Anda di halaman 1dari 10

PENERAPAN METODE CASE BASED REASONING DAN FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA AWAL PENYAKIT

GINJAL
Titik Wihayanti1, Soni Fajar Surya Gumilang2 Teknik Informatika STMIK LPKIA , Jl.Soekarno Hatta 456 Bandung 1 twihayanti@gmail.con, 2 mustonie@lpkia.ac.id

Abstrak
Sistem pakar dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu diagnosa awal oleh paramedis maupun masyarakat umum. Sistem pakar juga dapat memberikan solusi penanganan suatu gejala menyerupai seorang pakar (dokter) sehingga masyarakat atau paramedis lain dapat memperoleh informasi mengenai penyakit ginjal dan dapat memberikaan tindakan tindakan pencegahan pada masa awal gejala dirasakan. Tahapan pembangunan sistem pakar ini dengan merepresentasikan pengetahuan yang berisi gejala dan jenis penyakit dalam bentuk tabel keputusan dan pohon keputusan dan kemudian dibuat sebuah rule pencarian data menggunakan metode forward chaining yang ditanam di dalam program aplikasi. Metode case based reasoning (CBR) bekerja ketika data gejala yang sudah dientri sebelumnya tidak tidak memiliki kesamaan dengan yang ada pada case pengetahuan. Data gejala baru tersebut disimpan kemudian dianalisa, direvisi dan digunakan kembali dalam rule pencarian. Dengan adanya metode ini maka pengetahuan yang terdapat dalam sistem pakar akan terus mendapatkan pembaharuan. Hasil permintaan respon pengguna menggunakan kuisoner diperoleh hasil nilai keputusan 4.36 dengan kategori sangat baik dan berdasarkan hasil pengujian terhadap perangkat lunak, sistem pakar ini dapat menerapkan metode Case Based Reasoning (CBR ) dan Forward Chaining untuk menentukan kemiripan gejala tiap tiap kasus sehingga dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan diagnosa awal penyaki ginjal.

Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, CBR

1.

Pendahuluan

Kehidupan modern yang maju telah merubah pola dan gaya hidup manusia. Salah satu bentuk perubahan gaya hidup adalah dari pola dan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya olah raga. Karena kesibukan pada umumnya masyarakat lebih mengutamakan segala sesuatu yang serba instan dan tidak memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, konsumsi obat-obatan dan multivitamin yang berlebihan umumnya juga di lakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan energi saat bekerja dimana hal ini justru menjadi tidak tepat bagi tubuh. Dengan pola dan gaya hidup seperti diatas banyak orang berusia produktif yang dapat menderita penyakit berat. Salah satu penyakit yang sering diderita masyarakat saat ini adalah penyakit ginjal. Selain karena faktor penyakit bawaan pemicu penyakit ginjal pada umumnya disebabkan karena kebisaan buruk penderitanya dalam mengkonsumsi makanan atau minuman atau karena gaya hidup yang kurang menjaga kesehatan.

Dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFI) , Rully menjelaskan bahwa kemungkinan jumlah pasien gagal ginjal meningkat dari 19.612 hingga 100 ribu (antara tahun 2014 sampai 2019). Penyebab meningkatnya populasi tersebut dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat dan banyak masyarakat yang belum menyadari ancaman gagal ginjal dan tidak segera mengambil langkah preventif.[7] Dari penjelasan diatas peningkatan jumlah penderita gagal ginjal disebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat dan tidak segera melakukan langkah langkah preventif untuk mengurangi resiko bertambah parahnya penyakit . Salah satu bentuk tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah dengan adanya diagnosa dan penanganan yang tepat pada masa awal gejala penyakit muncul. Karena minimnya informasi mengenai penyakit ginjal menyebabkan masyarakat yang datang ke rumah sakit rata rata sudah dalam kondisi akut.

