Anda di halaman 1dari 19

STRUKTUR PASAR

Dalam pembahasan mengenai struktur pasar, dimana akan dibahas mengenai persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli. Dimana masing-masing struktur pasar mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. A. Pasar Persaingan Sempurna Karakteristik pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah suatu pasar dimana1: (a) Jumlah produsen banyak dan volume produksi setiap produsen hanya merupakan bagian (share) yang kecil dari volume transaksi total di dalam pasar, sehingga masing-masing produsen tidak mampu menentukan harga. (b) roduk yang dihasilkan oleh para produsen adalah bersi!at homogen, sehingga produksi satu produsen merupakan subtitusi yang sempurna bagi produksi produsen lain. (c) "etiap pelaku dalam pasar dapat mendapatkan in!ormasi pasar yang tepat dan sempurna (perfect information), sehingga setiap pelaku dalam pasar mampu membuat keputusan berdasarkan in!ormasi yang tersedia di pasar. (d) rodusen sebagai price taker, dimana tidak dapat menetapkan harga. Karena harga sepenuhnya ditentukan berdasarkan tarikan permintaanpena#aran di pasar, sehingga setiap produsen menetapkan harga berdasarkan mekanisme harga yang ter$adi di pasar. (e) Kebebasan untuk masuk dan keluar (free entry and exit), dimana setiap perusahaan mempunyai kebebasan untuk masuk dan keluar dalam suatu industri. erusahaan baru bebas untuk masuk ke dalam industri tanpa adanya hambatan dari para pemain lama. %egitu pula perusahaan lama memiliki kebebasan untuk keluar dari industri tersebut apabila melihat potensi pasar yang semakin kecil.

rathama &ahard$a dan 'andala 'anurung, Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar (d. ) (Jakarta: * +( ,-, .//0), h. 111

112

Ketiga si!at utama dari pasar persaingan sempurna ini mempunyai implikasi.: (1) (.) "eorang produsen (secara individual) tidak bisa mempengaruhi harga pasar yang berlaku3 harga ditentukan oleh 4pasar5 untuknya Kurva permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen adalah garis lurus horisontal, yang berarti bah#a dia bisa men$ual output berapa pun pada tingkat harga yang berlaku tanpa mengakibatkan penurunan harga $ual ()) 'acam keputusan yang perlu diambil oleh seorang produsen (untuk mencapai keuntungan maksimum atau posisi equilibriumnya) adalah berapa volume output yang harus ia produksikan6$ual3 sedang harga $ualnya sudah ditentukan oleh pasar Dalam pembahasan mengenai beker$anya pasar persaingan sempurna, dalam teori dibedakan antara): a. b. Keseimbangan (equilibrium) produsen secara individual Keseimbangan (equilibrium) pasar, yaitu posisi keseimbangan antara pena#aran dan permintaan di pasar tersebut. rodusen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium bila keuntungan perusahaannya maksimum. "uatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium bila (a) semua perusahaan ada dalam posisi e7uilibrium dan3 (b) $umlah total dari output-output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan $umlah total yang dikehendaki para konsumen. Dari segi perspekti! $angka #aktu analisa mengenai beker$anya pasar persaingan sempurna dibedakan antara0: 8nalisa $angka pendek (short run), yaitu dimana dianggap bah#a setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru untuk masuk ke dalam pasar.

"adono "ukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi 9et. 1: (Jakarta: &a$a;ra!indo ersada, .//.), h. ..: ) %oediono, Ekonomi Mikro 9et. 1: (<ogyakarta: % +( <ogyakarta, 1==1), h. 1/: 0 &obert " yndick dan Daniel * &ubin!eld, Microeconomics (>e# <ork: rentice ?all, .//1), h. .2:

111

8nalisa $angka pan$ang (long-run), yaitu dimana dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas oleh perusahaan-perusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh produsen-produsen baru yang masuk ke dalam industri tersebut. "ehingga $angka #aktu yang dimaksud di sini bukanlah perspekti!

