Anda di halaman 1dari 18

BUKU PANDUAN MAHASISWA MODUL BIOETHICS & HEALTH LAW II

JURUSAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2010

BAB I

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Tujuan pembelajaran modul ini adalah pada pengenalan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan etika kedokteran dan hukum kedokteran sejak dini sehingga diharapkan menjadi pedoman mahasiswa kelak dalam menjalankan profesi kedokteran/kesehatan di tengah masyarakat. A. Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti Blok Bioethics & Health Law diharapkan mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED dapat memiliki kapasitas dan kemampuan dalam menganalisa masalah-masalah etika pada umumnya dan peka terhadap dinamika sosial dan individu dalam proses pembelajaran dan praktek kedokteran nantinya. B. Keterkaitan dengan Blok Lain Blok Bioethics & Health Law memiliki keterkaitan dengan blok-blok lain dalam tiap semester. Beberapa kasus yang dibahas dalam Blok ini diambil dari kasus-kasus pada Blok sebelumnya yaitu blok Hemato-Imunologi (HI), Endocrine System (ES) dan Dermato-Muskulo-Skeletal (DMS) dengan menambahkan dan menganalisanya dari perspektif etika dan hukum. Dengan demikian diharapkan proses pembelajaran mahasiswa dapat lebih terintegrasi, dengan menganalisa masalah dari berbagai bidang dan sudut pandang yang berbeda.

BAB II KOMPETENSI INTI, KOMPONEN KOMPETENSI, POKOK BAHASAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Kompetensi inti: Berperilaku professional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran Menerapkan program keselamatan pasien Komponen kompetensi : 1. Memiliki Sikap profesional Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter pasien Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai standar profesi Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan etik dalam pengobatan setiap individu pasien 2.Aspek Medikolegal dalam praktik kedokteran Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan : Hak asasi manusia Resep obat Penyalahgunaan tindakan fisik dan seksual Kode Etik Kedokteran Indonesia Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian Proses di pengadilan Memahami UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Memahami peran Konsil Kedokteran Indonesia sebagai badan yang mengatur praktik kedokteran Menentukan, menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan

No. 1

Komponen kompetensi Tujuan instruksional Memiliki sikap profesional Mahasiswa mampu : Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter pasien Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai standar profesi Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan etik dalam pengobatan setiap individu pasien Aspek medikolegal dalam Memahami dan menerima tanggung jawab hukum praktek kedokteran berkaitan dengan : Hak asasi manusia Resep obat Penyalahgunaan tindakan fisik dan seksual Kode Etik Kedokteran Indonesia Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian Proses di pengadilan Memahami UU RI No. 29 tahun 2004 tentang

Pokok Bahasan

Medical Humanitis Medical Anthropology KODEKI Informed Consent Privacy & Confidentiality

Strategi pembelajaran Lecture Small Group Discusion Film Review

Etika Disiplin dan Hukum UUPK dan UU Kesehatan

Lecture Small Group Discussion Card Game

Praktik Kedokteran Memahami peran Konsil Kedokteran Indonesia sebagai badan yang mengatur praktik kedokteran Menentukan, menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan

