Anda di halaman 1dari 20

STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR (SOP) PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

PADA PERENCANAAN JALAN AKSES NEW TOWN TAHAP 2, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN

JA LAN AKSES NEW TOWN TAHAP 2, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN SOP ini untuk Dilampirkan Sebagai Bagian

SOP ini untuk Dilampirkan Sebagai Bagian Dari Dokumen Kontrak Konstruksi

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias

Jl. Muhammad Thaher No.20 Lueng Bata – Banda Aceh Telp. 0651-636666, 636123, Fax. 0651-637777

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bencana gempa dan tsunami tanggal 26 Desember 2004 telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa di NAD Nias yang tidak sedikit. Hal ini mengingatkan kita akan perlunya memberikan perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan pada setiap saat.

Perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan perlu diberikan pada setiap kegiatan pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan tahap operasi pemeliharaan. Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan pertimbangan perlindungan lingkungan (baik komponen fisik, biologi maupun sosial) dalam perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan.

Sebagai dasar penyusunan dokumen SOP pekerjaan Pembangunan Jalan Akses Jalan New Town adalah surat BAPEDALDA No. 660.46/357/5a./2007 tentang hasil screening studi lingkungan. Surat Bapedalda ini menetapkan rencana Pembangunan New Town Access Road sebagai kategori kegiatan yang perlu dilengkapi dengan SOP Lingkungan. SOP Lingkungan menjadi bagian dari dokumen kontrak konstruksi yang perlu dilaksanakan oleh kontraktor.

Wassalam.

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR --------------------------------------------------------------------- DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL --------------------------------------------------------------------------

I Kriteria AMDAL, UKL-UPL Dan SOP ------------------------------------------

II Tujuan SOP --------------------------------------------------------------------------

III Deskripsi Kegiatan ------------------------------------------------------------------

3.1. Tahap Prakonstruksi --------------------------------------------------------

a. Survey Lapangan --------------------------------------------------------

b. Detail Disain Engineering ----------------------------------------------

3.2. Tahap Konstruksi -------------------------------------------------------------

a. Perekrutan Tenaga Kerja ----------------------------------------------

b. Pengoperasian Basecamp ---------------------------------------------

c. Penyiapan Lahan ---------------------------------------------------------

d. Mobilisasi Material -------------------------------------------------------

e. Pekerjaan Galian Timbunan -------------------------------------------

f. Pekerjaan Perkerasan Jalan ------------------------------------------

g. Pembangunan Saluran Drainase ------------------------------------

h. Pembangunan Penguat Jalan ----------------------------------------

i. Pemasangan Gorong-gorong -----------------------------------------

j. Marka Jalan (Kerb) ------------------------------------------------------

k. Lampu Penerangan Jalan ----------------------------------------------

l. Penghijauan ----------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------

a. Pengoperasian Jalan ----------------------------------------------------

m. Perambuan

3.3. Tahap Operasi

b. Pemeliharaan Jalan dan Fasilitas lainnya -------------------------

IV Standar Operasi Dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan ------

i

ii

iii

1

1

2

2

2

2

3

3

3

3

3

3

4

4

4

4

4

4

5

5

5

5

5

5

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kriteria AMDAL, UKL-UPL dan SOP

Pekerjaan Jalan ------------

1

Tabel 2. Spesifikasi disain jalan ------------------------------------------------------

2

Tabel 3. Jumlah dan posisi kebutuhan tenaga kerja konstruksi --------------

3

Tabel 4. Tipe box culvert ---------------------------------------------------------------

4

Tabel 5. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Perencanaan Jalan (Untuk Konsultan Perencana)

6

Tabel 6. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Jalan (Untuk Kontraktor) -------------------

6

Tabel 7. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi Pemeliharaan Jalan (Untuk Dinas Terkait) .

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Peta lokasi Lampiran 2. Kondisi Existing Lampiran 3. Gambar Kerb Lampiran 4. Gambar Perambuan

STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR (SOP) PERLINDUNGAN LINGKUNGAN PADA PERENCANAAN AKSES JALAN NEW TOWN, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN

I. Kriteria AMDAL, UKL-UKL Dan SOP

Kegiatan (sub-proyek) pekerjaan jalan yang perlu dilengkapi Standar Operasi dan Prosedur (SOP) adalah kegiatan yang tidak termasuk kriteria Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 308 Tahun 2005 dan tidak termasuk kriteria Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) berdasarkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 17/KPTS/M/2003 tentang Penetapan Kegiatan Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Yang Wajib Dilengkapi UKL-UPL.

