Anda di halaman 1dari 8

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PERENCANAAN KAWASAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN

YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa perubahan sistem pemerintahan daerah dan dinamika perkembangan kawasan perkotaan menuntut perlunya penyesuaian penyelenggaraan perencanaan kawasan perkotaan; b. bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1 !" tentang Pedoman Penyusunan #encana $ota dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor % Tahun 1 & tentang Pedoman Perubahan Peman'aatan (ahan Perkotaan sudah tidak sesuai lagi perkembangan penyelenggaraan pemerintahan daerah sehingga perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huru' a dan huru' b) perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Perencanaan $awasan Perkotaan;

Mengingat:

1. *ndang+*ndang No. 2, Tahun . 2-.-% tentang /istem Perencanaan Pembangunan NasionaT .0(embaran Negara #epublik 1ndonesia Tahun 2--% . Nomor 1-%) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %%212; 2. *ndang+*ndang Nomor 32 Tahun 2--% tentang Pemerintah Daerah) 0(embaran Negara #epublik lndonesia Tahun 2--% Nomor 12,) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %%3"2 sebagaimana telah diubah dengan *ndang+ *ndang Nomor ! Tahun 2--, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti *ndang+*ndang Nomor 3 Tahun 2--, tentang Perubahan 4tas *ndang+*ndang Nomor 32 Tahun 2--% tentang Pemerintahan Daerah men5adi *ndang+*ndang 0(embaran Negara #epublik Tahun 2--, Nomor 1-!) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %,%!2; 3. *ndang+*ndang Nomor 2& Tahun 2--" tentang Penataan #uang 0(embaran Negara #epublik 1ndonesia Tahun 2--" Nomor &!) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %"2,2; %. *ndang+*ndang Nomor 2" Tahun 2--" .tentang Pengelolaan 6ilayah Pesisir dan Pulau+Pulau $ecil) 0(embaran Negara #epublik 1ndonesia Tahun 2--" Nomor !%) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %"3 2; ,. Peraturan Pemerintah Nomor " Tahun 2--, tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 0(embaran Negara #epublik 1ndonesia Tahun 2--, Nomor 1&,) Tambahan (embaran Negara #epublik 1ndonesia Nomor %, 32; &. $eputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13- Tahun 2--3 tentang 7rganisasi dan Tata $er5a Departemen Dalam Negeri; MEMUTUSKAN:

Menetapkan : P8#4T*#4N M8NT8#1 D4(4M P8#8N:4N44N $464/4N P8#$7T44N.

N898#1

T8NT4N9

P8D7M4N

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. $awasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian) dengan susunan 'ungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan) pemusatan dan distribusi pelayanan 5asa pemerintahan) pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.

2. $awasan perkotaan baru adalah kawasan perdesaan yang direncanakan dan dibangun men5adi kawasan perkotaan. 3. $awasan strategis kabupaten;kota pengaruh sangat penting dalam budaya) dan;atau lingkungan. adalah lingkup wilayah diprioritaskan karena mempunyai kabupaten;kota terhadap ekonomi) sosial)

%. Perencanaan kawasan perkotaan adalah penyusunan rencana pengelolaan kawasan perkotaan yang dapat mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembanguhan daerah guna pengembangan kawasan perkotaan yang lebih baik. ,. #encana Pembangunan <angka Pan5ang Daerah yang selan5utnya disingkat #P<PD adalah dokumen perencanaan untuk periode 2- 0dua puluh2 tahun yang memuat =isi misi dan arah pembangunan daerah yang mengacu kepada #encana Pembangunan <angka Pan5ang Nasional. &. #encana Pembangunan <angka Menengah Daerah yang selan5utnya disingkat #P<MD adalah dokumen perencanaan untuk periode , 0lima2 tahun yang memuat arah kebi5akan pembangunan daerah) arah kebi5akan keuangan daerah dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan) strategi pembangunan daerah) kebi5akan umum) dan program /$PD) lintas /$PD) dan program prioritas kewilayahan) disertai dengan rencana ker5a. ". #encana $er5a Pemerintah Daerah yang selan5utnya disingkat #$PD adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 0satu2 tahun merupakan pen5abaran dari #P<MD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan) program prioritas pembangunan daerah) rencana ker5a dan pendanaan serta prakiraan ma5u) baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada #encana $er5a Pemerintah. /atuan $er5a Perangkat Daerah selan5utnya disingkat /$PD) adalah perangkat daerah yang melaksanakan penyelenggaraan urusan pemerintahan sesuai dengan wewenang) tugas pokok dan 'ungsi yang ditetapkan $epala Daerah. Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. #encana 6ilayah kabupaten;kota. rinci tata ruang adalah pen5abaran dari #encana Tata #uang

