Anda di halaman 1dari 32

Assalamualaikum Wr Wb

PRESENTASI

LAPORAN CO ASISTEN Praktikum Fisika Dasar 1

Oleh Nuhman

PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1


Momen Inersia

Tetapan Pegas
Pesawat Atwood Panas Jenis dan Kalorimeter Modulus Elastisitas Bandul Fisis

MOMEN INERSIA
Tujuan : a. Menentukan momen kelembaman benda dengan mengukur massa serta ukuran geometrinya; b. Menghitung momen kelembaman dengan mencari waktu getar ayunan torsi

Alat-alat yang digunakan : a. Keping dari logam berbentuk bulat, persegi panjang dan bujur sangkar b. Statif dengan tali kawat c. Jangka sorong d. Busur derajat e. Stopwatch f. Neraca teknis

Dasar Teori
Momen Inersia adalah kemampuan suatu benda untuk mempertahankan kedudukannya pada gerak rotasi
I = m . R

I = Momen Kelembaman m terhadap poros I

Blanko Percobaan

Kesimpulan :
Momen inersia benda jika diketahui massa serta ukuran geometrinya Empat persegi panjang Ia = 4,53 x 10-5 kgm2 Ib = 1,0258 x 10-4 kgm2 Ic = 1,479 x 10-4 kgm2 Silinder Id = 1,83 x 10-4 kgm2 IR = 9,305 x 10-4 kgm2 Bujur sangkar Ia = 7,836 x 10-5 kgm2 Ib = 7,886 x 10-5 kgm2 Ic = 1,567 x 10-5 kgm2

Momen inersia benda jika diketahui waktu getar ayunan torsi Empat persegi panjang Ib = 1,03 x 10-4 kgm2 Silinder Id = 0,955 x 10-4 kgm2 IR = 6,7 x 10-5 kgm2

TETAPAN PEGAS
Tujuan Percobaan

Menentukan nilai konstanta pegas.


Alat-alat yang diperlukan

1. Pegas 2. Statip penggantung 3. Bejana pemberat beban 4. Beban pemberat 5. Mistar 6. Stopwatch 7. Neraca teknis 8. Anak timbangan

Teori Dasar

Jika suatu bahan dapat meregang atau menyusut karena pengaruh gaya dari luar dan dapat kembali ke keadaan semula jika gaya yang bekerja padanya dihilangkan, maka keadaan tersebut dikatakan mempunyai sifat elastis (misalnya pegas). Selama batas elastisitasnya belum terlampaui maka pepanjangan pegas sebanding dengan gaya yang digunakan untuk memperpanjangkannnya, yang menurut Hukum Hooke sebagai berikut F = - k x .........................(1)
Dimana : k = konstanta gaya pegas.

Blanko Percobaan

Kesimpulan
1.Nilai konstanta pegas untuk metode pembebanan secara manual yaitu 10,00107 N/m 2.Nilai konstanta pegas untuk metode osilasi - Bejana + keping 2 + keping 8 adalah 9,0257 N/m - Bejana + keping 10 + keping 1 adalah 8,9949 N/m - Bejana + keping 5 + keping 7 adalah 9,06001 N/m 3.Nilai konstanta pegas untuk metode pembebanan secara kompterisasi k1 = 10,833 N/m k2 = 10,286 N/m k3 = 10,500 N/m

PESAWAT ATWOOD
Tujuan Percobaan
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengenal besaran fisis momen inersia. Mengenal Hk. Newton melalui sistem katrol (Pesawat Atwood) Mengamati gerak dipercepat dan gerak dengan kecepatan tetap padaPesawat Atwood. Memeriksa apakah Hukum Newton barlaku baik terhadap sistem katrol ini. Menghitung harga momen inersia katrol, bila kecepatan gravitasi diketahui. Menghitung percepatan disuatu tempat bila momen inersia katrol diketahui.

DASAR TEORI

Pesawat atwood adalah alat yang diciptakan oleh George Atwood yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia untuk menganalisa Hukum Newton.
Hukum Newton 1 : F = 0 Hukum Newton II : F = m.a Hukum Newton III : Faksi = - Freaksi

Untuk sebuah katrol dengan beban-beban seperti pada gambar dibawah, maka berlaku persamaan seperti berikut:

a=

mg 2M+m+I/r

Kesimpulan
1. 2.

3.