Selanjutnya kriteria kegiatan (sub-proyek) pekerjaan jalan yang wajib AMDAL, UKL-UPL dan SOP sebagaimana disajikan pada tabel berikut:

Tabel 1. Kriteria AMDAL, UKL-UPL dan SOP Pekerjaan Jalan

     

Skala/Besaran

Jenis Kegiatan

Pekerjaan Jalan

AMDAL

   

No

(PermenLH

No.308 tahun

UKL-UPL (Kepmen Kimpraswil No.17 tahun 2003)

S O P

 

2005)

1

Pembangunan dan/atau peningkatan jalan dengan pelebaran di luar daerah milik jalan

 

a). Kota besar/ metropolitan

Panjang 5km

Panjang 1 s/d <5km atau Luas 2 s/d <5ha.

Panjang < 1 km atau Luas < 2 ha.

atau

 

Luas 5ha.

 
 

b). Kota sedang

Panjang10km

Panjang 3 s/d <10km atau Luas 5 s/d <10ha.

Panjang < 3 km atau Luas < 5 ha.

atau

Luas 10ha.

 
 

c). Pedesaan

Panjang15km

Panjang 5 s/d <15km

Panjang < 5 km.

2

Peningkatan jalan dalam daerah milik jalan (DAMIJA)

 
 

Kota Besar

 

Panjang 10 km

Panjang < 10km

 

Kota Sedang

   

Semua ukuran

II. Tujuan SOP

Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan

Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan

pertimbangan perlindungan lingkungan (baik komponen fisik, biologi maupun sosial) dalam perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan.

III. Deskripsi Pekerjaan

Pekerjaan pembangunan jalan Akses New Town sepanjang 1.9 km akan

) s/d sta 4+020.

(desa …

dilaksanakan pada tahun 2008 dimulai dari sta 2+050 (desa

),

peta lokasi terlampir. Berikut disajikan spesifikasi disain jalan.

Tabel 2. Spesifikasi disain Jalan

No

Uraian

Keterangan

1

Panjang jalan

1,9 km

2

Jumlah jalur

2

3

Jumlah Lajur

2

4

Lebar:

 
 

a. Lajur

3,25 m (Fleksible)

 

b. Median

2,50 m (Tanah dengan marka)

 

c. Jalur hijau

2,50 m (Trotoar )

 

d. Rumija

27,50 – 30 m (Tanah)

5

Gorong-gorong

 
 

a. Jumlah

4 buah

 

b. Tipe

Box culvert

Tahapan pekerjaan pembangunan jalan Akses New Town Tahap 2 dibagi menjadi 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu : tahap prakonstruksi, konstruksi dan operasi.

3.1. Tahap Prakonstruksi

Pada tahap prakonstruksi kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Survey lapangan

Kegiatan survei lapangan yang dilakukan meliputi: pengukuran dan pengujian daya dukung tanah.

b. Detail Disain Engineering (DED)

Penyusunan DED adalah penyusunan gambar disain sesuai dengan kebutuhan.

3.2.

Tahap Konstruksi

a. Perekrutan tenaga kerja

Kebutuhan tenaga kerja menurut posisi disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3. Jumlah dan Posisi Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi

No

Posisi Tenaga Kerja

Jumlah

Spesifikasi

1

Manager proyek

1

S1

2

Site manager/ engineer

1

S1

3

Keuangan

1

S1/D3/SMEA

4

Tenaga Administrasi

1

SMA

5

Logistik

1

STM

6

Sopir

10

SMP/SMA

7

Pelaksana

2

D3

8

Mandor

4

-

9

Tenaga pendukung (buruh)

40

-

b. Pengoperasian basecamp

Base camp digunakan sebagai kantor proyek, penginapan pekerja, bengkel perawatan dan perbaikan alat berat, dan penyimpanan material. Pada base camp akan dilengkapi dengan MCK.

c. Penyiapan lahan

Kegiatan penyiapan lahan meliputi:

Pembersihan lahan dari bahan-bahan yang secara konstruktif tidak baik;

Pekerjaan perataan tanah (timbunan) ;

Pemadatan tanan (badan jalan).

d. Mobilisasi Material

Kebutuhan material konstruksi meliputi : tanah urug, sirtu, base course, hotmix dan beton.

e. Pekerjaan Galian Timbunan

Pada titik-titik tertentu (sta 2+709 s/d 3+950) terdapat pekerjaan galian mengupas tanah kurang bagus, kemudian dilapisi dengan geotextil (Woven 60/60 kN/m) dan diurug dengan tanah baik.

f. Pekerjaan Perkerasan jalan

Lapisan perkerasan jalan terdiri dari :

Lapisan agregat klas B T = 30 cm;

Lapisan agregat klas A T = 20 cm;

Lapisan AC – BC T = 5 cm;

Lapisan AC – WC T = 4 cm.

g.

