Anda di halaman 1dari 5

Intervensi

rasional

Kaji faktor penyebab Trauma (mis robekan kartilago, fraktur, amputasi) Prosedur pembedahan (mis perbaikan letak sendi, reduksi fraktur, bedah vaskuler) Penyakit yang melemahkan (mis diabetes, kanker, artritis rheumatoid, skleromosis multipel stroke),

Program latihan teratur yang meliputi ROM, isometric, dan aktivitas aerobik pilihan dapat membantu

,mempertahankan integritas fungsi sendi (Addams & Clough, 1998) Periode pemanasan atau peregangan yang dilakukan perlahan sebelum dimulainya latihan penguatan dan daya tahan tubuh membantu mempersiapkan otot untuk menghadapi kerja yang lebih berat secara bertahap Latihan fisik dibutuhkan untuk meningkatkan sirkulasi dan kekuatan kelompok otot yang diperlukan untuk ambulasi Alat bantu ambulasi harus digunakan dengan benar dan aman untuk menjamin keefektifan latihan dan mencegah cidera Upaya meningkatkan perasaan kontrol dan determinasi diri klien dapat membantu meningkatkan kepatuhan klien terhadap program latihan Latihan fisik meningkatkan kemandirian seseorang. Dengan memasukkan ROM ke dalam rutinitas sehari-hari dapat mendukung performa normal klien

Tingkatkan mobilitas dan pergerakkan yang optimal Tingkatkan motivasi dan kepatuhan (Addams & Clough, 1998) Jelaskan masalah yang ada dan tujuan untuk masingmasing latihan fisik Pastikan bahwa latihan fisikawal yang diberikan dapat dengan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan kekuatan serta koordinasi yang terlalu besar Dokumentasikan dan diskusikan kemajuan secara spesifik (mis dapat menganakat tungkai 5 cm lebih tinggi)

Tingkatkan mobilitas ekstremitas, tentukan tipe latihan ROM yang sesuai untuk klien ( pasif, aktif, asistif, aktif resistif).

Instruksikan klien untuk melakukan latihan ROM aktif pada ekstremitas yang sehat sedikitnya empat kali sehari, jika memungkinkan. Lakukan ROM pasif pada ekstremitas yang sakit. Lakukan latihan secara perlahan guna memberi kesempatan otot. Lakukan latihan sokong ekstremitas yang berada di atas dan dibawah persendian untuk mencegah ketegangan pada persendian dan jaringan Upayakan untuk memasukkan latian ROM ke dalam kegiatan harian klien Beri obat pereda nyeri sesuai kebutuhan, khususnya sebelum aktivitas Beri kompres panas atau dingin untu meredakan rasa nyeri, inflamasi, dan hematoma Anjurkan klien untuk melakukan program latihan fisik untuk sendi tertentu sesuai dengan instruksi dokter atau ahli fisioterapi (mis isometrik, resistif) Posisikan tubuh sejajar untuk mencegah komplikasi Gunakan papan kaki Hindari duduk atau tidur dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama

ROM aktif meningkatkan massa otot, tonus otot, dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan. ROM pasif meningkatkan mobilitas sendi dan sirkulasi

Imobilitas yang lama dan gangguan fngsi neurosensorik dapat menyebabkan kontraktur permanen Tirah baring yang lama atau penurunan volume darah dapat menyebabkan turunnya tekanan darah secara tibatiba (hipotensi ortostatik) karena darah kembali ke sirkulasi perifer. Peningkatan aktivitas secara bertahap dapat mengurangi kelemahan dan meningkatkan daya tahan tubuh (Kasper, 1993)

Ubah posisi persendian bahu setiap 2-4 jam Untuk posisi Fowler, gunakan bantal yang berukuran kecil atau tidak sama sekali Sokong tangan dan pergelangan tangan dalam posisi alami Jika klien dalam posisi telentang atau telengkup, tempatkan handuk gulung atau bantal kecil di bawah lekukan tulang belakang bagian bawah atau dibawah tulang rusuk terbawah Tempatkan gulungan trokanter atau bantal pasir di sepanjang panggul dan paha bagian atas Jika klien dalam posisi lateral, tempatkan satu bantal (atau beberapa bantal) untuk menyokong tungkai dari pangkal paha hingga kaki, dan sebuah bantal untuk sedikit memfleksikan bahhu dan siku; jika perlu, sokong bagian bawah kaki dalam posisi dorsofleksi dengan bantal pasir Pertahankan kesejajaran tubuh yang baik pada saat menggunakan alat bantu (mis gips, traksi, prosteti,dll)

Lakukan mobilitas yang progresif

Bantu klien bangkit ke posisi duduk secara perlahan Beri kesempatan klien menggantungkan tungkainya di sisi tempat tidur selama beberapa menit sebelum berdiri Batasi waktu latihan hingga 15 menit, tiga kali sehari Lanjutkan dengan latihan ambulasi dngan atau tanpa alat bantu Jika tidak mampu berjalan, bantu klien untuk turun dari tempat tidur ke kursi roda atau kursi Anjurkan latihan ambulasi dengan melakukan jalanjalan yang sering dan singkat (sedikitnya tiga kali sehari), dengan dampingan jika kondisi klien tidak stabil Tingkatkan kemampuan jarak tempuh latihan secara progresif setiap hari Anjurkan penggunaan lengan yang sakit apabila

memungklikan Anjurkan klien untuk menggunakan lengan yang sakit saat melakukan aktivitas perawatan diri ( mis, makan sendiri, berpakaian, menyisir rambut) Instruksikan klien untuk menggunakan lengan yang

tidak sakit utnuk melatih lengan yang sakit Gunakan peralatan adaptif yang sesuai untuk

meningkatkan penggunaan kedua lengan Anjurkan klien untuk melatih keterampilan menulis, jika mampu Beri kesempatan klien untuk berlatih menggunakan ekstremitas yang sakit Berikan penyuluhan kesehatan, sesuai indikasi Ajarkan metode berpindah dari tempat tidur ke kursi commade dan ke posisi berdiri Ajarkan cara melakukan ambulasi dengan memkai peralatan adaptif (mis, kruk, walker, tongkat) Ajarkan berbagai tindak kewaspadaan yang

diperlukan untuk keamanan klien