Salah satu solusi untuk penanganan kasus diatas adalah dengan mengembangkan sistem pakar. Sistem pakar dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi alternatif untuk diagnosa awal penyakit ginjal sehingga dapat membantu masyarakat ataupun para medis untuk melakukan tindakan pencegahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan sumber informasi alternatif melalui sistem pakar untuk membantu masyarakat dan para medis memperoleh informasi mengenai diagnosa awal penyakit ginjal dan solusi awal penanganan atau pencegahanya dan menerapkan Metode Cased Base Reasoning (CBR ) dan Forward Chaining pada sistem pakar untuk menentukan kemiripan gejala tiap tiap kasus agar nantinya dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan diagnosa awal penyaki ginjal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, wawancara dan juga menggunakan angket (kuisoner untuk pengujian aplikasi). Studi Literatur dilakukan mengambil data melalui dokumen tertulis maupun elektronik dari yang di lakukan melalui buku atau jurnal jurnal ilmiah. Data ini diperlukan untuk mendukung kelengkapan data dan untuk mendukung teori teori yang di gunakan dalam penelitan.wawancara di lakukan kepada dokter dalam untuk mendapatkan data mengenai penyakit ginjal. Kuesioner (Angket) dalam penelitian ini di berikan kepada pengguna aplikasi untuk mendapatkan umpan balik mengenai fungsionalitas aplikasi yang telah di bangun. 2. Dasar Teori

dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses di ulang sampai ditemukan suatu hasil. Metode forward chaining terdiri dari permis permis dan diakhiri dengan konklusi atau kesimpulan yang di sebut dengan rule atau aturan. Tiap aturan atau rule tersebut kemudian disimpan dalam case pengetahuan . Berikut ini contoh sederhana dari penggunaan metode forward chaining dalam menyelesaikan diagnosa kasus penyakit ginjal : Sebelum melakukan diagnosa penyakit terlebih dahulu gejala yang ada di simpan dalam sebuah case (kotak), setiap satu jenis gejala di masukan dalam satu case beserta kesimpulan jenis penyakitnya. Selanjutnya proses diagnosa dimulai dengan menelusuri kecocokan gejala yang di alami pasien dengan gejala yang ada pada case, proses ini terus berlanjut sampai pada di temukan jenis penyakit yang cocok dengan gejala yang di alami pasien. 2.4 Case Based Reasoning Menurut Main dkk dalam Mulyana dan Hartati (Mulyana dan Hartati, 2009) Secara singkat CaseBased reasoning (CBR) didefinisikan sebagai sebuah metodologi untuk penyelesaian masalah dengan memanfaatkan pengalaman sebelumnya. Dengan memanfaatkan CBR, sebuah masalah baru dapat di selesaikan dengan melakukan pencocokan kemiripan dengan masalah yang sudah ada sebelumnya. Menurut Aamodt dan Plaza dalam Mulyana dan Hartati (Mulyana dan Hartati, 2009) menjelaskan dalam CBR terdapat 4 siklus yaitu Retrieve, Reuse, Revise dan Retain . Untuk lebih memahami mengenai 4 siklus dalam CBR berikut ini akan dijelaskan lebih rinci masing masing dari siklus di atas: 2.4.1 Retrieval Salah satu tahap penting dalam siklus CBR adalah pengambilan kembali (retrieval) terhadap kasuskasus sebelumnya yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah baru [1]. Pada sistem pakar yang akan di bangun proses retrieval terjadi pada saat penentuan kesamaan antara gejala yang dimasukkan dengan kasus yang sudah ada sebelumnya, dimana kasus yang sudah ada tersebut di simpan dalam case pengetahuan, case pengetahuan sendiri dibantuk dalam sebuah rule yang berisi indikator gejala gejala dan konklusi dari jenis penyakitnya. Untuk mengetahui ketepatan dalam proses penilaian persamaan kasus di gunakan metode forward chaining untuk melacak gejala pada frame yang memiliki kemiripan dengan kasus baru yang di ajukan.

