Anda di halaman 1dari 39

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.23.04.12.2205 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 43 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3656); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 3. Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Indonesia (Lembaran Negara Republik

Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3867);

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-25. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 7. Keputusan tentang Susunan Pemerintah beberapa kali Presiden Organisasi, Non diubah Nomor dan 103 Tata Tahun 2001 Kedudukan, Tugas, Departemen terakhir Fungsi, Kewenangan, Kerja Lembaga telah Peraturan sebagaimana dengan

Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 8. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi Non kali dan diubah Tugas Eselon I Lembaga telah dengan Pemerintah beberapa Departemen sebagaimana dengan

terakhir

Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2005; 9. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 02001/SK/KBPOM Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.21.4231 Tahun 2004; 10. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 05018/SK/KBPOM Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.21.3546 Tahun 2009;

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-3MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. 2. 3. Pangan Olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan. Industri Rumah Tangga Pangan, yang selanjutnya disebut IRTP adalah perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis. 4. Pangan Produksi IRTP adalah pangan olahan hasil produksi Industri Rumah Tangga Pangan yang diedarkan dalam kemasan eceran dan berlabel. 5. Label Pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. 6. Produksi Pangan adalah kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas, mengemas kembali, dan/atau mengubah bentuk pangan. 7. Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga, yang selanjutnya disingkat CPPB-IRT adalah cara produksi yang memperhatikan aspek keamanan pangan bagi IRTP untuk memproduksi pangan agar bermutu, aman dan layak dikonsumsi.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

8.

-4Kemasan Pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak.

9.

Kemasan Pangan Primer adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan yang bersentuhan langsung dengan pangan.

10. Kemasan

Pangan

Sekunder

adalah

bahan

yang

digunakan

untuk

mewadahi dan atau membungkus pangan, yang tidak bersentuhan langsung dengan pangan. 11. Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) adalah pegawai negeri sipil yang mempunyai kualifikasi PKP yang mempunyai kompetensi sesuai dengan bidangnya dalam produksi pangan dan diberi tugas untuk melakukan penyuluhan keamanan pangan dari organisasi yang kompeten. 12. Pengawas Pangan Kabupaten/Kota (District Food Inspector/DFI) adalah pegawai negeri sipil yang mempunyai kualifikasi DFI, yang mempunyai kompetensi sesuai dengan bidangnya dalam produksi pangan dan diberi tugas untuk melakukan pengawasan keamanan pangan IRTP dalam rantai pangan dari organisasi yang kompeten. 13. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, yang selanjutnya disingkat SPP-IRT, adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota terhadap pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan pemberian SPP-IRT dalam rangka peredaran Pangan Produksi IRTP. 14. Nomor P-IRT adalah nomor pangan IRT yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari SPP-IRT dan wajib dicantumkan pada label pangan IRT yang telah memenuhi persyaratan pemberian SPP-IRT. 15. Kepala Badan adalah Kepala Badan yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang pengawasan obat dan makanan. BAB II PEMBERIAN SPP-IRT Pasal 2 (1) (2) SPP-IRT diberikan oleh Bupati/Walikota. SPP-IRT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah IRTP memenuhi persyaratan.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

(3)

-5Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dibuktikan dengan: a. b. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan; dan Hasil Rekomendasi Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

(4)

Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan.

Pasal 3 (1) (2) SPP-IRT berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan. Pangan Produksi IRTP yang SPP-IRT telah berakhir masa berlakunya dilarang untuk diedarkan.

Pasal 4 Setiap pemberian SPP-IRT, Bupati/Walikota menyampaikan informasi secara periodik setiap 3 (tiga) bulan kepada Kepala Badan.

Pasal 5 Pemberian SPP-IRT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) harus mengacu kepada Pedoman Pemberian SPP-IRT sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

BAB III JENIS PANGAN Pasal 6 Jenis pangan yang diizinkan untuk memperoleh SPP-IRT sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-6BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 7 Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.5.1640 tahun 2003 tentang Pedoman Tata Cara Penyeleggaraan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 8 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 April 2012 KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY OEMAR SAID

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 April 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 469

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.23.04.12.2205 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA

PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA

A. PENDAHULUAN Pemenuhan pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia, tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dalam Pasal 111 ayat (1) menyatakan bahwa makanan dan minuman yang digunakan masyarakat harus didasarkan pada standar dan/atau persyaratan kesehatan. Terkait hal tersebut di atas, Undang-Undang tersebut mengamanahkan bahwa makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentuan standar, persyaratan kesehatan, dan/atau membahayakan kesehatan dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar dan disita untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam rangka produksi dan peredaran pangan oleh IRTP, Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan mengamanatkan bahwa pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT) yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota dan Kepala Badan POM menetapkan pedoman pemberian SPP-IRT. Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota pada Bidang Kesehatan - sub bidang Obat dan Perbekalan Kesehatan, mengamanatkan bahwa pengawasan dan registrasi makanan minuman produksi rumah tangga merupakan urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Di sisi lain, Pemerintah berkewajiban meningkatkan daya saing produk pangan industri rumah tangga melalui peningkatan kesadaran dan motivasi produsen tentang pentingnya pengolahan pangan yang higienis. Mengingat hal tersebut di atas, dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ditetapkan Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-2B. TUJUAN Pedoman ini dimaksudkan sebagai dasar bagi Bupati/Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). C. JENIS PANGAN PRODUKSI IRTP YANG DIIZINKAN UNTUK MEMPEROLEH SPP-IRT Jenis pangan yang diizinkan untuk memperoleh SPP-IRT seperti tercantum pada Lampiran 6. D. TATA CARA PEMBERIAN SPP-IRT 1. Penerimaan Pengajuan Permohonan SPP-IRT Permohonan diterima oleh Bupati/Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan dievaluasi kelengkapan dan kesesuaiannya yang meliputi : (1) Formulir yang memuat informasi sebagai berikut : (a) Nama jenis pangan (b) Nama dagang (c) Jenis kemasan (d) Berat bersih/isi bersih (mg/g/kg atau ml/l/kl) (e) Komposisi (f) Tahapan produksi (g) Nama, alamat, kode pos dan nomor telepon IRTP (h) Nama pemilik (i) Nama penanggungjawab (j) Informasi tentang masa simpan (kedaluwarsa) (k) Informasi tentang kode produksi (2) Dokumen lain antara lain : (a) Surat keterangan atau izin usaha dari Instansi yang berwenang (b) Rancangan label pangan 2. Penyelenggaraan Penyuluhan Keamanan Pangan a) Penyelenggara Penyuluhan Keamanan Pangan dikoordinasikan oleh Bupati / Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota . b) Kriteria Tenaga Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki Sertifikat kompetensi di bidang penyuluhan keamanan pangan dari Badan POM dan ditugaskan oleh Bupati / Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. c) Narasumber pada penyuluhan keamanan pangan adalah tenaga PKP yang kompeten dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Balai Besar/Balai POM setempat. d) Peserta Penyuluhan Keamanan Pangan Peserta Penyuluhan Keamanan Pangan adalah pemilik atau penanggung jawab IRTP. e) Materi Penyuluhan Keamanan Pangan terdiri dari : (1) Materi Utama (a) Peraturan perundang-undangan di bidang pangan (b) Keamanan dan Mutu pangan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-3(c) Teknologi Proses Pengolahan Pangan (d) Prosedur Operasi Sanitasi yang Standar (Standard Santitation Operating Procedure /SSOP) (e) Cara Produksi Pangan Yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT). (f) Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) (g) Persyaratan Label dan Iklan Pangan (2) Materi Pendukung (a) Pencantuman label Halal (b) Etika Bisnis dan Pengembangan Jejaring Bisnis IRTP f) Metode Penyuluhan Keamanan Pangan Materi penyuluhan keamanan pangan disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, demonstrasi/peragaan simulasi, pemutaran video dan cara-cara lain yang mendukung pemahaman keamanan pangan. g) Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (1) Sertifikat ini diberikan kepada pemilik/penanggungjawab yang telah lulus mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan dengan hasil evaluasi minimal nilai cukup (60) (2) Penomoran Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan adalah sebagai berikut : Nomor Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan terdiri dari 3 (tiga) kolom dan 9 (sembilan) angka sesuai contoh berikut :
123 / 4567 / 89

Keterangan penomoran adalah sebagai berikut : (a) angka ke1,2,3 pada Kolom I, menunjukkan nomor urut tenaga yang sudah memperoleh sertifikat di kabupaten/kota yang bersangkutan. (b) angka ke-4,5,6,7 pada Kolom II, menunjukkan propinsi dan kabupaten/kota penyelenggara penyuluhan keamanan pangan (c) angka ke-8,9 pada Kolom III, menunjukkan tahun penerbitan sertifikat 3. Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga a) Pemeriksaan sarana dilakukan setelah pemilik atau penangungjawab telah memiliki sertifikat penyuluhan keamanan pangan b) Pemeriksaan sarana produksi pangan IRT dilakukan oleh tenaga pengawas Pangan Kabupaten/Kota dengan dilengkapi surat tugas yang diterbitkan oleh Bupati / Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. c) Kriteria Tenaga Pengawas Pangan Kabupaten/Kota (District Food Inspector/DFI) adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki Sertifikat kompetensi pengawas pangan dari Badan POM. d) Pemeriksaan sarana produksi IRTP sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga e) Jika hasil pemeriksaan sarana produksi menunjukkan bahwa IRTP masuk level I II maka diberikan SPP-IRT

