Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN

Keganasan paru merupakan penyakit yang makin sering ditemui di dunia terutama di negara berkembang dan memiliki angka mortalitas yang tinggi meskipun banyak kemajuan dalam diagnosis dan penatalaksanaan yang telah dicapai. Keganasan paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada laki-laki maupun perempuan.Sekitar satu pertiga kasus kematian akibat kanker disebabkan oleh kanker paru. Di Eropa, kanker paru merupakan penyebab kematian yang mencakup 20% dari seluruh kasus kematian akibat kanker. ada pria, jumlah kasus kanker paru menduduki tempat pertama atau sekitar dua kali lipat jumlah kasus kanker prostat, sedangkan pada !anita jumlah kasus kanker paru berada di ba!ah kanker payudara dimana jumlah kasus kanker payudara lebih tinggi 2," kali lipat. Keganasan paru ini sangat berbahaya apabila terlambat didiagnosis. Sebagian besar pasien dengan keganasan paru terutama jenis #on Small $ell %ung $ancer &#S$%$' tidak dapat bertahan lebih dari " tahun dari saat diagnosis ditegakkan. (i)e *ears Sur)i)al +ate keganasan paru ini selama beberapa dekade terakhir ini tidak lebih dari ,"% sehingga deteksi dini merupakan jalan terbaik untuk meningkatkan prognosis. -alaupun demikian, masalah utama yang dihadapi oleh para klinisi saat ini ialah kurangnya uji klinis yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis a!al dan skreening pada populasi asimptomatik melalui prosedur diagnostik non-in)asi..

BAB II
,

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI Karsinoma paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru. Sebagian besar karsinoma paru berasal dari sel-sel di dalam paru/ tetapi karsinoma paru bisa juga berasal dari karsinoma di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru. Karsinoma paru merupakan karsinoma yang paling sering er!a"i# $aik pa"a pria maupun %ani a.

B. ETI&L&'I Etiologi sebenarnya dari karsinoma paru belum diketahui, tapi ada tiga .aktor yang bertanggung ja!ab dalam peningkatan insidensi penyakit ini 0 merokok, bahaya industri, dan polusi udara. Dari .aktor-.aktor ini merokok berperan paling penting yaitu 1" % dari seluruh kasus. Sebagian besar keganasan paru sekarang terbukti berhubungan dengan kebiasaan merokok ,baik terbukti secara epidemiologis atau secara identi.ikasi karsinogen yang ada di dalam asap rokok dan e.ek dari karsinogen ini pada ekspresi onkogen pada kanker paru.. 2erokok merupakan penyebab utama dari sekitar 30 % kasus karsinoma paru pada pria dan sekitar 40 % kasus pada !anita. Semakin banyak rokok yang di hisap semakin besar resiko untuk menderita karsinoma paru, hanya sebagian kecil karsinoma atau terhirup di tempat bekerja. paru &sekitar ,0-,"% pada pria dan "% pada !anita' yang disebabkan oleh 5at yang ditemui ekerjaan yang terpapar dengan asbes, radiasi, arsen, eranan polusi kromat, nikel, eter, gas mustard, dan pancaran o)en arang bisa menyebabkan karsinoma paru meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. udara sebagai penyebab karsinoma paru masih belum jelas. 6eberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga. Kadang karsinoma paru &terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel al)eolar' terjadi pada orang yang parunya telah memiliki jaringan parut akibat penyakit paru lainnya seperti tuberkulosis dan .ibrosis.

(. ANAT&)I DAN FISI&L&'I

Sebagian besar keganasan dinamakan berdasarkan tempat asal di mana proses keganasan tersebut dimulai. Keganasan paru bera!al dari paru. aru merupakan dua organ 7sponge-like8 dalam rongga dada. (ungsi paru-paru ialah untuk pertukaran udara, mengambil oksigen dan membebaskan karbon dioksida. aru kanan memiliki tiga lobus, paru kiri memiliki dua lobus. %apisan yang menyelubungi paru disebut pleaura yang ber.ungsi melindungi paru dan memungkinkan pergerakannya selama proses perna.asan berlangsung. Saluran yang memba!a udara masuk ke dalam paru ialah trakea yang kemudian menjadi beberapa bronkus dan bronkiolus. ada cabang ujung dijumpai sakus udara kecil yang disebut al)eoli. Sebagian besar keganasan paru bermula dari lapisan pada bronkus namun juga dapat bermula dari trakea, bronkiolus bahkan al)eoli.

D. PAT&FISI&L&'I 9ampir semua keganasan baru berasal dari pluripotent bronchial epithelial stem cell, normalnya, sel berdi.erensiasi menjadi sel yang berlapis, sel kolumnar goblet bersilia, sel neuroendokrin dan pneumosit yang melapisi al)eoli. #amun pemajanan kronis dari 5at inhalasi atau karsinogen dapat menyebabkan perkembangan stem cell yang mengarah pada serangkaian perubahan hiperplastik, metaplastik atau neoplastik yang menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan sel ganas. Keganasan paru jenis #S$%$ meliputi karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma dan large cell carcinoma. ada karsinoma sel skuamosa yang meliputi 23% kasus keganasan paru,
1

sel skuamosa epitel mengalami gangguan pertumbuhan. :enis #S$%$ biasanya muncul dari sentral dan tumbuh lebih lambat dan sering kali menetap dalam rongga torak. 6ila tidak segera mendapat terapi, tumor sel skuamosa ini akan mengadakan in)asi dan menyumbat lumen bronkial.

E. KLASIFIKASI

6erdasarkan biologi, terapi dan prognosis, keganasan paru dibagi menjadi dua kelas yaitu 0 ,. Small cell lung cancer &S$%$'. :enis ini mencakup ,"-20% dari seluruh keganasan paru. #ama lain dari S$%$ ialah kanker sel oat, small cell undifferentiated carcinoma dan poorly differentiated neuroendocrine carcinoma. 2. Non small cell lung cancer &#S$%$' yang merupakan tipe keganasan paru paling sering ditemukan, berkisar <0-<"% kasus. =da tiga subtipe dari #S%$ / ,. karsinoma sel skuamosa adenokarsinoma karsinoma sel besar &Large Cell Carcinoma'

-9>&,333' membuat klasi.ikasi histologis untuk karsinoma paru dan pleura sebagai berikut 0 ?umor epitelial 0 a. b. c. :inak 0 papiloma, adenoma %esi prain)asi. 0 displasia skuamosa @ karsinoma in situ, hiperplasia adenomatosa atipik, hiperplasia sel neuroendokrin paru di.us Aanas 0 Karsinoma sel skuamosa 0 papiler, sel jernih, basaloid Small cell carcinoma 0 combined small cell carcinoma =denokarsinoma &i' =sinar &iii' apiler &i)' 6ronkoal)eolar 0 nonmusinosa, musinosa, musinosa campuran &)' Karsinoma padat dengan .ormasi musin &)i' =denokarsinoma dengan subtipe campuran 2. 1. ;. ". B. Karsinoma sel besar Karsinoma adenoskuamosa Karsinoma dengan sarkomatoid pleomor.ik atau unsur sarkomatosa ?umor karsinoid

