Anda di halaman 1dari 6

Nama : Marisa Yustia & Ribka Kristin

Posisi : Marisa Yustia (Treasurer) Ribka Kristin (Controller)

Tugas treasurer adalah mengumpulkan dana dari kelompok dan menyimpannya untuk kemudian digunakan sebagai pengeluaran belanja (bahan baku, pengemasan dan dekorasi). Tugas controller adalah mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan treasurer agar tidak melampaui anggaran/budget yang telah dibuat.

Pre-Event : membuat anggaran dana masuk (cash inflow) dan dana keluar (cash outflow). Laporan dapat dilihat di Excel. Event : bertugas sebagai bendahara, menjaga persediaan kas dan uang kembalian serta mendata item-item yang telah terjual. Post-Event : membuat laporan realisasi pemasukan dan pengeluaran keseluruhan penjualan marketing day. Laporan dapat dilihat di Excel.

Lesson learned : Terjadinya miskomunikasi mengenai harga bahan baku siomay (yang diperkirakan hanya Rp1,000/buah ternyata sudah naik menjadi Rp1,300/buah). Akibatnya tidak sesuai budget, namun hal ini dapat diantisipasi dengan menaikkan harga jual siomay. Pembelajaran : seharusnya melakukan konfirmasi dan follow-up dengan supplier pada H-1 untuk memastikan harga sehingga dapat mengurangi miskomunikasi seperti ini. Kas yang tersedia kebanyakan tidak dalam satuan mata uang kecil sehingga sulit dijadikan uang kembalian yang mengakibatkan pembeli menunggu lama untuk uang kembalian. Pembelajaran : seharusnya sebelum acara dimulai, sudah dipersiapkan pecahan mata uang kecil (Rp 2,000, Rp5,000 dan Rp10,000 an) yang memadai untuk dijadikan uang kembalian. Beberapa pengeluaran yang dilakukan treasurer tidak dikonfirmasikan kepada controller sehingga terdapat beberapa pengeluaran yang harganya di luar budget, namun untungnya masih dapat tertutupi. Pembelajaran : komunikasi di antara treasurer dan controller seharusnya lebih dikoordinasikan dan ditingkatkan lagi.

PENJELASAN ANGGARAN/BUDGET :

Cash Inflow and Outflow Budget of Marketing Day Kelompok Nasi Gemez
Cash Inflow :
Kontribusi Kelompok Q 11 P Rp200.000 Total Rp2.200.000

Cash Outflow :
Raw Material a. Nasi Bakar 75 b. Nasi Campur Bali 40 c. Siomay 120 Ongkos Kirim Siomay d. Gorengan : 1. Bakwan 50 2. Tempe 50 3. Tahu 50 e. Buah-Buahan : 1. Semangka 2 2. Strawberry 3 3. Melon 2 4. Sari Kelapa 5 5. Agar-Agar 1 f. Snack 1. Astor 3 2. Bagelen 5 3. Keripik 3 Total Cash Outflow Raw Material Packaging : a. Gelas Plastik Besar 50 b. Gelas Plastik Kecil 100 c. Plastik Mika 50 d. Stryofoam 100 Total Cash Outflow Packaging Decoration : Banner 1 Total Cash Outflow Decoration Total EXPENSE Residual Cash (Sisa Uang Tidak Terpakai) Rp11.000 Rp12.000 Rp1.000 Rp825.000 Rp480.000 Rp120.000 Rp15.000 Rp25.000 Rp25.000 Rp25.000 Rp32.000 Rp30.000 Rp24.000 Rp35.000 Rp13.000 Rp3.000 Rp5.000 Rp3.000 Rp1.660.000 Rp62.500 Rp50.000 Rp30.000 Rp75.000 Rp217.500 Rp76.000 Rp76.000 Rp1.953.500 Rp246.500

Rp500 Rp500 Rp500 Rp16.000 Rp10.000 Rp12.000 Rp7.000 Rp13.000 Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000

1.250 500 600 750

Rp76.000

Cash Inflow / Pemasukan : kelompok kami memungut biaya per orang Rp 200,000 sebagai start-up cost (modal awal) yang akan membiayai keseluruhan belanja. Dalam kelompok terdapat 11 orang sehingga = 11 x Rp200,000 = Rp 2,200,000.