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-44. Pemberian Nomor P-IRT a) Nomor P- IRT minimal terdiri dari 15 (lima belas) digit sebagai berikut : P-IRT No. 123456789012345 b) Penjelasan 15 (lima belas) digit sebagai berikut : (1) digit ke-1 menunjukkan kode jenis kemasan sesuai Lampiran 5 (2) digit ke-2 dan 3 menunjukkan nomor urut jenis pangan IRTP sesuai Lampiran 6. (3) digit ke- 4,5,6 dan 7 menunjukkan kode propinsi dan kabupaten/kota sesuai Lampiran 4 (4) digit ke 8 dan 9 menunjukkan nomor urut pangan IRTP yang telah memperoleh SPP-IRT (5) digit ke- 10,11,12 dan 13 menunjukkan nomor urut IRTP di kabupaten/kota yang bersangkutan. (6) digit ke 14 dan 15 menunjukkan tahun berakhir masa berlaku c) Nomor P-IRT diberikan untuk 1 (satu) jenis pangan IRT. d) Setiap perubahan, baik penambahan maupun pengurangan provinsi, kabupaten/kota, pemberian nomor disesuaikan dengan kode baru untuk Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang dalam penerbitan kode propinsi, kabupaten dan kota. E. PERPANJANGAN SPP IRT DAN PERUBAHAN PEMILIK 1. Pengajuan perpanjangan SPP-IRT dapat dilakukan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa berlaku SPP-IRT berakhir. 2. Perubahan Pemilik/Penanggungjawab Perubahan pemilik/penanggungjawab IRTP harus dilaporkan pada Bupati/Walikota cq. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota F. PENCABUTAN SPP IRT SPP-IRT dicabut oleh Bupati/Walikota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota apabila terjadi salah satu dari hal-hal berikut : 1. Pemilik dan atau penanggung jawab perusahaan melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku 2. Pangan terbukti sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan 3. Pangan mengandung Bahan Berbahaya 4. Sarana terbukti tidak sesuai dengan kriteria IRTP G. MONITORING SPP-IRT Bupati/Walikota cq. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib melakukan monitoring terhadap pemenuhan persyaratan SPP-IRT yang telah diterbitkan minimal 1 (satu) kali dalam setahun H. Sistem Pendataan dan Pelaporan 1. Pemberian SPP-IRT diinformasikan oleh Bupati/Walikota cq. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Balai Besar/Balai POM setempat

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-52. Pencabutan SPP-IRT diinformasikan oleh Bupati/Walikota cq. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Balai Besar/Balai POM setempat. 3. Penyampaian informasi tentang pemberian dan pencabutan SPP-IRT serta perubahan dan penambahan jenis produk pangan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan.

Lampiran 1 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA*) ............... DINAS KESEHATAN KAB/KOTA .......................................... LOGO Jl. ............................................................................................... PEMDA KABUPATEN/KOTA *........................ KODE POS .................. KAB/KOTA*) TELP : ..................................... FAX : ............................................ E-MAIL : ...............................................................................

LOGO DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (SPP-IRT) 1. Nama jenis pangan : (sesuai nama jenis pangan IRT) Nama dagang (jika ada) Jenis kemasan : Berat bersih/isi bersih (g/mg/kg atau l/ml/kl) Komposisi Proses Produksi : : : : ........................................................................................ ......

2. 3. 4. 5. 6. 7.

............................................................................................... ............................................................................................... ............................................................................................... ............................................................................................... ...............................................................................................

Informasi tentang masa simpan (kedaluwarsa) : Informasi tentang kode produksi Nama, alamat, kode pos dan nomor telepon IRTP :

.............................................................................................. .............................................................................................. ............................................................................................... ............................................................................................... ..............................................................................................

8. 9.

10. Nama pemilik 11. Nama penanggungjawab

: :

.............................................................................................. .............................................................................................. ..............................................., ................................. Pemilik/ Penanggungjawab ttd ( .............................................................)

*) Coret yang tidak perlu

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-2Lampiran 2 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA*) ................ DINAS KESEHATAN KAB/KOTA .......................................... LOGO Jl. .................................................................................................. PEMDA KABUPATEN/KOTA *) ..................... KODE POS .................. KAB/KOTA*) TELP : ..................................... FAX : ............................................ E-MAIL : ...............................................................................

LOGO DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

SERTIFIKAT PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN NOMOR : . . . / . . . . / . . Diberikan kepada : Nama : Jabatan : Alamat ............................................................................................... Pemilik / Penanggungjawab *) : ...............................................................................................

Yang telah mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dalam rangka Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga Nomor HK. ..................... tanggal .............. yang diselenggarakan di : Kabupaten/Kota *) : Propinsi Pada tanggal : : .............................................................................................. .............................................................................................. ............................. s/d ...........................................................

..............................................., ................................. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota...............*)

ttd

( .............................................................) *) Coret yang tidak perlu

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-3Lampiran 3 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA*) ................ DINAS KESEHATAN KAB/KOTA ........................................... LOGO Jl. .................................................................................................... PEMDA KABUPATEN/KOTA *) ...................... KODE POS .................. KAB/KOTA*) TELP : .................................. FAX : ............................................... E-MAIL : .......................................................................................

