Anda di halaman 1dari 4

Ensefalitis Sipilis

Penyebab

: T.pallidum

Patogenesis : Setelah penetrasi melalui epithelium yang terluka, kuman tiba di sistem limfatik kuman diserap darah sehingga terjadi spiroketemia. Penyebaran : kontak sexual tersebar di seluruh cortex cerebri M : gejala!gejala neurologis dan gejala!gejala mental Pemeriksaan : pemeriksaan tes serologik darah "#$%&, TP'() dan cairan otak "limfositosis, kadar protein meningkat, *g+, *gM meninggi, tes serologis positif).Scan otak dapat dilakukan bila dicurigai ada komplikasi hidrosefalus. Penatalaksanaan : ,. Penisilin parenteral dosis tinggi : Penisilin + dalam air, Penisilin prokain + -. .ila alergi penisilin: / Tetrasiklin: 0 x 122 mg per oral selama 32 hari, atau / Eritromisin: 0 x 122 mg per oral selama 32 hari, atau / loramfenikol: 0 x , gram intra4ena selama 5 minggu, atau / Seftriakson: - gram intra4ena6 intra muskular selama ,0 hari Ensefalitis supuratif akut Penyebab Patogenesis : Staphylococcus aureus, streptokok, E. coli, M. : Peradangan akibat proses ensefalitis supuratif

tuberculosa dan T. pallidum.

akut abses serebri : terjadi di substansia alba %eaksi otak terhadap kuman : edema dan kongesti disusul dengan pelunakan dan pembentukan nanah 7ibroblas sekitar pembuluh darah bereaksi dengan proliferasi (stroglia ikut juga dan membentuk kapsul. M .ila kapsul pecah, nanah masuk ke 4entrikel dan menimbulkan kematian : Trias ensefalitis yang terdiri dari demam, kejang dan menurun. Pada ensefalitis supuratif akut yang kesadaran gejala

berkembang menjadi abses serebri , akan timbul gejala!gejala : infeksi umum, tanda!tanda meningkatnya tekanan intrakranial yaitu nyeri kepala yang kronik progresif, muntah,

penglihatan kabur, kejang, kesadaran menurun. Pada pemeriksaan mungkin terdapat edema papil. Tanda!tanda defisit neurologis tergantung pada lokasi dan luas abses. Pemeriksaan : 8ang biasa dilakukan pada kasus!kasus infeksi lainnya. Pemeriksaan elektroensefalogram "EE+), foto %ontgen kepala, bila mungkin 9T!Scan otak, atau arteriografi. Pungsi lumbal tidak dilakukan bila terdapat edema papil. .ila dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinal maka dapat diperoleh hasil berupa peningkatan tekanan intrakranial, pleiositosis polinuklearis, jumlah protein yang lebih besar daripada normal, dan kadar klorida dan glukosa dalam batas!batas normal. Pengobatan : ampisilin 0 x 3!0 g dan kloramfenikol 0 x , g per -0 jam intra4ena, selama ,2 hari. Steroid dapat diberikan untuk mengurangi edema otak. .ila abses tunggal dan dapat dicapai dengan cara operasi sebaiknya dibuka dan dibersihkan tetapi bila multiple, yang dioperasi ialah yang terbesar dan mudah dicapai. Prognosis : buruk karena angka kematian mencapai 12:. E;SE7(&*T*S #*%<S Penyebab : ,) Ensefalitis primer : kelompok herpes simpleks, 4irus influen=a, E9'>, 9oxsackie dan 4irus arbo -) Ensefalitis para!infeksiosa: rubeola, 4arisela, herpes =oster, parotitis epidemika, mononukleosis infeksiosa dan 4aksinasi. Patogenesis :

Manifestasi klinik : ensefalitis 4irus lebih tepat bila disebut sebagai meningo! ensefalitis. Manifestasi utama meningo!ensefalitis adalah kon4ulsi, gangguan kesadaran "acute organic brain syndrome), hemiparesis, paralisis bulbaris "meningo!encephalomyelitis), gejala!gejala serebelar, nyeri, dan kaku kuduk. ,. *nfeksi ringan: demam, nyeri kepala, nafsu makan yang memburuk, lemah -. *nfeksi berat: demam tinggi, nyeri kepala yang berat, mual dan muntah, kekakuan leher, disorientasi dan halusinasi, gangguan kepribadian, lupa ingatan, penurun kesadaran sampai koma. 3. Tanda!tanda yang bisa dilihat : muntah, ubun!ubun mencembung, menangis yang tidak berhenti. $iagnosis : pemeriksaan darah rutin titer antibodi terhadap 4irus pemeriksaan cairan otak: limfosit, monosit meningkat, kadar protein meninggi ringan, kadar glukosa normal, kultur 4irus bila mungkin, EE+ dan 9T!Scan bila mungkin. Pada ensefalitis yang disebabkan oleh 'erpes simpleks tipe *, gambaran EE+ khas berupa akti4itas gelombang tajam periodik di temporal dengan latar belakang fokal6difus

Penatalaksanaan : Pengobatan simtomatik menurunkan demam dan mencegah

kejang. ortison mengurangi edema otak. Pengobatan anti4irus diberikan pada ensefaltis 4irus yang disebabkan herpes simpleks 6 4arisela =oster yaitu dengan memberikan asiklo4ir ,2 mg6kg.. intra4ena, 3 kali sehari selama ,2 hari, atau -22 mg tiap 0 jam per oral. .ila kadar hemoglobin "'b) turun hingga ? d6dl, turunkan dosis hingga -22 mg tiap @ jam. .ila 'b kurang dari A g6dl, hentikan pengobatan dan baru diberikan lagi setelah 'b normal kembali dengan dosis -22 mg per @ jam.

Anda mungkin juga menyukai