Anda di halaman 1dari 19

KONSEP DASAR HASIL BELAJAR

Diajukan untuk memenuhi syarat tugas Evaluasi Pembelajaran Dosen Pembimbing: Drs. H. Syafei Firdaus !.!.Pd

Disusun oleh: "mi #asihah #P!: $%.&'. ()(*

F+,"-&+S &+./01+H SE!ES&E. -0!+ S&+0 S1+!S"- "-"! 2"#"#2 P"1"H


S",+/"!0 ($'$3($''
,+&+ PE#2+#&+.

Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al Kitab kepada hamba-Nya, dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Dengan petunjuk-Nya yang mulia itu, Dia membimbing manusia dari lembah kehinaan yang berlumuran dosa menuju lembah kemuliaan yang dipenuhi pahala dan ridlo-Nya. Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besasrnya kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah membantu proses rampungnya makalah ini. Semoga tercatat di sisi Allah sebagai amal saleh bagi mereka. Amin. Penyusun menyadari, bah a alaupun segenap kemampuan telah tercurah

demi kesempurnaan makalah ini. Namun tak dapat dipungkiri bah a penyusunan makalah ini tak terlepas dari berbagai kekurangan dan kesalahan. !leh karena itu, harap kritik dan sarannya demi perbaikan dalam penyusunan makalah berikutnya. Dan semoga catatan kecil ini mampu menambah a asan dan man"aat bagi kita semua. Amin.

Sukabumi, #$ Desember #%&%

Penyusun

D+F&+. 0S0

KA'A P(N)AN'A* .......................................................................................

ii

DA+'A* ,S, ...................................................................................................... iii BAB , P(NDA-./.AN &.&. /atar Belakang ............................................................................ &.#. *umusan 0asalah........................................................................ &.$. 'ujuan Penelitian......................................................................... BAB ,, P(0BA-ASAN #.&. Pengertian e1aluasi ..................................................................... #.#. +ungsi dan tujuan e1aluasi dalam dunia pendidikan.................. #.$. !bjek e1aluasi pendidikan.......................................................... #.2. Prinsip-prinsip dasar e1aluasi hasil belajar ................................. #.4. Kategori keluaran belajar menurut Bloom................................... BAB ,,, P(N.'.P $.&. Kesimpulan ................................................................................. DA+'A* P.S'AKA ....................................................................................... $ 2 3 & # #

/+/ 0

PE#D+H"-"+# '.'. -atar /elakang (1aluasi sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia sehari-hari, karena disadari atau tidak, sebenarnya e1aluasi sudah sering dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan social lainnya. -al ini dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia sendiridihadapan kaca apakah penampilannya sudah ajar atau belum. Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. -asil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, berman"aat, atau tidak berman"aat, dll. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi salah satu patron bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik, pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian pula

sebaliknya.Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui e1aluasi. (1aluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa e1aluasi hasil belajar dan e1aluasi pembelajaran. Dalam makalah ini hanya dibicarakan masalah konsep dasar e1aluasi hasil belajar meskipun dalam pembicaraan tentang e1aluasi hasil belajar ini juga disinggung masalah konsep dasar e1aluasi pembelajaran. -al ini tentu saja terjadi karena e1aluasi belajar dan e1aluasi pembelajaran menurut penulis tak dapat dipisahkan.

'.(. 0dentifikasi !asalah &. Pengertian e1aluasi #. +ungsi dan tujuan e1aluasi dalam dunia pendidikan $. !bjek e1aluasi pendidikan 2. Prinsip-prinsip dasar e1aluasi hasil belajar 4. Kategori keluaran belajar menurut Bloom '.). &ujuan Penelitian &. .ntuk mengetahui pengertian e1aluasi #. .ntuk mengetahui "ungsi dan tujuan e1aluasi dalam dunia pendidikan $. .ntik mengetahui objek e1aluasi pendidikan 2. .ntuk mengetahui prinsip-prinsip dasar e1aluasi hasil belajar 4. .ntuk mengetahui kategori keluaran belajar menurut Bloom

