Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI VETERINER II

ALAT PENCERNAAN

OLEH KUSUMA JAYA NIM. ..

LABORATORIUM FISIOLOGI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA 2010

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang maha esa atas kuasanya, sehingga dapat diselesaikannya tulisan laporan ini dengan baik. Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas atas selesainya dilakukannya praktikum di laboratorium fisiologi veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Udayana. egala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kebaikan dari tulisan ini, dan tak lupa penulis u!apkan banyak terikasih.

"enpasar, Hormat saya

#$%$

Penulis

ii

DAFTAR ISI

&udul

Halaman

Halaman &udul ..................................................................................................

K'T' P()*')T'+ ......................................................................................... ii "'FT'+ , , ..................................................................................................... iii ,. P()"'HU-U') ............................................................................................ ,,. .'T(+, "') .(T/"( ............................................................................... ,,,. H' ,- P+'KT,KU. ..................................................................................... ,0. 1'H' ') .................................................................................................... 0. ,.PU-') .................................................................................................... K(PU T'K'') .................................................................................................

iii

I. PENDAHULUAN

Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mempelajari, mengetahui, dan memahami nama dan fungsi bagian alat pen!ernaan. truktur saluran pen!ernaan berbeda pada setiap hewan, hal ini karena adanya proses adaptasi terhadap bahan pakan. epanjang saluran !erna terdapat bagian2bagian organ yang mempunyai fungsi berbeda2beda, misalnya mulut untuk menghan!urkan, esophagus untuk menyalurkan bolus ke lambung dll. Pada karnivora saluran !erna lebih pendek dan sederhana, sedang pada herbivora sangat panjang dan komplek. -ambung herbivora non2ruminansia 3mis.kuda dan kelin!i4 relative sederhana dan mirip lambung karnivora, sedang usus besarnya sangat komplek dan lebih besar dari pada usus kasar herbivora -ambung ruminansia sangat komplek dan besar, sedang usus kasarnya sebesar pada herbivore non2ruminansia. Pada unggas pemakan biji terdapat bagian organ saluran !erna yang berkembang baik yaitu tembolok dan ventrikulus.

II Mat !" #a$ % t&# Mat !" ayam burung tikus kodok marmot kelin!i Pisau Plasti! sebagai alas

M t&# 2 langsung Tata ' !(a %. Hewan !oba dimatikan dengan jalan disembelih pada bagian lehernya. #. "engan pisau dibelah pada bagian ventral 3perut4 dari otot perut2selangkangan sampai faring 3ujung leher5tekak4.

6. Tulang dada dipotong pada bagian tengahnya 3tulang rawan 5 warna putih opage4 sehingga esophagus dapat di preparer 3dipisahkan4. 7. emua saluran !erna 3esophagus sampai anus4 dipisahkan 3diangkat4 dari tubuh hewan, kemudian dipaparkan di atas alas plasti!. 8. etiap bagian organ !erna digambar serta disebutkan nama, dan fungsinyai.

III HASIL PENGAMATAN

Hewan 9 ayam *ambar organ )o )ama organ % Mulut (paruh) # Fungsi

untuk mengambil makanan


.enyalurkan makanan ke tembolok dan membasahi makanan agar makanan menjadi li!in ebagai penyimpan makan sementara sebelum masuk k proventri!ulus, menghasilkan getah yang berguna untuk melunakkan makanan Tempat pen!ernaan se!ara en:imatis, .enghasilkan H;dan pepsin .en!era makanan se!ara mekanik dengan bantuan batu2 batu yang ditelan oleh ayam

