Anda di halaman 1dari 26

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh

Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempattempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri seringkali salah dalam

6
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

Penyakit demam berdarah dengue atau yang disingkat sebagai DBD adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia.

Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita DBD maka nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang yang lain.

2.2. Epidemiologi

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Filipina pada tahun 1953 dan selanjutnya menyebar ke berbagai negara. Di Indonesia penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1968 di Surabaya dengan jumlah penderita 58 orang dengan kematian 24 orang (41,3%). Selanjutnya sejak saat itu penyakit Demam Berdarah Dengue cenderung menyebar ke seluruh tanah air Indonesia dan mencapai puncaknya pada tahun 1988 dengan insidens rate mencapai 13,45 % per 100.000 penduduk. Keadaan ini erat kaitannya dengan meningkatnya

7
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

mobilitas penduduk dan sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi. ( Sherped,2007) Seluruh wilayah Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue karena virus penyebab dan nyamuk penularnya tersebar luas baik di rumah maupun tempat-tempat umum, kecuali yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Pada saat ini seluruh provinsi di Indonesia sudah terjangkit penyakit ini baik di kota maupun desa terutama yang padat penduduknya dan arus transportasinya lancar. Menurut laporan Ditjen PPM dan PLP penyakit ini telah tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Dari 300 kabupaten di 27 provinsi pada tahun 1989 (awal Pelita V) tercatat angka kejadian sebesar 6,9 % dan pada akhir Pelita V meningkat menjadi 9,2 %. Pada kurun waktu yang sama angka kematian tercatat sebesar 4,5 %. ( Halsted SB,2007) KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan Incidence Rate (IR) = 35,19 per 100.000 penduduk dan CFR = 2%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17%, namun tahun-tahun berikutnya IR cenderung meningkat yaitu 15,99 (tahun 2000); 21,66 (tahun 2001); 19,24 (tahun 2002); dan 23,87 (tahun 2003). ( Hadinegoro,2001)

2.3. Etiologi Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne

8
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

viruses (arboviruses). Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga. ( Mansyoer A,1999)

2.4. Vektor Demam Berdarah Dengue Nyamuk Aedes aegypti dewasa berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata nyamuk lain. Nyamuk ini mempunyai dasar hitam dengan bintikbintik putih pada bagian badan, kaki, dan sayapnya. Nyamuk Aedes aegypti jantan mengisap cairan tumbuhan atau sari bunga untuk keperluan hidupnya.( Halsted,2007) Sedangkan yang betina mengisap darah. Nyamuk betina ini lebih menyukai darah manusia dari pada binatang. Biasanya nyamuk betina mencari mangsanya pada siang hari. Aktivitas menggigit biasanya pagi (pukul 9.00-10.00) sampai petang hari (16.00-17.00). Aedes aegypti mempunyai kebiasan mengisap darah berulang kali untuk memenuhi lambungnya dengan darah. Dengan demikian nyamuk ini sangat infektif sebagai penular penyakit. Setelah mengisap darah, nyamuk ini hinggap (beristirahat) di dalam atau diluar rumah. Tempat hinggap yang disenangi adalah benda-benda yang tergantung dan biasanya ditempat yang agak gelap dan lembab. ( Updates pediatric,2002) Disini nyamuk menunggu proses pematangan telurnya. Selanjutnya nyamuk betina akan meletakkan telurnya didinding tempat perkembangbiakan, sedikit

9
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

diatas permukaan air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2 hari setelah terendam air. Jentik kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi nyamuk dewasa. (Hendarwanto,1996)