%ain-lain 0 tumor jaringan lunak ?umor mesotelial enyakit lim.oproli.erati. ?umor sekunder Unclassified tumors
"

,0. %esi seperti tumor F. DIA'N&SIS ?ujuan pemeriksaan diagnosis adalah untuk menentukan jenis histopatologi kanker, lokasi tumor serta penderajatannya yang selanjutnya diperlukan untuk menentukan kebijakan pengobatan. I.Deteksi dini Keluhan dan gejala penyakit ini tidak spesi.ik, seperti batuk darah, batuk kronik, berat badan menurun dan gejala lain yang juga dapat dijumpai pada penyakit paru lain. enemuan dini penyakit ini berdasarkan keluhan saja jarang terjadi, biasanya keluhan yang ringan terjadi pada mereka yang telah memasuki stage CC dan CCC. Di Cndonesia, kasus kanker paru sering terdiagnosis ketika penyakit ini telah berada pada stage lanjut. Sasaran untuk deteksi dini terutama ditujukan pada subjek dengan resiko tinggi yaitu / -%aki-laki, usia lebih dari ;0 tahun, perokok - aparan industri tertentu dengan satu atau lebih gejala0 batuk darah, batuk kronik, sesak na.as, nyeri dada dan berat badan menurun Aolongan lain yang harus di!aspadai adalah perempuan perokok pasi. dengan salah satu gejala di atas dan seseorang dengan gejala klinik 0 batuk darah, batuk kronik, sakit dada, penurunan berat badan tanpa penyakit yang jelas. +i!ayat tentang anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru juga perlu menjadi .aktor pertimbangan. II. Prosedur diagnostik =. =namnesis dan 2ani.estasi Klinis Aambaran klinik penyakit kaker paru tidak banyak berbeda dari penyakit paru lainnya, terdiri dari keluhan subjekti. dan temuan objekti.. Dari anamnesis didapat keluhan utama dan perjalanan penyakit, .aktor-.aktor lain yang sering sangat membantu tegaknya diagnosis. Keluhan utama dapat berupa / -6atuk-batuk dengan@tanpa dahak &dahak putih, dapat juga purulen' -6atuk darah -Sesak na.as -Suara serak
B

-Sakit dada -Sulit@ sakit menelan -6enjolan di pangkal leher -Sembab muka dan leher , kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat. ?idak jarang yang pertama terlihat adalah gejala atau keluhan akibat metastasis di luar paru, seperti kelainan yang timbul karena kompresi hebat di otak, pembesaran hepar atau patah tulang. =da pula gejala dan keluhan tidak khas seperti / -6erat badan berkurang -#a.su makan hilang -Demam hilang timbul -Sindrom paraneoplastik, seperti hypertrophic pulmonary osteoartheopathy, trombosis )ena peri.er dan neuropatia Alur De eksi Dini Kanker Paru

6.

emeriksaan (isik emeriksaan jasmani harus dilakukan secara menyeluruh dan teliti.9asil yang didapat sangat bergantung pada kelainan saat pemeriksaan dilakukan. ?umor paru ukuran
4

kecil dan terletak di peri.er dapat memberikan gambaran normal pada pemeriksaan. ?umor dengan ukuran besar, terlebih bila disertai atelektasis sebagai akibat kompresi bronkus, e.usi pleura atau penekanan )ena ka)a akan memberikan hasil yang in.ormati.. emeriksaan ini juga dapat memberikan data untuk penentuan stage penyakit, seperti pembesaran kelenjar getah bening &KA6' atau tumor di luar paru. 2etastasis ke organ lain juga dapat dideteksi dengan perabaan hepar, pemeriksaan .unduskopi untuk mendeteksi peninggian tekanan intraorbital dan terjadinya .raktur sebagai akibat metastasis ke tulang. '. PE)E*IKSAAN *ADI&L&'I emeriksaan radiologi untuk mencari adanya tumor ganas dapat dilakukan antara lain dengan bronkoskopi in)asi. dan $? Scan thoraks. ?etapi, pemeriksaan radiologi seperti .oto thoraks =, lateral, dan .luoroskopi masih mempunyai nilai yang diagnostik yang tinggi meskipun kadang-kadang dalam ukuran yang kecil tumor itu tidak terlihat . 2eskipun begitu, kelainan lain akan sangat dicurigai sebagai akibat tumor ganas, misalnya kelainan em.isema setempat, atelektasis, peradangan sebagai komplikasi tumor atau akibat bronkus terjepit, dan pembesaran kelenjar hilus yang unilateral. E.usi pleura yang progresi. dan ele)asi dia.ragma juga perlu dipertimbangkan sebagai akibat tumor ganas. C.(oto toraks ada pemeriksaan .oto toraks =@%ateral,kelainan dapat dilihat bila masa tumor

berukuran lebih dari ,cm. ?anda yang mendukung keganasan adalah tepi yang ireguler disertai tanda indentasi pleura, tumor satelit dan lain-lain. ada .oto toraks juga dapat ditemukan in)asi ke dinding dada, e.usi pleura, e.usi perikard dan metastasis intrapulmoner. Ke!aspadaan terhadap kemungkinan kanker paru pada seseorang penderita penyakit paru dengan gambaran yang tidak khas untuk keganasan harus diingatkan.Seorang penderita yang tergolong dalam risiko tinggi &A+?' dengan diagnosis penyakit paru harus disertai .ollo! up yang teliti. emberian >=? yang tidak menunjukkan perbaikan atau bahkan memburuk setelah , bulan harus menimbulkan pemikiran kemungkinan kanker paru dan melakukan pemeriksaan penunjang lain engobatan pneumonia yang tidak berhasil sehingga kanker paru dapat disingkirkan.

