Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

LATAR BELAKANG Sebagian besar air baku untuk penyediaan air bersih diambil dari air permukaan seperti sungai, danau, dan sebagainya. Salah satu langkah penting pengolahan untuk mendapatkan air bersih adalah menghilangkan kekeruhan dari air baku tersebut. Kekeruhan disebabkan oleh adanya partikel-partikel kecil dan koloid yang berukuran 10 nm sampai 10 m. Partikel-partikel kecil dan koloid tersebut tidak lain adalah kwaris, tanah liat, sisa tanaman, ganggang, dan sebagainya (Alaerts,1 !"#. Kekeruhan dihilangkan melalui pembubuhan se$enis bahan kimia dengan si%at-si%at tertentu yang disebut %lokulan. &mumnya %lokulan tersebut adalah tawas, namun dapat pula garam 'e ((((#, atau sesuatu polielektrolit organis. Selain pembubuhan %lokulan diperlukan pengadukan sampai %lok%lok terbentuk. 'lok-%lok ini mengumpulkan partikel-partikel kecil dan koloid tersebut dan akhirnya bersama-sama mengendap (Alaerts,1 !"#. &ntuk menentukan dosis yang optimal %lokulan dan nilai-nilai parameter lain seperti p), $enis %lokulan yang akna digunakan dalam proses %lokulasi dan sebagainya, dilakukan $ar test. *ar test merupakan model sederhana proses %lokulasi (Alaerts,1 !"#. +alam praktikum ini, %lokulan yang digunakan adalah tawas dan PA, (Poly Aluminium ,hlorida#. &ntuk mengetahui dosis tawas dan PA, yang dibutuhkan perlu dilakukan $ar test. Prinsipnya, larutan koloidal tersebut dianggap stabil $ika partikel kecil mengendap dalam waktu yang realti% singkat dan partikel-partikel terlarut tersebut tidak dapat menyatu karena adanya beda muatan. Sampel yang diambil berasal dari sungai Kaligarang yang berada di daerah Sampangan. Air sungai ini mungkin telah tercemar karena adanya berbagai kegiatan dari industry dan pembuangan lain seperti pembuangan tin$a manusia di sungai tersebut.

1.2.

TUJUAN &ntuk menentukan dosis koagulan (tawas# secara pembubuhan koagulan dengan -ariasi konsentrasi terhadap contoh air. BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. 1.

HASIL PENGAMATAN Koagulan . /awas 0 gr *ar /est putaran cepat dengan speed 1 ! rpm dengan waktu 1 menit. *ar /est putaran lambat dengan speed 00 rpm dengan waktu 10 menit. Setelah proses $ar tes kemudian didiamkan selama 0 menit, gelas ukur yang terlihat lebih $ernih adalah no (( (dengan larutan tawas 10 ml# dan 1 (dengan larutan tawas "0 ml#, sehingga kedua gelas tersebutlah yang diamati. Koagulasi 2elas ukur (( (10 ml# 3 4 ml Koagulasi 2elas ukur 1 ("0 ml# 3 15 ml

6.

Koagulan . PA, 0 gr *ar /est putaran cepat dengan speed 1 ! rpm dengan waktu 1 menit. *ar /est putaran lambat dengan speed 00 rpm dengan waktu 10 menit. Setelah proses $ar tes kemudian didiamkan selama 0 menit, gelas ukur yang terlihat lebih $ernih adalah no (( (dengan larutan PA, 10 ml# dan (1 (dengan larutan PA, 70 ml#, sehingga kedua gelas tersebutlah yang diamati. Koagulasi 2elas ukur (( (10 ml# 3 1" ml Koagulasi 2elas ukur 1 (70 ml# 3 70 ml

2.2

PEMBAHASAN Air bersih yang layak dikonsumsi haruslah terhindar dari kekeruhan dalam air baku, cara untuk menghilangkan kekeruhan yaitu dengan cara koagulasi dan %lokulasi.

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan dengan proses pembubuhan bahan kimia (koagulan# ke dalam air yang akan dio(ah. +engan ter$adinya koagulasi, berarti 8at terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat ter$adi secara %isik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, 0 #. pencampuran koloid yang berbeda muatan ( Suryadipura, 1

'lokulasi adalah proses penggumpalan bahan terlarut, kolois, dan yang tidak dapat mengendap dalam air. &$i koagulasi-%lokulasi dilaksanakan untuk menentukan dosis bahan-bahan kimia, dan persyaratan yang digunakan untuk memperoleh hasil yang optimum ( 9arnes, 1 !7 #. Koagulasi-'lokulasi *artest merupakan suatu metoda yang