BAB III
RANCANGAN PEMBELAJARAN 1.1. KULIAH PENDAHULUAN Kuliah pendahuluan merupakan metode pemberian materi yang berkaitan dengan kompetensi yang diinginkan dalam blok BHL 2 dengan cara Kuliah Interaktif yang dilakukan di kelas. Kuliah ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menguasai konsep dasar yang dibutuhkan dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kuliah diberikan oleh dosen atau narasumber yang ahli dalam bidangnya. Diharapkan dalam memberikan kuliah dosen atau narasumber dapat memacu peran aktif mahasiswa. 1.2. TUTORIAL Dalam diskusi kelompok/tutorial, mahasiswa dibagi menjadi kelompok kecil dan setiap kelompok dibimbing oleh seorang dosen/tutor sebagai fasilitator. Sebelum diskusi dimulai, tutor akan membuka membuka dengan perkenalan sesama anggota kelompok dan tutor, memimpin pemilihan moderator dan sekretaris diskusi dan mengamati jalannya diskusi serta memberi komentar atau saran terhadap diskusi yang telah berjalan dan diskusi mendatang.. 1. Mahasiswa diberikan skenario . 2. Masing-masing mahasiswa memberikan pendapat dengan disertai argumentasi yang jelas. 3. Masing-masing mahasiswa dapat menyampaikan pendapat yang berbeda. 4. Hasil akhir dirangkum dalam bentuk laporan kelompok dan bila ada hal yang belum disepakati dapat ditanyakan langsung ke narasumber. 2. SKILLS/KETRAMPILAN Untuk melatih ketrampilan mahasiswa, dalam Blok BHL 2 mahasiswa akan membuat tugas review suatu tema yang telah ditentukan oleh pengelola blok. Kemampuan mahasiswa dalam mengumpulkan informasi, merangkai dan menuliskannya dalam buah tulisan merupakan hal yang ditekankan dalam melatih keterampilan ini. 3. ATTITUDE/AFEKTIF Penilaian attitude mahasiswa dilakukan selama mengikuti proses pembelajaran di Blok BHL 2, terutama pada saat mengikuti perkuliahan, tutorial, diskusi kelompok, diskusi kelas. Penilaian attitude ini tidak dikuantifikasi secara persentase tetapi akan dijadikan prasyarat untuk mengikuti ujian komprehensif, yaitu apabila salah satu hal dibawah ini terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak boleh mengikuti Evalusi Komprehensif sehingga hasilnya TL (Tidak Lengkap) dan dinyatakan tidak lulus blok BHL. Hal tersebut adalah : 1. Ketidakhadiran dalam kuliah maksimal 2 kali pertemuan tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.

Ketidakhadiran dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

3.

Melanggar aturan akademik seperti yang tercantum dalam buku pedoman UNSOED, misalnya plagiasi.

Penentuan apakah seorang mahasiswa melakukan pelanggaran ini akan ditentukan oleh rapat tim blok.

BAB III

KULIAH TATAP MUKA DAN DOSEN PENGAJAR No. 1. 2. 3 3 4. 5. 6.


Jam 07.00-07.50 08.15-09.00 Kontrak Pembelajaran (dr.Dwi Utami,MKes) Medical Humanitis (dr. Amalia) Medical Anthropology (Drs. Rawuh Edi. P) istirahat Benefit and Harm (drs Uki DP.Magr.Sc) Etika Disiplin dan Hukum (dr. Zaenuri SH, Sp. F) Pengantar Hukum Kesehatan (dr Lucas Mariatmanta,SH) Informed consent ( dr Dwi Utami,MKes) SGD 2 Malpraktek medik Malpraktek medik (dr.Mambodyanto,SH) Film : John Q Diskusi film Milgram experiment SGD 3 Informed Consent, Privacy and confidential ity Shalat Jumat Mind Mapping Ujian

MATA KULIAH Medical Humanitis Medical Anthropology Benefit and harm Etika Disiplin dan Hukum + dilemma etik Tata urutan perundang2an Indonesia dan Perkembangan Hukum kesehatan di Indonesia Adverse event and Medical Malpractice Informed Consent
Senin 8 Pebruari 2010 Selasa 9 Pebruari 2010 Rabu 10 Pebruari 2010

DOSEN PENGAJAR dr. Amalia Muhaimin Drs. Rawuh Edi. P, PhD Drs. Uki Dwi P, MAgr.Sc dr. M Zaenuri S Hidayat, Sp.KF dr. Lukas Mariatmanta, SH dr. HM Mambodyanto SP, SH, MMR dr.Dwi Utami,MKes
Kamis 11 Pebruari 2010 Jumat 12 Pebruari 2010

JAM 1 2 1 2 2 1 1

Sabtu 13 Pebruari 2010

09.00-09.50

10.00-10.50 11.00-11.50 12.00-12.50

SGD 1 Kisah dr. Jay

istirahat

13.00-13.50

Mind Mapping

Mind Mapping

Mind Mapping

Mind Mapping

JADUAL PBL, DISKUSI KASUS & FILM

No. Hari/ tanggal/Jam 1. 2. 3. 4.