<

setelah pemberian antibiotik selama , minggu juga harus menimbulkan dugaan kemungkinan tumor di balik pneumonia tersebut. 6eberapa gambaran pada rontgen toraks yang mungkin didapatkan. ,. =telektasis Aambaran perselubungan padat akibat hilangnya aerasi yang disebabkan sumbatan bronkus oleh tumor, dapat terjadi secara segmental, lobaris, atau hemitoraks. Aambaran atelektasis secara radiologis tidak berbeda dengan atelektasis yang disebabkan oleh penyumbatan bronkus lainnya. 2. 2assa hilus embesaran hilus unilateral merupakan mani.estasi dini secara radiologi karsinoma paru. 9al ini terjadi akibat tumor primer pada hilus tersebut atau pembesaran hilus. embesaran hilus oleh karena metastasis dari luar paru dapat menyebabkan kelenjar menjadi lebih besar 1. dan menyebar di sisi kiri dan kanan. Karsinoma paru sentral mani.estasinya bertambahnya opasitas pada region hilus. #odul soliter pada paru 6ercak kalsi.ikasi dalam nodul sering dinyatakan sebagai proses jinak. 6ila ada kalsi.ikasi maka kita perlu lakukan $? Scan toraks untuk memastikan adanya nodul di dalamnya. 6ayangan nodul pada paru berukuran beberapa milimeter sampai ; cm atau lebih dan tidak mengandung kalsi.ikasi harus diutamakan pada kecurigaan sebagai karsinoma bronkogen terutama usia diatas ;0 tahun. ". neumonitis yang tidak sembuh eradangan paru sering disebabkan aerasi yang tidak sempurna akibat sumbatan sebagian bronkus dan pengobatan dengan antibiotik umumnya tidak memberi hasil sempurna atau berulang kembali peradangannya. Sering setelah peradangan berkurang terlihat gambaran massa yang sangat dicurigai sebagai keganasan. B. E.usi pleura =danya gambaran cairan dalam rongga pleura yang cepat bertambah &progresi.' atau bersamaan ditemukan bayangan massa dalam paru perlu dipertimbangkan sebagai keganasan paru yang sudah bermetastasis ke pleura. 6iasanya cairan pleura itu terdiri atas cairan darah. 4. Ele)asi dia.ragma %etak tinggi dia.ragma sesisi dengan bayangan masa tumor yang diakibatkan kelumpuhan ner)us .renikus dapat diperlihatkan pada pemeriksaan .luoroskopi dimana pergerakan dia.ragma berkurang atau tak ada sama sekali.
3

<.

erselubungan dengan destruksi tulang sekitarnya Suatu perselubungan padat terutama di puncak paru dengan gambaran destruksi tulang iga atau korpus )ertebra sekitarnya merupakan tumor ganas primer pada paru &sulcus superior' lanjut yang dikenal sebagai tumor ancoast yang secara klinis disertai dengan sindrom 9orner.

3.

2etastasis paru aru merupakan salah satu alat tubuh yang sering dihinggapi anak sebar tumor ganas asal tempat lain. enyebaran dapat bersi.at hematogen dan lim.ogen. a. 2etastasis hematogen ?umor ganas anak yang sering bermetastasi ke paru adalah tumor -ilms, neuroblastoma, sarkoma osteogenik, sarkoma E!ing/ sedangkan tumor ganas de!asa adalah karsinoma payudara, tumor ganas saluran cerna, ginjal, dan testis. Aambaran radiologis dapat bersi.at tunggal &soliter' atau ganda &multipel' dengan bayangan bulat berukuran beberapa milimeter hingga sentimeter, batas tegas. 6ayangan tersebut dapat mengandung bercak kalsi.ikasi, misalnya pada anak sebar sarkoma osteogenik dan ka)itas dapat terbentuk meskipun jarang &"%' yang disebabkan nekrosis iskemik. b. 2etastasis lim.ogen =nak sebar lim.ogen sering menyebabkan pembesaran kelenjar mediastinum yang dapat meningkatkan penekanan pada trakea, eso.agus, dan )ena ka)a superior dengan bermacam keluhannya. =nak sebar juga bisa menetap di saluran lim.e peribronkial atau peri)askuler yang secara radiologis memberi gambaran garis-garis berdensitas tinggi yang halus seperti rambut. $ontoh keganasannya yaitu karsinoma tiroid dan kelenjar air liur dapat menetap di paru selama bertahun-tahun dengan keadaan umum yang baik.

6eberapa gambaran radiologi karsinoma paru 0

,0

'am$ar +. #S$%$ dengan bronkoskopi. Sebuah lesi sentral besar didiagnosis #S$%$.

'am$ar ,. #S$%$ lobus paru kiri ba!ah dengan e.usi pleura kiri.

'am$ar -. #S$%$ dengan kolaps paru kiri atas e.c. karsinoma bronkogenik endobronkial.

,,

'am$ar .. #S$%$. Karsinoma sel skuamosa lobus paru kanan ba!ah dengan ka)itas.

'am$ar /. S$%$.

'am$ar 0. S$%$ dengan massa mediastinal @ hilar kanan.

,2

'am$ar 1. S$%$ dengan pneumonitis obstrukti. dan atelektasis lobus paru kanan atas.

'am$ar 2. ?umor ancoast dengan asimetrisitas sulcus superior.

CC. $?-Scan toraks ?eknik ini dapat menetukan kelainan di paru secara lebih daripada .oto toraks. $? scan dapat mendeteksi tumor dengan ukuran lebih kecil dari ,cm secara lebih tepat, tanda-tanda proses keganasan juga tergambar secara lebih baik, bahkan bila terdapat penekanan terhadap bronkus, tumor intrabronkial, atelektasis, e.usi pleura yang tidak masi. dan telah terjadi in)asi ke mediastinum dan dinding dada meski tanpa gejala. %ebih jauh lagi, keterlibatan KA6 yang sangat berperan untuk menentukan stage juga dapat dideteksi lebih baik karena pembesaran KA6 &#, s@d #1'. Demikian juga ketelitiannya mendeteksi kemungkinan metastasis intrapulmoner. emeriksaan $?-Scan toraks sebaiknya diminta hingga suprarenal untuk dapat mendeteksi ada atau tidak pembesaran KA6 adrenal.

,1

CCC. emeriksaan radiologik lain Kekurangan .oto toraks maupun $?-Scan toraks adalah tidak mampu mendeteksi telah terjadinya metastasis di luar rongga toraks &metastasis'. Dntuk maksud itu dibutuhkan pemeriksaan radiologik lain, misalnya brain-$? untuk mendeteksi metastasis di tulang kepala jaringan otak, bone scan dan atau bone sur)ey dapat mendeteksi metastasis di seluruh jaringan tulang tubuh. DSA abdomen melihat ada tidakna metastasis di hati, kelenjar adrenal dan organ lain dalam rongga perut. ositron emission tomography & E?' belum menjadi prosedur diagnostik yang rutin dan tidak diindikasikan untuk menge)aluasi tumor primer kecuali pada kasus nodul soliter. E? lebih berperan untuk menentukan keganasan pada KA6 mediastinum sebagai kon.irmasi pembacaan $?-Scan toraks terutama jika ukuran KA6 E,cm. Cndikasi in.ormasi lebih baik daripada $?-Scan karena E? lain adalah do!nstaging, rekurensi dan e)aluasi pengobatan. ada kasus nodul soliter, E? memberikan E? dapat menduga keganasan dengan melihat peningkatan metabolisme pada sel ganas. ?umor ukuran F,cm melihat peningkatan metabolisme pada sel ganas. ?umor ukuran F,cm indikasi operasi bila E? &G' , jika E? &-' pasien cukup di .ollo! up. 9asil itu akan menjadi pertimbangan apakah harus dilakukan operasi atau tidak. ada pusat pelayanan yang mempunyai sarana mediastinoskopi, KA6 E? tetapi ukuran kecil dikon.irmasi dengan hasil yang terdeteksi pada $?-Scan dan i. ii. i). ). )i.

