Anda di halaman 1dari 8

PENGASIHAN, RAMALAN, SIHIR dari KACAMATA ISLAM

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini sering kali kita melihat baik di televisi-televisi, koran-koran, majalah-majalah, buku-buku tentang pengobatan alternatif. Belum lagi iklan-iklan untuk memudahkan jodoh (pengasihan), memperlancar rejeki, melihat masa depan,dll. Sekilas iklan-iklan tersebut tampak menarik dan menggiurkan. rang !ang sulit rejeki bisa lancar rejekin!a, orang !ang sulit jodohn!a bisa mendapatkan jodoh !ang diidam-idamkan, seseorang bisa mengetahui apa !ang akan menimpan!a. "ara-cara !ang ditawarkan pun bermacam-macam ada !ang menggunakan metode isian, menggunakan susuk, ada !ang menggunakan amalan, ada !ang menggunakan puasa, bersemedi ke tempat-tempat keramat, atau dengan memakan atau meminum sesuatu !ang sudah diberikan energi. Sebagai seorang manusia tentu timbul keingintahuan dari diri kita tentang hal-hal tersebut, namun sebagai seorang muslim ada kekhawatiran hal-hal tersebut akan membawa kita kearah s!irik. Sedangkan s!irik itu adalah dosa besar !ang tidak akan diampuni oleh #llah S$%. &emang untuk hal-hal !ang jelas-jelas seperti susuk, jimat tentu kita mengetahui hal itu termasuk s!irik dan dilarang. 'amun ada beberapa !ang mengatakan bahwa mereka menggunakan cara-cara !ang islami seperti (ikir, puasa, dsb. )ertan!aan kita adalah benarkah hal-hal tersebut tetap diperbolehkan*

1.

Per!a"ala#an

)ermasalahan !ang kita hadapi adalah fenomena-fenomena mistik+gaib tersebut benar-benar ada. ,adang kala sebagai manusia kita membutuhkan pemecahan untuk permasalahan kita. &isaln!a masalah kesehatan, ada kalan!a bidang kedokteran sudah tidak dapat membantu kita, dan cara alternatif lah !ang menjadi pilihan selanjutn!a. Sebagai seorang muslim kita dihadapkan pada keharusan menjaga a-idah dan s!ariat kita tetap murni dan lurus. Berbagai pertan!aan timbul dalam benak kita, dimana pertan!aanpertan!aan tersebut menjadi permasalahan !ang membutuhkan jawaban. )ertan!aan-pertan!aan tersebut antara lain. / #pakah segala sesuatu !ang bersifat jampi dan sejenisn!a itu dilarang dalam islam* / #dakah !ang boleh, !ang bagaimana* / Bagaimana dengan sihir, bolehkan mempelajarin!a* / Bagaimana dengan jin, bolehkan bermuamalah dengann!a* / 0ika tidak boleh mengapa #llah menciptakan sihir didunia* / #pa !ang bisa menjadi pegangan kita terhadap permasalahan-permasalan tersebut*

PEMBAHASAN
1ntuk menjawab pertan!aan-pertan!aan diatas, tentu saja harus didasarkan pada dalil !ang kuat baik itu bersumber dari #l--ur2an maupun #l-hadits. 1ntuk itu penulis tidak akan menjawabn!a berdasarkan pendapat atau fikiran penulis sendiri namun men!impulkan dari dalil-dalil !ang penulis berhasil kumpulkan.

.1 Mengg$nakan %i!at dan %a!&i'%a!&i (!antra)

Ban!ak orang ketika ditimpa suatu kesulitan atau menginginkan suatu harapan !ang sulit dicapai, mereka pergi mengunjung paranormal atau dukun. ,adangkala mereka diberikan jimat untuk dijadikan pegangan, dengan harapan maksudn!a akan tercapai. Sebagai orang islam tentu kita takut untuk terjerembab dalam lubang kemus!rikan, namun kita kadangkala tidak memiliki tempat bertan!a atau rujukan !ang benar tentang hukumn!a. 1ntuk mengetahui hukumn!a kita kembali kepada #l-3ur2an dan Sunnah 4asul saw. 4asulullah saw bersabda. Barang siapa yang menggantungkan jimat, maka semoga tidak disampaikan maksudnya oleh Allah, dan barangsiapa yang mengalungkan wada (benda yang diambil dari laut, yang dipergunakan untuk menangkal penyakit ain) maka semoga tidak dipelihara oleh Allah. ( !. Ahmad" #$%&#) Barang siapa yang menggantungkan jimat, maka sesungguhnya ia telah menyekutukan (Allah). ( !. Ahmad"#$%&') (esungguhnya jampi)jampi, jimat)jimat, maka sesungguhnya ia telah menyekutukan (Allah).( !. Ahmad"#$%&') 5ang dimaksud dengan 6ru-!ah7 (jampi) dan 6tamimah7 (jimat) dalam hadits diatas !ang berupa lafal-lafal atau kata-kata !ang mengandung unsur kes!irikan. #kan tetapi, apabila jimat-jimat atau jampi-jampi itu berasal dari #l-3ur2an atau berupa doadoa !ang diajarkan 4asulullah saw, maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat para ulama.