!.

. 1-. 11. 12. 13. 1%. 1,.

Peman'aatan lahan) adalah penggunaan tanah untuk akti=itas;kegiatan orang atau badan hukum yang dapat ditun5ukkan secara nyata. Perubahan peman'aatan lahan adalah peman'aatan baru atas tanah) yang tidak sesuai dengan yang ditentukan dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten;kota. #eklamasi pantai adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan bagian perairan laut ditepi pantai untuk diman'aatkan sebagai kawasan budidaya. Peranserta masyarakat adalah kegiatan masyarakat yang timbul atas prakarsa sendiri dalam penyelenggaraan pengelolaan dan penataan+ruang kawasan perkotaan. Perema5aan kawasan perkotaan adalah penataan kembali area terbangun bagian kawasan perkotaan yang mengalami degradasi kualitas lingkungan) degradasi 'ungsi kawasan) dan;atau penyesuaian bagian kawasan perkotaan terhadap rencana pembangunan kawasan perkotaan. BAB II KRITERIA, BENTUK, DAN DASAR PERENCANAAN Pasal 2

$riteria kawasan perkotaan meliputi: a. memiliki karakteristik kegiatan utama budidaya bukan pertanian atau mata pencaharian penduduknya terutama di bidang industri) perdagangan) dan 5asa; dan b. memiliki karakteristik sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan barang dan 5asa didukung prasarana dan sarana termasuk pergantian moda transportasi dengan pelayanan skala kabupaten atau beberapa kecamatan. Pasal 3 >entuk kawasan perkotaan berupa : a. kota sebagai daerah otonom; b. bagian daerah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan; atau c. bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten yang berbatasan langsung dan memiliki ciri

perkotaan. Pasal $awasan perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 memiliki nama) batas wilayah) dan 'ungsi. Pasal ! 012 022 Nama) batas wilayah dan 'ungsi kawasan perkotaan yang berada di dalam wilayah kabupaten ditetapkan dalam peraturan daerah kabupaten. Nama) batas wilayah dan 'ungsi kawasan perkotaan yang merupakan bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten sebelum ditetapkan dengan peraturan daerah masing+masing kabupaten terlebih dahulu mendapat persetu5uan gubernur.

032 Penentuan nama) batas dan 'ungsi kawasan perkotaan didasarkan pada: a. hasil penelitian kebutuhan ruang bagi pengembangan kegiatan dan pelayanan perkotaan; dan b. kesatuan sistem wilayah pengembangan kawasan perkotaan dengan batas unit administrasi pemerintah terkecil. Pasal " 012 Perencanaan kawasan perkotaan mempertimbangkan: a. aspek idiologi) politik) sosial) ekonomi) budaya) lingkungan) teknologi) dan pertahanan dan keamanan Negara $esatuan #epublik 1ndonesia; b. pendekatan pengembangan wilayah terpadu; c. peran dan 'ungsi kawasan perkotaan; d. keterkaitan antar kawasan perkotaan dan antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan; e. keterpaduan antara lingkungan buatan dengan daya dukung lingkungan alami; dan '. pemenuhan kebutuhan penduduk kawasan perkotaan. 022 Perencanaan kawasan perkotaan dilaksanakan secara terintegrasi antara matra ruang) program dan kegiatan. Pasal # 012 #encana kawasan perkotaan tertuang dalam dokumen #P<PD) #encana Tata #uang) #P<MD) dan #$PD kabupaten;kota. 022 #encana kawasan perkotaan Daerah $husus 1bukpta <akarl ? dokumen #P<PD) #encana Tata #uang) #P<MD) dan #$PD pro=insi. BAB III RENCANA KAWASAN PERKOTAAN Ba$%a& K'sa() R'&*a&a P'+,a&$)&a& -a&$.a Pa&/a&$ Da'0a1 Pasal 8 012 4rah pembangunan kawasan perkotaan yang tertuang dalam #P<PD memuat: a. peningkatan kese5ahteraan masyarakat perkotaan; b. pemenuhan standar pelayanan perkotaan; dan c. keterkaitan 'ungsi antar kawasan perkotaan. 022 4rah pembangunan kawasan perkotaan yang berada di dua atau lebih kabupaten dituangkan dalam masing+masing #P<PD kabupaten yang bersangkutan. Pasal 2 4rah pembangunan kawasan perkotaan yang tertuang dalam #P<PD men5adi acuan penyusunan rencana tata ruang dan pedoman penyusunan #P<MD. Ba$%a& K'3)a R'&*a&a Ta(a R)a&$ Ka4asa& P'0.5(aa& Pasal 10 012 #encana Tata #uang $awasan Perkotaan 7tonom tertuang dalam #T#6 kota) #encana Detail tertuang dalam ;