2.5. Patofisiologi dan Patogenesis Patogenesis DBD tidak sepenuhnya dipahami, namun terdapat dua perubahan patofisiologis yang menyolok, yaitu meningkatnya permeabilitas kapiler yang mengakibatkan bocornya plasma, hipovolemia dan terjadinya syok. Pada DBD terdapat kejadian unik yaitu terjadinya kebocoran plasma ke dalam rongga pleura dan rongga peritoneal. Kebocoran plasma terjadi singkat (24-48 jam). ( Hasan R, 1997) Hemostasis abnormal yang disebabkan oleh vaskulopati, trombositopeni dan koagulopati, mendahului terjadinya manifestasi perdarahan. Aktivasi sistem komplemen selalu dijumpai pada pasien DBD. Kadar C3 dan C5 rendah, sedangkan C3a serta C5a meningkat. Mekanisme aktivasi komplemen tersebut belum diketahui. Adanya kompleks imun telah dilaporkan pada DBD, namun demikian peran kompleks antigen-antibodi sebagai penyebab aktivasi komplemen pada DBD belum terbukti. Selama ini diduga bahwa derajat keparahan penyakit DBD dibandingkan dengan DD dijelaskan dengan adanaya pemacuan dari multiplikasi virus di dalam makrofag oleh antibodi heterotipik sebagai akibat infeksi Dengue sebelumnya. Namun demikian, terdapat bukti bahwa faktor virus serta respons imun cell-mediated terlibat juga dalam patogenesis DBD. ( Halstead,2007)

10
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

2.6. Mekanisme Penularan Demam Berdarah Dengue Penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini mendapat virus Dengue sewaktu mengigit, mengisap darah orang yang sakit Demam Berdarah Dengue atau tidak sakit tetapi didalam darahnya terdapat virus dengue. Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan penyakit Demam Berdarah Dengue. Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. ( Amin P, 2007) Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk kedalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah mengisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain ( masa inkubasi ekstrinsik ). ( Sunarso,2002) Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes aegypti yang telah mengisap virus dengue itu menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menusuk/mengigit, sebelum mengisap darah akan mengeluarkan air liur melalui alat tusuknya (proboscis) agar darah yang diisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain. ( M. Husin, 1999)

11
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

2.7. Ciri-ciri nyamuk Aedes Agypti

2.7.1. Ciri-ciri Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Aegypti bertubuh belang hitam-putih, suka berkembang biak di tempat yang bisa digenangi air terutama air bersih.

Nyamuk betina biasanya yang menghisap darah Nyamuk ini biasanya menghisap darah seiap 2-3 hari sekali, biasanya pada pagi hari antara pukul 08.00 12.00 dan sore hari antara pukul 16.00 17.00 mereka perlu menghisap banyak darah untuk menyuburkan telurnya.

Setelah kenyang nyamuk betina perlu istirahat, mereka suka santai-santai si tempat lembab, diruangan remang-remang, digerumbul tanaman hias, ditirai rumah, bahkan di baju-baju yang di gelantung.

2.7.2. Perkembangan Nyamuk

Nyamuk Aedes Aegypti biasa bertelur di dinding tempat air yang tidak mengalir

Setelah 7-10 hari, telur-telur ini akan tumbuh menjadi nyamuk Rata-rata umur nyamuk betina 2-3 bulan, sedangkan yang jantan hanya 14 hari.

12
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

2.8. Gejala Klinik

2.8.1. Gejala Demam Berdarah Dengue

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia). Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut. Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun. Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.

13
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.

Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

Gejala Orang Yang Terserang Penyakit Demam Berdarah Dengue / DBD

1. Badan demam panas tinggi lebih dari 2 hari 2. Nyeri pada ulu hati 3. Terdapat bercak bintik merah di kulit yang tidak hilang walau ditekan, ditarik, diregangkan dan lain sebagainya. 4. Bisa mengeluarkan darah dari hidung (mimisan), muntah darah, dan melalui buang air besar. 5. Penderita bisa pucat, gelisah, ujung kaki dan ujung tangan dingin.

14
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Orang yang terindikasi terserang demam berdarah harus secepatnya diberi pertolongan medis dengan dibawa ke puskesmas, dokter atau rumah sakit untuk diobati. Terlambat memberi pertolongan pada penderita DBD dapat menyebabkan penderita meninggal dunia.

