Anda di halaman 1dari 47

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) SESUAI SJSN DAN KESIAPAN PELAKSANAANNYA

Kementerian Kesehatan RI

MENGAPA PERLU MEMILIKI JAMINAN KESEHATAN Biaya Kesehatan tidak dapat ditanggung oleh Individu atau keluarga Bergotong royong agar dapat membiayai pelayanan kesehatan bersama Ringan Sama dijinjing berat sama dipikul Ada kepastian biaya Agar terjadi subsidi antara yg sehat dng yg sakit, muda & tua, antara penduduk & antar daerah
2

DESAIN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

PROVIDER
Pembayaran
Prospektif

Pelayanan Kesehatan KOMPREHENSIF

PESERTA/PASIEN
Paket Benefit

iuran

BPJS KES
JAM. KESEHATAN TERKENDALI

KONTRAK /MOU TELAAH UTILISASI KONTROL, PENGAWASAN STANDAR,DSB

PENYELENGGARAAN : NIRLABA, DANA AMANAH PORTABILITAS , PROFESIONAL, BERKEADILAN, SOLIDARITAS SOSIAL, MENDORONG : PENERAPAN SPM, STANDAR/MUTU, TARIF, WIN-WIN SOLUTION, RS DAN BPJS TIDAK DIRUGIKAN, YANKES LEBIH FAIR, KOMPETISI DALAM MENJAGA MUTU PELAYANAN www.jpkm-online.net

Jaminan Kesehatan
adalah perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah Jaminan Kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip Asuransi Sosial dan ekuitas (Pasal 19, UU No 40 thaun 2004)
2

IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (1)


1. Jaminan kesehatan diselenggaran secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas (Pasal 19 UU SJSN) 2. Jaminan Kesehatan harus dapat memberikan perlindungan, manfaat dan Akses pelayanan kesehatan yang sama untuk seluruh penduduk Bagaimana caranya? Bagaimana Kesiapan Daerah Faskes, SDM ? 3. Penyelenggaraan JKN harus dapat menyatukan sekaligus penggerak berbagai subsistem yang ada Reformasi Sistem

IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (2)


4. JKN harus dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh, Komprehensif sesuai kebutuhan medis berdasarkan kebutuhan dasar yg layak (UU SJSN pasal 22 )

Bagaimana Pelaksanaannnya? Komprehensif seperti apa? Kebutuhan dasar seperti apa? 5. JKN harus dapat memberikan keadilan dalam pembiayaan kesehatan sehingga terjadi cross subsidi antara penduduk dan antara daerah

IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (3)


6. Jaminan Kesehatan harus dapat menjawab dan memberikan jalan keluar pada situasi ketidaksamaan daerah dlm memenuhi kebutuhan pelayanan, seperti : a. Distribusi Faskes dan SDM yang belum sama dan belum merata b. Kecukupan biaya kesehatan antar daerah yg sangat timpang c. kecukupan untuk biaya operasional dan kecukupan dalam membayar biaya Yankes 7. JKN membangun solidaritas antar Penduduk dalam konteks NKRI
7

DISAIN MANFAAT JAMINAN KESEHATAN NASIONAL(4) Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan UKP, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif Dalam manfaat jaminan kesehatan diatur pelayanan yang dijamin dan pelayanan yang tidak dijamin JKN memberlakukan sistem rujukan (terstruktur dan berjenjang) meliputi fasilitas primer, sekunder dan tersier Faskes yang digunakan milik Pemerintah maupun swasta yg bekerjasama dgn BPJS

BAGIMANA MENJADI PESERTA

Setiap Penduduk Wajib menjadi Peserta Jaminan


Kesehatan, dan Untuk Menjadi Peserta harus membayar Iuran melalui outlet-outlet yang disediakan seperti bank yg bekerja sama, dll

Bagi yang tidak mampu membayar, iuran dibayar


Pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Peserta PBI ditetapkan oleh Pemerintah, bukan mendaftarkan dirinya menjadi peserta PBI
9