Pembangunan Saluran Drainase

Pembangunan saluran drainase kiri-kanan sepanjang ruas jalan Akses New Town Tahap 2. Saluran drainase berbentuk trapezium dengan lebar bawah 50 cm lebar atas 125cm dengan kedalaman 115 cm dengan pasangan batu kali tebal 15 cm.

h. Pembangunan Penguat Jalan

Pembangunan penguat jalan dilakukan kiri-kanan sepanjang ruas jalan bentuk trapesium dengan lebar bawah 120 cm, lebar atas 30 cm dan tinggi 215 cm.

i. Pemasangan Gorong-gorong

Bentuk dan ukuran gorong-gorong yang melintas jalan dengan disajikan pada tabel:

Tabel 4. Tipe box culvert

     

Jumlah

 

No

Bentuk

Ukuran (m)

(buah)

Stasion

1

Box culvert

2 x 2

4

2+050, 2+710, 3+130,

4+020

j. Marka jalan (Kerb)

Kerb dipasang di tepi perkerasan dengan bentuk dan ukuran sebagaimana gambar lampiran 3.

k. Lampu Penerangan Jalan

Pada ruas jalan ini akan dilengkapi lampu penerangan jalan. Pemasangan lampu setiap 25 m.

l.

Penghijauan

Penghijauan sebagai peneduh akan dilakukan pada tepi jalan (trotoar).

m. Perambuan

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas sesuai petunjuk Dinas Perhubungan. Jenis rambu-rambu lalu lintas disajikan pada lampiran 4.

3.3.

Tahap Operasi

a.

Pengoperasian jalan

Dengan dioperasikannya jalan yang telah selesai dibangun akan menambah panjang jaringan jalan dan memperlancar lalu lintas atau transportasi.

b.

Pemeliharaan jalan dan fasilitas lainnya

Pemeliharaan jalan yang dilakukan secara periodik (overlay, pembersihan saluran drainase dan pemelihraan perambuan) dapat memperpanjang usia konstruksi dan dapat menekan kecelakaan lalu lintas.

IV.

Standar Operasi Dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan

Penyajian Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan dikelompokkan menjadi 3, yaitu: (1) SOP pada tahap perencanaan (untuk konsultan perencana), (2) SOP pada tahap konstruksi (untuk kontraktor) dan (3) SOP pada tahap operasi pemeliharaan (untuk dinas terkait).

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) disajikan pada tabel-tabel berikut berisi kolom-kolom:

1. Perlindungan Lingkungan, merupakan komponen lingkungan sekitar lokasi pekerjaan jalan yang perlu diberikan perhatian/perlindungan.

2. Standar Operasi dan Prosedur (SOP), merupakan kegiatan standar operasi prosedur untuk melaksanakan perlindungan lingkungan.

3. Tolok Ukur, merupakan ukuran yang hendak dicapai dari pelaksanaan SOP.

Tabel 5. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Perencanaan Jalan (Untuk Konsultan Perencana)

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada tahap Perencanaan

Tolok Ukur

Monitoring

1

Keresahan Masyarakat

Melakukan sosialisasi pembangunan jalan;

Tidak ada keluhan masyarakat yang tanahnya dibebaskan

Monitoring wawancara ada tidaknya keluhan masyarakat menyangkut proses pembebasan tanah dilaksanakan oleh Panitia Pembebasan Tanah. Hasil monitoring disampaikan kepada Bupati/Walikota

 

Pembebasan tanah sesuai perundangan;

 

Tabel 6. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Jalan (Untuk Kontraktor)

 

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

1

Peluang kesempatan kerja bagi masyarakat setempat

Dalam perekrutan tenaga kerja, sedapat mungkin kontraktor memberikan prioritas kepada masyarakat setempat yang memenuhi persyaratan, atau mereka yang dinilai mempunyai kemampuan untuk dilatih.