LOGO DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA P-IRT NO. . . . . . . . . . . . . Diberikan kepada : Nama IRT Nama Pemilik Alamat : .................................................................................................................... : .................................................................................................................... : .................................................................................................................... Jenis Pangan : .................................................................................................................... (sesuai nama jenis pangan IRT) Kemasan Primer : ....................................................................................................................

Yang telah memenuhi persyaratan Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) berdasarkan Peraturan Kepala badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga Nomor HK. ..................... tanggal .............. yang diselenggarakan di : Kabupaten/Kota *) : Propinsi Pada tanggal : : .............................................................................................. .............................................................................................. ............................. s/d ........................................................... ..............................................., ................................. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota...............*) ttd ( .............................................................) *) Coret yang tidak perlu

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-4Lampiran 4 KODE PROPINSI, KABUPATEN, DAN KOTA No. Kode 1100 Nama Propinsi Prov. Nanggroe Aceh Darussalam No. Kode 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1171 1172 1173 1174 1175 Prov. Sumatera Utara Nama Kabupaten/Kota Kab. Simeulue Kab. Aceh Singkil Kab. Aceh Selatan Kab. Aceh Tenggara Kab. Aceh Timur Kab. Aceh Tengah Kab. Aceh Barat Kab. Aceh Besar Kab. Pidie Kab. Bireuen Kab. Aceh Utara Kab. Aceh Barat Daya Kab. Gayo Lues Kab. Aceh Tamiang Kab. Nagan Raya Kab. Aceh Jaya Kab. Bener Meriah Kab. Pidie Jaya Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kota Subulussalam

1200

1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210

Kab. Nias Kab. Mandailing Natal Kab. Tapanuli Selatan Kab. Tapanuli Tengah Kab. Tapanuli Utara Kab. Toba Samosir Kab. Labuhan Batu Kab. Asahan Kab. Simalungun Kab. Dairi

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-5No. Kode Nama Propinsi No. Kode 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 Prov. Sumatera Barat Nama Kabupaten/Kota Kab. Karo Kab. Deli Serdang Kab. Langkat Kab. Nias Selatan Kab. Humbang Hasundutan Kab. Pakpak Bharat Kab. Samosir Kab. Serdang Bedagai Kab. Batu Bara Kab. Padang Lawas Utara Kab. Padang Lawas Kab. Labuhan Batu Selatan Kab. Labuhan Batu Utara Kab. Nias Utara Kab. Nias Barat Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Pematang Siantar Kota Tebing Tinggi Kota Medan Kota Binjai Kota Padang Sidimpuan Kota Gunungsitoli Kab. Kepulauan Mentawai Kab. Pesisir Selatan Kab. Solok Kab. Sijunjung Kab. Tanah Datar Kab. Padang Pariaman Kab. Agam Kab. Lima Puluh Kota Kab. Pasaman Kab. Solok Selatan

1300

1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-6No. Kode Nama Propinsi No. Kode 1311 1312 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 Nama Kabupaten/Kota Kab. Dharmas Raya Kab. Pasaman Barat Kota Padang Kota Solok Kota Sawah Lunto Kota Padang Panjang Kota Bukittinggi Kota Payakumbuh Kota Pariaman Kab. Kuantan Singingi Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir Kab. Pelalawan Kab. Siak Kab. Kampar Kab. Rokan Hulu Kab. Bengkalis Kab. Rokan Hilir Kab. Kepulauan Meranti Kota Pekan Baru Kota Dumai Kab. Kerinci Kab. Merangin Kab. Sarolangun Kab. Batang Hari Kab. Muaro Jambi Kab. Tanjung Jabung Timur Kab. Tanjung Jabung Barat Kab. Tebo Kab. Bungo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Kab. Ogan Komering Ulu Kab. Ogan Komering Ilir

1400

Prov. Riau

1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1471 1473

1500

Prov. Jambi

1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1571 1572

1600

Prov. Sumatera Selatan

1601 1602

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-7No. Kode Nama Propinsi No. Kode 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1671 1672 1673 1674 Nama Kabupaten/Kota Kab. Muara Enim Kab. Lahat Kab. Musi Rawas Kab. Musi Banyu Asin Kab. Banyuasin Kab. Ogan Komering Ulu Selatan Kab. Ogan Komering Ulu Timur Kab. Ogan Ilir Kab. Empat Lawang Kota Palembang Kota Prabumulih Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kab. Bengkulu Selatan Kab. Rejang Lebong Kab. Bengkulu Utara Kab. Kaur Kab. Seluma Kab. Mukomuko Kab. Lebong Kab. Kepahiang Kab. Bengkulu Tengah Kota Bengkulu Kab. Lampung Barat Kab. Tanggamus Kab. Lampung Selatan Kab. Lampung Timur Kab. Lampung Tengah Kab. Lampung Utara Kab. Way Kanan Kab. Tulang Bawang Kab. Pesawaran Kab. Pringsewu Kab. Mesuji