PESERTA DAN IURAN


Peserta
Penerima upah
Wajib
Non Penerima Upah

Iuran
Pekerja dan Pemberi Kerja

Kelompok/ /Kel/Individu
Pemerintah

PBI
Ctt PBI = Penerima Bantuan Iuran

Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Penduduk (Universal Health Coverage)

Adalah salah satu bentuk perlindungan


sosial di bidang kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalui penerapan sistem kendali biaya dan kendali mutu, dan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas bagi Selama kurun waktu 2014-2019, dilakukan: seluruh penduduk di wilayah Republik 1. Pengalihan & integrasi kepesertaan Indonesia 2. Perluasan peserta pd perusahaan2 secara bertahap 3. Dilakukan kajian berbagai regulasi, iuran dan manfaat 4. Perluasan kepesertaan sd seluruh penduduk pd thn 2019

86,4 juta PBI 2,6 PBI dr non KTP Sebagian kecil jamkesda
121,6 juta peserta dikelola BPJS Keesehatan Penduduk yang dijamin di berbagai skema 148,2 jt jiwa 50,07 jJuta pst dikelola oleh Badan Lain 73,8 juta belum jadi peserta

Peta Jalan Menuju Kepesertaan Semesta (UHC)


KEGIATAN: Pengalihan, Integrasi, Perluasan
257,5 juta peserta (semua penduduk) dikelola BPJS Keesehatan
2018 2019

`Perusahaan USAHA BESAR USAHA SEDANG USAHA KECIL USAHA MIKRO

2014 20% 20% 10% 10%

2015 2016 50% 50% 30% 25%

2017

90,4juta belum jadi peserta

2012

2013

2014

2015

2016

75% 100% 75% 100% 50% 70% 100% 40% 60% 80%

Tingkat Kepuasan Peserta 85%

2017

100%

2018

2019

Pengalihan Peserta JPK Jamsostek, Jamkesmas, TNI Polri ke BPJS Kesehatan


Perpres Dukungan Operasional Kesehatan bagi TNI Polri Penyusunan Sisdur Kepesertaan dan
Pengumpulan

Integrasi Kepesertaan Jamkesda/PJKMU dan askes komersial ke BPJS Kesehatan

Pengalihan Kepesertaan TNI/POLRI ke BPJS Kesehatan

Iuran

Pemetaan Perusahaan dan sosialisasi

Perluasan Peserta di Usaha Besar, Sedang, Kecil & Mikro


B S K

20% 20% 10%

50% 50% 30%

75% 75% 50%

100% 100% 70% 100% 100%

Sinkronisasi Data Kepesertaan: JPK Jamsostek, Jamkesmas dan Askes PNS/Sosial -- NIK

Pengukuran kepuasan peserta berkala, tiap 6 bulan

Kajian perbaikan manfaat dan pelayanan peserta tiap tahun

PAKET MANFAAT JKN


Manfaat Jaminan Kesehatan Bersifat Pelayanan Perseorangan yg Mencakup Pelayanan Kesehatan Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif, termasuk Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai Yang Diperlukan.
Pelayanan yang dibatasi meliputi; kaca mata, alat bantu dengar (hearing aid), alat bantu gerak (tongkat penyangga, kursi roda dan korset),
Pelayanan yg tidak dijamin; Tidak sesuai prosedur Pelayanan diluar Faskes Yg bekerjasama dng BPJS Pelayanan bertujuan kosmetik, General check up, pengobatan alternatif, Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, Impotensi, Pelayanan Kes Pada Saat Bencana Dan

a) b) c) d) e) f)

Pengobatan

Prosedur Pelayanan Peserta JKN


(1) Untuk pertama kali setiap Peserta didaftarkan oleh BPJS Kesehatan pada satu FasKes tingkat pertama yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan setelah mendapat rekomendasi dinkes kabupaten/kota (2) Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya Peserta berhak memilih Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang diinginkan. (3) Peserta harus memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan tingkat pertama tempat Peserta terdaftar.