lamanya #aktu yang digunakan. 'elainkan yang men$adi perbedaan apakah !aktor produksi yang digunakan itu konstan atau berubah. asar persaingan sempurna memberikan pen$elasan tentang prilaku perusahaan dalam dunia ideal, dimana perusahaan dapat berproduksi dalam skala yang e!isien dengan harga output barang yang termurah. 1. Keseimbangan Pasar Jangka Pendek Dalam persaingan sempurna perusahaan adalah price taker dan dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pasar hanya dengan merubah $umlah yang diproduksinya. Dalam $angka pendek perusahaan hanya mempunyai satu atau lebih !aktor tetap, dan satu-satunya cara untuk merubah outputnya adalah dengan menggunakan lebih banyak atau lebih sedikit !aktor yang dapat diubahnya. Jadi, kurva biaya perusahaan dalam $angka pendek adalah relevan dengan keputusan output yang diambilnya. 8da dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan : a. erusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak, bila biaya variabel (@9) adalah sama dengan penerimaan total (A&), atau biaya variabel ratarata (8@9) sama dengan harga ( ). Dalam kondisi ini perusahaan hanya menanggung kerugian biaya tetap (+9), dimana biaya ini dengan atau tanpa produksi tetap harus dikeluarkan. Aetapi $ika 8@9 lebih kecil dari harga maka perusahaan tidak mampu menutupi lagi beban biaya tetap. Kegiatan produksi hanya menambah beban, karena itu produksi sebaiknya dihentikan. b. erusahaan memproduksi pada saat '& B '9 agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau, dalam kondisi buruk, kerugiannya minimum (minimum loss)

11C

Dalam $angka pendek, terdapat tiga kemungkinan dalam corak keuntungan perusahaan: i. 'endapat untung luar biasa (super normal) ii. 'engalami kerugian, tetapi masih dapat beroperasi. iii. 'engalami kerugian, dimana harus menutup perusahaan. Keuntungan super normal erusahaan akan mendapat keuntungan super normal apabila harga adalah lebih tinggi dari ongkos rata-rata yang paling minimum. Jadi apabila harga adalah pada o perusahaan akan mendapat keuntungan luar biasa. Keuntungan ini dicapai pada #aktu $umlah produksi adalah Do dan besarnya keuntungan adalah sebesar kotak yang diarsir. Keuntungan seperti ini hanya akan berlaku dalam $angka pendek. Dalam $angka pan$ang adanya keuntungan tersebut akan menarik masuknya perusahaan-perusahaan baru dalam industri.

;ambar. =.1. Keuntungan "uper >ormal

'9 89
o '& B 8& B BD

Kerugian Masih Beroperasi Aerdapat dua kondisi perusahaan yang mengalami kerugian, yaitu
/
Do

dimana perusahaan tersebut masih dapat beroperasi dan kondisi yang kedua perusahaan harus tutup atau membubarkan perusahaan. ,ntuk kondisi yang pertama, menun$ukkan keadaan yang dinyatakan yaitu harga adalah lebih

11:

rendah dari biaya total rata-rata, tetapi lebih tinggi dari biaya variabel rata-rata. ;ambaran seperti ini berarti perusahaan memperoleh hasil pen$ualan yang melebihi biaya variabel yang dikeluarkannya, tetapi kelebihan tersebut belum dapat menutupi biaya tetapnya. Dalam keadaan yang seperti ini perusahaan akan meneruskan usahanya, karena kalau tidak ia akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi yaitu sebanyak biaya tetap yang dikeluarkannya. Kondisi dapat tergambarkan dalam gambar =...

;ambar =... Kerugian 'asih dapat %eroperasi


89 '9

8@9

KerugianoHarus Tutup

'& B 8& B

BD

"ementara kondisi kerugian yang kedua adalah perusahaan harus menutup usahanya, karena hasil pen$ualannya tidak dapat menutupi biaya produksinya baik biaya tetap maupun biaya variabel. Keadaan yang seperti ini akan berlaku apabila hasil pen$ualan hanyalah sebesar atau kurang dari biaya variabel. Kondisi ini terlihat dalam gambar =.).
/ Do

11=

;ambar =.). Kerugian ?arus Autup


89 '9 8@9

Keseimbangan Pasar Jangka Pan!ang

'& B 8& B

BD

Dalam $angka pan$ang kondisi yang dapat dicapai perusahaan adalah kondisi keuntungan normal (break e en point). "ebab bila ter$adi keuntungan super normal, maka hal ini akan menyebabkan banyak perusahaan akan masuk, sehingga keuntungan yang diperoleh semakin / Do lama akan semakin menurun. Kondisi yang sama akan ter$adi pada saat kerugian, dimana kerugian akan menyebabkan banyak perusahaan keluar, sehingga kerugian semakin lama akan semakin menurun. -nilah yang menyebabkan dalam $angka pan$ang hanya keuntungan normal sa$a yang diperoleh perusahaan.