Cash Outlow/Pengeluaran : kelompok kami membagi pengeluaran ke dalam tiga pos besar, yakni pos pengeluaran bahan baku (raw material), pos pengeluaran pengemasan (packaging), pos pengeluaran dekorasi stand (decoration). Pos pengeluaran bahan baku terdiri atas bahan baku pokok (makanan utama yang akan dijual) dan bahan baku pendukung (makanan sampingan selain makanan utama), terdiri atas : a. b. c. d. e. Nasi bakar, dengan harga pokok Rp11,000/buah dan kami pesan sebanyak 75 buah. Nasi campur Bali, dengan harga pokok Rp12,000/buah dan kami pesan sebanyak 40 buah. Dua jenis makanan ini adalah makanan utama yang kami jual. Siomay, dengan harga pokok Rp1,300/buah dan kami pesan sebanyak 120 buah ditambah ongkos kirim Rp15,000. Gorengan, yang terdiri dari 3 kombinasi gorengan, yakni tahu, tempe dan bakwan, yang masingmasing memiliki harga pokok sebesar Rp500/buah. Buah-buahan, terdiri dari semangka, melon, strawberry ditambah sari kelapa dan agar-agar, yang akan dipakai untuk membuat es buah. Komposisinya adalah : - Semangka sebanyak 2 buah dengan harga pokok sebesar Rp16,000/buah. - Strawberry sebanyak 3 pak dengan harga pokok sebesar Rp10,000/pak. - Melon sebanyak 2 buah dengan harga pokok sebesar Rp12,000/buah. - Sari kelapa sebanyak 5 pak dengan harga pokok sebesar Rp7,000/pak. - Agar-agar (buat sendiri) dengan bahan baku 4 bungkus swallom (Rp2,000/bungkus) ditambah gula pasir 0,5 kg seharga Rp5,000 sehingga totalnya menjadi Rp13,000. Snack (makanan ringan), yang kami ambil dari jajanan pasar, terdiri dari 3 macam, yaitu astor, bagelen dan keripik dengan harga pokok masing-masing Rp1,000/bungkus. Kami memesan 3 bungkus astor, 5 bungkus bagelen, dan 3 bungkus keripik.

f.

Pos pengeluaran pengemasan terdiri atas kemasan untuk makanan utama (nasi bakar & nasi campur), kemasan untuk makanan pendamping (siomay dan es buah). a. b. Styrofoam, sebagai kemasan makanan utama, kami pesan sebanyak 100 buah, dengan harga pokok sebesar Rp750/buah. Gelas plastik besar, untuk mengemas paket es buah (kami menjual paket es buah tersendiri dengan harga Rp5,000/gelas), kami pesan sebanyak 50 buah dengan harga pokok sebesar Rp1,250/gelas. Gelas plastik kecil, untuk mengemas es buah yang menjadi satu paket dengan makanan utaa (nasi bakar/nasi campur), kami pesan sebanyak 100 buah dengan harga pokok Rp500/gelas. Plastik mika, untuk mengemas gorengan yang terpisah & siomay (yang kami jual satu paket minimum 3 buah siomay Rp6,000), kami pesan sebanyak 50 buah dengan harga pokok sebesar Rp600/buah.

c. d.

Pos pengeluaran pengeluaran dekorasi stand terdiri atas pengeluaran untuk membuat poster dan mendekorasi stand. Dalam hal ini, kami hanya mengeluarkan anggaran untuk pembuatan poster ukuran A3 saja, sebesar Rp 76,000 karena dekorasi lainnya menjadi tanggungan anggaran kelas. *Dari keseluruhan total pengeluaran, terdapat kelebihan uang yang menjadi uang sisa tidak terpakai (dan akhirnya disimpan) sebesar Rp246,500.