2.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah menyerupai seorang pakar [2]. Pakar yang dimaksud adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus dalam menyelesaikan masalah yang belum tentu dapat di selesaikan oleh orang awam [2] Untuk membangun sistem pakar ada beberapa komponen yang harus dimiliki, Yaitu : 1. 2. 3. Antar muka (user interface). Basis pengetahuan (knowledge base). Mesin inferensi (Inference Engine).

2.2 Metode Inferensi Forward Chaining (Runut Maju) Definisi Runut Maju menurut Wilson dalam Kusrini (Kusrini, 2008) berarti menggunakan himpunan aturan kondisi aksi. Dalam metode ini, data yang di gunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, Kemudian aturan tersebut

2.4.2 Reuse dan Revision Proses reuse dalam siklus CBR adalah tanggung jawab dalam memberikan solusi dari sebuah kasus baru berdasarkan penyelesaian-penyelesaian kasus yang diambil kembali [1]. Dari proses retrieval yang telah dilakukan sebelumnya akan ditemukan salah satu case yang memiliki kesamaan dengan kasus yang baru, pada saat inilah reuse terjadi dimana kasus yang sudah ada di gunakan kembali dalam menyelesaikan masalah. Namun dalam beberapa kasus yang tidak memiliki kesamaan dengan kasus yang sudah ada akan diproses dalam revision dimana kasus baru tersebut direvisi untuk memperbaharui basis pengetahuan yang sudah ada. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan dalam CBR dimana setiap basis pengetahuan yang ada akan terus mendapatkan perbaikan jika di temukan kasus kasus lain yang berbeda. 2.4.3 Retension Retensi merupakan tahap terakhir dalam siklus CBR yang menghasilkan penyelesaian masalah terbaru yang digabung dalam sistem pengetahuan [1]. Dalam proses retension gejala baru disimpan dalam sebuah case based. Case tersebut dapat digunakan sebagai sebagai acuan kasus baru baik menggunakan bantuan gejala lain atau gejala itu sendiri. 2.5 Ginjal Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zatzat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. (gagalginjal.org). Ginjal memiliki fungsi mempertahankan kestabilan lingkungan ekstraselular yang menunjang fungsi semua sel tubuh. Ginjal mengontrol keseimbangan ion dan air dengan mengatur ekskresi air, natrium, kalium, klorida, kalsium, magnesium, fosfat, dan zat- zat lain serta mengatur status asam basa (C.A OCallaghan, 2009). 2.6 Gambaran Klinis Penyakit Ginjal Karena jumlah nefron pada setiap ginjal melebihi jumlah yang di perlukan untuk mempertahankan kehidupan, maka kerusakan ginjal yang signifikan dapat terjadi tanpa gejala klinis yang jelas. Penyakit ginjal dapat tidak tampak secara klinis sampai terjadi penurunan fungsi ginjal yang bermakna. Karena alasan inilah penyakit ginjal progresif yang berkembang lambat dapat dapat bersifat asimtomatik pada stadium awal [5]. 2.7 Pemeriksaan Penyakit Ginjal Secara Umum Anamesis Anamenis adalah kegiatan wawancara yang biasanya di lakukan oleh dokter kepada pasiennya, adapun

anamenis sebaiknya di lakukan untuk gejala gejala sebagai berikut: 1. Rasa Nyeri Nyeri dapat terjadi bila ada obstruksi saluran kemih, seperti batu ginjal. Rasa nyeri juga bisa terjadi jika terdapat infeksi atau peregangan pada kapsul ginjal atau kista ginjal pada penyakit ginjal polikistik. 2. Tampilan dan Volume Urine Tampilan urine seperti warna urine dapat di gunakan untuk mendeteksi penyakit yang terjadi pada ginjal.Volume urine seperti peningkatan frekuensi berkemih merupakan peningkatan volume urine. 3. Anamnesis Umum Anamnesis atau wawancara dengan pasien harus di lakukan secara lengkap untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah di derita pasien atau keluarga pasien sebelumnya untuk mengetahui faktor turunan seperti riwayat hipertensi, diabates melitus, keganasan penyakit atau penyakit sistemik lainnya. Riwayat penggunaan obat obatan juga perlu dikatahui termasuk riwayat keturunan penyakit ginjal seperti penyakit ginjal polokistik[5]. 3.Analisa dan Perancangan Perangkat Lunak 3.1 Aliran Proses 3.1.1 Use Case Diagram 3.1.1.1 Use Case Diagram Pengunjung