esofagus

Tembolok

Proventri!ulus 3lambung kelenjar4

0entrikulus 3empedal4

< = > ? %$ %%

"uodenum &ejunum ,leum ;olon +e!tum ;ae!um

ebagai tempat fermentasi dan produksi vitamin 1

%# %6 %7 %8 %<

Kloaka 'nus Hati Pankreas

IV. BAHASAN Pencernaan pada unggas pada dasarnya hampir sama dengan pencernaan pada mammalia, hanya ada beberapa perubahan pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan unggas dapat dianggap sebagai sebuah pipa yang berlapis tiga dengan modifikasi pada daerah-daerah spesifik untuk melaksanakan berbagai fungsi. Kelapisan itu adalah lapisan muskularis, submukosa dan mukosa. !erak mekanis makanan dari paruh ke kloaka terselenggara oleh kontraksi-kontraksi peristalsis lapisan muskularis. Mukus (lendir) di-sekresikan sepan"ang saluran pencernaan oleh sel-sel dalam mukosa dan bertindak sebagai pelumas. #iantara lapisan muskularis dan mukosa terletak submukosa yang mengandung kelen"ar-kelen"ar sekretoris. 1. Mulut, Esofagus dan Tembolok Pada mulut palatum durun (langit-langit keras) ditembus oleh sebuah celah di tengah yang menghubungkan mulut dengan ca$um nasi (rongga hidung). Terdapat kelen"ar ludah tubuler yang bercabang. Terdapat paruh dan lidah yang mengandung bahan tanduk untuk mengambil makanan, tetapi tidak mempunyai gigi. %sofagus mempunyai kelen"ar-kelen"ar mukosa. &agian distal membesar berbentuk kantong dan disebut inglu$ies (tembolok). Paruh mengambil makanan, lidah mendorongnya ke dalam esofagus. Mukosa mulut serta esofagus menghasilkan sali$a, proses ber"alan cepat dan digesti dapat diabaikan. Tembolok (inglu$ies) seperti esofagus dilapisi dengan epithelium s'uamosa berlapis, tetapi hanya bagian yang dekat esofagus mengandung kelen"ar. (nglu$ies itu hanya terdapat pada bangsa burung yang makan bi"i-bi"ian dan tak terdapat pada burung yang makan serangga. )danya tembolok memungkinkan unggas untuk menerima makanan lebih cepat daripada absorpsinya. &ila unggas dipuasakan makanan pertama yang dimakan langsung masuk pro$entrikulus, lubang ke tembolok tertutup. Makanan berikutnya disimpan dalam tembolok selama beberapa menit sampai beberapa "am, tergantung pada konsistensinya dan respons $entrikulus. Makanan basah yang digerus halus cepat dikeluarkan, sedang makanan kering yang kasar tinggal lebih lama.

2. Pro entr!kulus "lambung kelen#ar$ *ambung pada unggas terbagi atas pro$entrikulus dan $entrikulus (empedal + gi,,ard). #ilapisi epithelium kolumner yang terbantuk men"adi kelen"ar tubuler simple-. *apisan mukosa yang ada di ba.ahnya mempunyai kelen"ar-kelen"ar yang berkembang dengan baik dan berhubungan dengan lumen pro$entrikulus melalui sebuah saluran. Pro$entrikulus mempunyai lapisan submukosa yang berkembang baik dan kaya akan kelen"ar-kelen"ar sekretoris yang menghasilkan HCL dan pepsin. %. Ventr!&ulus #ilapisi oleh epithelium kolumner yang berkeratin. Kelen"ar- kelen"ar tubuler bermuara pada permukaan dan teratur dalam kelompok-kelompok. /ntuk membuat permukaan penggerus yang keras dan untuk melindungi mukosa yang lunak, dihasilkan koilin suatu komple- protein0polisakarida yang disekresikan oleh kelen"arkelen"ar dalam lapisan submukosa. Koilin mengeras bila berkontak dengan asam dari pro$entrikulus dan dihasilkan terus menerus sebagai lapisan-lapisan se"a"ar dengan permukaan mukosa dan sebagai batang-batang yang tegak lurus pada permukaan mukosa. &atang-batang itu menon"ol dari lapisan se"a"ar dan membentuk 1gigi empedal1 yang membantu pemecahan makanan. 2entrikulus mempunyai lapisan otot yang tebal, karena organ ini berfungsi sebagai alat penggerus makanan. &ahan makanan dalam empedal digerus sampai cukup lumat untuk dikeluarkan melalui sphincter ke dalam duodenum. 3on"ot-"on"ot mukosa di daerah ini mencegah keluarnya partikel makanan yang besar dan grit. Pada bangsa burung pemakan bi"i-bi"ian $entrikulus itu berkembang dengan baik, tetapi pada bangsa burung karni$ora, empedal itu kecil dan tak berkembang, sehingga dapat dianggap sebagai tambahan pada pro$entrikulus. 4al ini menun"ukkan bah.a bentuk pencernaan yang berbeda ter"adi pada species yang berbeda. '. Intest!num tenue "(sus Halus$. Terdiri atas duodenum yang bergelung dan mengandung pankreas dan "e"unum serta ileum yang dilapisi epithelium kolumner simple- yang mengandung banyak selsel piala (!oblet cells), gambaran seperti pada kuda. 2illi terdapat sepan"ang intestinum tenue dengan crypte *ieberkuhni, tetapi tak mengandung kelen"ar-kelen"ar

