Anda di halaman 1dari 10

Formulasi Pakan Buatan Untuk Hasil Ternak Ayam Unggul

Beberapa ciri ternak ayam yang unggul adalah terhindar dari penyakit dan tercukupi kebutuhan nutrisinya. Agen penyakit adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam lingkungan seperti virus, bakteri, fungi dan parasit baik yang di dalam (endoparasit) maupun yang diluar tubuh ayam (ektoparasit). Adanya penyakit terjadi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu agen penyakit, inang (ayam), dan lingkungan. Penyakit dapat masuk ke peternakan ayam melalui : 1. 2. Terbawa masuk ketika anak ayam (DOC) datang (transmisi vertikal) Masuknya ayam sehat yang baru sembuh dari penyakit tetapi sekarang berperan sebagai pembawa (carrier), 3. Masuknya ayam dari luar flok (transmisi horizontal) 4. Tertular melalui telur-telur dari flok-flok pembibit yang terinfeksi 5. Terbawa masuk melalui kaki (sepatu), tangan dan pakaian pengunjung atau karyawan yang bergerak dari flok ke flok 6. Terbawa melalui debu, bulu-bulu atau sayap, dan kotoran (manure) pada peralatan dan sarana lain seperti truk, kandang ayam, tempat telur dll. 7. Terbawa oleh burung-burung liar, predator (kumbang), rodensia (tikus), lalat, caplak, tungau dan serangga lain 8. Terbawa melalui makanan yang tercemar mikroorganisme di pabriknya. Kontaminasi bahan baku pakan atau pakan jadi dengan beberapa jenis patogen seperti Salmonella spp atau IBD/Gumboro dan paramyxovirus, Egg Drop Syndrom, Aflatoksin. 9. Menular lewat air 10. Menular lewat udara 11. Tertular melalui vaksin hidup atau kontaminasi vaksin. 12. Kesalahan pemberian nutrisi dari pakan Beberapa penyakit yang menyerang ayam sebagai berikut : 1. Berak putih (pullorum) Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi. Penyebab: Salmonella pullorum. 2. Foel typhoid Menyerang ayam muda/remaja dan dewasa. Penyebab: Salmonella gallinarum. Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.

3. Parathyphoid Menyerang ayam dibawah umur satu bulan. Penyebab: bakteri dari genus Salmonella. 4. Pilek ayam (Coryza) Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam. Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus. 5. Newcastle disease (ND) ND adalah penyakit oleh virus. 6. Cacar ayam (Fowl pox) Gejala: tubuh ayam bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar. Penyebab: virus Borreliota avium. 7. Muntah darah hitam (Gizzerosin) Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebabnya adalah racun dalam tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingga menjadi racun. Apalagi jika pemberian kadar tepung ikan berlebihan dari batasnya. 8. Racun dari bungkil kacang Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi (pemberiannya harus hati-hati). Pemberian pakan yang tidak sesuai termasuk salah satu penyebab penyakit yang menyerang ayam. Dalam penggunaan bahan pakan terutama untuk unggas perlu kiat khusus untuk memanajemen pemberiannya. Bahan pakan terlalu berlebihan atau kurang akan menyebabkan nutrisi yang diberikan tidak sesuai dan berakibat buruk pada ayam. Pemberian pakan ada batasannya, yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif pada ayam. Pemberian nutrisi yang tercukupi pada ternak akan menghasilkan ternak yang unggul, karena fungsi dari masing-masing kandungan nutrisi pada pakan, seperti protein yang berfungsi untuk pembentukan sel, mengganti sel mati, membentuk jaringan tubuh seperti daging, kulit, telur, embrio dan bulu. Unggas yang tidak diberi makan protein akan tetap kecil dan tumbuh lambat atau tidak bisa bertambah besar. Disamping itu, protein juga dibutuhkan untuk produksi telur dan produksi spermaunggas jantan. Dengan demikian unggas yang tidak diberi protein akan tumbuh lambat, produksi telur sedikit, jarang mau kawin, daya tunas dan

daya tetas juga rendah, dan akan menghasilkan anak sedikit dan kurang bermutu. Karbohidrat berperan sumber utama energi ternak unggas, sedangkan energi adalah gizi yang dibutuhkan unggas untuk hidup, berdiri, berjalan, makan, tidur, kawin dan untuk setiap kegiatan aktivitas unggas. Lemak dibutuhkan untuk produksi telur, lapisan lemak diantara daging dan sebagai sumber energi kebutuhan aktivitas unggas. Vitamin dibutuhkan oleh unggas untuk menjaga kesehatan secara umum, kesehatan mata, membantu pembekuan darah, untuk kesehatan otot, fertilitas dan daya tetas telur, untuk proses metabolisme dan pembentukan tulang. mineral adalah gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit akan tetapi perannya sangat penting untuk pertumbuhan tulang, pembentukan kerabang telur, keseimbangan dalam sel tubuh, membantu pencernaan dan sistem transportasi gizi dalam tubuh, fertilitas dan daya tetas telur. Sedangkan pemberian nutrisi yang tidak sesuai batasannya dapat menimbulkan dampak negatif pada ternak seperti rontok bulu yang berlebihan, warna bulu berubah, masa produksinya tidak stabil, dan sebagainya. Pakan untuk ayam tidak boleh diabaikan, karena pakan adalah aspek yang sangat vital bagi kehidupan ayam. Tanpa adanya pakan yang tercukupi kebutuhan nutrisinya maka pertumbuhan ayam akan terganggu. Berikut merupakan tabel kebutuhan protein dan energy metabolisme untuk ayam : Fase pemeliharaan Brooding (1-14 hari) Starter (14-30 hari) Grower (31-60 hari) Finisher (>61hari) Protein (%) 22 20 19 16-18 Energi metabolisme (kkal/kg) 3050 3100 2900 3000