1700

Prov. Bengkulu

1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1771

1800

Prov. Lampung

1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-8No. Kode Nama Propinsi No. Kode 1812 1871 1872 1900 Prov. Kepulauan Bangka Belitung 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1971 Prov. Kepulauan Riau Nama Kabupaten/Kota Kab. Tulang Bawang Barat Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab. Bangka Kab. Belitung Kab. Bangka Barat Kab. Bangka Tengah Kab. Bangka Selatan Kab. Belitung Timur Kota Pangkal Pinang

2100

2101 2102 2103 2104 2105 2171 2172

Kab. Karimun Kab Bintan Kab. Natuna Kab Lingga Kab. Kepulauan Anambas Kota Batam Kota Tanjung Pinang

3100

Prov. D K I Jakarta

3101 3171 3172 3173 3174 3175

Kab. Adm. Kepulauan Seribu Kodya Jakarta Selatan Kodya Jakarta Timur Kodya Jakarta Pusat Kodya Jakarta Barat Kodya Jakarta Utara Kab. Bogor Kab. Sukabumi Kab. Cianjur Kab. Bandung Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Kuningan Kab. Cirebon

3200

Prov. Jawa Barat

3201 3202 3203 3204 3205 3206 3207 3208 3209

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-9No. Kode Nama Propinsi No. Kode 3210 3211 3212 3213 3214 3215 3216 3217 3271 3272 3273 3274 3276 3277 3278 3279 3301 3302 3303 3304 3305 3306 3307 3308 3309 3310 3311 3312 3313 3314 3315 3316 3317 3318 3319 3320 3321 3322 3323 3324 3325 3326 3327 Nama Kabupaten/Kota Kab. Majalengka Kab. Sumedang Kab. Indramayu Kab. Subang Kab. Purwakarta Kab. Karawang Kab. Bekasi Kab. Bandung Barat Kota Bogor Kota Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. Purbalingga Kab. Banjarnegara Kab. Kebumen Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Klaten Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Karanganyar Kab. Sragen Kab. Grobogan Kab. Blora Kab. Rembang Kab. Pati Kab. Kudus Kab. Jepara Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Temanggung Kab. Kendal Kab. Batang Kab. Pekalongan Kab. Pemalang

3300

Prov. Jawa Tengah

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-10No. Kode Nama Propinsi No. Kode 3328 3329 3371 3372 3373 3374 3375 3376 Nama Kabupaten/Kota Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal

3400

Prov. D I Yogyakarta

3401 3402 3403 3404 3471 3501 3502 3503 3504 3505 3506 3507 3508 3509 3510 3511 3512 3513 3514 3515 3516 3517 3518 3519 3520 3521 3522 3523 3524 3525 3526 3527 3528

Kab. Kulon Progo Kab. Bantul Kab. Gunung Kidul Kab. Sleman Kota Yogyakarta Kab. Pacitan Kab. Ponorogo Kab. Trenggalek Kab. Tulungagung Kab. Blitar Kab. Kediri Kab. Malang Kab. Lumajang Kab. Jember Kab. Banyuwangi Kab. Bondowoso Kab. Situbondo Kab. Probolinggo Kab. Pasuruan Kab. Sidoarjo Kab. Mojokerto Kab. Jombang Kab. Nganjuk Kab. Madiun Kab. Magetan Kab. Ngawi Kab. Bojonegoro Kab. Tuban Kab. Lamongan Kab. Gresik Kab. Bangkalan Kab. Sampang Kab. Pamekasan

3500

Prov. Jawa Timur

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-11No. Kode Nama Propinsi No. Kode 3529 3571 3572 3573 3574 3575 3576 3577 3578 3579 3601 3602 3603 3604 3671 3672 3673 3674 5100 Prov. Bali 5101 5102 5103 5104 5105 5106 5107 5108 5171 Nama Kabupaten/Kota Kab. Sumenep Kota Kediri Kota Blitar Kota Malang Kota Probolinggo Kota Pasuruan Kota Mojokerto Kota Madiun Kota Surabaya Kota Batu Kab. Pandeglang Kab. Lebak Kab. Tangerang Kab. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Kab. Jembrana Kab. Tabanan Kab. Badung Kab. Gianyar Kab. Klungkung Kab. Bangli Kab. Karang Asem Kab. Buleleng Kota Denpasar

3600

Prov. Banten

5200

Prov. Nusa Tenggara Barat

5201 5202 5203 5204 5205 5206 5207 5208 5271 5272

Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-12No. Kode 5300 Nama Propinsi Prov. Nusa Tenggara Timur No. Kode 5301 5302 5303 5304 5305 5306 5307 5308 5309 5310 5311 5312 5313 5314 5315 5316 5317 5318 5319 5320 5371 Prov. Kalimantan Barat Nama Kabupaten/Kota Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Kupang Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kab. Belu Kab. Alor Kab. Lembata Kab. Flores Timur Kab. Sikka Kab. Ende Kab. Ngada Kab. Manggarai Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab Sumba Tengah Kab. Sumba Barat Daya Kab. Nagekeo Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Kota Kupang