Selasa 9 Pebruari 2010. 10.00 11.50 Kamis 11 Pebruari 2010. 09.00 10.50 Jumat 12 Pebruari 2010. 08.00 09.50 Jumat 12 Pebruari 2010. 09.00 10.50

Materi
SGD 1 : Kisah dokter Jay SGD 2 : Sunatan Masal Review Film SGD 3 Informed consent, Privacy and confidentiallity

BAB IV MONITORING & EVALUASI


A. Monitoring Proses Pembelajaran Monitoring pembelajaran dirancang oleh Team Teaching dan dilakukan pada saat sebelum dan sesudah dosen melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Monitoring terdiri dari: 1. Monitoring berkesinambungan oleh dosen, meliputi kehadiran mahasiswa dan perilaku mahasiswa di dalam kelas (sopan santun, keaktifan dalam bertanya dan berdiskusi) 2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya selama proses pembelajaran berlangsung 3. Meminta mahasiswa untuk mengisi kuesioner evaluasi Program Perkuliahan.

B, Evaluasi Proses Pembelajaran Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh mahasiswa terhadap dosen dan materi kuliah dalam bentuk kuesioner. Evaluasi diisi oleh setiap mahasiswa pada akhir blok. a. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar dilakukan pada akhir minggu blok BHL 2 dalam bentuk Evaluasi komprehensif dilakukan dengan soal-soal MCQ . Pembobotan setiap item penilaian terlihat pada tabel berikut: No. 1 2 3 4 Jenis Evaluasi Komprehensif Tugas Mandiri ( mind mapping ) Tugas Kelompok Keaktifan dalam diskusi kelompok Jumlah nilai Bobot 30 % 25 % 25 % 20 % 100% Nilai Angka Nilai Akhir

Nilai akhir = pembobotan x nilai angka Nilai akhir dalam huruf: 80 100 = A Kompeten 66 79 =B Kompeten 55 65 =C Tidak Kompeten 50 55 =D Tidak Kompeten < 50 =E Tidak Kompeten Sehingga seorang mahasiswa dinyatakan LULUS BLOK BHL apabila memiliki nilai minimal 66 (B)

CARD GAME : ETIKA DISIPLIN HUKUM KEDOKTERAN Instruksi : Dalam Card Game ini, para peserta diajak untuk mengetahui beberapa peristiwa yang tersaji dalam cerita yang mengandung Etika disiplin dan hukum kedokteran yang sering dijumpai dalam kegiatan praktik dokter sehari-hari. Aturan main : 1. Pilihlah ketua kelompok dan sekretaris di antara anggota kelompok. 2. Ketua membagikan kartu yang berisi Kaidah Dasar Moral,Kodeki, Disiplin Kedokteran dan Peraturan perundangan yg berkaitan dengan kesehatan kepada anggota kelompok secara merata. 3. Ketua membacakan skenario Card Game 4. Diskusikan kata per kata / kalimat per kalimat dengan anggota kelompok anda. 5. Anggota kelompok yang merasa memegang kartu yang sesuai konteks skenario membacakan kartunya disertai argumentasi yang relevan. 6. Anggota lain menyimak dan mengemukakan pendapat disertai argumentasi yang relevan. 7. Satu peristiwa / kalimat bisa mengandung lebih dari satu KDM, Kodeki , disiplin ataupun hukum. 8. Sekretaris mencatat hasil kesepakatan di white board. 9. Tulis laporan untuk dikumpulkan.

KISAH DOKTER JAY


Sekilas profil : Dokter Jay : Lulusan terbaik FK ternama. Punya STR dan SIP Mbak Tita : Adik kelas dokter Jay. Dokter Bejo : Dokter senior. Pasien 100 orang per hari. Terkenal dengan obatnya yang paten dan mahal. DOKTER YANG ENERGIK Dokter Jay , adalah seorang dokter muda yang energik. Target yang dia inginkan adalah sesegera mungkin mengikuti jejak teman sejawat dokter yang lain yang sudah mapan secara ekonomi, yaitu : mempunyai mobil pribadi, istri yang cantik dan rumah mewah Untuk memenuhi target tersebut, dokter Jay bekerja keras siang dan malam tanpa kenal lelah. Gak duwe udel begitu gerutuan teman sejawatnya yang lain saat dokter Jay selalu menolak diajak ikut seminar kedokteran berkelanjutan di kotanya dengan alasan sibuk. ................................................................................................... Dokter Jay membuka klinik 24 jam Hidup Mulia ( hari Minggu dan hari besar buka seperti biasa ). Untuk mempromosikan kemampuannya, dokter Jay memasang papan nama praktik dokter dengan ukuran 1 kali 2 meter di depan Klinik Hidup Mulia dengan menggunakan Billboard.