Prosedur Pelayanan Peserta JKN


(4) Dalam keadaan tertentu, ketentuan ayat 3

tidak berlaku bagi Peserta yang:


a. berada di luar wilayah Fasilitas Kesehatan tingkat

pertama tempat Peserta terdaftar; atau b. dalam keadaan kegawatdaruratan medis

(5) Jika peserta memerlukan layanan rujukan, maka Faskes tk pertama harus merujuk ke Faskes rujukan tk lanjut yg terdekat, sesuai sistem rujukan yang diatur dalam ketentuan peraturan yg berlaku

Strukturisasi pelayanan dg. sistem rujukan dalam Jaminan Kesehatan

Tertiary

Secondary Sistem Rujukan Primary Care Tertiary Care Self Care


12/12/2013

Unstructured

www.jpkm-online.net

Structured

1. PERKEMBANGAN PENYUSUNAN REGULASI

17

PROGRESS REGULASI
NO PERATURAN JUMLAH TAHAP

1 2 3

PERATURAN PEMERINTAH PERATURAN PRESIDEN PERATURAN MENTERI Total

7 berkas 3 berkas 4 berkas 14 berkas

selesai harmonisasi selesai harmonisasi Selesai Seluruhnya selesai

Jumlah Regulasi dalam rangka kesiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan sebanyak 14 berkas, dan seluruhnya telah selesai disiapkan
18

2. KESIAPAN FASILITAS KESEHATAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN JKN

FASILITAS KESEHATAN PADA JKN


(1/2)

Faskes yg digunakan pd JKN 1 Januari 2014 adalah yang sekarang melayani:


Jamkesmas JPK Jamsostek TNI Polri Askes PNS
Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Faskes sesuai kebutuhan melalui:


Perjanjian Kerja Sama
20

FASILITAS KESEHATAN PADA JKN


(2/2)

Fasilitas Kesehatan tk Primer/Pertama:


Puskesmas : 9.599 Klinik Pratama : 6.250 RS Pratama/Bergerak: 24 Praktek Mandiri - Dokter : 22.556 - Dokter Gigi: 3.418 - Bidan : 126.276 Bidan & Perawat dengan kewenangan di daerah tertentu.

Fasilitas Kesehatan tk Lanjutan/Rujukan:


Rumah Sakit Umum: 1.687 Rumah Sakit Khusus: 492 Klinik Spesialis: 1.649 Balai Kesehatan: 600

21

JUMLAH FASKES PRIMER YANG BEKERJASAMA DENGAN PT. ASKES


JENIS FASKES PRIMER BEKERJASAMA DGN ASKES
JUMLAH FASKES FASKES PRIMER PRIMER YG ADA & YG POTENSIAL BLM BEKERJASAMA DI BEKERJASAMA THN 2014 DGN ASKES 0 26.998 26.998 9.599 30.130 39.729
22

PUSKESMAS KLINIK/DR/ DRG/SWASTA TOTAL

9.599 3.132 12.731

Satu dokter melayani 2,500 peserta JKN Tahun 2013


SULAWESI UTARA KALIMANTAN SELATAN SUMATERA BARAT KALIMANTAN TENGAH MALUKU UTARA KEPULAUAN RIAU KALIMANTAN TIMUR BABEL RIAU SUMATERA UTARA PAPUA BALI BENGKULU ACEH PAPUA BARAT SULAWESI BARAT GORONTALO SULAWESI TENGAH JAWA TIMUR DI YOGYAKARTA JAWA TENGAH DKI JAKARTA SUMATERA SELATAN JAMBI MALUKU SULAWESI TENGGARA SULAWESI SELATAN KALIMANTAN BARAT NTT NTB BANTEN JAWA BARAT LAMPUNG