Tata #uang) dan #encana Teknik #uang. 022 #encana Tata #uang $awasan Perkotaan yang berada di kabupaten tertuang dalam #encana Detail Tata #uang dan #encana Teknik #uang. Pasal 11 012 #encana Detail Tata #uang sebagaimana dimaksud. dalam Pasal 1-) di5adikan pedoman untuk: a. pengaturan tata guna tanah 0(and Regulation); b. penerbitan surat keterangan peman'aatan ruang; c. penerbitan Advise Planning; d. penerbitan i@in prinsip pembangunan; e. penerbitan i@in lokasi; '. pengaturan teknis bangunan; g. penyusunan rencana teknik ruang kawasan perkotaan; dan h. penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan. 022 #encana Teknik #uangsebagaimana dimaksud dalam Pasal 1-) di5adikan pedoman untuk: a. penerbitan i@in mendirikan bangunan; b. penertiban letak) ukuran bangunan gedung dan bukan gedung; dan c. penyusunan rancang bangun bangunan gedung dan bukan gedung. Ba$%a& K'(%$a R'&*a&a P'+,a&$)&a& -a&$.a M'&'&$a1 Da'0a1 Pasal 12 012 $ebi5akan) strategi) program dan kegiatan kawasan perkotaan tertuang dalam #P<MD kabupaten;kota. 022 $ebi5akan) strategi) program dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat 012 yang berada di dua atau lebih kabupaten dituangkan dalam masing+masing #P<MD kabupaten;kota bersangkutan. Pasal 13 $ebi5akan) strategi) program) dan kegiatan setiap kawasan perkotaan di wilayah kabupaten tertuang dalam #enstra /$PD dan disusun men5adi satu dokumen perencanaan pembangunan kawasan perkotaan oleh >adan Perencanaan Pembangunan Daerah. Ba$%a& K''+6a( R'&*a&a K'0/a P'+'0%&(a1 Da'0a1 Pasal 1 012 #$PD kabupaten perkotaan. memuat program kewilayahan untuk ayat masing+masing kawasan 012 disusun dan

022 Program kewilayahan sebagaimana dimaksud pada diintegrasikan oleh >adan Perencanaan Pembangunan Daerah.

032 Program kawasan perkotaan yang berada di dua atau lebih kabupaten dituangkan dalam #$PD masing+masing kabupaten. Pasal 1! Penyusunan program kewilayahan kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1% ayat 022 mengacu pada #DT#) #P<MD kabupaten;kdt.a) dan dokumen perencanaan pembangunan kawasan perkotaan. BAB I7 PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN Ba$%a& K'sa() P'0'&*a&aa& Ka4asa& P'0.5(aa& Ba0) Pasal 1" Perencanaan kawasan perkotaan baru diprioritaskan untuk:

a. memecahkan permasalahan kepadatan penduduk akibat urbanisasi; b. menyediakan ruang baru bagi kebutuhan industri) perdagangan dan 5asa; dan c. menyediakan ruang bagi kepentingan pengembangan wilayah di masa depan. Pasal 1# Persyaratan penetapan lokasi perencanaan kawasan perkotaan baru meliputi: a. sesuai dengan sistem pusat permukiman perkotaan berdasarkan #encana Tata #uang 6ilayah Nasional) Pro=insi) dan $abupaten; b. termuat dalam #P<MD; c. memiliki daya dukung lingkungan yang memungkinkan untuk pengembangan 'ungsi perkotaan dan bukan kawasan yang rawan bencana alam; d. terletak di atas tanah yang bukan merupakan kawasan pertanian beririgasi teknis maupun yang direncanakan beririgasi teknis; e. memiliki kemudahan untuk penyediaan prasarana dan sarana perkotaan; '. tidak mengakibatkan ter5adinya pembangunan yang tidak terkendali. dengan kawasan perkotaan disekitarnya; g. mendorong akti=itas ekonomi) sesuai dengan 'ungsi dan perannya; dan h. mempunyai luas kawasan budi daya paling sedikit %-- hektar dan merupakan satu kesatuan kawasan yang bulat dan utuh) atau satu kesatuan wilayah perencanaan perkotaan dalam satu daerah kabupaten. Pasal 18 012 (okasi rencana kawasan perkotaan baru dapat diprakarsai oleh pihak) swasta dan;atau pemerintah daerah. 022 (okasi yang direncanakan men5adi kawasan perkotaan baru diusulkan kepada bupati. 032 Penga5uan usulan lokasi rencana kawasan perkotaan baru sebagaimana dimaksud ayat 012 dilampiri: a. hasil studi kelayakan; b. rencana induk pembangunan perkotaan baru; dan c. rencana pembebasan lahan. 0%2 #encana lokasi kawasan perkotaan baru yang berada di dua atau lebih kabupaten yang berbatasan langsung ditetapkan dalam Peraturan. Daerah $abupaten masing+masing. 0,2 Penetapan lokasi kawasan perkotaan baru terlebih dahulu mendapat persetu5uan gubernur. Pasal 12 012 #encana pembangunan kawasan perkotaan baru ditetapkan oleh kepala daerah dan dapat dibentuk >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru. 022 $awasan perkotaan baru yang berlokasi pada bagian dari dua atau lebih kabupaten yang berbatasan langsung dilakukan atas dasar ker5asama antar daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang+undangan. 032 Pelaksanaan ker5asama antar daerah sebagaimana dimaksud pada ayat 022 dapat dibentuk >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru.A yang bertanggung 5awab kepada masing+ masing bupati. 0%2 Masa tugas >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru sebagaimana dimaksud pada ayat 012 dan ayat 032 sesuai dengan 5angka waktu rencana pelaksanaan pembangunan kawasan perkotaan baru. . 0,2 $eanggotaan >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru terdiri atas unsur Pemerintah $abupaten) Pemerintah Desa) >adan Permusyawaratan Desa) masyarakat setempat) dan unsur pengembang. 0&2 /truktur 7rganisasi) tugas dan tata ker5a >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru ditetapkan dengan $eputusan >upati. 0"2 $eanggotaan) struktur organisasi) tugas dan tata ker5a >adan Pengelola Pembangunan kawasan perkotaan baru yang berlokasi di dua atau lebih daerah $abupaten yang berbatasan langsung diatur dengan $eputusan >ersama >upati. Pasal 20 012 >adan Pengelola Pembangunan $awasan Perkotaan >aru melaporkan pelaksanaan tugasnya secara berkala dan atau sewaktu+waktu 5ika diperlukan kepada bupati dan

terbuka bagi masyarakat. 022 >upati melaksanakan e=aluasi) pembinaan pembangunan kawasan perkotaan baru. dan pengawasan penyelenggaraan