mediastinoskopi. %angkah selanjutnya adalah sebagai berikut. $? negati. G E? negati. , kasus operabel $? negati. G E? positi., dilakukan biopsi, hasil positi., kasus non-operabel $? positi. G E? negati., kasus operabel $? positi. G E? positi., dilakukan biopsi, hasil positi., kasus non-operabel. 6ronkoskopi 6iopsi aspirasi jarum ?ransbronchial %ung 6iopsy &?6%6' ?ranthorasic #eedle =spiration &??#=' 6iopsi ?ranstorakal &?ransthorasic 6iopsy ,??6'

E2E+CKS==# K9DSDS %=C#

iii. ?ransbronchial #eedle =spiration &?6#='

)ii. =spirasi jarum 9alus &=:9' )iii. ?orakoskopi medik iH. Sitologi sputum
,;

E2E+CKS==# C#I=SC( %=C#. ada kasus-kasus rumit terkadang tindakan in)asi. seperti torakoskop, mediastinoskopi, atau torakotomi eksplorasi dan biopsi paru terbuka dibutuhkan agar diagnosis dapat ditegakkan. ?indakan ini merupakan pilihan terakhir bila dari semua cara pemeriksaan yang telah dilakukan, diagnosis histologis atau patologis tidak dapat ditegakkan. Dengan perkembangan sarana, E? berkembang menjadi E?-Scan & E? G$?-Scan' yang lebih sensiti. dan spesi.ik menilai KA6. Semua tindakan diagnosis untuk kanker paru diarahkan agar dapat ditentukan - jenis histologis - derajat &stage' - tampilan & tingkat tampil, Jper.ormance statusK' E2E+CKS==# %=C#. a. etanda tumor etanda tumor seperti $E=, $y.ra2,-,, #SE dan lainnya tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis tetapi masih digunakan e)aluasi hasil pengobatan. b. emeriksaan biologi molekular

H. HIST&PAT&L&'I ,. S$%$ Aambaran histologis S$%$ yang khas adalah dominasi sel-sel kecil yang hampir semuanya diisi oleh mukus dengan sebaran kromatin dan sedikit sekali tanpa nukleoli. Disebut juga oat cell carcinoma karena bentuknya mirip bentuk biji gandum, sel kecil ini cenderung berkumpul disekeliling pembuluh darah halus menyerupai pseudoroset. Sel-sel yang bermitosis banyak sekali ditemukan begitu juga gambaran nekrosis. D#= yang terlepas menyebabkan !arna gelap disekitar pembuluh darah.

2.

#S$%$
,"

Karsinoma sel skuamosa berciri khas proses keratinisasi dan pembentukan bridge intra selular. Studi sitologi memperlihatkan perubahan yang nyata dari displasia skuamosa ke karsinoma in situ. 1. =denokarsinoma Khas dengan bentuk .ormasi glandular dan kecenderungan kearah pembentukan kon.igurasi papilar. 6iasanya membentuk musin, sering tumbuh dari bekas kerusakan jaringan paru &scar'. Dengan penanda tumor $E= &carcinoma embryonic antigen' karsinoma ini bias dibedakan dari mesotelioma. ;. Karsinoma bronkoal)eolar 2erupakan sub tipe adenokarsinoma, sel karsinoma bentuk ini mengikuti permukaan al)eolar tanpa mengin)asi atau merusak jaringan paru. ". Karsinoma sel besar Suatu sub tipe dengan gambaran histologis yang dibuat secara eksklusion. Karsinoma sel besar termasuk #S$%$ tetapi tanpa gambaran de.erensiasi skuamosa atau glandular, sel bersi.at anaplastik tak berdi.erensiasi, biasanya disertai dengan in.iltrasi sel netro.il.

His ologi kanker paru

,B

Kiri atas/ =denokarsinoma ditandai dengan di.erensiasi heterogen dalam tumor yang sama. Kanan atas/ karsinoma sel skuamosa ditandai dengan adanya di.erensiasi sitotokeratin dengan jembatan keratinisasi dan interselular. Kiri bawah/ karsinoma sel besar ditandai dengan lembaran dan sarang dengan nekrosis luas, inti besar dengan nukleolus terkemuka, dan tanpa tanda-tanda de.initi. di.erensiasi skuamosa atau glandular. Kanan bawah/ karsinoma sel kecil yang ditandai dengan bentuk inti bulat hinggalah .usi.orm, nuclear molding, tidak ada anak inti, dan sitoplasma sedikit. I. STA'IN' enggolongan &stadium' karsinoma dilakukan berdasarkan 0 ,. 2. 1. Dkuran tumor enyebaran kelenjar getah bening didekatnya enyebaran ke organ lain ada tahun 2003, International Union Against Cancer dan American Joint Committee on Cancer menyusun sistem klasi.ikasi ?#2 terbaru yang mencakup baik #S$%$, S$%$, dan karsinoid bronkopulmoner sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini. Prior System New System Tumor Designation Si&e 2 cm > 2 but > cm ?, ?, ?2 ?2 ?2 T+aa T+$a T,aa T,$a T-a 44d 4,d "<d ;3d 1"d (Sixth (Seventh Edition) Edition) $ate (%) Surviva# ive!"ear

but ! cm

> ! but " cm > " cm

P#eura# or 'eri(ardia# invasion #isceral pleura $arietal pleura

?2 ?1 ?1
,4

T,a$ or T,$( ?1 ?1

#=e #=e #=e

%ediastinal pleura $arietal pericardium )entra# airway invasion &umor e'tending into mainstem bronc(us > 2 cm from carina &umor e'tending into mainstem bronc(us 2 cm from carina &umor e'tending to carina *ung ate#e(tasis &umor causing atelectasis of less t(an entire lung &umor causing atelectasis of entire lung So+t tissue invasion C(est )all and superior sulcus *iap(ragm %ediastinum +eart or great ,essels &rac(ea -sop(agus ,sseous invasion .ib #ertebral body Nerve invasion $(renic ner,e

?1

?1

#=e

?2

T,a$ or T,$(

#=e

?1

?1

#=e

?;

?;

#=e

?2

T,a$ or T,$(

#=e

?1

?1

#=e

?1 ?1 ?; ?; ?; ?;

?1 ?1 ?; ?; ?; ?;

#=e #=e #=e #=e #=e #=e

?1 ?;

?1 ?;

#=e #=e

?1 ?;

?1 ?;