10

PRAKTEK UMUM

DOKTER JAY
BUKA SETIAP HARI ( MINGGU DAN HARI BESAR BUKA )

MENERIMA : KHITAN DENGAN LASER SUNTIK VARISES, SUNTIK KB AKUPUNTUR dll


Karena pasien di kliniknya masih belum sesuai dengan harapan ( pasien masih do-re-mi / sedikit ), maka dokter Jay juga magang bekerja di 3 klinik lain yang sudah ramai ( Klinik rawat inap Heboh Husada, Klinik rawat jalan Rame selalu dan Balai pengobatan Tebar pesona) pada jam-jam tertentu yang menurut perkiraannya tidak mengganggu jadwal praktek di klinik pribadinya. Alhasil, sering terjadi saat magang di klinik lain, dokter Jay ditelpon perawat pribadinya untuk segera pulang karena ada pasien yang menunggu di rumah . Untuk mengatasi komplain dari pasien karena terlalu lama menunggu di rumah, dokter Jay kadang mengutus perawat jaga untuk melakukan anamnesis serta pemeriksaan fisik dulu dan dokter Jay tinggal memberi terapi sesampainya di rumah. Suatu siang, saat dokter Jay praktek di klinik Heboh Husada, terdengar dering telpon dari klinik pribadi yang mengabarkan ada pasien yang sudah menunggu. Dengan tergopohgopoh, dokter Jay segera menyelesaikan pasien yang masih tersisa di klinik Heboh Husada Setelah memberi resep obat dan instruksi periksa laboratorium Pasti Akurat kepada pasien, dokter Jay menyuruh perawat untuk melakukan injeksi roborantia kepada pasien terakhir. Tanpa menunggu pasien yang akan disuntik , dokter Jay segera meluncur ke rumahnya yang berjarak 5 KM dari klinik Heboh Husada. Pasien di klinik Saka Repe DW adalah nona Cabi, dengan keluhan nyeri dada kanan atas disertai jantung berdebar-debar. Keluhan timbul saat akan menghadapi ujian semester. Melihat nona Cabi yang chubby, timbul niat iseng dokter Jay. Dengan kewenangannya sebagai dokter, Jay menyuruh nona Cabi membuka baju untuk diperiksa. Selanjutnya.................................

OBAT DOKTER BEJO Kadang-kadang, saat pasien di klinik lain sedang ramai-ramainya, dokter Jay menyuruh pacarnya yang cantik ( mbak Tita ) untuk menggantikannya praktik di rumah. Suatu hari, dokter Jay menyuruh mbak Tita untuk menggantikannya praktik di Klinik Hidup Mulia dengan tetap didampingi oleh dokter Jay. Biar nanti setelah praktek sendiri sudah trampil memeriksa pasien kata dokter Jay. Pasien pertama seorang laki-laki muda ( tuan Keluh ) dengan keluhan nyeri lutut saat saat berjalan. Nyeri lutut sejak seminggu yang lalu yang tidak hilang walaupun sudah minum obat yang diberikan oleh dokter Bejo.

11

Betapa terkejut mbak Tita saat mengetahui obat yang diberikan oleh dokter Bejo. Obat yang diberikan oleh dokter Bejo ada 7 macam sbb : - Piroksikam - Cimetidine - Antacida - Deksamethason - Diazepam 3 kali 1 tablet 3 kali 1tablet 3 kali 1 tablet 3 kali tablet 3 kali 1 tablet

