 jt Rp 34,3 = Rp 3,20 juta.