#=e #=e

,<

.ecurrent laryngeal ner,e Sate##ite nodu#es Same lobe Same lung/ different lobe "Bg *ym'h node designation No lymp(adenopat(y Ipsilateral/ perip(eral/ or (ilar0 interlobar 1one in,ol,ement Ipsilateral upper/ Bg aorticopulmonary/ lo)er/ or subcarinal 1one in,ol,ement Supracla,icular or contralateral upper/ lo)er/ aorticopulmonary/ (ilar0interlobar/ or 1h 2h #1 #1 #2 #2 #0 #, #0 1<g #, 22g ?; 2, TT. 2<. 22.

perip(eral 1one in,ol,ement -etastati( disease designation Contralateral lung metastases $leural dissemination or pericardial 2, )+$ 2, ?; )+a )+a ,h

*istant metastases Note2Cells in bold indicate a c(ange in t(e designation from t(e si't( edition3 NA indicates not applicable3
a

& designation is listed for tumors completely surrounded by lung3 *esignation can increase depending on presence and e'tent of in,asion3 &2a designation if tumor measures ! cm in long4a'is diameter3 Sur,i,al based on patients staged pat(ologically )it( complete resection of tumor

b c

&2b designation if tumor measures > ! cm but " cm in long4a'is diameter3

,3

5.67 and no nodal or e'tranodal metastatic disease 5N6%673


e

Indi,idual sur,i,al statistics not calculated due to limited information3 As a group/ !4year sur,i,al rate in patients pat(ologically staged )it( a & and &8 designation 5e'cluding t(ose )it( tumors > " cm or satellite nodules7/ any ./ any N/ and %6 )as 9: and 22:/ respecti,ely3

Sur,i,al based on patients staged pat(ologically )it( complete or incomplete resection of tumor 5any .7/ any nodal disease 5any N7/ and %63 Sur,i,al based on patients staged pat(ologically )it( any tumor designation 5any &7 and %63 Sur,i,al based on patients staged clinically )it( any & and any N3 -dition3

Ta$el +. Se,ent( -dition of t(e &N% Classification of Lung Cancer Compared ;it( t(e Si't(

Sistem staging juga mengalami re)isi sebagaimana dijelaskan pada ?abel 2. Stage Seventh Edition &9a &9b &2a &2b & 5> " cm7 & 5in,asion7 & 5satellite in Stage in Sixth Edition &9 &9 &2 &2 &2 & &8 N. IA IA I< II A II 2 5I <7 II < III 2 5III A7 N/ II A II A II 3 5II <7 II < III 3 5II <7 III A III 3 5III <7 N0 III A III A III A III A III A III A III 3 5III <7 N1 III < III < III < III < III < III < III <

nodule/ same lobe7 &8 5in,asion7 &8 5ipsilateral nodule/


20

&8 %9

III 3 5III <7 III 3 5I#7

III 3 5III <7 III 3 5I#7

III < III 2 5I#7

III < III 2 5I#7

different lobe7 %9a 5pleural or pericardial dissemination 7 %9a %9 I# I# I# I# &8 I4 5III <7 I4 5III <7 I4 5III <7 I4 5III <7

5contralateral lung nodules7 %9b 5distant metastatic disease7 Note2Cells in bold indicate a c(ange in t(e stage from t(e si't( edition3 Ad=acent stage in parent(eses represents staging from t(e si't( edition3 Ta$el ,. .e,isions to Stage >roupings in t(e Se,ent( -dition of t(e &N% Classification for Lung &umors Compared ;it( t(e Si't( -dition3 %9 I# I# I# I#

H. PENATALAKSANAAN engobatan untuk kanker paru-paru dapat melibatkan operasi pengangkatan kemoterapi, kanker, atau terapi radiasi, serta kombinasi dari pera!atan ini. Keputusan tentang pera!atan akan disesuaikan untuk indi)idu tertentu serta harus mempertimbangkan lokasi dan luasnya tumor serta status kesehatan keseluruhan dari pasien. Seperti kanker lainnya, terapi mungkin bersi.at kurati. &penghapusan atau pemberantasan kanker' atau paliati. &langkah-langkah yang tidak dapat menyembuhkan kanker, tetapi dapat mengurangi rasa sakit dan penderitaan'. %ebih dari satu jenis terapi mungkin dilaksanakan. Dalam hal ini, terapi yang ditambahkan untuk meningkatkan e.ek terapi utama disebut sebagai terapi adju)ant. $ontoh terapi adju)ant adalah kemoterapi atau

2,

radioterapi diberikan setelah operasi pengangkatan tumor dalam upaya untuk membunuh sel tumor apapun yang tetap setelah operasi. i.In er3ensi Be"a40 >perasi pengangkatan tumor umumnya dilakukan untuk tahap-terbatas &tahap C atau kadang-kadang tahap CC' #S$%$ dan merupakan pilihan pera!atan untuk kanker yang belum menyebar di luar paru-paru. Sekitar ,0% -1"% kanker paru-paru bisa diangkat dengan operasi, tetapi penghapusan tidak selalu menghasilkan penyembuhan, karena tumor sudah mungkin telah menyebar dan dapat terjadi kembali di lain !aktu. enting untuk dicatat bah!a meskipun tumor mungkin secara anatomi cocok untuk reseksi, operasi mungkin tidak dapat dilakukan jika orang yang memiliki kondisi serius lainnya &seperti jantung berat atau penyakit paru-paru' yang akan membatasi kemampuan mereka untuk bertahan hidup saat operasi. >perasi jarang dilakukan pada S$%$ dibandingkan dengan #S$%$ karena tumor ini jarang terlokalisasi pada satu daerah yang bisa diangkat tumornya. rosedur bedah yang dipilih tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. =hli bedah harus membuka dinding dada dan mungkin melakukan )edge resection paru-paru &pemindahan sebagian dari salah satu lobus', lobektomi &penghapusan satu lobus', atau pneumonectomy &pengangkatan seluruh paru-paru'. Kadang-kadang kelenjar getah bening di daerah paru-paru juga akan dihapus &lim.adenektomi'. embedahan untuk kanker paru-paru adalah prosedur pembedahan besar yang memerlukan anestesi umum, ra!at inap, dan tindak lanjut pera!atan untuk minggu ke bulan. 2engikuti prosedur operasi, pasien dapat mengalami kesulitan bernapas, sesak napas, nyeri, dan kelemahan. +isiko operasi termasuk komplikasi akibat perdarahan, in.eksi, dan komplikasi dari anestesi umum. Syarat untuk reseksi paru +isiko ringan untuk pneumonektomi, KI paru kontralateral baik dan IE , FB0% +isiko sedang untuk pneumonektomi, bila KI paru kontralateral 1"% dan IE , FB0% ii.*a"iasi5 ?erapi radiasi dapat digunakan sebagai pengobatan untuk #S$%$ dan S$%$. ?erapi radiasi menggunakan energi tinggi sinar-L atau jenis radiasi untuk membunuh sel kanker yang bermitosis. ?erapi radiasi dapat diberikan sebagai terapi kurati., terapi paliati. &menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan terapi kurati.', atau