- Vitamin B complek 3 kali 1 tablet - Vitamin C 3 kali 1 tablet Saya disuruh minum sekaligus setelah makan dok. Bagaimana menurut pendapat dokter? tanya tuan Keluh. Wah, obatnya terlalu banyak mas.....! saya ganti dengan obat yang lebih bagus ya....? kata mbak Tita. Saya manut bu dokter saja lah......!, memang dokter Bejo terkenal suka ngasih obat dengan jumlah banyak. Mahal lagi......!! gerutu tuan Keluh. Mbak Tita tersenyum dan menulis resep obat untuk dibeli oleh tuan Keluh. R/ Asam mefenamat mg 500 S3dd1 Natrium diclofenac mg 50 S3dd1 Fluocortolone S2dd1 ac Plantacide Syr S3dd1cth 1 h pc Valium S3dd1 Dokter Jay mengangguk-angguk sambil mengacungkan 2 jempol kepada mbak Tita setelah melihat daftar obat yang tertulis dalam resep. Obatnya diminum sesuai aturan ya pak, jangan lupa kontrol tiga hari lagi.....!! kata dokter Jay kepada tuan Keluh sesaat sebelum meninggalkan ruang periksa. ............................................................................................................................. Pasien kedua adalah nona Imoet, seorang karyawati swasta. Nona Imoet mengeluh ada bercak warna putih di sekitar pipi kanan. Dari pemeriksaan didapatkan kesimpulan bahwa nona Imoet menderita Pitiriasis versicolor. Oleh mbak Tita, nona Imoet diberi salep ketokonazol. Sebelum pulang, nona Imoet meminta surat keterangan sakit 3 hari yang berlaku surut sejak 2 hari yang lalu kepada mbak Tita karena sudah 2 hari tidak masuk kerja . Sebenarnya mbak Tita tidak mau memberikan surat keterangan itu, namun setelah didesak oleh nona Imoet dengan mengiba-iba ( takut dipecat dari pekerjaannya ) disertai dukungan moral oleh dokter Jay ( tapi tarifnya dimahalin lho Say.......!!! kata dokter Jay kepada mbak Tita), akhirnya mbak Tita mau memberikan surat keterangan sakit kepada nona Imoet. No.X Fl. No.1 No. X No. X No. X

12

....................................................................................................................... SEMINGGU KEMUDIAN .......................................... Datang Pak Rusuh ,SH yang mengaku sebagai paman tuan Keluh meminta pertanggungjawaban klinik Saka Repe DW karena sehari setelah minum obat dari klinik, keadaan tuan Keluh malah bertambah parah. Ditambah dengan perut yang kesakitan sampai muntah-muntah. Kata dokter Bejo, kelainan ini akibat keracunan obat dari klinik Hidup Mulia. Sambil menggebrak meja, Pak Rusuh meminta catatan medik tuan Keluh untuk barang bukti penuntutan perdata yang akan dilakukan oleh Pak Rusuh ,SH. Dokter Jay membantah keras semua tuduhan Pak Rusuh ,SH. Sambil menunjukkan rekam medik tuan Keluh, dokter Jay menjelaskan bahwa sakit tuan Keluh bisa saja karena sebelumnya telah minum obat dokter Bejo. Melihat gelagat bahwa Pak Rusuh masih belum puas, dokter Jay menawarkan alternatif perdamaian dengan bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan tuan Keluh di rumah sakit.......................... Uang lima juta rupiah berpindah dari kantong dokter Jay ke saku Pak Rusuh .......... Dan Pak Rusuh pun pulang dengan senyuman puas tersungging di bibirnya. ................................................................................................................................ Kesal dengan nasib buruknya pada hari itu, dokter Jay segera melampiaskan kejengkelannya dengan memarahi mbak Tita habis-habisan. Dasar dokter Jay......!!!!!!!! FORMAT LAPORAN KELOMPOK No Ketidaksesuaian Ketidaksesuaian Pelanggaran Pelanggaran Kaidah Dasar Verifikasi Alasan Kodeki Disiplin hukum Moral . Blablabla . dst Konteks

13

Lampiran 2. TUTORIAL 2. PEMBUKTIAN MALPRAKTEK Sasaran Belajar : Setelah menyelesaikan tutorial ini, mahasiswa diharapkan dapat : Menjelaskan apa yang dimaksud dengan adverse event dan medical error Menjelaskan pengertian kompetensi dan Lack of competence. Menjelaskan persiapan suatu tindakan medik sesuai Standar Operasional Prosedur dan kaitannya dengan hukum positif di Indonesia. Menjelaskan posisi dokter dalam pengertian Captain is a leader of the ship Menjelaskan pengertian malpraktek medik kaitannya dengan 4 D dan UUPK.