;ambar =.0. Keuntungan Jangka an$ang


'9 89

'& B 8& B BD

1C/
/ Do

Konsekuensi model pasar persaingan sempurna bagi masyarakat adalah pasar ini memberikan tingkat kemakmuran dan kenikmatan yang maksimal, karena2: 1. ?arga $ual output produk barang dan $asa yang termurah, sebab skala produksi perusahaan yang lebih e!isien dibandingkan dengan struktur pasar yang lain. .. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal, karena setiap penduduk memperoleh barang dan $asa yang dibutuhkan dan ini berarti kemakmuran maksimal. ). 'asyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi karena tidak perlu membuang #aktu untuk memilih barang dan $asa (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga (in!ormasi sempurna). 0. Diproduksikan barang-barang yang diperlukan konsumen dengan ongkos produksi yang minimum, berarti semua skala ekonomis telah diman!aatkan, hal ini tergambar pada 89 minimum. >amun demikian, model pasar persaingan sempurna memiliki beberapa kelemahan, yaitu1: a. b. Kelemahan dalam hal asumsi, dimana asumsi-asumsi yang digunakan mustahil untuk ter#u$ud dalam dunia nyata. Kelemahan dalam pengembangan teknologi, sebab perusahaan tidak mempunyai dana cukup untuk kegiatan riset dan pengembangan produknya. c. adahal kegiatan ini dibutuhkan untuk memperoleh teknologi produksi yang meningkatkan e!isiensi produksi. Kon!lik e!isiensi-keadilan, dimana pasar persaingan sempurna sangat menekankan e!isiensi, tetapi dalam dunia nyata hal ini menimbulkan masalah ketidakadilan. d. 8da !aktor-!aktor external economies dan diseconomies, yang ternyata tidak tercakup dalam perhitungan !elfare optimum tersebut.
2

"adono "ukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi 9et. 1: (Jakarta: &a$a;ra!indo ersada, .//.), h. .2C 1 -bid, h. .2=

1C1

e.

ersaingan sempurna ada kalanya menimbulkan biaya sosial kepada masyarakat, karena ada biaya sosial yang tidak tercakup dalam biaya perusahaan.

!.

8danya barang-barang yang hanya bisa dinikmati dan diproduksi secara kolekti! (bersama-sama) dan tidak diper$ualbelikan di pasar (misalnya: keamanan, penegakan hukum, dan sebagainya).

B.

Pasar Monopoli "truktur pasar yang kedua adalah struktur pasar monopoli. 'onopoli

adalah suatu keadaan dimana di dalam pasar hanya ada satu pen$ual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginyaC. -ni adalah kasus monopoli murni atau pure monopoly. 9iri-ciri monopoli adalah:: 1. .. ). 0. rodusen sebagai price maker (yang menciptakan harga) 8danya hambatan untuk masuk (barriers to entry) ke dalam industry tersebut roduk yang dihasilkan oleh produsen adalah mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada produk lain roduksi produsen bagian besar dari volume transaksi total Dalam kenyataan sulit untuk mendapatkan suatu kasus monopoli yang murni tanpa adanya unsur persaingan sama sekali. "ebab seringkali yang ter$adi ada persaingan yang bersi!at tidak langsung, misalnya $asa transportasi kereta api yang dikelola oleh A K8-, meskipun mereka mempunyai monopoli dalam $asa transportasi kereta api, namun mereka mempunyai pesaing dari $asa transportasi yang lain seperti pesa#at udara dan bus. "uatu perusahaan tidak memiliki pesaing karena adanya hambatan (barriers to entry) bagi perusahaan lain untuk memasuki industri yang bersangkutan. Dilihat dari penyebabnya, hambatan masuk dikelompokkan men$adi hambatan teknis (technical barriers to entry) dan hambatan legalitas (legal barriers to entry)" 'onopoli dapat ter$adi pada beberapa aspek, yaitu:
C :