22

sebagai terapi adju)ant pada kombinasi dengan pembedahan atau kemoterapi. +adiasi ini baik disampaikan secara eksternal, dengan menggunakan mesin yang mengarahkan radiasi terhadap kanker, atau internal melalui penempatan 5at radioakti. di dalam sealed container pada area tubuh di mana tumor terlokalisir. <rac(yt(erapy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan pelet kecil bahan radioakti. ditempatkan langsung menjadi kanker atau ke saluran napas di samping kanker. 9al ini biasanya dilakukan melalui bronkoskop.?erapi radiasi dapat diberikan jika seseorang menolak operasi, jika tumor telah menyebar ke daerah seperti kelenjar getah bening atau trakea yang membuat operasi pengangkatan tidak mungkin, atau jika seseorang memiliki kondisi lain yang membuat mereka terlalu sakit untuk menjalani operasi besar. ?erapi radiasi umumnya hanya mengecilkan tumor atau batas pertumbuhannya ketika diberikan sebagai terapi tunggal, namun dalam ,0% -,"% dari orang , mengarah pada remisi jangka panjang dan paliati. pada kanker. Dosis radiasi yang diberikan secara umum adalah "000-B000 cAy dengan cara pemberian 200cAy@H ," hari perminggu. Syarat standar sebelum penderita diradiasi adalah
1. 9bF ,0g% 2. ?rombosit ,00,000@dl 3. %euokosit F1000 @dl

+adiasi paliati. diberikan pada un.a)ourable group, yakni 0


1. ?ampilan E40 2.

enurunan 66 F "% dalam 2 bulan

3. (ungsi paru buruk.

?erapi

radiasi

yang

digabungkan

dengan

kemoterapi

lebih

lanjut

dapat

memperpanjang kelangsungan hidup ketika kemoterapi diberikan. ?erapi radiasi eksternal umumnya dapat dilakukan secara ra!at jalan, sedangkan terapi radiasi internal memerlukan ra!at inap singkat. Seseorang yang memiliki penyakit paru-paru yang parah di samping

21

kanker paru-paru mungkin tidak dapat menerima radioterapi ke paru-paru karena radiasi lebih lanjut dapat menurunkan .ungsi paru-paru. Sejenis terapi radiasi eksternal disebut Mgamma knifeM kadang-kadang digunakan untuk mengobati metastase otak tunggal. Dalam prosedur ini, beberapa gelombang radiasi yang datang dari arah yang berbeda di.okuskan pada tumor selama beberapa menit hingga jam dan posisi kepala diletakkan pada posisi kaku. 9al ini akan mengurangi dosis radiasi yang diterima oleh jaringan bersi.at kanker.Dntuk terapi radiasi eksternal, proses yang disebut simulasi diperlukan sebelum pera!atan. 2enggunakan $? scan, komputer, dan pengukuran yang tepat, simulasi memetakan lokasi yang tepat di mana radiasi akan disampaikan, disebut bidang pengobatan atau pelabuhan. roses ini biasanya memakan !aktu 10 menit sampai dua jam. erlakuan radiasi eksternal itu sendiri umumnya dilakukan empat atau lima hari seminggu selama beberapa minggu. ?erapi radiasi tidak memba!a risiko operasi besar, tetapi dapat memiliki e.ek samping yang tidak menyenangkan, termasuk kelelahan dan kekurangan energi. Ca dapat mengurangi jumlah sel darah putih & orang lebih rentan terhadap in.eksi' dan tingkat trombosit darah rendah &pembekuan darah membuat lebih sulit dan mengakibatkan perdarahan yang berlebihan' juga dapat terjadi dengan terapi radiasi. :ika organ-organ pencernaan berada di lapangan terkena radiasi, pasien mungkin mengalami mual, muntah, atau diare. ?erapi radiasi ini juga dapat mengiritasi kulit di area yang diobati ,tapi iritasi ini umumnya membaik dengan !aktu setelah pera!atan telah berakhir.

iii.Kemo erapi5 6aik #S$%$ maupun S$%$ dapat diobati dengan kemoterapi. Kemoterapi mengacu pada pemberian obat yang menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan membunuh mereka atau mencegah mereka dari membagi. Kemoterapi dapat diberikan sendiri, sebagai adju)ant untuk terapi bedah, atau dalam kombinasi dengan radioterapi. Sementara sejumlah obat kemoterapi telah dikembangkan, kelas obat yang dikenal sebagai obat berbasis platinum telah menjadi paling e.ekti. dalam pengobatan kanker paru-paru. Kemoterapi adalah pengobatan pilihan untuk kebanyakan S$%$, karena tumor ini umumnya

2;

meluas dalam tubuh ketika mereka didiagnosis. 9anya setengah dari orang yang telah menderita S$%$ dapat bertahan selama empat bulan tanpa kemoterapi. Dengan kemoterapi, !aktu kelangsungan hidup mereka meningkat hingga empat sampai lima kali lipat. Kemoterapi saja tidak terlalu e.ekti. dalam mengobati #S$%$, tapi ketika #S$%$ telah menyebar, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dalam banyak kasus. Kemoterapi dapat diberikan sebagai pil, sebagai in.us intra)ena, atau kombinasi keduanya. era!atan Kemoterapi biasanya diberikan dalam ra!at jalan. Kombinasi obat diberikan dalam serial pera!atan atau siklus, dengan periode minggu ke bulan, dengan istirahat di antara siklus. Sayangnya, obat yang digunakan dalam kemoterapi juga membunuh sel-sel normal yang membagi di dalam tubuh, mengakibatkan e.ek samping yang tidak menyenangkan. Kerusakan sel darah dapat mengakibatkan peningkatan kerentanan terhadap in.eksi dan kesulitan dengan pembekuan darah &perdarahan atau mudah memar'. E.ek samping lain termasuk kelelahan, penurunan berat badan, rambut rontok, mual, muntah, diare, dan luka mulut. E.ek samping dari kemoterapi ber)ariasi menurut dosis dan kombinasi obat yang dipakai dan juga dapat ber)ariasi dari indi)idu ke indi)idu. >bat-obatan telah dikembangkan yang dapat mengobati atau mencegah banyak e.ek samping kemoterapi. E.ek samping biasanya menghilang selama tahap pemulihan pengobatan atau setelah selesai. Syarat utama kemoterapi0 9arus ditentukan jenis histologis tumor dan tampilan &per.ormance status' 9arus lebih dari B0 menurut skala Karnos.ky =tau 2 menurut skala -9>

rinsip pemilihan jenis antikanker dan pemberian sebuah regimen kemoterapi adalah0 latinum based therapy &sisplastin atau karboplastin' +espons objekti. satu obat antikanker ,"% ?oksisiti obat tidak melebihi grade 1 skala -9> 9arus dihentikan atau diganti bila setelah pemberian 1 siklus pada penilaian terjadi progresi. tumor. Syarat standar yang harus dipenuhi sebelum kemoterapi. ?ampilan 40-<0
2"