Banyak pilihan untuk menyajikan pakan ayam antara lain dengan pakan jadi buatan pabrik dan meramu pakan sendiri. Untuk pakan yang mencampur dan meramu sendiri ada hal yang perlu diperhatikan supaya kandungan nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ayam, sedangkan untuk pakan buatan pabrik perlu diperhatikan komposisi bahan pakan dan nutrisi pada kemasannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pakan racikan sendiri adalah sebagai berikut : 1. Kandungan nutrisi dan gizi pakan seperti lemak, vitamin, mineral kalsium, fosfor, karbohidrat, dan protein harus sesuai dengan kebutuhan ternak, tidak kurang dan tidak lebih. 2. Ketersediaan bahan yang terus-menerus ada dan stabil dalam hal kualitas 3. Bahan tersebut tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia (food)

4. Pakan mudah dicerna 5. Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh 6. Pencegahan berkembangnya toksin dan jamur pada pakan (bisa dengan menambahkan toxin binder) 7. Kontrol air yang ditambahkan untuk menyusun komposisi pakan 8. Lama penyimpanan bahan baku pakan 9. Melakukan sanitasi truk pengangkut bahan pakan Untuk meracik atau meramu pakan ternak sendiri perlu sistematika yang benar agar pakan mengandung nutrisi yang tepat dan hasil ternak pun baik. Sistematika meramu pakan ternak buatan sendiri adalah : 1. Pengadaan bahan baku pakan ternak 2. Mencari selera bahan baku pakan 3. Analisis atau perhitungan dalam penyusunan pakan ternak (dengan dasar daftar analisis bahan baku, pedoman standar nutrisi pakan ternak unggas, dan pedoman batas penggunaan bahan baku pakan) 4. Hasil perhitungan, menyangkut analisis ternik dan ekonomis 5. Penyusunan komposisi bahan pakan sesuai perhitungan Berikut ini tabel kandungan nutrisi beberapa bahan pakan yang biasa digunakan untuk pakan unggas beserta batas pemberian maksimalnya dalam % : Protein (%) 10.2 41-42 41.7 20.5 11.9 9 32-34 16.2 1.9 60.9 1.5 53.9 12 Lemak (%) 7.9 6 3.5 6.7 1.9 3.8 6 4.3 1.19 7 0.7 4.2 3 Energi Serat kasar metabolis (%) (kkal/kg) 8.2 1.630 5 2800 6.5 12 2.6 2.5 6 7.7 4.68 4.5 0.9 1 2 1.540 1.540 3.000 3.430 2500 2.970 2.630 3.010 2.970 2.640 Batas (%) 75 40 30 15 20 50 40 25 25 3 20 20 5

Bahan baku Bekatul Broiler konsentrat Bungkil kedelai Bungkil kelapa Gandum Jagung Layer konsentrat Pollard Sagu Tepung bekicot Tepung gaplek Tepung ikan Tepung tulang

Dalam melakukan perhitungan atau analisis untuk menyusun komposisi pakan ternak unggas teradapat beberapa metode, yaitu : 1. Metode penyusunan komposisi pakan ternak unggas dengan pedoman protein 2. Metode penyusunan komposisi pakan ternak unggas dengan pedoman energi metabolis 3. Metode penyusunan komposisi pakan ternak unggas dengan pedoman imbang protein dan energi metabolis Oleh karena itu sangat penting untuk menghitung formulasi bahan pakan ternak dan memilih bahan pakan dengan kualitas baik. Karena dengan hitungan yang benar maka nutrisi yang di berikan pada ternak sesuai kebutuhan sehingga menghasilkan ternak unggul.Salah satu cara menghitug formulasi pakan ternak yang praktis dan sering digunakan dengan metode penyusunan komposisi pakan ternak unggas dengan pedoman protein. Dalam perhitungan matematika menggunakan metode aljabar. Contoh : Misal akan dibuat pakan ternak ayam dari 100 kg bahan pakan yang terdiri dari jagung, tepung ikan, bekatul, tepung tulang, bungkil kedelai dengan hasil pakan berkadar protein 20%. 1. Melakukan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kadar proteinnya yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bahan baku protein suplemen dan bahan baku protein basal. Jagung, tepung ikan, tepung tulang sebagai bahan baku protein suplemen karena kebutuhannya lebih banyak dari pada yang lain, sedangkan bekatul dan bungkil kedelai sebagai bahan baku protein basal. 2. Membuat perbandingan, berapa bagian dari bahan yang akan digunakan, dapat melihat tabel batas pemberian untuk membantu. - Jagung kadar protein 9% 5 bagian - Tepung ikan kadar protein 53,9% 2 bagian - Tepung tulang kadar protein 12% 0,5 bagian Bekatul kadar protein 10,2%7,5 bagian Bungkil kedelai kadar protein 41,7% 2 bagian (pemberian bungkil kedelai harap hati-hati, karena mengandung lemak yang cukup tinggi, sehingga digunakan lebih sedikit dari pada yang lain)