Ba$%a& K'3)a P'0'+a/aa& Ka4asa& P'0.5(aa& Pasal 21 012 Pemerintah daerah dapat melakukan perema5aan bagian kawasan perkotaan. 022 Perema5aan bagian kawasan perkotaan sebagaimana di'r=a'csud pada ayat 012 dapat dilakukan sepan5ang tertuang dalam #P<MD dan #DT# 032 Perema5aan bagian kawasan perkotaan yang belum memiliki #DT# dan;atau tidak termuat dalam #P<MD terlebih dahulu memperoleh persetu5uan DP#D. Pasal 22 012 Perema5aan bagian kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 bertu5uan untuk: a. perbaikan dan perlindungan lingkungan; b. peningkatan kehidupan masyarakat setempat; dan c. pemenuhan standar pelayanan perkotaan. 022 Perema5aan bagian kawasan perkotaan tidak diperkenankan : a. menghilangkan nilai+nilai se5arah bangunan) arsitektur dan budaya; dan b. merugikan kepentingan masyarakat setempat. Pasal 23 012 Dokumen rencana perema5aan bagian kawasan perkotaan disusun oleh >adan Pembangunan Daerah kabupaten;kota berdasarkan hasil studi kelayakan. 022 Dokumen rencana sebagaimana dimaksud pada ayat 012 memuat antara lain: a. latar belakang; b. tu5uan dan sasaran; c. lokasi kegiatan; d. metodologi perema5aan; e. pengorganisasian; '. 5adwal pelaksanaan; g. pendanaan. 032 Dokumen rencana sebagaimana dimaksud pada ayat 022 ditetapkan dengan Peraturan >upati;6alikota. 0%2 #encana perema5aan bagian kawasan perkotaan yang berada di dua atau lebih kabupaten disusun secara bersama oleh >adan Perencanaan Pembangunan Daerah kabupaten;kota yang bersangkutan dan ditetapkan dengan Peraturan >upati;6alikota masing+masing. Ba$%a& K'(%$a R'.la+as% Pa&(a% Pasal 2 #encana reklamasi pantai termuat dalam #encana Tata #uang 6ilayah kabupaten;kota. Pasal 2! #encana reklamasi pantai sebelum dituangkan kedalam #T#6 kabupaten;kota terlebih dahulu meminta persetu5uan dari Menteri Dalam Negeri. Pasal 2" 9ubernur menga5ukan usulan rencana reklamasi pantai kepada Menteri Dalam Negeri berdasarkan permohonan bupati;walikota dengan melampirkan: a. hasil studi kelayakan; b. $a5ian (ingkungan /trategis 0$(/2; c. rencana peman'aatan; d. rekomendasi gubernur dan DP#D pro=insi; dan e. persetu5uan bupati;walikota dan DP#D kabupaten;kota. Perencanaan

Pasal 2# 012 Penyelenggaraan reklamasi pantai wa5ib memperhatikan kepentingan lingkungan) pelabuhan) kawasan pantai berhutan bakau) nelayan) dan 'ungsi+'ungsi lain yang ada dikawasan pantai serta keberlangsungan ekosistem pantai sekitarnya. 022 >ahan material untuk reklamasi pantai) diambil dari lokasi yang memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan. Pasal 28 012 >upati;6alikota bertanggung5awab dalam pelaksanaan reklamasi pantai. 022 9ubernur bertanggung5awab dalam pelaksanaan reklamasi pantai untuk Daerah $husus 1bukota <akarta. 032 9ubernur melaksanakan pembinaan) penyelenggaraan reklamasi pantai di wilayahnya. pengawasan dan mengkoordinasikan