9b ,0g% /tidak perlu ditrans.usi segera, cukup diberi terapi sesuai dengan penyebab anemia

Aranulosit ,"00@mm ?rombosit ,00.000@mm (ungsi hati baik (ungsi ginjal baik &creatinin clearance lebih dari 40ml@menit'

i3.Prop4yla6 i6 $rain ra"ia ion5 S$%$ sering menyebar ke otak. Kadang-kadang orang dengan S$%$ yang merespons baik terhadap pengobatan dilakukan dengan terapi radiasi pada kepala untuk mengobati penyebaran paling a!al ke otak &micrometastasis' yang belum terdeteksi dengan $? atau 2+C scan dan belum menghasilkan gejala. ?erapi radiasi otak dapat menyebabkan masalah memori jangka pendek, kelelahan, mual, dan e.ek samping lainnya. 3.Pengo$a an kekam$u4an5 Kanker paru-paru yang muncul kembali setelah pera!atan dengan operasi, kemoterapi, dan @ atau terapi radiasi ini disebut sebagai berulang atau kambuh. :ika kanker berulang terbatas pada satu situs di paru-paru, mungkin diobati dengan operasi. ?umor berulang umumnya tidak merespon terhadap obat kemoterapi yang sebelumnya diberikan. Karena obat berbasis platinum umumnya digunakan dalam kemoterapi a!al kanker paruparu, agen ini tidak berguna dalam banyak kasus kekambuhan. Kemoterapi lini kedua digunakan untuk mengobati kanker berulang yang sebelumnya telah diobati dengan kemoterapi, dan sejumlah lini kedua rejimen kemoterapi yang telah terbukti e.ekti. dalam memperpanjang kelangsungan hidup. >rang dengan kanker paru-paru berulang yang cukup baik untuk mentoleransi terapi juga adalah kandidat yang baik untuk terapi eksperimental, termasuk uji klinis. 3i.Terapi Targe 5 Erlotinib &?arce)a' dan ge.itinib &Cressa' adalah obat yang disebut targeted t(erapy, yang dapat digunakan pada pasien tertentu dengan #S$%$ yang tidak lagi merespon kemoterapi. ?erapi obat yang ditargetkan lebih spesi.ik menargetkan sel-sel kanker, sehingga lebih sedikit kerusakan sel normal dari agen kemoterapi umum.

2B

Erlotinib dan ge.itinib menarget protein yang disebut reseptor .aktor pertumbuhan epidermal &EA(+' yang penting dalam memicu pembagian sel. banyak kasus kanker #S$%$. Dpaya lain dalam targeted t(erapy termasuk obat yang dikenal sebagai obat =ntiangiogenesis, yang menghambat perkembangan pembuluh darah baru dalam kanker. ?anpa pembuluh darah yang cukup untuk suplai darah memba!a oksigen, sel-sel kanker akan mati. 6e)aci5umab, obat antiangiogenic &=)astin' juga telah ditemukan untuk memperpanjang kelangsungan hidup pada kanker paru-paru lanjut apabila ditambahkan ke rejimen kemoterapi standar. 6e)aci5umab diberikan secara in.us setiap dua sampai tiga minggu. #amun, karena obat ini dapat menyebabkan perdarahan, tidak cocok untuk digunakan pada pasien yang batuk darah, jika kanker paru-paru telah menyebar ke otak, atau pada orang yang menerima terapi antikoagulasi &Mblood thinnerM medications'. 6e)aci5umab juga tidak digunakan dalam kasus kanker sel skuamosa karena dapat menyebabkan perdarahan dari jenis kanker paru-paru. $etuHimab adalah suatu antibodi yang mengikat ke reseptor .aktor pertumbuhan epidermal &EA(+'. ada pasien dengan #S$%$ tumor yang telah ditunjukkan untuk menyatakan EA(+ dengan analisa imunohistokimia, penambahan cetuHimab dapat dipertimbangkan untuk beberapa pasien. 3ii.Terapi P4o o"ynami6 7PDT85 Salah satu terapi baru yang digunakan untuk berbagai jenis dan tahap kanker paruparu &serta beberapa kanker lainnya' adalah terapi photodynamic. Dalam pengobatan p(otodynamic, agen p(otosynt(esi1ing &seperti por.irin, suatu 5at alami dalam tubuh' disuntikkan ke dalam aliran darah beberapa jam sebelum operasi. Selama !aktu ini, agen diambil dalam sel yang tumbuh dengan cepat seperti sel-sel kanker. rosedur dimana dokter menggunakan panjang gelombang cahaya tertentu melalui (and(eld langsung ke lokasi dari kanker dan jaringan sekitarnya. Energi dari cahaya mengakti.kan agen photosensiti5ing, menyebabkan produksi dari racun yang menghancurkan sel-sel tumor. dapat diulang di tempat yang sama jika diperlukan. Kelemahan dari D? memiliki kelebihan yang justru dapat menargetkan lokasi kanker, kurang in)asi. daripada operasi, dan D? adalah hanya berguna dalam mengobati kanker yang dapat dicapai dengan sumber cahaya dan tidak cocok untuk pengobatan kanker luas. DS (ood and Drug =dministration &(D=' telah menyetujui
24

rotein ini ditemukan

meningkat pada tingkat abnormal, pada permukaan beberapa jenis sel kanker, termasuk

agen p(otosensiti1ing disebut natrium porfimer 5$(otofrin7 untuk penggunaan di D? untuk mengobati atau meringankan gejala terserang kanker dan #S$%$. 3iii.*a"io9re:uen6y a$lasi 7*FA85 =blasi .rekuensi radio sedang dipelajari sebagai alternati. untuk operasi, terutama dalam kasus kanker paru-paru tahap a!al. Dalam jenis ini pengobatan, jarum dimasukkan melalui kulit kemudian ke arah kanker, biasanya di ba!ah panduan oleh $? scan. (rekuensi radio &listrik' energi ini kemudian ditransmisikan ke ujung jarum mana menghasilkan panas dalam jaringan, membunuh jaringan kanker dan menutup pembuluh darah kecil yang dimasuki sel kanker. +(= biasanya tidak menyakitkan dan telah disetujui oleh DS (ood and Drug =dministration untuk pengobatan kanker tertentu, termasuk kanker paru-paru. enelitian telah menunjukkan bah!a pera!atan ini dapat memperpanjang kelangsungan hidup yang sama dengan operasi ketika digunakan untuk mengobati tahap a!al kanker paruparu tetapi tanpa risiko operasi besar. i;.Terapi Eksperimen al5 Karena tidak ada terapi saat ini tersedia yang benar-benar e.ekti. dalam mengobati kanker paru-paru, pasien dapat dita!arkan sejumlah terapi baru yang masih dalam tahap percobaan, yang berarti bah!a dokter belum memiliki in.ormasi yang cukup untuk memutuskan apakah terapi ini harus diterima menjadi bentuk-bentuk pengobatan untuk kanker paru-paru. >bat-obatan baru atau kombinasi baru obat yang diuji dalam uji klinis, yang merupakan studi yang menge)aluasi e.ekti)itas obat baru dibandingkan dengan yang sudah digunakan secara luas. Cmmunotherapies sedang diteliti melibatkan penggunaan terapi )aksin-terkait atau terapi lain yang mencoba untuk meman.aatkan sistem kekebalan tubuh untuk mela!an sel-sel kanker. enelitian lebih lanjut sedang berlangsung untuk menentukan e.ekti)itas D? di jenis-jenis kanker paru-paru.