Puskesmas & Klinik Praktek Mandiri

10 8 8 6 5 2 2 5 2 4 8 4 3 4 7 4 3 5 3 3 1 2 3 6 3 1 2 6 2 2 1 4 2 7 7 1 3 7 5 3 9 10 5 5 6 4 11 7 5 3 2 5 3 2 3 6 3 10

4 8

4 1 7

1 4

2 1 20 10 1 18 1 1 15 16
2 1 2 10 5 10 7 1 2 5 1 13 3

7 10 11 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

15 11

10

15

20

25

30

35

40

<= 2.500

2.501-5.000

5.001-10.000

>10.000

NA

Sumber Data: Diolah dari data Kemenkes, TNP2K, dan PT Askes

Kebutuhan dan Pemenuhan Dokter Spesialis


di RS Pemerintah Kelas C & D
PESERTA PPDSBK PREDIKSI SUDAH PREDIKSI LULUS LULUS S.D LULUS SETELAH 2013 PADA 2014 2014 197 50 296 187 67 218 207 44 224 227 63 283 141 60 189 959 284 1210

JENIS TENAGA Sp.A SpOG Sp.B Sp.PD Sp.An JUMLAH

KETER SEDIAAN 739 567 612 641 319 2.878

KEKU RANGAN 149 319 247 219 229 1.061

Standar Tiap Faskes Rujukan klas C minimum 4 Sp. Dasar dan klas D minimum 2 Sp. Dasar
Sumber: BPPSDM Kemenkes September 2013
24

Kesiapan Sistem dan Pedoman Pelayanan


MENTERI KESEHATAN

1. Program Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Primer Promotif & Preventif 2. Panduan Praktek Klinik Panduan Praktek Klinik 3. Modul PLJJ: e-learning & e-training

25

Kesiapan Sistem & Penguatan Rujukan


1. Penguatan Sistem Rujukan 12 Propinsi sudah mempunyai Pergub/ Perda 2. Pemenuhan Sarana & Alkes utk 50 RS Rujukan Regional. Anggaran Rp. 1 T New Inisiative 2014 3. Panduan Praktek Klinik Faskes Rujukan 4. Ina CBGs 5. HTA
26

KESIAPAN KEFARMASIAN DI FASKES PRIMER DAN RUJUKAN


Ketersediaan Obat

IF Kab/Kota dan IFRS telah menyusun rencana pengadaan utk kebutuhan 1 thn (2014) sejak bulan Oktober 2013. Monitoring Fornas diintegrasikan dengan sistem informasi RS.

Daftar Obat

Formularium Nasional (SK Menkes No. 328/Menkes/SK/VIII/2013 tgl 19 September 2013). 514 item zat aktif dlm 913 kekuatan/bentuk sediaan.

RKO

Rencana Kebutuhan Obat (RKO) nasional utk faskes primer dan rujukan thn 2014 telah disusun sejak Agustus 2013.

e-catalogue

Penetapan harga dlm e-catalogue dilakukan secara nasional Pengadaan obat oleh Faskes melalui e-purchasing (pengadaan langsung) berdasarkan e-catalogue , dilakukan sejak 1 Juni 2013, update 16 Desember 2013. Industri Farmasi yg berpartisipasi: 29 (Juni 2013) & potensi 100 27 (Oktober 2013).

SOSIALISASI DAN ADVOKASI


1. Penyusunan Bahan sosialisasi: Telah disusun bahan sosialisasi diantaranya adalah kumpulan perundangan, buku Frequent Question and Aswer, Buku pedoman sosialisasi, Leaflet dan Iklan Layanan Masyarakat. Sedang dalam proses produksi poster dan spanduk tentang JKN yang akan dipasang di fasilitas kesehatan
28

2. Pelaksanaan Sosialisasi Advertorial tentang JKN di Media cetak dan elektronik (on-line) Penayangan Iklan Layanan Masyarakat dan running text di TV nasional dan Radio Talkshow di beberapa TV Nasional dan Radio Sosial media melalui Tweeter @puskomdepkes dan Utube Pengembangan microcite JKN di website kemkes.go.id Pertemuan/worshop/seminar dengan sasaran masyarakat umum, stakeholder dan kementerian dan Lembaga
29