Besaran fisis momen inersia yaitu I = m.R2 , dimana m adalah massa (kg) dan R adalah jarak ke titik pusat atau jari-jari (m) yang terdapat pada katrol. Hukum Newton dapat kita ketahui melalui sistem katrol (Pesawat Atwood) yang menggunakan tali dan diujung-ujung tali tersebut diberi beban yang hampir sama beratnya, lalu tali tersebut digantung pada katrol. Hukum Newton ada 3, yaitu : Hukum Newton I, yaitu F = 0 Hukum Newton II, yaitu F = m.a Hukum Newton III, yaitu Faksi = -Freaksi Pada percobaan ini jarak CA adalah gerak dengan kecepatan tetap dan jarak AB adalah gerak diperlambat.

4. Hukum Newton I, II, maupun III berlaku baik, a. Ketika M1 dan M2 digantung maka benda tersebut diam dan itu membktikan Hukum Newton I b. Ketika M2 + m maka M2 akan bergerak ke arah bawah dan itu membuktikan Hukum Newton II c. Ketika M2 telah menyentuh tumpuan B maka M2 akan bereaksi melawan arah gaya yang diberikan dan itu membuktikan Hukum Newton III 5.Harga momen inersia katrol a. Ketika M2 + m1 adalah -0,00045 kgm2 b. Ketika M2 + m2 adalah 0,001303 kgm2 6.Percepatan di suatu tempat bila momen inersia diketahui dapat dicari dengan rumus :

PANAS JENIS DAN KALORIMETER


Tujuan Percobaan

Menentukan nilai panas jenis tembaga dan gelas dengan pertolongan kalorimeter tembaga
Alat-alat yang digunakan a. Kalorimeter dan pengaduknya b. Dua buah thermometer c. Keping tembaga dan gelas d. Gelas pengukur e. Neraca teknis f. Anak timbangan g. Stopwatch h. Pemanas tembaga dan gelas i. Kompor listrik

Teori Dasar
Panas jenis adalah kemampuan suatu kalor untuk

menaikkan suhu sebanyak 1 kg zat sebesar 10C

Azas Black, bila dua benda berlainan temperaturnya

bersentuhan satu sama lain, maka benda yang temperaturnya lebih tinggi akan memberikan kalor pada benda yang temperaturnya lebih rendah, sehingga akan tercapai keseimbangan temperatur kedua benda tersebut. Q lepas = Q terima

Blanko Percobaan

Kesimpulan
Dari percobaan ini didapat nilai panas jenis, yaitu : a.Keping tembaga Ct = 3,13902 cal/gr0C b.Keping gelas Cg = 0,4259 cal/gr0C

MODULUS ELASTISITAS
Tujuan Percobaan

Menentukan modulus Elastisitas (E) dari berbagai zat padat dengan cara pelenturan. Dalam percobaan ini zat padatnya adalah besi dan alumunium.
Alat alat yang digunakan 1. Jangka sorong 2. Mistar 3. Spherometer 4. Beban 5. Tumpuan 6. Lampu indikator 7. Ampelas

Modulus elastisitas adalah nilai kecenderungan benda untuk kembali ke bentuk atau posisi semula bila gaya yang diberikan dihilangkan.

E = / E = F/A / l/l0

Blanko Percobaan

Kesimpulan
1. 2. 3.

Modulus elastisitas batang besi adalah 1,403 x 10^10 kg/m2 Modulus elastisitas batang alumunium pada peletakan I adalah 7,0305 x 10^10 kg/m2 Modulus elastisitas batang alumunium pada peletakan II adalah 1,588 x 10^10 kg/m2

BANDUL FISIS
Tujuan Percobaan

Menentukan percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan bandul fisis


Alat-alat Yang Digunakan 1) Tumpuan 2) Batang homogen + beban 3) Stopwatch 4) Mistar pengukur

Bandul fisis adalah suatu bandul yang

menggunakan batang homogen sebagai penggantungnya yang terdapat massa yang menyatu pada batang homogen tersebut.

Blanko Percobaan

Kesimpulan
Percepatan gravitasi untuk percobaan A

a. 50 ayunan : 14,33 m/dt2 b. 300 detik : 10,33 cm/dt2


Percepatan gravitasi untuk percobaan B

a. 50 ayunan : 10,289 m/dt2 b. 300 detik : 9,97 cm/dt2

Wassalamualaikum Wr Wb