6100

6101 6102 6103 6104 6105 6106 6107 6108 6109 6110 6111 6112 6171 6172

Kab. Sambas Kab. Bengkayang Kab. Landak Kab. Pontianak Kab. Sanggau Kab. Ketapang Kab. Sintang Kab. Kapuas Hulu Kab. Sekadau Kab. Melawi Kab. Kayong Utara Kab. Kubu Raya Kota Pontianak Kota Singkawang

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-13No. Kode 6200 Nama Propinsi Prov. Kalimantan Tengah No. Kode 6201 6202 6203 6204 6205 6206 6207 6208 6209 6210 6211 6212 6213 6271 Prov. Kalimantan Selatan Nama Kabupaten/Kota Kab. Kotawaringin Barat Kab. Kotawaringin Timur Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Barito Utara Kab. Sukamara Kab. Lamandau Kab. Seruyan Kab. Katingan Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Kab. Barito Timur Kab. Murung Raya Kota Palangka Raya

6300

6301 6302 6303 6304 6305 6306 6307 6308 6309 6310 6311 6371 6372

Kab. Tanah Laut Kab. Kota Baru Kab. Banjar Kab. Barito Kuala Kab. Tapin Kab. Hulu Sungai Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah Kab. Hulu Sungai Utara Kab. Tabalong Kab. Tanah Bumbu Kab. Balangan Kota Banjarmasin Kota Banjar Baru

6400

Prov. Kalimantan Timur

6401 6402 6403 6404 6405 6406 6407

Kab. Paser Kab. Kutai Barat Kab. Kutai Kartanegara Kab. Kutai Timur Kab. Berau Kab. Malinau Kab. Bulungan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-14No. Kode Nama Propinsi No. Kode 6408 6409 6410 6471 6472 6473 6474 Prov. Sulawesi Utara Nama Kabupaten/Kota Kab. Nunukan Kab. Penajam Paser Utara Kab. Tana Tidung Kota Balikpapan Kota Samarinda Kota Tarakan Kota Bontang Kab. Bolaang Mongondow Kab. Minahasa Kab. Kepulauan Sangihe Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kab. Minahasa Utara Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa tenggara Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Kab. Banggai Kepulauan Kab. Banggai Kab. Morowali Kab. Poso Kab. Donggala Kab. Toli-Toli Kab. Buol Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una-Una

7100

7101 7102 7103 7104 7105 7106 7107 7108 7109 7110 7111 7171 7172 7173 7174

7200

Prov. Sulawesi Tengah

7201 7202 7203 7204 7205 7206 7207 7208 7209

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-15No. Kode Nama Propinsi No. Kode 7210 7271 Nama Kabupaten/Kota Kab. Sigi Kota Palu Kab. Kepulauan Selayar Kab. Bulukumba Kab. Bantaeng Kab. Jeneponto Kab. Takalar Kab. Gowa Kab. Sinjai Kab. Maros Kab. Pangkajene dan Kepulauan Kab. Barru Kab. Bone Kab. Soppeng Kab. Wajo Kab. Sidenreng Rappang Kab. Pinrang Kab. Enrekang Kab. Luwu Kab. Tana Toraja Kab. Luwu Utara Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Kota Makassar Kota Pare-Pare Kota Palopo

7300

Prov. Sulawesi Selatan

7301 7302 7303 7304 7305 7306 7307 7308 7309 7310 7311 7312 7313 7314 7315 7316 7317 7318 7322 7325 7326 7371 7372 7373

7400

Prov. Sulawesi Tenggara

7401 7402 7403 7404 7405 7406 7407 7408 7409 7410 7471 7472

Kab. Buton Kab. Muna Kab. Konawe Kab. Kolaka Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Buton Utara Kab. Konawe Utara Kota Kendari Kota Bau-bau

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-16No. Kode 7500 Nama Propinsi Prov. Gorontalo No. Kode 7501 7502 7503 7504 7505 7571 Prov. Sulawesi Barat Nama Kabupaten/Kota Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Kota Gorontalo

7600

7601 7602 7603 7604 7605

Kab. Majene Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Kab. Mamuju Utara Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tenggara Kab. Maluku Tengah Kab. Buru Kab. Kepulauan Aru Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Kota Ambon Kota Tual Kab. Halmahera Barat Kab. Halmahera Tengah Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Halmahera