/+/ 00

PE!/+H+S+# !+S+-+H

(.'. Pengertian Evaluasi Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan e1aluasi5 Banyak literatur yang memberikan pengertian tentang e1aluasi ini. 0enurut Kamus Besar Bahasa ,ndonesia, e1aluasi berarti penilaian 6KBB,, &7738#9#:. Nurgiyantoro 6&7;;84: menyebutkan bah a e1aluasi adalah proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. ,a lebih lanjut menjelaskan bah a e1aluasi yang bersinonim dengan penilaian tidak sama konsepnya dengan pengukuran dan tes meskipun ketiga konsep ini sering didapatkan ketika masalah e1aluasi pendidikan dibicarakan. Dikatakannya bah a penilaian berkaitan dengan aspek kuantitati" dan kualitati", pengukuran berkaitan dengan aspek kuantitati", sedangkan tes hanya merupakan salah satu instrumen penilaian. 0eskipun berbeda, ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan dan saling memerlukan. -al senada juga disampaikan oleh Nurgiyantoro 6&7;;: dan Sudijono 6#%%3:. Selain istilah e1aluasi, terdapat juga istilah penilaian, pengukuran, dan tes. Sebenarnya, apakah ketiga istilah ini mengandung pengertian yang sama5 <a abannya tentu saja tidak. Pengukuran adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu, misalnya suhu badan dengan ukuran berupa termometer hasilnya $3% celcius, $;% celcius, $7% dst. Dari contoh tersebut dapat dipahami bah a pengukuran bersi"at kuantitati". Penilaian berarti menilai sesuatu, sedangkan menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh. <adi

penilaian si"atnya kualitati". Dalam contoh di atas, seseorang yang suhu badannya adalah $3% celcius termasuk orang yang normal kesehatannya. =ontoh lain yang dapat dosbeutkan di sini adalah ketika dikatakan bah a berat seseorang adalah &2% kg, &2% kg adalah hasil pengukuran. Akan tetapi, ketika hasil &2% kg sangat berat, kata sangat berat adalah penilaian. Apa yang mmbedakan dengan e1aluasi. >ang

membedakannya adalah bah a e1aluasi mencakup aspek kualitati" adan aspek kuanitati". Dengan demikian, berdasarkan pengertian yang telah dikemukan di atas dapat disimpulkan bah a e1aluasi secara umum adalah suatu proses untuk mendiagnosis kegiatan belajar dan pembelajaran. 'erm e1aluasi dalam acana keislaman tidak ditemukan padanan yang pasti,

tetapi terdapat term-term tertentu yang mengarah kepada makna e1aluasi. 'erm-term tersebut adalah sebagai berikut8 &. Al-Hisab, memiliki makna mengira, mena"sirkan, menghitung, dan menganggap. 6Al-Ba?arah8 #;2: #. Al-Bala, memiliki makna cobaan, ujian. 6@.S. Al-0ulk8 #: $. Al-Hukm, memiliki makna putusan atau 1onis. 6An-Naml8 9;: 2. Al-Qadha, memiliki arti putusan. 6@.S. 'haha8 9#: 4. Al-Nazhr, memiliki makna melihat. 6An-Naml8 #9: 3. Al-Imtihan. 6memiliki arti ujian.

#.#.

Fungsi dan &ujuan Evaluasi dalam Dunia Pendidikan Kalau dilihat prinsip e1aluasi yang terdapat di dalam Al-?urAan, dan praktek yang dilakukan oleh *asulullah SAB, maka e1aluasi ber"ungsi sebagai berikut8 &: .ntuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi. 6@.S. Al-Ba?arah8 &44: 4 kasih tulisan arab ya Pak +mir5.6 Artinya8CDan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, ji a dan buah-buahan. Dan berikanlah harta gembira kepada orang-orang yang sabar.D 6@.S. AlBa?arah8 &44: #: .ntuk mengetahui sejauh mana atau sampai dimana hasil pendidikan ahyu yang telah diaplikasikan *asulullah SAB kepada umatnya.D 6@.S. An-Naml8 2%: Artinya8DBerkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab8Daku akan memba a singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedipD. 0aka tatkala Sulaiman melihat singgasana terletak di hadapannya, ia pun berkata8 Cini termasuk kurnia 'uhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari 6akan nikmat-N>A:. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk 6kebaikan: dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya 'uhanku 0aha Kaya lagi 0aha 0uliaD.

/agi 7endidik se8ara didaktik evaluasi 7endidikan memiliki lima fungsi yaitu: &: memberikan landasan untuk menilai hasil usaha 6prestasi: yang telah

dicapai oleh peserta didiknya, #: memberikan in"ormasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta

didik dalam kelompoknya, $: memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan

status peserta didik, 2: memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi

peserta didik yang memang memerlukannya, 4: memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang

telah ditentukan telah dapat dicapai 6Sudijono, #%%38&#:. &ujuan evaluasi 7endidikan terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. &: 'ujuan umum e1aluasi pendidikan adalah untuk menghimpun bahan-bahan

keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai tara" perkembangan atau tara" kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka aktu tertentu, mengetahui tingkat e"ekti1itas dari

metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka aktu tertentu.