Tanda-tanda dan gejala penyakit DBD adalah :

1. Demam.

Penyakit DBD didahului oleh demam tinggi yang mendadak terus-menerus berlangsung 2-7 hari, kemudian turun secara cepat. Demam secara mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: anorexia, lemas, nyeri pada tulang, sendi, punggung dan kepala.

Kenali Gejala Demam pada Demam Berdarah Dengue (DBD)

Jelas demam ini bukan seperti demam yang ada pada artikel ku sebelumnya yang disebabkan oleh infeksi-radang, tetapi oleh virus DBD yang ada pada nyamuk. Jadi kenali dengan baik demam pada DBD ini agar tepat penanganannya.Demam pada DBD mempunyai siklus demam yang khas disebut Siklus Pelana Kuda.

Ciri-ciri Demam DBD atau Demam Pelana Kuda : 1. Hari 1 3 Fase Demam Tinggi

Demam mendadak tinggi, dan disertai sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, badan ngilu dan nyeri, serta mual/muntah, kadang disertai bercak merah di kulit.

15
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

2. Hari 4 5 Fase KRITIS

Fase demam turun drastic dan sering mengecoh seolah terjadi kesembuhan. Namun inilah fase kritis kemungkinan terjadinya Dengue Shock Syndrome 3.Hari 6 7 Fase Masa Penyembuhan

Fase demam kembali tinggi sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan.

TANGANI DENGAN TEPAT

1. Beri minum yang cukup, sebaiknya yang mengandung elektrolit 2. Hati-hati memilih obat demam, pastikan mengandung PARASETAMOL (baca kemasan) 3. BAWA SEGERA KE RUMAH SAKIT

PENANGANAN YANG BAIK DAN TEPAT DAPAT MENYELAMATKAN BANYAK JIWA!

2. Manifestasi Pendarahan. Perdarahan terjadi pada semua organ umumnya timbul pada hari 2-3 setelah demam. Sebab perdarahan adalah trombositopenia. Bentuk perdarahan dapat berupa : Ptechiae Purpura

16
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Echymosis Perdarahan cunjunctiva Perdarahan dari hidung ( mimisan atau epistaxis ) Perdarahan gusi Muntah darah ( Hematemesis ) Buang air besar berdarah ( melena ) Kencing berdarah ( Hematuri ) Gejala ini tidak semua harus muncul pada setiap penderita, untuk itu diperlukan torniquet test dan biasanya positif pada sebagian besar penderita Demam Berdarah Dengue. 3. Pembesaran hati ( Hepatomegali ) Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran hati tidak sejajar dengan berapa penyakit, pembesaran hati mungkin berkaitan dengan strain serotype virus dengue. 4. Renjatan (Syok). Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai sakit. Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapilar yang rusak. Adapun tanda-tanda perdarahan: a. Kulit teraba dingin pada ujung hidung, jari dan kaki. b. Penderita menjadi gelisah. c. Nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba. d. Tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmhg atau kurang)

17
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

e. Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmhg atau kurang). Renjatan yang terjadi pada saat demam, biasanya mempunyai kemungkinan yang lebih buruk.

5. Gejala Klinis Lain. Gejala lainnya yang dapat menyertai ialah : anorexsia, mual, muntah, lemah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang. ( Amin P, 2007)

2.9. Diagnosa Diagnosa penyakit DBD ditegakkan jika ditemukan: Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terusmenerus selama 2-7 hari. Manifestasi perdarahan. Trombositopenia yaitu jumlah trombosit dibawah 150.000/mm3, biasanya ditemukan antara hari ke 3-7 sakit. Monokonsentrasi yaitu meningkatnya hematokrit, merupakan indikator yang peka terhadap terjadinya renjatan sehingga perlu dilaksanakan penekanan berulang secara periodik. Kenaikan Ht 20% menunjang diagnosa klinis Demam Berdarah Dengue. ( Hendarwanto, 1996) Mengingat derajat berat ringan penyakit berbeda-beda, maka diagnosa secara klinis dapat dibagi atas: 1. Derajat I (ringan).