Mengg$nakan Il!$ Penga"i#an (Pelet)

)asangan hidup atau jodoh telah ditentukan #llah sebelum manusia dilahirkan. ,adangkala manusia karena dorongan nafsun!a men!ukai lawan jenis, dan ketika ia tidak mendapat !ang ia inginkan, jalan pintas pun diambil !aitu pergi ke paranormal. %ujuan mereka pergi ke paranormal tak lain adalah agar memperoleh ilmu pengasihan. Dimana dengan ilmu itu ia bisa memikat lawan jenis !ang ia tuju agar men!ukain!a, atau memikat semua lawan jenis agar tunduk padan!a. Ban!ak bentuk pengasihan !ang kemungkinan diberikan paranormal. Bentuk-bentuk itu bisa berupa jimat, isian, susuk, min!ak, amalan,dsb. 'amun pada dasarn!a semua itu termasuk dalam kategori pengasihan, karena bertujuan agar dikasihi oleh orang lain. 8antas bagaimanakah hukum pengasihan ini menurut islam. 4asulullah S#$ bersabda. (esungguhnya jampi)jampi, jimat)jimat dan *iwalah adalah kesyirikan. ( !. +bnu ,ajah"-$%%''. .omor /&/0) *iwalah (pengasihan) adalah sesuatu yang mereka buat)buat dengan sangkaan bahwa ia dapat menyebabkan seorang wanita di1intai suaminya atau sebaliknya. 2ari dalil diatas penggunaakn tiwalah dapat membawa manusia kepada kesyrikan.

.* Mendatangi dan Me!&er+a,ai %$r$ Ra!al


Bagaimana dengan juru ramal* #pakah ramalan itu benar-benar ada* #pakah benar kita bisa mengetahui masa depan kita sebelum hal tersebut terjadi* ,alau ada apakah islam

membolehkan kita memperca!ai juru ramal. &ungkin beberapa hal diatas menjadi pertan!aan kita selama ini. Secara fakta ada istilah dalam metafisika !ang disebut dengan clairvo!ance, clairaudiance. "lairvo!ance artin!a kemampuan untuk melihat secara ghaib hal-hal !ang belum terjadi, dan clairaudiance artin!a kemampuan untuk mendengar hal-hal secara ghaib hal-hal !ang belum terjadi. &emang faktan!a dibelahan dunia ini ada orang-orang !ang mampu melakukan hal itu, dan kemampuan merekapun pernah diuji secara ilmiah. 8antas bagaimana kita men!ikapi hal tersebut. 0ika mempelajari hal tersebut tidak boleh, kenapa #llah menciptakan manusia dengan potensi tersebut, jika bukan untuk dimanfaatkan* ,adangkala itu adalah alasan !ang digunakan orang-orang untuk menjustifikasi hal tersebut. Sebagai orang muslim dan mu2min kita perca!a bahwa #llah maha mengetahui, ia melarang sesuatu karena tentu ada kemudharatan didalamn!a !ang mungkin belum kita ketahui. 1ntuk itu sepatutn!alah sebagai muslim untuk menjauhi apa-apa !ang dilarangn!a meskipun kita belum menemukan jawaban atau alasann!a. #llah swt berfirman. Barang siapa yang mendatangi juru ramal, menanyakan sesuatu lalu membenarkannya, maka shalatnya selama empat)puluh hari tidak diterima (Allah) ( !. ,uslim"#$%3&%. .omor "--/0) Barang siapa yang mendatangi dukun lantas membenarkan apa yang diu1apkannya, maka ia telah ku4ur dengan apa yang diturunkan kepada ,uhammad saw. (At)*irmid5i"%$-#-. .omor " %/&) )ertan!aann!a berikutn!a adalah apakah mereka !ang memiliki ilmu tersebut benar-benar mengetahui hal !ang ghaib. 0awabann!a tidak. ,arena sesungguhn!a #llah telah berfirman. 6atakanlah" *idak ada seorangpun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara yang gaib, ke1uali Allah. (7(. An).aml,-3"'&) 2an sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak) banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. (7(. Al Ara4,3"%88) 8antas bagaimana dengan ramalan mereka !ang secara fakta benar-benar terjadi, atau dengan kata lain tebakan mereka benar. &emang kadangkala dengan bantuan mahluk ghaib (jin) mereka bisa menebak sesuatu !ang belum terjadi. ,adangkala jin berusaha mencuri informasi dari langit, sedikit dari mereka berhasil mencurin!a namun ban!ak dari mereka !ang hangus terkena sambaran kilat dari malaikat. Berita inilah !ang disampaikan kepada manusia, sedikit kebenaran. 'amun kebenaran !ang sedikit itu kadangkala ditambahkan dengan lebih ban!ak berita bohong, karena sifat jin adalah suka berbohong.

.- Me!&ela.ari Si#ir
Sihir atau magic itulah fenomena !ang sering kita dengar. ,adangkala hal-hal menarik ban!ak kita dengar tentang sihir. &isaln!a bagaimana seseorang bisa menghentikan hujan, mendatangkan hujan, melakukan santet, guna-guna, merusak rumah tangga seseorang, mendapatkan harta keka!aan mendadak, anti peluru, tidak dapat dibunuh, dsb. 1ntuk mempelajari sihir kadangkala seseorang harus berususan dengan jin dan sejenisn!a. Bertapa digunung-gunung atau pantai dan membuat ikatan dengan penghuni mahluk ghaib

disana. 8antas benarkah sihir itu ada, lantas kenapa jika #llah menciptakann!a kita tidak boleh mempelajarin!a. Sihir merupakan fakta !ang benar-benar ada, karena hal tersebut disebutkan dalam ban!ak a!at #l-3ur2an. 'amun tidak berarti sihir itu diciptakan boleh kita pelajari. 9baratn!a hewan babi, meskipun #llah menciptakann!a tidak berarti kita boleh memakann!a. Dalil tentang hal ini terdapat dalam firman #llah swt. 2an mereka mengikuti apa)apa (kitab)kitab sihir) yang diba1akan oleh setan)setan pada masa kerajaan (ulaiman)dan mereka mengatakan bahwa (ulaiman itu mengerjakan sihir, padahal (ulaiman tidak ka4ir,tidak mengerjakan sihir, hanya setan)setan itulah yang ka4ir mengerjakan sihir. ,engerjakan sihir pada manusia dan apa)apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu arut dan ,arut, sedang keduanya tidak akan mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan, (esungguhnya kami 1obaan bagimu,sebab itu janganlah kamu ka4ir. 6emudian mereka mempelajari dari kedua kalimat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat men1eraikan antara seorang suami dengan isterinya. (edangkan mereka (ahli sihir) itu tidak akan mampu memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, ke1uali dengan i5in Allah. 2an mereka hanyalah mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada diri mereka sendiri dan tidaknya memberi man4aat. (edangkan mereka sungguh telah meyakini bahwa barangsiapa menukarnya(6itab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan diakhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka dalam menjual diri mereka dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui. (7(. Al)Ba9arah" %0-) Dari a!at tersebut disebutkan dengan jelas bahwa sihir itu diciptakan sebagai cobaan bagi manusia, dan disebutkan pula agar kita jangan menjadi kafir karena mempelajari sihir itu. 0adi manusia diberi pilihan apakah mengikuti kitab #llah (#l-3ur2an) atau menukarn!a dengan mempelajari sihir. Sungguh jika kita memilih sihir berarti kita telah ania!a terhadap diri kita sendiri karena telah menjual diri kita dengan s!etan. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah :ang ,aha ;emurah (Al)7uran), 6ami adakan baginya setan, maka setan itulah yang menjadi teman yang menyertainya. 2an sesungguhnya setan)setan itu benar)benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (ehingga apabila orang telah berpaling itu datang kepada 6ami (di hari 6iamat) dia berkata, Aduhai, alangkah baiknya sekiranya jarak antaraku dengan kamu seperti jarak antara timur dengan barat,maka setan itu adalah sejahat)jahat teman yang menyertai manusia. arapanmu itu sekali)kali tidak akan memberi man4aat kepada kamu di hari itu karena kamu telah menganiaya dirimu sendiri. (esungguhnya kamu bersekutu dalam a5ab itu. (7(. A5)<ukhru4"/')/=) 1ntuk itu janganlah kita menukar #l-3ur2an dengan sihir, karena bila kita berpaling dari #l3ur2an, #llah akan men!ertakan bagi kita s!etan !ang selalu men!esatkan kita. Dimana kita menjadi semakin tersesat sementara kita sendiri merasa mendapatkan petunjuk. 'au(ubika min (alik.

./ Ber"a#a0at dengan %in


&anusia !ang menjalin persahabatan dengan jin mempun!ai berbagai macam tujuan, seperti untuk mengetahui beberapa masalah, mengetahui rahasia sebagian orang, atau sebagai jalan untuk mendapatkan harta orang lain, ringkasn!a semua tujuan itu berada dalam lingkaran dusta dan penipuan. Sedangkan jin akan mudah menentang manusia dalam hal-hal remeh dan tidak penting dimana ketika mereka dihadapkan pada permasalahan !ang mengundang emosi dan tidak disukai setan. "iri khas sikap setan adalah suka berbuat tipu da!a dan penghianatan, sebenarn!a ia tidak mampu men!elamatkan dirin!a sendiri, nah bagaimana mungkin ia dapat menolong manusia, dia han!a akan menjerumuskan manusia, akan tetapi

sebagian orang !ang lemah iman minta tolong kepada setan, bukann!a kepada #llah S$%. 2an bahwasanya ada beberapa orang laki)laki diantara manusia yang meminta perlindungan kepada laki)laki di antara jin, maka jin)jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (7(. Al)>in "')

.1 Perka2inan dengan %in


Sebagian laki-laki dan wanita ada !ang mengaku telah menikah dengan jin. &isaln!a seorang laki-laki mengaku bahwa ia telah menikah dengan jin perempuan dan telah mempun!ai anak darin!a. &en!ikapi ken!ataan seperti ini, ada beberapa hal !ang perlu dijelaskan. :ubungan !ang terjadi antara manusia dengan jin seperti diatas sebenarn!a bukanlah hubungan perkawinan, melainkan hubungan kencan dan suka melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Sebenarn!a tidak pernah ada perkawinan antara manusia dengan jin secara resmi, walaupun sebagian orang mengakuin!a, namun mereka tidak dapat menunjukkan bukti-bukti terhadap hal demikian. Dalam arti tidak terdapat akad nikah !ang sah sebagaimana !ang terjadi pada sesama manusia, seperti sebuah akad nikah !ang disaksikan oleh dua saksi, dihadiri oelh wali. 0uga tidak terdapat dalil dari #l-3ur2an atau Sunnah !ang menunjukkan terjadi dan boleh terjadin!a akad nikah antara manusia dan jin.

.3 Benarka# Si#ir Bi"a Me!0erikan Ke!$d#aratan


Benarkah sihir !ang dilakukan orang bisa memberikan kemudharatan kepada orang lain* &ungkin pertan!aan ini menjadi salah satu hal !ang kita pertan!akan. Sebagai seorang muslim dan mukmin kita wajib perca!a dengan janji dan firman #llah.5ang dapat memberikan baha!a maupun manfaat han!alah #llah swt. ,arena itu, siapa !ang me!akini bahwa sesuatu selain #llah dapat memberikan baha!a atau manfaat, maka akidahn!a telah tercemar. #llah swt berfirman. >ika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya ke1uali 2ia. 2an jika Allah menghendaki kebaikan padamu, maka tidak ada yang dapat menolak kurnia).ya #llah swt mencela orang-orang kafir dengan firman-'!a. 6emudian mereka mengambil tuhan)tuhan selain daripada).ya (untuk disembah), yang tuhan)tuhan itu tidak men1iptakan apa pun, bahkan mereka sendiri di1iptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula jntuk mengambil keman4aatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan (7(. Al ?ur9an, -&"/) Dari firman #llah diatas sebagai orang mukmin kita mesti !akin bahwa sihir tidak dapat memberikan kemudharatan melainkan dengan ijin #llah swt.

.4 R$5,a# (.a!&i ) ,ang di06le#kan


Sekarang pertan!aan kita adalah apakah semua jampi+ru-!ah dan pengobatan tidak boleh dilakukan.1ntuk menjawab hal tersebut marilah kita merujuk pada sunnah nabi saw. #khir-akhir ini ban!ak muncul perdebatan tentang keberadaan pen!embuhan dengan a!ata!at #l-3ur2an. %erdapat dua pendapat dalam masalah ini, ada orang !ang menguatkan dan adapula !ang menentang, dalam ungkapan lain antara pendukung dan pengingkar. )ada bahasan ini kita akan mendudukkan masalah secara ilmiah disertai dengan realita !ang dengan penuh hati-hati akan menggiring kita pada sebuah hakikat kebenaran sehingga akal,

pikiran, iman dan hati kita mendapatkan sebuah jawaban !ang memuaskan, ins!a #llah. Dalam #l-3ur2an terdapat beberapa a!at !ang menunjukkan bahwa diantara &ukji(at #l3ur2an adalah bahwa ia berfungsi sebagai pen!embuh (s!ifa2). #kan tetapi adapula orang !ang menafsirkan a!at-a!at tersebut dalam pengertian lain, !aitu bahwa s!ifa atau kesembuhan tersebut maksudn!a adalah kesembuhan !ang bersifat ma2nawi (interpretatif), bukan hakikat lahiri!ah, mereka berusaha memalingkan makna hakiki kepada makna maja(i tanpa ada keperluah !ang bersifat balaghah. 2an 6ami turunkan dari Al)7uran suatu yang menjadi kesembuhan @obat penawarA dan rahmat bagi orang)orang yang beriman. (7(. Al)+sra " 8-) ai ,anusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari *uhanmu dan penyembuh bagi penyakit)penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang)orang yang beriman. (7(. :unus " &3) 2an jikalau kamu jadikan Al)7uran itu suatu ba1aan selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan, ,engapa tidak dijelaskan ayat)ayatnyaB Apakah patut Al)7uran itu dalam bahasa asing sedangkan !asul adalah orang ArabB 6atakanlah, Al)7uran itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang)orang yang beriman. (7(. ?usshilat "##) Abu (aid al)6hudri ra berkata bahwa seorang laki)laki telah datang kepada !asulullah saw, lalu berkata, Cahai !asulullah, saya merasa sakit didada saya, !asulullah saw menjawab, Ba1alah Al)7uran. ( !. +bnu ,irdawaih) 2alam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh +bnu ,ajah, telah bersabda !asulullah saw, endaklah kamu memakai dua alat penyembuh, yaitu madu dan Al)7uran !asulullah saw berkata kepada seseorang yang merasakan suatu kesakitan dibadannya, Detakkanlah tanganmu diatas yang sakit dari jasadmu, lalu ba1alah basmallah tiga kali, dan ba1alah tujuh kali, Aku berlindung kepada Allah dan 6ekuasaan).ya dari kejahatan yang saya temui dan yang saya takuti.( !. ,uslim). #l ,hatabi berkata. !asulullah saw meru9yah dan diru9yah, serta memerintahkan dan membolehkan ru9yah. 6arenanya, bila ru9yah dengan Al)7uran dan dengan nama)nama Allah, maka diperbolehkan atau diperintahkan.(Dihat ?athul ,ajid, hal %-',%-3)

Dalam hal ini mari kita lihat pula bagaimana pendapat para ulama tentang penggunaan ru-!ah ini. #s-su!uti berkata. )ara ulama sepakat bolehn!a ru-!ah bila memenuhi tiga s!arat !aitu. / Dengan kalamullah atau dengan nama-nama dan sifat-sifat-'!a / Dengan bahasa #rab atau dengan bahasa !ang dimengerti maknan!a / Di!akini bahwa ru-!ah tidak berpengaruh (pada kesembuhan), tetapi itu dengan takdir #llah Sedangkan dengan jimat-jimat Sebagian ulama salaf memberikan rukhsah untukn!a dan sebagian !ang lain tidak memberikan rukhsah (8ihat ;athul &ajid, hal <=>,<=?) )erbedaan pendapat dalam masalah ini telah terjadi dimasa dahulu dan telah mas!hur

dikalangan para ulama salaf. &aka siapa !ang hatin!a mantap pada larangan, maka hendakn!a tidak melakukan. Sedangkan !ang hatin!a mantap pada pembolehan (mubah) maka ia boleh melakukann!a tanpa memaksakan hal tersebut kepada orang lain, namun tidak dilarang saling memberi nasihat dan bermus!awarah.

* PENUTUP
*.1 Ke"i!&$lan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan. / )enggunaan 6ru-!ah7 (jampi) dan 6tamimah7 (jimat) !ang berupa lafal-lafal atau kata-kata !ang mengandung unsur kes!irikan adalah haram #kan tetapi, apabila jimat-jimat atau jampijampi itu berasal dari #l-3ur2an atau berupa doa-doa !ang diajarkan 4asulullah saw, maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat para ulama. #da !ang memubahkan ada !ang tetap mengharamkan. / 6%iwalah7 (pengasihan) adalah sesuatu !ang mereka buat-buat dengan sangkaan bahwa ia dapat men!ebabkan seorang wanita dicintai suamin!a atau sebalikn!a. Dari dalil pada pembahasan diatas penggunaakn tiwalah dapat membawa manusia kepada kes!rikan. leh karena itu tiwalah tentu dilarang dalam islam / &endatangi kemudian memperca!ai juru ramal adalah perbuatan s!irik dan tentu saja s!irik merupakan dosa terbesar dalam islam. / 9slam tidak membolehkan manusia bersahabat dengan jin,meminta bantuann!a apalagi mengawinin!a karena jin akan membawa manusia kepada dosa dan kesalahan. / 9slam melarang kita mempelajari sihir, karena sihir adalah cobaan bagi manusia dan membawa manusia kepada kekafiran. / )ara ulama sepakat bolehn!a ru-!ah bila memenuhi tiga s!arat !aitu. / Dengan kalamullah atau dengan nama-nama dan sifat-sifat-'!a / Dengan bahasa #rab atau dengan bahasa !ang dimengerti maknan!a / Di!akini bahwa ru-!ah tidak berpengaruh (pada kesembuhan), tetapi itu dengan takdir #llah / Sedangkan dengan jimat-jimat Sebagian ulama salaf memberikan rukhsah untukn!a dan sebagian !ang lain tidak memberikan rukhsah (8ihat ;athul &ajid, hal <=>,<=?) / )erbedaan pendapat dalam masalah ini telah terjadi dimasa dahulu dan telah mas!hur dikalangan para ulama salaf. &aka siapa !ang hatin!a mantap pada larangan, maka hendakn!a tidak melakukan. Sedangkan !ang hatin!a mantap pada pembolehan (mubah) maka ia boleh melakukann!a tanpa memaksakan hal tersebut kepada orang lain, namun tidak dilarang saling memberi nasihant dan bermus!awarah.

*.

Saran'Saran

/ &arilah kita luruskan dan murnikan a-idah kita dari berbagai pencemaran !ang mungkin kita tidak sadari karena ketidak tahuan kita tentang hal-hal !ang khurafat. / :al khurafat jika kita tidak hati-hati bisa menjerembabkan kita pada jurang kemus!rikan. Sedangkan kemus!rikan adalah sebesar-besarn!a dosa !ang tidak mungkin diampuni oleh #llah swt. / #gar kita tidak terjerembab kita membutuhkan pengetahuan, karena ilmu adalah mata !ang akan membantu kita dalam mengetahui mana !ang benar dan salah. / 1ntuk itu marilah kita tingkatkan terus ilmu pengetahuan kita agar kita selamat dalam meniti dien-'!a dengan selurus-lurusn!a. / &arilah kita amalkan ilmu !ang kita pelajari untuk keselamatan diri kita pribadi dan orangorang sekitar kita.

- DA7TAR PUSTAKA

#l-3ur2an al-,arim. #sh-Sha!im, &uhammad, Dialog dengan 0in ,afir-)engalaman )raktis &engatasi )elanggaran 0in, 0akarta. "endekia Sentra &uslim, =@@<. #bdullah #l ,hatib, &uhammad, et al, ,onsep )emikiran Aerakan 9khwan, 0akarta. #s! S!amil, =@@<.

Pre89 ,emuliaan rang !ang Shalat Dhuha Ne:t9 &engapa DoBa %ak diijabah