#:

'ujuan khusus e1aluasi pendidikan adalah untuk merangsang kegiatan

peserta didik dalam menempuh program pendidikan, untuk mencari dan menemukan "aktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya 6Sudijono, #%%38&9:. (.). 9bjek Evaluasi Pendidikan >ang dimaksud dengan objek e1aluasi pendidikan adalah segala sesuatu yang bertalian dengan kegiatan atau proses pendidikan yang dijadikan titik pusat perhatian atau pengamatan karena pihak penilai ingin memperoleh in"ormasi tentang kegiatan atau proses pendidikan tersebut. Salah satu cara untuk mengenal atau mengetahui objek dari e1aluasi pendidikan adalah dengan jalan menyorotinya dari tiga segi, yaitu input, trans"ormasi, dan output. Input merupakan bahan mentah yang akan diolah, trans"ormasi adalah tempat untuk mengolah bahan mentah, sedangkan output adalah hasil pengolah yang dilakukan di dapur dan siap dipakai. Dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran di sekolah, input atau bahan mentah yang akan diolah tidak lain adalah para calon peserta didik. Ditilik dari segi input ini, objek dari e1aluasi pendidikan meliputi tiga aspek, yaitu aspek kemampuan, aspek kepribadian, aspek sikap. Dalam konsep Bloom barangkali aspekaspek ini hampir sama dengan keluaran belajar yang dibagi olehnya menjadi tiga ranah yaitu ranah kogniti", a"ekti", psikomotor 6Nurgiyantoro, &7;;8#2-#4:. Konsep

seperti ini pula yang dituntut dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dalam kurikulum ini aspek-aspek yang die1aluasi dimuat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. :. Prinsi737rinsi7 Dasar Evaluasi Hasil /elajar (1aluasi hasil belajar dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar berikut ini. &: Prinsip Keseluruhan >ang dimaksud dengan e1aluasi yang berprinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensi" adalah e1aluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. 0aksud dari pernyataan ini adalah bah a dalam pelaksanaannya e1aluasi tidak dapat dilaksanakan secara terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup dan bukan benda mati. Dalam hubungan ini, e1aluasi diharapkan tidak hanya menggambarkan aspek kogniti", tetapi juga aspek psikomotor dan a"ekti" pun diharapkan terangkum dalam e1aluasi. <ika dikaitkan dengan mata pelajaran Bahasa dan Sastra ,ndonesia, penilaian bukan hanya menggambarkan pemahaman sis a terhadap materi ini, melainkan juga harus dapat mengungkapkan sudah sejauh mana peserta didik dapat menghayati dan mengimplementasikan materi tersebut dalam kehidupannya.

<ika prinsip e1aluasi yang pertama ini dilaksanakan, akan diperoleh bahan-bahan keterangan dan in"ormasi yang lengkap mengenai keadaan dan perkembangan subjek subjek didik yang sedang dijadikan sasaran e1aluasi. #: Prinsip Kesinambungan ,stilah lain dari prinsip ini adalah kontinuitas. Penilaian yang berkesinambungan ini artinya adalah penilaian yang dilakukan secara terus menerus, sambungmenyambung dari aktu ke aktu. Penilaian secara berkesinambungan ini akan

memungkinkan si penilai memperoleh in"ormasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik sejak a al mengikuti program pendidikan sampai dengan saat-saat mereka mengakhiri program-program pendidikan yang mereka tempuh. $: Prinsip !bjekti1itas Prinsip objekti1itas mengandung makna bah a e1aluasi hasil belajar terlepas dari "aktor-"aktor yang si"atnya subjekti". !rang juga sering menyebut prinsip objekti" ini dengan sebutan Capa adanyaD. ,stilah apa adanya ini mengandung pengertian bah a materi e1aluasi tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan sesuai atau sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran. Ditilik dari pemberian skor dalam e1aluasi, istilah apa adanya itu mengandung pengertian bah a pekerjaan koreksi, pemberian skor, dan penentuan nilai terhindar dari unsur-unsur subjekti1itas yang melekat pada diri tester. Di sini tester harus dapat mengeliminasi sejauh mungkin kemungkinan-kemungkinan hallo effe t! yaitu ja aban soal dengan