Instruksi : Analisis kasus di bawah ini dengan pendekatan 4 D ( Duty, Deriliction of Duty, Damage dan Direct Causation ) dan UUPK. Buat laporan kelompok sesuai format.

SUNATAN MASSAL
Menyambut Tahun Baru Hijriyah, Balai pengobatan Suka Menolong mengadakan acara khitanan massal bagi warga sekitarnya. Jauh hari sebelumnya, persiapan telah dilakukan dengan cermat guna melakukan khitanan bagi sekitar 50 anak. Obat yang disiapkan meliputi : Amoksisillin 500 mg tablet sebanyak 50 blister, antalgin 500 mg 1 kaleng isi 1000 tablet, kasa steril 5 kotak, betadine 100 ml sebanyak 3 botol, Lidokain injeksi sebanyak 100 ampul, serta minor surgery set sebanyak 3 buah buat 3 orang operator. Tidak lupa pula disiapkan seperangkat baju muslim dan uang 50 ribu rupiah bagi masing-masing anak.

Karena merupakan acara rutin tahunan yang biasa diselenggarakan di klinik tersebut; tanpa pemberitahuan kepada pihak terkait, acara khitanan masal tersebut segera dilaksanakan . Operator pertama adalah dokter Sudi dibantu oleh Amir ( seorang dokter yang baru lulus ). Operator kedua adalah dokter Dudi dengan asisten Amin ( seorang co asisten ) dan operator ketiga adalah dokter Rudi dengan asisten Kamir ( seorang paramedis di Suka Menolong ). ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------Setelah menyelesaikan khitan anak ke lima, dokter Sudi segera menyerahkan anak ke enam ( anak X , 6 tahun) yang ditanganinya kepada Amir. Dokter Sudi meyuntikkan lidokain ke anak X. Agar Amir menjadi trampil mengkhitan, dokter Sudi segera menyerahkan alat bedah kepada Amir sambil mengajari tindakan yang harus dilakukan oleh Amir. Saat prepusium dipotong, anak X tampak gelisah. Sambil tetap memperhatikan tindakan Amir, dokter Sudi menghibur anak X dengan kalimat Tahan ya nak, sebentar lagi sunatnya selesai kok...!!. ...........dan beberapa saat kemudian, anak X pun tampak tenang (karena tidak terdengar suaranya lagi). --------------------------------------------------------------------------------------------------------------Setelah menyelesaikan balutan terakhir pada penis anak X, Amir tampak ceria karena mendapat pujian dari dokter Sudi atas ketrampilannya mengkhitan. Amir segera memanggil keluarga anak X untuk memberitahukan bahwa khitan anak X sudah selesai. ----------------- Terdengar teriakan histeris dari keluarga----------------- ternyata saat dibangunkan, si X tidak mau bangun untuk selama-lamanya dengan wajah pucat dan mulut berwarna kebiruan. 14

FORMAT LAPORAN MALPRAKTEK Konteks Blablabla Duty Deriliction of Duty Damage Direct Causation Kesimpulan

15

Lampiran 3.

Informed consent, informed refusal, privacy and confidentiallity


Sasaran Belajar : Setelah menyelesaikan tutorial ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk : 1. Menjelaskan prosedur informed consent dan refusal 2. Menjelaskan definisi privacy dan confidentiallity serta kaitannya dengan hukum positif di Indonesia. 3. Menyebutkan pengertian wali pasien dan hak serta kewajiban dari wali. 4. Menjelaskan dilema etik dan alternatif pemecahannya.

Kriteria penilaian : 1. Keaktifan individu. 2. Relevansi materi yang disampaikan dengan topik. 3. Cara penyampaian pendapat.