digunakan guna mengetahui dosis optimum dari koagulan yang ditambahkan pada air baku dengan kekeruhan tertentu. +engan diketahuinya kondisi penambahan koagulan yang optimum diharapkan dapat membuat proses penghilangan kekeruhan men$adi lebih mudah dan murah. Pengadukan pada proses koagulasi dibutuhkan untuk reaksi penggabungan antara koagulan dengan bahan organik dalam air. :elarutkan koagulan dalam air, menggabungkan inti-inti endapan men$adi molekul besar dan $uga memberi kesempatan pada partikel-partikel %lok kecil yang sudah terkoagulasi untuk bergabung men$adi %lok yang ukurannya men$adi lebih besar. Kecepatan pengadukan yang tepat sangatlah penting di dalam proses koagulasi. Kurangnya kecepatan putaran dalam pengadukan akan menyebabkan koagulan tidak dapat terdispersi dengan baik, sebaliknya apabila kecepatan putaran lebih tinggi akan menyebabkan %lok-%lok yang sudah terbentuk akan terpecah kembali sehingga ter$adi pengendapan tidak sempurna. +engan kata lain proses koagulasi tidak ter$adi dengan maksimal (Arum dan (ndaryanto, 600"#. Koagulan yang digunakan adalah $enis PA, dan tawas. /awas ini banyak dipakai karena e%ekti% untuk menurunkan kadar karbonat, paling ekonomis dan mudah dipakai serta mudah disimpan. 9entuk dari tawas antara lain serbuk, Kristal, koral. Koagulasi dengan tawas dapat ber$alan baik pada

p) antara 4,0-!,0. Pada proses koagulasi, koagulan yang ditambahkan harus diaduk secara cepat selama ; 1 menit dan siikuti dengan pengadukan lambat selama ; 10 menit agar koagulan tercampur dengan air baku secara sempuna.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 660.1 !" 1##0$ aliran sungai Kaligarang mulai dari hulu sungai sampai lokasi %leretan&Bandungan Kelurahan 'emah Gempal Ke(amatan )emarang Barat ditetapkan sebagian air golongan B$ sedangkan air )ungai Kaligarang mulai dari lokasi %leretan sampai muara )ungai Kaligarang *ang dikenal dengan Ban+ir Kanal Barat$ ditetapkan sebagai air golongan ,. Dalam %% No. !0 Tahun 1##0 mengenai penggolongan air di+elaskan bahwa air golongan B adalah air *ang dapat digunakan sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.

1. Koagulan 9erupa /awas Koagulan tawas endapan yang paling banyak dihasilkan pada penambahan tawas "0 ml. )al ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pereaksi ditambahkan maka semakin banyak pula endapan yang dihasilkan. Pembubuhan %lokulan dapat mengakibatkan stabilitas terganggu karena sebagian kecil tawas terlarut dalam air, dan sebagian tawas tidak terlarut dan akan mengendap sebagai %lok Al(<)# 7 yang dapat mengurung koloid dan membawanya ke bawah. 6. Koagulan 9erupa PA, +ari data yang diperoleh, untuk koagulan PA, endapan yang paling banyak dihasilkan pada penambahan PA, 70 ml. )al ini $uga mengindikasikan bahwa semakin banyak pereaksi yang ditambahkan maka semakin kuat mengikat 8at-8at terlarut di dalam air. PA, merupakan bahan yang e%ekti% untuk menurunkan kadar bikarbonat dan hidroksida sehingga mempermudah terbentuknya %lok.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1. Kesimpulan 1. Semakin banyak pereaksi yang ditambahkan baik larutan tawas maupun PA,, maka semakin kuat mengikat 8at terlarut di dalam air. 6. )asil dari praktikum terhadap air keruh yang menggunakan tawas 0 gr adalah sampel dengan penambahan koagulan sebesar 10 ml memiliki tinggi endapan 4 ml sedangkan penambahan koagulan sebesar "0 ml memiliki tinggi endapan 15 ml. )al ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pereaksi ditambahkan maka semakin kuat mengikat 8at-8at terlarut di dalam air. 7. )asil dari praktikum terhadap air keruh yang menggunakan PA, 0 gr adalah sampel dengan penambahan koagulan sebesar 10 ml memiliki tinggi endapan 1" ml sedangkan penambahan koagulan sebesar 70 ml memiliki tinggi endapan 70 ml. )al ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pereaksi ditambahkan maka semakin kuat mengikat 8at-8at terlarut di dalam air. 3.1. Sa!an 1. Pengadukan sampel harus diperhatikan, sampel yang tidak diaduk menyebabkan 8at tersuspensi yang berat tertinggal di bawah. 6. Pengadukan $angan terlalu cepat karena dapat merusak %lok yang telah terbentuk.

7. Perlu ketelitian dalam pemberian dosis tawas dan PA, dan membaca tinggi endapan. ". =aktu dalam pengadukan harus diperhatikan. 0. Perlu ketelitian dalam membaca tinggi endapan.

DA"TAR PUSTAKA Alaerts, dan Sri Sumestri Santika. 1 !". Metoda Penelitian Air. Surabaya. &saha >asional. Suryadiputra, (.>.>. 1 0. Pengolahan Air ?imbah dengan :etode Kimia (Koagulasi dan 'lokulasi#. (P9. 9ogor 9arnes, +.1 !7. ,hemistry and &nit <perations in =ater /reatment. Applied science Publishers. ?ondon @ LAMPIRAN