Ada sebagian tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Monitoring pendataan jumlah tenaga kerja dari masayarakat setempat dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

2

Utilitas

Sebelum melaksanakan pekerjaan tanah (penggalian), kontraktor perlu mencari informasi mengenai keberadaan utilitas bawah tanah (seperti pipa, kabel, gorong-gorong) pada rute jalan.

Pekerjaan tanah tidak menimbulkan kerusakan utilitas bawah tanah.

Monitoring pendataan kerusakan utilitas bawah tanah dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke

Bila terdapat utilitas bawah tanah, kontraktor

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

   

perlu berkoordinasi dengan instansi pemilik dan bertanggung jawab melindungi utilitas tersebut.

 

Bapedalda.

Bila terjadi kerusakan, kontraktor bertanggung jawab memperbaiki, sesuai persetujuan pemilik

3

Perlindungan terhadap sumber quarry

Untuk memenuhi kebutuhan material kontraktor mencari dari pemilik quarry yang mempunyai ijin dari instansi berwenang.

Kontraktor memperoleh copy ijin dimaksud, atau informasi nama instansi pemberi ijin dan nomor ijin.

Monitoring penggunaan material dari sumber quarry yang berijin dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Menghindari sumber bahan dari sumberdaya alam vital, seperti: hutan tanaman berkayu atau hutan lindung.

4

Menjaga hubungan sosial kemasyarakatan

Untuk meminimumkan masalah (batas) lahan dengan masyarakat, libatkan masyarakat dalam setiap langkah proses pembangunan jalan termasuk rancangan lebar jalan, daerah milik jalan.

Tidak ada komplain masyarakat menyangkut batas tanah.

Monitoring wawncara ada tidaknya komplain masyarakat menyangkut batas tanah dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

5

Mencegah kerusakan jalan eksisting oleh mobilisasi material

Tonase pengangkutan material tidak melebihi kapasitas jalan yang dilalui.

Mobilisasi material tidak menimbulkan kerusakan jalan yang dilalui.

Monitoring ada tidaknya kerusakan jalan (yang dilalui mobilisasi material) dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Perhubungan.

Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam menentukan rute mobilisasi material.

 

Bila mobilisasi material menyebabkan kerusakan jalan, kontraktor bertanggung jawab memperbaiki seperti kondisi semula.

 

6

Perlindungan kualitas air sungai (dari lumpur sedimentasi)

Membuat pagar sedimen (dari bambu atau bahan lain) dan kolam penampung lumpur sedimentasi (pada saluran air) untuk

Tidak ada lumpur sedimen yang masuk ke sungai (pada radius 30 meter dari

Monitoring ada tidaknya peningkatan kekeruhan air sungai oleh masuknya

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

 

Tolok Ukur

Monitoring

   

menghalangi lumpur masuk ke sungai – foto ilustrasi di bawah.

 

lokasi jalan).

lumpur dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil

 

Tutupi material dengan penutup plastik atau bahan lain yang ada.

         

monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Pagar penghalang

Kantong lumpur Pagar penghalang

7

Penghijauan dan perlindungan terhadap sumberdaya alam

Sedapat mungkin mempertahankan pohon yang ada di tepi jalan.

 

Pohon penghijauan tumbuh dengan baik. Bila pertumbuhan kurang baik, kontraktor mengganti dengan pohon baru dan perawatan yang lebih baik.

Monitoring kondisi pertumbuhan pohon penghijauan tepi jalan dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Penanaman pohon baru pengganti yang ditebang.

 

Disarankan jenis tanaman berakar panjang (tidak mudah tumbang), tidak membahayakan stabilitas jalan, serta biaya pemeliharaan yang murah.

Berbagai jenis tanaman yang baik untuk penanaman kembali: Kaliandra (Calliandra calonthrysus), Akasia (Acacia auriculi-formis), Acacia ducurrens, Gliricidia sepium, Luecaena luecocephala.

   

Jarak tanam antar pohon sekitar 15 meter.

 

8

Kelancaran lalu lintas selama konstruksi

Pekerjaan galian saluran atau galian lainnya yang memotong jalan harus dilakukan dengan pelaksanaan setengah badan jalan sehingga jalan tetap berfungsi untuk lalu lintas setiap saat.

Tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

Monitoring kelancaran lalu lintas jalan sekitar dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Perhubungan.

Pekerjaan pengaspalan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan lalu lintas satu lajur tanpa

 

No

Perlindungan Lingkungan

 

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

     

merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan

   

dan

gangguan kelancaran lalu lintas dapat

diminimalkan.

 

Bila

lalu lintas terganggu oleh pekerjaan jalan,

kontraktor harus mendapat persetujuan dari

pihak yang berwenang dan juga dari Direksi Pekerjaan.

9

Perlindungan kualitas udara

Tutupi tumpukan material dengan terpal. Truk memuat tanah, pasir, atau batu harus ditutup dengan terpal untuk mencegah tumpahan.

Masyarakat tidak mengeluhkan gangguan pencemaran debu. Kandungan debu tidak melampaui baku mutu 230 ug/Nm 3 (PP No. 41 tahun

1999).

Monitoring wawancara ada tidaknya komplain masyarakat menyangkut gangguan debu dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Tempatkan mesin pencampur aspal dan hot-

mix

sekurangnya 500m dari daerah sensitif

seperti sekolah, rumah sakit, dan habitat yang penting.

Penyiraman bagian-bagian permukaan yang berdebu - foto ilustrasi di bawah.

 

Jangan biarkan tanah terbuka, segera ditanami, terutama pada batas jalan dengan pemukiman

 

10

Minimalisasi kebisingan

Kontraktor menggunakan peralatan dan kendaraan yang terawat baik sehingga tidak menimbulkan gangguan kebisingan.

Masyarakat tidak mengeluhkan gangguan kebisingan. Tingkat kebisingan tidak melampaui standar 55 dBA (pada pemukiman)

Monitoring wawancara ada tidaknya gangguan kebisingan yang dikeluhkan masyarakat ,dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Kendalikan kebisingan pada sumbernya

Berikan perhatian (pemasangan rambu) untuk mengurangi kebisingan, terutama pada daerah

yang peka seperti sekolah, rumah sakit, klinik,

 

dan

dekat mesjid pada saat ibadah (misal saat

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

   

shalat Jumat)

   

Sediakan alat pengendali kebisingan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi (misalnya menyediakan pelindung telinga untuk kegiatan yang melebihi 85 dB)

Gunakan dengan hati-hati peralatan konstruksi dan dikurangi kebisingannya dan terapkan batas kebisingan serta waktu terbatas terutama pada daerah penerima yang peka.

11

Sanitasi lingkungan

Rancang mess konstruksi sementara dengan baik, lokasi, dan pemeliharaannya untuk memastikan tersedia fasilitas sanitasi dan air yang memadai, mengurangi genangan air dengan membuat saluran yang baik, dan untuk menghindari tercemarnya air

Kondisi sanitasi pada tempat kerja terpelihara baik (bersih). Kualitas air sumur tidak mengandung bakteri coliform.

Monitoring ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih serta kondisi sanitasi, dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Kesehatan.

Menyediakan toilet lapangan dengan resapan:

Kesehatan. • Menyediakan toilet lapangan dengan resapan: • Aspal dan minyak buangan disimpan dalam tangki

Aspal dan minyak buangan disimpan dalam tangki diletakkan di atas lantai beton yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya dan dikelilingi dinding sehingga bila bocor tidak menyebar.

 

Kontraktor harus melakukan pembersihan tempat kerja, kantor sementara, tempat hunian secara teratur.

Menyediakan drum di lapangan untuk

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

   

menampung sementara sisa bahan bangunan dan sampah, untuk kemudian dibuang ke tempat yang telah ditentukan.

   

Kontraktor tidak diperkenankan membuang sisa bahan bangunan ke sungai atau saluran air.

Pada saat pekerjaan selesai, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan bersih dan siap dipakai oleh pemilik.

12

Perlindungan terhadap kesehatan

Menyediakan sarana sanitasi yang baik, termasuk tempat pembuangan sampah di lokasi proyek dan tempat tinggal pekerja.

Tidak ada peningkatan jumlah pasien pada puskesmas setempat antara periode sebelum dan selama konstruksi

Monitoring ada tidaknya peningkatan jumlah pasien pada puskesmas setempat selama periode konstruksi, dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Kesehatan.

Tempatkan sumur air minum (untuk pekerja) sekurangnya 30m dari septic tank.