3. IURAN, TARIF DAN SUSTAINABILITAS

30

IURAN JKN (PERUBAHAN PERPRES 12/2013)


PESERTA
PBI PNS/TNI/POLRI/ PENSIUN

BENTUK IURAN
NILAI NOMINAL (per jiwa) 5% (per keluarga )

BESARAN IURAN
Rp. 19.225,2% dari pekerja 3% dari pemberi kerja s/d 30 Juni 2015: 0,5% dari pekerja 4% dari pemberi kerja mulai 1 Juli 2015: 1% dari pekerja 4% dari pemberi kerja

KET
Ranap kelas 3 Pasal 16A, 23 Ranap kelas 1, kelas 2 Pasal 16B, 23 Ranap kelas 1, kelas 2 Pasal 16C, 23

PEKERJA 4,5 % (per keluarga) PENERIMA UPAH dan SELAIN PNS DLL 5% (per keluarga)

PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH dan BUKAN PEKERJA

NILAI NOMINAL (per jiwa)

1. Rp 25,500,2. Rp 42,500,3. Rp 59,500,-

1. Ranap kelas 3 2. Ranap kelas 2 3. Ranap kelas 1 Pasal 16F, 23 31

BESARAN IURAN PBI 2014


SASARAN PBI SUMBER PEMBIAYAAN APBN BESARAN IURAN PBI (Rp) 19.225/ jiwa/ bulan KEBUTUHAN ANGGARAN (Rp) 19,93 T/ tahun

Masyarakat miskin & tidak mampu sejumlah 86,4 juta jiwa

32

KEMENKES

SUMBER DANA JKN


PEMERINTAH
PBI PNS

BAYAR IURAN

TNI AKTIF & PNS + ANGGOTA KEL POLRI AKTIF & PNS + ANGGOTA KEL

PENSIUNAN
VETERAN

BPJS KES

JPK JAMSOSTEK PEKERJA & PEMBERI KERJA PEKERJA TDK MENERIMA UPAH (MANDIRI)

33

TARIF KAPITASI
NO JENIS FASILITAS KESEHATAN TK PERTAMA Puskesmas RS Pratama/Klinik Pratama/Dokter Praktek KAPITASI Rp

3000 6000

2 3

8.000 10.000 2.000

Dokter Gigi Praktek

TARIF RAWAT INAP FASKES TK I


NO JENIS FASILITAS KESEHATAN TARIF

1 Puskesmas RS Pratama

100.000

100.000

TARIF PELAYANAN KEBIDANAN DAN NEONATUS


NO PELAYANAN KESEHATAN TARIF

1
2 3 4

Pemeriksaan ANC
Persalinan Normal Penanganan perdarahan paska keguguran, persalinan pervaginam dg tindakan emerg dsr Pemeriksaan PNC/neonatus

25.000
600.000 750.000 25.000

5
6

7
8

Pelayanan tindakan paska persalinan (mis placenta manual) Pelayanan pra rujukan pd komplikasi kebidanan & neonatal Pelayanan KB pemasangan IUD/Implant dan Suntik
Penanganan komplikasi KB paska persalinan

175.000
125.000

100.000 15.000 125.000

KELOMPOK KELAS RS TARIF INA-CBGS


1. 2. 3. 4. 5. 6. RS kelas A RS kelas B RS kelas C RS kelas D RSU Rujukan Nasional RSK Rujukan Nasional