PENJELASAN REALISASI ANGGARAN :

Income Statement of Marketing Day Kelompok Nasi Gemez


Cash Inflow :
Cash a. Gorengan b. Snack c. Es Buah d. Paket Nasi Bakar/Campur (tanpa kupon) Total Cash Kupon Karyawan Siomay Total Cash Inflow (Revenue) Residual Cash TOTAL INCOME (GROSS) Q 30 11 10 30 P Rp667 Rp3.000 Rp5.000 Rp15.000 Total Rp20.000 Rp33.000 Rp50.000 Rp450.000 Rp553.000 85 120 Rp15.000 Rp2.000 Rp1.275.000 Rp240.000 Rp2.068.000 Rp246.500 Rp2.314.500

Cash Outflow :
Raw Material a. Nasi Bakar b. Nasi Campur Bali c. Siomay Ongkos Kirim Siomay d. Gorengan : 1. Bakwan 2. Tempe 3. Tahu e. Buah-Buahan : 1. Semangka 2. Strawberry 3. Melon 4. Sari Kelapa 5. Agar-Agar f. Snack 1. Astor 2. Bagelen 3. Keripik Total Cash Outflow Raw Material Packaging : a. Gelas Plastik Besar b. Gelas Plastik Kecil c. Plastik Mika d. Stryofoam Total Cash Outflow Packaging Decoration : Banner Total Cash Outflow Decoration TOTAL EXPENSE TOTAL NET INCOME/PROFIT 75 40 120 Rp11.000 Rp12.000 Rp1.300 Rp825.000 Rp480.000 Rp156.000 Rp15.000 Rp25.000 Rp25.000 Rp25.000 Rp32.000 Rp30.000 Rp24.000 Rp35.000 Rp13.000 Rp3.000 Rp5.000 Rp3.000 Rp1.696.000 Rp62.500 Rp50.000 Rp35.000 Rp80.000 Rp227.500 Rp76.000 Rp76.000 Rp1.999.500 Rp279.000

50 50 50 2 3 2 5 1 3 5 3

Rp500 Rp500 Rp500 Rp16.000 Rp10.000 Rp12.000 Rp7.000 Rp13.000 Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000

50 100 50 100

1.250 500 700 800

Rp76.000

Realisasi anggaran untuk cash inflow / pemasukan : Terdapat lima jenis barang dagang yang laku terjual, di antaranya adalah : 1. Makanan utama, yakni nasi bakar dan nasi campur bali yang laku terjual seluruhnya (sold out) dengan total penjualan 115 buah, masing-masing dengan harga jual Rp15,000/paket. Penjualan ini dibagi ke dalam dua bentuk : Cash (uang tunai) sebanyak 40 buah. Kupon makan karyawan sebanyak 85 buah. 2. Gorengan yang dijual terpisah, dengan paket Rp2,000 untuk tiga buah gorengan, laku sebanyak 30 buah gorengan atau 10 paket (@Rp2,000) sehingga total penjualan Rp20,000. 3. Snack laku seluruhnya, dengan total penjualan 11 buah x @Rp3,000 sehingga total penjualannya adalah Rp33,000. 4. Es buah yang dijual terpisah, dengan harga Rp5,000/gelas besar, laku sebanyak 10 gelas sehingga total penjualannya adalah sebesar Rp50,000. 5. Siomay, laku terjual seluruhnya, dengan harga Rp2,000/buah (namun dijual per paket Rp6,000/paket dengan isi 3 buah siomay) sehingga total penjualannya adalah 40 paket atau sebesar Rp240,000. Total keseluruhan penjualan adalah Rp2,068,000 ditambah dengan uang sisa yang tidak terpakai (dari anggaran) sebesar Rp246,500 sehingga total cash inflow/pemasukan adalah Rp2,314,500. Realisasi anggaran untuk cash outflow / pengeluaran : Realisasi pengeluaran tidak berbeda terlalu jauh dengana anggaran. Namun, terdapat miskomunikasi mengenai harga pokok siomay, sebesar Rp1,000/buah menjadi Rp1,300/buah. Selain itu, terdapat pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran, yakni pengeluaran pengemasan, yaitu styrofoam (awalnya diperkirakan sebesa Rp750/buah menjadi Rp800/buah) dan plastik mika (awalnya diperkirakan sebesar Rp600/buah menjadi Rp700/buah) Setelah memperhitungkan realisasi keseluruhan total cash inflow dan cash outflow, maka didapat total keuntungan bersih (profit) sebesar Rp279,000.

Pertanyaan : 1.Place itu distribusi atau tempat? (David) 2.Income statement >> residual cash itu masuk income? Cuma memperbesar income doang (Arian) 3. Portofolio produk >> tidak semua menguntungkan >> punya nilai untuk menambahkan benefit bagi yang lain? (Pak Wahyu) Tenaga kerja harusnya diitung dong... Apa yang mencirikan manajemen modern dengan UKM >> pemisahan pemilik dengan pekerja.