Informed Consent
The child with non-Hodgkin's lymphoma Physician: A 5-year-old boy who came from a district 80 miles north of the city is presently admitted in our ward. He was quite ill when he came to the hospital. We investigated the case and it turned out to be a case of non-Hodgkin's lymphoma (NHL). When he got the diagnosis, we routinely referred him to the oncologist concerned. The oncologist advised a treatment regime and we gave the treatment to the boy in the ward. We sent the patient to the oncologist for followup and the treatment was changed. Here, what bothers me is that... we did what we could for the child. As for the parents, they came to this hospital as it is a big hospital and they had faith in us. They asked us about the condition of the child. We replied that the child was ill, but we would try our best, that is what we told them.

Questions Q What procedures for obtaining informed consent would you consider in connection with the child's treatment? Q Would you have any special concerns when discussing the diagnosis, the prognosis and the treatment with the parents?

Privacy and Confidentiallity


The HIV-positive injecting drug user The following is from an interview with a doctor looking after HIV-positive patients. Physician: Another dilemma arose in connection with an injecting drug user in his early 30s, married for about 2-2 yrs. He is HIV-positive and is undergoing treatment. He has not till now informed his wife that he is HIV-positive. We discussed this with him so that he would understand the implications of being HIV-positive I would not disclose the test result to his wife without his consent. However, I will use all my resources, gentle persuasion and convincing argument to make him understand why it is important that his wife must know. So, step one would be informing him about what it means, assessing his knowledge about being HIV-positive, how does it spread, and how it can affect others. Also, what precautions he needed to take.

16

The point that this particular patient illustrates is that as he came for treatment, during the process of investigations or treatment if we come across certain phenomenon, we cannot disclose to others without his knowledge and permission. Information is to be treated as confidential. This is an ethical question. At the same time, my dilemma is, if I do not disclose the real situation, I know, he may infect his wife.

Questions Q Summarize the ethical dilemma in this case. Do you agree with the physician's position? Why/why not? Format penulisan Laporan Cover Judul Bab I Bab II Bab III Daftar Pustaka

Pendahuluan: Latar Belakang dan Permasalahan Pembahasan : Analisis kasus dihubungkan dengan teori & kuliah yang sudah didapat dan solusinya) Kesimpulan : Terpercaya, minimal 5 buku teks/jurnal dari internet

Tata cara penulisan : A4, margin 3-3.4-4, Times News Roman 12, 1.5 spasi,

2.

Acuan penilaian take home paper : Komponen Nilai 1 Waktu pengumpulan tugas Maksimal 30 Mengumpulkan tepat waktu dengan taat azas tata tulis Terlambat dengan alasan yang jelas dan sah kurang dari 1 minggu dari tanggal pengumpulan Terlambat dengan alasan yang jelas dan sah 1 2 minggu dari tanggal pengumpulan Terlambat dengan alasan yang jelas dan sah lebih dari 2 minggu atau lebih dari tanggal pengumpulan Pemenuhan komponen penugasan : 2 Memenuhi kriteria komponen penugasan dan penulisan yang diminta kurang dari sampai dengan 10% Memenuhi kriteria komponen penugasan dan penulisan yang diminta lebih dari 10 % sampai dengan 50 % Memenuhi kriteria komponen penugasan dan penulisan yang diminta lebih dari 50 % 3 Memakai sumber yang jelas dan akurat : Kurang dari 5 buku teks/jurnal dari internet 5 buku teks/jurnal dari internet 4 Pembahasan yang kritis dan aktual 30 20 10 0 Maksimal 30 10 20 30 Maksimal 20 10 20 Maksimal 20

Keterangan : nilai minimal 0 (tidak mengumpulkan), nilai maksimal 100


CATATAN : Semua Laporan dibuat dalam bentuk soft copy dengan program MS Word 2003. Dikrim ke e mail : dzikrarana@yahoo.com paling lambat 2 hari setelah SGD.

17

PEMBAGIAN KELOMPOK

Tutor dr. Dwi Utami, MKes dr. Anton Budi D, MKes, SpTHT dr. Diah Krisnansari, MSiMed dr. Rifki , SpM dr. Joko Mulyanto, MSc dr. Hidayat Sulistyo,SpPA, MSiMed Dyah Woro, SPsi Rahmawati Wulansari, SPsi,Psi dr. Wahyu Jatmiko, SpPD dr. Agus BS, SpBS dr. Khusnul Muflikhah dr. Ariadne, SpA, MSiMed dr. Thianty Silviningrum, MS.Edu

Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

18