8100

Prov. Maluku

8101 8102 8103 8104 8105 8106 8107 8108 8109 8171 8172

8200

Prov. Maluku Utara

8201 8202 8203 8204 8205 8206

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-17No. Kode Nama Propinsi No. Kode 8207 8271 8272 9100 Prov. Papua Barat 9101 9102 9103 9104 9105 9106 9107 9108 9109 9110 9171 9400 Prov. Papua 9401 9402 9403 9404 9408 9409 9410 9411 9412 9413 9414 9415 9416 9417 9418 9419 9420 9426 9427 9428 9429 9430 Nama Kabupaten/Kota Timur Kab. Pulau Morotai Kota Ternate Kota Tidore Kepulauan Kab. Fakfak Kab. Kaimana Kab. Teluk Wondama Kab. Teluk Bintuni Kab. Manokwari Kab. Sorong Selatan Kab. Sorong Kab. Raja Ampat Kab. Tambrauw Kab. Maybrat Kota Sorong Kab. Merauke Kab. Jayawijaya Kab. Jayapura Kab. Nabire Kab. Kepulauan Yapen Kab. Biak Numfor Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Mimika Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Nduga Kab. Lanny Jaya

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-18No. Kode Nama Propinsi No. Kode 9431 9432 9433 9434 9435 9436 9471 Nama Kabupaten/Kota Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kota Jayapura

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-19Lampiran 5 KODE KEMASAN PRIMER PANGAN IRT

KODE 1 2 3 4 5 6

JENIS KEMASAN Gelas (Glass) Plastik Karton / Kertas Kaleng Aluminium Foil Lain-lain

KETERANGAN Bukan untuk pangan yang disterilisasi Bukan untuk pangan yang disterilisasi atau pasteurisasi Bukan untuk pangan yang disterilisasi Misalnya daun

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-20Lampiran 6 KODE JENIS PANGAN YANG DIIZINKAN UNTUK MEMPEROLEH SPP-IRT KODE 01 JENIS PANGAN HASIL OLAHAN DAGING KERING Abon Daging Dendeng Daging Paru Goreng Kering Kerupuk Kulit Rendang Daging / Paru HASIL OLAHAN IKAN KERING Abon Cumi Kering Ikan Asin Ikan Asap / Ikan Salai / Ikan Kayu Kerupuk / Kemplang / Amplang Ikan Udang Kering (Ebi) Pasta Ikan Petis Terasi Empek-empek kering Ikan goreng Dendeng Ikan Rendang Ikan / Belut Serundeng Ikan Bekicot Olahan Presto Ikan HASIL OLAHAN UNGGAS KERING Abon unggas Usus Goreng Ceker Goreng Kulit unggas Goreng Dendeng Telur Asin Presto Unggas Rendang Telur SAYUR ASIN DAN SAYUR KERING Acar Asinan/ Manisan Sayur Jamur Asin / Kering

02

03

04

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

KODE

-21JENIS PANGAN Sayur Asin Kering Sayur Kering Keripik / Criping Sayur Emping Melinjo / Labu Manisan Rumput Laut

05

HASIL OLAHAN KELAPA Kelapa Parut Kering Nata de Coco Geplak TEPUNG DAN HASIL OLAHNYA Bihun Biskuit Bagelen / Bagelan Dodol / Jenang / Galamai Kerupuk Kue Brem Kue Kering Makaroni Mie Kering Tapioka Tepung Aren Tepung Arcis Tepung Beras / Ketan Tepung Gandum (bukan tepung terigu yang wajib SNI) Tepung Hunkwee Tepung Kedele Tepung Kelapa Tepung Kentang Tepung Pisang Tepung Sagu Tepung Sukun Roti / Bluder Rempeyek / Peyek Sohun Bakpao Bakpia / Pia Bika Ambon Cakue Cendol Cimol Cone / Wadah Es Krim yang dapat dimakan (edible) Kulit Lumpia / Pangsit

06

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

KODE

-22JENIS PANGAN Moci Molen / Bolen Mutiara / Pacar Cina Pilus Yangko

07

MINYAK DAN LEMAK Minyak Jagung Minyak Kacang Minyak Kedele Minyak Kelapa Minyak Bunga Matahari Minyak Zaitun Minyak Sawit Minyak/ lemak ayam Minyak/ lemak sapi SELAI, JELI DAN SEJENISNYA Jem / Selai Jeli buah Jeli agar Jeli bubuk rasa buah Jeli Rumput Laut Jeli Lidah Buaya Marmalad Serikaya / Srikaya / Kayakaya Cincau GULA, KEMBANG GULA DAN MADU Gula Aren Gula Kelapa Gula Pasir (bukan gula pasir yang dirafinasi) Gula Semut Kembang Gula / Permen Kembang Gula / Permen Susu Kembang Gula / Permen Karet Kembang Gula Coklat Madu Sirop Manisan / Aromanis (buah / rimpang) Enting-enting / Kipang Kacang / Ampyang / Noga