Tarif RS Swasta = Tarif RS Pemerintah

TARIF KELOMPOK KELAS RAWAT INAP PADA TARIF INA-CBGS


KELAS KELAS A KELAS B KELAS C KELAS D KENAIKAN 29,66% 37,62% 53.92% 53.19%

HASIL SIMULASI : KENAIKAN PENDAPATAN RS PADA TARIF PERAWATAN KELAS 3 DG TARIF INA-CBGS JKN

Perawatan kelas 1, 2 dan 3 Kenaikan kelas 3 ke 2: 20% Kenaikan kelas 3 ke 1: 40 %

REGIONALISASI
Tujuan: untuk membedakan tarif di kab/kota perbedaan kemahalan harga obat dan alat medik habis pakai Terdapat 5 skala/index Digunakan dalam negosiasi antara BPJS kes dengan asosiasi faskes Tarif regionalisasi diatur dalam peraturan BPJS Kesehatan

4. INTEGRASI JAMKESDA DAN PERAN PEMERINTAH DAERAH

40

JAMKESDA DALAM ERA JKN


1. Fokus menjamin masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum tercover oleh JKN 2. Penyelenggaran diarahkan didalam sistem JKN melalui pengelolanya adalah BPJS Kesehatan 3. Besaran iuran mengikuti ketentuan iuran PBI JKN Rp 19.225,- / jiwa/bulan 4. Bagi daerah yang tidak mampu membayar Rp 19.225,-: menyeleksi sasaran yang benar2 miskin dan tidak mampu yang dibiayai Pemda Masyarakakat yang mampu dimotivasi untuk mendaftarkan menjadi peserta ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran

KETENTUAN JAMKESDA DALAM ERA SJSN


1. Perpres perubahan atas Perpres No 12 tahun 2013 ttg Jaminan Kesehatan pasal 6A diatur bahwa: Penduduk yg belum termasuk sebagai Peserta Jaminan Kesehatan dpt diikutsertakan dlm program Jaminan Kesehatan pada BPJS Kesehatan oleh pemerintah daerah. 2. Permendagri No 27 Th 2013 ttg Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2014 Pemda tetap menyediakan anggaran untuk Jamkesda
42

PERAN PEMERINTAH (PUSAT DAN DAERAH) DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN (1)


1. Pemerintah Fokus pada pembiayaan Upaya

Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Iuran bagi Fakir miskin dan Tidak mampu 2. Pembiayaan yang bersifat Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) menjadi tanggung jawab masyarakat melalui kontribusi iuran masyarakat. 3. Penyediaan fasilitas umum dan Faskes (UU45 pasal 34 ayat2)
43

PERAN PEMERINTAH (PUSAT DAN DAERAH) DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN


4. Biaya operasional faskes akan dibiayai dari hasil

pendanaan JKN, namun masa transisi, faskes daerah masih membutuhkan subsidi operasional dari. 5. Ketersedian dan pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan termasuk pendistribusiannya menjadi tanggung jawab Pusat dan daerah 6. Pusat (Kemenkes) akan lebih fokus pada pengaturan termasuk penetapan Pedoman, standar-standar, dan penyeimbang anggaran berdasarkan fiskal daerah.

44

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH TERHADAP URUSAN KESEHATAN Urusan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi disamping pendidikan Pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem jaminan sosial termasuk jaminan kesehatan Pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran urusan kesehatan minimal 10% dari total belanja APBD diluar gaji.

KESIMPULAN
1. Peraturan pelaksanaan penyelenggaraan JKN telah siap untuk mendukung pelaksanaan JKN 2014 2. Faskes & SDM pada saat beroperasionalnya BPJS kesehatan memadai dan masih diperlukan tambahan seiring dng pertumbuhan peserta JKN 3. Sosialisasi dan advokasi harus terus ditingkat untuk seluruh elemen masyarakat 4. Peran pemeritah daerah dalam pelaksanaan JKN sangat penting utama penyediaan kecukupan Faskes, SDM kes, dan kecukupan biaya kesehatan 5. JKN dapat terlaksana dengan baik secara efisien dan berkesinambungan dengan didukung berbagai langkah yang ditempuh menuju sustainabilitas 46

TERIMA KASIH
47