18
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Demam mendadak 27 hari disertai gejala klinis lain, dengan manifestasi perdarahan dengan uji torniquet positif. 2. Derajat II (sedang). Penderita dengan gejala sama, sedikit lebih berat karena ditemukan perdarahan spontan kulit dan perdarahan lain. 3. Derajat III (berat). Penderita dengan gejala syok / kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmhg) atau hipotensi disertai kulit dingin, lembab dan penderita menjadi gelisah. 4. Derajat IV (berat). Penderita syok berat dengan tensi yang tak dapat diukur dan nadi yang tak dapat diraba. ( Berhman RE, 1989)

2.10. Pengobatan

2.10.1. Pengobatan Demam Berdarah Dengue

Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu biji.

19
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Merujuk hasil kerja sama penelitian Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping. Masyarakat mesti

memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama dalam uji pre klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang, ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.

2.10.2. Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.

Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhanyang timbul, misalnya: Paracetamol membantu menurunkan demam

20
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

Ada cara yang bisa ditempuh tanpa harus diopname di rumah sakit, tapi butuh kemauan yang kuat untuk melakukannya. Cara itu adalah sebagai berikut :

1. Minumlah air putih minimal 20 gelas berukuran sedang setiap hari (lebih banyak lebih baik) 2. Cobalah menurunkan panas dengan minum obat penurun panas 3. Beberapa teman dan dokter menyarankan untuk minum minuman ion tambahan (tapi banyak juga yang tidak menganjurkannya) 4. Minuman lain yang disarankan: Jus jambu merah untuk meningkatkan trombosit (ada juga yang menyarankan: daun angkak, daun jambu, dsb) 5. Makanlah makanan yang bergizi dan usahakan makan dalam kuantitas yang banyak (meskipun biasanya minat makan akan menurun drastis).

Sebenarnya, semua usaha di atas bertujuan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap serangan demam berdarah, karena pada dasarnya demam berdarah tidak perlu obat tertentu (dan memang tidak ada obat untuk itu). Ketahanan tubuh dapat

21
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

dilihat dari jumlah leukosit dalam darah. Ketika leukosit mulai meningkat (membaik), maka biasanya trombosit yang kemudian akan bertambah.

2.11. Pencegahan

Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolamkolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:

1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup. 2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang.

22
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk. 4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi. 5. Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya.

Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. 2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14). 3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion). 4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

23
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

2.12. TINJAUAN TENTANG PERILAKU KESEHATAN 2.12.1. Perilaku Kesehatan Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan kesehatan bertujuan mengubah perilaku yang belum sehat menjadi perilaku yang sehat, artinya perilaku yang mendasarkan pada prinsip-prinsip sehat atau kesehatan. Perilaku adalah aksi dari individu terhadap reaksi dari hubungan dengan lingkungannya. Dengan perkataan lain perilaku baru terjadi bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, sesuatu tersebut disebut dengan rangsangan. Skinner (1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena itu perilaku terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, disebut teori S-O-R atau Stimulus-Organism-Respons. Skinner membedakan adanya dua respon: 1. Respondent respons atau reflexive. 2. Operant respons atau instrumental respons.

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua : 1. Perilaku tertutup (covert behavior)

24
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Respon seorang terhadap stimulus masih terbatas pada perhatian, pengetahuan, persepsi dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain. 2. Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka dan dengan mudah diamati oleh orang lain. Berdasarkan batasan perilaku tersebut maka perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, minuman serta lingkungan. Perilaku kesehatan diklasifikasikan menjadi 3 kelompok: 1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance) Adalah perilaku seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bila sakit. 2. Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan atau disebut perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior) Perilaku ini adalah upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit atau kecelakaan, dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan. 3. Perilaku kesehatan lingkungan

25
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, sehingga lingkungan tersebut tidak

mempengaruhi kesehatannya. Seorang ahli lain (Becker 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan. a. b. c. Perilaku hidup sehat Perilaku sakit (illness behavior) Perilaku peran sakit (the sick role behavior). ( M. Husin, 1999)

Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). a. Proses adopsi perilaku Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan.