&runner. (ntestinum tenue unggas lebih pendek daripada usus halus mammalia. #aerah permukaan untuk absorpsi diperluas oleh adanya lipatan-lipatan pada submukosa (plica Kerkringi) dan pada mukosa ($illi). Selan"utnya ada lipatan-lipatan pada permukaan epithelium $illi, yaitu mikro$illi yang makin memperluas permukaan absorpsi. Sel-sel piala dalam mukosa mensekresi mukus, yang pada duodenum sangat tebal dan melindungi permukaan mukosa terhadap bahan asam dari empedal. Mukus "uga berperan dalam menetralkan asam itu dalam duodenum, 5rypte *ieberkuhni terletak diantara $illi dan merupakan daerah dengan pembelahan mitosis yang aktif. Sel-sel epithelia yang baru terbentuk men"adi de.asa (masak) ketika bergerak naik ke permukaan $illi dan setelah mencapai puncak dilepaskan ke dalam lumen intestinum. Migrasi itu mengambil .aktu 67 "am dan sel-sel yang dilepaskan itu secara nyata menyumbang protein endogenous dalam saluran pencernaan. ). Intest!num &rassum "(sus Tebal$ Terdiri atas kolon, caeca dan rektum yang tidak berdifferensiasi dan bermuara bersama ureter dalam kloaca yang berbentuk seperti lonceng. Kolon (rektum) mempunyai $illi yang pendek dan lebar, merupakan "uga organ yang berotot yang mampu mengadakan gerakan antiperistalsis yang memba.a kembali isinya ke dalam caeca. Sphincter pada batas ileum- colon mencegah gerakan bahan masuk ke dalam ileum. Kolon itu sangat pendek. 5aeca merupakan 8 kantong buntu pada perbatasan ileum dan kolon, dengan $illi yang lebih kecil dan kira-kira 9: cm pan"angnya, tetapi pada beberapa species dapat rudimenter atau tidak ada. 5aeca bertindak sebagai kamar fermentasi, pengisiannya dan pengosongannya diatur oleh otot-otot sphincter. Kloaka mempunyai ruang simpan yang besar untuk urine dan faeces yaitu 5oprodaeum. ;uang yang lebih kecil (urodaeum) menerima o$iduct atau "endolan genital "antan dan ureter. ;uang ke(protodaeum) yang dekat lubang keluar, fungsinya belum diketahui. *embaran-lembaran mukosa membatasi ke-8 ruangan itu. Kloaka dilapisi $illi pendek dan lebar serta mempunyai lapisan otot yang berkembang dengan baik untuk mengeluarkan faeces dan untuk retroperitalsis bahan-bahan yang masih banyak mengandung air. *. Pankreas dan +at! Pankreas adalah organ berkelen"ar terdiri atas lobi dengan saluran yang bermuara di bagian distal duodenum. 4ati membentuk dan mengeluarkan getah

empedu ke bagian distal duodenum melalui 8 saluran, sebuah dari $esica fellae, lainnya dari lobus kiri hati. Pankreas menghasilkan en,im amilase, tripsinogen, chymotripsinogen, karbo-ipeptidase, lipase dan bikarbonat (elektrolit). Pankreas merupakan sumber en,im pencernaan yang penting. Sekresi organ ini distimulasi oleh hormon pankreo,imin dan sekretin, yang dilepaskan bila bahan asam masuk ke duodenum. Stimulus ini "uga menyebabkan sekresi enteropeptidase oleh sel-sel dalam duodenum. )milase pankreas mencerna amilum, tripsinogen diaktifkan men"adi tripsin oleh enteropeptidase, selan"utnya tripsin mengautokatalisis tripsinogen dan meng- aktifkan chymotripsinogen men"adi chymotripsin. Tripsin dan chymotripsin memecah protein men"adi polipeptida, karbo-ipeptidase menyerang polipeptida dan lipase mencerna trigliserida. !etah empedu unggas hanya mengandung sebuah garam empedu yang berkon"ugasi yaitu taurocholate yang mengemulsi lemak dan mengaktifkan lipase. #ulu dikira usus halus mensekresikan suatu campuran en,im pencernaan, yang secara kolektif dikenal sebagai 1succus entericus1 yang beker"a pada tingkat akhir pencernaan. Theori ini telah ditinggalkan dan lokasi ker"a en,im-en,im itu adalah mikrocilli sel-sel epithelia. &ila sel-sel itu dilepaskan, en,im-en,imnya terbebaskan dalam lumen intestinum. %n,im mikro$illi itu meliputi aminopeptidase dan dipeptidase untuk hidrolisis peptida, disakaridase untuk hidrolisis gula dan esterase untuk hidrolisis lemak.

V. SIMPULAN

KEPUSTAKAAN

Sis.anto. 8<<7. Bahan Ajar Fisiologi. *aboratorium =isiologi /ni$ersitas udayana. #enpasar.