Gambar III.1 Use Case Diagram Sistem Pakar Penyakit Ginjal Pada usecase diagram diatas terdapat 3 aktor yaitu pengunjung yang dapat melakukan konsultasi penyakit setelah terlebih dahulu mengisi data diri, operator yang bertidak sebagai pengelola sistem dapat melakukan pengelolaan terhadap data master gejala dan penyakit, mengelola data kasus lama dan baru serta mengelola laporan setelah sebelumnya telah melakukan login dan mendaftar, sedangkan administrator dapat mengelola data pengguna (operator) untuk keperluan akses sistem.

3.2 Aliran Kerja 3.2.2 Activity Diagram Diagram Activitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem.

Pohon Keputusan menggambarkan rangkaian gejala dan penyakit dalam bentuk pohon berhirarki, pohon keputusan merupakan lanjutan dari tabel keputusan yang kini sudah dipisahkan antara penyakit dan gejala yang memiliki keterkaitan. Rule atau aturan merupakan bentuk representasi akhir dari tabel dan pohon keputusan, Rule ini nantinya akan dijadikan sebagai pemandu dalam membuat logika pada program. Berikut ini merupakan contoh rule untuk kasus gagal ginjal akut RULE :
P01 : IF G30 THEN G16 THEN G17 THEN G18 THEN G19 THEN G01 THEN G02

Gambar III.2 Activity Diagram Konsultasi Pengunjung 3.3 Pemodelan Data 3.3.1 Class Diagram Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.

Bentuk tabel keputusan dan tabel keputusan dapat dilihat pada lampiran. 4.Implementasi dan Pengujian Tahap implementasi merupakan tahap penerapan sistem yang telah dirancang pada bab sebelumnya. Berikut ini gambaran implementasi antarmuka dari sistem pakar yang telah di bangun:

Gambar 4.1 Implementasi antarmuka konsultasi Awal Pengunjung Gambar III.3 Class Diagram Sistem Pakar Penyakit Ginjal III.7 Representasi pengetahuan Pengetahuan di representasikan melalui tabel keputusan , pohon keputusan dan rule (aturan). Tabel keputusan di representasikan dalam bentuk kode kode , kode dengan awalan P merupakan kode untuk penyakit sedangkan kode dengan awalan G merupakan kode untuk gejala, tiap gejala dan penyakit kemudian di hubungkan dengan tanda (*) pada tabel , tanda (*) menandakan bahwa gejala Gn di miliki oleh Pn.

Gambar 4.2 Implementasi antarmuka konsultasi Implementasi antarmuka hasil konsultasi