Berikan label yang sesuai pada perlengkapan kesehatan dan tablet/cairan penjernih air dengan bahasa setempat serta berikan penjelasan dan penerangan atas penggunaannya.

 

13

Peningkatan keselamatan masyarakat dan pekerja

Pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan kerja (topi, sepatu, pakaian kerja).

Angka kecelakaan kerja adalah nol.

Monitoring pendataan angka kecelakaan kerja dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Pengamanan pekerjaan galian: lereng sementara galian harus stabil dan mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin di sekitarnya.

Bila lereng galian tidak stabil, harus dipasang penyokong (shoring) dan pengaku (bracing).

Bila diperlukan, kontraktor harus menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.

 

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur

Monitoring

   

Peralatan berat tidak diijinkan berada lebih dekat 1,5 meter dari tepi galian parit.

   

Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup (foto ilustrasi di bawah) untuk mencegah pekerja atau orang terjatuh ke dalamnya.

Setiap galian terbuka pada jalur lalu lintas maupun pada bahu jalan harus diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang di cat putih (atau yang sejenis) beserta lampu merah atau kuning guna mencegah keselamatan pengguna jalan.

Pada pekerjaan pengaspalan, kontraktor harus melengkapi tempat pemanasan dengan fasilitas pencegahan atau pengendalian kebakaran yang memadai, juga sarana pertolongan pertama.

Menugaskan pegawai lapangan untuk mengatur lalu lintas selama mobilisasi alat berat dan pada pengalihan arus lalu lintas.

Perlengkapan K3 harus tersedia pada tempat kerja.

 

Tabel 7. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi dan Pemeliharaan Jalan (Untuk Dinas Terkait)

 

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi Pemeliharaan

Tolok Ukur

Monitoring

1

Keselamatan pengguna jalan

Pemeliharaan rutin rambu lalu lintas.

Angka kecelakaan lalu lintas rendah

Monitoring pendataan angka kecelakaan lalu

Pemeliharaan rutin kondisi permukaan jalan.

No

Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi Pemeliharaan

Tolok Ukur

Monitoring

   

Pemeliharaan rutin saluran drainase jalan untuk mencegah genangan air hujan pada permukaan jalan.

 

lintas dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, setiap 1 bulan. Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.

2

 

Pemeliharaan teratur pohon peneduh jalan.

Suasana lingkungan teduh

Monitoring pertumbuhan pohon peneduh jalan dilaksanakan oleh Dinas terkait (Dinas Pertamanan). Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.

Pemeliharaan Pohon peneduh jalan

Pupuk yang digunakan untuk pemeliharaan tanaman terdiri dari nitrogen total, oksida phosphor dan garam kalium yang dapat larut dalam air. Pupuk dikirim ke lapangan dalam kemasan yang aman dan berlabel lengkap. Bila diperlukan penggunaan pupuk ditabur merata 5 kg per 100 m 2 .

Pohon yang rusak diganti dengan penanaman pohon baru.

 

3

Pemeliharaan saluran drainase

Pembersihan rutin saluran drainase dari lumpur dan sampah.

 

Monitoring kebersihan dan kelancaran saluran drainase dilaksanakan oleh dinas terkait (Dinas Pertaman). Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan oleh Pemerintah Daerah.

Pembersihan rutin inlet pembuangan air dari badan jalan ke saluran drainase

Lampiran:

Gambar peta lokasi Gambar kerb Gambar Perambuan

Lampiran 1. Jalan New Town Access Road (Tahap 2) di Banda Aceh

Rute rencana jalan New Town Access
Rute rencana jalan
New Town Access

Lampiran 2.

Kondisi Exsiting

Kondisi existing rencana jalan akses New Town.

Exsiting Kondisi existing rencana jalan akses New Town. Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk
Exsiting Kondisi existing rencana jalan akses New Town. Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk
Exsiting Kondisi existing rencana jalan akses New Town. Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk
Exsiting Kondisi existing rencana jalan akses New Town. Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk

Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk (telah dilakukan land clearing) dengan tanah yang sudah cukup padat (sta 2+050) hingga pada pertengahan rute.

Dari pertengahan hingga sampai sta 3+750 telah terbentuk badan jalan (hanya setengah). Yang sebagian masih tanah kosong.

Pada mulai sta 3+750 hingga akhir ruas ini masih berupa bekas tanah kosong.

Pada kiri kanan rencana jalan umumnya tanah kosong. Namun terdapat beberapa bangunan gedung