%oediono, Ekonomi Mikro 9et. 1: (<ogyakarta: % +( <ogyakarta, 1==1), h. 1.2 "adono "ukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi 9et. 1: (Jakarta: &a$a;ra!indo ersada, .//.), h. .11

1C.

i. 'onopoli usaha, yaitu monopoli yang dilakukan perusahaan karena menguasai produksi dan pen$ualan suatu produk atau $asa secara sendiri6tanpa saingan di suatu pasar. ii. 'onopoli perusahaan, yaitu monopoli yang dilakukan oleh satu kelompok usaha yang terdiri atas beberapa perusahaan yang menghasilkan produk yang relati! sama iii. 'onopoli pangsa pasar, yaitu monopoli yang dilakukan oleh perusahaan yang telah menguasai pangsa pasar di atas 2/E dan perusahaan tersebut men$adi pemimpin harga untuk produk yang sama dihasilkan dan di$ual di pasaran. ?ambatan teknis disebabkan oleh beberapa hal=: a. b. erusahaan memiliki kemampuan dan atau pengetahuan khusus yang memungkinkan berproduksi sangat e!isien. Aingginya tingkat e!isiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya ('9 dan 89) yang menurun. 'akin besar skala produksi, biaya mar$inal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit (89) makin rendah. c. erusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber !aktor produksi, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia maupun lokasi produksi. d. erusahaan menemukan atau mempunyai teknologi khusus, sehingga memungkinkan perusahaan dapat memproduksi barang yang berbeda dan secara e!isien. "ementara hambatan legalitas (hukum) disebabkan oleh1/: a. ,ndang-undang dan hak khusus Dimana suatu perusahaan mendapatkan hak monopoli oleh pemerintah melalui perangkat peraturan yang dibuat oleh pemerintah. -ndonesia telah memiliki perangkat peraturan ini dalam ,, >o. 2 tahun 1=== tentang *arangan raktik 'onopoli dan ersaingan ,saha Aidak "ehat.
=

rathama &ahard$a dan 'andala 'anurung, Teori Ekonomi Mikro# Suatu Pengantar (Jakarta: * +( ,-, .//0), h. 1:) 1/ -bid, h. 1:0

1C)

b.

?ak paten atau hak cipta ?ak paten atau hak cipta diberikan kepada seseorang yang mempunyai kemampuan khusus dalam menciptakan suatu inovasi, sehingga ia mendapatkan hak monopoli atas inovasinya. -mplikasi terhadap kese$ahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan

adalah bah#a dalam pasar monopoli11: a. ?ilang atau berkurangnya tingkat kese$ahteraan konsumen, hal ini ter$adi karena volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum, ine!isiensi ini menimbulkan kese$ahteraan konsumen yang semakin berkurang. b. 'enimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik !aktor produksi. Konsumen dirugikan karena harga $ual di atas harga keseimbangan bila berdasarkan mekanisme pasar. "ementara bagi pemilik !aktor produksi dirugikan oleh dengan dibayarnya !aktor produksi dengan harga yang lebih rendah dari nilai pasar output. c. 'emburuknya kondisi makroekonomi nasional, sebab $umlah output riil industri lebih sedikit daripada kemampuan sebenarnya. Karena tidak seluruh !aktor produksi terpakai sesuai dengan kapasitas produksi maka akan menimbulkan pengangguran maupun !aktor produksi yang lain. ?al ini akan berdampak buruk bagi perekonomian secara keseluruhan. d. 'emburuknya kondisi perekonomian internasional, hal ini ter$adi karena munculnya ine!isiensi. "esuai dengan tuntutan dalam perdagangan bebas dimana e!isiensi adalah !aktor penentu. 'onopoli yang menimbulkan ine!isiensi adalah buruk bagi kondisi perekonomian internasional.