tulisan yang baik mendapat skor lebih tinggi daripada ja aban soal yang tulisannya lebih jelek padahal ja aban tersebut sama. Demikian pula Ckesan masa laluD dan lain-lain harus disingkirkan jauh-jauh sehingga e1aluasi nantinya menghasilkan nilainilai yang objekti". Dengan kata lain, tester harus senantiasa berpikir dan bertindak ajar menurut

keadaan yang senyatanya, tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan yang si"atnya subjekti". Prinsip ini sangat penting sebab apabila dalam melakukan e1aluasi, subjekti1itas menyelinap masuk dalam suatu e1aluasi, kemurnian pekerjaan e1aluasi itu sendiri akan ternoda. Sebenarnya bukan hanya tiga prinsip di atas yang menjadi ukuran dalam untuk melakukan e1aluasi. Dimyati dan 0ujiono 6#%%38&72-&77: menyebutkan bah a e1aluasi yang akan dilakukan juga harus mengikuti prinsip kesahihan "#alid$% keterandalan "reliabilitas$% dan praktis. 2: Kesahihan Sebuah e1aluasi dikatakan 1alid jika e1aluasi tersebut secara tepat, benar, dan sahih telah mengungkapkan atau mengukur apa yang seharusnya diukur. Agar diperoleh hasil e1aluasi yang sahih, dibutuhkan instrumen yang memilikiEmemenuhi syarat kesahihan suatu instrumen e1aluasi. =ontoh berikut dapat dijadikan sarana untuk memahami pengertian 1alid. =ontoh yang dimaksud adalah berupa barometer dan termometer. Barometer adalah alat ukur yang dipandang tepat untuk mengukur tekanan udara. <adi, kita dapat mengatakan

bah a barometer tanpa diragukan lagi adalah alat pengukur yang 1alid untuk mengukur tekanan udara. Dengan kata lain, apa seseorang melakukan pengukuran terhadap tekanan udara dengan menggunakan alat pengukur berupa barometer hasil pengukuran yang diperoleh itu dipandang tepat dan dapat dipercaya. Demikian pula halnya denga termometer. 'ermometer adalah alat pengukur yang dipandang tepat, benar, sahih, dan abash untuk mengukur tinggi rendahnya suhu udara. <adi dapat dikatakan bah a termometer adalah adalah alat pengukur yang 1alid untuk mengukur suhu udara 6Sudijono, #%%3873:. Sahih atau tidaknya e1aluasi tersebut ditentukan oleh "aktor-"aktor instrumen e1aluasi itu sendiri, administrasi e1aluasi dan penskoran, respon-respon sis a 6)ronlund, dalam Dimyati dan 0ujiono 6#%%38&74:. Kesahihan instrumen e1aluasi diperoleh melalui hasil pemikiran dan pengalaman. Dari dua cara tersebut, diperoleh empat macam kesahihan yanga terdiri atas kesahihan isi 6 ontent #alidation$% kesahihan konstruksi 6 ontru tion #alidit&$% kesahihan ada sekarang 6 on urrent #alidit&$% dan kesahihan prediksi "predi tion #alidit&$ 6Arikunto, &77%832:. 4: Keterandalan Keterandalan e1aluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan yaitu tingkat kepercayaan bah a suatu e1aluasi mampu memberikan hasil yang tepat. 0aksud dari pernyataan ini adalah jika suatu e1eluasi dilakukan pada subjek yang sama e1aluasi senantiasa menunjukkan hasil e1aluasi yang sama atau si"atnya ajeg dan stabil. Dengan demikian suatu ujian, misalnya, dikatakan telah memiliki reliabilitas apabila skor-skor atau nilai-nilai yang diperoleh para peserta ujian untuk pekerjaan ujiannya

adalah stabil, kapan saja, dimana saja ujian itu dilaksanakan, dan oleh siapa saja pelaksananya. Keterandalan dipengaruhi oleh beberapa "aktor, yaitu8 a: Panjang tes 6length of tes$. Panjang tes berhubungan dengan banyaknya

butir tes. Pada umumnya lebih banyak butir tes, lebih tinggi keterandalan e1aluasi. -al ini terjadi karena makin banyak soal tes, makin banyak sampel yang diukur. b: Sebaran skor 6spread of s ores$. Besarnya sebaran skor akan membuat

kemungkinan perkiraan keterandalan lebih tinggi menjadi kenyataan. c: 'ingkat kesulitan tes "diffi ult& of tes$. 'es yang paling mudah atau paling