Kelompok sumber protein suplemen :

Kelompok sumber protein basal :

3. Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber protein suplemen dan Y merupakan jumlah berat kelompok sumber protein basal.

4. Berdasarkan persamaan aljabar akan diperoleh dua persamaan yaitu : Persamaan 1 adalah X + Y = 100 Diketahui bahwa jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun formulasi pakan adalah 100 % = 100 kg. Persamaan 2 adalah 0,2117X + 0,1683Y = 20 Nilai 0,2117 adalah rata-rata kadar protein dari kelompok protein suplemen, nilai 0,1683 adalah rata-rata kadar protein kelompok protein basal, sedangkan nilai 20 adalah kadar protein pakan yang akan dibuat. 5. Setelah mendapatkan dua buah persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan secara matematika dengan menggunakan metode aljabar untuk mencari nilai X dan Y. Nilai X dan Y ini dapat diperoleh dengan cara substitusi atau eliminasi.

6. Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari nilai X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X.

7. Langkah selanjutnya adalah menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y. Komposisi dari bahan baku protein suplemen adalah :

Komposisi dari bahan baku protein basal adalah :

8. Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 20% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut :

Jumlah kadar protein pada pakan :

Jadi untuk membuat 100 kg pakan ayam dengan komposisi jagung= 48,7 kg, tepung ikan= 19,48 kg, tepung tulang=4,87 kg, bungkil kedelai= 6,67 kg, bekatul=21,28 kg. Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ayam atau kebiasaan makan ayam dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku sesuai batasannya. Dengan beberapa metode untuk menghitung formulasi bahan pakan ternak buatan sendiri, dapat diperoleh banyak keuntungan, baik untuk ternak maupun peternak. Keuntungan bagi ternak seperti kebutuhan nutrisinya tercukupi, sehingga ternak akan terhindar dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan formulasi bahan pakan, kualitas bahan pakan yang tidak bernutrisi baik, penyebaran toksin dan jamur pada pakan yang berasal dari truk pengangkut pakan yang tidak di sanitasi, dan sebagainya. Keuntungan bagi peternak yaitu, peternak bisa memilih bahan pakannya sendiri sesuai nutrisi yang dibutuhkan, sehingga harga pakan buatan sendiri menjadi lebih murah dari pakan jadi buatan pabrik, selain ternak terhindar dari penyakit, sang peternak juga terhindar dari penyakit yang muncul dari ayam, serta aman untuk mengonsumsi ayam tersebut. Agar menghasilkan ternak yang unggul, selain harus mampu mengelola pakan, peternak harus mampu menjaga kebersihan kandang, dan kontrol air di sekitar kandang. Oleh karena itu, peran ilmu matematika dalam masalah biologi sangatlah penting, termasuk peran metode aljabar untuk menghitung formulasi bahan pakan ternak buatan sendiri agar aman dan sehat.

Daftar Pustaka
Agus, Bambang M. 1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Yogyakarta:Kansius http://www.ternakayamkampung.com/2012/10/batasan-penggunaan-bahan-pakanayam.html http://www.anneahira.com/pakan-ternak.htm http://disnak.jatimprov.go.id/feednet/index.php?option=com_content&task=view &id=5&Itemid=22 http://upikke.staff.ipb.ac.id/files/2010/12/Pelaksanaan-Biosecurity-padaPeternakan-Ayam1.pdf http://bumiternak-betha.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-en-us-xnone.html http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_6_TEKNOLOGI_PAKAN_BUATAN http://trisolpunya.blogspot.com/2011/01/pemberian-pakan-pada-ayampetelur.html http://matematikaunhalu.wordpress.com/category/uncategorized/page/4/ http://sentralternak.com/index.php/2010/06/15/meramu-dan-membuat-pakanunggas-sendiri/

TUGAS BIOLOGI
FORMULASI PAKAN BUATAN UNTUK HASIL TERNAK AYAM UNGGUL

Oleh: Hanifah Atsariyana M0113020

Matematika FMIPA Universitas Sebelas Maret Tahun Ajaran 2013/2014