8da

beberapa

kebi$aksanaan

yang

ditempuh

pemerintah

untuk

mengurangi e!ek-e!ek negati! monopoli1..:


11

"adono "ukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi 9et. 1: (Jakarta: &a$a;ra!indo ersada, .//.), h. .=) 1. %oediono, Ekonomi Mikro 9et. 1: (<ogyakarta: % +( <ogyakarta, 1==1), h. 1)1

1C0

a. 'elalui penetapan ,ndang-undang 8nti-Arust. b. emerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut dengan tu$uan untuk memberi persaingan kepada si monopolis untuk membatasi kekuasaan monopolinya. c. 'embuka kran impor sehingga barang-barang buatan luar negeri bisa memberikan persaingan kepada barang-barang dalam negeri. d. Dengan membuat ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli, misalnya menetapkan harga yang seharusnya di ba#ah harga monopolis, atau dengan penetapan tingkat output yang optimum bagi masyarakat. Dapat pula dengan mengenakan pa$ak kepada monopolis. Aetapi monopoli tidak selalu lebih buruk daripada persaingan sempurna, yaitu bila kita lihat dari segi-segi lain1): a. 'onopoli mendorong perusahaan untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam produknya. "ebab keuntungan monopoli yang didapatkan oleh mereka dipergunakan untuk tu$uan penelitian dan pengembangan. "eperti yang dikemukakan oleh Joseph "chumpeter bah#a !aktor pengusaha yang cenderung untuk selalu melakukan inovasilah yang mampu mendorong pertumbuhan. b. Dalam kasus monopoli alamiah, dimana luas pasar terbatas dan skala ekonomis yang besar, maka sangat tidak e!isien bila diharapkan dalam bentuk industri persaingan sempurna. "ebab bila dipaksakan yang ter$adi $ustru timbulnya banyak perusahaan kecil, dimana masing-masing perusahaan kecil ini tidak bisa meman!aatkan skala ekonomis yang besar, hal ini akan menyebabkan industri men$adi tidak e!isien.

1.

Keseimbangan Jangka Pendek "ebagaimana halnya perusahaan yang perusahaan yang bergerak dalam

pasar persaingan sempurna, perusahaan monopoli $uga harus menyamakan '&


1)

Fubair ?asan, $ntroductions to Microeconomics# %n $slamic Perspecti e ("elangor: rentice ?all, .//C), h. .12

1C2

dengan '9 agar mencapai laba maksimum, seperti yang digambarkan pada gambar =.2.

&p

;ambar =.2. Keseimbangan Jangka endek erusahaan 'onopoli

'9 K 8 % 89 9

'& D1 '& H '9 DG D. '& I '9

ada gambar =.2., laba maksimum tercapai pada output DG, di mana '& B '9 '& B '9. %esar laba seluas bidang 8 G%9. Jika output lebih kecil dari DG, misalnya D1, laba perusahaan belum maksimum sebab '& H '9. "ebaliknya $ika output lebih besar dari DG, misalnya D., laba akan berkurang karena '& I '9. 'onopolis $uga bisa menderita rugi. >amun, apabila rugi akan diusahakan agar kerugiannya adalah minimum ($uga pada tingkat ouput di mana '& B '9). ?al ini dapat terlihat pada gambar =.1.. Aingkat outputnya adalah DG, harga G, A& B J G9DG, sedangkan A9 B J8%DG, sehingga daerah kerugian adalah bidang G8%9 (kerugian yang minimum).
& p ;ambar =.1. 'onopolis <ang 'enderita Kerugian

kerugian

8 K 9

'9

89

1C1
/ '& D D D

Keseimbangan Jangka Pan!ang erusahaan monopoli tidak mempunyai masalah besar dengan

keseimbangan $angka pan$ang, selama dalam $angka pendek memperoleh laba maksimum. Dalam pasar persaingan sempurna, laba super normal akan menarik perusahaan lain untuk masuk ke dalam industri sehingga dalam $angka pan$ang perusahaan hanya menikmati laba normal sa$a. ?al tersebut tidak berlaku dalam pasar monopoli. ?ambatan untuk masuk menyebabkan perusahaan monopoli mampu menikmati laba super normal, baik dalam $angka pendek maupun $angka pan$ang. erusahaan monopoli hanya akan kehilangan laba super normal $angka pan$ang, bila tidak mampu mempertahankan daya monopolinya. ?al tersebut dapat sa$a ter$adi, terutama $ika perusahaan lalai melakukan riset dan pengembangan untuk memperoleh teknologi yang meningkatkan e!isiensi produksi. 8kibatnya posisi perusahaan tergantikan oleh perusahaan lain yang mampu menghasilkan atau meman!aatkan teknologi produksi yang lebih e!isien. Keseimbangan dalam $angka pan$ang akan men$adi masalah bila dalam $angka pendek perusahaan mengalami kerugian. ;ambar =.Ca. menun$ukkan perusahaan monopolis yang mengalami kerugian dalam $angka pendek. >amun
&p karena biaya rata-rata variabel masih lebih besar dari harga (8@9 H ) untuk

sementara perusahaan masih dapat beroperasi. %ila ingin mempertahankan Kondisi 8#al erusahaan 'onopolis eksistensinya dalam $angka pan$ang, perusahaan harus berupaya mencapai laba.
Kerugian $angka pendek