sukar untuk anggota-anggota kelompok yang mengerjakan cenderung menghasilkan skor tes keterandalan yang lebih rendah. -al ini disebabkan antara hasil tes yang mudah dan sulit keduanya salam suatu sebaran skor yang terbatas. d: !bjekti1itas 6ob'ekti#it&$. !bjekti1itas suatu tes menunjuk kepada tingkat

skor kemampuan yang sama 6yang dimiliki oleh para sis a: dan memperoleh hasil yang sama dalam mengerjakan tes. 3:. Kepraktisan Kepraktisan suatu e1aluasi bermakna bah a kemudahan-kemudahan yang ada pada instrumen e1aluasi baik dalam mempersiapkan, menggunakan, menginterpretasi, memperoleh hasil maupun kemudahan dalam menyimpan.

Faktor3faktor yang mem7engaruhi ke7raktisan instrumen evaluasi meli7uti: &: #: $: 2: 4: kemudahan mengadministrasiF aktu yang disediakan untuk melancarkan kegiatan e1aluasiF kemudahan menskorF kemudahan interpretasi dan aplikasiF tersedianya bentuk instrumen e1aluasi yang ekui1alen atau sebanding.

(.;. ,ategori ,eluaran /elajar !enurut /loom Pada topik objek yang menjadi sasaran e1aluasi pendidikan telah disinggung secara sepintas perihal ketegori keluaran belajar Bloom ini. Sekarang kategori keluaran belajar itu akan disinggung secara detail mengingat kategori keluaran belajaran ini merupakan kategori yang sangat sering dipakai orang dalam proses e1aluasi hasil belajar peserta didik. Kategori keluaran belajar yang dikemukan oleh Bloom dan ka an-ka an ini terdiri atas tiga ranah atau domain belajar. Ketiga kategori atau ranah belajar yang dimaksud adalah ranah belajar kogniti" "domain ogniti#e$% ranah belajar a"ekti" "domain affe ti#e$% dan ranah psikomotor "domain psikomotori $. *anah kogniti" terdiri atas enam kelasEtingkat, yaitu pengetahuan% pemahaman% penggunaan(penerapan% analisis% sintesis% e#aluasi. *anah a"ekti" terdiri atas menerima% merespon% menilai% mengorganisasi% karakterisasi. Selanjutnya, ranah

psikomotor terdiri atas gerakan tubuh &ang men olok% ketepatan gerakan &ang dikoordinasikan% perangkat komunikasi non#erbal% kemampuan berbi ara. 'iga ranah di atas harus dijabarkan terlebih dahulu ke dalam ',. 6tujuan instruksional umum: dan ',K 6tujuan instruksional khusus:. *anah-ranah inilah yang kemudian die1aluasi untuk mendapat hasil e1aluasi yakni yang berupa skor dan nilai.

/+/ 000 ,ES0!P"-+# Pada dasarnya peserta didik memiliki tiga ranah keluaran belajar, yaitu ranah kognitif% afektif% dan psikomotor. Dalam setiap pembelajaran, ranah ini diharapkan oleh pendidik dapat berkembang dengan baik. .ntuk mengetahui perkembangan ketiga ranah itu, dilakukanlah kegiatan e1aluasi. -al ini tentu saja bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh peserta didik. Selain itu, e1aluasi tentu saja dapat membantu pendidik untuk mengetahui kemampuankemampuan yang dimiliki oleh sis a. Dengan mengetahui kemampuan-kemampuan sis a tersebut, pendidik dapat mengetahui dan sekaligus membimbing peserta didik yang masih kurang mampu memahami materi pelajaran yang telah mereka ajarkan. Kegiatan e1aluasi tentu saja tak dapat dilakukan tanpa prosedur yang jelas. Ada prinsip-prinsip e1aluasi yang sepatutnya diterapkan oleh peserta didik. 'anpa mengikuti prinsip ini dikha atirkan hasil e1aluasi tidak akan 1alid, tidak reliabilitas, tidak objekti", dan tidak praktis menggambarkan kemampuan belajar peserta didik.

D+F&+. P"S&+,+ Balai Pustaka. &773. Kamus Besar Bahasa Indonesia. <akarta8Balai Pustaka. Dimyati dan 0ujiono. #%%3. Bela'ar dan )embela'aran. <akarta8*ineka =ipta. Nurgiyantoro, Burhan. &7;;. )enilaian dalam )enga'aran Bahasa dan *astra. BP+(8 >ogyakarta. Sudijono, Anas. #%%3. )engantar +#aluasi )endidikan. <akarta8P' *aja )ra"indo.