Akut Definisi: Gagal ginjal akut adalah kemunduran yang cepat dari kemampuan ginjal dalam membersihkan darah dari bahan bahan racun, yang menyebabkan penimbunan limbah metabolik di Gambar 4.3 Implementasi antarmuka hasil konsultasi dalam darah. Saran pengobatan/pencegahan: Asupan cairan di batasi dan di sesuaikan dan di sesuaikan dengan air kemih yang dikeluarkan,mengurangi konsumsi garam, melakukan diet karbohidrat,protein, kalium dan natrium Gambar 4.4 Implementasi antarmuka hasil konsultasi 4.2 Hasil Pengujian (Black Box Testing) Black box testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dengan metode ini dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi yang ada pada perangkat lunak. 1.Konsultasi komponen yang diuji Cara pengujian : Konsultasi : Menceklist gejala pada form konsultasi : 1. mati rasa di daerah tertentu 2. perubahan mental dan suasana hati 3. pembengkakan tungkai,kaki atau pergelangan kaki 4. kejang 5. gemetar tangan 6. mual dan muntah sering berkemih (kencing) di malam hari : Tampil pada form hasil konsultasi: Nama penyakit: Gagal Ginjal Hasil Pengujian 2.Kasus Lama komponen yang diuji Cara pengujian Hasil yang diharapkan Hasil Pengujian : Kasus Lama : Menambah, mengubah, dan menhapus data pada form kasus lama : Data pada sistem berhasil diperbaharui : BERHASIL : BERHASIL

3.Revisi Kasus Baru komponen yang diuji Cara pengujian : Konsultasi : Memilih salah satu data kasus yang terdaftar lalu menekan tombol ubah, kemudian mengubah nama penyakit : Data kasus yang terdaftar didatabase sudah di perbaharui dan secara otomatis data akan berpindah ke data kasus baru : BERHASIL

Hasil yang diharapkan

Hasil Pengujian

Hasil yang diharapkan

4.3 Hasil Permintaan Respon Pengguna Pengujian terakhir dilakukan terhadap pengguna aplikasi yaitu pengujung dalam hal ini diwakili oleh masyarakat umum dan satu orang dokter. Permintaan respon dilakukan dengan membagikan kuisoner kepada 20 orang responden, pembagian kuisoner dilakukan dalam rentang waktu 3 hari yaitu antara tanggal 20-22 November 2013. berikut ini dalah hasil rekapitulasi kuisoner dan hasil perhitungan nilai keputusannya : 4.3.1 REKAPITULASI HASIL KUESIONER TABEL HASIL PERHITUNGAN KUEISONER Respon pengguna terhadap sistem pakar diagnosa awal penyakit ginjal

1.

Sistem pakar ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan para medis karena dapat digunakan sebagai sumber informasi alternatif dalam mendiagnosa penyakit ginjal (diagnosa awal) dan dapat memberikan solusi pencegahan atau penanganannya, hal ini didasarkan pada hasil perhitungan kuisoner dimana dalam hasil tersebut diperoleh skor 4.36 dengan kategori sangat baik. Sistem pakar ini dapat menerapkan metode Cased Base Reasoning (CBR ) dan Forward Chaining untuk menentukan kemiripan gejala tiap tiap kasus sehingga dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan diagnosa awal penyaki ginjal, kesimpulan ini didasarkan pada hasil pengujian .

2.

DAFTAR PUSTAKA
ALTERNA TIF (POINT PERTANY AAN)

KRITERIA

NILAI ALTER NATIF KEPUT USAN

SS A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 BOBO T 12 5 14 12 13 3 11 11 8 9 98

SE 7 9 6 7 4 10 9 9 6 11 78

AS 1 6 1 3 6

KS

TS 91 79 94 91 90 1 74 91 91

[1] Hartati Sri dan Mulyana Sri.2009.Tinjauan Singkat Perkembangan Case Based Reasoning.Seminar Nasional Informatika ISSN:1997-2328 UPN Veteran Yogyakarta [2] Kusrini.(2008).Menentukan Faktor Kepastian Pengguna dengan Metode Kuantifikasi Pertanyaan. Diambil tanggal 28 September 2013, dari http://books.google.co.id/books?id=eVLpM Ioxq8IC&pg=PA3&dq=sistem+pakar&hl=i d&sa=X&ei=a1HsUeKOYL8rAfP64GwDA&sqi=2&redir_esc=y# v=onepage&q=sistem%20pakar&f=false . [3] M. Sallahudin dan Rossa A.S.2013.Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorentasi Objek.Informatika : Bandung [4] OCallaghan, Chris.2009.At a Glance Sistem Ginjal edisi ke dua.Penerbit Erlangga: Jakarta. [5] _________, Diambil tanggal 1 Oktober 2013, dari http://medicastore.com/index.php?mod=pe nyakit_search&selSub=9&inpNamaPenyak it=&inpGejala=&go=+go+ . [6] _______, di ambil tanggal 28 September 2013, dari gagalginjal.org [7] _______,Diambil tanggal 1 Oktober 2013, dari http://health.okezone.com/read/2013/06/28/ 482/829220/2019-pasien-gagal-ginjaldiprediksi-capai-100-ribu