;ambar =.Ca

8 K 9

'9

89 8@ 9

1CC
/ '& D D D

"alah satu cara yang dapat ditempuh adalah melakukan e!isiensi agar biaya produksi lebih murah. Dalam ;ambar =.Cb. ditun$ukkan dengan menurunnya kurva 89 (891 L 89.). Karena sekarang biaya rata-rata lebih kecil daripada harga 89 I ), perusahaan sudah dapat menikmati laba.

& p

;ambar 1/.Cb. erbaikan e!isiensi yang menurunkan biaya


*aba super normal % '9 89/

K 8

891

9ara lain yang dapat dilakukan adalah meningkatkan atau memperbesar permintaan. 'isalnya dengan menggiatkan '& promosi dan D memasang iklan.
D menyebabkan ;ambar =.Cc. eningkatan permintaan (D1L D.) &p /

perusahaan memperoleh laba (;ambar =.Cc). Aentu sa$a cara yang terbaik 'eningkatkan ermintaan adalah melakukan e!isiensi sekaligus permintaan. *aba meningkatkan super normal
'9 89 K 8 % 9 D setelah pemasangan iklan D a#al

G emasangan -klan yang

H89, yang artinya

1C:

'& DG

D.

". Monopoli Alamiah erusahaan yang memiliki daya monopoli alamiah (natural monopoly) disebut monopolis alamiah. erusahaan ini mempunyai kurva biaya rata-rata (89) $angka pan$ang yang menurun (negati e slope). 'akin besar output yang dihasilkan makin rendah biaya rata-rata. -ni dimungkinkan karena perusahaan memiliki kurva biaya mar$inal ('9) yang $uga menurun dan berada di ba#ah kurva 89. erusahaan memilki tingkat e!isiensi yang makin tinggi, bila skala produksi diperbesar. erusahaan seperti ini mampu melakukan eksploitasi pasar, dilihat dari makin besarnya selisih harga $ual dengan biaya mar$inal. ;ambar =.:. menun$ukkan hal tersebut, dimana titik perpotongan kurva '9 dengan '& (titik 8) $auh di ba#ah harga $ual (titik %). erusahaan hanya akan mampu memiliki daya seperti di atas bila dalam $angka pan$ang mampu meningkatkan e!isiensi melalui pengembangan teknologi, mana$emen, dan sumber daya manusia. erusahaan yang memilki kekuatan monopoli alamiah, tidak selalu dia#ali kekuatan teknologi. "ebaliknya perusahaan yang pada a#alnya memiliki kemampuan teknis, dapat
;ambar kehilangan kemampuan monopoli dan =.:. tidak mampu men$adi monopolis alamiah 'onopoli 8lamiah
&p

*aba super normal K %

89 8 / '9 D DG '& D

1C=

#. Pasar Persaingan Monopolistik Aeori pasar persaingan monopolistik dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan sempurna maupun monopoli. (konom yang pertama kali menga$ukan ketidakpuasan terhadap dua model di atas adalah ierro "ra!!a (,niversitas 9ambridge), kemudian diikuti oleh ?oteling dan Feothen. ada akhir dasa#arsa 1=./-an dan a#al dasa#arsa 1=)/-an, model persaingan monopolistik dikembangkan secara intensi! oleh Joan &obinson dan (d#ard 9hamberlain10. ersaingan monopolistik terdapat bila dalam suatu pasar ada banyak produsen, tetapi ada unsur-unsur di!erensiasi produk di antara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen. Aiga asumsi dasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut12: a. roduk yang terdi!erensiasi (differentiated product) b. Jumlah perusahaan banyak dalam industri (large number firms) c. Kebebasan untuk masuk dan keluar (free entry and exit) d. ersaingan mempromosi pen$ualan sangat akti! e. erusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga 1. Keseimbangan Jangka Pendek erusahaan mencapai keseimbangan dalam $angka pendek dan pan$ang. Dalam $angka pendek perusahaan dapat menikmati laba supernormal. "edangkan dalam $angka pan$ang perusahaan hanya menikmati laba normal.
10

rathama &ahard$a dan 'andala 'anurung, Teori Ekonomi Mikro# Suatu Pengantar (Jakarta: * +( ,-, .//0), h. .12 12 "adono "ukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi 9et. 1: (Jakarta: &a$a;ra!indo ersada, .//.), h. .=:

1:/

Keseimbangan $angka pendek tercapai bila '& B '9, karena memiliki daya monopoli #alau terbatas. Kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan perusahaan yang bergerak dalam pasar monopoli. ;ambar =.=. menun$ukkan perusahaan mencapai laba maksimum pada saat '& B '9 di titik (. "ama halnya dengan perusahaan monopolis, harga $ual lebih besar dari biaya mar$inal ( H '9). Aetapi kemampuan eksploitasi laba relati! terbatas, karena kurva permintaan yang dihadapai sangat landai. *aba super normal yang dinikmati perusahaan sebesar luas segi empat 8 %9, dimana harga adalah dan $umlah output yang diproduksi DG.
Gambar 9.9. Keseimbangan Jangka Pendek
M # A#

Rp/Q

PSR

E
DSR

MRSR

QSR

$uantit%

Keseimbangan Jangka Pan!ang Dibandingkan dengan pasar monopoli, persaingan monopolistik masih

lebih baik dilihat dari lebih kecilnya total kese$ahteraan yang hilang (dead !eight loss). >amun tetap kurang e!isien dibanding pasar persaingan sempurna.

1:1

8da dua penyebab mengapa pasar persaingan monopolistik tidak dapat lebih e!isien dibanding pasar persaingan sempurna: ?arga $ual masih lebih besar dari biaya mar$inal ( H '9) Kapasitas berlebihan (excess capacity)

ada saat berada dalam keseimbangan $angka pan$ang, perusahaan sebenarnya tidak berproduksi pada tingkat yang paling e!isien, sebab titik persinggungan antara kurva 89 dengan kurva D bukan titik terendah pada kurva 89. Jika perusahaan ingin memproduksi pada 89 yang paling rendah, output harus ditambah sampai dengan output pada 89 minimum. Aetapi $ika output melebihi D*& (output keseimbangan), penambahan output hanya menurunkan laba (bahkan merugi) karena penerimaan mar$inal lebih kecil dari biaya mar$inal ('& I '9). Dapat disimpulkan, dalam $angka pan$ang perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik akan mengalami excess capacity"
(ambar ).1*
Rp/Q

Keseimbangan Jangka Pan!ang MC AC

P+R

DLR

MRLR

&. Pasar 'ligopoli

$+R

Quantity

Jligopoli adalah keadaan dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar baik secara independen maupun secara diam-diam beker$a sama11. Jligopoli bisa dibedakan antara oligopoli dengan di!erensiasi produk
11

%oediono, Ekonomi Mikro 9et. 1: (<ogyakarta: % +( <ogyakarta, 1==1), h. 1)C

1:.

(setiap perusahaan dengan merk-merk khusus tersendiri, misalnya industri kosmetik) dengan oligopoli tanpa di!erensiasi produk (misalnya industri seng). 8da tidaknya produk di!erensiasi mempengaruhi sampai seberapa $auh permintaan untuk produk suatu perusahaan tergantung pada perusahaanperusahaan lain. "emakin besar tingkat di!erensiasi produk, semakin tidak tergantung kurva permintaan suatu perusahaan pada prilaku perusahaan lain. Dari de!inisi di atas dapat dilihat beberapa unsur penting (karakteristik) dalam pasar oligopoli, yaitu1C: a. b. c. d. e. ?anya sedikit perusahaan yang terdapat dalam suatu industri ( fe! number of firms)" roduknya bisa homogen tapi bisa $uga terdi!erensiasi (homogen or differentiated product) engambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decisions) Kompetisi yang ter$adi lebih banyak bersi!at kompetisi non-harga (nonpricing competition) 8danya hambatan untuk masuk (barriers to entry) dalam industri.

1C

rathama &ahard$a dan 'andala 'anurung, Teori Ekonomi Mikro# Suatu Pengantar (Jakarta: * +( ,-, .//0) h. ...

1:)