26
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Roger

tahun

1974

mengungkapkan

bahwa

sebelum

orang

mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yakni: 1. Awareness (kesadaran) Orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus terlebih dahulu. 2. Interest (tertarik) Orang mulai tertarik pada stimulus. 3. Evaluation (menimbang-nimbang baik atau tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya) Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. 4. 5. Trial (orang sudah mulai mencoba perilaku baru). Adoption (subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus).

b. Tingkat pengetahuan didalam domain kognitif Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan: 1. 2. 3. 4. Tahu (know). Memahami (comprehension). Aplikasi (application). Analisis (analysis).

27
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

5. 6.

Sintesis (sintesys). Evaluasi (evaluation). ( Hadinegoro SR, 2001)

Sikap (Attitude) Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Necomb, salah seorang ahli psikologi sosial menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. a. Komponen pokok sikap Dalam bagian lain Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok: 1. Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek. 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. 3. Kecendrungan untuk bertindak (tend to behave).

28
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, pikiran, keyakinan dan emosi memegang peranan penting b. Berbagai tingkatan sikap Terdiri dari berbagai tingkatan: 1. Menerima (receiving) Orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek). 2. Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan

menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. 3. Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga. 4. Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi. ( M. Husin, 1999) c. Praktek atau tindakan Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan

29
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

antara lain adanya fasilitas. Selain itu diperlukan juga faktor dukungan (support) dari pihak lain. Praktek ini mempunyai beberapa tingkatan: o Persepsi (perception). o Respon terpimpin (guided respons). o Mekanisme (mechanism). o Adopsi (adoption). ( Hendarwanto, 1996)

Tindakan (Practice) Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek kesehatan kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui, proses selanjutnya diharapkan ia akan melaksanakan atau mempraktekkan apa yang diketahui atau disikapinya (dinilai baik). Inilah yang disebut praktek (practice) kesehatan, atau dapat juga dikatakan perilaku kesehatan (overt behavior). Oleh sebab itu indikator praktek kesehatan ini juga mencakup hal-hal : a. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit mencakup : Pencegahan penyakit, imunisasi anak, pengurasan bak mandi, dll. Penyembuhan penyakit, minum obat sesuai petunjuk dokter, mengikuti anjuran dokter. b. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan

30
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kesakitan DBD Di Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai 2013

Tindakan ini mencakup; mengkonsumsi makan dengan gizi berimbang, melakukan olahraga secara teratur, tidak merokok, tidak minumminuman keras dan narkoba.

c. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan Tindakan ini mencakup membuang air besar di jamban, membuang sampah di tempat sampah, menggunakan air bersih untuk mandi. Secara teori memang perubahan perilaku atau mengadopsi perilaku yang mengikuti tahap-tahap tersebut, yakni melalui proses perubahan pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), praktek (practice) atau KAP. Cara mengukur indikator perilaku atau memperoleh data informasi tentang indikator-indikator perilaku tersebut, untuk pengetahuan, sikap dan praktek agak berbeda. Untuk memperoleh data tentang pengetahuan dan sikap cukup dengan wawancara dan Fokus Grup Diskusi (FGD) khusus untuk penelitian kualitatif. Sedangkan untuk memperoleh data tentang praktek atau perilaku akurat melalui pengamatan (observasi) namun bisa juga dengan pendekatan recall atau mengingat kembali perilaku yang telah dilakukan responden beberapa waktu yang lalu.( M. Husin,1999)

31
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati