Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN 06

PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA

TUNE BURST GENERATOR

Disusun oleh :
ABDUL HARIS HERYANI
06502241010

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009
A. KOMPETENSI
Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat :
Merancang pembangkit tone burs.

B. SUB KOMPETENSI
Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat:
1. Mengaplikasikan karakteristik IC 555 sebagai astabil multivibrator dengan
prinsip pengisian dan pengosongan kondensator
2. Mengamati bentuk gelombang, amplitudo dan frekuensi oscillasi dengan
CRO,
3. Mengevaluasi hasil pengamatan.
4. Menerangkan cara kerja rangkaian
5. Menentukan daftar komponen yang digunakan beserta kalkulasi harganya

C. DASAR TEORI
Karakteristik IC 555

ResetThresholdTriggerOutput< 1Vxx0
x> 2/3 Vccx0> 1V< 2/3 Vcc< 1/3 th = 0,7 C(RA + RB)
Vcc1> 1V< 2/3 Vcc> 1/3 tl = 0,7 C RB
VccMemoriControl Voltage terhadap
T= th + tl = 0,7 C(RA + 2RB)
Common terpasang Capasitor 0,001 µF
f = 1/T
Duty cycle = th /T = 1 -
RB/(RA + 2RB)

D. LANGKAH KERJA
1. Merencanakan Pembangkit Tone Burst dengan menggunakan dua buah IC
555 I
th tl II
th tl
2. Membuat diagram pengamatan dan bentuk gelombang output IC pertama
dan IC kedua degan menggunakan CRO
3. Membuat daftar komponen yang digunakan dalam perancangan ini

E. HASIL DAN ANALISA


IC 555 sebagai pembangkit Gelombang Kotak Pertama
K KK K K K K K K K K K K K K
II I I I I I I I I I I I I

Pada IC 555 sebagai pembangkit gelombang kotak terjadi konsep


pengisian dan pengosongan kapasitor. Untuk pengisian kapasitor ditunjukkan
dengan naiknya kurva warna biru (I), dan untuk pengosongan kapasitor
ditujukkan dengan turunnya kurva warna biru (K). Keluaran gelombang kotak
akan disesuaikan dengan karakteristik IC 555. Dalam hal ini kurva pengisian
dan pengosongan yang terjadi hanya akan berada pada range antara 1/3VCC
dan 2/3VCC.

Sebagai cotohnya kita lihat kurva diatas, proses awal terlihat sebagai
proses pengosongan capasitor yang terjadi pada range 2/3VCC dan 1/3VCC,

 Sesuai karakteristi IC 555 maka keluaran gelombang kotak akan berlogika


memori, karena keadaan awal berlogika 0 maka output akan tetap
berlogika 0 ( Thresthold < 2/3VCC dan Trigger > 1/3VCC ).
Kemudian kurva pengosongan akan tetap turun menuju range Thresshold
< 2/3VCC dan Trigger < 1/3VCC maka output akan berlogika 1 dan akan
langsung dilanjutkan dengan kurva pengisian pada range 2/3VCC dan 1/3VCC
sehingga keluaran gelombang kotak akan berlogika memori, karena keadaan
awal berlogika 1 maka output akan tetap berlogika 1 ( Thresthold < 2/3VCC
dan Trigger > 1/3VCC ).

Kemudian kurva pengisian akan tetap naik menuju range Thresthold >
2/3VCC dan Trigger X maka output akan berlogika 0 dan akan langsung
dilanjutkan dengan kurva pengosongan pada range 2/3VCC dan 1/3VCC
sehingga keluaran gelombang kotak akan berlogika memori, karena keadaan
awal berlogika 0 maka output akan tetap berlogika 0 ( Thresthold < 2/3VCC
dan Trigger > 1/3VCC ).

Kondisi ini akan berlangsung terus menerus sehingga keluaran


gelombaang kotak akan berlogika 0 dan 1 secara kontinue.

IC 555 sebagai pembangkit Gelombang Kotak Kedua


K
K
I I

Seperti pada IC pertama, pada IC yang kedua ini juga terdapat pengisian
dan pengosongan kapasitor. Yang membedakan adalah lebar gelombang
kotak saat berlogika 1 dan saat berlogika 0. Dari tampilan diatas maka dapat
terlihat lebar gelombang kotak saat berlogika 1 maupun saat berlogika 0
pada IC 555 yang kedua lebih besar dari IC 555 yang pertama. Hal ini
disebabkan karena perbedaan nilai R1 dan R2 yang digunakan sehingga akan
berpengaruh pada Th dan Tl output gelombang pada masing-masing IC 555.
Tone Burst Generator menggunakan 2 IC 555

Terlihat dari fungsi dari gerbang AND untuk menggabungkan output dari
kedua IC 555 tersebut. Sehingga output yang dihasilkan dari rangkaian
tersebut adalah gabungan dari output kedua rangkaian penyusunnya.
Dari tampilan Gelombang output pada osciloscop dapat kita lihat bahwa :
 saat output berlogika 1 maka lebar gelombang tersebut akan sama sebesar lebar
gelombang output logika 1 pada IC 555 yang kedua, namun lebar masing-asing
gelombang output 1 didalamnya akan sama seperti lebar output gelombang 1
pada IC 555 yang kedua.
 saat berlogika 0 maka lebar gelombang hanya akan sama seperti output 0 pada
gelombang IC 555 yang kedua,
 hal ini diakibatkan karena penggunaan gerbang AND yang memiliki karakteristik
output akan 0 bila input berbeda dan output akan 1 saat input semua berlogika
1.

F. KESIMPULAN
1. Karakteristik IC 555

th = 0,7 C(RA + RB)


ResetThresholdTriggerOutput< 1Vxx0
x> 2/3 Vccx0> 1V< 2/3 Vcc< 1/3
tl = 0,7 C RB
Vcc1> 1V< 2/3 Vcc> 1/3
T= th + tl = 0,7 C(RA + 2RB)
VccMemoriControl Voltage terhadap
f = 1/T
Common terpasang Capasitor 0,001 µF
Duty cycle = th /T = 1 -
RB/(RA + 2RB)
2. Pada IC 555 terdapat pengisian dan pengosongan kapasitor. Namun
keluaran gelombang kotak akan disesuaikan dengan karakteristik IC 555.
Dalam hal ini kurva pengisian dan pengosongan yang terjadi hanya akan
berada pada range antara 1/3VCC dan 2/3VCC, sehingga menghasilkan
output memori.
3. Pada rangkaian Tone Burst Generator tersusun dari dua rangkaian IC 555
dengan nilai resistansi berbeda dan terdapat gerbang AND pada output
terdapat gerbang AND untuk menggabungkan output dari kedua IC 555
tersebut. Sehingga menghasilkan output gabungan dari output kedua
rangkaian penyusunnya.