81 89

22

4.36

5.Kesimpulan Secara luas skripsi ini menggambarkan pengembangkan sistem pakar untuk diagnosa awal penyakit ginjal. Sasaran pengguna sistem pakar ini adalah masyarakat umum atau pekerja media lain kecuali dokter. Berdasarkan implementasi dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Tabel Keputusan Penyakit Berdasarkan Gejalanya PENYAKIT No GEJALA KODE K1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 NAMA RASA YANG TIMBUL mati rasa di daerah tertentu perubahan mental dan suasana hati letih,mudah lelah, kurang siaga kedutan otot atau kelemahan otot atau kram perasaan tertusuk jarum pada anggota gerak nafsu makan menurun rasa tidak enak di lumut nyeri di punggung bagian bawah nyeri ketika kencing nyeri yang luar biasa di daerah antara tulang rusuk dan tulang panggul namun terjadi hilang timbul rasa nyeri di kandung kemih atau ginjal hilangnya nafsu makan nyeri pada persendian nyeri yang luar biasa di daerah antara tulang rusuk dan tulang panggul nyeri perut * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 P08 P09 P10 P11 P12 P13

K2 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 G23 G24 G25 G26 G27 G28 G29 K3 30 31 32 33 34 G30 G31 G32 G33 G34

ANAMNESIS UMUM DAN GEJALA FISIK pembengkakan tungkai,kaki atau pergelangan kaki kejang gemetar tangan mual dan muntah Tekanan darah tinggi malnutrisi( kekurangan nutrisi) berat badan menurun kulit berwarna kuning kecoklatan gatal di seluruh tubuh keluar serbuk putih di kulit memar pada panggul anemia pembengkakan di wajah dan kelopak mata Demam TAMPILAN DAN VOLUME URINE sering berkemih (kencing) di malam hari sering kencing volume air seni berkurang Air kemih seringkali mengandung darah) urine berwarna gelap tampak kemerahan (karena * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Kode P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 P08 P09 P10 P11 P12 P13

Nama penyakit Gagal Ginjal Akut Gagal Ginjal Kronik stadium ringan Gagal Ginjal Kronik stadium sedang Gagal Ginjal Kronik stadium akhir Pielonefritis ( infeksi bakteri pada ginjal) Hidronefrosis akut Hidronefrosis kronis Infark ginjal Kanker Ginjal Penyakit ginjal polikista Luka Ginjal Sindroma Nefritik Akut Sindroma Nefritik Progresif

POHON KEPUTUSAN
Start

G30

G31

G32 G34 G33

G10

G19

G11

G19

G23

G03

G21

G20

G01

G16

G08

G03

G19

G28

G03

G19

G08

G19

G03

G20

G14

G26

G11

G29

G14

G29

G24

G04

G22

P02

G02

G17

G09

G19

G04

G20

G12

G20

G11

G22

G27

G15

G15 G25 P07 P06 P04

G18 G05 P01 G06 G19

P05

G08

G13

P08

G29

P09

G29

P11

P10

P12

G15

P13 G07 P03

GN

= Gejala dengan Klasifikasi Volume dan Tampilan Urine = Gejala dengan Gejala Fisik Anamnesis Umum dan

GN PN

= Gejala dengan Klasifikasi Rasa Yang Timbul =Kesimpulan Penyakit

GN