0%2 Menteri mengkoordinasikan dan mem'asilitasi pengendalian umum peteksanaan reklamasi pantai di tingkat nasional. 0,2 Menteri teknis terkait bertanggung5awab untuk memberikan 'asilitasi) super=isi dan pengendalian teknis di tingkat nasional. Ba$%a& K''+6a( P'0),a1a& P'+a&8aa(a& La1a& Pasal 22 Perubahan peman'aatan lahan dapat dilakukan dengan bera@askan keterbukaan) persamaan) keadilan) pelestarian lingkungan dan perlindungan hukum. Pasal 30 Perubahan peman'aatan lahan mengacu pada #DT# kabupaten;kota dengan tetap memperhatikan keberlangsungan 'ungsi kawasan) daya dukung dan kesesuaian lahan secara terpadu. Pasal 31 012 Perubahan peman'aatan lahan yang tidak sesuai dengan #DT# hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan keselarasan kebutuhan lahan untuk kegiatan ekonomi dengan keberlangsungan lingkungan. Pertimbangan keselarasan kebutuhan lahan sebagaimana dimaksudBpada ayat 012 berdasarkan pertimbangan teknis) pola insenti' dan disinsenti' yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Pasal 32 012 #encana perubahan peman'aatan lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat 012 dapat diusulkan oleh pihak swasta) masyarakat dan dinas;lembaga kepada instansi yang berwenang di daerah. 022 1nstansi yang berwenang sebagaimana dimaksud pada ayat 012 melakukan ka5ian dan mengkoordinasikan dalam 'orum >adan $oordinasi Penataan #uang Daerah. 032 >upati;6alikota dapat membentuk tim khusus derigan beranggotakan instansi terkait beserta anggota DP#D) berdasarkan hasil analisis >adan $oordinasi) Penataan #uang Daerah untuk melakukan ka5ian teknis terhadap kelayakari rencana perubahan peman'aatan lahan. 0%2 Casil ka5ian teknis dari tim khusus dan analisis >adan $oordinasi Penataan #uang Daerah men5adi dasar pertimbangan persetu5uan bupati;walikota perubahan peman'aatan lahan. 0,2 #encana perubahan peman'aatan lahan ditetapkan dengan Peraturan Daerah kabupaten;kota. BAB 7 PERAN SERTA MASYARAKAT

022

Pasal 33 012 Dalam penyusunan rencana) pelaksanaan) pengelolaan perencanaan kawasan perkotaan) mengikutsertakan masyarakat. dan perigawasan

022 Pengikutsertaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 012 dapat diselenggarakah melalui suatu 'orum masyarkaat perkota'an atau bentuk. lain yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat. Pasal 3 012 Dorum masyarakat perkotaan atau bentuk lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat 022 beranggotakan unsur pemerintah daerah) swasta) dan masyarakat perkotaan setempat. 022 Dorum masyarakat perkotaan atau bentuk lain sebagaimana dimaksud pada aygt 012 berperan serta dalam perumusan kebi5akan dan strategi rencana kota. 032 Dorum masyarakat perkotaan atau bentuk lain sebagaimana dimaksud dimaksud pada ayat 012 dapat menyelenggarakan: a. pertemuan secara periodik sebagai sarana bermiisyawarah anggota 'orum; b. 'asilitasi pengembangan dan peningkatan kemampuan wadah+wadah peran masyarakat; c. 'asilitasi kegiatan peran serta masyarakat melalui dialog) tukar pendapat) 5a5ak pendapat) dan dengar pendapat; d. penyebaran in'ormasi mengenai kegiatan pemerintahan dan pengelolaan kawasan perkotaan kepada masyarakat; e. in=entarisasi dan tindak lan5ut usulan oleh masyarakat; '. 'asilitasi keterlibatan masyarakat dalam perencanaan) pelaksanaan dan pembiayaan untuk pemeliharaan prasarana lingkungan di tingkat lingkungan warga; g. pemberian masukan untuk peningkatan standar peteyanan minimal bagi masyarakat setempat dan penataan ruang kawasan perkotaan kepada pengelola kawasan perkotaan; dan h. pengusulan kebi5akan+kebi5akan lain yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan perkotaan. BAB 7I KETENTUAN PERALIHAN Pasal 3! #encana kota yang telah disahkan tetap berlaku) sampai saat dilaksanakan e=aluasi lima tahun pertama se5ak ditetapkannya Peraturan Menteri ini. BAB 7II KETENTUAN PENUTUP Pasal 3" Pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1 !" tentang Pedoman Penyusunan #encana $ota dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor % tahun 1 & tentang Pedoman Perubahan Peman'aatan (ahan Perkotaan) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3# Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di <akarta pada tanggal % +1 +2--! MENTERI DA(AM NEGERI T(3 H9 MARDIYANTO