I. PEN(E'AHAN KANKE* PA*U 6erhenti merokok dan menghilangkan asap rokok adalah ukuran yang paling penting yang dapat mencegah kanker paru-paru. 6anyak produk, seperti permen karet nikotin, semprotan nikotin, atau inhaler nikotin, dapat membantu orang yang mencoba untuk berhenti merokok. 2eminimalkan paparan merokok pasi. juga merupakan tindakan pencegahan yang e.ekti.. 2enggunakan test kit radon rumah dapat mengidenti.ikasi dan memungkinkan koreksi tingkat radon meningkat di rumah. 2etode yang memungkinkan deteksi dini kanker,
2<

seperti $? scan, mungkin juga nilai dalam identi.ikasi kanker kecil yang dapat disembuhkan dengan reseksi bedah dan mencegah dari menjadi meluas dan tidak dapat disembuhkan apabila kanker sudah bermetastasis. J. P*&'N&SIS rognosis secara keseluruhan bagi pasien-pasien dengan karsinoma paru adalah buruk dan hanya sedikit meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, meskipun telah diperkenalkan berbagai agen-agen kemoterapi yang baru. Dengan demikian, penekanan harus diberikan pada pencegahan. ?enaga-tenaga kesehatan harus menganjurkan masyrakat untuk tidak merokok atau hidup dalam lingkungan yang tercemar polusi industri. ?indakantindakan protekti. harus dilakukan bagi mereka yang bekerja dengan asbes, uranium, kromium, dan materi karsinogenik lainnya. 6erikut ini gambaran prognosis dengan menggunakan klasi.ikasi ?#2 terbaru 0 -edian a(tor (mo) TN- stage IA I< IIA II< IIIA )e## ty'e <ronc(oal,eolar carcinoma Adenocarcinoma S?uamous cell carcinoma Large cell carcinoma Adenos?uamous carcinoma Sex @emale CC
23

Surviva#

ive!"ear Surviva# $ate (%) CC !C 8 ! 2

A! "! 88 2A 9A

B 8! 88 8 2C

C9 88 8 89 2A

!2

%ale 3ge (y) D "6 E "6 Cell Lung Carcinoma3

86

89

8A B

8C B

Ta$el -. $rognostic @actors of Sur,i,al in $at(ologically Staged $atients ;it( Non0Small

BAB III KESI)PULAN

Karsinoma paru a"ala4 umor $er$a4aya yang um$u4 "i paru yang "apa $erasal "ari sel<sel "i "alam paru maupun "ari karsinoma "i $agian u$u4 lainnya yang menye$ar ke paru. Etiologi sebenarnya dari karsinoma paru belum diketahui, tetapi merokok agaknya yang memegang peranan paling penting yaitu 1" % dari seluruh kasus.

10

embagian praktis karsinoma paru yaitu small cell lung cancer &S$%$' dan non small cell lung cancer &#S$%$'. Aejala klinis dari karsinoma paru seperti batuk yang menetap, dahak bisa mengandung darah, demam, nyeri dada, sesak na.as, hilangnya na.su makan, penurunan berat badan dan kelemahan. emeriksaan radiologis dapat dilakukan antara lain bronkogra.i in)asi., $? Scan, serta pemeriksaan radiologik kon)ensional &toraks =, lateral, .luoroskopi'. Diagnosis dari karsinoma paru dilakukan berdasarkan penggolongan &stadium' ?#2 karsinoma terbaru dari International Union Against Cancer dan American Joint Committee on Cancer. ?erapi yang paling sering adalah kombinasi dari pembedahan, radiasi, dan kemoterapi dengan prognosis secara keseluruhan bagi pasien-pasien dengan karsinoma paru adalah buruk dan hanya sedikit meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.

DAFTA* PUSTAKA

Dnaiyah =. endekatan Diagnostik Kanker aru.Dalam0 =l!i C, Setiati S, Kasjmir *C, 6a!a5ier %=, Syam =(, 2ansjoer, penyunting. #askah %engkap ertemuan Clmiah ?ahunan Clmu enyakit Dalam 2002.:akarta 0 usat Cn.ormasi dan enerbitan 6agian Clmu enyakit Dalam (akultas Kedokteran Dni)ersitas Cndonesia 2002.h.3,-<

1,

Kanker

aru0:enis Karsinoma 6ukan Sel Kecil.Dalam 0 edoman #asional Dntuk

Diagnosis N enatalaksanaan di Cndonesia 200" 0 erhimpunan Dokter aru Cndonesia dan erhimpunan >nkologi Cndonesia.200".h.,-2;. 2inshall E2, 9amid O. 2olecular athology o. #on Small $ell $arcinoma.Dalam0 -ardla! =:, 9amid O. , penyunting. ?eHtbook o. +espiratory $ell and 2olecular 6iology. %ondon 0 2artin Dunit5.2002.h.123-14 6ehera D, =ggra!al =#, Sharma S$, Aupta D, :indai SK. C.os.amide $ontaining +egimen .or #on Small $ell %ung $ancer.200;/"30;"-;3 Kadono K, Satoh 9, 9omma ?, >htsuka 2, Seki5a!a. +adiotherapy .or Elderly #on Small $ell %ung $ancer atients.>ncology +eports 2002/30,241-B 9oulihan #A. =d)ance #on Small $ell %ung $ancer0 Cmplementing ?reatment ad)ances in $linical ractice 0 = $ontinuing Education 2onograph .or >ncology

#urses. itssburgh 0 >ncology Education Ser)ices 200" athak E6. 6uthani 2, 2ohan =, Auleria +, 6al S, Kochupillai I. #on Small $ell %ung $ancer&#S$%$' 0 $urrent Status and (uture ropects. Cndian : $hest Dis =llied Sci 200;/ ;B0,3,-201. =min, P. &2004'. Fanker $aru. Dalam <uku A=ar Ilmu $enyakit *alam Jilid II -disi I#.:akarta 0 usat enerbitan Departemen Clmu enyakit Dalam (K DC. rice, S.=., -ilson, %.2. &200B'. $atofisiologi G Fonsep Flinis $roses4$roses $enyakit #olume 2 -disi C. :akarta0 EA$. +asad. S. &200B'. .adiologi *iagnostik @F UI -disi Fedua. :akarta 0 Aaya 6aru.

12