08

09

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-23KODE 10 JENIS PANGAN KOPI, TEH, COKLAT KERING ATAU CAMPURANNYA Kopi Biji Kering / Bubuk Teh / Teh Hijau Teh Rosela Coklat (tidak termasuk coklat bubuk) Kopi Campur BUMBU Aneka Bumbu Masakan Bawang Goreng Cuka makan seperti cuka buah apel/ anggur, dll Kecap Asin / Manis Saos Cabe Saos Tomat Saos Ikan Saos Kacang Tauco Sambal Bumbu Kacang / Pecel REMPAH-REMPAH Bawang Merah Kering / Pasta / Bubuk Bawang Putih Kering / Pasta / Bubuk Cabe Kering / Pasta / Bubuk Cengkeh Kering / Pasta / Bubuk Jahe Kering / Pasta / Bubuk Jintan Kayu Manis Kapulaga Ketumbar Kunyit Kering / Pasta / Bubuk Lada Putih / Hitam Pala / Bunga Pala Wijen MINUMAN RINGAN, MINUMAN SERBUK Minuman Beraroma Minuman Gula Asam Minuman Buah Minuman Sayur Minuman Kacang Kedele / Sari Kedele

11

12

13

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

KODE

-24JENIS PANGAN Minuman Kopi / Campur Minuman Kunyit Asam Minuman Lidah Buaya Minuman Rumput Laut Minuman Sari Madu Minuman Sari Tebu Minuman Sari Jagung Minuman Sari Bekatul Minuman Sari Kurma Minuman Teh Minuman Bandrex Limun Minuman Jeli Minuman Rempah Minuman Rosela Cincau / Minuman Cincau Minuman Sari Tape Minuman Serbuk Minuman Bubuk Kedele HASIL OLAHAN BUAH Keripik / Criping Buah (Sukun/Salak/Nangka/Mangga/ Pisang, dll) Buah Kering Lempok Buah (Durian, dll) Asinan Buah Buah Kering Manisan Buah Buah Dalam Sirop Pisang Sale HASIL OLAHAN BIJI-BIJIAN DAN UMBI Ketan Jawadah / Jadah / Uli Keripik Kentang Keripik kentang Balado Keripik Ketela / Singkong Keripik / Tortilla Jagung Keripik Talas Intip Keripik Ubi Jalar Rangginang / Batiah Bekatul Bingka Ubi

14

15

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

KODE

-25JENIS PANGAN Carang mas / Kue Keremes Ubi Jalar / Ceker Ayam Jipang / Kipang Beras Ketan Berondong Jagung Berondong Beras Ketan Marning Jagung Emping Jagung / Singkong Keripik / Criping Umbi-umbian Getuk Goreng Kacang Atom / Bawang / Goreng / Kulit / Mete / Telur / Tolo / Koro / Kapri / Salut /Tumbuk Kwaci Opak / Gropak singkong / ubi / beras Singkong Presto Lanting Abon Oncom Tape Ketan Tape Singkong Tiwul Wingko Babat Wajik / Wajit ketan Wajik / Wajit buah LAIN-LAIN ES Es Stik / Es Lilin Es Goyang / Es Loly Es Puter Es Mambo Es hunkue

16

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-26Lampiran 7.a. CONTOH LAPORAN PENYELENGGARAAN PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN DALAM RANGKA PEMBERIAN SPP-IRT Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK. ............. tanggal ......... tentang Pedoman Pemberian SPP-IRT, Pemerintah Kabupaten/Kota*) .......................cq. Dinas Kesehatan Kab/Kota ..........................., telah menyelenggarakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dalam rangka Pemberian SPP-IRT pada tanggal ................. s/d ............. dengan jumlah peserta ................... orang. Kepada pemilik / penanggungjawab IRTP yang mengikuti PKP dalam rangka pemberian SPP-IRT dengan baik telah diberikan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) Nomor ............... s/d ............ Sedangkan kepada IRTP yang produk pangannya telah memenuhi persyaratan SPPIRT telah diberikan SPP-IRT seperti terlampir. Penyelenggaraan PKP dan pemberian SPP-IRT telah sesuai.

..............................................., ................................. DINAS KESEHATAN KAB/KOTA .................... KEPALA,

............................................................. NIP. .......................................

*) Coret yang tidak perlu

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-27Lampiran 7.b. DAFTAR PESERTA PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN DALAM RANGKA PEMBERIAN SPP-IRT

NO

NAMA

JABATAN (PEMILIK / PENANGGUNGJAWAB)

SERTIFIKAT PKP NO. :

NAMA DAN ALAMAT IRTP

NILAI

..............................................., ................................. DINAS KESEHATAN KAB/KOTA .................... KEPALA,

............................................................. NIP. ....................................... *) Coret yang tidak perlu

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

-28Lampiran 7.c. DAFTAR IRTP YANG TELAH MEMPEROLEH SPP-IRT

NO

NAMA DAN ALAMAT IRTP

NAMA PEMILIK

JENIS PANGAN

P-IRT NOMOR:

MEREK DAGANG (Jika ada)

..............................................., ................................. DINAS KESEHATAN KAB/KOTA .................... KEPALA,

............................................................. NIP. .......................................

*) Coret yang tidak perlu KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUCKY OEMAR SAID